Anda di halaman 1dari 16

DISENTRI AMOEBA

&
DISENTRI BASILER

Anggota Kelompok :
Ferige Uaga (0090840129)
Fince C. Boekorsjum (0110840137)
Finny D. Rantasari (0110840242)
Franco Sumolang (0110840194)
Frangklin V. R. Waromi (0110840112)
Frangki M. Reumy
Frani D. S. F. Deda (0110840238)
Fransiska Dewi F(0110840186)
Frety Tiurma Ara (0110840070)
Frida Marci Suruan (0110840034)
Gafri B. Tandililing (0110840
Galuh M. A(0110840002)
Grace Samosir (0110840

Herman B. N (0090880056)
Hiskia T. J. Sihotang
(0110840161)
Imanuel P. Silalahi (0110840082)
Indah P. Mewal (0110840043)
Ineke M. Dimara (0110840183)
Intan (0110840003)
Irianti W. Gagihwu (0110840025)
Irma M. R (0110840129)
Irmagian Paleon (0110840070)
Iva Septianingsih (0110840130)
Ivan B. Putra (0110840049)
Joice Nataliza Bongga Salu
(0110840160)
Jouffrey I.S Itaar (0110840093)
Junarto Butarbutar (0110840038)
Kaida S(0110840001)
Karoline (0110840077)

Definisi
umum

Cara Penularan Penyakit Disentri

1. Sumber air minum yang


tercemar
2. Tercemar oleh penderita
yang menangani
makanan /
3. Minuman
4. Dicemari oleh lalat atau
insect yang mengandung
parasite
5. Penggunaan kotoran
manusia sebagai pupuk
6. Kurang baiknya personal
higiene

KLASIFIKASI DISENTRI

ETIOLOGI
(Patogen penyebab)

DISENTRI AMOEBA :
Morfologi Entamoeba
histolytica
Bentuk
trofozoit ada

2
macam, yaitu trofozoit
komensal (berukuran <
10 mm) dan trofozoit
patogen (berukuran > 10
mm)

DISENTRI BASILER
Morfologi Shigella sp.
Batang ramping, noncapsulated, non motil, tidak
membentuk spora, gram negatif.
Bentuk cocobasil dapat terjadi
pada biakan muda.
Fakultatif anaerob tetapi paling
baik tumbuh secara aerobic.
Koloninya bikonveks, bulat,
transparan dengan pinggirpinggir utuh mencapai diameter
2 mm dalam 24 jam.
Habitat terbatas hanya pada
GIT.
Memfermentasikan glukosa
(shigella sonnei) dan
manitol*.

PATOGENESIS
DISENTRI

Patogenesis
Disentri Amoeba
Trofozoit E. histolytica dlm lumen
usus menembus mukosa
ususmemproduksi enzim
fosfoglukomutase & lisozim
(Histolisin) Nekrosis jaringan
mukosa usus invasi jaringan sub
mukosa & muskularis
Menyebabkan muskularis
menggaung (khas) reaksi
radang usus

Disentri basiler
Fekal oral (air, makanan yang
tercemar oleh kotoran penderita)
invasi bakteri protein IPAB dan
protein IPAC lisis membrane
vacuolar berkembang biak di dalam
lumen usus protein IcsaA untuk
menyebar/berpindah menyebar ke sel-sel
yang terdekat laminar sel eksotoksin
menurunkan serapan air dan elektrolit
dehidrasi

Gejala Klinis
Disentri Amoeba
Amebasis intestinal akut gejalanya :
berlangsung kurang dari satu bulan.
Pada penderita amebiasis intestinal
akut, gejala mulainya infeksi terjadi
secara perlahan, nyeri pada bagian
abdomen paling bawah dan paling
sering pada kuadran kanan bawah,
rasa tidak enak pada perut dan
seringnya keinginan untuk buang air
besar.
Tinja akan berbentuk lunak, berair,
dan berisi sejumlah darah dan lendir.
Kombinasi adanya darah dalam
tinja, nyeri perut dan seringnya
keinginan
buang
air
besar
merupakan
Ciri khas terkenanya disentri amuba
: Diare yang terjadi disertai darah
dan lendir dan dapat terjadi sampai
10 kali/hari

Disentri Basiler

Defekasi sedikit-sedikit dan dapat terusmenerus, sakit perut dengan rasa kolik dan
mejan
Vormitus
sakit kepala
Warna tinja kemerah-merahan (red currant
jelly) atau lendir yang bening dan berdarah,
bersifat basa.
Secara mikroskopik didapatkan Pus, sel-sel
darah putih/ merah, sel makrofag yang besar,
kadang-kadang dijumpai Entamoeba coli.
Suhu badan bervariasi dari rendah-tinggi,
takikardi, dan gambaran sel-sel darah tepi
tidak mengalami perubahan.
Demam
Dehidrasi

Diagnosa
DISENTRI AMOEBA
Pemeriksaan sediaan tinja
1.Makroskopik : Besar, terus menerus, asam, berdarah, bila
bentuk biasanya tercampur lendir
2.Mikroskopik :

DISENTRI BASILER
1.

