Anda di halaman 1dari 24

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Pengertian :
Adalah keadaan dimana penderita hamil mengalami muntah - muntah yang
berlebihan lebih datri 10 kali dalam 24 jam atau setiap saat sehingga mengganggu
kesehatan penderita
Kriteria diagnosa :
- Muntah-muntah yang sering yaitu lebih dari 10 kali dalam 24 jam
- Perasaan tenggorokan kering dan rasa haus
- Kulit dapat menjadi kering, jika terjadi dehidrasi
- Berat badan menurun dengan cepat
- Pada keadaan yang lebih berat dapat timbul keadaan ikterus dan gangguan
syaraf
Diagnosa banding
- Hepatitis dalam kehamilan
Pemeriksaan penunjang:
- Urine
- Darah rutin
- Fungsi hati
Konsultasi :
- Dokter ahli penyakit dalam
- Dokter ahli jiwa
- Dokter syaraf
Terapi
-

Penderita dirawat inap


Berikan cairan perinfus (D5% dan Nacl fisiologi)
Obat anti emetik, intra muskuler atau perinfuse
Puasa sampai muntah berkurang
Hitung balance cairan setiap hari

Penyulit
- bila ringan tidak ada komplikasi
- bila berat dehidrasi, dan gangguan hati
Lama perawatan
- ringan kurang lebih 7 hari
- berat sangat tergantung penyakit yang telah didapat

Standar Pelayanan Medis Obsgin

PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA

Pengertian
Preeklampsia adalah patologi kehamilan yang ditandai dengan TRIAS hipertensi,
edema dan proteinuria yang terjadi setelah umur kehamilan 20 minggu sampai
segera setelah persalinan.
Eklampsia adalah kejang atau koma yang menyertai keadaan preeklampsia
Diagnosis
1. Preeklampsia ringan
- Tekanan darah : > 140/90 MmHg- < 170/110 mmHg
- Protein uria : < 5 gr/liter dalam 24 jam (+2)
- Edema
: lokal atau general
2. Preeklampsia berat
Disebut preeklampsia berat jika terdapat satu atau lebih keadaan berikut ini:
- tekanan darah sistolik > 170 mmHg
- Tekanan darah diastolik > 110 mmHG
Atau
- kenaikan tekanan sistolik > 60 mmHg
- Kenaikan tekanan diastolik > 30 mmHg
- Protein uria > 5 gr/l/24 jam atau + 4 dalam pemeriksaan kualitatif
- Oligouria < 500 ml/ 24 jam
- Nyeri kepala yang berat
- Edema yang masif
- Edema paru
- Gangguan visus dan cerebral
- Nyeri epigastrium/ nyeri juadran atas abdomen, muntah-muntah
- Terdapat syndrome HELLP(Haemolysis, Elevated Liver Enzymes and
Low platelet count)
Penunjang diagnosa
1. Pemeriksaan Lab protein urine
2. PDL
3. LFT

Penanganan Pre Eklampsi ringan


Kehamilan kurang dari 37 minggu
Lakukan penilaian 2 kali seminggu secara rawat jalan
Pantau tekanan darah, priotein urine, refleks dan kondisi janin
Standar Pelayanan Medis Obsgin

Konseling pasien dengan tanda-tanda bahaya dan gejala preeklampsi dan


eklampsi
Lebih banyak istirahat
Diet biasa
Jika tekanan darah naik maka pasien perlu dirawat
Jika terdapat tanda2 pertumbuhan janin terhambat, pertimbangkan terminasi
kehamilan, jika tidak rawat sampai aterm
Jika protein urine meningkat tangani sebagai preeklampsi berat

Kehamilan lebih dari 37 minggu

Jika serviks matang pecahkan ketuban dan induksi persalinan dengan oksitosin
atau prostaglndin
Jika serviks belum matang, lakukam pematangan dengan prostaglandin atau sectio
sesaria

