Anda di halaman 1dari 27

PERANCANGAN ALAT PROSES

BOILER

Disusun Oleh:
Erly Rizki

(03031381419111)

Destias Selly H

(03031381419119)

Siti Handayani

(03031381419131)

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2015/2016

BAB I
DASAR TEORI
1.1 Boiler
Boiler/ketel uap merupakan bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air
sampai terbentuk air panas atau steam berupa energi kerja. Air merupakan media yang berguna
dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air panas atau steam pada tekanan dan
suhu tertentu mempunyai nilai energi yang kemudian digunakan untuk mengalirkan panas dalam
bentuk energi kalor ke suatu proses. Jika air didihkan sampai menjadi steam, maka volumenya
akan meningkat sekitar 1600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang
mudah meledak, sehingga sistem boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga
dengan sangat baik.

Boiler tidak harus memiliki pembakar. Semua jenis ini dapat menghasilkan air panas atau uap
dengan menyerap panas dari cairan lain. Operasi jenis peralatan untuk mendapatkan hasil
maksimal uap dari itu adalah untuk menghemat bahan bakar yang harus digunakan untuk
menghasilkan uap yang diperlukan untuk peralatan yang dihentikan langsung.Boiler
menggunakan limbah panas dapat membutuhkan bahan konstruksi yang tidak dapat ditangani
secara langsung, tetapi penting untuk mencegah korosi pada aplikasi limbah panas. Dengan kata
lain, boiler yang sudah dihentikan tidak dapat dibangun di stainless steel. Karena ada hubungan
tetap antara tekanan dan temperatur untuk uap dan air, tekanan harus meningkat.Ketika perlu
untuk memanaskan produk atau bahan-bahan lain untuk suhu tinggi tekanan bisa sangat
tinggi.Untuk mendapatkan suhu lebih besar dari sekitar 500 F,yang akan membutuhkan uap atau

tekanan air lebih dari 666 psig cairan lain yang digunakan. Ada beberapa cairan yang sebagian
besar adalah hidrokarbon, yang dapat dipanaskan sampai suhu setinggi 1.000 F tanpa beroperasi
pada langkah-tekanan tinggi seperti. Tetapi Beberapa dari cairan dapat menguap seperti
mengkonversi air untuk steam.Karena semua pabrik ini beroperasi pada suhu yang lebih tinggi
dari 250 F maka membutuhkan boiler. Tekanan kerja boiler diklasifikasi sbb:

Tekanan rendah: p < 20 bar

Tekanan sedang: 20 bar < p < 50 bar

Tekanan tinggi: 50 bar < p < 200 bar

Tekanan sangat tinggi: p > 200 bar

Bahan untuk plat Boiler harus baik karena disamping harus menahan tekanan yang tinggi juga
harus tahan pada suhu yang tinggi, serta mudah dikerjakan (dibentuk). Umumnya menggunakan
baja karbon rendah atau baja paduan rendah.
1.2Konstruksi pada Boiler
Pembangunan boiler dapat dikaitkan dengan banyak hal.Harga rendah dapat sesederhana
biaya pertama tetapi harus berdasarkan biaya siklus hidup di mana boiler yang dipilih harus
menyediakan uap diperlukan atau hot water dengan harga, instalasi, bahan bakar dan biaya
pemeliharaan gabungan terendah selama hidupnya diharapkan.
Beberapa fired boiler memiliki beberapa refraktori di dalamnya sehingga dapat
dijelaskan. Materialnya tahan panas apabila bersentuhan langsung dengan api. Bahan tahan api
memilikigrade yang berbeda-beda yaitu dilihat berdasarkan suhu maksimal bahan tidak mencair.
Berkisar antara 1.200 F -3200 F . Biasanya yang paling dekat dengan api akan digunakan
bahan dengan grade yang tinggisedangkan grade rendah digunakan di mana suhu akan lower.
Di setiap dinding besar refraktori (tahan panas) khusus "jangkar" dilengkapi dengan
baja atau bahan paduan menempel pada setting, casing atau buckstays sebagai bantuan.Beberapa
jangkar terdiri dari combinasi logam dan sepotong genteng (Gambar 5-6).

