Anda di halaman 1dari 30

ARTHROPODA

Phylum Arthropoda
Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas, dan podos
yang berarti kaki. Jadi Arthropoda dapat diartikan hewan yang kakinya
beruas-ruas. Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks)
dan perut (abdomen). dimana bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik
coelomata , terlindung oleh rangka luar dari kitin.Arthropoda yang hidup
di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat bernafas
dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea. memiliki alat
indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata tunggal
(ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada
insecta)Merupakan hewan kelompok terbesar dalam arti jumlah species
maupun penyebarannya. Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau,

saluran Malpigh Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui
orang adalah Arthropoda

Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:


1.
2.
3.
4.

Crustacea atau Udang-udangan , Kepiting


Arachnida atau labah-labah , Kala kengking
Insecta atau serangga (Hexapoda)
Myriapoda atau lipan (kaki seribu) , Kelabang

Adapun ciri-ciri umum dari Arthropoda antara lain adalah sebagai berikut:
Tubuh beruas-ruas
Tubuh terbagi atas kepala (caput), dada (thoraks), dan badan belakang
(abdomen).
Beberapa diantaranya ada yang memiliki kepala dan dada yang
bersatu (cephalothorax)
Bentuk simetri bilateral
Hewan dengan lapisan embryonalnya bertipe Triploblastik Coelomata
( Mempunyai tiga lapisan embryonal ekto-meso dan endoderm yang
bisa berdefrensiasi menjadi organ tubuh , dimana setelah terbentuk
tubuh bagian dalam tubuh itu terdapat rongga ( Coelom) dan tentu
rongga itu bisa untuk diisi materi dari luar misalnya makanan , oksigen
dll
Rongga tubuh berisi darah, disebut hemocoel.
Rangka luar keras ( eksoskeleton) yang tersusun atas zat kitin / protein
sebagai pembungkus tubuh , yang bisa dieksidisis
Urat-urat dagingnya bergaris melintang.
Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas
System peredaran darah terbuka (system lakuner) dan alat
peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka,
satu-satunya buluh darah yang ada berupa saluran lurus terletak di

atas saluran pencernaan, yang di daerah abdomen mempunyai


lubang-lubang di sebelah lateral.
Sistem alat pencernaan berupa saluran tubular (kurang lebih lurus),
ada mulut dan anus.
Alat pernapasan berupa trakea, insang, dan paru-paru yang
merupakan lembaran (paru-paru buku)
Alat pencernaan makanan lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan
usus, dan anus
sistem reproduksi terpisah (gonokoris) artinya ada hewan jantan dan
ada hewan betina. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual
(partenogenesis dan paedogenesis)
System saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena,
Sistem syaraf itu terdiri dari ganglion anterior yang merupkan otak
terletak di atas saluran pencernaan, sepasang syaraf yang
menghubungkan otak dengan syaraf sebelah ventral, serta pasanganpasangan ganglion ventral yang dihubungkan satu dengan yang lain
oleh urat syaraf ventral, berjalan sepanjang tubuh dari depan ke
belakang di bawah saluran pencernaan.
Sistem pengeluaran (ekskresi) berupa saluran-saluran Malphigi yang
bermuara di saluran pencernaan, limbah dikeluarkan melalui anus.
Hidupnya di darat, air tawar dan laut.

A. Crustacea atau Udang-udangan


Ciri-ciri Crustacea
Pada kepalanya terdapat lima pasang alat gerak sebagai berikut:
Tiga pasang rahang yaitu, satu pasang Mandi Bula, satu pasang
maksila petama, dan satu pasang maksila kedua.
Dua pasang antena dengan alat-alat tambahan disekitarya yang
bersifat tipikal biramus (bercabang dua)
Peredaran darahnya terbuka dan tidak memiliki pembuluh darah
kapilar
Sebagian besar anggotanya bernafas dengan insang, tetapi hewan
yang ukuran tubuhnya kecil bernapas dengan seluruh permukaan
tubuhnya
Hewan ini dapat dibedakan antara hewan jantan dan hewan betina
Kakinya terdapat hampir di seluruh permukaan tubuhnya
Kepalanya terbentuk sebagai persatuan segmen.
Klasifikasi / Sistematika : Kelas insecta terbagi atas 2 subkelas yaitu:
1. Subkelas Malacostrata(udang tingkat tinggi) yang memiliki ciri-ciri
sebagai brikut:

Tubuhya terdiri atas cephalothoraks

Cara perkembangbiakannya dengan telur hasil pembuahan yang


menetas menjadi larva yang disebut Nauplius
Bernafasnya dengan insang berbentuk bulu-bulu halus
Hewan ini tidak berwarna.

