Anda di halaman 1dari 10

FULLERENE

Tugas Properti Material

RICKY ARISTIO
1206239415

I.

Fullerene Secara Umum

Fullerene atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut Fulerena adalah gabungan unsur
yang termasuk golongan alotrop karbon, dimana molekulnya tersusun seluhrunya dari karbon
(C) dalam bentuk bola berlubang yang mirip seperti bola sepak, ellipsoid, tuba dan lain-lain.
Fullerene berbentuk bola disebut Buckyball dan yang berbentuk silindris disebut karbon
nanotube.
Fullerene merupakan material yang sangat menarik karena fullerene berpotensi besar
diaplikasikan dalam berbagai bidang. Material ini tengah mendapat perhatian yang luar biasa
khususnya para peniliti teknologi nano.
Sebelum Fullerene muncul, para ahli kimia karbon berpendapat bahwa tidak ada
material dari unsur karbin yang lebih stabil dari grafit apalagi intan/berlian. Kemunculan
Fullerene membuat penyegaran dalam ilmu dan penelitian di bidang kimia karbon. Penemuan
ini memicu ditemukannya material baru bernama carbon nanotube (CNT) berbentuk pipa
yang sangat penting di bidang nanoteknologi.

Data Fullerene C60


Nama produk Fullerene C60

Sinonim

Buckminsterfullerene
(5,6)Fullerene-C60-Ih; (C60-Ih)[5,6]fullerene
[5,6]fullerene-C60-Ih; [60-Ih]fullerene
Buckminsterfullerene, C60
Bucky ball
16-(1H-5,6-methanodiacenaphtho[3,2,1,8-cdefg:3',2',1',8'opqra]cyclopenta[jkl]triphenylen-1-yl)-1,4,7,10,13-pentaoxa-16azacyclooctadecane Fullerene

MF C60
Berat Molekul 720.66

Struktur Molekul

II.

Sejarah dan Proses Pembuatan Fullerene

Fullerene ditemukan pada tahun 1985 oleh Robert Curl, Harold Kroto dan Richard
Smalley di Universitas Sussex dan Universitas Rice. Fullerene dinamakan berdasarkan
Richard Buckminster Fuller yang menciptakan kubah geodesic. Tahun 1996, penemu material
Fullerene ini meraih penghargaan Nobel bidang kimia.
Pada awalnya Kroto meneliti hubungan rantai karbon antar bintang di ruang angkasa.
Antara tahun 1975-1978 ia berhasil mendeteksi berbagai macam rantai karbon seperti HC5N,
HC7N dan HC9N. Ia berasumsi rantai karbon ini berasal dari ledakan saat terbentuk bintang
baru. Pada 1984, Kroto berkunjung ke laboraotium Richard Smalley dan menemukan
instrument unij yaitu Laser vaporization cluster bearn apparatus yang digunakan smalley
untuk mensintesa cluster (alat ini dapat mensimulasikan ledakan saat lahirnya bintang di
angkasa). Kroto berharap dengan alat ini ia berhasil menghasilkan senyawa karbon seperti
yang ia pikirkan. Namun pada September 1985 mereka gagal menemukan senyawa karbon
tersebut melainkan menemukan senyawa C60 yang menjadi cikal bakal Fullerene dengan
jumlah yang lebih banyak dari senyawa lainnya. Saat itu baru diprediksi bahwa bentuk bola
namun belum ada yang membuktikannya.
Tahun 1990, W Kratschmer dari Jerman dan D Huffman dari Amerika Serikat berhasil
memproduksi C60 (Fullerene yang pertama kali ditemukan dan berbentuk seperti bola sepak)
dalam skala besar dengan metode baru. Metode yang digunakan sederhana, yakni dengan
memanaskan dan menguapkan batangan karbon dalam tabung hampa udara atau dikenal
dengan thermal resistace method. Terbukti dari hasil produksi ini bahwa bentuk C60 memang
seperti bola sepak sesuai dengan prediksi para penemunya. Hasil ekesperimen ini memicu
penelitian lebih lanjut mengenai Fullerene.

III.

Struktur Atom dan Sifat Optik Fullerene

Fullerene tersusun dari unsur murni karbon yang berjumlah 60 atom (dikenal dengan
C60) atau lebih dimana antara satu dengan lainnya terhubung dengan ikatan kimia berjenis
orbital sp3. Fullerene yang telah dikenal antara lain jenis C60, C70, C120 dan masih banyak
lagi. Fullerene yang paling terkenal adalah jenis C60 karena ini merupakan jenis Fullerene
yang pertama kali ditemukan dan berbentuk sangat unik seperti bola sepak.
Struktur Fullerene mirip dengan struktur grafit dimana tersusun dari lembar yang
bertumpuk oleh cincin heksagonal yang tersambung mencegah lembaran menjadi berbentuk
planar. Didukung oleh bentuknya yang stereo-simetris, Fullerene dapat mempertahankan
strukturnya sampai lebih dari 1000C sebelum karbon-karbonya tercerai berai. Struktur yang
sangat stabil ini seperti organisme-organisme molekuler contohnya radiolara dan virus.
Fullerene C60 dengan jari-jari 0.7 nanometer memiliki banyak sekali keistimewaan
dibanding keluarga karbon lainnya. Strukturnya bulat sempurna dengan ikatan rangkap
berkonjugasi tersimetri Icosahedral. C60 juga kaya dengan electron yang membuatnya mudah
bergabung dengan gugus fungsi organic, tidak hanya monoadduct (satu) tapi bisa hexadduct
(banyak).

