Anda di halaman 1dari 14

CHAPTER REPORT

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA

DISUSUN OLEH :
ANDRE WIBOWO
3335150028
TEKNIK KIMIA 2015

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA


CILEGON- BANTEN
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT
karena berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan tugas pembuatan Chapter Report Pendidikan
Pancasila yang berjudul Pancasila Sebagai Ideologi Negara
secara tepat pada waktunya.
Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai
tolak ukur dalam memahami konsep Mata Kuliah Pendidikan
Pancasila yang sebelumnya telah diberikan.
Dalam penyusunan makalah yang berbentuk makalah
populer ini, penyusun menyadari apabila makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan. Maka dari itu, penyusun mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
penyempurnaan dan perbaikan pada tugas selanjutnya. Akhir
kata, semoga maksud dan tujuan penyusun dapat tersampaikan
kepada pembaca. Terimakasih.

Cilegon, Desember 2015

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia dan jiwa seluruh rakyat Indonesia
yang membimbing bangsa Indonesia menjadi bangsa yang luhur dan memiliki
kepribadian yang khas. Pancasila berasal dari diri bangsa Indonesia itu sendiri
sehingga Pancasila tidak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia. Oleh sebab itu,
perlu tindakan nyata dari rakyat Indonesia untuk menghayati dan mengamalkan
semua cita cita mulia bangsa Indonesia yang sudah tercantum dalam setiap sila
Pancasila.
1.2 Batasan Masalah
Untuk menghindari kesimpangsiuran dalam pembahasan dalam makalah ini, maka
penulis akan membatasi pokok bahasan yang akan dibahas, yaitu :
1. Landasan pendidikan Pancasila, serta tujuan pendidikan Pancasila.
2. Pancasila sebagai ideologi negara.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pancasila
Kedudukan dan fungsi Pancasila jika dikaji secara ilmiah memiliki pengertian
yang luas, baik dalam kedudukannya sebagai dasar negara,pandangan hidup
bangsa, ideologi negara dan sebagai kepribadian bangsabahkan dalam proses
terjadinya, terdapat berbagai macam terminologi yangharus kita deskripsikan
secara obyektif. Oleh karena itu untuk memahamiPancasila secara kronologis baik
menyangkut rumusannya maupunperistilahannya maka pengertian Pancasila
meliputi :
1. Pengertian Pancasila secara Etimologis
Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta dari India, menurut Muhammad
Yamin dalam bahasa Sansekerta kata Pancasila memiliki duamacam arti secara
leksikal, yaitu :
Panca artinya lima
Syila artinya batu sendi, alas, dasar
Syiila artinya peraturan tingkah laku yang baik/senonoh
Secara etimologis kata Pancasila berasal dari istilah Pancasyila yang
memilikiarti secara harfiah dasar yang memiliki lima unsur.Kata Pancasila mulamula terdapat dalam kepustakaan Budha di India.Dalam ajaran Budha terdapat
ajaran moral untuk mencapai nirwana denganmelalui samadhi dan setiap
golongan mempunyai kewajiban moral yangberbeda. Ajaran moral tersebut adalah
Dasasyiila, Saptasyiila, Pancasyiila.
Pancasyiila menurut Budha merupakan lima aturan (five moral principle)yang
harus ditaati, meliputi larangan membunuh, mencuri, berzina, berdusta
danlarangan minum-minuman keras.
Melalui penyebaran agama Hindu dan Budha, kebudayaan India masukke
Indonesia sehingga ajaran Pancasyiila masuk kepustakaan Jawa terutamajaman
Majapahit yaitu dalam buku syair pujian Negara Kertagama karanganEmpu
Prapanca disebutkan raja menjalankan dengan setia ke lima pantangan(Pancasila).
Setelah Majapahit runtuh dan agama Islam tersebar, sisa-sisapengaruh ajaran

moral Budha (Pancasila) masih dikenal masyarakat Jawa yaitulima larangan (mo
limo/M5) : mateni (membunuh), maling (mencuri), madon(berzina), mabok
(minuman keras/candu), main (berjudi).
2. Pengertian Pancasila Secara Historis
Sidang BPUPKI pertama membahas tentang dasar negara yang akanditerapkan.
Dalam sidang tersebut muncul tiga pembicara yaitu M. Yamin,Soepomo dan
Ir.Soekarno yang mengusulkan nama dasar negara Indonesiadisebut Pancasila.
Tanggal 18 Agustus 1945 disahkan UUD 1945 termasuk pembukaannyayang
didalamnya termuat isi rumusan lima prinsip sebagai dasar negara.Walaupun
dalam Pembukaan UUD 1945 tidak termuat istilah/kata Pancasila,namun yang
dimaksudkan dasar negara Indonesia adalah disebut denganPancasila. Hal ini
didasarkan atas interpretasi historis terutama dalam rangkapembentukan rumusan
dasar negara yang secara spontan diterima oleh pesertasidang BPUPKI secara
bulat. Secara historis proses perumusan Pancasilaadalah :
a. Mr. Muhammad Yamin
Pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945,
berpidatomengusulkan lima asas dasar negara sebagai berikut :

M.

