Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Perkembangan zaman dari masa ke masa semakin melonjak tinggi, kebutuhan

akan tenaga listrik akan semakin meningkat pula, khusunya energi listrik di Indonesia
mengalami peningkatan lebih tinggi di bandingkan sebelum-sebelumnya. Penyebab
utamanya adalah semakin berkembangnya industri-industri yang membutuhkan
energi listrik baik jumlah yang besar maupun kecil untuk mengoperasikan mesin
produksi.
Pengoperasian mesin produksi akan berperan penting bila didukung oleh
motor-motor listrik, kebanyakan dari setiap industri baik besar maupun kecil lebih
banyak menggunakan motor AC dengan fasa tunggal maupun tiga fasa.
Motor AC yang lebih banyak di gunakan di industri-industri ialah motor
induksi, karena cara kerja yang mudah, pemeliharaan yang tidak terlalu rumit dan
tidak teralu memakan biaya. Penamaan motor induksi dikarenakan arus motor bukan
berasal dari sumber tertentu, melainkan dari arus yang terinduksi sebagai akibat dari
perbedaan putaran rotor dengan medan putar dari stator.
Oleh sebab itu dalam pembuatan laporan ini ditujukan untuk membahas lebih
jauh mengenai motor induksi 3 fasa.
1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang di ajukan adalah :
1. Apa definisi dari motor induksi?
2. Bagaimana prinsip kerja dan karakteristik motor induksi?
3. Bagian bagian utama dari motor induksi?

1.3

Tujuan Penulisan
Tujuan yang hendak dicapai melalui penulisan laporan ini adalah :
1. Mengetahui definisi dari motor induksi.
2. Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik motor induksi.
3. Mengetahui bagian-bagian utama dari motor induksi.

1.4

Teknik Pengumpulan Data


1

Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah :


1. Studi kepustakaan
2. Eksperimen (percobaan)
1.5

Sistematis Penulisan
BAB I

: Pendahuluan
Menguraikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan,
metode dan teknik pengumpulan dan sistematis penulisan

BAB II

: Teori Dasar
Menguraikan

tentang pengertian motor induksi, prinsip dasar,

konstruksi motor induksi, prinsip kerja motor induksi dan


pengasutan motor induksi tiga fasa
BAB III

BAB IV

: Landasan teori
Berisikan
tentang

alat-alat

yang

digunakan,prosedur

percobaan,data pengamatan,wiring diagram dan pengolahan data.


: Tugas akhir dan Analisa
Berisikan pertanyaan dan jawaban dari tugas akhir .Menguraikan
tentang analisa dari hasil percobaan dan pengolahan data yang
dilakukan.

BAB V

: Kesimpulan dan Saran


Berisikan kesimpulan mengenai hasil yang diperoleh dari
praktikum yang telah dilakukan.Saran berisikan hal-hal yang harus
diperbaiki pada saat praktikum.

BAB II
TEORI DASAR
2.1

Pengertian Motor Induksi


Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi

energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip
antara medan stator dan medan rotor.
Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (ac) yang paling luas
digunakan. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja berdasarkan
induksi medan magnet stator ke statornya, dimana arus rotor motor ini bukan diperoleh
dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya
perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang
dihasilkan oleh arus stator.
Motor induksi sangat banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari baik di
industri maupun di rumah tangga. Motor induksi yang umum dipakai adalah motor
induksi tiga fasa dan motor induksi satu fasa. Motor induksi tiga fasa dioperasikan pada
sistem tenaga tiga fasa dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri,
sedangkan motor induksi satu fasa dioperasikan pada sistem tenaga satu fasa yang
banyak digunakan terutama pada penggunaan untuk peralatan rumah tangga seperti kipas
angin, lemari es, pompa air, mesin cuci dan sebagainya karena motor induksi satu fasa
mempunyai daya keluaran yang rendah.

Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa akan
menghasilkan medan magnet yang berputar. Medan putar pada stator tersebut akan
memotong konduktor-konduktor pada rotor, sehingga terinduksi arus dan rotor pun akan
ikut berputar mengikuti medan putar stator. Perbedaan putaran relatif antara stator dan
rotor disebut slip. Bertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor, yang oleh
karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan
putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Jadi, bila beban motor
bertambah, putaran rotor cenderung menurun.
2.2
Prinsip Dasar

Motor induksi secara prinsip dapat dianalogikan dengan sebuah transformator,


hanya saja yang membedakannya adalah pada motor induksi, rangkaian sekundernya
berputar. Akan tetapi dalam rangkaian rotor tidak berputar kondisi hubung singkat
dimana slip = 1. Maka motor induksi dapat dianalogikan dengan sebuah
transformator dan oleh karena itu cara menganalisaannya juga sama.

