Anda di halaman 1dari 20

TUGAS

KEPERAWATAN KELUARGA

DISUSUN OLEH

PUTRI ARISETIA NINGSIH


P17420213022
IIIA / Semester VI

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMETRIAN KESEHATAN SEMARANG
PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO
2015

Asuhan Keperawatan Pada Ny. F di dalam Keluarga Tn. K


dengan Ibu Hamil Trimester III
di Desa Kaliurip RT 01/02 Kecamatan Purwojati
I.

No

PENGKAJIAN
A. DATA UMUM
1. Nama Kepala Keluarga
: Tn. K
2. Usia
: 30 tahun
3. Alamat
: Desa Kaliurip Rt01/02, Purwojati
4. Pekerjaan Kepala Keluarga: Swasta
5. Pendidikan Kepala Keluarga: SMK
6. Komposisi Keluarga

Nam

Umu

Jenis

Hub

Kelami

dengan

KK

Pendidikan

Pekerjaan
Ibu

Ny F

26 th

Istri

SMA

Rumah
Tangga

7. Genogram

Status
Imunisasi
TT

Keterangan

:
: Laki-laki

: Satu rumah

: Perempuan
: Hamil
8. Tipe Keluarga
Keluarga Tn. K merupakan tipe Child bearing yaitu keluarga yang
menantikan kelahiran dimulai kehamilan sampai kelahiran anak pertama
dan berlanjut sampai anak pertama berusia 30 bulan atau 3,2 tahun.
9. Budaya
Tn. K dan Ny. F berasal dari suku jawa. Keluarga Tn. K menggunakan
bahasa jawa (Ngoko dan Krama) untuk berkomunikasi dan didalam
keluarganya apabila terdapat wanita yang baru melahirkan dan menyusui
tidak boleh makan-makanan pedas dan amis-amis karena dapat
menyebabkan bayi diare dan gatal-gatal (alergi).
10. Agama
Keluarga Tn. K adalah beragama Islam.
11. Status sosial ekonomi keluarga
Tn. K merupakan tulang punggung keluarga. Tn. K bekerja sebagai
karyawan wiraswasta. Setiap bulan Tn. K mendapatkan penghasilan Rp

500.000. dengan penghasilan tersebut Tn. K mampu memenuhi


kebutuhan sehari-hari. Tn. K juga memiliki asuransi kesehatan dari
perusahaan tempatnya bekerja. Tn. K juga telah mempersiapkan biaya
untuk kelahiran anak pertamanya.
12. Aktivitas rekreasi atau waktu luang keluarga
Ny. F mengatakan jika dirumah sendirian dan ketika Tn. K bekerja
biasanya Ny. F menonton TV atau bermain ke rumah orang tuanya
karena rumah orang tuanya dekat dari rumahnya. Dan apabila Tn. K
sedang libur bekerja, biasanya Tn. K dan Ny. F menonton TV bersama
dan juga berjalan-jalan ketika pagi hari bersama.
B. RIWAYAT dan TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
13. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Tn. K termasuk dalam tahap keluarga Child Bearing (kelahiran
anak pertama) karena Ny. F sedang hamil anak pertama.
14. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Berdasarkan

hasil

pengkajian

Keluarga

Tn.

Fe

sudah

dapat

menyesuaikan tahap perkembangan keluarga sampai dengan tahap


menunggu kelahiran anak pertama. Komunikasi dengan anggota keluarga
baik, Tn. K juga memberikan perhatian kepada istrinya yang sedang
hamil dan berusaha menjadi suami yang siaga.
15. Riwayat keluarga inti
Keluarga Tn. K tidak memiliki riwayat penyakit yang menular atau
menurun seperti TBC, DM, Hipertensi. Tn. F juga mengatakan selama
hamil tidak pernah sakit hanya saja pada awal kehamilan Tn. F mual,
muntah dan ngidam. Ny. F juga rutin memeriksakan kehamilannya ke
bidan sekitar rumahnya.
16. Riwayat keluarga sebelumnya
Di dalam keluarga Tn. K tidak ada penyakit keturunan seperti hipertensi,
kencing manis maupun jantung.
C. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
17. Karakteristik rumah

