Anda di halaman 1dari 668

Transformation

towards Excellent
Business Process
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Transformation
towards Excellent
Business Process
Kebutuhan tenaga listrik di Indonesia terus meningkat, sehingga memberikan peluang bagi pertumbuhan
Indonesia Power di masa mendatang. Dari sisi hulu, upaya pemenuhan kebutuhan pasokan gas untuk
pembangkit base load, serta upaya menjaga pasokan batu bara dengan harga yang kompetitif dalam jangka
panjang masih menjadi tantangan bagi Perusahaan.
Melihat peluang dan tantangan yang ada dan selaras dengan pencanangan program eksekusi ekselen di
tahun 2013 yaitu bekerja secara benar, cepat dan fokus pada hasil, maka pada tahun 2014 Indonesia Power
menerapkan transformasi menuju proses bisnis yang ekselen dalam mendukung pencapaian sasaran Perusahaan
sesuai dengan salah satu aspek dalam Indonesia Power Way yaitu Process Business Excellence. Transformasi
yang dilakukan Indonesia Power dalam perbaikan proses bisnis meliputi optimalisasi implementasi Indonesia
Power Integrated Management System (InPower IMS), pemanfaatan teknologi informasi untuk peningkatan
akurasi proses, optimalisasi proses perencanaan pemeliharaan melalui 52 weeks procurement planning,
reformasi dalam sistem pengadaan, sistem imprest terpadu, pengendalian melalui implementasi Internal
Control over Financial Reporting (ICoFR), penyusunan master plan Life Cycle Management (LCM), perkuatan
peran Kantor Pusat sebagai asset owner dan asset manager untuk memfokuskan unit sebagai asset operator
dengan melakukan perubahan struktur organisasi, perkuatan SDM melalui Alfa Mentor dan Beta Mentor dan tak
kalah pentingnya perkuatan proses dalam membangun GCG melalui implementasi Indonesia Power Bersih.
Dalam rangka menyesuaikan perkembangan saat ini dan ke depannya agar dapat terus tumbuh berkelanjutan,
Indonesia Power menetapkan visi dan misi baru. Dalam menjalankan visi dan misi tersebut, Indonesia Power
menetapkan kompetensi inti yaitu Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit serta Pengembangan Pembangkit
untuk meningkatkan daya saing dalam bisnis pembangkitan tenaga listrik termasuk Jasa Operation and
Maintenance (O&M) pembangkit, serta mendukung pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan melalui
pengembangan pembangkit dan bisnis terkait lainnya.
Indonesia Power juga melaksanakan program optimalisasi dan efisiensi, yaitu Cost Management Program
(CMP) yang memberikan dampak signifikan bukan hanya terhadap kinerja finansial yang meliputi pendapatan
Perusahaan dan efisiensi biaya namun juga meningkatkan produktivitas Perusahaan.
Dalam rangka pengembangan manajemen Perusahaan, Indonesia Power secara konsisten menerapkan sistem
Manajemen Risiko melalui implementasi integrasi Enterprise Risk Management (ERM), yang mencakup aspek
struktural, operasional, dan pemeliharaan.
Dengan seluruh perbaikan yang dilakukan oleh Indonesia Power pada tahun 2014 terutama dalam perkuatan
proses bisnis maka akan memastikan ketepatan langkah Indonesia Power dalam mewujudkan visi Indonesia
Power sebagai Perusahaan Energi Tepercaya yang Tumbuh Berkelanjutan.
The demand for electricity in Indonesia continues to increase, thus providing growth opportunities for Indonesia Power in the future.
From the upstream side, efforts to address the needs of gas supply for base load power plants, as well as efforts to maintain the supply of
coal at competitive prices in the long term remains a challenge for the Company.
Realizing the existing opportunities and challenges and in line with the launching of the excellence execution program in 2013 which
is to work in an accurate, quick and focus on results manner, in 2014 Indonesia Power implemented the transformation towards
excellent business process in supporting the achievement of the Company objectives in line with an aspect of Indonesia Power Way,
namely Business Excellence Process. The transformation in business process improvement covers optimizing the implementation
of Indonesia Power Integrated Management System (InPower IMS), utilizing information technology to increase the accuracy of the
process, optimizing the maintenance planning process through the 52 weeks procurement planning, reforming the procurement system,
integrated imprest system, control over the implementation of the Internal Control over Financial Reporting (ICoFR), preparation of
master plan Life Cycle Management (LCM), strengthening the role of the Head Office as the asset owner and asset manager to focus the
units as asset operators, strengthening human resources through Alfa Mentor and Beta Mentor, and equally important, strengthening the
process in establishing GCG through the implementation of Indonesia Power Bersih (Clean Indonesia Power).
In order to adapt to the current and future developments, to continue to grow in a sustainable manner, the Company set a new vision
and mission. In carrying out the vision and mission of the Company, Indonesia Power establishes the core competence, namely Operation
and Maintenance of Power Plants as well as Development of Power Plants to improve competitiveness in the power generating business,
including Operation and Maintenance (O&M) Services of power plants, as well as supporting the Companys sustainable growth through
the development of power plants and other related businesses.
Indonesia Power also implements the optimization and efficiency program, namely Cost Management Program (CMP), which had a
significant impact not only on financial performance that include the Companys revenue and cost efficiency, but also increase the
productivity of the Company.
In the development of the Companys management, Indonesia Power consistently applies the Risk Management system through the
implementation of integrated Enterprise Risk Management (ERM), which includes the structural, operational, and maintenance aspects.
With all the improvements undertaken by Indonesia Power in 2014, and especially in the strengthening of business processes, Indonesia
Power is moving right on track to achieve the Companys vision to become a Reliable Energy Company with Sustainable Growth.