Penanganan Pre eklampsia berat dan eklampsia


Penanganan pre eklampsia berat dan eklampsia sama, kecuali bahwa persalinan harus
berlangsung dalam 12 jam setelah timbunya kejang pada eklampsia. Semua kasus
preeklampsia berat harus ditangani secara aktif. Penanganan konservatif tidak dianjurkan
Penanganan kejang
Beri obat anti konvulsan
Perlengkapan untuk penanganan kejang
Oksigen 4-5 l/mnt
Lindungi pasien dari kemungkinan trauma
Baringkan pasien pada sisi kiri untuk menghindari resiko aspirasi
Setelah kejang aspirasi mulut dan tenggorokan jika diperlukan
Penanganan umum
Jika tekanan diastolik lebih dari 110 mmHg, berikan obat antihipertensi, sampai
tekakan diastolik diantara 90-100 mmHg
Pasang infus dengan jarum ukuran besar
Ukur keseimbangan cairan, jangan sampai overload
Pasang kateter urin untuk memantau pengeluaran urin dan proteinurine
Jika jumlah urin kurang dari 30 ml/ jam
o Hentikan pemberian MgSO4 dan berikan cairan IV (Na Cl 0.9 % atau RL)
dengan kecepatan tetasan 1 liter/8jam
o Pantau kemungkinana edema paru
Observasi tand-tanda vital dan denyut jantung janian tiap jam
Jika terjadi edema paru berikan injrksi Furosemid 40 mg IV sekali saja

Standar Pelayanan Medis Obsgin

ANTI KONVULSAN
-

MgSO4

Cara pemberian MgSO4:


Dosis awal :
o MgSO4 4 gr I.V sebagai larutan 20% atau 40 % selama 5 menit
o Segera diberikan larutan MgSO4 6 gr di larutkan dalam cairan infus RL 500
ml diberikan sekama 6 jam (untuk MgSO4 40%, maka 10 cc IV dan 15 cc
drip)
o Jika kejang berulang setelah 15 menit berikan Mg SO4 2 gr IV selam 2 menit
Dosis pemeliharaan
MgSO4 1-2 gr per jam perinfus
Lanjutkan pemberian MgSO4 sampai 24 jam pasca persalinan atau kejang
berakhir
Berikan MgSO4 bila
Frekuensi pernapasan >16 X/mnt
Reflek patela (+)
Urin minimal 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir
Berhentikan pemberian MgSO4 jika :
RR < 16 X/mnt
Refleks patela (-)
Urin < 30ml/jam dalam 4 jam terakhir
Antidotum
Jika terjadi henti napas lakukan ventilas
Beri kalsium glukonat 1 g (20 ml dalam larutan 10%) pelan-pelan sampai
napas mulai lagi
- DIAZEPAM
Diasepam digunakan hanya jika MgSO4 tidak ada
Pemberian intravena
Dosis awal
o Diasepam 20 mg IV pelan-pelan selama 20 menit
o Jika kejang berulang dosisi awal

Dosis pemeliharaan:
o Diasepam 40 mg dalam larutan RL 500 cc perinfus
o Jangan berikan dosis > 100mg / 24 jam.

Standar Pelayanan Medis Obsgin

Pemberian melalui rektum :


o Jika pemberian IV tidak dimungkinkan diasepam dapat diberikan per
rektal dengan dosis awal 20 mg dengan semprit 10 ml tanpa jarum.
o Jika konvulsi dalam 10 menit beri tambahan 10 mg/ jam tergantung
pada berat pasien dan respon klinik.

PERSALINAN
Persalinan harus diusahakan segera setelah pasien stabil
o Periksa serviks, jika matang lakukan pecah ketuban dan induksi dengan oksitosin
atau prostaglndin
o Jika persalinan tidak bisa diharapkan dalam 12 jam lakukan seksio sesarea
o Jika DJJ < 100 atau > 180 X/ menit lakukan sectio sesarea
o Jika servik belum matang dan janin hidup lakukan secsio sesaria
o Jika janian mati atau terlalu kecil usahakan lahir pervaginam dengan matangkan
serviks dengan misoprostol, prostaglandin atau folly kateter
PERAWATAN PASCA PERSILANAN
o Anti konvulsi diteruskan sampai 24 jam setelah persalinan atau setelah kejang
o Teruskan antihipertensi jik tensi > 110 mmHg
o Pantau urin
o Pantau Vital sign per jam