Setting adalah nama yang digunakan untuk boiler yang terdiri dari batu bata ditumpuk
seperti dinding untuk dijadikan sebagai furnace .Casing adalah nama yang digunakan untuk
menggambarkan keadaan luar boiler yang biasanya terdiri dari pelat baja. Ini tidak sama dengan
Lagging. Lagging dapat berasal dari pelat baja tipis, tapi biasanya logam lembaran tipis
digunakan untuk isolasi pada boiler. Buckstays merupakan komponen baja struktural yang lebih
kaku dari casing dan boiler.Saat ini ada tiga jenis dasar konstruksi boiler, besi cor, firetube dan
watertube.bentuk besi cor menghasilkan ruang untuk air, api, dan produk pembakaran. Sebuah
boiler firetube mengandung api dan produk pembakaran di dalam tabung dan air serta uap di luar
tabung.
1.3 Kerangka dan jenis-jenis boiler

Komponen utama ketel uap terdiri dari:


a. Ruang Pembakaran (Furnace)
Furnace adalah dapur sebagai penerima panas bahan bakar untuk pembakaran,
yang terdapat fire gate di bagian bawah sebagai alas bahan bakar dan yang sekelilingnya

adalah pipa-pipa air boiler yang menempel pada dinding tembok ruang pembakaran yang
menerima panas dari bahan bakar secara radiasi, konduksi, dan konveksi.
b. Drum Air dan Drum Uap
Drum air terletak pada bagian bawah yang berisi dari tangki kondensat yang
dipanaskan dalam daerator, disamping itu berfungsi sebagai tempat pengendapan
kotoran-kotoran dalam air yang dikeluarkan melalui proses blowdown.
c. Pemanas Lanjut (Super Heater)
Super heater adalah bagian-bagian ketel yang berfungsi sebagai pemanas uap,
dari saturated steam (250C) menjadi super heated steam (360C).
d. Air Heater
Air heater adalah alat pemanas udara penghembus bahan bakar.
e. Dust Collector
Dust collector adalah alat pengumpul abu atau penangkap abu pada sepanjang
aliran gas pembakaran bahan bakar sampai kepada gas buang.
f. Soot blower
Soot blower adalah alat yang berfungsi sebagai pembersih jelaga atau abu yang
menempel pada pipa-pipa.
Sedangkan untuk komponen bantu dalam sistem ketel uap antara lain:
a. Air pengisi ketel (boiler feed water)
Air pengisi ketel didapatkan dari 2 sumber yaitu: air condensate, didapatkan dari hasil
pengembunan uap bekas yang telah digunakan sebagai pemanas pada evaporator, juice heater
dan vacuum pan. Air condensateini ditampung dan kemudian dialirkan ke station boiler sebagai
air umpan pengisi ketel dengan persyaratan Ph: 8,5, Iron (ppm) : 0,002, Oxygen (ppm) : 0,02
b. Dearator
Merupakan pemanas air sebelum dipompa kedalam ketel sebagai air pengisian. Media
pemanas adalah exhaust steam pada tekanan 1 kg/cm2 dengan suhu 150C, sehingga
didapatkan air pengisian ketel yang bersuhu antara 100C-105C.Fungsi utamanya adalah
menghilangkan oksigen (O2) dan untuk menghindari terjadinya karat pada dinding ketel.
c. High pressure feed water pump

Berfungsi untuk melayani kebutuhan air pengisi ketel yang dijadikan uap, sampai dengan
kapasitas ketel yang maksimum, sehingga ketel uap akan dapat bekerja dengan aman. Kapasitas
pompa harus lebih tinggi dari kapasitas ketel, minimum 1,25 kali, tekanan pompa juga harus
lebih tinggi dari tekanan kerja ketel, agar dapat mensupply air kedalam ketel.
d. Secondary Fan
Merupakan alat bantu ketel yang berfungsi sebagai alat penghembus pembakaran bahan
bakar yang kedua sebagai pembantu F.D.F. untuk mendapatkan pembakaran yang lebih sempurna
lagi.
e. Induced Draft Fan (I.D.F)
Alat bantu ketel yang berfungsi sebagai penghisap gas asap sisa pembakaran bahan bakar,
yang keluar dari ketel.
f. Force Draft Fan (F.D.F)
Merupakan alat bantu ketel yang berfungsi sebagai penghembus bahan bakar.
g. Cerobong asap (Chimney)
Berfungsi untuk membuang udara sisa pembakaran. Diameter cerobong berkisar berukuran 3
m dan tinggi cerobong 40 m, ini berbeda setiap industri.
h. Ash Conveyor
Merupakan alat pembawa atau pengangkut abu dari sisa-sisa pembakaran bahan bakar, baik
yang dari rangka bakar (fire grate) ataupun juga dari alat-alat pengumpul abu (dust collector).