Luas rumah yang ditempati 43 ubin, terdiri dari 2 kamar tidur, 1


mushola, 1 kamar mandi dan WC, ruang tamu, ruang keluarga, garasi
dan dapur. Tipe bangunan rumah adalah permanen. Keadaan lantai
terbuat keramik, pencahayaan dari sinar matahari cukup, ventilasi untuk
sirkulasi udara cukup baik, jumlah jendela ada. Barang-barang yang
tidak terpakai sehari-hari ditempatkan pada garasi. Sumber air minum
yang digunakan berasal dari sumur yang dialirkan melalui sanyo. WC
yang dimiliki terdapat septic tank. Kebiasaan memasak menggunakan
kompor gas.
Denah rumah :

Jalan
U

RT &
RK
K

Keterangan :

Gr
KM

: teras

KM

: kamar mandi

RT

: ruang tamu

: dapur

: kamar

Gr

: garasi

RK

: ruang keluarga

: mushola

18. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


D
RM
: ruang
makan
Tetangga
cenderung
berhubungan
dengan baik.
RM di sekitar rumah
Dibuktikan dengan adanya kegiatan atau perkumpulan antar warga
seperti arisan Dasa Wisma, arisan RT dan arisan RW.
19. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Tn. K tidak pernah pindah tempat tinggal sejak menikah 3
tahun yang lalu. Ketika ada anggota keluarga Tn. K yang sakit Tn. K
akan membawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Untuk bepergian Tn.K
biasanya menggunakan sepeda motor.
20. Perkumpulan keuarga dan interaksi dengan masyarakat
Tn. K rutin mengikuti kegiatan di masyarakat seperti kerja bakti setiap
hari minggu. Dan Tn. F juga aktif ikut perkumpulan dengan ibu-ibu
disekitar rumahnya dengan mengikuti arisan RT, RW.
21. Sistem pendukung keluarga

Ketika ada masalah Tn. K selalu membicarakannya dengan istrinya dan


selalu terbuka satu sama lain. Dan ketika anggota keluarga Tn. K ada
yang sakit, Tn. K selalu membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Tn.
K juga sudah mempunyai asuransi kesehatan untuk keluarganya.
D. STRUKTUR KELUARGA
22. Pola komunikasi keluarga
Keluarga mengatakan, jika ada masalah dalam keluarga Tn. K akan
membicarakannya secara tebuka kepada Ny. F dan dalam pengambilan
jalan keluar akan di musyawarakan bersama-sama.
23. Struktur kekuatan keluarga
Dalam keluarga, Tn. K merupakan kepala keluarga. Pengambilan
keputusan dilakukan oleh Tn. K setelah dimusyawarahkan terlebih
dahulu.

24. Struktur peran


Yang berperan sebagai kepala keluarga adalah Tn. K. Tn. K bekerja
sebagai karyawan swasta yang mencari nafkah untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari keluarganya. Tn. K berperan sebagai kepala
keluarga yang mengambil keputusan. Ny. F berperan sebagai istri dan ibu
rumah tangga yang mengurus suami dan mengerjakan tugas-tugas rumah
tangga seperti mencuci, memasak dan lain-lain. Dan keluarga Tn. K,
kemampuan yang dimiliki Tn. K untuk mengontrol keluarganya yaitu
dengan affective power (manipulasi dengan cinta kasih ). Komunikasi
dalam keluarga adalah komunikasi terbuka dua arah. Apabila terdapat
masalah, maka akan dibicarakan bersama.
25. Nilai dan norma keluarga
Pada keluarga Tn. K masih terdapat adat dan kebiasaan budaya yang
bertentangan dengan masalah kesehatan seperti setelah melahirkan dan
menyusui tidak boleh makan yang pedas-pedas dan makan makanan
yang amis-amis karena akan menyebabkan bayi diare dan juga dapat
menyebabkan bayi alergi (gatal-gatal).