Standar Pelayanan Medis Obsgin

PERDARAHAN ANTEPARTUM
Pengertian
Perdarahan pervaginam pada usia kehamilan 22 minggu atau lebih
Kriteria diagnosa
Anamnesis
Perdarahan pervaginam pada usia kehaimlan 22 minggu atau lebih
Timbunya perdarahan pervaginam secara spontan tanpa melakukan aktivitas atau akibat
trauma pada abdomen
Disertai nyeri atau tanpa nyeri akibat kontraksi uterus
Faktor perdisposisi
Riwayat solusio placenta
Perokok
Hipertensi
Multiparitas
Pemeriksaan
3. Periksa keadaan umum, tensi, nadi dan pernapasan
4. Periksa luar bagian terbawah janin belum/sudah masuk PAP, apakah ada kelainan
letak atau tidak
5. Inspikulo apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan seviks
atau dari vagina
6. Perabaan forniks hanya dikerjakan pada presentasi kepala
7. USG
Diagnosa banding
Solutio Placenta
Plasenta previa

SOLUSIO PLASENTA
Pengertian :
Terlepasnya plasenta yang letaknya normal dari fundus uteri/korpus uteri sebelum janin
lahir
Derajat solusio plasenta
4. Ringan

Standar Pelayanan Medis Obsgin

Perdarahan kurang dari 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda renjatan,
pelepasan placenta kurang dari 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma
> 250 mg
5. Sedang
Perdarahan lebih dari 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pra renjatan, gawat
janin, atau janin telah mati, pelepasan plasenta sampai 2/3 bagian permukaan,
kadar fibrinogen plasma 120-250 mg%
6. Berat
Uterus tegangn dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan dan biasanya
janin sudah mati, pelepasan placenta sudah terjadi 2/3 bagian permukaan atau
seluruh bagian permukaaan
Pemeriksaan penunjang
Laboratorium darah lengkap, CT, BT, Gol. Darah
CTG, Dopller
USG menilai letak plasenta
Konsultasi :
Spesialis anak
Spesialis penyakit dalam
Spesialis anestesi
Terapi
o Tidak terdapat Renjatan, usia kehamilan kurang dari 36 minggu atau TBJ
(tafsiran berat janin) kurang dari 2500mg
Solutio Plasenta Ringan :
1. Ekspektatif bila ada perbaikan (perdarahan berhenti kontraksi uterus tidak ada,
janin hidup)
1. Tirah baring
2. Atasi anemia
3. USG serial kalau memungkinkan
4. Tunggu persalinan spontan, aktif bila keadaan memburuk(perdarahan
berlangsung terus, kontraksi uterus terus berlangsung, dapat mengancam
ibu dan janin)
5. Partus pervaginam jika persalinan masih >6 jam
6. Sectio sesaria
Solutio Plasenta Sedang/berat
Resusitasi cairan
Atasi anemia
Partus pervaginam bila diperkirakan dapat berlangsung dalam 6 jam
Partus perabdominal jika mengancam ibu dan janin

Standar Pelayanan Medis Obsgin

o Tidak terdapat renjatan usia kehamilan > 37 minggu


Ringan/sedang/berat : partus perabdominalis jika persalinan perabdominal
diperkirakan berlangsung lama.
o Terdapat renjatan
Atasi renjatan, resusitasi cairan, dan transfusi darah. Bila renjatan tidak teratasi
upayakan penyelamata yang optimal
Bila renjatan teratasi, pertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan.
Perawatan
Pasien perlu segera dirawat
Penyulit

Pada ibu:
Renjatan
Gagal ginjal akut
DIC
Atonia uterus / uterus kouvelaria

Pada janin
- Asfiksia
- BBLR
- RDS (respiratory Distress syndrome)
Lama perawatan
7 hari jika tidak terjadi komplikasi

PLASENTA PREVIA
Pengertian
Plasenta yang letaknya tidak normal sehingga menutupi sebagian atau seluruh permukaan
jalan lahir
Pemeriksaan penunjang
Laboratorium darah lengkap, CT, BT, Gol. Darah
CTG, Dopller
USG menilai letak plasenta
Konsultasi :
Spesialis anak
Spesialis penyakit dalam
Standar Pelayanan Medis Obsgin