Gambar 2.1 Motor Induksi

Apabila motor berputar, maka parameter-parameter yang ada hubungannya dengan


frekuensi akan berubah. Pada saat motor berputar tanpa beban, besarnya daya yang diserap
oleh motor Po hanya dipergunakan untuk mengatasi rugi-rugi inti dan rugi mekanik. Daya
yang dihasilkan ( dengan masukan 3 fasa ), sebanding dengan tegangan, arus serta faktor
bebannya.

2.3

Konstruksi Motor Induksi


Motor induksi pada dasarnya mempunyai 3 bagian penting sebagai berikut.
1. Stator : Merupakan bagian yang diam dan mempunyai kumparan yang
dapat menginduksikan medan elektromagnetik kepada kumparan rotornya.

Gambar 2.3 bentuk stator

2. Celah : Merupakan celah udara sebagai tempat berpindahnya energi dari s


tartor ke rotor.
3. Rotor : Merupakan bagian yang bergerak akibat adanya induksi magnet
dari kumparan stator yang diinduksikan kepada kumparan rotor.
Konstruksi stator motor induksi pada dasarnya terdiri dari bagian-bagian sebagai
berikut :
a. Rumah stator (rangka stator) dari besi tuang.
b. Inti stator dari besi lunak atau baja silikon.
c. Alur bahannya sama dengan inti, dimana alur ini merupakan tempat
meletakkan belitan (kumparan stator).
d. Belitan (kumparan) stator dari tembaga.
Rangka stator motor induksi didesain dengan baik dengan empat tujuan yaitu:
a. Menutupi inti dan kumparannya.
b. Melindungi bagian-bagian mesin yang bergerak dari kontak
langsung dengan manusia dan dari goresan yang disebabkan oleh
gangguan objek atau gangguan udara terbuka (cuaca luar).
c. Menyalurkan torsi ke bagian peralatan pendukung mesin dan oleh
karena itu stator didesain untuk tahan terhadap gaya putar dan
goncangan.
d. Berguna sebagai sarana rumahan ventilasi udara sehingga
pendinginan lebih efektif.
Berdasarkan bentuk konstruksi rotornya, maka motor induksi dapat dibagi
menjadi dua jenis :
1. Motor induksi dengan rotor sangkar (squirrel cage)

Bagian dari mesin yang berputar bebas dan letaknya di bagian dalam.
Terbuat dari besi laminasi yang mempunyai slot dengan batang alumunium
atau tembaga.

Gambar 2.3 bentuk rotor sangkar

2. Motor induksi dengan rotor belitan (wound rotor)


Kumparan dihubungkan bintang di bagian dalam dan ujung yang lain
dihubungkan dengan slipring

ke tahanan

luar. Kumparan

dapat

dikembangkan menjadi pengaturan kecepatan putaran motor. Pada kerja


normal slipring hubung singkat secara otomatis, sehingga rotor bekerja
seperti rotor sangkar.

Gambar 2.4 bentuk rotor kumparan/belit

Perbedaan mendasar dari rotor sangkar dengan rotor belit adalah terdapat pada
konstruksi rotor.
1. Rotor sangkar mempunyai :
a. Tahanan rotor tetap.
b. Arus starting tinggi.
c. Torsi starting rendah.
2. Rotor kumparan atau belit :
a. Memungkinkan tahan luar dihubungkan ke tahanan rotor melalui slip
ring yang terhubung ke sikat.
b. Arus starting rendah.
c. Torsi starting tinggi.
Diantara stator dan rotor terdapat celah udara yang merupakan ruangan antara
stator dan rotor. Pada celah udara ini lewat fluks induksi stator yang memotong
6

