Anda di halaman 1dari 31

ANALISIS KUANTITATIF OBAT

ANALGETIK-ANTIPIRETIK
Materi Kimia Farmasi II
Nurisyah

PENDAHULUAN
Obat analgesik-antipiretik
dpt digol berdsrkan
strukturnya :
1. Asam salisilat : asetosal,
metil salisilat
2. Anilin : asetanilidum
3. P-aminofenol : parasetamol
4. Derivat asam propionat :
Ibuprofen, Ketoprofen

Parasetamol

Asetosal

Ibuprofen

Parasetamol

aspirin

obat analgetika
antipiretika dengan
gugus amida
gugus amida (netral),
gugus hidroksi fenolik
(asam sangat lemah,
pKa 9,5)
hampir semua amida
sangat stabil terhadap
4
hidrolisis

obat analgetika-antipiretika
gugus asam karboksilat
(asam lemah, pKa 3,5), ester
fenolik (tidak stabil)
koefisien partisi yang tidak
terionisasi pada pH asam P =
631 (etanol/air)
dapat mengalami hidrolisis
ester dengan cepat oleh OH-

1. Metode Asidi-alkalimetri (Prinsip


Rx Netralisasi)
a. Titrasi langsung terhdp asam bebas
as salisilat dpt lgs dititrasi dgn baku basa,
berdasarkan reaksi :

berdsrkan rx tsb dik : 1 mol as salisilat 1


mol NaOH. Sehingga 1 ml NaOH 0,1N
13,81 mg as salisilat (BE = MR as salisilat)

Pd penetapan kdr as salisilat tsb digunakan


alkohol sbg pelarut. Alkohol bersifat asam
lemah, oki alkohol hrs dinetralkan terhdp
indikator yg digunakan agar tdk berx dg
baku basa yg digunakan
Ester hidroksil yg memp ggs karboksil
bebas (asetosal), dpt jg ditetapkan dgn cara
ini. Tetapi seny ini mdh terhidrolisis shg hrs
dihindari kelebihan basa & suhu dijaga pd
15-20oC
Kelemahan metode ini pd ester tdk dpt
membedakan antara esternya & asam
bebas yg mungkin terbentuk krn hidrolisis

Cara penetapan kdr asetosal secara


titrasi lgs dgn NaOH, berlgs berdsrkan
rx :

Dr rx tsb dik : 1mol asetosal 1mol


NaOH, 1mL NaOH 0,1N 18,016 mg
asetosal (BE = MR asetosal)

b. Titrasi lgs terhdp grm as hidroksi


benzoat pd sistem 2 fase
metode ini digunakan untuksenyawa
yg garamnya larut dlm air,
sedangkan asamnya tdk larut dlm
air tetapi larut dlm pelarut organik
yg tdk bercampur dgn air, misnya
eter
Metode ini dpt digunakan pd alkali
salisilat/ amonium salisilat

c. Penetapan ester as hidroksi benzoat


dgn hidrolisis & titrasi kembali
. asam yg ggs hidroksilnya
teresterkan (asetosal) mdh larut
dlm alkali (NaOH) encer & akan
terhidrolisis dlm basa berlebihan
pd pemanasan di atas WB
. Asam yg ggs karboksilnya
teresterkan (metil salisilat) yg tdk
larut dlm alkali encer diperlukan
cara penetapan yg berbeda

Rx analisis asetosal dgn titrasi tdk lgs :

Ester yg mdh menguap (metil


salisilat/etil salisilat) dihidrolisis di
bawah pendingin balik (refluks) dgn
KOH etanol berlebih selama 90 menit.
Kelebihan alkali dititrasi dgn asam baku

Asetosal kadang-kadang
mengandung as salisilat & as asetat
(hsl hidrolisis) pd penyimpanan.
Jika ditetapkan kdr asetosal dgn
titrasi kembali maka didptkan kdr
asetosal yg lebih tinggi dari
seharusnya.
Kdr asetosal dihit dari jml NaOH yg
menghidrolisis ikatan ester gugus
hidroksi dan asetat

2. Metode Bromometri
Metode bromometri merup metode
umum utk semua senyawa fenol &
dpt digunakan utk asam hidroksi
bensoat.
Utk ester asam hidroksi benzoat
perlu dihidrolisis lebih dahulu
sebelum dilakukan brominasi
Metode bromometri merup metode
analisis yg didasarkan pd reaksi
redoks

Bromometri menggunakan larutan


Br2 berlebih yg dihasilkan oleh rx :
KBrO3 dgn KBr dlm suasana asam.
Kelebihan Br2 direaksikan dgn KI yg
akan membentuk I2, selanjutnya I2 yg
terbentuk dititrasi dgn lar baku
Na2S2O3
Contoh : penetapan kadar asam
salisilat dgn metode bromometri :
sampel As. Salisil dimskkan ke dlm
stock erlemeyer + lar baku KBrO3
0,1N secara tepat dan + KBr. Di +

Sisa brom di reaksikan dgn KI, I2 yg


terbtk dititrasi dgn lar baku Na2S2O3
menggunakan indikator kanji.
Tiap ml lar KBrO3 0,1N setara dgn 2,3
mg as salisilat (MR = 138,1)
(BE=1/6 MR)
Untuk ester as hidroksi benzoat perlu
dihidrolisis dulu, cth : metil salisilat
metil salisilat dihidrolisis dgn
penambahan NaOH/KOH dgn
pemanasan. Selanjutnya ditentukan
dgn cara yg sama dgn as salisilat.

