Anda di halaman 1dari 2

Ghifari Rezka Pahavi

240110120095
Jika Aku Menjadi Pemilik Koperasi
Desa Bantardawa merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Purwadadi,
Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Desa Bantardawa berada di dekat perbatasan antara
Provinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah sehingga walaupun berada di Provinsi Jawa Barat,
tidak sedikit di desa Bantardawa yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa
pengantarnya.

Desa Bantardawa dapat dikatakan sebagai desa agraris karena memiliki

potensi yang besar di bidang pertaniannya, sebagian besar wilayah desa selain digunakan
untuk perumahan digunakan pula sebagai tempat untuk bercocok tanam baik itu sawah dan
perkebunan.
Sektor pertanian yang berpotensi antara lain komoditas padi, pepaya jenis California,
sawo, rambutan, getah karet serta kayu. Komoditas padi yang merupakan komoditas terbesar
di desa dapat terbilang sudah maju karena walaupun memakai irigasi tadah hujan, sawah ini
dilengkapi pompa hasil bantuan dari pemerintah sehingga sawah kemungkinannya kecil
untuk kekurangan air karena mendapatkan air dari sungai ciseel yang berada di selatan
perbatasan desa. Sawah di desa ini dapat melakukan panen hingga 3 kali setiap tahunnya, hal
ini dapat terjadi karena bantuan dari pemerintah berupa pupuk dan alat mesin pertanian
lainnya seperti traktor sehingga dalam pemeliharaannya dapat berjalan dengan baik. Pepaya
jenis California sedang dalam masa tren di desa ini sehingga banyak petani yang berlomba
lomba menanam pepaya di pekarangan rumahnya karena menurut mereka sedang banyak
yang mencari pepaya jenis California ini.
Sawo dan rambutan bukan termasuk komoditas favorit di Desa Bantardawa karena
untuk sawo sendiri walaupun pasokannya terdapat banyak di desa Bantardawa, harga yang
diterima pasar sangat murah sehingga para petani tidak terlalu tertarik dengan komoditas
sawo. Berbeda dengan rambutan, komoditas ini sedang dicari di pasar namun rambutan yang
berada di desa Bantardawa tidak terlalu manis sehingga pasar pun memberikan harga yang
relatif murah dibandingkan dengan rambutan jenis lainnya yang lebih manis.
Komoditas pertanian yang sudah mulai bergerak ke arah industri yaitu kayu dan karet.
Di Desa Bantardawa terdapat 1 tempat pengolahan kayu blok yang dimiliki oleh pak Putra
yang merupakan Sekretaris Desa Bantardawa. Komoditas karet yang berada di desa
Bantardawa ini dikembangkan oleh Pak Indra, beliau berasal dari Bandung. Beliau membeli
beberapa lahan di Desa Bantardawa untuk dijadikan kebun karet miliknya. Komoditas ini
tidak hanya memanen getah dari pohonnya namun diproses lebih lanjut. Komoditas karet
tergolong maju karena telah menghidupi puluhan karyawan di perusahaan tersebut.

Ghifari Rezka Pahavi


240110120095
Dari segi komoditas, sektor pertanian di desa Bantardawa sudah baik, belum lagi
mengenai kelembagaannya. Terdapat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa
Bantardawa yang bertugas untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan pertanian para
kelompok tani sehingga dapat berjalan secara harmonis. Gapoktan merupakan lembaga yang
aktif dalam berkoordinasi dengan pemerintah daerah hanya saja fokus Gapoktan untuk saat
ini masih dalam produksi sebatas barang mentah saja.
Namun, dibalik keberhasilan dari pertanian di desa Bantardawa, masih banyak
kekurangan yang perlu diminimalisir dan masih ada pula yang perlu dimaksimalkan sehingga
para masyarakat yang bergerak di bidang pertanian akan dapat lebih sejahtera. Sektor
pertanian yang berada di desa Bantardawa mayoritas bergerak di hulu saja, tidak sampai hilir.
Padahal potensi untuk memperluas cakupan sektor sangat memungkinkan dikarenakan sektor
pertaniannya cukup beragam dan memang dapat diolah seperti pepaya yang dapat dijadikan
kripik pepaya, manisan pepaya atau sawo yang dapat diubah menjadi kripik sawo.
Ada satu lembaga yang dapat menjadikan hal tersebut menjadi nyata, yaitu Koperasi.
Sebelumnya di Desa Bantardawa tidak memiliki Koperasi yang begerak di bidang
pengolahan sektor pertanian, oleh karena itu jika aku menjadi warga desa Bantardawa aku
ingin menjadi salah satu pendiri Koperasi yang bergerak di bidang pengolahan pangan.
Koperasi ini akan saya bentuk dengan kerja sama para petani pepaya yang ingin hasil
panennya diolah agar nilai jualnya dapat meningkat. Koperasi hasil kerja sama antara petani
buah pepaya dan sawo akan menjadi batu loncatan untuk industri di desa Bantardawa
sehingga komoditas lainnya pun akan terpancing untuk ikut mengolah hasil pertaniannya agar
dapat meningkat nilai jualnya. Koperasi kami pun akan mengemas produk olahan kami dalam
kemasan yang modern dengan standar mutu yang baik sehingga dapat dikirim ke berbagai
waralaba seperti toko oleh-oleh, minimarket, dan tempat berpotensi lainnya, tidak hanya
pasar. Dapat pula dijual langsung ke konsumen seperti tren yang pernah terjadi di kota
Bandung dengan keripik setannya. Bila ini terwujud, maka desa Bantardawa akan memiliki
ciri khas baru yaitu olahan pepaya dan sawo yang bermutu.
Tidak hanya itu, koperasi ini juga akan meningkatkan produktivitas pepaya dan sawo
serta membenahi budidayanya sehingga desa Bantardawa memiliki kualitas bahan hasil
pertanian yang lebih baik dari sebelumnya menjadi komoditas pepaya dan sawo dapat maju
dari hulu hingga hilir dan dapat menyejahterakan petani serta pegawai yang bergerak di
komoditas ini.