kumparan rotor sehingga meyebabkan rotor berputar. Celah udara yang terdapat
antara stator dan rotor diatur sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil kerja motor
yang optimum. Bila celah udara antara stator dan rotor terlalu besar akan
mengakibatkan efisiensi motor induksi rendah, sebaliknya bila jarak antara celah
terlalu kecil/sempit akan menimbulkan kesukaran mekanis pada mesin.Stator dibuat
dari sejumlah stampings dengan slots untuk membawa gulungan tiga fase. Gulungan
ini dilingkarkan untuk sejumlah kutub yang tertentu.
Stator merupakan bagian yang diam dari motor induksi tiga fasa, pada bagian
stator terdapat beberapa slot yang merupakan tempat kawat (konduktor) dari tiga
kumparan tiga fasa yang disebut kumparan stator, yang masing-masing kumparan
mendapatkan suplai arus tiga fasa, maka pada kumparan tersebut segera timbul
medan putar. Dengan adanya medan magnet putar pada kumparan stator akan
mengakibatkan rotor berputar, hal ini terjadi karena adanya induksi magnet dengan
kecepatan putar rotor dan kecepatan putar stator. Kawat rotor terdiri dari batangbatang tembaga yang berat, alumunium atau alloy yang dimasukkan ke dalam inti
rotor. Masing-masing ujung kawat dihubungkan singkat dengan end-ring.
Motor induksi dengan rotor belitan mempunyai rotor dengan belitan
kumparan tiga fasa sama seperti kumparan stator. Kumparan stator dan rotor juga
mempunyai jumlah kutub yang sama. Penambahan tahanan luar sampai harga
tertentu, dapat membuat kopel mula mencapai harga kopel maksimmnya. Kopel mula
yang besar memang diperlukan pada saat start. Motor induksi jenis ini
memungkinkan penambahan (pengaturan) tahanan luar. Tahanan luar yang dapat
diatur ini dihubungkan ke rotor melalui cincin. Selain untuk menghasilkan kopel
mula yang besar, tahanan luar dapat diperlukan untuk membatasi arus mula yang
besar pada saat start. Disamping itu dengan mengubah ubah tahanan luar, kecepatan
motor dapat diatur.
2.4

Prinsip Kerja Motor Induksi


Motor induksi bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik dari kumparan

stator kepada kumparan rotornya. Garis-garis gaya fluks yang diinduksikan dari
7

kumparan stator akan memotong kumparan rotornya sehingga timbul emf (ggl) atau
tegangan induksi dan karena penghantar (kumparan) rotor merupakan rangkaian yang
tertutup, maka akan mengalir arus pada kumparan rotor. Penghantar (kumparan) rotor
yang dialiri arus ini berada dalam garis gaya fluks yang berasal dari kumparan stator
sehingga kumparan rotor akan mengalami gaya Lorentz yang menimbulkan torsi
yang cenderung menggerakkan rotor sesuai dengan arah pergerakan medan induksi
stator. Pada rangka stator terdapat kumparan stator yang ditempatkan pada slotslotnya yang dililitkan pada sejumlah kutup tertentu. Jumlah kutub ini menentukan
kecepatan berputarnya medan stator yang terjadi yang diinduksikan ke rotornya.
Makin besar jumlah kutub akan mengakibatkan makin kecilnya kecepatan putar
medan stator dan sebaliknya.
Prinsip kerja pada motor induksi tiga fasa adalah perputaran motor pada mesin
arus bolak balik ditimbulkan oleh adanya medan putar (fluks yang berputar) yang
dihasilkan dalam kumparan statornya. Medan putar ini terjadi apabila kumparan
stator dihubungkan dalam fasa banyak umumnya fasa 3. hubungan dapat berupa
hubungan bintang atau delta.
Ada beberapa prinsip kerja motor induksi: Apabila sumber tegangan 3 fasa
dipasang pada kumparan medan (stator), timbullah medan putar dengan kecepatan
rpm dengan fs = frekuensi stator (Stator line frequency) atau frekuensi jala-jala dan p
= jumlah kutub pada motor. Medan stator tersebut akan memotong batang konduktor
pada rotor. Akibatnya pada kumparan jangkar (rotor) timbul tegangan induksi Karena
kumparan jangkar merupakan kumparan tertutup, ggl akan menghasilkan arus.
Adanya arus didalam medan magnet menimbulkan gaya pada rotor. Bila kopel mula
yang dihasilkan oleh gaya pada rotor besar akan memikul kopel beban, rotor akan
berputar searah dengan medan putar stator. Seperti telah dijelaskan sebelumnya
bahwa tegangan induksi timbul karena terpotongnya batang konduktor (rotor) oleh
medan putar stator. Artinya agar tegangan terinduksi diperlukan adanya perbedaan
relatif antara kecepatan medan stator dengan kecepatan berputar rotor. Perbedaan
kecepatan disebut slip dinyatakan dengan bila tegangan tidak akan terinduksi dan arus
8

tidak mengalir pada kumparan jangkar rotor, dengan demikian tidak dihasilkan kopel.
Kopel motor akan ditimbulkan apabila lebih kecil dari . Dilihat dari cara kerjanya,
motor induksi disebut juga sebagai motor tak serempak atau asinkron.
2.5