Spesialis anestesi

Terapi
Tidak terdapat Renjatan, usia kehamilan kurang dari 36 minggu atau TBJ (tafsiran
berat janin) kurang dari 2500mg
Jika perdarahan sedikit,
o dirawat sampai 38 minggu, mobilisasi bertahap. Jika ada kontraksi ditangani
seperti pasien dengan persalilana preterm. Berikan deksametason 5mg/12 jam IM,
4X
Perdarahan banyak
o Resusitasi janin
o Atasi anemia dengan transfusi
o PDMO (periksa dalam di kamar operasi) : plasenta previa : partus perabdominalis
o Jika tidak plasenta previa : partus pervaginam (amniotomi, oksitosin drip)
Tidak terdapat renjatan usia kehamilan > 37 minggu
PDMO : jika plasenta previa : partus perabdominal
Jika tidak : partus pervaginam
Terdapat renjatan
Atasi renjatan, resusitasi cairan, dan transfusi darah. Bila renjatan tidak teratasi
upayakan penyelamata yang optimal
Bila renjatan teratasi, pertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan.
Perawatan
Pasien perlu segera dirawat
Penyulit

Pada ibu:
Renjatan
Gagal ginjal akut
DIC
Perdarahn pada implantasi uterus segmen bawah

Pada janin
- Asfiksia
- BBLR
- RDS (respiratory Distress syndrome)

Standar Pelayanan Medis Obsgin

Lama perawatan
7 hari jika tidak terjadi komplikasi

PERDARAHAN POST PARTUM


Pengertian :
Perdarahan post partum adalah perdarahan lebih dar 500 cc
setelah bayi lahir.
Perdarahan post partum dini adlah perdarahan yang terjadi dalam 24
jam pertama sesudah kala III
Perdarahan masa nifas adalah perdarahan yang terjadi pada masa nifas
(puerpurium) tidak termasuk 24 jam pertama setelah kala III
8. PERDARAHAN POST PARTUM DINI
Kriteria
Perdarahan post partum dini

o
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o

Pemeriksaan
- Pucat dapat disertai tanda-tanda syok, tampak darah keluar pervaginam
terus-menerus
- Pemeriksaan obstetri mungkin kontraksi uterus lembek, uterus membesar,
bila ada atonia uteri. Bila konstraksi uterus baik, perdarahan mungkin dari
jalan lahir.
- USG
- Diwaspadai bila dalam keadaan berikut:
Penggunaan anestesi umum
Partus presipitatus
solusio plasenta
anemia
persalinan trumatis
uterus yang terlalu meregang (gemelli, hidramnion)
adanya cacat parut, tumor, anomali uterus
partus lama
grandemultipara
placenta previa
persalinan dengan pacuan
riwayat perdarahan pasca persalinan

Standar Pelayanan Medis Obsgin

10

Diagnosa banding:

Atonia uteri
Luka jalan lahir
Retensio plasenta
Gangguan pembekuan darah

Pemeriksaan penunjang
PDL, Gol darah

Terapi
Bila terjadi syok atasi syok dengan pemberian ciran atau transfusi, atasi
perdarahan, berikan O2.
Bila tidak ada syok atau keadaan umuj telah optimal segera mencari sebab
perdarahan
Atonia Uterus
o Masase uterus, brikan oksitosin, dan ergometrin IV, bila perbaikan atau
perdarahan berhenti oksitosin perinfus diteruskan
o Bila tidak ada perbaikan dilakukan kompresi bimanual, da kemudian
dipasang tampon, uterovaginal padat, kalau cara ini berhasil dipertahankan
selama 24 jam
o Laparotomi dilakukan jika perdarahan tetap terjadi > 200 cc/jam, atau
uterus tetap lembek, untuk meligasi a. uterina atau hipogastrik, bila tak
mungkin baru dilakukan histerektomi
Retensio plasenta
o Bila plasenta belum lahir lakukan manual plasenta dengan tarikan pada
talipusat/bimanual.
o Bila tak berhasil atau diperkirakan plasenta akreta maka dilakukan
kuretase
o Bila berhasil infus oksitosin diteruskan
Luka jalan lahir
Segera lakukan reparasi
Gangguan pembekuan darah
o Tentukan jenis kelainan darahnya, berikan transfusi plasma darah segar.
o Tranfusi komponen darah bisa dilakukan sesuai dengan kelainannya
Perawatan
Harus dilakukan perawatan, lama perawatan 6-7 hari
Penyulit
Syok ireversible, dan DIC