2. Klasifikasi Malacostrata
A. Subkelas Malacostrata dibagi menjadi 3 ordo sebagai berikut:
1. Ordo Isopoda
Pada umumnya hidup di laut, tetapi ada pula yang hidup di air tawar
dan darat
Ada beberapa diantaranya yang menggerek kayu

Ordo Stomatopoda
Hidupnya di laut
Anggotanya terdiri atas crustacea yang bentuk tubuhnya seperti
belalang sembah
Di belakang kepalanya terdapat karapaks yang merupakan rangka luar
Warna tubuhnya menyolok

3. Ordo Decapoda
Anggotanya meliputi udang, kepiting, dan ketam
Tiga pasang anggota gerak paling depan pada thoraksnya berubah
fungsi menjadi rahang
Lima pasang anggota gerak lainnya pada thoraks menjadi kaki sehinga
disebut hewan berkaki sepuluh
Kepala dan thoraksnya menjadi satu yang dilindungi oleh kaparaks.
Contoh :
1. Cabarus sp (udang air tawar)
2. Panulirus sp (udang laut lobster)
3. Penacus sp (udang windu / udang air payau

B. Subkelas Entomostraca (udang tingkat rendah) yang memiliki ciri-ciri


sebagai berikut:

Merupakan mikroorganisme
Hidupnya sebagai plankton yang dapat bergerak bebas
Hewan ini tidak memiliki insang sehingga bernafas dengan seluruh
permukaan tubuhnya

Klasifikasi Entomostraca dibagi menjadi beberapa ordo sebagai berikut:


1. Ordo Branciopoda
Tubuhnya sangat kecil dan hidupnya di air tawar
Pada umumnya bertubuh pucat dan transparan.
Contoh:

1. Daphnia Pulex (kutu air)


2.
3.
4.
5.

Lepidurus
Notostraca
Estheria
Conthrostraca

2. Ordo Ostracoda

Hidupnya di air laut dan air tawar


Beberapa jenis diantaranya hidup sebagai plankton

Merupakan ordo terbesar di Enromostraca


Hidupnya di air laut, tawar dan hidup sebagai plankton

4. Ordo Cirripedia
Hidupnya di laut
Pada umumnya hidupnya melekat pada suatu tempat

System Organ Crustacea


System pernapasannya berupa insang kecuali yang bertubuh sangat
kecil dengan seluruh permukaan tubuh

System pencernaan terdiri atas 3 bagian yaitu: tembolok untuk


menampung makanan, lambung otot (ampela), dan lambung kelenjar.
Sistem reproduksinya diesis (berkelamin satu). Pembuahan terjadi
secara eksternal. Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil,
berkaki tiga pasang dan bersilia.

Habitat
Hewan ini sebagian besar hidup di air yaitu danau, laut, dan sungai.
Di laut hewan ini hidup mulai dari pantai hingga laut dalam.
Namun ada juga yang hidup di air tawar dan di darat.

Peranan Crustacea bagi kehidupan manusia


Crustacea menguntungkan bagi manusia dalam beberapa bidang seperti
berikut ini:
1. Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misalnya udang,
lobster, dan kepiting.
2. Bidang Ekologi; Entomostraca yang berperan sebagai zooplankton
menjadi sumber makanan misalnya anggota Branchiopoda, Ostracoda,
dan Copepoda

Crustacea yang merugikan antara lain:


Merusak lambung kapal (perahu), misalnya anggota Isopoda
Parasit pada ikan, kura-kura, dan sebagainya misalnya anggota
Cirripedia dan Copepoda.
Merusak pematang sawah atau saluran irigasi, misalnya ketam.
B. Insecta atau Serangga
Anggotanya sangat besar dan bervariasi sehingga dipelajari dalam cabang
ilmu biologi tersendiri yang disebut Entomologi (entomos = serangga, logos
= ilmu), yaitu ilmu yang mempelajari tentang serangga.
Ciri-ciri Insecta

Sebagian anggotanya hidup di darat dan sebagian kecil saja yang


hidup di air tawar. Jarang sekali hewan ini yang hidup di dalam air laut.
Ukuran tubuhnya bervariasi, ada yang bersifat mikroskopis sampai ada
yang beberapa sentimeter panjangnya.
Tubuhnya terdiri atas caput (kepala), thoraks (dada), dan abdomen
(perut).