JENIS-JENIS BOILER

Klasifikasi Boiler atau sering juga disebut ketel uap ada beberapa macam, untuk memilih
boiler harus mengetahui klasifikasinya terlebih dahulu, sehingga dapat memilih dengan benar
dan sesuai dengan kegunaannya di industri. Karena jika salah dalam pemilihan boilerakan
menyababkan penggunaan tidak akan maksimal dan dapat menyebabkan masalah dikemudian
harinya.
Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa
1) Ketel Pipa api ( Fire tube boiler )
Pada ketel pipa api (fire tube boiler), gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan ketel
ada di dalam shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boiler biasanya digunakan untuk
kapasitassteam yang relative kecil dengantekanan steam rendah sampai sedang.Sebagai pedoman, fire

tube boilers kompetitif untuk kecepatan steamsampai 12.000 kg/jam dengan tekanansampai 18
kg/cm2. Fire tube boiler dapat menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bkar
padat

dalam

operasinya.Untuk

alasan

ekonomis,

sebagian

besar fire

tube

boilers

dikonstruksisebagai paket boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.

2) Ketel pipa air ( water tube boiler )


Water tube boiler yang sangat modern dirancangdengan kapasitas steam antara 4.500
12.000kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak water tube boilersyang dikonstruksi secara paket
jikadigunakan bahan bakar minyak bakar dan gas. Untuk water tubeyang menggunakan bahan bakar
padat,tidak umum dirancang secara paket.

Pada water tube boiler, air diumpankan boiler melalui pipa-pipa masuk kedalam drum.
Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakaran membentuk steam pad daerah uapdalam
drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus
boiler untuk pembangkit tenaga. untuk water tube boiler yang menggunakan bahan bakar padat,
tidak umum dirancang secara paket. Karakteristik water tube boiler sebagai berikut:

Fored, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran.
Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

BAB II
PRINSIP KERJA

Prinsip kerja boiler

1. PENGAPIAN
Melalui dua pemasuk bahan bakar atau feeder, bahan bakar disebarkan pada permukaan kisi
pembakaran, dimana bahan bakar itu terbakar.Pembakaran berlangsung di dalam ruang dapur,
dan pembakaran sudah harus berakhir sebelum aliran gas panas memasuki lintasan pass II.
Dalam lintasan pass II terdapat pipa-pipa pembangkit uap dimana permukaannya dipanasi oleh
gas panas. Gas panas yang melintasi pass II akan menyerahkan panas pada permukaan pipa- pipa
pemanas uap lanjut yang terdapat pada pass III. Gas panas yang melintasi pass III setelah melalui
pipa- pipa pemanas uap lanjut seterusnya akan melalui pipa- pipa pembangkit uap yang
ditempatkan pada bagian akhir lintasan gas panas didalam ketel uap. Selanjutnya kandungan abu
yang terbawa oleh gas panas akan dipisahkan pada Dust Collector, gas bersih melalui ID Fan
diteruskan ke cerobong asap.
Abu sisa pembakaran dapat dikeluarkan melalui:

Pintu pengeluaran abu yang terdapat dibawah kisi- kisi.

Penampung abu (ash hopper) yang terletak dibawah himpunan pipa- pipa pembangkit
uap.

Melalui dust collector atau pengumpul abu.

Agar permukaan pipa-pipa pemanas selalu dalam keadaan bersih boiler ini dilengkapi dengan
dua shoot blower (penghembus jelaga). Agar pemeriksaan boiler ini dapat diperiksa maka dibuat
pintu inspeksi di segala sisi yang terdapat gas aliran pana.
2. AIR BOILER
Dari tangki air umpan (feed Water), air umpan dipompakan melalui pompa air umpan
kedalam ketel.Sebelum air masuk kedalam drum terlebih dahulu air tersebut dikurangi oksigen
terlarutnya melalui deaerator tank dan di injeksikan chemical agar air memenuhi standar untuk
air pengisi ketel. Katup control air umpan boiler yang dilengkapi dengan system by-pass
diperlukan untuk mengetahui jumlah air yang diperlukan oleh boiler (dipasang flow meter).
Melalui pipa, air dimasukkan kedalam drum dan memasuki ruang air dari drum melalui nozlenozzle yang terdapat sepanjang drum, air selanjutnya terdistribusi pada system sirkulasi air
didalam ketel.
3. UDARA
Udara untuk pembakaran dimasukkan melaui tiga system, yaitu:

Udara pembawa/distribusi bahan baker (fuel feeder fan)

Udara primer yang berhembus dari bawah kisi (Primary air fan)

Udara sekunder melalui nozzle- nozzle pada dinding belakang dari ruang dapur
(secondary air fan)

Kebutuhan udara primer untuk pembakaran dapat diatur oleh suatu tingkap pengatur aliran udara
atau damper yang terdapat pada pipa udara primer.Penambahan udara sekunder dengan tekanan
mencapai 50 mbar (absolute) masuk melaui pipa udara yang dilengkapi dengan tingkap pengatur
(balancing damper) yang ditempatkan sebelum nozzle.Udara sekunder masuk kedalam ruang
dapur dengan kecepatan tinggi menimbulkan pergolakan arus sehingga terjadi pengadukan bahan
baker.

