Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Mahkota sementara atau Temporary Crown merupakan suatu restorasi yang
digunakan pada gigi yang dipreparasi sebelum pembuatan protesa permanen selesai
(Nallaswamy, 2003). Mahkota sementara dibuat pada hari yang sama ketika gigi dipreparasi.
Walaupun protesa permanen dapat diaplikasikan segera 2 minggu setelah preparasi gigi,
mahkota sementara penting untuk pasien dan dokter gigi.
Pembuatan mahkota sementara ini berguna ketika terjadi perpanjangan waktu
pembuatan protesa permanen oleh karena hal yang tidak terduga seperti keterlambatan dari
laboratorium ataupun ketidaktersediaan waktu kunjungan yang harus dilakukan oleh pasien.
Selain itu, mahkota sementara ini juga penting ketika terjadi penundaan secara sengaja pada
pemasangan protesa permanen oleh karena faktor etiologi temporomandibular atau penyakit
periodontal yang harus dikoreksi terlebih dahulu.
Berdasarkan metode pembuatannya, mahkota sementara diklasifikasikan menjadi dua
yaitu preformed crown dan custom made crown. Jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan
mahkota sementara yaitu berupa resin dan logam. Setiap bahan yang digunakan tersebut
memiliki kelebihan dan kekurangan serta komposisi yang berbeda. Pembuatan dan pemilihan
bahan mahkota sementara harus mempertimbangkan beberapa faktor yaitu faktor biologis,
mekanis dan estetisnya (Rosenstiel and Land, 2001).
I.2. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud Mahkota Sementara (Temporary Crown)?
2. Apa fungsi dari Mahkota Sementara?
3. Apa sajakah macam-macam Mahkota Sementara?
4. Apa sajakah macam-macam

bahan yang digunakan untuk pembuatan Mahkota

Sementara?
5. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan dari setiap bahan yang digunakan untuk
pembuatan Mahkota Sementara?
6. Apakah syarat bahan yang digunakan untuk pembuatan Mahkota Sementara?

I.3. Tujuan
1. Mengetahui pengertian Mahkota Sementara (Temporary Crown).
2. Mengetahui fungsi dari Mahkota Sementara.
3. Mengetahui macam-macam Mahkota Sementara.
4. Mengetahui macam-macam bahan yang digunakan untuk pembuatan Mahkota
Sementara.
5. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari setiap bahan yang digunakan untuk
pembuatan Mahkota Sementara.
6. Mengetahui syarat bahan yang digunakan untuk pembuatan Mahkota Sementara.

BAB II

ISI

II.1.

PENGETIAN

II.2.

PENGERTIAN

Mahkota Sementara Preformed/ Prefabricate adalah mahkota sementara yang biasa


terbuat dari metal (alumunium atau stainless steel) biasanya untuk gigi posterior, atau bisa juga
terbuat dari plastik (polikarbonat) untuk kemampuan estetik. Mahkota sementara tipe
prefabricate berbentuk shell sehingga perlu dilakukan trim untuk mengikuti bentuk contour dan
menyesuaikan bentuk oklusal sehingga kekuatan yang diterima adekuat.

Preformed temporary crown


Metal (stainless-steel & aluminium)
Mahkota tiruan sementara stainless-steel untuk gigi posterior. Mahkota tiruan sementara
ini lebih sulit di adaptasi karena kekakuannya dan tidak menghasilkan titik kontak dan
oklusal kontak yang baik.
Mahkota tiruan sementara aluminium untuk gigi posterior. Mahkota tiruan ini lebih
lembut dari mahkota tiruan sementara stainless-steel, karenanya lebih mudah
diadaptasikan dan menghasilkan titik kontak dan oklusal yang lebih baik.

Namun

marginnya dapat membuat iritasi pada jaringan lunak.Sudah berbentuk mahkota logam

Kelebihan dan Kekurangan Mahkota Sementara Bahan Metal

Kelebihan mahkota sementara berbahan metal adalah struktur yang sangat kuat bila
dibandingkan dengan bahan lain. Karena hal tersebut, mahkota sementara tidak mudah rapuh dan

lebih memproteksi struktur gigi sehingga cocok untuk gigi yang sering terkena tekanan besar.
Namun kekurangan bahan metal ini adalah nilai estetik yang rendah sehingga tidak disarankan
digunakan untuk gigi yang mudah terlihat (Rosenstiel, et.al., 2001).