Yamin

1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Setelah berpidato beliau juga menyampaikan usul secara tertulismengenai
rancangan UUD RI yang di dalamnya tercantum rumusan lima asasdasar
negara sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kebangsaan persatuan Indonesia
3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab

4. Kerakyatan yang dipimpin


permusyawaratan perwakilan

oleh

hikmat

kebijaksanaan

dalam

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


b. Mr. Soepomo
Pada sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945 Soepomo mengusulkan limadasar
negara sebagai berikut :
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan bathin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat
c. Ir. Soekarno
Pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkandasar
negara yang disebut dengan nama Pancasila secara lisan/tanpa tekssebagai
berikut :
1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Selanjutnya beliau mengusulkan kelima sila dapat diperas menjadi TriSila
yaitu Sosio Nasional (Nasionalisme dan Internasionalisme), SosioDemokrasi
(Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat), Ketuhanan yang MahaEsa. Adapun
Tri Sila masih diperas lagi menjadi Eka Sila yang intinya adalahgotong
royong.
d. Piagam Jakarta

Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan sidang oleh 9 anggota BPUPKI(Panitia


Sembilan) yang menghasilkan Piagam Jakarta dan didalamnya
termuatPancasila dengan rumusan sebagai berikut :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan sya,riat Islam bagi pemeluk
pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adila dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan.
5. Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. Pengertian Pancasila Secara Terminologis
Dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945oleh
PPKI tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Ketuhanan Yang Maha Esa


Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan
yang
dipimpin
oleh
dalampermusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

hikmat

kebijaksanaan

Rumusan Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD1945 inilah


yang secara konstitusional sah dan benar sebagai dasar Negara Republik
Indonesia. Namun dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia dalamupaya bangsa
Indonesia mempertahankan proklamasi dan eksistensinya,terdapat pula rumusanrumusan Pancasila sebagai berikut :
a. Dalam Konstitusi Republik Indonesia Serikat (29 Desember 17 Agustus
1950) :
1.
2.
3.
4.
5.

Ketuhanan Yang Maha Esa


Peri Kemanusiaan
Kebangsaan
Kerakyatan
Keadilan Sosial

b. Dalam UUD Sementara 1950 (17 Agustus 1950 5 Juli 1959)


1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2.
3.
4.
5.

Peri Kemanusiaan
Kebangsaan
Kerakyatan
Keadilan Sosial

c. Dalam kalangan masyarakat luas


1.
2.
3.
4.
5.

Ketuhanan Yang Maha Esa


Peri Kemanusiaan
Kebangsaan
Kedaulatan Rakyat
Keadilan Sosial

Dari berbagai macam rumusan Pancasila, yang sah dan benar adalahrumusan
Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 sesuai denganKetetapan
MPRS No. XX/MPRS/1966 dan Ketetapan MPR No. III/MPR/2000.
2.2 Landasan Pancasila
2.2.1 Landasan Historis
Bangsa Indonesia terbentuk karena melalui suatu proses sejarahyang cukup
panjang sejak zaman kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit sampai datangnya
bangsa asing menjajah sa kita. Setelah melalui proses sejarah yang cukup panjang
dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia akhirnya menemukan jati dirinya,
yangdidalamnya tersimpul ciri khas, sifat dan karakter bangsa Indonesia yang
berbeda dengan bangsa lain. Kemudian para pendiri Negara merumuskannya
dalam suatu rumusan yang sederhana tapi mendalam yang meliputi lima prinsip
( lima sila ) yang kemudian diberinama Pancasila.
Jadi, secara historis bahwa nilai nilai yang terkandung dalam setiap sila
pancasila sudah dimiliki bangsa Indonesia sebelum sirumuskan dan disahkan
menjadi dasar Negara. Sehingga asal nilai nilai pancasila tersebut tidak lain
adalah dari bangsa Indonesia sendiri, dengan kata lain bangsa Indonesia sebagai
kuasa materialis pancasila.
Atas dasar itulah maka generasi penerus bangsa terutama kalangan intelektual
kampus harus mengkaji, memahami dan mengembangkan berdasarkan
pendekatan ilmiah, yang pada gilirannya akan memiliki kesadaran dan wawasan
kebangsaan yang kuat berdasarkan nilai nilai yang dimilikinya sendiri. Materi
inilah yang berdasarkan kurikulum internasional disebut civic education, yaitu
mata kuliah yang membahas tentang nasional philosopy bangsa Indonesia.