4. PENGATUR PERMUKAAN AIR


Selain dari katup pengaman, ada alat pengatur tinggi permukaan air yang sangat penting
untuk tujuan keamanan pada boiler. Ketinggian tertentu (L minimum) dari permukaan air harus
dihindarkan. Adanya tinggi permukaan air dibawah L min harus dihindarkan hal ini penting
untuk mencegah terjadinya pemanasan lebih dari permukaan yang dipanaskan atau heating
surface pada boiler. Pada sisi luar drum dipasang satu alat yang dihubungkan dengan drum. Air
dalam drum akan masuk kedalan sebuah pipa yang telah dilengkapi dengan beberapa electrode
yang berfungsi sebagai penghubung arus listrik. Electrode- electrode tersebut dihubungkan
dengan coil yang berfungsi untuk menggerakkan valve. Jika level air pada posisi Low (L) maka
valve akan membuka yang digerakkan oleh coil. Jika posisi air di drum pada level high (H),
maka valve akan menutup. Cara kerja dari alat ini adalah pada saat level air pada posisi low,
maka electrode akan menghubungkan arus listrik dan terhubung dengan coil. Pada coil listrik
dirubah menjadi medan magnet dan akan menggerakkan valve sehingga membuka, begitu pula
sebaliknya. Jika posisi air pada low low maka semua aliran listrik akan mati kecuali untuk feed
water pump.
5. UAP AIR
Uap basah (saturated steam) yang dihsilkan oleh permukaan panas (evaporator heating
surface) terkumpul pada ruang uap dari drum, oleh deflector yang terdapat pada bagian dalam
sepanjang drum, uap akan terpisah dari air, uap basah melalui pipa selanjutnya mengalir ke
pemanas uap lanjut. Didalan pemanas uap lanjut, uap basah dipanaskan sehingga menjadi
superheated steam. Temperatur pemanasan tergantung pada temperature gas asap. Pda beban
rendah temperature steam sekitar 235o C, dan pada beban puncak temperature steam bias
mencapai 260o C. Batas ruang lingkup dari boiler ini adalah pada sisi uap keluar adalah gate
valve yang terdapat pada saluran keluar setelah superheater.
6. KATUP PENGAMAN (safety Valve)
Boiler ini dilengkapi dengan dua buah safety valve type spring loaded yang terpasang
pada drum atas. Ini berfungsi untuk pengaman jika terjadi over pressure pada boiler.Safety valve
ini dapat diadjust sesuai dengan spek maksimum yang tealh ditentukan. Biasanya safety valve ini

diadjust 0,5 kg/cm2 diatas tekanan kerja dan untuk safety valve yang kedua diadjust 0,8 - 1
kg/cm2 diatas tekanan kerja.Pipa blow down disesuaikan ukurannya dengan ukuran lubang
pembuangan dari sasfety valve.

7. TINGKAP PENGATUR GAS ASAP


Tingkap (damper) pengatur gas asap dipasang sebelum ID fan dan bias di adjust sesuai
kebutuhan udara di dalam dapur. Semakin besar tingkap dibuka maka semakin kuat isapan udara
yang terjadi didalam dapur.
8. GELAS PENDUGA (Sighn Glass)
Satu buah gelas penduga dipasang pada drum atas, ini berfungsi untuk mengetahui
ketinggian permukaan air didalam drum. Gelas penduga ini secara berkala harus dilakukan
pencucian untuk menghindari terjadinya penyumbatan sehingga level air tidak bias dibaca.
Pencucian dapat dilakukan dengan cara:

Tutup water cock yang tyerpasang pada bagian bawah.

Kemudian buka drain cock sehingga air yang ada didalam sighn galas akan keluar.

Setelah itu buka steam cock sehingga steam dari drum atas masuk kedalam sighn glass
dan membersihkan permukaan (sisi) sighn glass.

Setelah langkah ini dilakukan, kemudian tutup steam cock, dan drain cock lalu buka
water cocok dan kemudian buka steam cock.

