Anda di halaman 1dari 7

A.

Pendahuluan
Kehidupan hewan dimulai di laut pada masa Prakambrium seiring dengan
terjadinya evolusi bentuk multiseluler yang hidup memakan organisme lain. Gaya
hidup baru tersebut memungkinkan terjadinya eksploitasi sumberdaya yang
sebelumnya belum termanfaatkan dan mengakibatkan radiasi evolusioner dari bentukbentuk yang beranekaragam. Hewan awal menempati laut, air tawar, dan akhirnya
daratan. Keanekaragaman kehidupan hewan yang memesona di bumi saat ini,
diantaranya diilistrasikan pada terumbu karang, barasal dari nenek moyang
Prakambrium yang telah berjalan lebih dari setengah miliar tahun.
Lebih dari sejuta spesies hewan masih hidup saat ini, dan terdapat
kemungkinan bahwa setidaknyasejuta organisme baru akan didertifikassi oleh generasi
ahli biologi masa depan. Hewan dikelompokkansekitar 35 filum, namun jumlah
sebenarnya tergantung pada perbedaan pandangan para ahlisistematika.Habitat darat
menimbulkan masalah khusus bagi hewan, seperti halnya juga pada tumbuhan
danbeberapa filum hewan telah berhasil melakukan perjalanan evolusi menuju
daratan. Cacing tanah (filumannelid) dan bekicot (filum mollusca) umumnya hanya
hidup ditanah dan vegetasi lembap. Hanyavertebrata dan arthopoda, termasuk
serangga dan laba-laba/yang mewakili oleh keanekaragamanspesies hewan yang
sangat besar, yang telah beradaptasi ke berbagai lingkungan darat Menjalankan hidup
didarat yang kita lakukan menyebabkan pemahaman kita lakukan memberpamahaman
kita mengenai keanekaragaman hewan menjadi subjektif sehingga kita lebih
menyukaivertebrata. Tetapi, vertebrata hanya menyusun satu subfilum dalam filum
chordate yang berjumlahkurang dari 5% dari semua spesies hewan. Namun banyak
sekali hewan-hewan invertebrate yang terdapat pada bebatuan, seperti karangkarangan yang juga mengikuti pola percabangan pohon filogenetik.
Catatn fosil dan kajian molekuler menunjukkan bahwa divertifikasi yang
menghasilkan banyak filum hewan berlangsung secara cepat pada rentang waktu
geologis yang amat panjang, episode evolusi yangrelative singkat tersebut
kemungkinan berlangsung sekitar 40 juta tahun (sekitar 565-525 juta tahun silam)
Para ahli paleontology telah menamai periode terakhir masa prakambrium sebagai
masa ediakaras, darinamabkit Ediacara di Australia. Dimana fosil hewan prakambrium
pertama kali ditemukan sebagian besarfosil dari masa Ediakaran tampak seperti
cnidaria (hewan yang mirip dengan hydra) ditemukan juga moluska dan sebagian
besar lubang sarang dan jejak terfosilisasi menandakan aktifitas beberapakelompok

cacing. Apakah hewan purba ini termasuk kedalam filum modern atau ke garis
keturunan yangpunah pada awal masa kambrium? Para ahli paleontology masih
memperdebatkan hubungan filogenetikantar hewan dari sisi yang berlawanan pada
perbatasan masa kambrium.
Suatu pandangan berbeda muncul dari sistematika molekuler dan genetika
perkembangan. Gen yangmengarahkan perkembangan bangun filum yang sangat
beragam dan mungkin telah ada pada nenekmoyang bersama hewan bilateral. Jika
demikian halnya, sangat mungkin bahwa nenek moyang itu secarastructural sangat
kompleks, dengan cirri tubuh yang berhubungan dengan ekspresi gen-gen
yangmengatur perkembangan diasosiasikan dengan beberapa perbedaan bangun tubuh,
yang membedakanfilum-filum. Barangkali plastisitas perkembangan ini juga berkaitan
dengan asal mula hewan bilateralyang beranekaragam, yang relative cepat selama
masa kambrium.Beberapa peneliti yang lebih memilih hipotesis ini juga berpikir
bahwa filum menjadi terkunci dalamperkembangan yang membatasi evolusi, sehingga
tidak ada filum tambahan yang berkembang setelahledakan kambrium. Tentunya hal
ini tidak berarti bahwa evolusi hewan menjadi terhenti, variasi dalampola
perkembangan terus berlangsung hinggga memungkinkan sedikit perubanhan dalam
struktur danfungsi tubuh, yang mengarah ke spesiasi dan asal mula taksa dibawah
tingkatan filum.
Apa yang dimaksud dengan hewan?
1. Hewan adalah eukariota multiseluler, heterotrofik. Berbeda dari nutrisi autotrofik yang
ditemukan pada tumbuhan dan alga, hewan harus memasukkan ke dalam tubuhnya
molekul organik yang telah terbentuk terlebih dahulu, hewan tidak dapat membentuk
molekul itu dari bahan kimia anorganik. Sebagian besar hewan melakukan hal tersebut
dengan cara menelan memakan organisme lain atau memakan bahan organik yang
terurai.
2. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh dengan kuat seperti
yang dimiliki tumbuhan dan fungi. Tubuh multiseluler hewan dipertahankan tetap utuh
oleh protein struktural, yang paling berlimpah adalah kolagen. Selain kolagen. Yang
banyak ditemukan pada matriks ekstraseluler, jaringan hewan memiliki jenis
persambungan (junction) interseluler yang unik persambungan ketat, desmosom, dan
persambungan celah yang terdiri atas protein struktural lainnya.

