Anda di halaman 1dari 30

PEMERIKSAAN

INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Dr. Adolf H. Mitaart, SpKK(K)

PEMERIKSAAN KLINIS PADA INFEKSI


MENULAR SEKSUAL

1.
2.
3.

Anamnesis
Pemeriksaan fisis
Pengambilan bahan untuk
pemeriksaan laboratorium

1. Anamnesis
Tujuan :
memperoleh gbran ttg keluhan gejala penyakit yg
muncul membantu mempertajam upaya diagnosis
memperoleh informasi ttg perilaku seksual pasien
masa kini dan masa lalu dpt memperkirakan
status risikonya terhdp inf. HIV
sedapat mgkn menemukan pasangan yg telah
terinfeksi

anamnesis
Penting

: KERAHASIAAN ! ! !
Bahasa mudah dimengerti, meliputi :

Keluhan dan riwayat penyakit saat ini


Keadaan umum yg dirasakan
Pengobatan yg telah diberikan
(topikal/sistemik), terutama antibiotik

anamnesis

Riwayat seksual :
Kontak seksual di dlm / di luar pernikahan
Kontak seksual dgn pasangannya stlh mengalami gejala
penyakit
Frekuensi dan jenis kontak seksual (homo/heteroseksual)
Cara hubungan seksual (genitogenital, orogenital,
anogenital)
Apakah pasangannya merasakan keluhan/gejala yg sama

anamnesis

Riwayat penyakit dahulu yg berhubungan dgn


IMS/penyakit di daerah genital lain
Riwayat keluarga (pd dugaan IMS yg
ditularkan lewat ibu kepada bayinya)

anamnesis

Keluhan lain yg mungkin berkaitan dgn


komplikasi IMS, mis. erupsi kulit, nyeri sendi,
nyeri perut bwh, ggn haid, kehamilan dan
hasilnya
Riwayat alergi obat

2. Pemeriksaan fisis

Penting

:
Kerahasiaan pribadi pasien
Sumber cahaya yg baik utk dokter
pemeriksa

Gunakan

sarung tangan setiap kali


memeriksa pasien

Pasien pria :

Meliputi

inspeksi dan palpasi


Inguinal, raba pembesaran kelenjar,
konsistensi, ukuran, mobilitas, rasa nyeri,
tanda2 radang pd kulit di atasnya;
Pubis dan kulit sekitarnya pedikulosis,
folikulitis, lesi kulit lainnya

pemeriksaan fisis
Skrotum

asimetri, eritema, lesi superfisial;


palpasi isi skrotum (testis dan epididimis)

Penis

( pangkal sampai ujung).


Pasien yg tdk disirkumsisi , preputium ditarik,
inspeksi daerah subpreputium, sulkus
koronarius, meatus uretra eksternus
kemerahan, bengkak, lecet, luka, tumbuhan, lesi
uretra /duh tubuh uretra, kelainan kongenital

pemeriksaan fisis

Kdg2

perlu periksa celana dalam bercak


duh tubuh
Inspeksi anus dan perineum, posisi
bertumpu pd lutut dan siku

Pasien wanita :
Perlu

dijelaskan ttg apa yg akan


dilakukan
Sebaiknya dokter ditemani perawat
Pasien harus membuka pakaian dalam
utk pemeriksaan genital
Posisi litotomi, di tempat tidur ginekologik
Meliputi inspeksi dan palpasi

Pemeriksaan genitalia eksterna


Inguinal

& sekitarnya
limfadenopati/limfadenitis
Genitalia eksterna & introitus duh tubuh
vagina, bila ada bersihkan dgn kasa; buka &
periksa labia mayora tanda kemerahan,
bengkak, lecet, luka, tumbuhan, vesikel, kutil;
palpasi kel. Bartolini muara duktusnya,
adakah duh tubuh
Kelainan lainnya

Pemeriksaan genitalia interna

Pasien

berstatus nyonya dilakukan


pemeriksaan inspekulo

Pasien

dgn status nona tidak dilakukan


pemeriksaan inspekulo

Pemeriksaan genitalia
Sebelum

pemeriksaan, dijelaskan kpd pasien :


membuka lutut lebar2 spy otot2
genitalia lemas
menarik nafas panjang utk mengurangi
rasa tdk nyaman pd saat spekulum
dimasukkan
Spekulum harus sudah disterilkan

