Anda di halaman 1dari 5

Praktikum Farmakoterapi Blok Pencernaan TA 2013/2014

Modul Diskusi Praktikum


FARMAKOTERAPI OBAT SISTEM PENCERNAAN
(tugas individu, tulis tangan)
Learning objectives :
Diharapkan mahasiswa mampu :
1. Menjelaskan mekanisme kerja obat yang digunakan untuk
mengatasi peningkatan sekresi asam lambung pada acid-related
disorder (antasida, antagonis H2, salt, proton pump inbitor,
prostaglandin), menyebutkan contoh obat dan menjelaskan efek
samping dari masing-masing golongan obat-obat
2. Menjelaskan mekanisme beberapa obat yang digunakan sebagai
anti emetic, menyebutkan contoh obat dan menjelaskan efek
samping penggunaannya
3. Menjelaskan mekanisme beberapa obat yang digunakan untuk
mengatasi konstipasi, menyebutkan contoh obat dan menjelaskan
efek samping penggunaannya.
4. Menjelaskan mekanisme beberapa obat yang digunakan untuk
mengatasi diare, menyebutkan contoh obat dan menjelaskan efek
samping penggunaannya.
Pendahuluan
Beberapa obat dapat digunakan untuk terapi penyakit
gastrointestinal, di antaranya adalah obat yang digunakan untuk
mengatasi asam lambung, obat yang digunakan untuk merangsang
motilitas gastrointestinal, obat yang digunakan untuk mengatasi mual
dan muntah, obat yang digunakan untuk mengatasi diare dan obat
yang digunakan untuk mengatasi konstipasi.
Dengan memahami farmakodinami dan kinetik obat-obat
tersebut maka diharapkan dapat menggunakan obat tersebut secara
benar.
Patomekanisme peptic ulcer (salah satu di antara beberapa
penyakit yang termasuk acid peptic disease) sampai sejauh ini belum
di ketahui secara jelas. Ada beberapa faktor yang dinyatakan berperan
pada terjadinya peptic ulcer antara lain adalah bakteri H. Pylori,
resistensi mucus terhadap asam dan meningkatnya sekresi asam
lambung dan pepsin. Beberapa obat dapat digunakan untuk mengatasi
keasaman lambung yang meningkat dan obat-obat tersebut
mempunyai titik tangkap yang berbeda yaitu menetralkan asam
lambung, menurunkan sekresi asam lambung dan meningkatkan
resistensi mukosa lambung.
KASUS 1
Seorang pria, 35 tahun, wakil manager suatu perusahaan,
datang ke dokter dengan keluhan nyeri ulu hati disertai mual, muntah
serta rasa panas dan nyeri di ulu hati. Hidupnya penuh tekanan, harihari dilewatinya dengan penuh kekhawatiran terhadap naik turunnya
nilai saham perusahaan yang ia pimpin. Ia perokok berat, sering
makan tidak teratur. Penderita enggan untuk makan karena setiap

Praktikum Farmakoterapi Blok Pencernaan TA 2013/2014

diberi makan, nyeri ulu hati malah makin meningkat. Penderita


mempunyai riwayat sakit magh sejak 17 tahun yang lalu. Sebulan yang
lalu hasil pemeriksaan USG menunjukkan adanya ulkus peptikum.
Sudah minum antasida, tapi keluhan belum berkurang. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan epigastrium, meteorismus
(+)

Praktikum Farmakoterapi Blok Pencernaan TA 2013/2014

Tugas :
1. Sebut dan jelaskan faktor-faktor apa saja yang mencetuskan
terbentuknya ulkus peptikum pada kasus tersebut.
2. Jelaskan site of action golongan obat-obat yang digunakan pada
ulkus peptikum sesuai dengan patofisiologi nya !
3. Lengkapi tabel berikut ini !
Golongan
obat
antiulkus
peptik

Contoh
nama
obat

Farmakodi
nami &
efek yg
diharapkan

Efek
samping

KI

Cara
pengguna
an

4. Pemberian antasida pada kasus tersebut belum mengurangi


keluhan, kenapa ? Antasida ada 2 golongan, absorbable dan non
absorbable. Sebutkan contoh masing2 golongan dan lengkapi
table berikut !
Golongan
obat
antasida