Pada abdomennya biasanya terdapat 6-11 segmen, dan satu ataupun


dua sayap.
Alat pencenaan makanannya terdiri atas mulut, kerongkongan,
lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus, usus akhir, dan
anus.
Penghancuran makanan terjadi dalam lambung otot.
Pada kepalanya terdapat:Sepasang mata faset (mata majemuk) tetapi
ada yang bermata tunggal , Sepasang antena sebagai alat peraba dan
Empat pasang alat mulut
Pada serangga betina terdapat ovipositor yang berguna untuk
menyimpan telur.
Pada segmen pertama dari abomennya memiliki membran hympanum
untuk mendengar
Hewan ini tidak mempunyai zat warna merah, tetapi ada sel darah dan
pembuluh
System saraf tangga tali.

Empat bentuk mulut, yaitu:


1.
2.
3.
4.

Alat
Alat
Alat
Alat

mulut
mulut
mulut
mulut

menggigit pada semut , belalang , ratap , jangkrik


menggigit dan menjilat pada lebah
mengisap pada kupu-kupu
menusuk dan mengisap pada nyamuk

Thoraks (dada) terbagi atas 3 segmen, yaitu:


1. Prothoraks (bagian depan), terdapat sepasang kaki jalan dan kadangkadang ada sepasang sayap
2. Mesothoraks (bagian tengah), terdapat sepasang kaki jalan dan
kadang-kadang ada sepasang sayap
3. Metathoraks (bagian belakang), terdapat sepasang kaki jalan.

Metamorfosis

Hewan ini mengalami metamorfosis (perubahan bentuk tubuh menuju


kedewasaan) sebagai berikut:

A. Metamorfosis sempurna
Telur larva kepompong (pupa) imago (dewasa).
Contoh: kupu-kupu, lalat, dan tawon.

B. Metamorfosis tidak sempurna Telur - nimfa imago


Contoh : jangkrik . Lipas .Belalang
C. Tidak mengalami metamorfosis : dari telur - Imago ( dewasa )
Contoh: Lepisma (kutu buku)

Klasifikasi / Sistematika
Kelas Insecta dibagi menjadi 2 subkelas sebagai berikut:Subkelas Apterygota
yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Tubuh berwarna perak dan tidak memiliki sayap


Tidak mengalami metamorfosis
Thoraks dan abdomen tidak memiliki batas yang jelas.

Klasifikasi Apterygota
Subkelas kelas Apterygota dibagi menjadi 2 ordo sebagai berikut:
1. Thysaruna, yaitu Apterygota yang memiliki antena panjang.
2. Contoh:Lepisma Saccharina (kutu buku) , Mempunyai kemampuan
merusak buku dan pakaian yang dikanji, Menghasilkan enzim selulosa
yang berguna untuk mengubah selulosa menjadi gula sederhana.

Collembola

Hidup di tanah terutama di hutan yang lembab


Antenanya berbuku-buku

Pterygota dibedakan antara Exopterygota dan Endopterygota.

Exopterygota, memiliki sayap yang merupakan tonjolan luar dari


dinding tubuh dan metamorfosisnya tidak sempurna.
Endopterygota, sayapnya berkembang dari penonjolan ke dalam dari
dalam dinding dan metamorfosisnya tidak sempurna.

Subkelas Pterygota dibagi menjadi 10 ordo sebagai berikut:


1. Ordo Archiptera atau Isoptera (bersayap asli)
Termasuk Exopterygota
Mempunyai dua pasang sayap yang tipis dan berukuran sama
Metamorfosisnya tidak sempurna

Aeshna (capung) dan Reticulitermis (anai-anai) , Rayap

Rayap

Rayap membentuk susunan masyarakat (polimorfisme), yaitu raja,


ratu, prajurit (tentara), dan pekerja (tidak bersayap)
Rayap prajurit dan pekerja mandul
Di dalam usus rayap terdapat flagellata yang mencerna selulosa.

