Anda di halaman 1dari 3

IDENTIFIKASI PEPTIDA ANTIHIPERTENSI DARI PROTEIN KACANG

TUNGGAK (Vigna unguiculata) SEBAGAI NUTRACEUTICAL

PROPOSAL PENELITIAN

Oleh:
M BAZAR AHMADI
131710101076

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2006

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyakit hipertensi adalah salah satu penyakit yang banyak di derita oleh
masyarakat dan mematikan di dunia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
Balitbangkes tahun 2013 pada penduduk berusia 18 tahun dan diatasnya di
beberapa provinsi menghasilkan prevelensi hipertensi sebesar 25,8%, dimana
Provinsi Bangka Belitung mempunyai prevelensi hipertensi tertinggi yaitu
30,9%. Tidak hanya benyek diderita, hipertensi juga dapat meningkatkan
prevelensi Diabetes Militus dan Toleransi Glukosa Terganggu dimana prevelensi
Diabetes Militus orang yang menderita hipertensi 9,0% sementara orang yang
tidak mengidap hipertensi sebesar 3,4. Begutu juga dengan orang yang mengidap
toleransi glukosa terganggu dan hipertensi yang mencapai 15,1% sementara orang
yang tidak mengidap hipertensi hanya sebesar 8,4% (Riskesdas, 2007).
Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang berpotensi menderita
hipertensi seperti usia, ras atau etnik, jenis kelamin, dan kebiasaan gaya hidup tak
sehat. Selain itu, diabetes juga dapat di sebabkan gangguan sistem renin, dan
asupan mineral yang banyak mengandung unsur Natrium (Na+) seperti garam
dapur (NaCl). Pada penderita hipertensi, enzim renin secara tak terkontrol di
sekresi dari ginjal. Enzim ini akan membentuk angeotensin I untuk selanjutnya di
ubah menjadi angeotensi II oleh Angiotensin Converting Enzyme ACE.
Selanjutnya angeotensin II akan merangsang proksimal nefron untuk menyerap
garam (NaCl) dan air sehingga volume darah akan meningkat. Selain itu apabila
penderita diabetes mengkonsumsi mineral Na+ dari garam maka volume darah
akan meningkat karena sifat dari garam yang menyerap air. Peningkatan volume
dara ini yang akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah.
Dewasa ini banyak dilakkukan penelitian mengisolasi peptida
antihipertensi yang terkandung dalam protein hewani, seperti susu (Abubakar,
2004), maupun bekasam (Wikandari dan Lenny, 2014). Peptida dari bahan
tersebut diduga mempunyai aktivitas ACE inhibitor sehingga dapat dijadikan

antihipertensi. Beberapa peptida yang memiliki fungsi antihipertensi seperti ValPro-Pro dan Ile-Pro-Pro di temukan pada susu yang diberi enzim protease.