3. Metode Spektrofotometri
a. Spektro UV
as hidroksi benzoat & turunannya memp ggs
kromofor shg dpt ditetapkan pd daerah UV
Cth : penetapan kdr asetosal yg tercampur
hsl hidrolisisnya (asam salisilat)
Krn ke-2nya memberikan serapan pd daerah
UV, dapat dilakukan pengukuran pd 2 maks
yg berbeda

Sampel asetosal (360mg) dilarutkan


dlm kloroform hingga 100 ml. Lalu
serapannya dibaca pd 308 nm (mis
A2). Lar diencerkan 100 kali dgn
kloroform & dibc srpnya pd 278 nm
(mis A1)
Jml asetosal & as salisilat dihit dgn
persamaan

Spektr Vis
dilakukan dgn mereaksikan senyawa
as hidroksi benzoat dgn besi (III) yg
menghaslkan warna ungu
senyawa hidroksi benzoat yg ggs
hidroksinya teresterkan (mis
asetosal) tdk membtk warna dgn
besi(III). Shg metode ini dpt
digunakan utk menentapkan asam
salisilat dlm asetosal.

ASETANILID
Asetanilid dpt dianalisis secara :
bromometri, nitrimetri, dan
spektrofotometri
Metode Nitrimetri : sama dengan
parasetamol
H
O

Parasetamol
(N-asetil-4aminofenol)

Metode bromometri
asetanilid dihidrolisis dgn asam
(HCl/H2SO4) membtk anilin.
Selanjutnya anilin direaksikan dgn lar
Br2 berlebih (hsl rx KBrO3 + KBr +
HClp), kelebihan Br2 dirx dgn KI yg
akan membtk I2 yg selanjutnya
dititrasi dg lar Na2S2O3

Metode kolorimetri
didasarkan pd rx asetanilid (seny
amida) dgn hidroksilamin membtk
asam hidroksamat. As hidroksamat
dirxkan dgn FeCl3

PARASETAMOL

Parasetamol memiliki serapan maksimum dalam


larutan asam pada panjang gelombang 245 nm
dan dalam larutan basa pada panjang gelombang
257 nm

REAKSI DIAZOTASI (TITRASI NITRIMETRI)


Metode titrasi diazotasi disbt jg
nitrimetri menggunakan larutan baku
NaNO2.
Metode ini didsrkan pd reaksi diazotasi
yaitu reaksi antara amin aromatik
primer dengan asam nitrit dalam
suasana asam membtk garam
diazonium
Dlm nitrimetri, BE suatu senyawa = MR,
krn 1 mol senyawa brx dgn 1 mol asam
nitrit menghslkan 1 mol garam
diazonium
Penentuan titik akhir titrasi ditentukan

Indikator luar : digunakan kertas kanji


iodida. Ketika larutan digoreskan pd
kertas kanji iodida, mk kelebihan nitrit
akan mengoksidasi iodida menjadi
iodium & dgn adanya amilum/kanji
akan berwarna biru segera.
Indikator kanji-iodida peka terhdp
kelebihan 0,05-0,10 ml NaNO2.
Rx yg terjadi, dpt ditulis sbb :

Titik akhir tercapai bila lar hsl titrasi


segera memberi warna biru pd kertas
kanji iodida.
Warna biru jg terbtk bbrp saat
setelah dibiarkan bbrp menit
diudara. Hal ini disebabkan krn udara
akan mengoksidasi iodida menurut rx
:

BM =
152.16

Ibuprofen :
Analisis Kadar :
KCKT, Spektro UV, volumetri
(alkalimetri)

Ibuprofen
asam 2-(-4-Isobutilfenil)
propionat

Ibuprofen praktis tidak larut dalam air,


sangat mudah larut dalam etanol,
dalam metanol, dalam aseton dan
dalam chloroform serta sukar larut
dalam etil asetat (Ditjen POM, 1995).

Ketoprofen :
merupakan salah satu asam propionat
Nama kimia :
Asam 2-(3-benzoilfenil) propionat
Mudah larut dalam etanol, dalam
kloroform, dan dalam eter, praktis
tidak larut dalam air

TERIMA KASIH