2. Ordo Neuroptera (bersayap jala)


Termasuk Endopterygota
Mempunyai dua pasang sayap tipis seperti selaput dan pembuluh
serupa jalan
Metamorfosisnya sempurna
Mempunyai alat mulut menggigit.
Contoh: Myrmeleon frontalis (undur-undur)

Ordo Orthoptera (bersayap lurus)

Termasuk Exopterygota
Mempunyai bagian sayap yang bagian depannya tebal dan bagian
belakangnya tipis
Metamorfosisnya tidak sempurna
Mempunyai alat mulut menggigit
Contoh:

1.
2.
3.
4.
5.

Blatta orientalis (kecoak)


Manthis religiosa (belalang sembah)
Gyrlius domestica (jangkrik)
Gyrllotalpa hirsute (anjing tanah/orong orong)
Branchytrupes (gangsir)

4. Ordo Rinchota
Ordo Rinchota dibagi menjadi dua familia sebagai berikut:
Hemiptera

Termasuk Exopterygota
Memiliki dua pasang sayap, sayap depannya seperti kulit dan sayap
belakangnya seperti selaput tipis
Mempunyai mulut menusuk dan mengisap

Metamorfosisnya tidak sempurna


Contoh:

1. Podops vermiculata (walang colelat)


2. Leptopcorisa acuta (wlang sangit)
3. Cymex rotundatus (kutu busuk)

Homoptera
Termasuk Expterygota
Memiliki dua pasang sayap yang keduanya merupakan selaput
Pada waktu istirahat sayap dilipat
Metamorfosisnya tidak sempurna
Contoh:
1.
2.
3.
4.

Nilaparvata lugegens (wereng


Pediculus capitis (kutu kepala)
Aphis medicaginis (kutu daun)
Coccidae (kutu perisai)

5. Ordo Coleoptera
Termasuk Endopterygota
Mempunyai dua pasang sayap, sayap depan disebut elytra yang tebal
dan mengilap karena zat tanduk
Sayap belakangnya tipis berupa selaput
Contoh:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Chrysochrosa fulminans (samber lilen)


Coccinella sp. (kepik emas)
Orhyctes rhinoceros (kumbang tanduk)
Hydrous picicornis (kepik)
Xylotropes gideon (kumbang kelapa)
Calandra oryzae (kumbang beras)
Lampryris (kunang-kunang)

6. Ordo Hymenoptera (bersayap selaput)


Termasuk Endopterygota
Mempunyai dua pasang sayap yang tidak sama
Mempunyai alat mulut menggigit dan menjilat
Contoh:

1. Apis indica (lebah madu)


2. Oechophylla smaragdina (semut rangrang)
3. Delichoderus bituberculatus (semut hitam)

LEBAH MADU (Apis


indica)
Ada yang hidup menyendiri dan ada yang hidup berkelompok serta
susunan masyakat lebah , yaitu:
1. Lebah pekerja yang bertugas membuat sarang, mengumpulkan madu,
serat mengurus telur dan larva.
2. Lebah tentara
3. Lebah jantan
4. Lebah ratu

7. Ordo Diptera (bersayap dua)

Termasuk Endopterygota
Mempunyai dua pasang sayap tipis
Metamorfosisnya sempurna
Contoh:

1. Culex sp.
2. Aedes aegepty
3. Anopheles dudlowi
4. Glossina morsitans (lalat tse-tse)
5. Drosophila melanogaster (lalat buah)
6. Anopheles sundaicus (vector penyakit malaria)
7. Musca domestica (lalat rumah)
8. Mansonia sp

KARAKTERISTIK LALAT
ukuran tubuh hampir sama dengan Musca domestica.
memiliki warna tubuh hitam sampai kecoklatan dan mata berwarna
mengkilap

Ukuran dewasa 7-8 mm dengan 4 dorsal garis-garis hitam membujur di


dada, 2 garis-garis tengah dipisahkan oleh daerah terkemuka dan
perut pucat dengan daerah gelap hampir bulat.
Kepalanya dengan belalai / puncak keras, ditarik, diproyeksikan ke
depan dari bagian bawah kepala.
Tipe mulutnya menghisap, yang digunakan untuk menghisap darah
pada hewan ternak.

