Anda di halaman 1dari 27

DOKTER GIGI BISAKAH

DIPIDANA ?
SURYONO
BPPA PB PDGI

winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

BENTUK-BENTUK PELANGGARAN
DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI
Hukum
( Umum;Khusus
)
Disiplin
( Perkonsil)
Etik/KODEKGI

winsuryo@hotmail.com

1. Pelanggaran kode etik


tidak sama dengan
pelanggaran hukum
2. Pelanggaran disiplin,
terkait penyimpangan
penerapan keilmuan
kedokteran/kedoktera
n gigi
3. Pelanggaran etik,
disiplin merupakan
pintu masuk
terjadinya
pelanggaran hukum;
15/11/2014
4. Pelanggaran hukum ;

Kasus Hukum
Pidana; pelanggaran terhadap

peraturan perundang-undangan;
delik formil dan delik materiil
Perdata; pelanggaran terhadap
perikatan yang timbul antara
parapihak; baik perikatan itu
muncul karena perjanjian atau
karena undang-undang
winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

Pidana pada dokter gigi


Berlaku azas legalitas, Tidak bisa

dipidana sebelum ada aturan yang


mengaturnya
contoh; dulu sebelum ada UUPK
drg tidak
membuat RM tidak bisa
dipidanasekarang
bisa dipidana
Aturan (UU) tidak berlaku surut, dan
winsuryo@hotmail.com
15/11/2014
pemidanaan tidak menggunakan

Sumber Hukum Khusus


UU Kesehatan,
UU Praktik Kedokteran,
UU Tenaga Kesehatan,
UU Rumah Sakit
PP sebagai turunan atau perintah

dari UU; PMK

winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

Tindak Pidana/Delik
suatu tindakan melanggar hukum yang

telah dilakukan dengan sengaja


ataupun tidak sengaja oleh seseorang
yang tindakannya tersebut dapat
dipertanggungjawabkan dan oleh
undang-undang telah dinyatakan
sebagai suatu tindakan yang dapat
dihukum
Perbuatan
atau akibat perbuatannya
winsuryo@hotmail.com
15/11/2014

Tindak Pidana (delik)


Delik formil adalah delik yang

perumusannya dititik beratkan


kepada perbuatan yang dilarang
Delik materiil adalah delik yang
perumusannya dititik beratkan
kepada akibat yang tidak
dikehendaki
winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

Delik formil dalam Pelayanan


Kesehatan
Tercantum dalam ; UU Praktik Kedokteran,

UU Rumah Sakit, UU Kesehatan


Sering disebut sebagai delik undang-undang
Merupakan Delik Pelanggaran bukan delik
Kejahatan
Dipidana bila Perbuatan telah selesai
dilakukan bukan pada akibat
perbuatannya

winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

Delik materiil
Akibat dari perbuatan yang
dilarang undang-undang
Penipuan pasien ditipu tidak
jujur memberi penjelasan
Pembunuhan hilangnya nyawa
kesengajaan , kelalaian
Kecacatan kesengajaan ,
kelalaian
winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

Delik Kejahatan dalam praktik


Kedokteran
Pembunuhan euthanasia <--

tanpa indikasi medis


Melakukan praktik aborsi tanpa
indikasi medis
Pencurian organ tubuh
Pemerasan

winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

Delik Pelanggaran pada praktik


Kedokteran Gigi; Delik Formil
Praktik tanpa STR
Praktik tidak memiliki SIP
Praktik tidak sesuai standar

profesi/SOP
Tidak memasang papan nama
Tidak mengikuti perkembangan
keilmuan kedokteran
winsuryo@hotmail.com
Tidak
membuat rekam medis

15/11/2014

UU 29 tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran
Pasal 75
(1) Setiap dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja melakukan
praktik kedokteran tanpa memiliki surat tanda registrasi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan
pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling
banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
(2) Setiap dokter atau dokter gigi warga negara asing yang dengan
sengaja melakukan praktik kedokteran tanpa memiliki surat tanda
registrasi sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat
(1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun
atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
(3) Setiap dokter atau dokter gigi warga negara asing yang dengan
sengaja melakukan praktik kedokteran tanpa memiliki surat tanda
registrasi bersyarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat
(1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun
atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

UU 29 tahun 2004 tentang


Praktik Kedokteran
Pasal 76
Setiap dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja melakukan
praktik kedokteran tanpa memiliki surat izin praktik
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan
pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling
banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Pasal 77
Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan identitas
berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan bagi
masyarakat seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau
dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi dokter
atau surat tanda registrasi dokter gigi dan/atau surat izin
praktik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun
winsuryo@hotmail.com
15/11/2014
atau denda paling banyak Rp150.000.000,00 (seratus lima

UU 29 tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran
Pasal 79
Dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu)
tahun atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima
puluh juta rupiah), setiap dokter atau dokter gigi yang :
a. dengan sengaja tidak memasang papan nama
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (1);
b. dengan sengaja tidak membuat rekam medis
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (1);
atau
c. dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf a,
huruf b, huruf c, huruf d, atau huruf e.

winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

UU 29 tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran
Pasal 51
a. memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi
dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis
pasien;
b. merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang
mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik,
apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau
pengobatan;
c.
merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang
pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia;
d. melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan,
kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan
mampu melakukannya; dan
e. menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan
winsuryo@hotmail.com
15/11/2014
ilmu kedokteran atau kedokteran gigi.