Lakukan hal ini berulang kali sehingga permukaan (sisi) sighn galass betul betul bersih
dan mudah untuk dibaca.

Sebaiknya hal ini dilakukan sekali dalam satu shift.


9. DRAINASE PEMANAS UAP LANJUT (Super Heater)

Sistem Drainase (pembuangan Condensate) pada pemanas uap lanjut (super heater) dapat
dilakukan melalui tiga buah gate valve ukuran 1 yang dihubungkan dengan super heater header.
10. PEMBUANGAN UDARA (Aier Vent)
Untuk membuang udara didalam drum boiler dapat dilakukan dengan membuka dua buah
gate valve yang terpasang pada drum atas dan pada pipa outlet steam sebelum super heater. Hal
ini dilakukan untuk membuang udara yang terperangkap pada drum.
11. DRAINASE KETEL UAP
Perncucian boiler dapat dilakukan melalui 8 buah kerangan (gate Valve), yang terpasang pada:

1 Buah valve ukuran 2 pada drum bawah

4 buah valve ukuran 1 terpasang pada header dinding boiler

3 buah valve ukuran 1 yang terpasang pada drainase super heater

Pressure Gauge (manometer)

Dilengkapi denga dua buah pressure gauge berskala bar (g) yang dipasang pada:

Satu buah pada drum atas untuk mengetahui tekanan boiler.

Satu buah pada saluran pengeluaran super heater steam.

12. TEKANAN RUANG DAPUR


Boiler ini bekerja pada tekanan rendah yaitu 0,5 1 mbar di bawah tekanan atmosfir pada
sisi ujung dapur. Dengan menggunakan damper yang terdapat sebelum ID Fan, kondisi tekanan
ini dapat dikontrol. Ini berfungsi dalam proses pembakaran bahan bakar. Jika udara terlalu besar
maka bahan bakar aklan cendrung melayang dan tidak sempat terbakar dan terbawa bersama abu,
jika udara kurang maka bahan bakar akan menumpuk di dalam dapur dan susah untuk terbakar.
Jadi disarankan tekakan udara di dalam dapur berkisar antara 0,5 1 mbar.

13. PEMBUANGAN AIR BOILER


Sewaktu- waktu air didalam drum atas harus dibuang bila total zat- zat yang tidak terlarut
telah mencapai batas tertentu. Untuk mengeluatkan air boiler, dalam hal ini digunakan blowdown
valve yang terpasang pada drum atas. Katup ini bekerja bila kadar zat- zat yang tidak terlarut
mencapai batas tertinggi yang diizinkan.

BAB III
PERHITUNGAN DESAIN
3.1 Formulasi Design

Transfer Energi

Keterangan:
Wg, WS = Total gas and flow, lb/h
U = keseluruhan koefisien transfer panas, Btu/ft 2hF (based on tube ID)
T1, T2 = temperatur gas masuk dan keluar boiler, F
tg, ts = Average gas dan temperatur jenuh dari uap, F

Pressure drop

Mencari nilai U

3.2 Perhitungan

STUDI KASUS

200,000 lb/h gas buang bersih dari incenerator harus didinginkan dari 1100 F menjadi 600
F dalam tabung evaporator. Tekanan uap = 250 psig saturated, air umpan dengan suhu 230
F. Blowdown = 5%. Fouling factors on steam- and gas-side 0.001 fth F/Btu.Gas analysis
(vol%): CO= 7; HO = 12; N= 75; O = 6. dan kehilangan panas dari luar =1%.
Penyelesaian :
Gunakan 21.773 in carbon steel tubes; number wide = 24;length =10 ft; tube spacing =4 in.
Tgas rata-rata= 0.5 x (1100 + 600) = 850 F
Tfilm

= 0.5 x (850 +410) = 630 F

Cp

= 0,271; = 0,0693 ; k = 0,0255 (from appendix )

Q = 22,92 MM Btu/h ; steam enthalpy = 1011,82 Btu / lb

Kita menghitung nonluminous perpindahan panas koefisien hN. Sebagian tekanan CO dan
HO adalah 0,06 dan 0,12, masing-masing; panjang balok L = 1.08 x (4 x 4-0,785x4) /2
=6.95 in = 0.176 m.Gunakan persamaan (28b):

Asumsi dinding tube = 420F ; koefisien panas = 2000 Btu/fth dan


Konduktifitas thermal(Q) = 25 Btu/fth.