Antena 3-tersegmentasi, kedua segmen dengan jahitan yang


membujur (line printer), segmen ketiga dengan seta (tepi) dan
bulu di sisi dorsal saja.
Sayap dengan longitudinal keempat melengkung ke depan dan
pembuluh darah menuju vena k
sayap disimpan lebar saat istirahat,
ketika dia berpijak kepala menghadap ke atas dan menyentuh
perut permukaan di mana ia berpijak.
Sayapnya jernih.
Lalat jantan maupun betinanya menghisap darah (Tse tse) dan
merupakan penerbang yang kuat dan berumur panjang.
Aktif pada siang hari dan gigitannya menyakitkan.
Penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat kandang antara lain
Brucella abortus, B. Militensis dan Bacillus antracis.
Lalat mengalami metamorfosis sempurna.
induk dari S. calcitrans (L) biasanya meletakkan telur di
permukaan daun (biasanya jerami) atau tempat-tempat yang
terletak di atas permukaan air.

Larvanya bersifat akuatik, pada dewasa jantan sering terdapat


pada bunga-bunga untuk mengambil pollen/nectar
Larva dewasa, tanpa mata atau kaki rata dengan kepala besar
dan bulat segmen belakang, kepala diwakili oleh sepasang kait
gelap.
Posterior spiracles (pernafasan pori-pori) daerah sedikit lebih
tinggi dari spiracles benar-benar halus dan gelap, dengan 3
lubang atau slot berbentuk espiraculares (berkelok-kelok) dan
khusus non-struktur dalam bentuk thread (tombol) di tengah.
Kepompong berwarna cokelat dengan ukuran 6-7 mm.
Proses metamorfosis dari telur sampai menjadi lalat dewasa,
memerlukan waktu 3-4 minggu.

8. Ordo Siphonoptera
Termasuk Endopterygota
Tidak bersayap dan bermata tunggal
Metamorfosisnya sempurna
Mempunyai alat mulut menusuk dan mengisap
Contoh
1.
2.
3.
4.

Ctenocephalus cannis (kutu anjing)


Ctenocephalus felis (kutu kucing)
Pulex irritan (pinjal manusia)
Xenopsylla cheopsis (kutu tikus)

9. Ordo Lepidoptera
Termasuk Endopterygota

Mempunyai alat mulut mengisap


Metamorfosisnya sempurna
Mempunyai dua pasang sayap tipis beraneka ragam warna
Contoh:

1.
2.
3.
4.
5.

Acharonitra lachesis (kupu-kupu tengkorak)


Bombyx mori (ngengat sutera)
Attacus atlas (kupu-kupu gajah)
Cricula trifenestrata (kupu-kupu kenari)
Hyblaea puera (kupu-kupu ulat jati)

System Organ Insecta


System pernapasan pada serangga disebut system trakea.
Pernapasan sistem trakea terdiri atas pembuluh-pembuluh yang bercabang-cabang
ke seluruh tubuh dan bermuara pada stigma atau spirakel.
Udara pernapasan keluar dan masuk ke dalam tubuh Insecta melalui stigma.
Stigma merupakan lubang yang terdapat di sepanjang sisi kiri dan kanan tubuh.
System pencernaan insecta
dimulai dari mulut yang terdiri atas bibir atas dan bawah, rahang serta gigi.
Dari mulut makanan masuk ke kerongkongan lalu ke tembolok.
Dari tembolok makanan yang telah disimpan beberapa waktu masuk ke empedal
yang berdinding gigi kitin.
Selanjutnya makanan masuk ke lambung.
Pada lambung terdapat enam pasang kelenjar pencernaan yang menghasilkan
enzim.
Makanan yang telah dicerna menjadi sari-sari makanan diserap oleh usus dan
diedarkan keseluruh tubuh oleh hemolimfa.

Sisa pencernaan sementara disimpan di rectum berupa feses. Selanjutnya,


dikeluarkan melalui anus.

System reproduksi Insecta


kadang mengalami parthenogenesis maupun paedogenesis.
Partenogenesis adalah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid,
misalnya lebah.
Sedangkan paedogenesis adalah parthenogenesis yang berlangsung di tubuh larva.
Habitat

Hewan ini sebagian besar hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup di air
tawar.
Namun, jarang sekali hewan ini yang hidup di air laut.

Peranan Insecta
Beberapa peranan Insecta yang menguntungkan, antara lain:
Untuk dimakan, misalnya laron, gangsir, dan larva lebah (tempayak = gana);
serangga ini
dapat diperoleh secara musiman.
Untuk obat-obatan tradisional, misalnya madu (Apis dorsata, Apis indica, Apis
melifera)
Untuk bahan pakaian sutera, misalnya kepompong Bombyx mori
Membantu proses penyerbukan berbagai macam tumbuhan (kupu-kupu, kumbang
dan lebah)
Di bidang Ekologi, Insecta merupakan rantai makanan yang sangat penting dari
berbagai konsumen
Berbagai Insecta tanah berperan sebagai traktor alami.