E. FUNGSI KELUARGA
26. Fungsi Afektif
Dalam keluarga Tn. K kebutuhan kasih sayang tampak terpenuhi, cukup
harmonis. Tn. K sebagai kepala keluarga tampak melindungi Ny.F
apalagi sekarang Ny. F sedang hamil anak pertama dari pernikahan
mereka. Tn. K juga mengatakan selalu berusaha untuk menjadi suami
yang siaga.
27. Fungsi sosialisasi
Dalam keluarga Tn. K hubungan dan interaksi antar anggota keluarga
baik. Hubungan keluarga Tn. K dengan lingkungan masyarakat juga baik
dan sering berkumpul bersama tetangganya.
28. Fungsi perawatan kesehatan :
a. Mengenal masalah kesehatan
Keluarga cukup memperhatikan kesehatan anggota keluarganya
sehingga keluarga dapat mengenali jika ada anggota keluarga yang
mengalami gangguan kesehatan. Terbukti bahwa Ny. F selalu
memeriksakan kehamilannya ke bidan dan sebagai suami dan kepala
keluarga Tn. K selalu mendukung.
b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat
Keluarga Tn. K selalu memeriksakan kesehatannya ke fasilitas
kesehatan terdekat jika mengalami gangguan kesehatan. Keputusan
Ny. F untuk rutin memeriksakan kehamilannya adalah berdasarkan
dukungan anggota keluarga dan Tn.K sebagai suami. Tn. K dan
keluarga juga sudah merencanakan Ny. F akan melahirkan di
puskesamas terdekat.
c. Merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga mampu melakukan perawatan pada anggota keluarga.
Keluaga juga mengatahui tindakan apa yang dilakukan jika ada
anggota keluarga yang sakit. Tn.K sebagai kepala keluarga
bertanggung jawab terhadap sumber keuangan dalam pembiayaan
perawatan. Tn. K dan Ny. F saling memberikan perhatian satu sama
lain baik dalam keadaan sehat maupun dalam keadaan sakit.
d. Modifikasi Lingkungan

Keluarga rutin membersihkan kamar mandi khususnya lantai supaya


tidak licin karena dalam keluarga tersebut ada ibu hamil yang sudah
memasuki trimester III. Keluarga Tn. K juga tahu pentingnya
menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi. Terlihat dari tersedianya
tempat sampah di rumah yaitu dapur dan teras rumah. Keluarga Tn. K
juga menyediakan tempat pembuangan limbah dibelakang rumahnya.
e. Menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan di masyarakat
Bila ada anggota keluarga yang sakit, maka akan diperiksakan ke
pelayanan

kesehatan.

Terbukti

Ny.

rutin

memeriksakan

kehamilannya ke bidan.
29. Fungsi Reproduksi
Keluarga Tn. K belum mempunyai anak karena Tn. K sedang
menantikan kelahiran anak pertamanya. Ny. F berencana setelah
melahirkan akan melakukan KB IUD dan berencana akan mempunyai
anak lagi setelah 3 tahun.
30. Fungsi Ekonomi
Keluarga mengatakan penghasilan keluarga sudah dapat mencukupi
kebutuhan keluarga dan pembiayaan lainnya serta untuk persiapan
melahirkan Ny. F menggunakan BPJS kesehatan.
F. STRES dan KOPING KELUARGA
31. Stressor jangka pendek dan panjang
a. Stressor Jangka Pendek
Ny. F merasa cemas jika persalinannya tidak dapat berjalan lancar
dikarenakan kehamilan yang pertama.
b. Stressor Jangka Panjang
Ny. F merasa cemas bagaimana dengan persalinan dan perawatan
setelah melahirkan.
32. Kemampuan keluarga merespon terhadap stress
Ny. F dan suaminya dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi
menyangkut kehamilannya kadang-kadang mengkonsulkannya dengan
pihak kesehatan (puskesmas).
G. HARAPAN