Penurunan suhu di lapisan fouling = 6160 x 0,001 = 62 F


Penurunan suhu di koefisien Film = 6160 / 2000 = 3.1 F
Penjatuhan di dinding tabung = 0,0004 x 1,773 x 6160 / 2 = 2.2 F
sehingga temperatur luar tube = 406 + 6,2 + 3,1 + 2,2 = 418 F. karena nilainya mendekati
diasumsikan iterasi lain tidak diperlukan.

3.3 Efisiensi pada boiler

Metode langsung

Dikenal juga sebagai metode input-output karena metode ini hanya memerlukan
keluaran/output (steam) dan panas masuk/input (bahan bakar) untuk evaluasi efisiensi. Efisiensi
ini dapat dievaluasi dengan menggunakan persamaan:

Parameter yang dipantau:

Jumlah uap yang dihasilkan per jam (Q) dalam kg/jam

Jumlah bahan bakar yang digunakan per jam (q) dalam kg/jam

Tekanan kerja (dalam kg/cm2 (g)) dan suhu superheat (oC), jika ada

Suhu air umpan (oC)

Jenis bahan bakar dan nilai kalor kotor bahan bakar (GCV) dalam kkal/kg bahan bakar

Studi kasus
Cari efisiensi boiler dengan metode langsung dengan data yang diberikan dibawah ini :

Jenis boiler berbahan bakar batubara


Jumlah steam (kering) yang dihasilkan 10 TPJ
Tekanan steam (gauge)/suhu : 10kg/cm2(g)/180oC
Jumlah pemakaian batubara : 3,35 TPJ
Suhu air umpan : 80oC
GCV batubara : 3200 kkal/kg
Entalpi steam pada tekanan 10 kg/cm2 : 665 kkal/kg (jenuh)
Entalpi of air umpan : 85 kkal/kg

Jawaban :

Efisiensi Boiler ()

x 100

54,10 %

BAB IV
RULE OF THUMBS
Power Plant
Battelle telah memberikan laporan yang ditulis membahas Itu pembangkit listrik pemanfaatan batubara
secara detail. Ini memberi termal ef fi ciencyof 80-83% untuk pembangkit uap dan 37-38% thermal
efisiensi untuk pembangkit listrik pada beban dasar (sekitar 70%). Sebuah pabrik beban-dasar dirancang
untuk sekitar 400 dan up akan berjalan pada tekanan uap atau 2.400 atau 3.600 psi dan 1.000 F 1.000 F
dengan reheat dan pemanasan regeneratif air umpan oleh uap yang diambil dari turbin. Sebuah thermal
efisiensi dari 40% bisa didapatkan dari tanaman tersebut pada beban penuh dan 38% pada faktor beban
tahunan yang tinggi. Kasus 3.600 psi adalah superkritis dan telah disebut sekali-melalui boiler, karena ia
tidak memiliki uap menghidupkan. Tanaman yang dirancang untuk sekitar 100-350 MW berjalan sekitar
1.800 psi dan 1.000 F 1.000 F dengan reheat. Di bawah 100 MW kondisi khas akan menjadi sekitar
1.350 psi dan 950 F tanpa reheat. Di bawah load factor 60%, efisiensi jatuh cepat. Rata-rata efisiensi
untuk semua pembangkit listrik tenaga uap secara tahunan adalah sekitar 33%.
Sumber: Locklin, D. W., Hazard, H. R., Bloom, S. G., and Nack,H., Power Plant Utilization of Coal,
ABattelle Energy Program Report, Battelle Memorial Institute, Columbus, Ohio, September 1974.

Control

Tiga bagian dasar dari kontrol boiler akan dibahas:


1. Level control
2. kontrol Firing (juga berlaku untuk pemanas)
3.Master control
Untuk tingkat kontrol steam drum, modern 3-elemen sistem-steam flow, air umpan flow, dan
menghidupkan level- harus dipilih. Uap dan air umpan fl mengalir dibandingkan, dengan air umpan yang
diminta sesuai dan dipangkas oleh sinyal tingkat drum. Sistem ini lebih baik daripada memiliki tingkat
drum langsung mengendalikan air umpan, karena berbusa atau perubahan kondisi steam drum dapat
menyebabkan indikasi tingkat. Juga, controller 3-elemen merespon lebih cepat terhadap perubahan
permintaan. Kontrol pembakaran cincin harus dirancang untuk memastikan campuran kaya udara setiap