Mahkota logam sementara dapat terbuat dari tiga macam bahan yaitu aluminium, stainless-steel,
dan, timah.
Aluminum-base crowns
Terbuat dari campuran logam aluminium yang mengandung mangan 1,2%, magnesium
10%, besi 0,3%, dan tembaga 0,25%. Material ini mudah beradaptasi tetapi daya
tahannya secara klinis kurang baik.
Tin-base crowns
Komposisi dari material ini terdiri atas 96% timah dan 4% perak. Material ini mudah
untuk beradaptasi tetapi tidak begitu tahan lama.
Stainless steel-base crowns
Campuran logam ini terdiri atas baja austenitic dengan komposisi kromium 17-19%,
nikel 9-13%, dan karbon 0,08-0,12%. Campuran logam ini memiliki kelenturan dan sifat
mudah dibentuk yang diperlukan untuk adaptasi klinis mahkota serta memilik kekerasan
dan ketahanan terhadap aus yang adekuat untuk melawan kekuatan oklusal.

POLIKARBONAT
Polikarbonat adalah rantai polimer bisphenol-A carbonate.Polikarbonat merupakan material yang
terkenal dan sudah digunakan di kedokteran gigi sebagai mahkota sementara selama waktu yang
lama. Seperti acetal resin, resin polikarbonat juga sangat kuat, resisten terhadap fraktur, dan

cukup fleksibel. Polikarbonat idealnya sesuai untuk mahkota sementara dan bridges, tetapi tidak
cocok untuk kerangka partial denture. (Negrutiu, 2005)
Mahkota polikarbonat digunakan untuk menggantikan gigi anterior desidui yang mengalami
karies pada anak prasekolah dan untuk menyediakan penutupan sementara untuk gigi abutmen
sebelum aplikasi restorasi permanen pada orang dewasa. Mahkota ini dibuat dari resin
polikarbonat yang dikombinasi dengan serabut mikroglas yang digunakan untuk meningkatkan
kekuatan dan fleksibilitas mahkota. Kekuatan mahkota polikarbonat terhadap fraktur pada gigi
desidui dan permanen pada sudut interincisal adalah 470N sampai 585N. Mahkota polikarbonat
memiliki resistensi terhadap fraktur yang lebih besar dari rata-rata tekanan gigitan pada anak
prasekolah dan dewasa. (Yilmaz, 2007)
Teknik pengaplikasian :
1. Melakukan penilaian berkaitan dengan ketersediaan struktur mahkota, over bite, over jet,
kebiasaan, infeksi dan sebagainya.
2. Setelah penilaian selesai, selanjutnya memilih mahkota yang tepat dengan hati-hati.
3. Gigi yang akan di restorasi kemudian di preparasi mesio-distal, kemudian pengurangan
bagian incisal, meninggalkan sudut margin.
4. Memeriksa kesesuaian adaptasi marginal, kesempurnaan penutupan, interferensi oklusal
dan lebar mesio-distal.
5. Penyesuaian mahkota polikarbonat dengan pemotongan menggunakan gunting atau
dengan trimming. Bentuk harus sesuai dengan tepi preparasi.
6. Setelah mahkota sesuai, mahkota dilapisi dengan resin akrilik self-cured. Keuntungan
tipe lapisan ini adalah resin terikat secara kimia pada mahota polikarbonat. Bagian dalam
mahkota yang sudah dilapisi

dilakukan bonding dengan gigi menggunakan resin

komposit atau SIK.


7. Selanjutnya bagian margin dilakukan trimming dan finishing dan mahkota di sementasi
menggunakan luting cement atau resin komposit.
(Venkataraghavan, 2014)

Polycarbonate Temporary Crown


Bahan utama dari polycarbonate temporary crown adalah polimer dengan resistensi yang tinggi
dan kemudian diisi dengan akrilik resin polymethyl methacrylate. Polycarbonate ini terdiri dari
beberapa gugus karbonat bis-GMA yang tahan terhadap kekuatan oklusal.