Position of vaginal speculum

Pemeriksaan genitalia interna


Setelah

jelaskan kepd pasien, masukkan


spekulum; vagina dan serviks diperiksa
terhadap kemungkinan adanya :

Tanda peradangan (merah dan bengkak) pd selaput


lendir vagina atau serviks
Cairan vagina yg abnormal (duh tubuh vagina), dpt
berupa :

pemeriksaan genital interna

Cairan putih kental spt kepala susu pecah


(dugaan kandidiasis)
Cairan homogen putih / keabu-abuan
berbau amis, yg menutupi dinding vagina
(dugaan vaginosis bakterial)
Cairan abu-abu / hijau berbusa dan bau
busuk dgn gambaran serviks spt
strawberry (dugaan trikomoniasis)

pemeriksaan genitalia interna


Ulkus
Kutil
Serviks

yg rapuh, mudah berdarah, jaringan


mudah lepas; apakah ada cairan yg keluar
dari ostium uteri serviks
Kelainan lainnya

Pemeriksaan ulkus genital pada pasien


pria dan wanita

Perhatikan

ukuran, bentuk, jumlah, dan posisi


ulkus pd /sekitar genital
Nyeri +/ Raba dasar ulkus utk mencari indurasi

3. Pengambilan bahan untuk


pemeriksaan laboratorium
A.

Pengambilan bahan duh tubuh uretra pasien


pria :

Bersihkan meatus dgn kasa bersih dan


kering
Duh tubuh uretra diambil dgn sengkelit
(sengkelit masuk ke dlm uretra sampai
melewati fosa navikulare),utk keperluan :

Pengambilan bhn duh tbh uretra ..

Pembuatan sediaan apus (pengecatan


Gram) dioles pd gelas objek
Pemeriksaan kultur gonokokus diletakkan
pd media kultur
Dengan swab khusus utk pemeriksaan
Chlamydia

Bila duh << urut uretra

B. Pengambilan bahan duh tubuh genital


pasien wanita :
Dgn spekulum di dlm vagina (pasien
nyonya), dilakukan pengambilan bahan
pemeriksaan dgn sengkelit untuk
pembuatan sediaan apus dari:

Pengambilan bhn duh tbh genital


Serviks (pewarnaan Gram, kultur, dgn lidi kapas
khusus utk pemeriksaan C. Trachomatis)
Forniks posterior (sediaan basah campur dgn 1 tts
larutan NaCl fisiologis di atas gelas objek)
Dinding vagina ( dpt juga dgn lidi kapas steril)
Uretra
Duh tubuh dicampur dgn setetes larutan KOH 10%
deteksi bau amis spt ikan vaginosis bakterial (sniff
test)

Pengambilan bhn duh tbh genital

Pasien dgn status nona tdk dilakukan


pemeriksaan inspekulo, sehingga
bahan diambil dgn sengkelit dari vagina
dan uretra

Pemeriksaan untuk ulkus genital


Selalu gunakan sarung tangan pelindung !
Ulkus krn sifilis :
Ulkus dibersihkan dgn kain kasa yg dibasahi lar. salin
Ulkus ditekan di antara ibu jari dan telunjuk, sampai
keluar cairan serum
Serum diambil dgn ujung kaca tutup, tutup di atas
gelas objek yg telah ditetesi 1 tts lar. salin fisiologis
Periksa dgn mikroskop lapangan gelap

Ukus mole :
Ulkus dibersihkan dgn kain kasa yg dibasahi lar.salin
fisiologis
Eksudat serum diambil dgn ujung gelas objek, oles dlm
satu arah pd gelas objek yg lain
Warnai dgn pewarnaan Gram atau Unna Pappanheim
Bila hsl negatif ulangi kedua pemeriksaan 3 hari
berturut-turut

PEMERIKSAAN LABORATORIUM IMS

Pemeriksaan sederhana :
1.
2.
3.

Sediaan apus dgn pewarnaan Gram (utk


leukosit, mikroorganisme, ragi, clue cell)
Sediaan basah dgn larutan NaCl fisiologis
(utk Trichomonas vaginalis )
Duh tubuh ditetesi lar. KOH 10% (utk
vaginosis bakterial sniff test)

Pemeriksaan lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tes serologik, mis. RPR(Rapid plasma Reagen),


VDRL, TPHA (utk Treponema pallidum)
Pemeriksaan dgn mikroskop lapangan gelap (utk T.
Pallidum)
Kultur
Enzyme immunoassay (EIA)
Hibridisasi DNA
Ligase chain reaction (LCR)