Beberapa peranan Insecta yang merugikan antara lain:


ebagai penular berbagai macam penyakit sepeti tifus, kolera dan disentri yang
disebabkan oleh lalat dan kecoa
Hama putih pada berbagai tanaman, misalnya oleh Pseudococcus cintri,
Aspidiotus perniciosus (dari ordo Rhynchota)
Parasit pada manusia (mengisap darah), misalnya nyamuk, kutu kepala dan kutu
busuk
Hama padi misalnya wereng dan walang sangit
Merusak tanaman budidaya, misalnya belalang, kumbang kelapa, sexava, dan
berbagai jenis ulat

merusak bahan makanan yang disimpan (tepung, kedelai) oleh berbagai


Coloeoptera, misalnya kepik.

C. Myriapoda
Ciri-ciri Myriopoda
Tubuh terdiri atas kepala (chepalo) dan perut (abdomen) tanpa dada (thoraks)
Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang
mata tunggal (ocellus)
Penambahan jumlah segmen terjadi pada setiap pergantian kulit
Alat gerak pada kelompok hewan Chilopoda adalah satu pasang kaki di setiap
segmen perut kaki, sedangkan pada
Alat gerak pada kelompok hewan Diplopoda terdapat dua pasang kaki pada tiap
segmen perut, kecuali segmen terakhirnya.

Klasifikasi / Sistematika
Myriapoda terdiri atas 2 subkelas, yaitu:
1. Chilopoda (bentuk tubuh gepeng)
2. Diplopoda ( bentuk tubuh bulat/ gilig)
CHILOPODA
Subkelas Chilopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Mencakup berbagai macam lipan (kelabang) yang memiliki panjang hingga 26 cm
Chilopoda memangsa hewan kecil dengan cara melumpuhkannya dengan gigi
yang beracun.
Tubuh agak gepeng,
terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15-173 ruas).
Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala
dan dua segmen terakhirnya.
Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang taring bisa (maksiliped)
Maksiliped berfungsi untuk membunuh mangsanya.
Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua
kelompok mata tunggal dan mulut.

Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang
kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.
Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai
anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan
lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.
Habitat di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk.
Kelas ini sering disebut Sentipedes.

DIPLOPODA
Subkelas Diplopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Mencakup berbagai macam lengkibang (luing) / kaki seribu
Diplopoda hidup di tempat-tempat lembab dan gelap
Makanan hewan ini berupa sayur-mayur, vegetasi yang sudah mati atau lumut.
Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 - 100 segmen) terdiriatas kepala
dan badan.
Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dantidak mempunyai taring
bisa (maksiliped).
Pada ruas ke tujuh, satu, ataukedua, kaki mengalami modifikasi sebagai organ
kopulasi.
Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata
tunggal.
Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan
yang telah membusuk.
Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.
Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

Habitat
Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat.
Terutama di tempat yang banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan di
bawah batu-batuan.
System Organ Myriapoda
System pernapasannya
berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas,
kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya.
System pencernaan
saluran pencernaanya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah.
Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen I,
sedangkan Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah atau daun-daunan.
System reproduksi
secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal).
Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar
Peranan Myriapoda Bagi Kehidupan Manusia
Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan bagi kehidupan manusia.
Bahkan ada beberapa yang dianggap mengganggu meski tidak membahayakan.
Namun, Myriapoda ternyata mempunyai andil dalam memecah bahan-bahan
organik atau serasah untuk membentuk humus.

D. Arachnida atau Labah-labah


Ciri-ciri Arachnida
Pada umumnya hidup di darat, tetapi ada juga yang hidup dalam air
Ukuran tubuhnya mikroskopis sampai beberapa sentimeter panjangnya
Tubuhnya terdiri atas chepalothoraks dan abdomen serta tidak mempunyai antena
Jumlah matanya bervariasi dan biasanya mempunyai delapan mata sederhana
Pada bagian depan chepalothoraksnya terdapat mulut yang mempunyai enam
pasang alat tambahan, yaitu:
1. Sepasang pedipalpus (seperti kaki yang berakhir pada cakar) untuk memegang
mangsanya
2. Sepasang kelisera (berupa gunting dan capit) untuk melumpuhkan musuhnya
3. Empat pasang kaki untuk berjalan.