KELUARGA

TERHADAP

PERAWATAN

BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH YANG DIHADAPI

Tn. K dan keluarga sangat berharap dengan adanya peran perawat dapat
mendapat informasi lebih banyak tentang kesehatan dan cara menanganinya.
Ny. F juga berharap dengan adanya perawat dapat meringankan kecemasan
yang dialami saat ini tentang kelahiran anak pertamanya.
H. AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI ANGGOTA KELUARGA
1. Nutrisi
Keluarga dari Tn.K makan sehari 3 kali sehari dengan makan makanan
bervariasi, selalu ada karbohidrat, protein, sayur. Ketika hamil, Ny. F
tidak menghindari makanan apapun, hanya saja ditambah dengan
meminum susu untuk ibu hamil.
2. Intake Cairan
Anggota keluarga mengatakan setiap harinya minum kurang lebih 8 gelas
per hari. Karena jika kurang minum, anggota keluarga merasakan tidak
enak badan.
3. Eliminasi
Anggota keluarga mengatakan bahwa setiap harinya rutin dalam BAB
maupun BAK. BAB 1x setiap harinya sedangkan BAK nya 5-6 kali
.perhari. Tapi ketika hamil Ny. K mengatakan menjadi lebih sering BAK.
4. Mobilisasi
Tn. K dan Ny. F mengatakan setiap hari minggu pagi selalu jalan-jalan di
sekitar rumahnya.
5. Personal Hygine
Keluarga rajin melakukan kebersihan diri seperti mandi sehari 2 kali, dan
gosok gigi 2 x sehari.

I. PEMERIKSAAN FISIK
1. Pemeriksaan Head To Toe
Indikator

Tn..K

Ny. F

Kepala, leher dan


axilla

Mata

Hidung

Mulut

Dada

Abdomen

Bentuk simetris,rambut
hitam lurus, hygiene
baik,
tidak
terdapat
benjolan,
tidak
ada
pembengkakan kelenjar
tiroid dan getah bening
Sklera tidak ikterik,
konjungtiva tidak anemis,
penglihatan baik
Tidak terdapat polip,
penciuman baik, tidak
terdapat akumulasi massa
di hidung
Bentuk simetris, mukosa
mulut
lembab,
gigi
lengkap
Ekspansi paru sama,,
gallop (-), wheezing (-),
Ronchi (-), tidak terdapat
lesi
Tidak terdapat nyeri,
bising usus normal, tidak
teraba
massa,
tidak
terdapat pembesaran hati
Capilary reffil < 2 detik,
tidak
terdapat
lesi,
pergerakan aktif, turgor
kulit elastis

Bentuk
simetris,rambut
hitam lurus, hygiene baik,
tidak terdapat benjolan,
tidak ada pembengkakan
kelenjar tiroid dan getah
bening
Sklera
tidak
ikterik,
konjungtiva tidak anemis,
penglihatan baik
Tidak
terdapat
polip,
penciuman
baik,
tidak
terdapat akumulasi massa di
hidung
Bentuk simetris, mukosa
mulut lembab, gigi lengkap
Ekspansi paru sama,, gallop
(-), wheezing (-), Ronchi
(-), tidak terdapat lesi

Bawah

Pergerakan ekstremitas
baik, edema (-), nyeri
lutut (-), varises (-)

Tidak terdapat nyeri, bising


usus normal, tidak teraba
massa,
tidak
terdapat
pembesaran hati
Capilary reffil < 2 detik,
tidak
terdapat
lesi,
pergerakan aktif, turgor kulit
elastis
Lila = 22,5 cm
Pergerakan ekstremitas baik,
edema (-), nyeri lutut (-)
Reflek patella +/+

Tanda-tanda vital

TD = 120/80 mmHg
RR = 18 x/menit
N = 80 x /menit
S = 37
c

TD = 120/90 mmHg
RR = 18 x/menit
N = 78 x /menit
S = 36,2
c

Ekstremitas - Atas

2. Masalah kesehatan spesifik

Ibu hamil (Ny. F)


