Anda di halaman 1dari 4

1.

WOC ISPA
Status Pendidikan

Pengetahuan tentang ISPA

Memelihara Hewan

Ventilasi
Masuknya Sinar Matahari
Status Gizi

Merokok
Tidak Memiliki Kandang

Jumlah Anggota Keluarga Merokok


Pembakaran sampah
Kelembaban
Kandang di dalam Rumah

Status Imunisasi
Infeksi Saluran Pernapasan

Batuk
Kebersihan Kandang

Alergi
Kunjungan Pelayanan Kesehatan

Demam
Pilek

Pemberian ASI Ekslusif

2. Indikator

Sakit Tenggorokan

Hasil Temuan

Standart Indikator

Kesimpulan

1. Sebanyak 79% batuk


anak disertai dengan
keluhan demam, dan
21% batuk anak tidak
disertai demam.
2. Sebanyak 87% pernah Batuk dihitung dalam kurun
Riwayat kejadian Batuk
mengalami batuk dalam
waktu 1 bulan terakhir
pada
daerah
tersebut
kurun waktu 1 bulan mencapai standart 28,3 %
tergolong tinggi
terakhir.
3. Sebanyak 69% anak
tidak mempunyai alergi,
dan
31%
anak
mempunyai alergi.
4. 16%
keluarga
mengalami ISPA
5. Sebagian
besar
memberikan
ASI
eksklusif pada anak
sampai usia 2 tahun
sebanyak 62%.
6. Sebagian
besar
responden tidak dapat
menjawab dengan benar
mengenai penyakit ISPA
sebanyak 78%
7. Jumlah warga yang
berobat
ke
tenaga
kesehatan sebesar 13
orang dan jumlah warga
yang diobati sendiri
sebanyak 10 orang.
8. Responden yang jarang
memanfaatkan

kejadian alergi pada anak


sebesar 5-11%

ISPA dihitung dalam kurun


waktu 1 bulan terakhir
mencapai standart 28,3 %
Menyusui hanya ASI
selama 24 jam standart
indikator = 30,2 persen

Kejadian alergi berada di


atas rentang indikator yang
berarti
kejadian
dan
masalah alergi pada desa
cukup tinggi
Masalah pada desa tersebut
terbilang dalam kategori
sedang untuk penyakit ISPA
yang dialami masyarakat.
Mayoritas masyarakat pada
desa tersebut tidak ada
masalah untuk memberikan
ASI ekslusif

Indikator pengetahuan
penduduk terkait masalah
kesehatan adalah 32,3
persen

Pengetahuan
masyarakat
masih tergolong rendah
berkaitan dengan ISPA

Indikator pengobatan
sendiri 26,4 persen

Masyarakat yang diobati


sendiri ketika sakit masih
berada di atas
level
indikator.

pelayanan
kesehatan
sebanyak 31%.
9. Sebagian besar ada
anggota keluarga yang
merokok sebanyak 78%
10. Sinar matahari tidak
dapat masuk ke rumah
sebanyak 22%.
11. Responden
yang
memiliki jendela rumah
yang
dapat
dibuka
sebanyak 44%.
12. Responden
yang
memiliki rumah yang
lembab sebanyak 31%.

Pengelolaan sampah
100% membuang
ditempat sampah, dengan:
- 78% dibuang ke TPA
- 22% dibakar
- 0% ditimbun

Pengetahuan tentang
pemanfaatan layanan
kesehatan 66,3 persen
Standart indikator merokok
menjadi 36,3 persen tahun
2013. 64,9 persen laki-laki
dan 2,1 persen perempuan

Standart indikator
rumah sehat yaitu
rumah dengan
pencahayaan cukup.
Kurang dari 50
persen RT yang
ventilasinya cukup
dan dilengkapi
dengan jendela yang
dibuka setiap hari.
Pengelolaan sampah dengan
cara dibakar (50,1%),
ditimbun dalam tanah
(3,9%), dibuat kompos
(0,9%), dibuang ke
kali/parit/laut (10,4%), dan
dibuang sembarangan
(9,7%)

Mayoritas masyarakat telah


mampu
untuk
memanfaatkan
layanan
kesehatan yang diberikan.
Sebagian besar penduduk
adalah perokok sehingga
masalah rokok masih berada
diatas garir indikator.

Sebagaian
besar
rumah
penduduk
mengalami masalah
terkait
dengan
pencahayaan,
kepemilikan jendela
dan juga kondisi
kelembapan
lingkungan rumah.
Pengelolaan sampah dengan
cara dibakar dapat
menimbulkan polusi yang
beresiko menyebabkan
ISPA. Dari hasil temuan
pengelolaan sampah dengan
cara dibakar prosentasnya
lebih rendah daripada
prosentase data indikator.
Sehingga terjadi
peningkatan dalam hal
pengelolaan sampah.

Lingkungan
- Jumlah kamar 12%
memiliki 1 kamar, 38%
= 2 kamar, 16%
memiliki 3 kamar, 34%
memiliki > 3 kamar
- Lantai 66% ubin,
34% tanah/kayu
- Dinding 100% batu
bata
- Pencahayaan rumah
78% mendapat cukup
matahari, 22% tidak
mendapat cukup
matahari
- Ventilasi 56% tidak
memiliki, 44%
memiliki

Pelayanan kesehatan dan


- Proporsi penduduk
sosial
- 69% berobat ke
Indonesia yang
mengobati sendiri = kota
puskesmas, 19% ke
28,5%, pedesaan 24,2%
bidan/mantri/dokter,
- 50,5% penduduk Indonesia
12% berobat sendiri
- ASKES 56% tidak
belum memiliki jaminan
kesehatan
memiliki, 44%
Jamsostek
4,4 %, asuransi
memiliki
kesehatan swasta dan
- Jenis asuransi
tunjangan kesehatan
perusahaan masingJamkesda 36%,
masing sebesar 1,7%,
asuransi kesehatan
Jamkesmas (28,9%) dan
swasta 29%,
Jamkesda (9,6%).
Jamkesmas sebanyak
21%, Askes yaitu 14%.

- wilayah perkotaan
(dinding tembok: 83,5%;
lantai bukan tanah: 97,4%),
pedesaan (dinding tembok:
55,3%; lantai bukan tanah:
88,7%).
-Dalam hal kebersihan,
sekitar tiga perempat rumah
tangga kondisi ruang tidur,
ruang keluarga maupun
dapurnya bersih dan
berpencahayaan cukup.
Tetapi kurang dari 50
persen rumah tangga yang
ventilasinya cukup dan
dilengkapi dengan jendela
yang dibuka setiap hari.

Untuk masalah
pencahayaan dan ventilasi
dari hasil temuan sudah
lebih tinggi prosentasenya
dibandingkan dengan
prosentase data indikator.
Sehingga menunjukan
tingkat pencahayaan dan
ventilasi yang lebih baik.

-prosentase masyarakat
untuk berobat sendiri lebih
rendah dibandingkan data
indikator. Hal ini
menunjukkan bahwa
masyarakat sudah banyak
yang memanfaatkan
pelayanan kesehatan.
-masalah kepemilikan
ASKES dari data hasil
temuan masyarakat yang
memiliki ASKES
prosentasenya lebih rendah
dibandingkan data indikator.