Bernafas dengan paru-paru buku atau trakea atau dengan kedua-duanya


Ada beberapa Arachnida yang tidak memiliki alat penapasan khusus.

Klasifikasi / Sistematika
Arachnida terdiri atas 3 ordo, yaitu:
1. Ordo Scorpionida
Mencakup segala macam kala, seperti kalajengking, kala buku dan kala labahlabah
Pedipalpusnya berbentuk seperti capit besar, sedangkan kelisera-keliseranya kecil

2. Ordo Arachnoida
Mencakup segala macam labah-labah
Setiap labah-labah paling tidak membuat tiga macam benang untuk fungsi yang
berlainan.

3. Ordo Acarina
Tubuhnya tidak berbuku-buku
Mencakup caplak dan tungau

Ini kelompok Acarina yang lengkap

Zoom Acarina

Habitat
Pada umumnya Arachnida hidup di darat. Namun, ada juga yang hidup dalam air.

System Organ Arachnida


System pernapasan

berupa paru-paru buku yang terletak di daerah perut depan

Sistem pencernaan
dimulai dari mulut, perut, usus halus, usus besar, kantung, feses dan anus.
Alat pencernaan dilengkapi dengan lima pasang usus buntu yang terletak di
bagian depan dan hati di bagian abdomen.
System reproduksi
terjadi secara seksual, yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi di
dalam tubuh betinanya (fertilasi internal).
Hewan jantan dan hewan betina terpisah (diesis).
Ada ovipar, ovovivipar, dan vivipar.
PERANAN
Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga, terutama serangga
hama.
Namun, hewan-hewan Arachnida lebih banyak merugikan manusia, terutama
hewan-hewan Acarina, yaitu:Sarcoptes scabei, menyebabkan gatal atau kudis
pada manusi
Prosoptes equi, menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, dan kuda
Otodectes cynotis, (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing
Dermacentor variabilis sebagai vektor demam Rocky Mountain.
Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah sangat membantu para petani
karena dapat membantu proses penyerbukan pada bunga.
Insecta dibudidayakan karena dapat menghasilkan madu. Misal: lebah madu
(Apis mellifera).
Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat kepompong yang dapat
menghasilkan sutra (contoh: Bombix mori).
Untuk dimakan, misal laron, gangsir, dan larva lebah (tempayak) yang dapat
diperoleh secara musiman.
Merupakan mata rantai makanan yang amat penting bagi kehidupan.

LATIHAN YE

1. Manakah pernyataan dibwah ini yang paling tepat mengenai ciri-ciri


arthropoda?
A. Lapisan embrionalnya dipoblastik

B. Belum memiliki rangka luar


C. Tubuh dilindungi mantel
D. Tidak memiliki anus
E. Memiliki kaki bersendi sendi

2. Classes below, including phylum Arthropoda except ....


A. Crustacea
B. Myriapoda
C. Arachnida
D. Insects
E. Hymenoptera
3. A zoologist, found the animal with the characteristics; has a head
that is integrated with the body, has four pairs of legs, there
spineret. So it is probable that animal belongs to the class ....
A. Crustacea
B. Arachnida
C. Insecta
D. Myriapoda
E. Chilopoda
4. Manakah diantara berikut ini yang memiliki paru-paru buku?
A. Kutu buku.
B. Arachnidea
C. Insecta
D. Myriapoda

E. Chilopoda
5. Ditemukan hewan dengan ciriciri sebagai berikut;karnivora,tubuhnya
pipih beruas-ruas,memiliki antena, sistem pernafasan melibatkan
trakea, setiap kaki terdapat dua pasang kaki
Dari ciri ciri yang disebutkan, maka besar kemungkinan hewan
arthropoda tersebut berasal dari kelas dan subkelas apa?
A. Crustacaea, enteromastraca
B. Crustacea, Malacostraca
C. Arachnida Scorpionida
D. Myriapoda, Chilopoda
E. Myriapoda, Diplopoda
6. Manakah diantara hewan berikut, yang merupakan bahan dari
pembuatan ebi?
A. Kepiting
B. Udang
C. Lobster
D. Belalang
E. Jangkrik
7. Berikut ini adalah ciri ciri arthropoda, antara lain:
1. Kepala dan dadanya bersatu perutm terpisah
2. Tubuhnya ditutupi oleh kerangka luar
3. Kaki hanya pada segmen saja dan berjumlah 4pasang
4. Sayap ditemukan berpasangan pada ruas dada
5. Matanya merupakan mata faset
Ciri ciri yang dimiliki insekta ditunjukkan oleh nomor....

