Anda di halaman 1dari 29

KINETIKA LINEAR

Menjelaskan penyebab gerak linear


Anda sedang menyaksikan pertandingan angkat berat olimpiade. Berat pada
barbell dua kali lebih berat disbanding dengan sang atlit. Atlit tersebut mendekati
barbell dan memegangnya dengan erat menggunakan kedua tangannya. Sambil
meraung keras, atlit tersebut menarik palang barbell dan mengangkat barbell
tersebut keatas kepalanya dengan satu gerakan yang mudah. Gaya(usaha) apa
yang digunakan atlit tersebut pada barbell untuk menciptakan gerakan yang baru
saja anda saksikan ? Hukum gerak Newton yang dikemukan lebih dari 300 Tahun
lalu memberikan kita dasar untuk menganalisa situasi seperti ini. Bab ini
memperkenalkan Hukum gerak Newton dan penerapnya untuk menganalisa gerak
manusia.
Tujuan:
Ketika anda menyelesaikan bab ini, anda harus mampu melakukan hal-hal dibawah
ini:

Menjelaskan 3 Hukum Newton


Menerapkan Hukum gerak kedua Newton untuk menentukan
Percepatan(akselerasi) pada suatu objek jika gaya yang bertindak pada objek
diketahui
Menerapkan Hukum gerak kedua Newton untuk menentukan gaya total yang
bertindak pada objek jika percepatan dari objek diketahui.
Menentukan Impuls
Menentukan momentum
Menjelaskan hubungan antara Impuls dan momentum
Mendeskripsikan hubungan antara Impuls dan momentum

Isaac Newton adalah seorang ahli matematika Inggris , dia lahir pada hari natal di
tahun 1642, Tahun yang sama ketika galileo meninggal dan kelahirannya tepat 3
bulan setelah ayahnya meninggal (Westfall 1993, hal.7) Newton meninggal pada
tanggal 20 maret 1727. Newton adalah mahasiswa Universitas Cambridge yang
kemudian menjadi professor disana. Ide-idenya tentang mekanika (dan hitungan)
banyak tercipta selama 2 tahun masa kemunduran perkebunan keluarganya di
Lincolnshire ketika dia berumur sekitar 20 tahun. Masa kemunduran ini terjadi
akibat wabah di Inggris, yang menyebabkan penutupan sementara kampus
Universitas Cambridge antara tahun 1665 hingga 1667. Meskipun itu menyebabkan
kerusakan namun wabah ini satu keuntungan bagi Isaac Newton untuk menyusun
dasar dari ilmu mekanika versinya dengan waktu yang tak terbatas.
Lebih 20 tahun berlalu sebelum Newton membagikan hasil kerjanya untuk orang
lain pada tahun 1686, ketika bukunya Philosophiae naturalis principia mathematica
( Prinsip-prinsip matematika dari filosopi alam) atau sering disebut dengan Principia
di publikasikan. Principia ditulis dalam bahasa Latin, bahasa yang digunakan para
ilmuwan pada waktu itu. Di dalam Principia , Newton menyampaikan 3 hukum

tentang gerakan dan hokum tentang gravitasi ciptaannya. Hukum-hukum ini


membentuk dasar untuk mekanika modern. Hukum-Hukum inilah yang menjadi
dasar untuk ranting mekanika yang disebut kinetika. Dinamika adalah cabang dari
mekanika yang menyangkut tentang mekanika dari objek yang bergerak. Kinetika
adalah cabang dari dinamika yang menyangkut tentang gaya(usaha) yang
menyebabkan gerak. Bab ini secara khusus membahas tentang Kinetika Linear atau
penyebab gerakan linear. Pada bab ini anda akan mempelajari tentang Hukum
gerak Newton dan bagaimana mereka bisa digunakan untuk menganalisa gerakan.
Topik yang dipelajari pada bab ini akan memberikan dasar bagi anda untuk
menganalisa dan menjelaskan teknik yang digunakan dalam banyak gerakan pada
Olahraga.
HUKUM GERAK PERTAMA NEWTON: Hukum Kelembaman
Corpus omne perseverare in statu sue quiescendi vel movendi uniformiter in
directum. Nisi quatemus a viribus impressis cogitur statum illum mutare. (Newton
1686/1934 p.644)
Ini adalah Hukum gerak Pertama Newton dalam bahasa latin sebagai mana tertulis
didalam Principia. Hukum ini biasa disebut sebagai Hukum kelembaman . Jika
diartikan secara langsung, Hukum ini menyatakan Setiap benda akan tetap diam
jika benda tersebut sebelumnya atau akan tetap bergerak jika sebelumnya bergerak
kecuali ada gaya yang dapat mempengaruhinya (Newton 1686/1934 hal.644)
Hukum ini menjelaskan apa yang terjadi pada suatu objek jika tidak ada gaya yang
mempengaruhinya atau gaya yang bekerja pada objek sama dengan nol. Atau
secara sederhana Hukum pertama Newton menyatakan jika tidak ada gaya yang
mampu mempengaruhi objek maka objek akan tetap pada kondisi awalnya. Jika
awalnya objek tersebut diam maka objek tersebut akan tetap diam jika tidak ada
gaya yang mempengaruhi dan jika awalnya objek tersebut bergerak maka objek itu
akan tetap bergerak jika tidak ada yang mempengaruhi
yang mempengaruhi objek sama dengan nol, maka kecepatan peluru konstan
atau tidak berubah. Hukum gerak pertama Newton menjadi dasar untuk
menggambarkan persamaan gerak horizontal dari peluru yang dibahas pada bab
sebelumnya Setiap benda akan tetap diam jika benda tersebut sebelumnya atau
akan tetap bergerak jika sebelumnya bergerak kecuali ada gaya yang dapat
mempengaruhinya
Mari kita lihat bagaimana Hukum gerak pertama Newton berlaku pada gerakan
manusia dalam olahraga. Dapatkah anda bayangkan satu situasi dimana tidak ada
gaya yang mempengaruhi suatu objek ? ini pasti sulit. Gravitasi adalah gaya yang
bekerja pada semua objek yang ada dibumi dan sekitarnya. Ternyata, tidak ada
situasi dalam olahraga atau gerakan manusia yang sesuai dengan Hukum gerak
pertama Newton! Apakah ini benar ? Mungkin kita dapat menemukan penerapan
Hukum gerak pertama Newton dalam olahraga jika kita berpendapat hanya ada
gerakan suatu objek atau benda dalam suatu arah spesifik. Sebenarnya kita sudah
beberapa kali menggunakan Hukum gerak pertama Newton pada bab-bab
sebelumnya. Pada akhir bab 1 kita menganalisa gerak peluru. Kita melakukan ini
dengan membagi gerak peluru menjadi komponen vertical dan horizontal. Secara

tegak lurus kecepatan peluru terus-menerus berubah, dan dipercepat ketika turun
kebawah sekitar 9.81m/s dikarenakan gaya gravitasi. Dalam arah vertikal , Hukum
gerak pertama Newton tidak berlaku. Secara mendatar kecepatan mempengaruhi
peluru. Ini adalah kejadian dimana Hukum gerak pertama Newton berlaku. Jika
tekanan udara dapat diabaikan, gaya horizontal.
Hukum gerak pertama Newton juga berlaku jika gaya eksternal benar-benar
mempengaruhi objek , selama jumlah dari gaya-gaya tersebut sama dengan nol.
Jadi, suatu objek akan tetap bergerak atau akan tetap diam jika gaya eksternal yang
mempegaruhi objek sama dengan nol. Pada bab 1 kita mempelajari tentang
Keseimbangan Statis (Jumlah gaya eksternal yang mempengaruhi objek sama
dengan nol jika objek berada dalam Keseimbangan statis). Hukum gerak pertama
Newton adalah dasar untuk Keseimbangan Statis. Meskipun demikian, Hukum ini
juga mendalami tentang objek bergerak. Jika suatu benda bergerak dengan
kecepatan tetap pada suatu garis lurus, maka jumlah gaya yang c
Sebenarnya kita sudah menganalisa bab 1 dan bab 2 berdasarkan Hukum geerak
pertama Newton , Namun kita belum menyadari pada saat itu. Sekarang kita telah
mengetahui Hukum gerak pertama Newton , mari kita menganalisa hal lain.
Bayangkan anda sedang memegang barbell seberat 10 pon. Seberapa besar gaya
yang anda perlukan untuk tetap memegangnya ? gaya eksternal apakah yang
mempengaruhi barbell tersebut ? Secara tegak lurus, gravitasi menggunakan suatu
gaya kebawah yang setara dengan berat barbell yaitu 10 pon. Tangan anda
berusaha melawan reaksi gaya tersebut keatas. Menurut hokum gerak pertama
Newton, suatu objek akan tetap diam jika tidak ada gaya yang mempengaruhinya
atau jumlah gaya yang mempengaruhinya sama dengan nol. Karena barbell tetap
diam maka jumlah gaya yang mempengaruhinya sama dengan nol. Perhatikan
diagram 3.1 yang memaparkan bentuk barbell secara diagram
Diagram 3.1 keadaan barbell ketika digenggam ditangan
Dua gaya yang mempengaruhi barbell tersebut merupakan gaya vertikal, gaya
gravitasi mempengaruhi kebawah dan gaya yang dihasilkan oleh reaksi tangan
anda mempengaruhi keatas. Karena barbell tidak bergerak, (V= Konstan) kita dapat
menggunakan persamaan 3.3b untuk menyelesaikan gaya yang dihasilkan oleh
reaksi tangan anda.
Fy = 0

(3.3b)