Smith, Bernard G N, 1998, Planning and Making Crowns and Bridges, Martin Dunitz
Ltd, London
Bonsor, Stephen J dan Pearson, Garvin, 2013, A Clinical Guide to Applied Dental Materials,
Elsevier, China
Kelebihan dan kekurangan polycarbonate
Bahan polikarbonat memiliki penampilan yang paling alami diantara bahan preformed
lainnya dan termasuk resin yang sangat stabil warnanya. (Rosenstiel dkk, 2001). Bahan ini cukup
kuat, tahan terhadap fraktur dan fleksibel. Namun bahan polikarbonat juga memiliki kelemahan
yaitu memiliki ketahanan aus yang lebih rendah dibandingkan resin asetal dan tidak dapat
menahan tekanan oklusal sehingga tidak dapat mempertahankan dimensi vertikal dalam jangka
waktu yang lama. (Noort R, 2007)

2. Custom-made crown
Mahkota sementara dan jembatan juga bisa custom-made dari berbagai jenis resin. Bahan yang
digunakan adalah:
Resin polimetil metakrilat (Gel)
Resin polietil metakrilat

Resin epimine
Resin komposit mikrofiller
(Manappalliil,2003)

Komposisi Resin
Sebagian besar resin aklilik terdiri atas bubuk dan cairan. Komponen utama pada bubuk adalah
polimetilmetakrilat dengan diameter hingga 100. Polimetilmetakrilat ini nantinya akan
berpolimerisasi dengan monomer metilmetakrilat dan akan menghasilkan resin akrilik. Selain
polimer, bubuk juga mengandung inisiator berupa peroksida seperti benzoil peroksida (kirakira0,5%). Pada bubuk juga mengandung pigmen dapat berupa garam cadmium atau besi atau
pewarna organik (McCabe dan Walls, 2008).
Komponen utama pada cairan adalah monomer metilmetakrilat (MMA). Cairan ini berupa cairan
jernih, tidak berwarna, dengan viskositas rendah, dan memiliki titik didih 100,3C dan bau yang
menyengat serta memiliki tekanan penguapan yang relative tinggi pada suhu kamar. Selain
monomer metilmetakrilat, pada cairan juga mengandung cross-linking agent berupa
ethyleneglycodimethacrylate (kira-kira 10%) serta inhibitor berupa hirokuinon. Cross linking
agent ada agar terjadi ikatan kovalen anata dua rantai ketika terjadi polimerisasi, sedangkan
inhibitor digunakan untuk mencegah terjadinya polimetisasi spontan. Pada resin akrilik selfcuring terdapat activator berupa N N-dimethyl-p-toluidin 1% (McCabe dan Walls, 2008).

SELF CURED KOMPOSIT


Penjelasan :
Resin komposit dapat digunakan sebagai
salah satu bahan mahkota jaket sementara.
Resin komposit yang digunakan sebagai bahan

mahkota jaket sementara berbeda dengan resin komposit yang digunakan sebagai bahan
tumpatan. Material resin komposit tersedia dalam bentuk dua pasta yang terdapat pada tube yang
kemudian dipasang pada gun dengan auto mixing tip. Material ini ditempatkan pada matriks dan
di sekitar gigi yang telah dipreparasi selama 2 menit. Selama fase rubbery ( 4 sampai 6 menit)
material dikeluarkan untuk menyempurnakan kuring. Material komposit memiliki fase rubbery
yang jelas sehingga mahkota jaket sementara dapat dikeluarkan dari mulut pasien tanpa terjadi
distorsi. Fase rubbery pada material komposit didapat dari monomer multifungsi yang memiliki
densitas crosslink yang tinggi pada awal reaksi setting. Resin komposit yang digunakan sebagai
material tumpatan tidak memiliki karakteristik ini dan seting dengan cepat membentuk substansi
yang keras, rigid, serta solid. Setelah mengeluarkan material komposit dari mulut pasien, final
setting dapat dipercepat dengan perendaman pada air panas selama beberapa detik ( McCabbe
dan Walls, 2013)
Kriteria untuk pembuatan restorasi mahkota sementara dari komposit adalah :
Memiliki kontak proksimal yang baik
Memiliki kontak oklusal yang naik
Dan memiliki kontur marginal yang baik
( Phinney dan Halstead, 2003)

