Anda di halaman 1dari 2

PRAKTEK MENYUNTIK

YANG AMAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

SPO-PMA-RSIS-07

SPO
KEPERAWATAN

Tanggal Terbit
10 Maret 2013

Ditetapkan oleh
Direktur

Dr.Abdul Hanan R korompot, MH.kes

Pengertian

Adalah suatu tindakan inersi yang dilakukan oleh dokter atau perawat
kepada pasien dengan menjaga keamanan pasien, dokter dan perawat yang

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

melakukan inersi
Melakukan tindakan penyuntikan obat kepada pasien secara aman, nyaman,
dan benar.
1. Semua pasien yang akan dilakukan tindakan penyuntikan
2. Dilakukan oleh perawat dengan intruksi dokter
3. Tindakan dilakukan secara intravena (drip dan selang infus), intra
muskuler, subcutan
4. Semua catatan tindakan di dokumentasikan
A. Persiapkan pasien.
1. Cek ulang kesesuaian identitas pasien dengan instruksi penyuntikan.
2. Beritahukan kepada pasien dan keluarga bahwa akan disuntik, dan
tenangkan pasien.
3. Cek ulang riwayat alergi
B. Persiapkan obat.
1. Cek ulang kesesuaian jenis obat, dosis obat, cara pemberian dengan
instruksi penyuntikan.
2. Cek ulang tanggal kadaluwarsa.
3. Cek ulang jumlah obat
C. Lakukan tindakan aseptik antiseptik
D. Lakukan penyuntikan
E. Cara penyuntikan secara intravena langsung
1. Tentukan vena mana yang akan disuntik.
2. Lakukan tindakan aseptik/antiseptic.
3. Ligasi bagian vena yang akan disuntik/ditusuk.
4. Tegangkan kulit pasien dengan tangan kiri.
5. Pastikan tidak ada udara dalam spuit.
6. Tusukkan jarum dengan arah jarum sejajar vena, lubang jarum

mengarah keatas dan garis ukur syringe terlihat.


7. Isap sedikit untuk melihat apakah jarum benar masuk vena, bila
berhasil masuk, darah dari vena akan masuk kedalam spuit.
8. Masukkan obat secara perlahan dan perhatikan area penyuntikan.
9. Tindihkan kapas alkohol pada tempat penyuntikan lalu cabut jarum,
pertahankan kapas alkohol dengan plester.
10. Syringe dibuat pada tempat sampah medis.
F. Cara penyuntikan secara intravena melalui selang infuse.
1. Lakukan tindakan secara aseptic dan antiseptic.
2. Pastikan tidak ada gelombang udara pada spuit.
3. Tusukan jarum pada bagian karet pada selang infuse.
4. Isap sedikit untuk memastikan jarum benar masuk ke dalam selang
infuse.
5. Tutup aliran cairan infuse.
6. Suntikan obat secara perlahan.
7. Tindihkan kapas alkohol pada lokasi tusukan jarum dan cabut jarum.
8. Buka aliran cairan infuse
9. Spuit dibuang pada tempat sampah medis
G. Cara Penyuntikan Secara Drip Intravena
1. Lakukan tindakan aseptic.
2. Pada sediaan larutan infuse tertutup karet obat bisa langsung
disuntikkan dengan menusukkan jarum pada karet untuk selanjutnya
larutan infuse dikocok sekali dua kali untuk memastikan meratanya
obat larut.
3. Pada sediaan larutan infuse tanpa tutup karet, maka selang infuse
harus dipisahkan dulu dari botol cairan infuse. Jarum ditusukkan
pada mulut botol infuse sama dengan lokasi tusukan selang infuse.
4. Tetesan cairan infuse sesuai instruksi dokter.
H. Cara penyuntikan secara intra muskuler
1. Tentukan lokasi penyuntikan, pada 1/3 lateral garis SIAS coccygis
pada bokong, pada paha atau pangkal lengan / deltoid.
2. Lakukan tindakan aseptic antiseptic.
3. Untuk pasien kurus maka tangan kiri mengangkat otot pada lokasi
suntikan dengan cubitan ringan. Untuk pasien gemuk dengan lapisan
lemak subkutis tebal tidak diperlukan
4. Tusukkan jarum pada lokasi suntikan hingga pada kira-kira
panjang jarum, arah tegak lurus.
5. Isap sedikit, bila masuk darah, maka jarum ditarik sedikit. Isap ulang
untuk memastikan tidak ada darah terisap, menandakan jarum tidak
masuk pembuluh darah.
6. Suntikkan obat secara perlahan..
7. Tindihkan kapas alkohol pada lokasi suntikan, cabut jarum, massage

Unit Terkait

lokasi suntikan dengan kapas tadi.


8. Spuit dibuang pada tempat sampah medis.
UGD, POLI, RANAP, DAN OK