Anda di halaman 1dari 17

SINTESIS KATALIS H-ZSM-5

UNTUK REAKSI KONVERSI KATALITIK


SENYAWA ASETON-BUTANOL-ETANOL (ABE)
MENJADI SENYAWA HIDROKARBON C1-C10

OLEH

: PRILLY FATTICIANITA

PEMBIMBING

: Ir. SETIADI, M.Eng

JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Perumusan Masalah
Mempersiapkan Katalis H-ZSM-5
konversi katalitik senyawa ABE.

untuk

Memberi perlakuan pada katalis H-ZSM-5.


Mengatur kondisi operasi reaksi konversi
katalitik senyawa ABE.

Tujuan Penelitian
Pembuatan
katalis
H-ZSM-5
dengan
variasi rasio Si/Al sebesar 15, 30 dan 45.
Mempelajari dan
katalis H-ZSM-5.

mengetahui

Melakukan karakterisasi
sintesis katalis H-ZSM-5.

struktur

terhadap

hasil

Mempelajari proses dan mekanisme reaksi


dalam konversi katalitik ABE dengan
menggunakan katalis H-ZSM-5.

Idientifikasi produk dari reaksi konversi


katalitik ABE dengan menggunakan katalis
H-ZSM-5.
Menentukan rasio Si/Al dari sintesis HZSM-5 dan variabel kondisi operasi yang
optimum.
Batasan Masalah

Bahan baku sintetis ZSM-5 adalah TEOS


(Tetra ethyl Ortho Silicate), Natrium silikat
dan Natrium aluminat.
Bahan baku konversi katalitik ABE adalah
aseton-butanol-etanol dengan rasio 3:6:1.

Sintesis H-ZSM-5 dengan rasio Si/Al sebesar


15, 30 dan 45 digunakan dalam konversi
katalitik.
Karakterisasi katalis dengan metode BET,
XRD, uji partikel dan uji keasaman.
Analisa produk konversi katalitik dengan
menggunakan GC-TCD dan FTIR.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Zeolit
Kata zeolit berasal dari kata Yunani yaitu zein
yang berarti

seolah-olah mendidih apabila

dipanaskan dan lithos yang berarti batu.


Jenis-jenis Zeolit

ZSM-5
Pertama kali diperkenalkan di New Zealand
untuk mengkonversi metanol menjadi
gasoline (MTG).
ZSM-5 merupakan zeolit sintetik yang
mempunyai inti asam dan mempunyai
kemampuan selektivitas yang tinggi.
Sifat keasaman ZSM-5 dipengaruhi oleh
rasio Si/Al tetapi tidak berpengaruh
terhadap struktur ZSM-5.
Struktur ZSM-5 memiliki kerangka tiga
dimensi dari tetahedral yang berhubungan
dengan atom O.
Memiliki saluran lurus dengan diameter
0,56 x 0,54 nm dan saluran sinusoidal
berdiameter 0,55 x 0,51 nm.
Sintesis
ZSM-5
dilakukan
dengan
pencampuran TEOS dan Natrium silika

Struktur ZSM-5
Struktur pori
dengan 10
cincin oksigen

Unit dasar
SiO4,
Struktur
Tetrahedral

Saluran Lurus
0.51 x 0.55 nm

Saluran zigzag/sinusoidal
0.54 x 0.56 nm

The structure of HZSM-5

2.3 Reaksi Konversi Katalitik Senyawa ABE

BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN

Tahapan Penelitian

Sintesis H-ZSM-5

10

Susunan Peralatan Uji Katalis Fixed Bed


Reactor

11

Susunan reaktor untuk tahap konversi katalitik


adalah :
Unggun katalis adalah berupa katalis HZSM-5
yang ditahan dengan lapisan
quartz wool agar unggun katalis berada
pada posisi yang tetap.
Di atas unggun katalis ditempatkan pasir
kuarsa
yang
dimaksudkan
sebagai
pemanas ABE yang masuk pada fasa cair,
yakni pada suhu sekitar 425525 oC.
Tepat di sisi luar unggun katalis,
disematkan pipa kecil untuk peletakan
ujung termokopel sebagai monitoring suhu
katalis selama reaksi.
Reaktor yang telah disiapkan dengan
susunan
tersebut
diatas
kemudian
ditempatkan pada sistem aliran uji reaksi

12

Kondisi Operasi Reaksi Konversi Katalitik ABE


Komposisi

Laju alir

Produk

Umpan

Konversi

(WHSV-1)

Katalitik

400

2-8

450

2-8

500

2-8

H-ZSM-5

Suhu

(Rasio

Reaksi ( C)
o

Si/Al)
15*)

Ket : *) dilakukan lagi untuk H-ZSM-5 dengan rasio Si/Al 30 dan 45

Kondisi reaksi pada reaktor :


1.

Tekanan Operasi

: atmosferik

2.

Laju alir carrier gas

: 10 cc/min

3.

Katalis sampel unggun :


(variable konstan)

4.

Waktu sampling
menit

5.

Jangka waktu reaksi

3
setiap

gram
30

: sekitar 5 jam

13

6.
Laju alir umpan (WHSV): 2-8 h-1
Kondisi reaktor adalah :
Diameter

:15 mm

Panjang

: 350 mm

Material Bahan : Stainless Steel (SS 316)


Persiapan alat
a.Siapkan

alat

terlebih

dahulu

sebelum

sampel dipanaskan pada hot plate.


b.Untuk start up, alirkan terlebih dahulu gas
N2

untuk

membersihkan

reactor

yang

dalam keadaan kosong.


c. Masukkan sejumlah katalis dengan variasi
berat, misalnya 5 gram.

14

d.Nyalakan furnace electric dan set pada


temperatur 400oC.
e.Pada

saat

tercapai,

temperatur
nyalakan

hot

reaktor

telah

plate

pada

temperatur

40oC

dan

amati

sampel

(campuran

ABE),

catat

waktu

sampel

habis menguap sehingga diperoleh laju


massa campuran ABE dalam gram/waktu.
f. Tentukan
gram sampel

WHSV

yang

dari

waktu sampel habis

gram katalis

dihitung

h 1

g.Sampel yang menguap akan dibawa oleh


carrier gas ke dalam reaktor sehingga
terjadi reaksi di dalam reaktor.
h.Produk yang diperoleh di tampung dalam
sebuah wadah yang telah diisi es.

15

i. Analisa produk yang diperoleh.

16

SEKIAN & TERIMA KASIH

17

Anda mungkin juga menyukai