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kesinambungan Tema Annual Report


Sustainability of the Annual Reports Theme

Sebuah Perjalanan Menuju WCS


Road to WCS

High Trust
Society
Operation
Performance
Improvement

2010
2009
2008

Trust Us
for Power
Excellence

Explore the
Beauty of
Electricity

Embracing
Nature Through
Electricity
Merebut
Kepercayaan
Earning
Trust

The Power of
Innovation
Membangun
Keunggulan
Creating
Excellence
Peduli
Lingkungan
Eco-Friendly
Membangun
Profesionalisme
Building
Professionalism

2011

3
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Sustainable
Growth
Excellent
Business Process
Excellent
Performance
Expanding
Business
Portfolio

2012
The Power
of Indonesia

Melebarkan Sayap
ke Seluruh
Nusantara
Expanding Wings
to all over
Archipelago

2013

Excellent
Execution
Towards World
Class Service
Company

2014

Transformation
towards
Excellent
Business
Process

2015
WORLD
CLASS
SERVICES

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Proses bisnis ekselen


menuju pertumbuhan
yang berkelanjutan
Excellent business
Bekerja dengan Benar,
process towards
Cepat, dan Fokus pada
sustainable growth
Hasil Terbaik
All the Activities should
be Implemented
Correctly, Fast and
Focused for the Best
Result

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kesinambungan Tema Annual Report


Sustainability of the Annual Reports Theme

The Power
of Innovation

Embracing Nature
Through Electricity

Explore the Beauty


of Electricity

Trust us for Power


Excellence

2008

2009

2010

2011

Kami, membangun rasa


saling percaya di antara
insan Indonesia Power untuk
membentuk proses kinerja
prima dan SDM unggul.

Kami, membangun
kepercayaan Pelanggan
melalui Keunggulan Indonesia
Power dalam pengelolaan
pembangkitan tenaga listrik.

We build trust among


Indonesia Power personnels
to establish excellent
performance and superior
Human Resources.

We build customer trust


through Indonesia Power
excellence in the management
of power generation.