3. Yang juga merupakan keunikan hewan adalah adanya dua jenis jaringan yang
bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan yaitu jaringan saraf dan
jaringan otot.
4. Beberapa ciri kunci dari sejarah kehidupan juga membuat hewan berbeda. Sebagian
besar hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang umumnya
mendominasi siklus hidupnhya. Pada sebagian besar spesies, sperma kecil berflagela
membuahi sel telur yang lebih besar dan tidak bergerak untuk membentuk suatu zigot
diploid. Zigot itu kemudian mengalami pembelahan, suatu urutan pembelahan sel
secara mitosis. Selama perkembangan pada sebagian besar hewan, pembelahan itu
akan menyebabkan pembentukan tahapan multiseluler yang disebut blastula, yang
pada banyak hewan berbentuk bola berlubang. Setelah tahapan blastula adalah proses
grastrulasi, yaitu masa saat lapisan jaringan embrionik yang akan berkembang menjadi
bagian tubuh dewasa dihasilkan. Hasil dari tahapan perkembangan disebut gastrula.
Beberapa hewan berkembang secara langsung melalui tahapan pendewasaan
sementara untuk menjadi dewasa, akan tetapi siklus hidup pada banyak hewan
meliputi tahapan larva. Larva adalah bentuk yang belum dewasa secara seksual. Larva
secara morfologis berbeda dari tahapan dewasa, umumnya memakan makanan yang
berbeda, dan bahkan bisa memiliki habitat yang berbeda dibandingkan dengan hewan
dewasa, seperti pada kasus kecebong. Larva hewan akhirnya mengalami
metamorfosis, suatu perkembangan yang mengubah bentuk hewan menjadi suatu
bentuk dewasa.
A. Gambaran umum mengenai Filogeni dan Keanekaragaman Hewan
Meskipun perdebatan yang menarik terus berlangsung, sebagian besar ahli
sistematika sekarang setuju bahwa kingdom hewan adalah monofiletik, yaitu jika kita
dapat melacak semua garis keturunan hewan kembali ke asal mulanya, hewan akan
menyatu pada satu nenek moyang bersama. Nenek moyang itu kemungkinan adalah
suatu protista berflagela pembentuk koloni yang hidup lebih 700 juta silam dalam
masa Prakambrium. Protista itu kemungkinan berkerabat dengan koanoflagellata.
Suatu kelompok yang muncul sekitar semiliar tahun silam.
1. Parazoa tidak memiliki jaringan sejati
Diantara filumfilum yang ma

hipotesis asal mula hewan dari protista berflagela. (1)protista berkoloni, kumpulan sel-sel
yang identik. (2)bola berlubang yagtersusun atas sel-sel yang belum mengalami spesialisasi
(ditunjukkan dalam sayatan melintang). (3)permulaan spesialisaisel.(4)p
elipatan kedalam.(5)protohewan yang mirip gastrula (sayatan melintang)

2. .
A. Asal-usul hewan inverebrata
Invertebrata adalah kelompok organisme yang paling beraneka ragam, mulai dari ubur-ubur
hingga ke Mollusca, bulu babi dan Arthropoda. Selain invertebrata parasit yang sering
kehilangan sejumlah besar organ, maka evolusi invertebrata sangat kompleks dan beraneka
ragam, ditinjau dari ukuran, bentuk spesialisasi maupun habitat yang dihuninya. Orientasinya

tubuh bervariasi mulai dari yang simetri radial, simetri bilateral maupun yang tidak punya
bidang simetri.
Evolusi invertebrata diperkirakan berlangsung tidak lama setelah protozoa terbentuk.
Invertebrata mungkin didominasi oleh prokariot berflagel yang berfusi (endosimbiosis)
dengan bermacam-macam tipe prokariotik berklorofil, bermitokondria dan bersilia.
PARAZOA
Dari semua hewan yang akan kita bahas, spons (di cabang parazoa pada pohon filogenetik)
mewakili garis keturunan terdekat dengan organisme multiseluler (Protista) yang menjadi
kingdom hewan. Lapisan-lapisan sel spons merupakan perserikatan sel-sel yang tersusun
longgar, bukan merupakan jaringan sejati karena sel-sel itu secara relative belum
terspesialisasi.
RADIATA
Mewakili garis keturunan lain yang bercabang sangat awal dalam sejarah hewan (eumatozoa),
hewan radiate adalah hewan diploblastic (hanya memiliki ectoderm dan endoderm) dan
memiliki simetri radial. Kedua filum cabang radiate adalah Cnidaria dan Ctenophora.
ASELOMATA