Makroskopis

banyak,

tak

Kecil-kecil,

berbau,

alkalis,

berlendir, nanah dan berdarah, bila


tinja berbentuk dilapisi lendir

-Eritrosit (+++)

2. Mikroskopik :

-Leukosit (+)

-eritrosit ( +)

3. Deteksi antigen Gal/gal nec lectin

-Leukosit (+++)

4. PCR (polymerase chain Receptor)

3. Kultur bakteri dengan media


agar
4. Serologi --> deteksi antigen O

TERAPI
DISENTRI AMOEBA
Iodoquinol 650 mg, 3x 1
20hari (asim)
Tetrasiklin 500 mg 4x1- 5h (A.I)
Metronidazole 750 mg, 3x110hari (A.I)*
tetrasiklin 500 mg, 4x1 5h
(A.I)*
ementin 1mg/KgBB/h/1Minggu
10 hari (A.I)*
Kloroquin 1 g /1h -2h (A.E)
Ementin 1 mg/kg BB/hari
Selama 10 hari (A.E)

DISENTRI BASILER
clotrimoksazole, dosis yang
diberikan 2 x 960 mg/ hari
selama 3-5 hari.
Siprofloksasin, dosis : 2x500
mg/hari selama 3 hari (K.I
pregnan, anak2)
Ampisisilin
Kloramfenikol
Tetracycline

PENCEGAHAN
1. Selalu menjaga kebersihan dengan cara mencuci
tangan dengan sabun secara teratur dan teliti.
2. Mencuci sayur dan buah yang dimakan mentah.
3. Memasak makanan sampai matang.
4. Selalu menjaga sanitasi air, makanan, maupun udara.
5. Mengatur pembuangan sampah dengan baik.
6. Mengendalikan vector dan binatang pengerat.

PERBEDAAN UMUM
DISENTRI AMOEBA VS DISENTRI BASILER
Disentri basiler

Disentri amoebiasis
Timbulnya

Lebih sering perlahan-lahan, diare awal Akut


tidak ada atau jarang

Gejala Klinis

Toksemia ringan, tenesmus jarang, sakit Toksemia,


umum
terbatas

Perkembangan

Tidak tentu, cenderung menahun

penyakitnya
Tinja

Makroskopik : Besar, terus - menerus,


asam, berdarah, bila bentuk biasanya

tenesmus,

sakit

sifatnya

Pada permulaan penyakit berat


Makroskopis : Kecil-kecil, banyak, tak
berbau, alkalis, berlendir, nanah dan
berdarah, bila tinja berbentuk dilapisi

tercampur lendir

lendir

Mikroskopik :

Mikroskopik :

-Eritrosit (+++)

-eritrosit ( +)

-Leukosit (+)

-Leukosit (+++)

Komplikasi

Abses hati ameba

Kelainan anatomik

Daerah

sekum

dan

Artritis
kolon

asendens, Daerah

jarang mengenai ileum;ulkus bergaung.

hiperemi

sigmoid,

ileum,

superficial

selaput lendir menebal

mengalami

ulseratif

dan

Perbandingan Diagnosis,
Terapi & Pencegahan
Disentri Amoeba

Disentri Basiler

Diagnosis

Pemeriksaan tinja : dijumpai bentuk


kista atau Trophozoit yang berisi
eritrosit

Pemeriksaan biakkan tinja utk


mnemukan basil shigella

Terapi

1. GOLONGAN METRONIDAZOLE
Dosis : 50 mg / kg BB / hari (1 atau
3 hari)
2. GOLONGAN TINIDAZOLE Dosis : 50
mg / kg BB
/ hari, dosis tunggal
3. GOLONGAN ORNIDAZOLE
Dosis : 50 mg / kg BB / hari, dosis
tunggal

Pencegahan

Sanitasi lingkungan yg baik

Klotrimoksazole
Siprofloksasin,
Sulfonamid
Streptomicyn
Kloramfenicol
Tetracycline

TERIMA KASIH