Pengasutan Motor Induksi Tiga Fasa


Pada motor induksi tiga fasa rotor yang banyak digunakan adalah rotor

sangkar. Pada rotor sangkat terdapat alur-alur yang berpenampang bundar. Dalam
alur-alur ini terdapat batang-batang kawat yang diujung-ujungnya saling dihubung
singkat dengan cincin tembaga dan ditempatkan pada tepi muka dan tepi belakang
dari besi rotor. Karena batang-batang kawat dalam alur-alur rotor dihubung singkat
maka tahannya kecil, dengan tahanan kecil maka pemakaian arus pada awal
perputaran besar.
Sesuai dengan penjelasan diatas maka motor induksi pada saat awal
perputaran akan membutuhkan arus yang besar. Besarnya empat sampai lima kali,
bahkan sampai tujuh kali dari besarnya arus stator pada waktu berputar normal dan
beban penuh.
Pemakaian arus start yang besar pada permulaan berjalan akan membutuhkan
daya yang besar, hal ini menimbulkan kerugian pada industri yang memakai motor
induksi tersebut. Untuk mengatasi pemakaian arus start yang besar maka dalam
pengoperasian motor induksi tiga fasa menggunakan system pengasutan. Adapun
macam-macan pengasutan, yaitu :
a. Sistem DOL (Direct On Line)
Menjalankan motor dengan cara ini adalah menghubungkan motor
langsung kejala-jala dengan tegangan penuh. Tetapi cara ini kurang
menguntungkan, karena adanya arus starting yang tinggi. Arus starting yang
tinggi menyebabkan drop tegangan pada jaringan sehingga mengganggu
sistem yang lain.
Oleh karena itu sistem ini hanya digunakan untuk motor induksi rotor
sangkat tiga fasa yang mempunyai daya kecil.
b. Mereduser tegangan
Mereduser (memperkecil) tegangan yang masuk ke motor. Cara ini
dikenal dalam beberapa bentuk starting, yaitu :
9

a. Starting menggunakan Primary Resistance yaitu pengasutan dengan


memasang tahanan pada rangkaian primer (stator). Stater ini digunakan
untuk menjalankan motor rotor sangkat tiga fasa dengan cara memperkecil
tegangan masuk ke motor pada waktu start. Dengan waktu yang telah
ditetapkan untuk lamanya starting, kemudian tahanan dapat dilepaskan
kembali. Pada saat ini motor mengambil tegangan penuh dari jala-jala.
b. Starting dengan menggunakan autotransformer yaitu pengasutan dengan
cara memasang autotrafo yang ditempatkan pada rangkaian utama atau
rangkaian primer (stator). Starting ini digunakan untuk menjalankan motor
rotor sangkar tiga fasa dengan cara memperkecil tegangan masuk ke
motor melalui ototrafo.
c. Starting Secundary Resistance, pengasutan dengan memasang tahanan
pada rangkaian sekunder (rotor). Cara pengasutan ini khusus hanya
digunakan untuk motor rotor belit.
d. Starting bintang segitiga, starting ini berfungsi untuk mengatur hubungan
stator motor pada waktu start (bintang) dan beberapa detik kemudian
diatur menjadi hubungan segitiga (motor running). Pada saat motor
dihubung bintang arus akan turun kita-kira sepertiga besarnya arus jika
motor dijalankan (start) sebagai DOL (direct on line). Kemudian motor
dipercepat sampai delapan puluh persen dari kecepatan sinkron untuk
perpindahan bintang ke segitiga. Pada waktu itu besarnya arus motor sama
dengan besarnya arus running segitiga.

10

BAB III
LANDASAN TEORI
3.1

Alat-Alat dan Bahan


1. Motor induksi 3 fasa.
2. Autotrafo 3 fasa.
3. Power Supply DC
4. Amperemeter AC/DC.
5. Voltmeter AC/DC.
6. Wattmeter.
7. Multimeter
8. Tachometer
9. Jumper secukupnya.