IV.

Sifat Kimia (Chemistry) Fullerene

Fullerene sangat mudah bereaksi karena memiliki banyak ikatan kovalen di seluruh
permukaannya. Berbeda dengan intan dan grafit yang sukar untuk bereaksi. Sifat ikatan
kovalen yang terbentuk pada suhu dan tekanan yang tinggi ini akan menyebabkan electron
berputar dan muncul sifat magnet. Selain itu Fullerene memiliki sifat fisik yang sangat stabil
dan kuat bahkan sulit untuk dihancurkan.
Fullerene dapat dilarutkan pada banyak pelarut secara terbatas. Pelarut yang umum
dipakai untuk melarutkan Fullerene adalah pelarut aromatic seperti toluene dan yang lain
seperti karbon disulfide.
Larutan Fullerene murni memiliki warna ungu tua. Larutan C70 (Fullerene dengan
atom karbon sebanyak 70) berwarna coklat kemerahan. Fullerene yang lebih besar seperti
C76 sampai C84 memiliki warna yang bervariasi.
Fullerene C76 memiliki bentuk optis sementara Fullerena yang lebih tinggi memiliki
beberapa isomer struktur.
Fullerene bersifat reaktif karena hanya terdiri dari karbon dengan berat molekul
mencapai 720.64 g/mol

V.

Sifat Listrik dan Magnet (Electrical & Magnetical) Fullerene

Dari sifat penghantar listrik, umumnya Fullerene bersifat isolator. Tetapi jika logam
alkali dimasukkan ke dalam Fullerene maka pada suhu ruang sifatnya akan sama seperti
logam. Khususnya ketika unsur Kalium yang ditambahkan ke dalam Fullerene, sifatnta
berubah menjadi superkonduktor. Contohnya adalah K3C60.
Sifat konduktor dari Fullerene ini sifatnya bisa dikontrol dan struktur dan sifat
kimiawinya yang stabil membuat Fullerene bisa diaplikasikan di bidang elektronika terutama
kuantum.
Banyak perusahaan elektronika di Jepang (Toshiba, Sumimoto Kagaku, Osaka Gas,
Mitshubisi Kagaku, dll) yang memakai material Fullerene untuk mengembangkan solar cell.
Fullerene dipakai karena memiliki efisiensi yang lebih tinggi disbanding solar cell dari polisilikon yang umum dipakai.
Struktur Fullerene yang berbentuk sepeti bola sepak dapat membuat logam dapat
dimasukkan kedalam Fullerene. Hal ini disebut dengan Metal Inclusion. Efeknya Fullerene
jadi memiliki muatan. Fullerene akan mendapat electron dari logam yang ada didalamnya
sehingga logam bermuatan positif dan Fullerene bermuatan negatif. Dari hal tersebut akan
terlihat hasil seolah-olah seperti atom raksasa bermuatan positif di dalamnya dan bermuatan
negatif di luarnya. Atom raksasa ini disebut dengan super atom. Hal ini menyebabkan
munculnya sifat Magnet pada Fullerene.

VI.

Sifat Fisika (Physical) Fullerene

Sifat Fisika (Physical Prpoerties) dari C60


Jarak rata-rata C-C
Diameter dalam C60
Diameter Luar C60
Rapat Molekul
Massa Jenis
Modulus Bulk
Kalor Jenis
Energi Ikatan per Atom
Afinitas Elektron
Energi Ionisasi Pertama
Energi Ionisasi Kedua
Kecepatan Suara vt
Kecepatan Suara vl
Konduktivitas Termal
Indeks Bias
Titik Didih
Resistivitas
Vapour density
Tekanan
Bau

1.44
3.48
10.18
1.44 x 1021/cm3
1.72 g cm-3
14 Gpa
9.08 k kal mol-1
7.4 eV
2.65 eV
7.58 eV
11.5 eV
2.1 x 105 cm/s
3.6 x 105 cm/s
0.4 W/mK
2.2 (600nm)
800K
1014 ohms m-1
N/A
5 x 10-6 torr pada suhu ruang
8 x 10-4 torr pada 800K
Tidak berbau

Ciri Fisik Beberapa Jenis Fullerene


Buckyball soot
Bubuk padat berwarna hitam
Fullerite
Bubuk berwarna hitam/cokelat
C60
Solid berwarna hitam
VII. Sifat Mekanis (Mechanical) Fullerene

Diagram antara strain dengan stress pada Fullerene menunjukkan bahwa ada titik
maksimal stress yang bisa dimiliki oleh Fullerene bergantung pada jenis dari Fullerene
tersebut.
6

Viskositas pada Fullerene turun di suhu 150 derajat celcius dan naik setelah suhu
berada diatas 150 derajat.