2.2.2 Landasan Kultural


Setiap bangsa didunia dalam hidup bermasyarakat memiliki pandangan
hidup, filsafat hidup, dan pegangan hidup yang berbeda antara satu bangsa dengan
bangsa lain. Negara komunisme dan liberalisme melekatkan filsafat negaranya
pada suatu konsep ideology tertentu misalnya komunisme mendasarkan
ideologinya pada suatu konsep pemikiran Karl Marx.
Berbeda dengan bangsa lainnya, bangsa Indonesia mendasarkan pandangan
hidupnya pada suatu asas cultural yang sudah melekat dan dimiliki oleh bangsa
Indonesia sendiri. Nilai nilai kenegaraan dan kemasyarakatan yang terkandung
dalam nilai pancasila bukanlah hanya suatu konseptual seseorang saja melainkan
suatu hsil karya besar bangsa Indonesia sendiri, yang diangkat dari nilai kultural
yang bangsa ini miliki, melalui preses refleksi filosofis para pendiri Negara seperti
Soekarno, M. Yamin, M. Hatta, Soepomo serta para pendiri Negara lainnya.
2.2.3. Landasan Yuridis
Landasan perkuliahan Pendidikan Pancasila diperguruan tinggi tertuang
dalam undang undang no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa system pendidikan nasional berdasarkan
pancasila. Hal ini mengandung makna bahwa secara material bahwa pancasila
merupakan sumbar hokum pendidikan nasional.
Meskipun secara eksplisit nama mata kuliah tidak disebutkan dalam undang
undang Sisdiknas, namun mata kuliah pancasila adlah mata kuliah yang
mendidik warga Negara akan dasar filsafat negaranya, nilai nilai kebangsaan
serta nilai kecintaan terhadap tanah air yang dalam kurikulum internasional
disebut sebagai civic education, citizenship education.
Dalam Sk Dirjen Dikti No. 43/DIKTI/KEP/2006, dijelaskan bahwa Misi
Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk memantapkan kepribadian mahasiswa
agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai nilai dasar pancasila, nilai
kebangsaan dan cinta tanah air dalkam menguasai dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi. Jadi, berdasarkan ketentuan tersebut maka materi
pendidikan pancasila wajib diberikan diperguruan tinggi.

2.2.4.Landasan Filosofis

Secara filosofis bangsa Indonesia sebelum mendirikan Negara adalh sebagai


bangsa yang berketuhanan dan berkemanusiaan, hal ini berdasarkan fakta obyektif
bahwa manusia adalah makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Syarat mutlak suatu
Negara adalah adanya persatuan yang terwujudkan sebagai rakyat ( merupakan
unsur pokok Negara ), sehingga secara filosofis Negara berpersatuan dan
berkerakyaan. Konsekuansinya rakyat adalah merupakan dasar antologis
demokrasi, karena rakyat merupakan asal mula kekuasaan Negara.
Atas dasar itulah maka pancasila merupakan dasar filsafat Negara. Maka
sudah menjadi keharusan bahwa pancasila merupakan sumber nilai dalam
melaksanakan kenegaraan, baik dalam pembangunan nasional, ekonomi, politik,
hokum, social budaya, maupun pertahanan dan keamanan.
2.3 Tujuan Pancasila
Pendidikan pancasila bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang
berperilaku :
1. Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab
sesuai dengan hati nuraninya.
2. Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan
serta cara cara pemecahannya.
3. Mengenali perubahan perubahan dan perkembangan ilimu pengetahuan,
tekhnologi, dan seni.
4. Memiliki kemampuan untuk memaknai nilai sejarahdan nilai nilai
budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia.
2.4 Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pengertian Ideologi, Ideologi berasal dari kata yunani yaitu iden yang berarti
melihat, atau idea yang berarti raut muka, perawakan, gagasan buah pikiran dan
kata logi yang berarti ajaran. Dengan demikian ideologi adalah ajaran atau ilmu
tentang gagasan dan buah pikiran atau science des ideas (AL-Marsudi, 2001:57).
Puspowardoyo (1992 menyebutkan bahwa ideologi dapat dirumuskan sebagai
komplek engetahuan dan nilai secara keseluruhan menjadi landasan seseorang
atau masyarakat untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan
sikap dasar untuk mengolahnya. Berdasarkan pemahaman yang dihayatinya
seseorang dapat menangkap apa yang dilihat benar dan tidak benar, serta apa yang
dinilai baik dan tidak baik.