saat, terutama selama perubahan beban atas atau ke bawah. Tekanan uap sinyal cincin pembakaran
kontrol untuk boiler. Sinyal ke kontrol pembakaran berasal dari master controller yang diporsikan oleh
sinyal tekanan steam jika beberapa boiler beroperasi secara paralel.Kontrol pembakaran yang terbaik
memastikan campuran yang kaya udara sering disebut sebagai tipe meteran kontrol, karena gas mengalir
dan udara flow yang meteran, sehingga rasio bahan bakar udara dikendalikan. Rasio bahan bakar udara
adalah faktor yang paling penting untuk aman, pembakaran ekonomis, sehingga lebih baik untuk
mengendalikan secara langsung. Oleh karena itu, tidak boleh dianggap sebagai hanya boiler kontroler jika
aplikasi lain muncul, seperti mengontrol unit gasfikasi batubara secara pararel.
Sumber: Branan, C. R., The Process Engineers Pocket Handbook, Vol. 2, Gulf Publishing Co., 1983.
Efisiensi Termal
Berikut adalah grafik yang menunjukkan bagaimana thermal efisiensi dapat ditentukandari
kelebihan suhu udara dan gas stack.

Sumber : GPSA Engineering Data Book, Gas Processors Suppliers Association, Vol. I, 10th Ed.
Entalpi Stack Gas
Berikut adalah grafik berguna untuk enthalpy gas stack dengan pembakaran gas alam.

.
Sumber: GPSA Engineering Data Book, Gas Processors Suppliers Association, Vol. I, 10th Ed.

Stack Gas Quantity


Berikut adalah grafik berguna untuk memperkirakan jumlah gas stack.

Sumber: GPSA Engineering Data Book, Gas Processors Suppliers Association, Vol. I, 10th Ed.
Stabilitas uap drum
Ellison telah menerbitkan sebuah faktor yang sangat penting bagi desain steam drum disebut DrumLevel-Stabilitas Faktor. Sebagai produsen telah belajar bagaimana meningkatkan peringkat desain boiler,
kriteria untuk desain steam drum telah tertinggal. Tiga kriteria desain steam drum sejarah telah:
1. Drum adalah ukuran untuk tingkat mengukus yang diperlukan.
2. Drum harus cukup mengandung wadah dan pemisah diperlukan untuk mempertahankan pemisahan
dan uap kemurnian.

3. Drum harus memperpanjang beberapa masa lalu jarak minimum tungku untuk mekanis menginstal
tabung.
4. Drum harus memiliki kapasitas memegang air dengan cukup cadangan di drum itu sendiri, sehingga
semua uap di anak tangga, pada beban penuh, dapat diganti dengan air dari drum tanpa memaparkan
tabung kritis daerah.
Kriteria keempat ini dapat dipenuhi dengan biaya steam drum rendah. Hanya satu persen dari biaya boiler
dihabiskan untuk drum uap dapat menyediakannya. Kriteria keempat adalah bertemu dengan
mensyaratkan bahwa Factor Drum-Level-Stabilitas (D.L.S.F.) sama dengan 1,0 minimum. Ketika ini ada
tingkat steam drum akan stabil untuk lebar dan tiba-tiba terjadi perubahan operasional.
The D.L.S.F. didefinisikan sebagai berikut:
dimana
Va = sebenarnya kapasitas menahan air dari drum antara tingkat air normal dan tingkat di mana
tabung akan kritis terkena, gal.
Vm = minimum daya ikat air yang dibutuhkan untuk mengganti semua gelembung uap di anak
tangga, gal.
V dihitung berdasarkan Gambar 1, yang menggunakan, sebagai "tingkat kritis," ketinggian satu inci di
atas ujung bawah drum baf fl e memisahkan anak tangga dari downcomers. a Ellison telah diturunkan
persamaan untuk menyederhanakan perhitungan V.
Vm = [(% SBV) G (HR)] / [4 (150.000)]
(Konstanta didasarkan pada data uji)

dimana
G = Volume kebutuhan air untuk mengisi seluruh boiler ke tingkat air normal, gal.
HR = Rilis tungku panas per kaki persegi efektif diproyeksikan permukaan bercahaya, BTU / ft
% SBV = Vs / [(C - 1) Vw + Vs], berdimensi
dimana
C = Rasio sirkulasi boiler rata pada beban penuh, lbs campuran air-uap beredar di sirkuit per lb uap
meninggalkan sirkuit itu. (C rata-rata dari semua sirkuit di boiler.)
Vs, Vw = Lebih spesifik c volume satu pon uap atau air pada suhu saturasi dan tekanan dari drum uap
pada kondisi operasi.
Sumber : Ellison, G. L., Steam Drum Level Stability Factor, Hydrocarbon Processing, May 1971.
Ventilasi deaerator

Knox telah memberikan grafik berikut untuk memperkirakan lubang uap yang diperlukan dari
deaerator air umpan boiler. Melampiaskan tingkat uap tergantung pada jenis deaerator (semprot atau jenis
baki) dan persentase air makeup (berbeda untuk kembali kondensat). tarif air makeup yang rendah
membutuhkan tarif lubang uap yang relatif lebih rendah, tetapi ada tingkat minimum yang diperlukan
untuk menghilangkan CO2 dari kondensat kembali.