Fy = R + (-W) = 0
R = W = 10 pon
Dimana :
R = Gaya yang dihasilkan oleh reaksi tangan anda
W = Berat dari barbell tersebut
Ketika anda memegang barbell seberat 10 pon, gaya yang perlu anda gunakan
untuk menahannya adalah 10 pon keatas. Kita dapat menyelesaikan analisa jika

menganggap keatas adalah arah positif. Dikarenakan jawaban yang kita peroleh
bernilai positif , ini menunjukkan bahwa gaya mengarah keatas.
Sekarang mari lihat bagaimana jika barbell bergerak. Akan lebih baik jika anda
benar-benar mempraktekkannya. Jadi mulailah mencoba.
LATIHAN 3.1
Ambillah satu barbell jika anda punya, jika tidak gunakan buku atau benda lain yg
memiliki berat lebih dari 5 pon. Anggap anda mempunyai barbell ( Jika tidak
bayangkan buku atau apapun yang anda gunakan adalah barbell) seberat 10 pon.
Genggamlah buku barbell tersebut. Saat anda mulai mengangkat barbell , barbell
tersebut bergerak secara konstan keatas, berapa besarkah gaya yang harus anda
hasilkan untuk menjaga agar barbell bergerak keatas dengan kecepatan konstan ?
dan bagaimana dengan gaya yang diperlukan untuk menahan barbell ? Ingat, kita
sedang mencari seberapa besar gaya yang anda gunakan ketika barbell bergerak
keatas dengan kecepatan konstan, bukan ketika barbell mulai diangkat. Gaya
eksternal apakah yang bekerja pada barbell tersebut ? Secara tegak lurus, gravitasi
masih menghasilkan gaya kebawah dikarenakan berat dari barbell tersebut,
sementara tangan anda tetap menghasilkan reaksi gaya agar barbell terangkat.
Menurut Hukum gerak pertama Newton, setiap benda akan tetap diam kecuali ada
gaya yang dapat mempengaruhinya. Karena barbell tetap bergerak dengan
kecepatan konstan, berarti gaya yang bekerja pada barbell sama dengan nol.
Gambar 3.2 menunjukkan diagram tentang barbell tersebut.
Gambar 3.2 Diagram keadaan barbell ketika bergerak dengan kecepatan
konstan
Dua gaya eksternal yang mempengaruhi barbell sama kuatnya. Gaya gravitasi
mendorong kebawah sementara gaya yang dihasilkan tangan anda mendorong
keatas. Kita akan menggunakan persamaan yang sama yaitu persamaan 3.5 untuk
menjumlahkan gaya yang dihasilkan tangan anda. Dikarenakan jumlah
penghitungannya sama, maka hasil reaksi gaya tetap 10 pon keatas.
Ketika anda mengangkat barbell seberat 10 pon keatas dengan kecepatan konstan,
gaya yang anda perlukan agar barbell tetap bergerak dengan kecepatan yang sama
adalah 10 pon keatas. Dan jika anda menurunkan barbell kebawah , gaya yang
digunakan tetap 10 pon keatas.

1. CCC
Hukum pertama Newton tentang gerak berlaku untuk gerak resultan dari sebuah
objek dan komponen gerak resultan tersebut. Karena gaya dan kecepatan adalah
vektor, Hukum pertama Newton dapat diterapkan untuk setiap arah gerakan. Jika
tidak ada gaya eksternal yang mempengaruhi, atau jika jumlah komponen gaya
dalam arah yang ditentukan sama dengan nol, maka tidak ada gerakan dari objek
dalam arah tersebut atau kecepatan dalam arah tersebut adalah konstan(tetap).

Hukum pertama Newton tentang gerak berlaku untuk gerak resultan dari sebuah
objek dan komponen gerak resultan ini.

KEKEKALAN MOMENTUM
Hukum pertama Newton tentang gerak menjadi dasar bagi prinsip kekekalan
momentum (Jika kita hanya mempertimbangkan objek yang massanya konstan).
Sebenarnya , prinsip kekekalan momentum pertama kali ditemukan oleh Rene
Descartes dan Christian Huggens (Matematis belanda) sebelum Newton
mempublikasikan Principia, tapi itu bukanlah topic pembahasan kita. Apakah
momentum itu ? Momentum Linear adalah hasil dari massa benda dan kecepatan
linearnya. Semakin cepat benda bergerak, semakin besar momentum yang
dihasilkannya. Jadi, Momentum adalah cara mengukur gerak dan inersia sebuah
objek secara bersamaan dalam satu ukuran. Momentum Linear didefinisikan secara
matematis dalam persamaan 3.6
L = mV
Dimana
L = Momentum Linear
m = Massa ( berat )
V = Kecepatan sesaat
Hukum pertama Newton tentang gerak pada dasarnya menyatakan bahwa
kecepatan sebuah benda adalah konstan jika gaya total yang bekerja pada benda
adalah nol. Dalam olahraga dan gerakan manusia , sebagian besar objek yang kita
gunakan memiliki masssa konstan ( Setidaknya selama jangka waktu yang pendek
dari kegiatan kita, kita dapat menganalisa). Jika kecepatan suatu benda konstan,
maka momentum benda tersebut juga konstan karena massanya tidak berubah.
Momentum akan tetap konstan jika jumlah gaya eksternal nol. Hal ini dapat
dinyatakan secara matematis sebagai berikut :
L = Konstan Jika F = 0

(3.7)

Dimana
L = Momentum Linear
F = Jumlah gaya eksternal
Karena kecepatan adalah besaran vektor (Memiliki ukuran dan arah), momentum
juga merupakan besaran vektor. Total momentum suatu benda dapat diselesaikan
menjadi komponen , atau jika komponen momentum diketahui, komponen dapat
dijumlahkan bersama-sama (Menggunakan penjumlahan vektor) untuk menentukan
momentum yang dihasilkan. Kekekalan momentum berlaku untuk komponen
momentum, sehingga persamaan dapat diwakili oleh persamaan untuk 3 dimensi :
Lx = Konstan

Jika

Fx = 0

(3.8)

Ly = Konstan

Jika

Fy = 0

Lz = Konstan Jika

Fz = 0

(3.9)

(3.10)

Tidak ada gunanya menggunakan Kekekalan Momentum untuk menganalisa suatu


objek. Mengapa kita membahas tentang massa sementara yang perlu kita
khawatirkan dengan Hukum pertama Newton adalah Kecepatan ? Nilai prinsip
Kekekalan Momentum akan terlihat jelas jika kita tidak fokus pada satu objek ,
melainkan sekelompok benda. Sistem analisa dua objek atau lebih akan lebih
sederhana jika semua benda dianggap sebagai bagian dari satu hal. Jika bendabenda tersebut dianggap sebagai satu sistem , maka gaya dari objek terhadap
objek lainnya adalah gaya internal dan tidak mempengaruhi gerak seluruh sistem.
Kita tak perlu tau apa objek tersebut ! Kita hanya perlu gaya eksternal - gaya yang
dihasilkan oleh agen eksternal ke sistem yang akan merubah gerak sistem
tersebut. Menurut prinsip Kekekalan Momentum , Momentum total dari suatu sistem
objek adalah konstan jika gaya eksternal yang mempengaruhi sistem adalah nol .
Momentum total dari suatu sistem objek adalah konstan jika gaya eksternal yang
mempengaruhi sistem adalah nol.
Li = (m u) = m1u1 + m2u2 + m3u3 = m1V1 + m2V2 + m3V3 = (m V) = Lf =
Konstan (3.11)
Dimana
Li = Momentum linear awal
Lf = Momentum linear akhir
m = massa bagian dari sistem
u = Kecepatan awal
V = Kecepatan akhir
Prinsip kekebalan momentum ini sangat berguna untuk menganalisa Tumbukan
( benturan ).
Tumbukan adalah hal biasa dalam olahraga ; Bola baseball membentur tongkat
pemukul, bola tenis mengenai raket, bola membentur kaki, pemain bertahan
menabrak penyerang dalam sepakbola dan lain-lain. Hasil dari tumbukan dapat
dijelaskan dengan prinsip Kekekalan Momentum

TUMBUKAN ELASTIS
Ketika dua benda bertumbukan dalam tabrakan, momentum mereka tetap. Kita
dapat menggunakan prinsip ini untuk memprediksikan gerakan suatu objek
sebelum tabrakan dalam situasi tertentu jika kita tahu massa dan kecepatan objek
tersebut sebelum tabrakan. Untuk memperjelas ilustrasi kekebalan momentum,
lihat latihan 3.2 . Untuk tumbukan 2 koin , persamaan 3.11 disederhanakan menjadi
:

Li = (m u) = m1u1+m2u2 = m1V1+m2V2 = (m V) = Lf (3.12)


Persamaan ini memberikan kita beberapa informasi tentang apa yang terjadi
setelah tabrakan, tetapi tidak dapat menunjukkan kecepatan pasca tabrakan
kecuali kita tahu apa yang terjadi setelah tabrakan. Kita memiliki satu persamaan,
tapi ada dua variabel yang tidak diketahui (V1 dan V2). Sebagai Contoh untuk
persoalan koin kita, persamaan ini menjadi :
mAuA+mBuB = mAVA+mBVB (3.13)
dalam contoh koin tersebut , kita tahu apa yang terjadi setelah tumbukan. Kita
dapat mengamati bahwa kecepatan Koin A adalah nol(mendekati nol) setelah
tumbukan. Kecepatan Koin B sebelum tumbukan sama dengan nol (u b= 0 ) dan
kecepatan koin A setelah tumbukan sama dengan nol (V A=0) jadi :
mAuA = mbVb (3.14)
massa dari koin A dan B sama besarnya , mA=mB , jadi
uA=VB
Kecepatan Koin A sebelum terjadi tumbukan sama dengan kecepatan Koin B setelah
tumbukan.
Sekarang mari kita periksa tumbukan antara nikel dan koin dalam bagian kedua dari
latihan 3.2 dan mencoba untuk mencari tahu kecepatan koin setelah tumbukan.
Dari pengamatan tersebut kita tahu bahwa kecepatan nikel setelah tabrakan sama
dengan nol (menekati nol) . mari kita gunakan persamaan 3.14 lagi, tapi bukan
menggunakan istilah a dan b , kita akan menggunakan istilah p untuk mewakili koin
dan istilah n untuk nikel. Maka
mpup = mnVn
Persaman untuk menentukan kecepatan nkel ( Vn) setelah tabrakan :
Vn = Up ( mp/mn )
Kecepatan koin setelah tumbukan sebanding dengan kecepatan koin sebelum
tabrakan dikali dengan perbandingan massa nikel dan massa koin. Massa dari koin
yang baru adalah 2.5 g massa dari nikel yang baru adalah 5 g. massa dari koin (mp)
adalah setengah massa nikel (mn), jadi kecepatan nikel (V n) adalah setengah dari
kecepatan sebelum tabrakan (Up).