Nama
obat

Farmakodi
nami &
efek yg
diharapkan

Efek
samping

KI

Cara
pengguna
an

Absorbable
Non
absorbable

5. Perlukah penderita mendapatkan obat mukoprotektor lambung ?


Jika perlu jelaskan obat apa saja yang termasuk mukoprotektor
dan bagaimana cara pemakaiannya !
6. Apakah yang dimaksud dengan prokinetik agent ? Perlukah obat
ini diberikan pada kasus tersebut ? Jelaskan !
7. Sebutkan masing-masing golongan obat prokinetik agent,
contoh obat dan uraikan titik tangkap kerja dan mekanisme kerja
masing golongan obat serta apa saja indikasi, kontraindikasi dan
efek sampingnya (buat dalam bentuk tabel)!
KASUS 2
Seorang pria, 75 tahun, datang ke dokter karena kesulitan dalam
defekasi. Lebih dari tiga minggu ini, ia BAB tiap 6 hari sekali. Itupun
harus dengan usaha keras mengeluarkannya (mengejan). Di rumah ia
tinggal seorang diri, jarang memasak, jarang makan buah ataupun
sayur. Aktivitas sehari-hari lebih banyak duduk membaca dan menulis
buku. Ia sering membatasi minum air putih terutama malam hari
sebelum tidur karena malas ke kamar mandi.
Tugas :
1. Apa pengaruh konsumsi buah, sayur dan minum air putih dengan
kebiasaan defekasi.

Praktikum Farmakoterapi Blok Pencernaan TA 2013/2014

2. Beberapa obat-obatan dapat memberikan efek samping konstipasi,


sehingga sangat perlu dalam anamnesa hal tersebut ditanyakan.
Obat-obat apakah itu ?
3. P Perlukah pasien tersebut diberi obat anti konstipasi ? Jelaskan !
4. Jika misalnya dokter memberikan Laktulosa, jelaskan bagaimana
mekanisme kerja obat tersebut dalam mengatasi konstipasi serta
bedakan dengan antikonstipasi golongan lain !
5. Amankah pemakaian jangka panjang obat tersebut ? Jelaskan efek
samping pemakaian jangka panjang pada masing-masing golongan
antikonstipasi yang lain.
6. Nasehat apa yang perlu diberikan untuk pasien tersebut ?
KASUS 3
Seorang anak perempuan, 2,5 tahun, mengalami diare 2 hari ini.
Tidak ada demam, tidak ada mual maupun muntah. BAB lembek, agak
berbau, tidak ada darah. Dalam sehari diare terjadi 3-4x. Riwayat
makan dan minum susu seperti biasa
Tugas :
1. Perlukah pasien tersebut diberi obat antiperistaltik ? Jelaskan !
Jika memang perlu, golongan obat antiperistaltik yang mana yang
sesuai untuk kasus di atas ?
2. Perlukah pasien tersebut diberikan adsorben dan tablet Zink ?
Jelaskan efek yang diharapkan !
3. Amankah pemakaian jangka panjang obat- obat antidiare ? Jelaskan
masing-masing obat
KASUS 4
Seorang wanita, 48 tahun, sering mengalami nyeri perut di
kanan atas setelah makan. Nyeri makin sering terjadi ketika ia
mengkonsumsi makanan berlemak. Kadang-kadang juga disertai mual
dan muntah. Ia sudah mencoba mengobatinya sendiri dengan minum
antasida tapi tidak berkurang. Pada pemeriksaan didapatkan penderita
obesitas dan hasil pemeriksaan USG menunjukkan ada beberapa batu
kecil di kandung empedunya. Penderita menolak operasi, dan dokter
memberikan obat berupa Ursodiol
Tugas :
1. Perlukah penderita diberikan obat antivomiting ? Jelaskan
penggolongan obat antivomiting dan bedakan mekanisme kerja,
indikasi, KI, efek samping serta bagaimana penggunaannya!
2. Jika suatu saat anaknya, 23 tahun, hendak pergi jauh dengan
kapal laut tapi ia mempunyai riwayat sering muntah jika naik
kapal laut, bolehkah sekarang sebagai preventif ia minum obat
antimuntah yang sama dengan yang diminum ibunya ?? Jelaskan
alasannya !
3. Jika suatu saat saudaranya wanita paska kemoterapi juga
mengalami keluhan sering muntah. Samakah obatnya ? Jelaskan
dan tentukan pilihan antimuntah yang paling tepat.
4. Apa yang diharapkan dokter dengan memberikan Ursodiol ?

Praktikum Farmakoterapi Blok Pencernaan TA 2013/2014

5. Berapa lama pengobatan dengan obat tersebut ?


Referensi :
1. Farmakologi dan Terapi, 1995, Editor : Sulistia Gan, Bag.
Farmakologi FKUI, Jakarta, hal 762-799.
2. Katzung, BG, 2007, Basic and Clinical Pharmacology, !0 th Ed.,
Singapore, p 934-958
3. Goodman and Gilman, 2006, The Pharmacological Basis of
Therapeutics, 11th , USA, p 1739-1776.