Figure 1.

Figure 2.

Sumber : Knox, A. C., Venting Requirements for Deaerating Heaters, Chemical Engineering, January
23, 1984.

Alkalinitas Air
Kebanyakan hasil analisis air lebih mudah diinterpretasikan . Namun, dua tes sederhana dan
berguna perlu penjelasan. Ini adalah P dan M alkalinitas . Air dititrasi dengan N / 30 HCl ke titik
akhir fenolftalein pada pH 8,3 . Ini disebut P alkalinitas . Titrasi serupa untuk metil titik akhir
oranye pada pH 4,3 yang disebut M alkalinitas. Hal ini dilaporkan sebagai ppm CaCO.

Hal ini berlaku untuk air yang memiliki alkalinitas disebabkan oleh salah satuatau semua hal
berikut :
1. Bikarbonat
2. Karbonat
3. Hidroksida
Di natural water, alkalinitas biasanya disebabkan oleh bikarbonat. Karbonat dan Hidroksida
jarang ditemukan pada untreated water. Perhitungan untuk M alkalinitas adalah penjumlahan dari
ketiga bentuk alkalinitas. Sedangkan perhitungan untuk P alkalinitas adalah nilai setengah dari
penjumlahan antara karbonat dan hidroksida alkalinitas.
Kontrol Blowdown
Asosiasi Manufaktur Boiler Amerika ( ABMA ) telah menetapkan batas untuk komposisi air
boiler. Itu merupakan batas yang ditetapkan untuk membantu menjamin uap berkualitas baik
(untuk misalnya , membatasi silika dalam uap untuk 0,02-0,03ppm). Blowdown biasanya
didasarkan pada batas-batas yang ditunjukkan pada Tabel 1.

Impuritis di dalam Air


Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan impuritis dari air, masalah yang disebabkan, dan cara
mengatasinya.

Konduktivitas vs Dissolved Solids


Untuk perkiraan cepat dari total padatan terlarut ( TDS ) di dalam air dapat dilakukan dengan
cara pengukuran konduktivitas . Satuan untuk pengukurannya adalah mho / cm . Sebuah mho
adalah timbal balik dari ohm . Namun kini, mho telah berganti nama menjadi Sieman ( S )
oleh Organisasi Standar Internasional .
Tanpa data apapun yang tersedia, perhitungan konduktivitas untuk TDS adalah

Silica pada Steam


Misalkan saja pada tekanan 1600 psia , 100 ppm silika dalam air boiler menyebabkan 0,9 ppm
silika dalam uap . Jika tekanan uap ini diperluas untuk 100 psia, maka kelarutan silika menurun
ke 0,1 ppm . Oleh karena itu perbedaan ( 0,8 ppm ) akan cenderung menjadi deposit pada bilah
turbin.
Caustic Embrittlement
Air pada boiler mungkin memiliki karakteristik embrittling kaustik . Hanya dengan
menggunakan Detektor AS Biro Pertambangan Embrittlement lah yang dapat menganalisa hal
ini. Jika di dalam air ditemukan embrittling, maka disarankan menambahkan natrium nitrat
inhibitor.
Waste Heat (Limbah Panas)
Fire tube boiler biasanya banyak digunakan untuk merecovery energi dari aliran limbah gas yang
biasa ditemukan dalam tanaman, dan pembangkit listrik . Contoh umum adalah gas buang dari
turbin gas dan mesin diesel , limbah dari asam sulfat , dan asam nitrat. Umumnya , boiler ini
digunakan untuk generasi tekanan rendah uap. Pengaturan khas dari fire tube boiler ditunjukkan
pada Gambar 1. Ukuran limbah panas dari boiler cukup terlibat di dalam prosedur.

DAFTAR PUSTAKA
Branan, Carl. 2005. Rules of Thumb for Chemical Engineers (Fourth Edition).US:Gulf
Professional Publishing
Heselton, Ken. 2005. Boiler Operators Handbook. Georgia: The Fairmont Press