9. PERDARAHAN PADA MASA NIFAS

Standar Pelayanan Medis Obsgin

11

Kriteria diagnosa
Perdarahan berulang dan tetap
Kadang- kadang panas karena infeksi
Kadang ditemukan tanda syok
Pemerksaan obsteri : fundus masih tinggi, dan konstraksi uterus tiak baik
Pemeriksaan Ginekologi : uterus masih membesar, lembek dan nyeri tekan, kalau ada
infeksi, tampak perdarahan pervaginam. Mungkin teraba sisa plasenta pada kavum uteri
Diagnosa banding
Subinvolusio
Retensi sisa plasenta
Pemeriksaan penunjang
o PDL, Gol darah
o USG
Terapi
Perdarahan minimal cukup bedrest, uterotonika, kalau ada tanda infeksidiberi
antibiotik dan kalau anemia di transfusi darah
Perdarahan banyak, terus-menerus, transfusi darah, cairan, antibiotika,
kemudian kuretase
Dan bila tak berhasil lihat penatalaksanaan perdarahanpost partum karena
atonia uteri
Perawatan
Harus dirawat di RS
Penyulit
o Syok ireversible
o Amenoroe sekunder

Lama perawatan
Bila dapat diatasi 5-6 hari
Bila dilakukan tindakan operatif 7-10 hari

Standar Pelayanan Medis Obsgin

12

KETUBAN PECAH DINI


Definisi
Pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan mulai.
Diagnosis
Terbukti keluar air ketuban dari OUE (Orificium Uteri Externum)
Air ketuban diperiksa dengan :
10.
Nitrazine test
11.
Fern test
12.
Pap smear test
13.
Nile blue sulfatestine
Dilengkapi dengan pemeriksaan urine rutine
Pemeriksa penunjang
14.
Ultrasonografi
15.
Ratio L/S
16.
pH darah
17.
Pulsus dan temperatur ibu
Penatalaksanaan
Bila umur
18.
Tunggu terjadi proses persalinan
19.
Bila sampai 6-8 jam belum terjadi proses persalinan dilakukan induksi
persalinan(lihat
Protokol induksi persalinan).
20.
Bila induksi gagal dilakukan bedah besar
Bila umur kehamilan 28-35 minggu
21.
Berikan deksametason 5mg i.m den diulangi 12 jam kemudian(4kali)
22.
Observasi temperatur , nadi ibu serta DJJ
23.
Berikan antibiotika
24.
Tunggu partus spontan
Bila umur kehamilan 24-27 minggu : Persalinan segera diakhiri

Standar Pelayanan Medis Obsgin

13

INFEKSI INTRA PARTUM


Diagnosis
Infeksi intrapartum yaitu infeksi yang terjadi dalam persalinan yang ditandai suhu
Naik
, air ketuban keruh kecoklatan, berbau dan lekosit 15000/ mm 3 Infeksi
dapat terjadi anterpartrum, berupa khorioamnionitis, yang mungkin asimtomatik.
Kriteria diagnosis
25.
Biasanya ketuban sudah pecah
26.
Suhu38
27.
Air ketuban keruh kecoklatan dan berbau
Faktor predisposisi
28.
Distosia
29.
Pemeriksaan dalam lebih dari 2x
30.
Keradaan umum lemah
31.
Gizi kurang
32.
Servisits,vaginitis
Pemeriksaan penunjang
Lekosit 15000/mm 3
Terapi
Pencegahan : memberantas predisposisi dan membilas vagina dengan betadine,
gentian,violet,dettol
Penatalaksanaan : antibiotika PP 2x1,2 juta IU I.M perhari dan atau Ampicilin 4x500 mg
Per oral, perhari
Obstetri :
33.
Persalinan diusahakan pervaginam
34.
Bedah ceasar hanya dilakukan diatas indikasi obstetri, misalnya kelainan
letak,distosia,partus kering,gawat janin.Bayi dapat rawat gabung.