3.2

Prosedur Percobaan
A. Percobaan DC

Gambar 3.1 Rangkaian Percobaan Arus DC

Langkah-langkah percobaan :
1. Membuat rangkaian seperti pada gambar 3.1, dan memastikan bahwa
sumber tegangan dalam keadaan off.
2.

Menyalakan MCB jala-jala

3.

Menyalakan power supply DC

4.

Mengatur tegangan pada power supply sampai maksimum

5. Mengatur arus pada power supply DC sehingga kita dapat nilai Rs dari
6.
7.
8.
9.
10.

perbandingan V dengan I
Mengatur arus hingga minimum
Mengatur tegangan pada power supply hingga 8 Volt
Mencatat hasil percobaan arus dan tegangannya.
Mematikan power supply DC
Mematikan MCB jala-jala
11

11.
12.

Menggambar wiring diagram


Merapihkan rangkaian percobaan arus DC, setelah percobaan
selesai.

B. Percobaan Hubung singkat

Gambar 3.2 Rangkaian Percobaan Hubung Singkat

Langkah-langkah Percobaan Hubung singkat :


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Membuat rangkaian seperti gambar 3.2


Menyalakan MCB jala-jala
Menyalakan saklar autotrafo
Menahan rotor motor dengan mengunakan obeng mekanik
Menaikan tegangan sehingga arus hubung singkat mendekati In motor
Mencatatat nilai tegangan (Vhs), arus (Ihs) ,dan daya (Phs) pada

hubung singkat
7. Menurunkan tegangan perlahan-lahan sampai bernilai nol
8. Mematikan saklar autotrafo
9. Mematikan MCB jala-jala
10. Menggambar wiring diagram
11. Merapihkan rangkaian percobaan hubung singkat, setelah percobaan
selesai.
C. Percobaan beban nol

12

Gambar 3.3 Rangkaian beban nol

Langkah-langkah Percobaan Praktikum Beban Nol


1.

Membuat rangkaian seperti pada gambar 3.3

2. Menanyakan pada asisten untuk memeriksa rangkaian


3. Menyalakan MCB jala-jala
4. Menyalakan saklar autotrafo Mengatur range pada autotrafo sampai
tachometer mencapai nilai 1500 rpm.
5. Mencatat hasil pengukuran arus dan daya hasil percobaan ( I0, V0, P0 dan
n)
6. Menurunkan tegangan perlahan-lahan sampai bernilai nol
7. Mematikan saklar autotrafo
8. Mematikan MCB jala-jala
9. Menggambar Wiring diagram
10. Merapihkan rangkaian percobaan beban nol, setelah percobaan selesai.
D. Percobaan berbeban

13

Gambar 3.4. Rangkaian percobaan berbeban.

1. Membuat rangkaian seperti gambar 3.4 dimana sebagian rangkaiannya


sama dengan percobaan beban nol.
2. Meminta persetujuan asisten untuk memeriksa hasil rangkaian.
3. Mengaktifkan MCB 3 fasa
4. Menaikkan tegangan pada autotrafo secara bertahap hingga putaran motor
induksi mendekati 1500 rpm.
5. Menaikan arus eksitasi sampai maksimum.
6. Menyalakan beban (lampu pijar) 300, 600 dan 900 Watt
7. Mencatat nilai tegangan ( VLL dan VLN ), Arus (I), Putaran (n), dan daya (P)
pada beban nol dengan menggunakan voltmeter pada pengukuran V,
amperemeter

pada pengukuran I, Tacho Meter pada putaran (n) dan

wattmeter pada pengukuran P pada beban (lampu pijar) 300, 600 dan 900
Watt.
8. Menurunkan tegangan pada autotrafo sedikit demi sedikit hingga
mencapai harga tegangan nol.
9. Mematikan MCB 3 fasa.
10. Melaporkan kepada asisten bahwa percobaan telah selesai.