Latihan 3.2
Ambil 2 koin dan taruh mereka diatas meja ( atau permukaan datar dank eras
laainnya) terpisah sekitar 5cm. Sentil salah satu koin tersebut (Koin A) kearah koin
yang lain ( Koin B) sehingga koin yang disentil mengenai koin yang lainnya tepat
ditengah koin tersebut bukan disamping atau dibagian lainnya. Lakukanlah ini
beberapa kali. Apa yang terjadi ? Setelah tabrakan , Koin A berhenti atau Hampir
tidak bergerak , dan koin B sekarang bergerak kearah yang sama dengan koin A
sebelum tabrakan dan memiliki kecepatan yang sama dengan koin A sebelum
tabrakan. Sebelum tabrakan, momentum total dari sistem adalah massa koin A

dikali kecepatannya. Karena koin B tidak bergerak, maka koin B tidak


mempengaruhi momentum total tersebut. Setelah tabrakan , momentum total dari
sistem adalah massa koin B dikali kecepatannya, maka momentum tetap. Ketika
koin A menabrak koin B , koin A memindahkan momentumnya ke koin B .
Lakukanlah percobaan lagi, namun kali ini gunakan nikel sebagai pengganti koin B,
apa yang terjadi setelah koin menabrak nikel ? dalam situasi ini , koin berhenti
(Hampir berhenti) dan nikel bergerak serah dengan koin ketika koin bergerak
sebelum menabrak. Apakah momentumnya tetap sama ? Sebelum tabrakan,
momentum dari sistem adalah massa koin dikali kecepatannya. Setelah tabrakan,
momentum dari sistem adalah massa nikel dikali kecepatannya. Kecepatan nikel
setelah tabrakan lebih lambat dibanding kecepatan koin sebelum tabrakan , karena
massa nikel lebih berat daripada massa koin. Momentum total dari sistem tidak
berubah
Gambar 3.3 Tumbukan elastis dari koin yang bergerak terhadap nikel yang diam.
Misalkan kecepatan koin adalah 2 m/s sebelum tabrakan . setelah tabrakan nikel
akan memiliki kecepatan sebesar 1 m/s. penyelesaian dapat dilihat pada gambar
3.3
Tumbukan antar dua koin adalah contoh sederhana Tumbukan Elastis dalam bentuk
dua dimensi. Dalam suatu tumbukan elastis sempurna, tak hanya momentum yang
tidak berubah, namun energi kinetik juga tidak berubah. Hal ini memberikan
informasi tambahan yang kita perlukan untuk menentukan kecepatan suatu objek
setelah terjadi tumbukan. Kita akan mengetahui lebih banyak tentang energy
kinetik pada bab berikutnya. Dalam banyak situasi yang melibatkan Tumbukan
Elastis sempurna antar dua objek , setiap objek memindahkan semua
momentumnya kepada objek lain selama masa terjadinya tumbukan. Jika tumbukan
terjadi antara benda yang diam dan benda yang bergerak, setelah tumbukan benda
yang diam akan bergerak dan benda yang bergerak akan diam. Tumbukan antar
koin adalah contoh dari tumbukan ini.
Jika kedua benda yang berada pada tumbukan elastis sempurna bergerak digaris
yang sama dalam arah yang berlawanan , setiap objek memindahkan
momentumnya ke objek yang lain. Dalam situasi ini kita harus ingat bahwa
momentum adalah besaran vektor, jadi momentum setiap objek berlawanan
dengan momentum objek lainnya dalam tumbukan. Cobalah bagian pertama
Latihan 3.2 tapi kali ini coba sentil kedua koin tersebut sehingga mereka saling
bertabrakan satu sama lain. Apa yang terjadi ? setelah mereka bertabrakan, mereka
memantul satu sama lain dan bergerak berlawanan dengan arah mereka sebelum
terjadi tabrakan. Jika koin A bergerak lebih cepat daripada koin B sebelum terjadi
tabrakan, koin B akan bergerak lebih cepat setelah tabrakan dan arahnya berubah
dari sebelumnya, sementara koin A akan bergerak lebih lambat setelah tabrakan
dan arahnya berubah dari sebelumnya. Jika tumbukan kedua koin tersebut
sempurna, maka momentum sebelum tabrakan dipindahkan kepada satu sama lain
setelah tabrakan. Dikarenakan tumbukan adalah tumbukan elastis sempurna ,
momentum Koin A sebelum tabrakan sebanding dengan momentum koin B setelah
tabrakan, dan begitu sebaliknya.
mAuA = mBVB
mBub = mAVA

Dalam contoh koin , jika Koin A bergerak kekanan dengan kecepatan 1 m/s dan koin
B bergerak kekiri dengan kecepatan 2 m/s. Maka momentum total dari sistem
adalah 2.5 g.m/s kekiri (masa koin sama dengan 2.5g). Jika kita merubah arah kita
kekanan, maka :

MAUA = mBVB

mBuB = mAVA

(2.5g) (+1m/s) = (2.5g) VB

dan

2.5 gm/s = (2.5g) VB


VB = +1m/s

(2.5g) (-2 m/s) = (2.5g) VA


-5 g.m/s = (2.5g) VA

VA = -2 m/s

Kecepatan koin A setelah tabrakan adalah 2 m/s kekiri, dan kecepatan koin B
setelah tabrakan adalah 1 m/s kekanan. Gambaran dari situasi ini dapat dilihat pada
gambar 3.4

Gambar 3.4. tumbukan elastis dua koin bergerak berlawanan arah


Kita sudah mendeskripsikan 2 tipe linear, dan tumbukan elastis sempurna antar 2
objek. Dalam situasi yang pertama, objek yang bergerak bertumbukan dengan
objek yang diam. Dalam situasi kedua, dua objek yang bergerak saling menabrak
satu sama lain. Sebenarnya ada tipe ketiga dari tumbukan elastis sempurna. Dalam
situasi ini, kedua objek bergerak dalam arah yang sama namun kecepatannya
berbeda. Objek yang bergeak lebih cepat menabrak objek yang lebih lambat.
Momentum dari objek yang bergerak lebih cepat dipindahkan ke objek yang
bergerak lebih lambat setelah tabrakan , objek yang sebelumnya bergerak lebih
cepat berhenti, dan objek yang bergerak lebih lambat kini memiliki momentum total
dari sistem. Tipe tumbukan ini dan persamaannya dijelaskan pada gambar 3.5
TUMBUKAN INELASTIS
Tumbukan yang telah kita bahas, adalah tumbukan elastis sempurna. Tidak semua
tumbukan adalah tumbukan elastis sempurna. Kebalikan dai tumbukan elastis
sempurna adalah tumbukan inelastis sempurna.
Dalam tumbukan inelastis sempurna , momentum tetap tidak berubah, namun
setelah terjadi tumbukan objek tidak memantul satu sama lain, melainkan menyatu
dan bergerak bersamaan dengan kecepatan yang sama. Kondisi setelah terjadi
tumbukan ini memberikan kita informasi tambahan yang kita butuhkan untuk
menentukan kecepatan objek setelah terjadi tumbukan dalam tumbukan inelastis.
Persamaan berikut mendeskripsikan gerak dari dua objek secara linear adalah
tumbukan inelastis sempurna. Tumbukan dinyatakan elastis atau inelastis
ditunjukkan pada persamaan 3.12, yang mendeskripsikan momentum dari kedua
objek tersebut.

Li = (m u) = m1u1 + m2u2 = m1V1 + m2V2


= (m u) = Lf
m1u1 + m2u2 = m1V1 + m2V2
dalam tumbukan inelastis sempurna
V1 = V2 = V = Kecepatan akhir
Gambar 3.5. Tumbukan dua koin setelah bergerak dalam arah yang sama.
Maka ,
m1u1 + m2u2 = (m1 + m2) V
Tumbukan yang terjadi pada American Football (ragbi) kebanyakan adalah contoh
dari tumbukan inelastis. Pemain penyerang bertabrakan dengan pemain bertahan
adalah salah satu contohnya. Dalam tumbukan ini, kedua pemain yang bertabrakan
bergerak bersamaan setelah terjadi tumbukan. Apa yang terjadi setelah tabrakan
ini benar-benar mempengaruhi pemain dan hasil pertandingan. Dapatkah pemain
penyerang yang lebih ringan dan lebih cepat melebihi momentum dari pemain
bertahan yang lebih berat dan lebih lambat ? Dalam ragbi , berat dan kecepatan
sama pentingnya. Pemain cepat dan berbadan besar adalah pemain yang sangat
baik. Mari kita lihat suatu kejadian untuk mengilustrasikan mekanika dari tumbukan
inelastis.
Misalkan seorang penyerang seberat 80 kg menabrak pemain bertahan seberat 120
kg di udara ketika akan melakukan touchdown. Sebelum tabrakan kecepatan
penyerang adalah 6 m/s kearah garis gol lawan dan kecepatan pemain bertahan
adalah 5 m/s pada arah berlawanan. Jika tumbukan yang terjadi adalah tumbukan
inelastic sempurna, akankah penyerang menghasilkan touchdown setelah tabrakan
atau tidak ?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan mulai dengan persamaan 3.15
m1u1 + m2u2 = (m1 + m2) V
anggaplah bahwa arah positif adalah kearah garis gol. Setelah kita masukkan nilai
yang diketahui sebelum tumbukan maka :
(80 kg) (6m/s) + (120 kg) (5 m/s) = (80 kg + 120 kg) V
Untuk menjelaskan nilai V (Kecepatan akhir ) :
480 kg. m/s 600 kg. m/s = (200 kg) V
-120 kg. m/s = (200 kg) V
V=

120 kg . m/s
200 kg

= -0.6 m/s

Penyerang mencetak angka. Dia dan pemain bertahan akan bergerak kebelakang
garis gol dengan kecepatan 0.6 m/s. Kebanyakan dalam olahraga bukanlah
tumbukan elastis bukan juga inelastis, tetapi berada diantaranya. Tumbukan

tersebut adalah tumbukan elastis tapi bukan tumbukan elastis sempurna. Koefisien
restitusi adalah alat untuk mengukur seberapa elastis tumbukan dari suatu objek.

KOEFISIEN RESTITUSI
Koefisien restitusi didefinisikan sebagai nilai absolut dari rasio kecepatan pemisahan
dengan kecepatan perdekatan. Kecepatan pemisahan berbeda dengan kecepatan
dua objek yang bertumbukan setelah tabrakan. Kecepatan pemisahan
mendeskripsikan seberapa cepat kedua objek saling menjauh. Kecepatan
perdekatan berbeda dengan kecepatan kedua objek yang bertumbukan sebelum
tabrakan. Kecepatan ini menjelaskan seberapa cepat kedua objek bergerak kearah
satu sama lain. Koefisien restitusi biasa disingkat dengan huruf e . secara
matematis ,

V 1 V 2
V 2 V 1
u1 u2 = u1 u2

e=
Dimana ,

e = Koefisien restitusi
V1 , V2 = Kepatan setelah tabrakan objek satu dan dua
u1 , u2 = Kecepatan sebelum tabrakan objek satu dan dua
Koefisien restitusi tidak memiliki satuan , untuk tumbukan elastis sempurna,
koefisien restitusinya adalah 1 , itu adalah nilai maksimum. Untuk tumbukan
inelastic sempurna koefisien restitusinya adalah 0 , itu adalah nilai minimum. Jika
kita mengetahui koefisien restitusi untuk tumbukan elastis bersamaan dengan
persamaan kekekalan momentum maka akan memberikan kita informasi yang
dibutuhkan untuk menentukan kecepatan setelah tumbukan dari objek yang
bertabrakan. Koefisien restitusi dipengaruhi oleh sifat kedua objek yang
bertabrakan. Koefisien restitusi dipengaruhi oleh kedua sifat dari objek dalam
tumbukan. Untuk olahraga yang menggunakan bola, sangat mudah mengukur jika
objek yang menumbuk bola adalah tetap dan tidak bergerak. Maka hanya
kecepatan bola sebelum dan sesudah tumbukan yang perlu diukur. Sebenarnya, jika
bola dijatuhkan dari ketinggian tertentu keatas permukaan datar yang tetap, maka
ketinggian pantulan dan titik jatuh menjadi data untuk menghitung koefisien
restitusi ( sesuai gambar 3.6)
e=

Ketinggian pantulan
Titik jatuh

(3.17)

Koefisien restitusi adalah ukuran penting dalam benyak olahraga yang


menggunakan bola , karena pantulan dari suatu bola dan permukaan yang
ditabrakkannya akan sangat mempengaruhi kompetisi. Jika tongkat pemukul
memiliki koefisien restitusi yang lebih tinggi daripada bola baseball , akan tercipta
banyak home run karenanya ( dan akan banyak pelempar yang cidera karena
terkena bola ).