Standar Pelayanan Medis Obsgin

14

BEDAH CAESAR
Definisi
Suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada perut
dan dinding rahim dengansyrat dalam keadaan utuhserta berat janian diatas 500 gr
Jenis bedah caesar
Bedah cesar transperitonealis profunda klasik (korporal)
Bedah cesar transperitonealis profunda
Bedah caesar ekstraperitoneal (retroperitonealis)
Indikasi
Ibu
7. Panggul sempit absolut
8. Tumor jalan lahir yang menimbulkan obstruksi
9. Stenosis servik/vagina
10. Plasenta previa
11. DKP (disporposi kepala dan panggul)
12. Ruptura uteri imminen
13. Perdarahan antepartum banyak olehkarena plasenta previa totalis atau letak
rendah
Janin
-

Kelainan letak
Gawat janin
Kelainan konginetal yang membuat persalinan pervaginam tidak memenuhi
syarat

Persiapan
Ditegakkan diagnosa
Informed consent
Pemeriksaan laboratorium : PDL, Gol darah
Pelaksanaan
o Pemilihan jenis anestesi
o Tentukan turunnya kepala
o Pemilihan jenis irisan abdominal
o Pemilihan incisi uteri berdasarkan insisi sebelumnya transversal atau klasik
o Tutup lapisan yang diinsisi
o Eksplorasi kavum peritonii dan pastikan tidak ada perdarahan atau cidera

Standar Pelayanan Medis Obsgin

15

ABORTUS
Pengertian:
Keluarnya hasil konsepsi sebelum berat janin mencapai 500 gr, atau umur
kehamilan kurang dari 20 minggu.
Klasifikasi
o Abortus imminens
o Abortus insipiens
o Abortus komplateus
o Abortus infeksius
o Missed abortion
Diagnosis

Anamnesis
Pemeriksaan ginekologis
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan USG, radiology jika diperlukan

Penanganan
o abortus Imminens

Istirahat total sampai 2-3 hari bebas perdarahan


Tokolitik : papaverin 3 X 40 mg/hari sampai bebas rasa mulas/perdarahan atau
isoksopurin 3 X 10 mg tablet selama 5 hari
Sedative : luminal 2X 30 mg, sampai 2-3 hari bebas perdarahan atau diasepam
3 X 2 mg tab
Premaston diberikan berdasarkan hasil rekomendasi
Bila dalam 3-5 hari perawatan perdarahan tidak berkurang atau bahkan
bertambah tentukan kembali diagnosanya

o Abortus insipien
14. Stimulasi dengan oksitosin 10 unit dlam 500 ml D5%
15. Bila pembukaan tidak lengkap lanjutkan dengan kuretase
16. Pasca curetase diberikan metilergotaminmaleat 3 X 1 tab dan antibiotika selama 5
hari
o Abortus kompletus
- tidak ada penanganan kusus
- Kontrol 1 minggu

Standar Pelayanan Medis Obsgin

16

o Abortus inkompletus
Bila keadaan umum baik tanpa perdaraha banyak lakukan kuretase terencana
Perdarahan banyak kuretase segera, sambil perbaikan KU
Pasca curetase diberikan metilergotaminmaleat 3 X 1 tab dan antibiotika selama 5
hari
o Abortus infeksiosa
Terapi suportif tergantung keadaan umum pasien
Antibiotika satndart : ampicillin 3X 1gr IV selama 3-5 hari, Gentamisin 2 X
80 mg, Metronidasol 2X1 gr, atau AB sesuai hasil kultur
Kuretase dilakukan jika temperatur tubuh telah normal
Bila dalam 7 hari temperatur tidak turun kurtase tetap dilakukan untuk
menghilangkan sumber infeksi

o Missed abortion
Definisi :
Apabila janin yang telah mati bertahan didalam rahim selam 2 bulan atau
lebih
35.
Penanganan :
Pemeriksaan laboratorium : PDL, CT/ BT, fibrinogen
Bila hemostasis normal :
Kehamilan > 12 Minggu diberikan estradiol bensoat 2 X 20 mg IM selama 20\
hari, dipasang laminaria 24 jam, dilanjutkan drip oksitosin.
Bila hemostasis ada kelainan
Tranfusi darah segar sampai kadar fibrinogen > 120 mg%
Dilatasi dan kuretase dilakukan setelah hemostasis diperbaiki