Komposisi Composite Temporary Crown


Composite Paste-Paste (gun mix) :

Multi-functional methacrylate

Fillers/pengisi

Inisiator

Aktivator

Composite Single Paste (light activated) :

Multi-functional methacrylate

Fillers/pengisi

Light activators

Kelebihan dan Kekurangan :


Resin komposit merupakan material yang lebih kuat karena terbuat dari komposit bukan
dari plastik. Resin komposit tidak menghasilkan bau, tidak mengalami shrinkage, atau reaksi
eksotermik selama setting serta warnanya stabil ( Phinney dan Halstead, 2003).
Kekurangan dari resin komposit yang paling besar ialah operator tidak dapat mengontrol
working time sehingga material dapat setting lebih cepat dari yang diperkirakan (Noble, 2012).

Custom-Made Resin Akrilik


Resin akrilik atau polymethyl metacrylate resin merupakan material yang tahan lama,
higienis, dan mudah dikerjakan. Kelemahan utamanya adalah pada kekakuannya, meskipun
ketika dikombinasikan dengan plasticizer (pelunak) material akan segera mengeras, sangat
membatasi kegunaannya dalam protesa ekstra oral (Koudi & Patil, 2007).
Restorasi sementara cutom-made acrylic resin direkomendasikan untuk restorasi
kompleks seperti inlay, onlay, veneer, dan mahkota (crown). Teknik yang digunakan
memungkinkan untuk reproduksi anatomi gigi. Batasan dari teknik ini adalah bahwa gigi yang
direstorasi harus masih utuh, untuk memungkinkan retensi yang adekuat pada restorasi
sementara. Namun, hasil akhir akan tahan lama, halus, dan nyaman (Darby & Walsh,2015).
Prinsip dibalik pembentukkan mahkota sementara akrilik adalah untuk perkiraan gigi asli
yang dibentuk dengan modifikasi tertentu. Pada sebagian besar kasus, bentuk gigi asli akan
adekuat. Namun, pada beberapa kasus dimana gigi tidak dapat diduplikasi seperti bentuk gigi

pontic atau gigi pada bridge. Pada beberapa kasus pula, bentuk gigi asli dimodifikasi pada
cetakan diagnostik. Cetakan tersebut kemudian digunakan sebagai model, dalam membentuk
bridge sementara. Hal ini diketahui sebagai metode indirek (tidak langsung) ((Anderson &
Pendleton, 2001)
Ketika mahkota sementara resin akrilik dibentuk secara langsung di dalam mulut pasien,
hal tersebut dikteahui sebagai metode direk (langsung). Proses ini membutuhkan cetakan dari
alginat atau putty yang dibuat pada gigi, dan dirujuk sebagai gigi asli sebelum preparasi, untuk
itu akan digunakan sebagai cetakan, untuk mahkota sementara yang baru. Setelah preparasi
selesai, resin akrilik dicampur dan dialirkan ke cetakan. Ketika kilapnya hilang, resin akrilik
beserta cetakan dipasangkan kembali ke gigi yang dipreparasi dan ditunggu hingga mencapai
fase dough atau rubbery. Cetakan diambil dan mahkota sementara baru mulai dibentuk
sementara sedang berpolimerisisasi. Cetakan harus diambil secara hati-hati dari gigi yang
dipreparasi tanpa adanya distorsi untuk memulai proses trimming and shaping sementara sambil
mengambilnya dengan teknik on dan off pada gigi yang dipreparasi sampai mencapai
polimerisasi akhir dan menyerupai gigi asli. Proses ini membutuhkan gunting untuk memotong
ekses-ekses, sementara mencapai fase dough. Finishing bur dan sandpaper disc digunakan untuk
memastikan bahwa tepi gingiva telah sesuai setelah polimerisasi dan polishing agent digunakan
untk menghaluskan mahkota sementara (Anderson & Pendleton, 2001).