Gambar 3.6 Koefisien restitusi bisa dihitung dari titik jatuh dan ketinggian
pantulan.
Jika tongkat golf memiliki koefisien lebih tinggi dibanding bola golf , pukulan sejauh
300 yar mungkin biasa saja. Karenanya, pembuat peraturan harus mengatur
koefisien pada bola dan alat yang digunakan pada olahraga yang menggunakan
bola.
Kebanyakan peraturan dalam olahraga yang menggunakan bola secara langsung
atau tidak langsung menentukan koefisien restitusi dari bola dan alat yang
digunakan. Peraturan USGA melarang tongkat golf memiliki koefisien restitusi
melebihi 0.83 dibanding dengan bola. Peraturan NCAA untuk basket pria
mengharuskan bola memantul pada ketinggian antara 49 dan 54 inci ( dihitung dari
atas bola) ketika dijatuhkan dari ketinggian 6 kaki. Dalam peraturan federasi
badminton kok harus memantul pada ketinggian 68 dan 72 inci ketika dicatuhkan
dari ketinggian 100 inci. Berapakah koefisien restitusi yang diperlukan untuk
badminton menurut peraturan tersebut ?
e=

Ketinggian pantulan
Titik jatuh

(3.17)

nilai rendah ,
e=

68
100

0.68

= 0.82

72
100

0.72

= 0.85

nilai tinggi ,
e=

menurut peraturan badminton, koefisien restitusi dari bola harus antara 0.82 dan
0.85. koefisien restitusi tongkat pemukul baseball sekitar 0.73 . Bagaimana bola
memantul ditentukan oleh koefisien restitusinya.
CONTOH 3.1
Bola golf dipukul dengan tongkat golf . massa dari bola adalah 46 g, dan massa
dari ujung tongkat adalah 210 g. Kecepatan ujung tongkat sebelum tabrakan adalah
10 m/s . Jika koefisien restitusi antara ujung tongkat dan bola adalah 0.8 , seberapa
cepat bola bergerak setelah tabrakan ?
JAWABAN:
Langkah 1 : catat nilai yang diketahui
mball = 46 g
mclub = 210
uball = 0 m/s

uclub = 50 m/s
e = 0.8
Langkah 2 : Tentukan variabel yang dicari
Vball = ?
Langkah 3 : Cari persamaan dengan nilai yang diketahui dan yang tidak diketahui
ada didalamnya
m1u1 + m2u2 = m1V1 + m2V2
mball uball + mclub uclub = mballVball + mclubVclub
e=

V 1 V 2
V 2 V 1
Vclub Vball
u 1 u 2 = u 1 u 2 = Uball Uclub

Langkah 4 : kita memiliki 2 variabel yang tidak diketahui , V club dan Vball , yang
mewakili kecepatan dari tongkat dan bola setelah terjadi tumbukan. Kita juga
memiliki 2 persamaan untuk digunakan. Jika jumlah persamaan sebanding dengan
jumlah variabel yang tidak diketahui, maka variabel yang tidak diketahui dapat
dihitung. Kita perlu menyelesaikan satu persamaan untuk satu variabel yang tidak
diketahui agar dapat menyelesaikan yang lainnya. Mari kita gunakan persamaan
koefisien restitusi untuk mencari kecepatan setelah tumbukan dari tongkat. Kita
ingin menggunakan persamaan tersebut agar kecepatan dari tongkat setelah
tumbukan (Vclub) terpecahkan secara sendirinya disatu sisi

Vclub Vball

e = Uball Uclub
e (Uball Uclub) = Vclub Vball
Vclub = e (Uball Uclub ) + Vball
Langkah 5 : Sekarang masukkan pernyataan diatas kedalam persamaan kekekalan
momentum.
mball Uball + mclub Uclub = mball Vball + mclub Vclub
mball Uball + mclub Uclub = mball Uball + mclub x [e (Uball Uclub ) + Vball ]
Langkah 6 : Masukkan variabel yang diketahui untuk mencari kecepatana bola
setelah tumbukan.
(46 g) (0) + (210 g) (50 m/s) = (46 g) Uball + (210 g) x [ 0.8 (0-50 m/s) + Vball ]
(210 g) ( 50 m/s) = Vball (46g +210g) (210g) (0.8) (50 m/s)
(210 g) (50 m/s) + (210 g) (0.8) (50 m/s) = V ball (256g)
Vball =

( 210 g ) ( 90
256 g

m
)
s

Vball = 74 m/s
Langkah 7 : Pemeriksaan
Kecepatan ini diatas 150 mil/jam , tapi itu tampanya biasa saja jika anda lihat
bagaimana kecepatan bola saat dipukul oleh tongkat golf.
Eksplorasi kita tentang Hukum gerak pertama Newton menunjukkan kita prinsip
kekekalan momentum dan tumbukan. Pada analisis tentang tumbukan, kita
menganggap kedua objek yang bertumbukan berada pada satu sistem yang sama.
Dan kita mengabaikan gaya dari tumbukan karena kita menganggap itu sebagai
gaya internal. Jika kita memisahkan salah satu objek dari tumbukan, maka gaya
tumbukan akan menjadi gaya eksternal, dan Hukum gerak pertama Newton tak lagi
dapat digunakan. Apa yang terjadi jika gaya eksternal mempengaruhi suatu
resultan objek yang gaya totalnya tidak sama dengan nol ? Newton menjelaskannya
pada Hukum gerak keduanya

HUKUM GERAK KEDUA NEWTON : HUKUM PERCEPATAN


Mutationem motis proportionalem esse vi motrici impressae , et fieri secundum
lineam rectum qua vis illa imprimatur. (Newton 1686 / 1934 , p.644)
Ini adalah Hukum gerak kedua Newton dalam bahasa latin sebagaimana tertulis
pada Principia. Hukum ini biasa disebut sebagai Hukum percepatan. Jika diartikan,
hokum ini berbunyi Perubahan gerak suatu benda sebanding dengan besar gaya
total dan arah gaya total (Newton 1686/1934 hal. 13). Hukum ini menjelaskan apa
yang terjadi jika gaya tota mempengaruhi suatu benda. Secara sederhana, Hukum
kedua Newton berkata bahwa jika gaya total diberikan pada suatu benda ,
percepatannya akan sebanding dengan jumlah gaya eksternal dan berbanding
terbalik dengan massanya. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :
F = m a

(3.18)

Dimana,
F = Jumlah gaya eksternal
m = massa benda
a = Percepatan benda
Ini adalah persamaan vektor lainnya, karena gaya dan percepatan adalah vektor.
Hukum kedua Newton berlaku pada komponen gaya dan percepatan. Persamaan
3.18 dapat ditunjukkan dengan persamaan 3 dimensi :
Fx = m ax

(3.19)

Fy = m ay

(3.20)

Fz = m az

(3.21)

Hukum kedua Newton menunjukkan hubungan sebab-akibat. Gaya menyebabkan


percepatan dan percepatan adalah pengaruh dari gaya. Jika gaya eksternal

mempengaruhi suatu benda, benda mengalami pecepatan. Jika benda mengalami


percepatan, maka pastilah suatu gaya eksternal yang mempengaruhi benda
tersebut. Hukum gerak pertama Newton juga berhubungan dengan Hukum gerak
keduanya ketika gaya total yang mempengaruhi benda sama dengan nol,
percepatan sama dengan nol.
Ketika benda mulai bergerak lalu berhenti, mempercepat geraknya lalu
memperlambatnya atau berubah arah , itulah percepatan dan gaya eksternal
berpengaruh karena percepatan ini.
Hukum gerak kedua newton menjelaskan bagaimana percepatan terjadi. Mari kita
lihat apakah kita dapat menerapkannya. Pada bab 2 , kita memeriksa gerak peluru.
Percepatan vertikal dari peluru dipengaruhi oleh hukum gerak kedua Newton. Jika
gaya yang mempengaruhi peluru hanya gaya kebawah yaitu gravitasi, maka
percepatan peluru akan mengarah kebawah dan sebanding dengan gaya. Karena
gravitasi adalah objek dari berat (W), kita mendapatkan hasil sebagai berikut :
Fy = m ay

(3.20)

W = m ay
W=mg

(1.2)

Persamaan ini sudah pernah kita gunakan pada bab 1 . Mari kita gunakan
penerapan lain dari hukum gerak kedua Newton yang menggunakan gaya
sebagaimana gaya gravitasi. Cobalah Latihan 3.3
LATIHAN 3.3
Coba lihat lift pada suatu gedung. Naiklah dan cobalah buat lift itu bergerak keatas
dan kebawah beberapa kali. Apa yang terjadi saat anda menaiki lift tersebut ?
Bagaimana rasanya saat lift mulai bergerak keatas ? Apakah anda merasa lebih
berat atau merasa lebih ringan ? Ketika lift berada pada bagian tengah gedung.
Apakah anda meras lebih berat atau lebih ringan ? bagaimana saat lift akan
berhenti pada lantai teratas ? apakah anda merasa lebih berat atau lebih ringan
saat lift mulai melambat ? anda mungkin merasa lebih berat saat lift bergerak
keatas dan merasa ringan saat lift akan berhenti. Saat anda ditengah gedung.
Mungkin anda tidak merasa apa-apa. Mengapa demikian ? apakah anda bertambah
berat saat lift bertambah cepat dan berkurang berat saat lift melambat ?
Sekarang mari kita periksa apa yang terjadi saat kita menaiki lift sebagaimana
dijelaskan pada latihan 3.3. Dengan menggunakan Hukum gerak kedua Newton.
Pertama-tama , gambarlah diagram berbentuk tubuh manusia lalu tentukan gaya
apa saja yang berpengaruh sat anda berdiri didalam lift.
Gambar 3.7 menunjukkan gambar seseorang yang berdiri didalam lift. Gravitasi
menarik anda kebawah sebagai gaya yang sebanding dengan berat anda. Apakah
ada gaya lain yang mempengaruhi anda ? bagaimana dengan reaksi gaya dibawah
kaki anda ? lantai lift memberikan suatu reaksi gaya kepada kaki anda. Jika anda
tidak menyentuh apapun selain lantai lift , maka gaya yang mempengaruhi anda
hanyalah gravitasi (berat anda) dan reaksi gaya dari lantai