Menurut pendapat Harol H. Titus. Definisi dari ideologi adalah: Aterm used
for any group of ideas concerning various political and aconomic issues and social
philosophies often applied to a systematic scheme of ideas held by groups or
classes, artinya suatu istilah yang digunakan untuk sekelompok cita-cita mengenai
bebagai macam masalah politik ekonomi filsafat sosial yang sering dilaksanakan
bagi suatu rencana yang sistematis tentang suatu cita-cita yang dijalankan oleh
kelompok atau lapisan masyarakat.
Bila kita terapkan rumusan ini pada Pancasila dengan definisi-definisi filsafat
dapat kita simpulkan, maka Pancasila itu ialah usaha pemikiran manusia
Indonesia untuk mencari kebenaran, kemudian sampai mendekati atau menanggap
sebagai suatu kesanggupan yang digenggamnya seirama dengan ruang dan waktu.
Hasil pemikiran manusia yang sungguh-sungguh secara sistematis radikal itu
kemuduian dituangkan dalam suatu rumusan rangkaian kalimat yang mengandung
suatu pemikiran yang bermakna bulat dan utuh untuk dijadikan dasar, asas,
pedoman atau norma hidup dan kehidupan bersama dalam rangka perumusan satu
negara Indonesia merdeka, yang diberi nama Pancasila.
Kemudian isi rumusan filsafat yang dinami Pancasila itu kemudian diberi
status atau kedudukan yang tegas dan jelas serta sistematis dan memenuhi
persyaratan sebagai suatu sistem filsafat. Termaktub dalam Pembukaan UndangUndang Dasar 1945 alinea ke empat maka filsafat Pancasila itu berfungsi sebagai
Dasar Negara Republik Indonesia yang diterima dan didukung oleh seluruh
bangsa atau warga Negara Indonesia.
Demikian isi rumusan sila-sila dari Pancasila sebagai satu rangkaian kesatuan
yang bulat dan utuh merupakan dasar hukum, dasar moral, kaidah fundamental
bagi peri kehidupan bernegara dan masyarakat Indonesia dari pusat sampai ke
daerah-daerah.
Pancasila sebagai Dasar Negara, maka mengamalkan dan mengamankan
Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai sifat imperatif dan memaksa, artinya
setiap warga Negara Indonesia harus tunduk dan taat kepadanya. Siapa saja yang
melangggar Pancasila sebagai dasar Negara, harus ditindak menurut hukum yakni
hukum
yang berlaku di Indonesia. Dengan kata lain pengamalan Pancasila sebagai dasar
Negara disertai sanksi-sanksi hukum.

Sedangkan pengamalan Pancasila sebagai weltanschuung, yaitu pelaksanaan


Pancasila dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi
mempunyai sifat mengikat, artinya setiap manusia Indonesia terikat dengan citacita yang terkandung di dalamnya untuk mewujudkan dalam hidup dan
kehidupanya, sepanjang tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang
barlaku di Indonesia.
Jadi, jelaslah bagi kita bahwa mengamalkan dan mengamankan Pancasila
sebagai dasar Negara Republik Indonesia mempunyai sifat imperatif memaksa.
Sedangkan pengamalan atau pelaksanaan Pancasila sebagai pandangan hidup
dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi mempunyai sifat
mengikat.

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan yang sudah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa
Pendidikan Pancasila sangat penting diajarkan kepada para pelajar agar para
pelajar mengerti dan memiliki pedoman dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Dan Pendidikan Pancasila bukan hanya sebuah materi dalam ilmu
pendidikan saja akan tetapi sebuah pembuktian tentang bagaimana bangsa
Indonesia terbentuk dan apa saja perangkat perangkat sebuah Negara.
3.2 Saran
Dengan adanya penjelasan tentang Pendidikan Pancasila ini diharapkan setiap
warga Indonesia bias mengaplikasikan dan mengamalkan semua yang tercantum
dalam sila sila pancasila dalam kehidupan sehari harinya. Bukan hanya
mengerti tetapi juga menghayati dan mengamalkannya. Bukan hanya rakyat saja
yang perlu mengaplikasikan setiap sila sila pancasila, tetapi setiap warga Negara
Indonesia termasuk para anggota pemerintahan.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.freeskripsi.com/search/makalah-tentang-pendidikan
2. http://my.opera.com/Putra%20Pratama/blog/2008/10/12/ideologi-di-asia
3. Bakry, Noor Ms.1997. Pancasila Yuridis Kenegaraan. Yogyakarta : Liberty
4. Dipoyudo, Kirdi.1979. Pancasila Arti dan Pelaksanaannya. Jakarta : Centre for
Strategic and International Studies