Standar Pelayanan Medis Obsgin

17

KEHAMILAN EKTOPIK
Pengertian
Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan hasil konsepsi berimplantasi dan
tumbuh diluar endometrium kavum uteri.
Kriteria diagnosa.
36.
Amenorae atau terlambat menstruasi
37.
Timbul sinkope dan gejala abdomen akutum
38.
Nyeri perut, terutama unilateral
39.
Perdarahan vagina atau spoting
40.
Gejala tidak spesifk lainnya : mual, muntah, gejala kehimaln lainnya
Pemeriksaan fisik
Tanda-tanda syok:
- Hipotensi
- Takhikardi
- Akral dingin
- Pucat/anemis
Abdomen akutum
Perut tegang bagian bawah
Nyeri tekan, nyeri ketok, dan nyeri tekan lepas.
Pemeriksaan ginekologi
o Serviks teraba lunak, nyeri dan nyeri goyang
o Kavum dauglasi menonjol karena terisi darah
o Korpus uteri sedikit membesar atau normal
Pemeriksaan penunjang
17. Laboratorium : PDL, PP tes (Test kehamilan)
18. USG
19. Pemeriksaan kuldosintesis untuk mengetahui adanya darah dalam kavum douglasi
Penatalaksanaan umum
Segera bawa ke RS
Transfusi darah dan pemberian cairan untuk mengatasi syok dan mengoreksi
anemia
Operasi segera dilakukan setelah diagnosa ditegakkan untuk menghentikan
perdarahan
Penyulit
Standar Pelayanan Medis Obsgin

18

Syok irversibel, perlekatan dan obstruksi usus


Lama perawatan
Tanpa penyulit pasien pulang pada hari ke 6

NEOPLASMA OVARIUM JINAK (KISTOMA OVARII)


Dibagi atas :
Kistik al : kistoma ovarii simpleks, kistoma ovarii serosum, kista dermoid. dll
Solid al : Fibroma, fibroadenoma, tumor brener, tumor sisa adrenal
Kriteria diagnosa :
Anamnesis :
- Timbul benjolan diperut dalamwaktu relatif lama kadang-kadang disertai
gangguan menstruasi, buang air besar, buang air kecil
- Nyeri perut, jika terjadi infeksi atau torsi
- Ditemukan dirongga perut, dengan ukuran > dari 5 cm, pada pemeriksaan
dalam letak tumor diparametrium kiri/kanan atau mengisi kavum douglasi
- Konsistensi kistik, mobil, permukaan tumaor umumnya rata
Diagnosa:

Tumor akibat radang


Kista endometriosis
Tumor uterus
Kehamilan

Pemeriksaan penujang
PDL
Tes Kehamilan
USG
PA
Terapi
Pembedahan kistektomi, jika ada jaringan yang masih utuh. Ooforektomi atau
salpingoooforektomi unilateral. Salpingoooforektomi bilateral bila ditemukan
tumor pad kedua ovarium, pada usia muda uterus dapat ditinggalkan dan dengan
rencana substitusi hormonal. Dilakukan frozen section bila diperlukan
Perawatan Rumah sakit
o Bila perlu perbaikan keadaan umum
o Keadaan kegawatan
o Pasien sudah siap rencana operasi
Penyulit

Standar Pelayanan Medis Obsgin

19

Akibat kista pecah, terpuntir (torsi), terinfeksi


Akibat tindakan selama pembedahan : perdarahan, cidera usus, komplikasi cidera ureter.
Lama perawatan
5-7 hari

MIOMA UTERI
Pengertian
Suatu tumor jinak lapisan miometrium rahim dengan sifat
Konsistensi padat kenyal
Berbatas tegas dan mempunyai pseudokapsul
Tidak nyeri
Bisa soliter atau multiple
Lokasi tumor
Submukosa
Intramural
Subserosa
Intraligamenter
Bertangkai (pedunculated)
Parasitk (wandering myoma)
Kriteria diagnosa
Pembesaran uterus
Gejala klinis
Mungkin tanpa gejala atau timbul gejala berupa rasa penuh di perut atau berat
pada bagian bawah perut, teraba benjulan padat kenyal diperut bawah
Gangguan haid atau perdarahan abnormal uterus berupa menoragi, metroragi
Akibat penekanan tumor : disuria, polakis uria, retensio urine. Overflow
incontinent, konstipasi, odem tungkai, varises
Pemeriksaa
Palpasi abdomen dadapatkan tumor didaerah atas sympisis atau abdomen bagian bawah
dengan konsistensi padat, kenyal, tidak nyeri, berbatas jelas, modah digerakkan (jika
tidak terjadi perlengketan)
Diagnosa banding :
- Kehamilan
- Neoplasma ovarium
- Endometriosis
- Kanker usus
- Kelainan bawaan uterus
- Tumor padat rongga pelvis non gynekologis