Gambar 3.7 Diagram seseorang yang berdiri didalam lift


Gaya tersebut adalah gaya vertikal, jadi kita ingin mengetahui apa itu percepatan
dan arahnya , kita dapat menggunakan persamaan 3.20
Fy = m ay

(3.20)

Fy = R + (-W) = m ay

(3.22)

Dimana,
Fy = gaya eksternal pada arah vertikal
m = massa anda
ay = percepatan vertikal anda
W = Berat anda
R = Reaksi yang dihasilkan kaki anda dengan lift
Jika reaksi gaya R lebih besar daripada berat anda, anda merasa lebih berat dan
gaya total bekerja keatas, menghasilkan percepatan keatas. Inilah yang terjadi
ketika lift menambah kecepatan kearah atas, hal ini mendorong anda keatas dan
membuat anda merasa lebih berat. Jika gaya R setara dengan anda, anda tidak
akan merasa lebih berat atau lebih ringan karena gaya total sama dengan nol dan
tidak menghasilkan percepatan apapun. Jika anda dan lift sudah bergerak keatas
anda akan tetap bergerak keatas dengan kecepatan konstan. Jika reaksi gaya R
lebih kecil dari berat anda, anda akan merasa lebih ringan dan gaya total bekerja
kebawah, menghasilkan percepatan kebawah. Inilah yang terjadi saat lift mulai
melambat, anda mulai melambat keatas ( melambat kearah atas atau mengalami
percepatan kebawah) dan mulai merasa lebih ringan. Mari kita tegaskan analisa kita
dengan penghitungan kasar dalam latihan 3.4
LATIHAN 3.4
Anda dapat mencari hitungan kasar dari reaksi gaya R , dari lantai lift yang
mempengaruhi kaki anda dengan cara membawa timbangan berat badan saat anda
menaiki lift. Berdiriah diatas timbangan saat anda berada didalam lift. Timbangan
menunjukkan gaya yang anda hasilkan, yang mana hasilnya setara dengan gaya
yang dihasilkan kepada anda yang berasal dai reaksi gaya R. Penunjuk berat akan
bergerak melebihi berat anda saat lift mulai bergerak keatas dan anda dipercepat
keatas. Lalu penunjuk berat akan kembali keposisi berat badan anda saat lift tetap
bergerak keatas bersama dengan anda dalam kecepatan konstan. Penunjuk berat
akan bergerak kebawah berat badan anda saat lift mulai melambat dan percepatan
anda mengarah keatas.
Sementara anda berada didalam lift, mari kita amati apa yang terjadi ketika lift
bergerak kebawah dibanding bergerak keatas. Diagram yang digunakan tetap sama
dengan diagram saat lift bergerak keatas. Saat lift mulai turun, kecepatannya
bertambah kebawah. Anda akan merasa lebih ringan. Reaksi gaya dari lantai
(penunjuk berat) lebih kecil dibanding berat anda, jadi gaya total kebawah dan anda
dipercepat kebawah. Saat lift tetap bergerak kebawah, lift berhenti mempercepat
kecepatannya kebawah. Anda merasa berat anda normal. Reaksi gaya dari lantai
(penunjuk berat) setara dengan berat anda, maka gaya total sama dengan nol dan

anda bergerak dengan kecepatan konstan kebawah. Saat lift melambat ketika akan
sampai pada lantai terbawah, lift melambat dengan arah kebawah. Anda merasa
lebih berat. Reaksi gaya dari lantai (penunjuk berat) bergerak melebihi berat badan
anda, maka gaya total keatas dan anda dipercepat keatas (atau pergerakan anda
kebawah melambat).
Contoh lift tersebut tampaknya tidak begitu mewakili gerakan manusia dalam
olahraga, tapi coba pikirkan gaya yang harus anda hasilkan untuk mengangkat
barbell seberat 10 pon. Gaya eksternal yang bekerja pada barbell adalah tarikan
gravitasi kebawah dan gaya reaksi tangan anda keatas. Gaya totalnya adalah
perbedaan antara kedua gaya ini, sama seperti pada lift. Kapan rasanya sangat sulit
untuk mengangkat beban ? kapan rasanya mudah ? untuk mulai mengangkat , anda
harus mempercepat barbell keatas, untuk tetap membuatnya terangkat keatas
gaya total yang mempengaruhi barbell harus nol, dan barbell akan bergerak pada
kecepatan konstan. Gaya yang anda hasilkan pada barbell harus setara 10 pon.
Saat anda sudah mengangkatnya , anda harus memperlambat gerakan barbell
keatas, sehingga gaya total yang mempengaruhi barbell mengarah kebawah. Gaya
yang anda hasilkan harus kurang dari 10 pon. Ketika barbell berada diatas kepala,
barbell tak lagi bergerak, maka gaya yang mempengaruhi barbell sama dengan nol.
Gaya yang anda hasilkan pada barbell harus setara dengan 10 pon.
Sekarang mari kita perhitungkan seberapa besar gaya yang diperlukan untuk
mempercepat sesuatu secara horizontal. Jika nanti anda pergi ke arena bowling,
coba lakukan ini. Ambil sebuah bola bowling seberat 16 pon dan letakkan dilantai.
Cobalah gerakkan bola bowling itu secara horizontal dengan cara mendorongnya
dengan satu jari. Bisakah anda melakukannya ? seberapa besar gaya yang
diperlukan untuk mempercepat bola secara horisontal ? untuk mempercepat bola
secar horisontal , anda hanya memerlukan gaya yang sedikit. Hal ini akan mudah
dilakukan dengan satu jari. Lihatlah persamaan 3.19 untuk mendapat penjelasan
tentang ini.
Fx = m ax

(3.19)

Dalam arah horisontal, satu-satunya gaya lain yang mempengaruhi bola adalah
gaya gesekan kecil oleh lantai terhadap bola, jadi
Fx = Px + (-Ff )= m ax
Px Ff = m ax
Dimana
Px = gaya dorong dari jari
Ff = gaya gesek dari lantai

Untuk mempercepat bola secara horisontal dan mulai menggerakkannya, gaya


dorong dari jari anda harus sedikit lebih besar dibanding gaya gesek yang
dihasilkan lantai terhadap bola. Dalam hal ini , gaya yang anda hasilkan bisa lebih
kecil daripada 1 pon dan bola akan dipercepat.
Sekarang coba angkat bola dengan jari yang sama ( gunakan salah satu lobang jari
pada bola ). Bisakah anda melakukannya ? jika tidak gunakan semua tangan anda

dan ketika lobang jari pada bola . seberapa besar gaya yang dibutuhkan untuk
mempercepat bola keatas ? dalam hal ini, sangat sulit untuk mempercepat bola
keatas hanya dengan menggunakan satu jari. Kenapa kita harus menggunakan
gaya yang lebih untuk mempercepat benda keatas dibanding mempercepat benda
kesamping ? Lihat persamaan 3.20
Fy = m ay

(3.20)

Dalam arah vertikal, gaya vertikal lainnya yang dihasilkan pada bola adalah gaya
gravitasi.
Fy = Py + ( - w ) = m ay (3.22)
Py w = m ay
Dimana
Py = gaya Tarik keatas dari jari (atau tangan)
W = Berat
Untuk mempercepat bola keatas ( percepatan gravitasi), anda harus menghasilkan
gaya keatas yang lebih besar dibanding berat bola, yang berarti harus lebih besar
16 pon. Pada umumnya, untuk mempercepat sesuatu secara horisontal dibutuhkan
sedikit gaya (dan sedikit upaya) dan itu membuat sesuatu dipercepat keatas.
Gambar 3.8 mengilustrasikan ini secara grafik.
Gambar 3.8 akan lebih mudah mempercepat sesuatu secara horisontal daripada
mempercepat sesuatu secara vertikal
Kita tahu bahwa gaya total diperlukanuntuk memperlambat sesuatu atau
mempercepat sesuatu. Mempercepat dan memperlambat adalah contoh dari
percepatan. Apakah gaya total diperlukan untuk merubah arah ? YA ! Karena
percepatan terjadi akibat gaya total dan perubahan arah adalah percepatan, maka
gaya total diperlukan untuk merubah arah. Apa yang terjadi saat anda berlari
ditikungan ? anda merubah arah gerak anda. Karena anda merubah arah gerak
anda, anda berakselerasi (dipercepat). Gaya total harus mempengaruhi arah
horisontal untuk menghasilkan percepatan ini. Dari mana gaya horisontal berasal ?
bayangkan apa yang terjadi jika anda berlari melengkung diatas gelanggang es.
Anda tidak akan bisa melakukannya karena gaya gesek tidak mencukupi. Gesekan
adalah gaya eksternal horisontal yang menyebabkan anda merubah arah anda saat
anda lari melengkung.