A. 1,2,3
B. 1,2,4
C. 2,3,4
D. 2,3,5
E. 2,4,5
8. Consider the following table
no Body Feet Head Chest Wing
1 Terbagi banyak ruas yang sama 1 pairs each segment Clearly visible
Doesnt exist Doesnt exist
2 Terbagi menjadi dua bagian 4 pairs United with the Chest United with
the head Doesnt exist
3 Terbagi menjadi tiga bagian 3 pairs Clearly visible Theres 3 segment
Exist
4 Terbagi menjadi dua bagian 1 pairs each segment United with the
Chest United with the head Doesnt exist
From the table bellow, we may conclude arachnidea and Insecta
showed in number....
A. 1 and 2
B. 1 and 3
C. 2 dan 3
D. 2 and 4
E. 3 and 5
Untuk soal nomor 9 dan 10 perhatikan gambar dibawah ini
9. Perhatikan gambar diatas! Organ yang befungsi untuk mengarahkan
udang saat berenang ditunjukkan oleh huruf....
A. A

B. B
C. D
D. E
E. D dan E
10. Organ yang ditunjukkan oleh huruf C disebut....
A. Karapaks
B. Rostrum
C. Telson
D. Celiped
E. Pelindung malpighi
11. Perhatikan gambar!

Gambar hewan diatas memiliki sistem pernafasan dengan....


A. Paru paru buku
B. Insang buku
C. Kulit
D. Trakea
E. Insang biasa
12. Pedipalpus, adalah bagian dari mulut pada laba laba, yang
berfungsi sebagai....
A. Alat untuk memasukkan sperma ke tubuh betina
B. Organ untuk memasukkan kelenjar racun
C. Organ untuk menghasilkan sutera
D. Organ memasukkan sperma ke dalam tubuh betina

E. alat untuk mencengkram mangsa


13. An adventurer, found an animal with characteristic. Has flat and
long body segmented,long antenna, one pairs of leg each segment,
it mouth has poison. From the caharcteristic found, we may
conclude the animal subclass is....
A. Chilopoda
B. Diplopoda
C. Acarina
D. Insecta
E. Centipede
14. The main difference, from the class Insecta with other arthropods is
....
A. The number of legs per segment
B. Absence of wings
C. Habitat
D. Respiratory organ
E. Way of life
15. Perhatikan gambar! Berdasarkan tipe mulutnya maka gambar
hewan disamping, memiliki tipe mulut....
A. Menusuk-menghisap
B. Menjilat-meraba
C. Mengunyah-menggigit
D. Meraba
E. Menghisap
16. Perhatikan gambar disamping! Hewan tersebut termasuk memiliki
tipe mulut....

A. meraba
B. Menghisap
C. menjilat
D. Menusuk
E. Mengunyah
17. Hewan pada gambar no 16 memiliki kekerabatan paling dekat
dengan....
A. Anopheles sp
B. Periplaneta americana
C. Thysanura
D. Papilio machaon
E. Bombyx mory
No 18 dan 19 perhatikan gambar!
18. berdasarkan karakteristik sayapnya, hewan tersebut termasuk
kelas....
A. Odonata
B. Hymenoptera
C. Orthoptera
D. Siphonoptera
E. Coleoptera
19. Hewan pada gambar ini (pada no 18) memiliki mulut tipe....
A. menggigit
B. meraba
C. menghisap

D. menjilat
E. menusuk
20. Seorang zoologis menemukan serangga, dengan ciri ciri sebagai
berikut memiliki tegmina, metamorfosis tidak sempurna, mulut tipe
menggigit-mengunyah, memiliki sayap yang lurus, pada malam hri
mengeluarkan bunyi untuk menarik pasangan betinanya. Hewan
tersebut termasuk....
A. Lepidoptera
B. Orthoptera
C. Diptera
D. Siphonoptera
E. Hymenoptera
21. Berikut ini adalah vector penyakit tidur....
A. Lalat tse-tse
B. Anopheles
C. Wucheria brancofti
D. Aedes aegepty
E. Bombyx mori
22. A pairs of walking legs in Crustacea that changes in function to
clamper leggs called....
A. Pedipalpus
B. Chelicera
C. Uropoa
D. Telson
E. Celipedia