Riwayat kehamilan NY.F G1 PO AO, (kehamilan pertama, partus
belum pernah dan abortus tidak pernah). Usia kehamilan saat ini 35 +2
bulan, Ny. F mulai hamil di usia 26 tahun. Ny. F mangatakan rutin
memeriksakan kehamilannya setiap 4 minggu sekali ke bidan sekitar
rumahnya. sudah rnemeriksakan kehamilanya ke bidan dan sudah
mendapat imunisasi TT , penambahan BB 4 kg dan pada waktu
memeriksakan kehamilanya ke bidan pernah mendapat obat penambah
darah yang menurut anjuran bidan harus diminum sehari sekali namun
sekarang obatnya telah habis.
Ny. F mengatakan tidak mengetahui tentang bagaimana perawatan
kehamilannya, ia mengatakan kadang-kadang perutnya terasa sakit
namun tanpa diobati sakitnya dapat hilang sendiri dan kadang-kadang
Ny. F mengeluh pusing.
a. Inspeksi muka:
1. Tidak ditemukan chloasma gravidarum, konjungtiva anemis, tidak
ada oedema pada muka
2. Dada ( buah dada tegangang dan membesar) terlihat pigmentasi
pada puting susu, keadaan putting susu tenggelam dan colostrums
belum keluar
3. Pada tungkai tidak ditemukan farises maupun oedema
4. Bunyi jantung janin 140x/menit
b. Palapasi abdomen:
1. Leopold I
TFU setinggi pusat usia janin 28 minggu, pada fundus teraba
keras, bulat dan lunak (bokong).
2. Leopold II
Punggung janin terletak di bagian perut kanan (puka) dan bagian
keci-kecil (ekstremitas), teraba pada perut sebelah kiri
3. Leopold III
Teraba bulat, melenting dan keras (kepala) dan bagian terbawah
masih dapat digoyang-goyangkan.
4. Leopold IV
Kepala janin belurn masuk PAP.

II.

ANALISA DATA
No
Data
Diagnosa Keperawatan
1. DS :
Cemas tingkat ringan (menjelang
- Ny. F mengatakan ini merupakan persalinan), keluarga Tn.K khususnya
Ny.
F
berhubungan
dengan
kehamilan pertamanya
- Ny. F mengatakan kurang begitu ketidakmampuan keluarga mengenal
masalah kesehatan
mengerti tentang perawatan
-

setelah persalinan
Ny. F mengatakan merasa cemas
bagaimana perawatan setelah

melahirkan
DO :
Ny. F tampak cemas
TTV : TD
= 120/90 mmHg
RR
RR = 18 x/menit
N=
N
= 78 x /menit
S=
S
= 36,20C
2. Ds :
Potensial
- Ny. F menyatakan bahwa ia rutin kesehatan
memeriksakan kehamilannya ke
puskesmas dan dokter
- Ny. F mengatakan setiap ada
anggota keluarga yang sakit
akan segera membawa ke
fasilitas kesehatan terdekat.
DO :
Buku KIA Ny. F terisi sesuai dengan
anjuran bidan

III.

peningkatan

derajat

SKORING/ PEMBOBOTAN dan PENENTUAN MASALAH


A. SKORING
Diagnosa :Cemas tingkat ringan (menjelang persalinan), keluarga Tn.K
khususnya Ny. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah kesehatan