CONTOH 3.2
Seorang pelari memiliki berat 52 kg berlari lurus pada kecepatan 5 m/s ketika
kakinya mengenai tanah. Gaya vertikal tanah yang mempengaruhi telapak kakinya
saat ini adalah 1800 N. gaya gesek yang mempengaruhi kakinya sekitar 300 N.
inilah gaya-gaya eksternal selain gravitasi yang mempengaruhi pelari. Seberapa
besarkah percepatan vertikal pelari dikarenakan gaya-gaya ini ?
JAWABAN :

Langkah 1 : Tuliskan data yang diketahui dan data yang dengan mudah dapat
diturunkan
m = 52 kg

Rx = 300 N

Ry = 1800 N W = m g = (52 kg) (9.81 m/s/s) = 510 N


Langkah 2 : Identifikasi variabel yang tidak diketahui dan hal yang ditanyakan
ay = ?
Langkah 3 : Cari persamaan yang meliputi variabel yang diketahui dan yang tidak
diketahui Hukum kedua Newton berlaku disini.
Fy = m ay
Fy = (Ry W) = m ay
Langkah 4 : Masukkan data dan selesaikan variabel yang tidak diketahui
1800 N 510 N = (50 kg) ay
ay = (1290 N) / (50 kg) = 25.8 m/s/s keatas
Langkah 5 : pemeriksaan
25.8 m/s/s hampir tiga kali lipat dibanding percepatan gravitasi (3gs). ini sudah
benar sebagai dampak dari berlari. Hasilnya positif, jadi ini menunjukkan
percepatan keatas. Kecepatan menurun pelari melambat seiring kakinya
menghentak tanah.
IMPULS DAN MOMENTUM
Secara matematis , hukum kedua Newton dijelaskan pada persamaan 3.18
F = m a

(3.18)

Ini hanya menjelaskan apa yang terjadi saat itu juga. Percepatan yang terjadi
karena gaya total adalah percepatan sesaat. Inilah percepatan yang dirasakan
manusia atau sesuatu benda saat gaya total mempengaruhi. Percepatan sesaat ini
akan berubah jika gaya total berubah. Kecuali gravitasi, kebanyakan gaya eksternal
yang berkontribusi pada gaya total berubah seiring waktu. Jadi percepatan yang
dikenakan suatu objek juga berubah seiring waktu.
Dalam olahraga dan gerak manusia, kita lebih sering focus pada hasil dari gaya luar
seorang atlit atau benda dalam suatu durasi waktu dari percepatan sesaat atlit
tersebut atau benda tersebut ketika gaya digunakan. Kita ingin tahu seberapa cepat
bola bergerak ketika pelempar menghasilkan gaya pada bola pada saat melakukan
lemparan.
Hukum kedua Newwton dapat kita gunakan untuk menentukannya. Persamaan 3.18
sedikit berbeda, kita dapat meninjau berapa rata-rata percepatan yang dihasilkan
suatu rata-rata gaya total.
F = m a (3.23)
dengan waktu saat gaya bekerja. Jika gaya tidak konstan, impuls adalah gaya ratarata dikali berapa lama gaya rata-rata bekerja. Impuls dihasilkan oleh suatu gaya

total yang bekerja dalam suatu kurun waktu yang mengubah momentum suatu
benda yang dipengaruhi oleh gaya total tersebut. Untuk mengubah momentum
suatu benda, massa benda atau kecepatan benda salah satunya harus berubah.
Dalam olahraga dan gerakan manusia, kebanyakan objek yang kita jumpai memiliki
massa yang tetap. Dengan demikian berarti perubahan momentum adalah
perubahan kecepatan. Dimana ,
F = gaya total rata-rata
a = percepatan rata-rata
Karena percepatan rata-rata adalah perubahan kecepatan atas waktu.
a=

Vf Vi
t

a=

V
t

(2.9)

Persamaan 3.23 menjadi


F = m a
F = m (

(3.24)

Kalikan kedua sisi dengan

=m

= m (Vf Vi)

, menjadi

(3.25)
(3.26)

Inilah hubungan antara impuls dan momentum. Impuls adalah hasil dari gaya
dikalikan
Saat Newton menyatakan hukum keduanya, dia mengartikan gerak sebagai
momentum. Perubahan momentum suatu objek sebanding dengan gaya yang
dihasilkan.
Hubungan impuls-momentum secara matematis ditunjukkan pada persamaan 3.26.
Sebenarnya ini hanyalah cara lain untuk mengartikan hukum kedua Newton.
Pengertian ini akan mempermudah kita untuk mempelajari gerakan manusia. Gaya
total rata-rata yang mempengaruhi dalam suatu interval waktu akan menyebabkan
perubahan momentum suatu objek. Kita dapat mengartikan perubahan momentum
sebagai perubahan waktu, karena kebanyakan objek memiliki massa yang tetap.
Jika kita ingin merubah kecepatan suatu objek, memperbesar gaya total rata-rata
yang mempengaruhi objek dengan cara menambah waktu ketika gaya total bekerja.
Gaya total rata-rata yang mempengaruhi dalam suatu interval waktu akan
menyebabkan perubahan momentum suatu objek.

MENGGUNAKAN IMPULS UNTUK MENINGKATKAN MOMENTUM


Kebanyakan tugas pemain dalam olahraga adalah untuk menyebabkan perubahan
besar pada kecepatan dari suatu objek. Pada saat pelemparan, bola tidak memiliki
kecepatan diawal lemparan, tugas pemain adalah membuat bola bergerak cepat
diakhir lemparan. Kita ingin meningkatkan momentumnya. Sama halnya saat
melakukan pukulan, tongkat tidak memiliki kecepatan saat akan diayunkan, tugas
pemain adalah membuat tongkat bergerak cepat sebelum membentur sesuatu.
Tubuh kita adalah objek yang ingin kita tingkatkan momentumnya pada saat
melakukan lompatan dan aktifitas lain. Dalam semua aktifitas ini, teknik yang
digunakan aka dijelaskan terpisah dengan hubungan antar impuls-momentum.
Perubahan besar pada kecepatan tercipta oleh perubahan oleh perubahan besar
dari gaya total rata-rata yang bekerja selama interval waktu yang cukup lama.
Karena gaya yang dihasilkan manusia memiliki batas, banyak teknik olahraga
melibatkan peningkatan durasi penggunaan gaya. Cobalah latihan 3.5 untuk
melihat bagaimana durasi gaya mempengaruhi suatu tindakan.
LATIHAN 3.5
Pegang satu bola pada tangan yang akan anda gunakan tuk melempar dan lihat
seberapa jauh ( atau seberapa cepat ) anda dapat melemparnya hanya dengan
gerak dari pergelangan tangan. Gerakkan tangan anda mulai dari pergelangan
kebawah, biarkan lengan bawah dengan atas dan bagian lain dari badan tidak
bergerak. Teknik ini tidak efektif bukan ? sekarang coba lemparkan kembali, kali ini
gunakan siku dan pergelanganmu. Gerakkan hanya bagian lengan bawah sampai
jari dan bagian tubuh lainnya tidak bergerak. Teknik ini lebih baik, namun tidak
begitu efektif. Untuk yang ketiga kali coba gunakan pundak, siku dan
pergelanganmu. Yang dapat bergerak hanyalah tanganmu dan biarkan bagian lain
tetap diam. Teknik ini adalah peningkatan dari yang sebelumnya, tapi anda masih
bisa melakukannya dengan lebih baik. Pada percobaan keempat cobalah melempar
sebagaimana anda inginkan. Lemparan ini mungkin adalah yang tercepat. Pada
pelemparan manakah anda dapat menghasilkan gaya yang mempengaruhi benda,
apakah saat waktu pelemparannya lama ? atau saat waktu pelemparannya
singkat ?
Pada latihan 3.5 , anda menghasilkan impuls terbesar ketika anda melempar bola
seperti biasa. Hasilnya , momentum bola mengalami perubahan yang sangat besar,
dan bola bergerak sangat cepat. Impuls yang besar adalah hasil dari gaya total
rata-rata yang besar secara keseluruhan pada waktu yang cukup lama. Anda
menghasilkan impuls terkecil saat anda melempar bola hanya menggunakan
pergelangan tangan. Momentum bola tidak begitu banyak berubah, dan bola
bergerak dengan kecepatan terkecil. Impuls yang kecil adalah hasil dari gaya total
rata-rata yang kecil secara keseluruhan pada waktu yang singkat. Saat anda
melempar bola seperti biasa anda menggunakan banyak anggota tubuh anda , dan
anda dapat menggunakan waktu yang banyak untuk menghasilkan gaya pada bola.
Maka menghasilkan lemparan tercepat. Karena penggunaan gaya yang lebih lama,
bola memiliki waktu yang lebih lama untuk menambah kecepatan, dan dengan
demikian kecepatan bertambah cepat.
F

= m (Vf Vi)

Satu hal yang penting diingat tentang hubungan antar impuls dan momentum
adalah gaya total rata-rata, F , dalam impuls adalah vektor sama seperti
kecepatan, Vf dan Vi , pada momentum. Impuls akan menyebabkan perubahan pada
momentum , dan dengan demikian kecepatan berubah sesuai arah gaya. Jika anda
ingin merubah kecepatan suatu benda pada arah tertentu, gaya yang anda gunakan
atau beberapa komponen dari gaya harus berada pada arah tersebut.
Apakah factor penghambat terbesar pada impuls ? apakah waktu atau gaya ?
Lihatlah Latihan 3.6 untuk menjawab pertanyaan ini
c
Ketika anda melempar bola pingpong pada latihan 3.6 , gaya total rata-rata , F ,
yang menjadi masalah bukanlah itu tetapi waktu penggunanya,

. Pada saat

menembakkan lemparan, waktu penggunaan sangat lama namun jumlah gaya yang
digunakan terbatas. Kenaikan jumlah F dan

akan tampak pada saat

lemparan tercepat. Tetapi ketika melempar benda yang lebih ringan, teknik ( durasi
penggunaan gaya ) yang membuat lemparan menjadi jauh namun ketika melempar
benda yang berat, gaya yang digunakan (kekuatan) yang diutamakan. Bandingkan
pelempar bola baseball dan pelempar lembing dengan atilit tolak peluru. Atlit tolak
peluru lebih besar dan lebih kuat. Pemilihan dan latihan mereka sudah berdasarkan
kemampuan mereka untuk menghasilkan gaya yang besar. Pelempar baseball dan
pelempar lembing tak sekuat mereka, mereka bermain menggunakan teknik bukan
kekuatan.
Sekarang mari kita coba aktifitas yang melibatkan factor gaya dari impuls yang
dipaksa sehingga kita harus mempertegas durasi penggunaan gaya pada
persamaan impuls. Lihatlah latihan 3.7
LATIHAN 3.7
Isi beberapa balon dengan air sehingga masing-masingnya sebesar bola softball.
Bahwa balon-balon tersebut kelapangan atau tempat parker kosong. Sekarang mari
kita lihat sejauh apa bola dapat anda lemparkan tampa membuatnya pecah. Jika
anda menghasilkan gaya yang sangat besar maka balon akan pecah. Untuk dapat
melempar balon jauh, nada harus memperbesar durasi penggunaan gaya ketika
melempar, sembari memperkecil besar gaya yang anda hasilkan pada balon agar
balon tidak pecah. Jangan gunakan teknik anda seperti melempar bola softball asli.
Ingatlah , teknik terbaik adalah ketika anda mempercepat balon pada durasi
penggunaan gaya terlama yang mampu anda buat kepada balon.
Mari kita simpulkan apa yang sudah kita pelajari tentang impuls dan momentum
sejauh ini. Hubungannya di deskripsikan secara matematis sebagai berikut :
F

= m (Vf Vi) (3.26)

Impuls = Perubahan momentum


Dimana ,
F = Gaya total rata-rata pada objek

= Interval waktu ketika gaya bekerja

m = berat benda ketika mengalami percepatan.


