Anda di halaman 1dari 1

Sebelum dijadikan bahan baku parfum, gaharu harus diolah terlebih dahulu untuk

mendapatkan minyak dan senyawa aromatik yang terkandung di dalamnya.[7] Sebagian kayu gaharu
dapat dijual ke ahli penyulingan minyak yang biasanya menggunakan teknik distilasi uap atau air
untuk mengekstraksi minyak dari kayu tersebut.[7] Untuk mendapatkan minyak gaharu
dengan distilasi air, kayu gaharu direndam dalam air kemudian dipindahkan ke dalam suatu tempat
untuk menguapkan air hingga minyak yang terkandung keluar ke permukaan wadah dan senyawa
aromatik yang menguap dapat dikumpulkan secara terpisah. [7] Teknik distilasi uap menggunakan
potongan gaharu yang dimasukkan ke dalam peralatandistilasi uap.[7] Tenaga uap yang
menyebabkan sel tanaman dapat terbuka dan minyak dan senyawa aromatik untukparfum dapat
keluar.[7] Uap air akan membawa senyawa aromatik tersebut kemudian melalui tempat pendinginan
yang membuatnya terkondensasi kembali menjadi cairan.[7] Cairan yang berisi campuran air dan
minyak akan dipisahkan hingga terbentuk lapisan minyak di bagian atas dan air di bawah. [7] Salah
satu metode digunakan saat ini adalah ekstraksi dengan superkritikal CO 2, yaitu CO2 cair yang
terbentuk karena tekanan tinggi.[7] CO2 cair berfungsi sebagai pelarut aromatik yang digunakan
untuk ekstraksi minyak gaharu.[7] Metode ini menguntungkan karena tidak terdapat residu yang
tersisa, CO2dapat dengan mudah diuapkan saat berbentuk gas pada suhu dan tekanan normal.[7]

Gaharu merupakan gumpalan berbentuk padat berwarna coklat kehitaman sampai hitam, berbau
harum jika dibakar. Gaharu terdapat pada bagian kayu atau akar dari jenis pohon penghasil gaharu
yang telah mengalami proses perubahan kimia dan fisika akibat terinfeksi oleh sejenis jamur.