UU 29 tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran
Pasal 80
(1) Setiap orang yang dengan sengaja mempekerjakan
dokter atau dokter gigi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 42, dipidana dengan pidana penjara
paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling
banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
(2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan oleh korporasi, maka
pidana yang dijatuhkan adalah pidana denda
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah
sepertiga atau dijatuhi hukuman tambahan berupa
pencabutan izin.
winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

Jenis Hukuman/Pidana
Pokok;

Hukuman Mati,
Hukuman Penjara,
Hukuman Kurungan,
Hukuman Denda
Tambahan;
Pencabutan beberapa hak ,Perampasan
barang2
tertentu, Pengumuman Keputusan Hakim
winsuryo@hotmail.com

15/11/2014

Aspek Keperdataan hubungan dokter-pasien

KUHPerdata :
Hub Dokter Pasien :
Ps 1233 perikatan bersumber pada perjanjian
maupun undang-undang
Ps 1234 prestasi dalam perikatan berupa
memberikan sesuatu, berbuat sesuatu atau tidak
berbuat sesuatu
Ps 1313, perjanjiansatu org atau lebih
mengikatkan dirinya terhadap oranglain atau
lebih
Ps 1320, Syarat Syahnya Perjanjian;
sepakat,cakap,suatu hal tertentu,suatu sebab
yang halal
Ps1354, zaakwaarneming secara diam-diam dan
secara sukarela tanpa persetujuan dan
sepengetahuannya berbuat utk org lain akan

Perikatan dokter-pasien dari


aspek Hukum Perdata
Komunikasi efektif
Dokter-Pasien
Ps 1320 Persetujuan

UU

Ps1354,
Memberikan sesuatu

Perjanjian

Perikatan

Prestasi

Ps 1313

Ps 1233

Ps 1234

Melakukan sesuatu
Tidak Melakukan
sesuatu

Bentuk Gugatan Perdata oleh Pasien

Perjanjian

Wanprestasi

Ps 1313
Perikatan
Nakes -Pasien

Ps1365
Perbuatan
Melanggar Hukum
(PMH)

Ps 1233
Undang-undang

Ps1354
Zaakwaarneming

Wanprestasi
1.Sama sekali tidak memenuhi
prestasi
2.Memenuhi prestasi tetapi
terlambat
3.Memenuhi ttp tidak sesuai
dengan yang diperjanjikan
4.Memenuhi prestasi tetapi yang
tidak dibolehkan

Ps 1365 KUHPerdata
Setiap perbuatan melawan hukum
yang oleh karenanya menimbulkan
kerugian pada orang lain,
mewajibkan orang yang karena
kesalahannya menyebabkan
kerugian itu mengganti kerugian

Perbuatan Melawan Hukum /PMH


(onrechmatige daad)
Bentuk PMH :
Bertentangan dengan hak orang lain
Bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri
Bertentangan dengan nilai-nilai/norma kesusilaan
Bertentangan dengan keharusan yang harus
diindahkan dalam pergaulan masyarakat
Syarat untuk dikatakan melakukan PMH :
1. Ada perbuatan melanggar hukum
2. Ada kesalahan atau kelalaian
3. Ada kerugiaan
4. Ada hubungan kausal antara kesalahan dengan
kerugian

Zaakwaarneming (Perikatan
krn UU)
Mengikatkan diri karena kewajiban hukum/UU

(1354 BW), terbebani kewajiban hukum


hingga orang yang diwakili kepentingannya
dapat mengerjakan sendiri urusannya bila
tidak dijalankan sebagaimana mestinya dan
berakibat kerugian maka berhak atas ganti
rugi
Zaakwarneming bukanlah penyebab
malpraktik medis,ttp bila dalam
pelaksanaanya terdapat penyimpangan dari
SOP dapat berakibat malpraktik
Ex: pada tindakan kegawat daruratan pasien,
dr/tenaga kesehatan wajib memberikan
pertolongan dan biasanya tidak didahului oleh
informed consent

Kasus Hukum yang telah terjadi


dalam Pelayanan Kesehatan Gigi
Pidana ;
Praktik tidak sesuai dengan standar
profesi
Praktik tanpa SIP/STR
Penganiayaan
Praktik tanpa meminta persetujuan
orangtuapd
anak
Perdata :
PMH (Perbuatan Melawan Hukum )
winsuryo@hotmail.com
15/11/2014
Hasil Perawatan tidak sesuai dengan

Penyebab Utama Sengketa


Keperdataan yang telah terjadi pd drg
Komunikasi dokter-Pasien yang tidak

efektif; tidak dijelaskan risiko penyakit dan


risiko medis
Komunikasi kesejawatan antar drg, drg Sp
yang tidak baik : berebut lahan /
kompetensi
Kurang terkendalinya para drg dalam
mengomentari pekerjaan teman sejawat
lainnya pada pasien yang meminta dirawat/
pendapat
Ketidaktahuan kita para dokter tentang
winsuryo@hotmail.com
batasan kompetensi; bahkan timbul 15/11/2014

Penutup
Peraturan Perundang-undangan

dalam
Pelayanan Kesehatan wajib diketahui oleh
setiap tenaga kesehatan yang melakukan
praktik pelayanan kesehatan
Delik formil, merupakan perbuatan yang
dilarang dalam undang-undang, dan
diberikan sanksi pidana bagi pelanggarnya,
tanpa harus ada akibat/korbannya
Kasus Hukum ( Pidana,Perdata) dapat
dihindari dengan taat regulasi, melakukan
komunikasi efektif drg-pasien, membangun
winsuryo@hotmail.comkesejawatan yang baik
15/11/2014
komunikasi