Vf = Kecepatan akhir objek pada akhir interval waktu
Vi = Kecepatan awal objek pada awal interval waktu

Dalam banyak situasi olahraga, tujuannya adalah untuk memberi kecepatan yang
cepat pada objek. Kecepatan awal objek sama dengan nol, dan kecepatan akhir
objek cepat , maka kita ingin menambah momentumnya. Ini akan terjadi bila kita
menghasilkan gaya yang besar pada objek selama mungkin ( dengan menghasilka
impuls yang besar ).
Teknik dalam kegiatan olahraga seperti melempar atau melompat sebagian
besar berdasarkan durasi penggunaan gaya untuk menghasilkan impuls yang
besar.

MENGGUNAKAN IMPULS UNTUK MENGURANGI MOMENTUM


Pada beberapa kegiatan, suatu objek mungkin memiliki kecepatan awal yang cepat,
dan ingin memperlambatnya atau menjadikan kecepatan akhirnya sama dengan
nol. Kita ingin mengurangi momentumnya. Dapatkah anda membayangkan situasi
seperti ini ? bagaimana dengan mendarat setelah melakukan lompatan ?
menangkap bola ? terkena pukulan ? apakah hubungan impuls-momentum
digunakan untuk menganalisis situasi ini ? mari kita coba latihan lainnya. Cobalah
latihan 3.8 ( ini cocok dilakukan dihari yang cerah ).
LATIHAN 3.8
Isikan beberapa balon dengan air dan bawa mereka keluar. Anda dengan seseorang
teman anda bermain lempar tangkap menggunakan balon air. Perhatikan seberapa
jauh anda dapat saling melempar tampa membuat balon pecah. Jika anda ingin
melakukannya sendiri, coba lemparkan keatas lalu tangkap tampa membuatnya
pecah. Cobalah untuk melemparnya tinggi dan semakin tinggi. Seperti apa teknik
menangkap anda saat mencoba menangkap balon air pada Latihan 3.8 ? untuk
menangkap bola tanpa memecahkannya, tangan anda harus diulurkan lalu
bergerak mengikutinya searah gerakan balon ketika anda mulai menangkapnya.
Teknik ini menambah pengaruh waktu pada persamaan impuls dan momentum.
Penambahan pengaruh waktu ini mengurangi pengaruh gaya rata-rata yang
dibutuhkan untuk menghentikan balon. Kecilnya pengaruh gaya rata-rata ini
mungkin dapat membuat balon pecah. Mengapa balon semakin sulit ditangkap
ketika anda dan teman anda semakin jauh atau saat anda melemparnya semakin
tinggi ? saat anda bergerak lebih jauh atau saat balon terlempar semakin tinggi.
Impuls yang anda hasilkan pada balon pasti bertambah besar untuk menghasilkan
perubahan besar pada momentum yang dibutuhkan untuk menghentikan balon.
Akan sulit menghasilkan impuls yang cukup besar untuk menghentikan bola tanpa
melewati titik dimana balon akan pecah. Teknik yang digunakan sama dengan
teknik saat melakukan pendaratan ketika melakukan lompatan. Jika anda

mengibaratkan pelompat adalah balon air. Lihatlah latihan 3.9 untuk


mengetahuinya
LATIHAN 3.9
Berdirilah diatas sebuah kursi. Sekarang lompatlah dari kursi dan mendarat dilantai.
Bagaimana anda mengurangi pengaruh gaya ? anda menekuk lutut , pergelangan
kaki dan pinggang anda. Hal ini meningkatkan pengaruh waktu-waktu yang
digunakan untuk memperlambat anda. Hal ini meningkatkan

pada persamaan

impuls-momentum. Dan dengan demikian mengurangi pengaruh gaya rata-rata F ,


karena perubahan pada momentum. Akankah sama jika anda menekuk kaki anda
atau tidak menekuknya.
Apa yang akan terjadi jika anda mencoba latihan 3.9 namun mendarat dengan kaki
tegak ? (Jangan lakukan ini !) pengaruh waktu akan semakin kecil, dan pengaruh
gaya rata-rata akan lebih besar karena perubahan pada momentum akan tetap
sama. Pengaruh gaya ini mungkin akan membuatmu cidera. Mari kita periksa
persamaan impuls-momentum untuk melihat mengapa demikian :
F

= m (Vf Vi)

(3.26)

Bagian kanan persamaan ini akan tetap sama ketika anda mendarat dengan kaki
tegak ataupun ditekuk. Massa anda, m , tidak berubah. Kecepatan akhir anda , V f ,
tetap sama untuk kedua situasi ini adalah kecepatan anda pada saat mendarat,
yaitu sama dengan nol. Kecepatan awal anda , V i , akan tetap sama untuk kedua
situasi jika anda melompat pada ketinggian yang sama. Ini adalah kecepatan anda
pada saat pertama menyentuh permukaan. Perubahan kecepatan anda tetap sama
untuk kedua situasi. Jadi anda berubah pada momentum. Bagian kanan dari
persamaan 3.26 akan tetap sama ketika anda mendarat dengan kaki tegak
ataupun ditekuk. Lalu bagaimana bisa pengaruh gaya antara dua kondisi tersebut
berbeda ?
Perubahan momentum kedua teknik mendarat adalah sama, yang berarti impuls, F

t . Bagian kanan persamaan 3.26 harus sama pada kedua teknik mendarat.

Namun bukan berarti pengaruh gaya rata-rata , F , harus sama pada kedua teknik
mendarat. Ataupun pengaruh waktu harus sama. Artinya, hasil dari F dikali

harus sama pada kedua teknik mendarat. Jika pengaruh waktu ( t singkat,
pengaruh gaya rata-rata (F) harus besar. Jka pengaruh waktu ( t

lama,

pengaruh gaya rata-rata pasti kecil. Selama perubahan momentum [m (V f Vi)]


tetap sama pada kedua teknik, perubahan pengaruh waktu ( t

) diikuti oleh

kebalikan perubahan sebanding pada pengaruh gaya rata-rata. Dalam beberapa


kegiatan olahraga, atlit atau pemain terkadang tidak bisa mendarat dengan kaki
tertekuk untuk mengurangi pengaruh gaya. Bagaimana dengan atlit lompat tinggi
dan atlit lompat galah mendarat ? mereka mendarat menggunakan punggung
mereka , dan mereka tidak mendarat dipermukaan yang keras namun dibantalan
yang lembut. Jika mereka mendarat dengan punggung pada permukaan kasar maka
pengaruh waktu akan singkat, dan pengaruh gaya yang besar akan mengakibatkan
cidera. Bagaimana bantalan mencegah mereka dari cidera ? bantalan mendarat

terbuat dari bahan empuk yang memperlambat pelompat pada suatu waktu yang
lama. Pengaruh waktu yang lama ini membuat pengaruh gaya tidak sebanding.
Bantalan pendaratan lompat galah lebih tipis dibanding lompat tinggi karena atlit
melompat dari ketinggian yang lebih tinggi dari lompat tinggi dan memiliki
kecepatan yang lebih cepat saat tumbukan, jadi pengaruh waktu harus bertambah
lebih besar untuk mengurangi pengaruh gaya rata-rata untuk mendarat secara
aman.
Pesenam tidak biasanya mendarat pada punggung mereka , namun pendaratan
mereka dari alat senam atau pada saat senam lantai akan bernilai lebih jika mereka
bisa tidak melekuk kaki mereka. Jika pendaratan ini dilakukan pada permukaan
kasar, maka akan banyak cidera terjadi pada pesenam. Namun pesenam tidak
mendarat dipermukaan kasar, alat senam mereka berada diatas permukaan
bantalan. Pendaratan mereka setelah senam lantai juga membuat mereka oleng.
Lantai arena olahraga senam dan matras disekitar alat senam meningkatkan
pengaruh waktu ketika mendarat. Peningkatan pengaruh waktu ini mengurangi
pengauh gaya. Harus diingat bahwa peningkatan pengaruh waktu tidak sama
besarnya dengan lompat tinggi dan lompat galah walaupun olahraga senam
menggunakan lompatan. Jadi olahraga senam lebih sering mengalami cidera
dibanding lompat tinggi karena pendaratan yang kasar.
Sekarang pikirkan tentang peralatan lain yang digunakan sebagai bantalan penahan
untuk meningkatkan pengaruh waktu. Anda mungkin memikirkan bantalan atau
peralatan yang digunakan oleh pemain hokies dan ragbi , sarung tinju , sarung
tangan baseball , tapak sepatu pada sepatu olahraga , matras gulat dan lain-lain.
CONTOH 3.3
Seorang petinju memukul samsak. Pengaruh waktu dari sarung tinju terhadap
samsak adalah 0.1 s. massa dari sarung tinju dan tangannya adalah 3kg. kecepatan
sarung tinju sebelum tumbukan adalah 25 m/s. berapakah pengaruh gaya rata-rata
yang dihasilkan sarung tinju ?
JAWABAN :

Langkah 1 : Cari jumlah yang diketahui dan jumlah yang dapat dimasukkan.

= 0.1 s

m = 3 kg
Vi = 25 m/s
Anggap sarung tinju akan berhenti pada akhir tumbukan, pukulan tersebut adalah
bidang horisontal dan tidak ada gaya horisontal yang berpengaruh secara signifikan
terhadap tangan dan sarung tinju.
Vf = 0 m/s

Langkah 2 : cari jumlah yang tidak diketahui atau hal yang ditanyakan ?
F=?
Langkah 3 : cari persamaan yang sesuai dan memiliki variabel yang diketahui dan
tidak diketahui
F

= m (Vf Vi)

(3.26)

Dalam situasi ini , gaya total rata-rata adalah gaya yang dihasilkan oleh samsak dan
sarung tinju.
F = F
Langkah 4 : Masukkan jumlah yang diketahui pada persamaan untuk mencari
jumlah yang tidak diketahui
F

= m (Vf Vi)

F (0.1 s) = 3 kg (0 25 m/s)
F = -750 N
Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya dari samsak terhadap sarung tinju berada
pada arah berlawanan terhadap kecepatan awal sarung tinju .
Langkah 5 : Pemeriksaan
Tampaknya pukulan tersebut sudah sesuai dengan gaya tumbukan pada olahraga
tinju.
Hubungan impuls-momentum menjadi dasar pada penggunaan teknik dalam
olahraga dan gerakan manusia. Dalam hal lemparan, seorang atlit memperpanjang
durasi penggunaan gaya untuk meningkatkan perubahan momentum objek yang
dilemparnya. Hal ini menyebabkan objek yang dilempar memiliki kecepatan
lemparan yang lebih cepat. Prinsip yang sama juga digunakan pada saat melakukan
lompatan, namun dalam situasi ini objek yang dilempar adalah si atlit. Dalam hal
menangkap, mendarat dan situasi tumbukan lainnya , tujuannya mungkin untuk
mengurangi besar dari pengaruh gaya. Dengan menahan peningkatan durasi
penggunaan pengaruh gaya (meningkatkan pengaruh waktu), besar dari pengaruh
gaya rata-rata dikurangi. Sekarang mari kita lihat hukum gerak ketiga Newton yang
memberi penjelasan mendalam tentang pengertian gaya .