14

3.3

Data Hasil Pengamatan


Tabel Name Plate Motor Induksi
Tabel. 3.1. Data Pada Motor

MESIN AC ASINKRON
220 / 380

[V]

14 / 8

[A]

V/I

RPM

1500 rpm

50 Hz

Cos

0.8

Phase

Daya

3 Hp

15

Tabel. 3.2. Data Pengamatan

DATA PENGAMATAN
Data Percobaan DC
I

3,1 A

8V

Data Percobaan Hubung Singkat


P

72 W

66 V

5,89 A

Data Percobaan Beban nol


P

Io

6W

380

4,38

1497

Data Percobaan Berbeban


Daya Lampu

VLL

VLN

VDC

Tidak berbeban

380 V

220

4,46 A

186 W

1500 rpm

220 V

300 Watt

380 V

220

3.85 A

111 W

1490 rpm

178.3 V

600 Watt

383 V

220

3.91 A

146 W

1486 rpm

176.5 V

900 Watt

382 V

220

3.89 A

174 W

1486 rpm

175.6 V

16

3.4

Pengolahan Data
Percobaan Arus DC

Percobaan Hubung Singkat

Percobaan Beban Nol

17

Percobaan Berbeban
Sebelum dibebani

Beban 300 watt

Beban 600 watt

Beban 900 watt

18

3.5

Wiring Diagram

Gambar 3.5 wiring diagram pecobaan DC

19

Gambar 3.6 wiring diagram percobaan hubung singkat

Gambar 3.7 Wiring Diagram Percobaan Beban nol

20

Gambar 3.8 Wiring Diagram Percobaan Berbeban

BAB IV
ANALISA DAN TUGAS AKHIR
4.1

Analisa

1. Tahanan dalam pada motor induksi dapat di lakukan dengan percobaan DC.
2. Kita melakukan percobaan beban nol ini bertujuanya untuk mengetahui
karakteristik dari motor induksi, di pengujian ini arus I1 = 0 atau arus tidak

21

mengalir karena motor bekerja tanpa beban dapat di sebut juga dengan circuit
(OC), mengakibatkan besar arus yang melewatinya sangat kecil dan dapat
dikatakan sama dengan nol.
3. Ketika motor induksi di beri beban berbeban, semakin besar beban yang di pakai
maka akan berpengaruh pada putaran motor yang semakin melambat.
4.2

Tugas Akhir
1. Hitunglah resistansi dan reaktansi pada setiap percobaan yang di lakukan
2. Buatlah diagram lingkaran dari data percobaan
3. Bandingkan dan analisa hasil perhitungan dengan diagram lingkaran

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1

Kesimpulan
Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi

energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip
antar medan stator dan medan rotor.
Prinsip kerja dari motor induksi tiga fasa ialah apabila sumber tegangan 3 fasa
dipasang pada kumparan medan (stator), timbullah medan putar dengan kecepatan
rpm dengan fs = frekuensi stator (Stator line frequency) atau frekuensi jala-jala dan p
= jumlah kutub pada motor. Medan stator tersebut akan memotong batang konduktor
pada rotor. Akibatnya pada kumparan jangkar (rotor) timbul tegangan induksi Karena
kumparan jangkar merupakan kumparan tertutup, ggl akan menghasilkan arus.
22

Adanya arus didalam medan magnet menimbulkan gaya pada rotor. Bila kopel mula
yang dihasilkan oleh gaya pada rotor besar akan memikul kopel beban, rotor akan
berputar searah dengan medan putar stator. Seperti telah dijelaskan sebelumnya
bahwa tegangan induksi timbul karena terpotongnya batang konduktor (rotor) oleh
medan putar stator.
- Percobaan arus DC bertujuan untuk mengetahui hambatan dalam motor
-

induksi.
Pengujian short circuit/hubung singkat bertujuan untuk mengetahui impedansi

motor induksi pada saat short circuit.


Percobaan beban nol bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari motor
induksi.

5.2

Saran
1. Cek semua alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan
percobaan.
2. Setelah terangkai semua, lakukan pengecekan jumper pastikan tidak ada
bagian yang kendor.
3. Pada saat menaikan tegangan pada autotrafo usahakan jangan perlahan.
4. Sebelum melepas semua jumper pada kompone rangkaian pastikan semua
listrik atau sumber tegangan dalam keadaan OFF, turunkan tegangan pada
autotrafo.lalu matikan sumber tegangan (MCB)

23

DAFTAR PUSTAKA
Sutedjo, Abdurrahman.Motor Induksi Tiga Fasa.
http://www.scribd.com/doc/11026244/Motor-Induksi-Tiga-Phase
http://www.scribd.com/doc/50045535/27/Membalik-Arah-Putaran-MotorInduksi-3-fasa
Dasar-Dasar Motor Induksi oleh Parekh (2003)

24