N
o
1

Kriteria
Sifat masalah :
Keadaan sejahtera

Skor

Nilai

Pembenaran

1/3 x 1

1/3

Faktor kebudayaan dapat


memberi

dukungan/

pengetahuan
anggota keluarga

merawat

Kemungkinan masalah

2/2 x 2

Masalah dapat diubah


dengan mudah melalui
pengetahuan

dapat diubah dengan


mudah
3

Potensial

masalah 2/3 x 1

2/3

Masalah dapat dicegah


dengan pengetahuan
keluarga tentang
persalinan dan perawatan
setelah melahirkan

dapat dicegah cukup

Menonjolnya masalah,
ada masalah, tapi tidak
perlu segera ditangani

x1
1/2
2 4/3

JUMLAH
Diagnosa

Keluarga merasa ada


masalah , tapi masih bisa
dicegah atau dikendalikan

: Potensial peningkatan derajat kesehatan

No
Kriteria
1
Sifat masalah :
ancaman

Skore
1/3 x 1

Kemungkinan masalah
untuk diubah hanya
sebagain

x2

Potensial masalah
untuk dicegah cukup

1/3 x 1

1//3

Masalah dapat dicegah


dengan pengetahuan
keluarga tentang adanya
bahaya pendarahan

Menonjolnya masalah,
masalah berat, harus
segera ditangani

0/2 x 1

Keluarga merasakan
masalah harus segera
ditangani agar pendarahan
tidak terjadi

JUMLAH

Nilai
1/3

Pembenaran
Masalah dapat dicegah
dengan pengetahuan
keluarga tentang
persalinan dan perawatan
setelah melahirkan

Sumber-sumber
tindakan yang
mendesak dapat
dijangkau oleh keluarga

2 2/3

B. PRIORITAS MASALAH
1. Cemas tingkat ringan (menjelang persalinan), keluarga Tn.K khususnya
Ny. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah
kesehatan
2. Potensial peningkatan derajat kesehatan
C. RENCANA KEPERAWATAN
N
o

Tujuan

Dx Keperawatan

TUM

TUK

Kriteria

Evaluasi
Standar

Intervensi
Keperawatan

Cemas tingkat ringan

Setelah

Setelah 3 kali

(menjelang persalinan

dilakukan

kunjungan

dan perawatan ibu

tindakan

diharapkan

nifas) pada keluarga

keperawatan

keluarga mampu:

Tn. K khususnya Ny.

pada keluarga

1.1.Menyebutkan

Respon

Keluarga dapat

bagaimana

Tn. K

bagaimana

Verbal

menyebutkan

persiapan

khususnya

persiapan

bagaimana

menjelang

Ny. F maka

menjelang

persiapan

persalinan:

diharapkan

persalinan

menjelang

F berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga mengenal

cemas dapat

masalah

hilang /

Kaji pengetahuan
keluarga

Jelaskan kepada
keluarga tentang

a.

persalinan

tentukan siapa yang


akan menolong
persalinan

berkurang

b.

suami/keluarga

pada saat

perlu menabung

menjelang

untuk biaya

persalinan

persalinan

dan

c.

ibu dan suami

perawatan

menanyakan ke

setelah

bidan/dokter kapan

melahirkan

perkiraan tanggal
persalinan
d.

suami atau
keluarga
menyiapkan
kendaraan jika
sewaktu-waktu ibu
perlu segera ke
Rumah sakit

e.

Siapkan
perlengkapan ibu
dan bayi

1.2.Menyebutkan

Respon

Keluarga dapat

- Jelaskan kepada

tanda-tanda palsu

Verbal

menyebutkan

keluarga tentang

dan tanda-tanda

tanda-tanda palsu

tanda-tanda palsu

Pasti persalinan

dan tanda-tanda

dan tanda-tanda pasti

pasti persalinan

persalinan:
a.

tanda-tanda palsu:
-

terasa mules
tetapi tidak
teratur dan tidak
ada perubahan

nyeri hanya di
bagian depan

tidak terjadi
pengeluaran dari
jalan lahir

b. tanda-tanda pasti:
-

mules yang teratur


dan semakin lama
semakin sering

nyeri di mulai dari


belakang menjalar
ke depan

keluar lendir
bercampur darah
dari jalan lahir

1.3.Menyebutkan

Respon

kapan ibu harus

Verbal

Keluarga dapat

menyebutkan

keluar cairan
ketuban dari jalan

kapan ibu harus

lahir akibat

dibawa ke rumah

pecahnya selaput

sakit

ketuban

- Jelaskan kepada
keluarga kondisi

di bawa ke

yang seperti apa ibu

Rumah Sakit

harus dibawa ke
rumah sakit :
a.

Perdarahan

b.

Bengkak di kaki,
tangan, dan wajah
atau sakit kepala
kadangkala
disertai kejang

Keluarga dapat

c.