PSEUDOSELOMATA
SELOMATA: PROTOSTOMA

SELOMATA: DEUTEROSTOMA
Pada pandangan pertama, bintang laut dan hewan Echinodermata lainya kemungkinan tampak
memiliki sedikit kesamaan dengan filum Chordata, yang meliputi vertebrata: ikan, amfibia,
reptilian, burung, dan mamalia. Namun emikian, hewan-hewan ini sama-sama memiliki ciriciri yang khas pada hewan deuterostoma: pembelahan secara radial, perkembangan selom dari
arkenteron, dan pembentukan mulut pada ujung embrio yang berlawanan arah dengan
blstopori.
B. Evolusi Pergerakan

Kebanyakan protozoa bersifat planktonik jadi bergerak mengikuti arus air atau siklus air.
Beberapa jenis yang aktif bergerak menggunakan silia, flagella bahkan gerak brown.
Pergerakan aktif yang mula-mula dikenal adalah cara amuboid, yang disebabkan oleh aliran
sitoplasma. Hal ini berlaku pada sejumlah eukariot seperti amoeba. Perubahan dari pergerakan
amuboid diperkirakan menghasilkan mikrosila seperti yang dapat dilihat pada pergerakan
platyhelminthes misalnya Planaria dan Molusca. Penyempurnaan pergerakan kemudian
mengarah kepada pergerakan peristaltik, seperti pada cacing dan berundulasi pada lintah dan
Molusca. Pada masa itu belum dikenal anggota tubuh. Pergerakan peristaltik secara gradual
berevolusi dengan menambahkan setae (parapodia) seperti pada cacing duri. Dari
penyempurnaan setae mulailah dihasilkan sejumlah kaki tabung seperti yang dapat dilihat
pada kelompok Echinodermata. Mekanisme penyempurnaan kaki tabung yang kemudian
mengarah pada kaki tabung bersegmen yang diadopsi oleh kebanyakan Arthropoda.
Mekanisme lain mungkin muncul tanpa melalui jalut di atas mengarah pada ubur-ubur,
sedangkan yang tidak menyempurnaan pergerakan berevolusi menjadi kaki tabung seperti
pada organisme sesil Coelenterata.
C. Evolusi coelom
Dengan bertambahnya jumlah sel dapat

terbentuk suatu gumpalan sel yang kemudian

mengarah kepada bentuk-bentuk koloni. Pada metazoa terdapat bentuk yang sangat bervariasi.
Salah satu bentuk yang mungkin terjadi adalah bentuk bola. Bentuk pipih yang melengkung
atau berlipat kemudian akan membetuk suatu rongga tubuh. Bentuk bola dapat juga
membetuk rongga tubuh akibat matinya sel yang berada di tengah, jadi dihasilkan bola
berongga. Kematian beberapa sel sudah cukup untuk membuat rongga di tengah menjadi
semacam mulut yang menghubungkan rongga di dalam dengan dunia luar. Sel-sel yang ada di
sebelah luar selalu berinteraksi dengan lingkungan, akan memperoleh struktur penguat khusus
atau fungsi khusus, misalnya cilia atau flagella untuk bergerak. Sedangkan bagian yang
menghadap ke dalam tidak memperoleh rangsangan khusus, sehingga tetap bermembran tipis
dan kemudian menjadi sesuai untuk penyerapan makanan atau pertukaran gas dan ekskresi
melalui vakuola. Proses demikian sudah cukup untuk merangsang evolusi ke arah munculnya
Coelenterata. Organisme primitif seperti Coelenterata dan Platyhelminthes belum mempunyai
coelom. Coelom primitif mulai dibentuk pada Aschelmithes, masih berupa jaringan yang
berbentuk bunga karang, mengandung banyak rongga antar sel tetapi coelom yang sebenarnya
belum terbentuk. Organisme yang lain hampir semuanya mempunyai coelom merupakan
tahapan evolusi yang kemudian.
D. Contoh Radiasi Adaptif Utama

Satu macam radiasi adaptif yang luar biasa, dikenal dengan ledakan pada masa kambrium,
menandai perbatasan antara zaman Prakambrium dan zaman Paleozoikum. Pada zaman itu,
keanekaragaman hewan laut meningkat secara drastis. Fosil hewan tertua ditemukan pada
batuan akhir Prakambrium yang berumur sekitar 700 juta tahun. Jejak yang terfosilisasi yang
ditemukan di beberapa tempat di seluruh dunia menunjukkan bahwa hewan purba tersebut
adalah invertebrata tanpa cangkang dengan bangun tubuh yang kelihatan sangat berbeda dari
bangun tubuh keturunannya di zaman Paleozoikum.

http://www.scribd.com/doc/75731860/evolusi