HUKUM GERAK KETIGA NEWTON : HUKUM AKSI-REAKSI


Actioni contrariam semper et aequlem esse reactionem: sive corporum duorum
actiones inse mutuo semper esse aequalles et in partes contrarias dirigi. (Newton
1686/1934, p.644)

Inilah Hukum gerak ketiga Newton dalam bahasa latin sebagaimana tertulis pada
principia. Pada umumnya pernyataan ini diartikan sebagai berikut Jika suatu objek
mengerjakan gaya terhadap objek lain, maka benda lain akan mengerjakan gaya
yang sama besar dan berlawanan pada benda tersebut. (Newton 1686/1934, hal
13). Newton menggunakan kata aksi dan reaksi untuk mengatikan gaya, maka
hukum ini menjelaskan dimana gaya eksternal dibutuhkan untuk merubah asal
gerakan. Maka gaya timbul sesuai gaya pantulan. Efek dari gaya-gaya tersebut
tidak dapat dipakai satu sama lain karena gaya-gaya tersebut bekerja pada objek
lain. Hal penting lain adalah gaya yang sebanding tetapi berlawanan bukanlah efek
dari gaya-gaya tersebut. Cobalah latihan 3.10 untuk lebih memahami hukum ini
Jika suatu objek mengerjakan gaya terhadap objek lain maka benda lain akan
mengerjakan gaya yang sama besar dan berlawanan pada benda tersebut.
LATIHAN 3.10
Berdirilah menghadap tembok dan dorong tembok itu. Apa yang terjadi saat anda
mendorong tembok itu ? tembok mendorong anda. Gaya yang dihasilkan tembok
pada anda sebanding dengan gaya yang anda hasilkan pada tembok. Kemana arah
gaya yang anda rasakan melalui tangan anda ? gaya yang anda rasakan
sebenarnya adalah gaya yang dihasilkan oleh tembok terhadap anda, bukan gaya
yang anda hasilkan terhadap tembok. Ketika anda mendorong atau menarik
sesuatu, gaya yang anda rasakan bukanlah gaya yang anda hasilkan. Yang anda
rasakan adalah reaksi gaya yang sebanding namuun berlawanan terhadap anda.
Ketika anda mendorong tembok pada latihan 3.10, kenapa anda tidak mengalami
percepatan akibat dari gaya yang dihasilkan tembook terhadap anda ? Pada
awalnyaanda mungkin berkata bahwa gaya yang dihasilkan oleh tembook kepada
anda tidak berpengaruh karena anda juga menghasilkan gaya ketembok, maka
gaya totalnya sama dengan nol dan tidak ada percepatan terjadi. Apakah
penjelasan ini benar ? Tentu saja tidak. Gay ayang anda hasilkan terhadap tembok
tidak berpengaruh kepada anda, jadi gaya tersebut tidak dapat menetralkan
pengaruh dari gaya yang dihasilkan tembok terhadap anda. Adakah gaya lain yayng
mempengaruhi anda saat anda mendorong tembok? Gravitasi mendorong anda
kebawah dengan gaya yang sebanding dengan berat anda. Lantai mendorong
keatas melalui sol sepatu pada kaki anda. Gaya gesek dari lantai juga
mempengaruhi kaki anda. Gaya gesek ini melawan gaya dorong dari tembok dan
mencegah anda dari percepatan yang diakibatkan dorongan dari tembok.
Bagaimana dengan gaya yang menyebabkan percepatan ? Apakah gaya tersebut
muncul bersamaan ?
Mari bayangkan situasi berikut: Anda berada pada baris yang berlawanan dengan
barisan pemain bertahan dari team ragbi liga NFL. Berat para pemain tersebut
duakali berat anda. Tugas anda adalah mendorongnya. Ketika anda mendorongnya,
dia mendorong anda. Siapa yang mendorong lebih keras ? menurut Hukum gerak
ketiga Newton , gaya yang dihasilkan pemain bertahan itu terhadap anda sebanding
dengan gaya yang anda hasilkan terhadap pemain tersebut. Bagaimana dengan
pengaruh dari gaya-gaya itu ? Hukum gerak kedua Newton menjelaskan pada kita
bahwa pengaruh suatu gaya tergantung dengan berat badan dan gaya lain yang
mempengaruhi badan. Semakin besar massanya , semakin kecil pengaruhnya.
Semakin berat massanya , semakin besar pengaruhnya. Karena massanya sangat

besar , dan gaya gesek dibawah kakinya mungkin sama besarnya , pengaruh dari
dorongan anda terhadap pemain bertahan akan lebih kecil. Karena berat badan
anda lebih kecil dibanding dengan berat pemain tersebut , dan gaya gesek dibawah
kaki anda mungkin lebih kecil jika dibanding gaya gesek dibawah kakinya , dan
pengaruh dari dorongan pemain tersebut akan lebih besar.
Hukum gerak ketiga Newton menjelaskan bagaimana gaya mempengaruhi dan apa
yang dipengaruhinya. Hal ini menjadi dasar bagi kita saat menggambar diagram.
Walaupun hukum ini tidak menjelaskan akan jadi apa pengaruh gaya tersebut ,
namun Hukum ini menjelaskan jika gaya muncul bersapasangan , dan setiap gaya
dari pasangan gaya tersebut bekerja pada objek berbeda.
LATIHAN 3.11
Peganglah sebuah bola ditangan anda. Apa yang terjadi saat anda mendorongnya
secara horisontal seperti saat anda melemparnya ? bola tersebut mendorong
kembali kearah anda dalam gaya yang berlawanan dengan gaya yang sebanding
dengan gaya yang anda hasilkan pada bola. Dalam situasi ini, walaupn bola
mengalami percepatan karena hasil gaya namun bola tersebut tetap menghasilkan
gaya terhadap anda meskipun bola itu mengalami percepatan. Lalu, coba pikirkan
apa yang anda rasakan pada tangan anda pada saat anda melempar bola? Bola
tersebut mendorong tangan anda. Kearah manakah gaya ini bekerja ? Gaya ini
bekerja kearah berlawanan dengan percepatan bola. Gaya inilah yang mendorong
tangan anda saat anda menghasilkan gaya terhadap bola hingga bola mengalami
percepatan.
HUKUM GRAVITASI UNIVERSAL NEWTON
Hukum gravitasi universal Newton memberikan kita penjelasan mendalam tentang
berat. Konon hukum ini terinspirasi oleh jatuhnya buah apel pada kebun keluarnya
di Lincolnshire ketika dia berada disana selama wabah terjadi (Lihat gambar 3.9) dia
menyajikan hukum ini dalam dua bagian. Pertama , dia mengatakan bahwa semua
objek yang tarik menarik dengan gaya gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat
dari jarak kedua objek. Kedua , gaya ini sebanding dengan kedua objek yang saling
tarik menarik.
Gambar 3.9 inspirasi dari hukum gravitasi universal newton
Hukum gravitasi Universal dapat ditulis sebagai berikut :
F=G(

m1 m2
R2

) (3.27)

Dimana F adalah gaya gravitasi , G adalah konstanta universal dari gravitasi , m 1


dan m2 adalah massa dari kedua benda yang terlibat , dan R adalah jarak kedua
pusat massa kedua benda tersebut.
Hukum gravitasi universal Newton sangatlah penting karena hukum ini
menyediakan penjelasan dari gaya yang bekerja antara tiap objek yang berada
didalam semesta.
Hukum ini ketika digunakan dengan Hukum gerak Newton dapat memprediksikan
gerak planet dan bintang-bintang. Gravitasi dalam kebanyakan objek olahraga

sangatlah kecil hinggi kita dapat mengabaikannya. Walaupun demikian , ada satu
objek yang perlu kita perhatikan dalam olahraga , satu objek yang sangat besar
yang dapat menghasilkan gaya gravitasi yang besar terhadap objek lain. Objek itu
adalah bumi , gaya gravitasi yang berpengaruh pada objek adalah berat dari objek
tersebut. Untuk objek yang dekat dengan permukaan bumi beberapa variabel pada
persamaan 3.27 adalah konstan. Variabel ini adalah G , konstanta universal. M 2 ,
massa dari bumi dan r jarak dari pusat bumi ke permukaannya. Jika kita
memperlihatkan konstanta baru ,

m2
g=G(
r2 )

(3.28)

Maka persamaan 3.27 menjadi


F=mg

(3.29)

Atau
W=mg

(1.2)

Dimana W adalah gaya dari gravitasi bumi yang mempengaruhi benda, atau berat
benda , m adalah massa benda , dan g adalah percepatan dari benda akibat dari
gravitasi bumi. Ini adalah persamaan yang sama dengan persamaan berat pada bab
1. Sekarang kita tahu dasar dari persamaan tersebut.
RANGKUMAN
Dasar dari kinetika linear menjelaskan penyebab dari gerak linear yang ada pada
Hukum gerak Newton. Hukum gerak pertama Newton menjelaskan bahwa objek
tidak akan bergerak atau tidak akan merubah gerakannya jika tidak ada gaya yang
dapat mempengaruhinya. Perluasan dari hukum pertama adalah perinsip kekekalan
momentum. Hukum kedua Newton menjelaskan apa yang terjadi jika gaya eksternal
mempengaruhi objek. Objek akan mengalami percepatan pada arah gaya eksternal
total , dan percepatannya akan berbanding terbalik terhadap massanya. Hubungan
impuls-momentum memperlihatkan Hukum kedua Newton dengan cara yang lebih
udah untuk dipahami. Dasar dari teknik yang digunakan pada olahraga terdapat
pada hubungan impuls-momentum. Meningkatkan durasi penggunaan gaya akan
meningkatkan perubahan momentum. Hukum ketiga Newton menjelaskan bahwa
gaya bekerja secara berpasangan .
Untuk setiap gaya , ada gaya lain yang sebanding dengan gaya tersebut bekerja
dalam arah berlawanan dengan objek lain. Akhirnya , Hukum gravitas universal
Newton memberikan kita dasar tentang gaya gravitasi.
KATA KUNCI :
-

Koefisien Restitusi - Momentum Linear


Percepatan Gravitasi
-Reaksi gaya
Impuls