Anda di halaman 1dari 2

Salah satu kekuatan terbesar dari

teori lempeng tektonik yang modern


adalah
kemampuannya
untuk
menjelaskan asal-usul hampir semua
sabuk pegunungan yang sekarang dan
yang purba di Bumi. Dengan kata lain,
rangkaian
pegunungan
(orogenesa)mempunyai hubungan yang
erat dengan pola pergeseran lempeng
global. Penggerak dari orogenesa adalah
subduksi. Untuk mengaktifkan subduksi,
cekungan lantai samudera harus hadir.
Proses
orogenesa
dimulai
dari
penunjaman
lantai
samudera
dan
berakhir pada collision (tabrakan) antara
benua dan busur kepulauan. Rangkaian
pegunungan adalh zona yang panjang
yang dicirikan oleh ketebalan kerak benua
lebih dari 70 km dibandingkan dengan
kerak benua yang normal (30-40 km).
Gaya orogenesa yang klasik mengikuti
siklus Wilson. Orogenesa menyebabkan
penebalan
kerak,
deformasi,
metamorphosis, dan pengangkatan.
Gaya ini disebut gaya Alpine. Sebaliknya,
sabuk orogenesa untuk gaya Pasifik tidak
berujung dengan collision benua-benua,
melainkan melibatkan jangka waktu yang
panjang dari aktivitas subduksi yang
melibatkan
benua-benua,
busur
kepulauan, dataran-dataran tinggi di
kerak samudera, dan mikrokontinen.
Orogenik ini sangat kaya dalam produksi
vulkanisme yang disebut gaya Cordileran.

Tipe batas aktif kontinen dengan


gaya orogenesa
Gaya orogenik Alpina dan Cordileran
mencirikan
siklus
orogenesa
yang
panjang yang..
Gaya yang lain terdiri dari kejadian yang
lain yang berhubungan dengan bentukbentuk spesifik dari batas aktif kontinen

dengan siklus orogenesa yang besar. Hal


ini dikatakan sebagai tipe-tipe orogenesa.

(Gambar 11.1)