Diagram Non-hole tensile strengths (NHT) dari Fullerene

Diagram Non-hole compressive strength (NHC) dari Fullerene


VIII.

Aplikasi Fullerene

Fullerene berpotensi digunakan dalam pengambangan fuel cell. Dalam baterai fuel
cell, penguunaan Fullerene diharapkan dapat menghasilkan fuel cell dalam ukuran yang kecil
yang tidak bisa dibuat dari bahan yang dipakai sekarang (Fullerene memiliki ukuran
nanometer).
Aplikasi lainnya adalah untuk photovoltaic, sensor, magnetic material dan hardisk
computer memanfaatkan sifat magnetic dari Fullerene.

Fullerene juga dapat diaplikasikan dalam bidang kesehatan dengan memanfaatkan


sifat stabil dan non-toxicnya. Fullerene berpotensi untuk mencegah perkembangan virus HIV
(Human Immunodeficiency Virus) dan dapat dipakai sebagai obat AIDS (Acquired Immune
Deficiency Syndrome) meskipun masih dalam tahap pengembangan. Prinsipnya adalah
memanfaatkan sifat lipophilic (mudah larut dalam minyak atau lemak/lipid) dalam struktur
bola Fullerene, hal ini membuat Fullerene akan mudah masuk ke dalam struktur protease
yang menjadi tempat perkembangbiakan virus HIV. Selain itu Fullerene juga dapat digunakan
untuk terapi DNA.
Seperti yang telah disebutkan di sifat kimia Fullerene, material ini dapat dimasukkan
logam, hal ini membuat Fullerene dapat dipakai untuk pengobatan kanker. Hal itu disebabkan
Fullerene dapat diisi dengan logam-logam radioaktif dan menempatkannya pada daerah
kanker tersebut. Pada tahun 2009, ilmuwan dari Virginia Commonwealth University
mengembangkan studi Fullerene dengan bahan radioaktif. Ilmuwan menggunakan 177Lu
(lutetium) isotope. 177Lu-Fullerene ini dapat menjadi alternatif pengobatan kanker.
Memanfaatkan sifat Fullerene sebagai superkonduktor, terdapat banyak aplikasi
secara luas di bidang elektronika. Efisiensinya yang hampir 100% menyebabkan sangat
sedikit listrik yang terkonversi menjadi panas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai transmisi
listrik bawah tanah seperti yang sedang dirancang di Amerika Serikat dan Jepang.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (9 Mei 2011). Tim Sains Korea Menemukan Bagaimana Perubahan Fullerene
Menjadi

Magnet.

http://world.kbs.co.kr/indonesian/archive/

econit_economy

science.htm?no=25894&current_page=3/. 7 September 2013.

H.-B.Burgi,E.Blanc,D.Schwarzenbach,Shengzhong Liu,Ying-jie Lu,M.M.Kappes, J.A.Ibers,


Angew.Chem.,Int.Ed.Engl., 31, p640,1992 (FCC).
Interpenetrating As20 Fullerene and Ni12 Icosahedra in the Onion-Skin [As@Ni12@As20]3-Ion,
Melanie J. Moses, James C. Fettinger, Bryan W. Eichhorn, SCIENCE vol 300 p778, 2
May 2003
Iskandar, Silvia. (21 Mei 2003). Nanobola. http://www.chem-is-try.org /artikel_kimia/
kimia_material/nanobola/. 9 September 2013.
Nuryadi, Ratno. (14 November 2004). Fullerene, Material Unik Harapan Masa Depan.
http://www.kimianet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1100397802.

September

2013.
P.W.Stephens,D.Cox,J.W.Lauher,L.Mihaly,J.B.Wile,P.M.Allemand,A.Hirsch,K.Holczer,Q.Li,J.D.Thompson,F.Wudl, Nature (London), 355,
p331,1992 (magnet).
Sukur, Edi. (26 Juni 2008). Fullerene dari Teknologi Ruang Angkasa Hingga Anti-Virus HIV.
http://smk3ae.wordpress.com/2008/06/26/fullerene-dari-teknologi-ruang-angkasahingga-anti-virus-hiv/. 7 September 2013.
Synthesis of Inorganic Fullerene-like Molecules, Junfeng Bai, Alexander V. Virovets,
Manfred Scheer, SCIENCE vol 300 p781, 2 May 2003
Unwin, Peter. Fullerenes. http://www.ch.ic.ac.uk/local/projects/unwin/. 8 September 2013.

Anda mungkin juga menyukai