Demam tinggi

d.

Keluar air

menyebutkan

ketuban sebelum

makananmakanan yang

waktunya
e.

kandungan

bergizi untuk ibu


Respon

Bayi dalam
gerakannya

menyusui

berkurang/ tidak
bergerak

verbal
f.

Ibu muntah terus


dan tidak mau
makan

Jelaskan kepada
1.4Menyebutkan

keluarga makanan yang

makanan yang

bergizi untuk ibu

bergizi untuk ibu

menyusui seperti:

menyusui

a.

Sum
ber
karb
ohidr
at :
Nasi,
jagu
ng,sa
gu,k
entan
g,ubi
,mie,

b.

roti
Sum
ber
Prote
in :
Ikan,
telur,
dagi
ng

sapi,
ayam
,tahu
,tem
c.

pe.
Sayu
r dan
buah
buah
an :
Daun
katu
k,
sawi,
baya
m,
kaca
ng
panja
ng,
man
gga,j
eruk,
pisan
g,
apel.

Potensial Peningkatan

Terjadinya

Setelah dilakukan

Respon

Keluarga Tn. K

Derajat Kesehatan

peningkatan

satu kali

verbal

mampu

keluarga

derajat

pertemuan

mempertahankan

tentang

kesehatan

diharapkan

derajat kesehatan

perlunya

pada keluarga

keluarga mampu :

keluarga

menjaga

Tn. K

Memeriksakan

khususnya

kehamilan di

Ny. F

pelayanan
kesehatan

Jelaskan pada

kesehatan
Jelaskan

D. IMPLEMENTASI dan EVALUASI FORMATIF


Tanggal/

Dx Keperawatan

Implementasi

Evaluasi Formatif

Jam
9 Januari

Cemas tingkat ringan

Setelah perkenalan dan

2016
14.00 WIB

( Menjelang persalinan )

menjelaskan tujuan serta kontrak

Ny. F menyatakan sudah paham

pada Keluarga Tn. K

waktu dilanjutkan dengan :

dengan penjelasan yang

khususnya Ny. F

a.

berhubungan dengan
ketidakmampuan
keluarga mengenal

b.

Subjektif :

Menjelaskan bagaimana

disampaikan

persiapan menjelang

persalinan

Ny. F dapat menjawab pertanyaan

Menjelaskan tanda-tanda

yang diajukan pada saat evaluasi

Objektif :

palsu dan tanda-tanda pasti

masalah

persalinan
c.

Menjelaskan kapan ibu harus


di bawa ke rumah sakit

d.

Menjelaskan makanan yang


bergizi untuk ibu menyusui

Potensial peningkatan

Setelah menjelaskan tujuan serta

derajat kesehatan

kontrak waktu dilanjutkan

Ny. F mengatakan bahwa rutin

dengan :

memeriksakan kehamilannya ke

Menjelaskan perlunya

bidan.
Objektif :

memeriksakan kehamilan dan

Subjektif :

Buku KIA Ny. F terisi sesuai

mengkonsultasikannya ke bidan

dengan tanggal kunjungan

atau dokter

ANC.

EVALUASI SUMATIF
N
O
1

Dx Keperawatan
Cemas tingkat ringan ( Menjelang

dengan

khususnya Ny. F berhubungan dengan

disampaikan

masalah

Potensial peningkatan derajat kesehatan

TTD

: Ny. F menyatakan sudah paham

persalinan ) pada Keluarga Tn. K


ketidakmampuan keluarga mengenal

Evaluasi Sumatif

penjelasan

yang

: Ny. F dapat menjawab pertanyaan


yang diajukan pada saat evaluasi

: Tujuan khusus tercapai

: Hentikan tindakan

: Ny. F mengatakan bahwa rutin


memeriksakan
bidan

kehamilannya

ke

TTD

Klien

kehamilannya
puskesmas.

A
P

rutin
ke
Terlihat

memeriksakan
bidan

atau

buku

KIA

tertulis lengkap tentang ANC


: Tujuan khusus tecapai
: Hentikan tindakan