Standar Pelayanan Medis Obsgin

20

Pemeriksaan penunjang
20. Dilatasi dan kuretase bertinkat pada penderita disertai dengan perdarahan untuk
mentingkirkan patologi lain pada endometrium (hiperplasia endometrium atau
adenokarsinoma endometrium)
21. USG
22. PA
Terapi
41.
Observasi : bila ukuran uterus sama atau kurang dari ukuran uterus pada
kehamilan 12 minggu tanpa disertai penyulit lain, pengawasan dilakukan tiap 3
bulan sekali, apabila terjadi pembesaran atau komplikasi dipertimbangkan
operasi.
42.
Bila disertai keluhan / komplikasi perdarahan :
43.
Koreksi anemia dengan trnasfusi sampai Hb > 10 gr %
44.
Kuretase untuk menghentikan perdarahan dan untuk pemeriksaan patologi
anatomi untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan
45.
Jika tidak ditemukan keganasan : umur kurang dari 35 dan masih
menginginkan anak dilakukan terapi konservativ, bila gagal dipertimbangkan
terapi operatif. Bila lebih dari 35 tahun dan jumlah anak lebih dari 2 dilakukan
tindakan operatif.
Miomektomi
Dilakukan bila fungsi reproduksi diperlukan dan secara teknis memungkinkan
Histerektomi:
Fungsi reproduksi tidak diperlukan
Pertumbuhan tumor sangat cepat
Bila terjadi perdarahan yang membahayakan penderita (tindakan hemostasis)
Keadaan khusus:
Mioma pendekulating atau mioma wandering selalu dilakukan tindakan operatif
Mioma dengan infertilits penanganannya tergantung penyebab infertilitas yang
lain
Mioma dengan kehamilan penangnannya tergantung hasil evaluasi setelah
persalinan atau dilakukan operasi pada masa kehamilan jika terjadi komplikasi
akut.
Mioma pada wanita menopause akan mengalami regresi tetapi bila terjadi
pembesaran perlu dilakukan tindakan segera.
Perawatan di rumah sakit
Dirawat jika terjadi perdarahan hebat/ anemia gravis atau bila direncanakan tindakan
pembedahan
Penyulit

Standar Pelayanan Medis Obsgin

21

Perdarahan
Anemia
Infeksi
Perlengketan pasca miomektomi
Torsi pada yang bertangkai
Degenerasi merah sampai nekrotik
Degenerasi ganas (miosarcoma)
Infertilitas
Lama perawatan
o 2 hari paska kuretase
o 7 hari pasca miomektomi atau histerektomi

Standar Pelayanan Medis Obsgin

22

MOLA HIDATIDOSA
Pengertian
Adalah suatu neoplasma jinak dari tropoblas, dimana terjadi kegagalan
pembentukan plasentan atau fetus, denganterjadinya villi yang menggelembung
sehingga menerupai bentukan seperti buah anggur
Kriteria diagnostik
Gambaran klinik
Pembesaran uterus melebihi usia kehamilan
Perdarahan pervaginam/gelembung mola
Gejala toksemia pada trimester I-II
Tirotoksikosis
Emboli paru
Diagnosa banding
Abortus
Kehamilan
Kehamilan ganda
Kehamilan dengan mioma
Pemriksaan penunjang
o T3-T4, bila ada gejala tirotoksikosis
o Foto thoraks
o HCG urin atau serum
o USG : terlihat gambaran badai salju / gelembung mola
o Uji sonde menurut hanifa : sondemasuk tanpa tahanan dan dapat diputar 360
derajat
o Biopsi acosta sison: masukkan tang tampon kedalam kavum uterus
o PA
Penatalaksanaan :
Pada prinsipnya ada 2 hal yaitu
- Evakuasi mola
- Pengawasan lanjut
Evakuasi Mola

Standar Pelayanan Medis Obsgin

23

Dilakukan setelah pemeriksaan selesai


Bila mola sudah keluar spontan dilakukan kuret hisap (suction), bila kanalis servikalis
belum membuka maka dipasang laminaria dan 24 jam kemudian dilakukan kuretase hisap
dan dilanjutkan kuretase tumpul
Pemberian uterotonika
Infus oksitosin bila evakuasi sudah dimulai
7-10 hari kemudian dilakukan kuretase ulang dengan kuretase tajam

Standar Pelayanan Medis Obsgin

24