Kelebihan dan Kekurangan


Kelebihan :
1. Waktu pembuatan singkat (Rarasati, 2014)
2. Manipulasi lebih mudah (Rarasati, 2014)
3. Lebih tepat untuk yang lebih mementingkan estetik karena bubuk (polimer) diperoleh
dalam berbagai warna gigi (Dofka, 1996)
4. Dalam pembuatan mahkota sementara, jumlah resin yang digunakan lebih sedikit karena
dosis yang dibutuhkan sedikit (Dofka, 1996).
kekurangan
1. Stabilitas dimensi yang kurang baik (Rarasati, 2014)

2. Dapat mengalami perubahan warna (Maghfirah, 2014)


3. Terkadang terdapat bubuk atau cairan yang tersisa ketika memulai set yang baru (Dofka,
1996).

BAB III
KESIMPULAN

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Anderson, P. C., dan Pendleton, C. E., 2001, The Dental Assistant 7th ed., Delmar: Amerika
Serikat
Smith, B. G. N. and Howe, L. C., 2007, Planning and Making Crowns and Bridges. 4th ed, Informa
Healthcare, UK, p. 130,145,149-155.
Darby, M. L., dan Walsh, M. M., 2015, Dental Hygiene: Theory and Practice, 4th ed., Missouri,
Elsevier.
Dofka, C.M., 1996, Competency Skills for The Dental Assistant, USA : Delmar Publisher, hal.
266.

Koudi, M. S., and Patil, S. B., 2007, Dental Material: Prep Manual for Undergraduates,
Elsevier: India
Maghfirah, Nurul, 2014, Studi Perubahan Warna Resin Akrilik Self Cured Sebagai Bahan
Mahkota

Tiruan

Sementara

Setelah

Paparan

Minum

Kopi

Ulee

Kareng,

http://etd.unsyiah.ac.id/index.php?p=show_detail&id=8064, diakses pada Minggu 8


November 2015.
Manappalliil,J.J,2003, Basic Dental Material, 2nd ed., Jaypee Brothers Medical Publisher, New
Delhi.
McCabe, J.F. dan Walls, A.W.G., 2008, Applied Dental Materials, Blackwell, Inggris.
McCbbe, J. F., dan Walls, A, W. G., 2013, Applied dental material, 9th ed., Wiley Publisher, USA
.
Muthu, M.S., & Sivakumar, N., 2009, Pediatric Dentistry: Principles & Practice, Elsevier,
Delhi, hal 234
Nallaswamy, D., 2003, Textbook of Prosthodontics, Jaypee Brothers Medical Publishers, New
Delhi, p. 639-641.
Negrutiu, M., Sinescu, C., Romanu, M., Pop, D., dan Lakatos, S., 2005, Thermoplastic Resins
for Flexyble Framework Removable Partial Dentures, Rumania, Timisoara Medical
Journal.
Noble, S., 2012, Clinical Textbook of Dental Hygiene and Therapy, UK : Wiley Publisher.
Noort, R., 2007, Introduction to Dental Materials 3rd edition, Mosby Elsevier, London.
Phinney, D. J., dan Halstead, J. H., 2013, Delmars Dental Assisting second edition, Delmar
Learning, USA.
Rarasati, D.A., 2014, Studi Stabilitas Dimensi Resin Akrilik Self Cured Sebagai Baahan
Mahkota

Tiruan

Sementara

Ditinjau

dari

Dua

Merek

yang

Berbeda

http://etd.unsyiah.ac.id/index.php?p=show_detail&id=9473 , diakses pada Minggu, 8


November 2015.

Rosenstiel, S.F., Land, M.F., and Fujimoto, J., 2001, Contemporary Fixed Prosthodontics, 3rd ed.,
Mosby Inc, USA, p. 380.

Smith, B.G.N, & Howe, L.C., 2013,

Planning and Making Crowns and Bridges, Informa

Healthcare, Boca Raton, hal 130


Qualtrough AJE, Satterthwaite, Morrow LA, Brunton PA, 2005. Principles of Operative
Dentistry. 1st ed. Blackwell Munksgaard, USA.
Venkataraghavan, K., Chan, J., dan Karthik, S., 2014, Polycarbonate crowns for primary teeth
revisited : Restorative options, technique and case reports, India, Journal of Indian
Society od Pedodontics and Preventive Dentistry, Vol. 32 (2) : 156-159.
Yilmaz, A., 2007, A Comparison of Two Different Methods and Materials Used to Repair
Polycarbonate Crowns, The Journal of Contemporary Dental Practice, Vol. 8 (2) : 1-6.

JANGAN LUPAAA EDIT DAPUSSS