Anda di halaman 1dari 5

PENUTUP

Kesimpulan
1. Pemeriksaan semen
a. Konsistensi normal
Dari hasil pengamatan dengan penurunan 9 mm, maka diperoleh
konsistensi normal 24,5%
Makin kecil persentase air maka makin kecil pula penurunan yang
terjadi
b. Waktu ikat awal dan ikat akhir
Pengikatan ikat awal terjadi pada penurunan 25 mm dan waktu
pengikatan awal adalah 101 menit
Waktu pengikatan akhir tercapai bila jarum pada alat tidak dapat
menembus pasta lagi dan waktu pengikatan akhir diperoleh 180
menit
c. Berat volume
Dari hasil pengamatan diperolh berat volume untuk:
Kondisi padat
: 1,49 kg/lt
Kondisi gembur
: 1,39 kg/lt
d. Berat jenis
Dari hasil percobaan diperoleh bert jenis semen Portland 3,19 dimana
hasil ini telah telah memenuhi standar spesifikasi yang telah ditetapkan
yaitu 3,1-3,3
e. Kehalusan
Kehalusan semen mempengaruhi kecepatan reaksi antara partikel
semen dan air
Modulus kehalusan pada saringan 100 adalah 2 % dan pada
saingan 200 adalah 94 %
2. Pemeriksaan agregat halus
a.
Analisa saringan
Dari hasil percobaan diperoleh kondisi pasir termasuk pada zona 2 dengan
modulus kehalusan (Fr) adalah 2,41
b.
Kadar air
Besarnya kadar air dikandung oleh agregat yang diamati adalah
4,2 %
Dengan mengetahui kadar air yang terkandung dalam agregat halus
maka
kita dapat menentukan volume air yang dibutuhkan pada
adukan beton

c.

d.

e.

f.

Berat volume
Dari hasil percobaan diperoleh nilai berat volume agregat halus
untuk
o Kondisi padat : 1,71 kg/lt
o Kondisi gembur : 1,61 kg/lt
Spesifikasi berat volume agregat halus adalah 1,4-1,9 kg/lt
Spesifik grafity (berat jenis) dan absorption (penyerapan)
Dari hasil pemeriksaan diperoleh nilai
o Apparent specific gravity
: 2,45
o On dry basic
: 2,31
o Bulk SSD basic
: 2,36
o % absorption
: 2,24
Spesifik agregat halus antara 1,6-3,2
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui berat jenis kering,
berat jenis permukaan, berat jenis mutlak serta persentase
penyerapan air dari agregat halus yang digunakan dalam adukan
beton.
Kadar organik
Dari hasil percobaan diperoleh standar warna no.2 (sedang), yang
menunjukkan bahwa agregat halus tersebut layak digunakan dalam
campuran beton
Kadar lumpur
Dari hasil percobaan kadar lumur diperoleh nilai 1,51 %
Spesifikasi kadar lumpur adalah 0,2 % - 0,6 %
Adanya lumpur di dalam agrgat mempengaruhi pengikatan semen
dan agregat

3. Pemeriksaan agregat Kasar


a. Analisa saringan
Hubungan antara persentase tertinggal pada setiap saringan terhadap
benda uji yang digunakan terletak pada saringan 3/16 dengan
modulus kehalusan (Fr) = 6,51
b.
Kadar air
Besarnya kadar air dikandung oleh agregat yang diamati adalah 0,47
%
Dengan mengetahui kadar air yang terkandung dalam agregat halus
maka
kita dapat menentukan volume air yang dibutuhkan pada
adukan beton
c.
Berat volume

Dari hasil percobaan diperoleh nilai berat volume agregat halus


untuk
o Kondisi padat : 1,74 kg/lt
o Kondisi gembur : 1,68 kg/lt
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui berat per kubik bahan
agregat dalam satu ton baik dalam keadaan SSD maupun dalam
keadaan lepas.
d.
Spesifik grafity (berat jenis) dan absorption (penyerapan)
Dari hasil pemeriksaan diperoleh nilai
o Apparent specific gravity
: 2,68
o On dry basic
: 2,54
o Bulk SSD basic
: 2,67
o % absorption
: 1,4
Spesifik agregat kasar antara 1,6-3,2
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui berat jenis kering,
berat jenis permukaan, berat jenis mutlak serta persentase
penyerapan air dari agregat halus yang digunakan dalam adukan
beton.
e.
Keausan (abrasi)
Persentase keausan yang diperoleh 21,3
f.
Kadar lumpur
Dari hasil percobaan kadar lumpur diperoleh nilai 0,25 %
Spesifikasi kadar lumpur adalah 0,2 % - 1,0 %
Agregat tersebut tidak perlu dicuci sebelum digunakan dalam
pencampuran beton
4. Penggabungan agregat
a. Dari hasil penggabungan agregat dengan cara barchart sesuai dengan
data-data yang diperoleh adalah
Agregat kasar :
58,12 %
Agregat halus :
41,88 %
b. Hubungan antara penggabungan dengan mix design yaitu dengan hasil
perhitungan agregat yang baik dan memenuhi standar, maka
perhitungan mix design dapat dilaksanakan, dengan kta lain material
5. Adukan beton
a. Mix design
c. Dari hasil percobaan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan
bahwa untuk menentukan kekuatan beton, terlebih dahulu menganlisa
yang digunakan pada mix design dapat memenuhi standar mutu yang
direncanakan

material di laboratorium karena hal ini merupakan factor utama dalam


mendapatkan komposisi campuran beton . Hasil yang diperoleh dari
percobaan tersebut di dapat perbandingan
o Air
: 3,495 ltr
o Semen
: 7,054 kg
o Pasir
: 10,754 kg
o Kerikil
: 19,876 kg

b. Slump test
Dari hasil di dapat nilai slump 10 cm, memudahkan kategori perencanaan
struktur beton yang disyaratka 7,50-15 cm

Saran dan diskusi kelompok


Setelah melaksanakan praktikum ternyata masih ada kekurangan yang dijumpai
sehingga memungkinkan hasil percobaan yang diperoleh tidak sesuai dengan yang
direncanakan. Untuk itu kami mencoba memberikan saran-saran yang menurut kami
dapat mendukung kelancaran praktikum laboratorium struktur dan bahan.
Adapun saran-saran yang kami ajukan :
1. Pada pelaksanaan mix design, materil yang digunakan sebaiknya material yang
telah diteliti di laboratorium.
2. Dalam melakukan penimbangan terhadap material sebaiknya dilakukan dengan
teliti agar tidak terjadi kesalahan timbangan