Kami menyatakan tekad


bersama dengan lantang untuk
keberadaan Indonesia Power
dalam semangat menjadi
sesuatu yang istimewa, unik
dan berbeda dari yang lainnya
melalui pelaksanaan tanggung
jawab sosial perusahaan secara
berkelanjutan.

Kami, membangun
kepercayaan seluruh
pemangku kepentingan melalui
produk tenaga listrik dan Jasa
Operation & Maintenance
(O&M) yang ekselen dengan
meningkatkan maturitas
proses bisnis, pengembangan
SDM yang ekselen dan ramah
lingkungan.

We declare our mutual


determination for the
presence of Indonesia Power
in the spirit to be something
special, unique, and different
from the others, through the
implementation of corporate
social responsibility in a
sustainable manner.

We build the trust of all


stakeholders through electric
power products and Operation
& Maintenance (O&M) services
excellence by increasing the
maturity of the business
processes, development of
excellence and environmentally
friendly human resources.

5
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

The Power
of Indonesia

Excellent Execution
towards World Class
Service Company

Transformation
towards Excellent
Business Process

2012

2013

2014

Kami, melebarkan sayap ke


seluruh Indonesia dengan
mengembangkan portofolio
melalui pengembangan Usaha
Jasa O&M di luar sistem
Jawa, Madura dan Bali serta
Pembangkit Energi Terbarukan
yang ramah lingkungan.

Kami terus berkarya yang fokus


pada hasil terbaik dengan
mengedepankan eksekusi
ekselen yang bersungguhsungguh dan berkelanjutan
agar Indonesia Power dapat
terus mencapai kinerja yang
optimal.

Kami melakukan transformasi


menuju proses bisnis yang
ekselen dalam mendukung
pencapaian sasaran Perusahaan
melalui perubahan visi dan misi
baru, program efisiensi secara
menyeluruh dan pertumbuhan
yang berkelanjutan.

We expand to the rest of


Indonesia by developing
a portfolio through the
development of Operation &
Maintenance O&M Services
business outside the system of
Java, Madura and Bali as well
as environmentally friendly
Renewable Energy Generating.

We continue to work with


a focus on best results by
emphasizing on earnest
and sustainable excellent
execution, enabling Indonesia
Power to continue to achieve
optimal performance.

We implement transformation
towards excellent business
process in supporting the
achievement of the Company
through a new vision and
mission, overall efficiency
program, and sustainable
growth.

PT Indonesia Power

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Daftar Isi
Contents

Ikhtisar Utama
Main Highlights
1

Transformation towards
Excellent Business Process

Kesinambungan Tema Annual Report


Sustainability of the Annual Reports Theme

Daftar Isi | Contents

Posisi Indonesia Power dalam Industri


Ketenagalistrikan Nasional
The Position of Indonesia Power in National
Electricity Power Industry

10

Pencapaian Penting Indonesia Power Tahun 2014


Important Achievement of Indonesia Power in 2014

11

Testimoni | Testimony

12
14

Profil Perusahaan
Company Profile

64

66

Identitas Perusahaan
Corporate Identity

Kinerja Indonesia Power 2014


2014 Key Performance Indonesia Power

68

Sejarah Singkat
Brief History

Ikhtisar Data Keuangan Penting


Important Financial Data Highlights

70

Jejak Langkah
Milestone

72

Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan


Vision, Mission and Corporate Values

80

Tujuan, Sasaran dan Strategi Perusahaan


Companys Objectives, Target and Strategy

84

Bidang Usaha | Business Sector

Laporan kepada Pemegang Saham


dan Pemangku Kepentingan

24

Reports to Shareholders and Stakeholders


24

Laporan Dewan Komisaris


Report of Board of Commissioners

90

Peristiwa Penting Indonesia Power Tahun 2014


Indonesia Powers Important Event in 2014

34

Profil Dewan Komisaris


Board of the Commissioners Profile

92

Penghargaan dan Sertifikasi


Awards and Certifications

38

Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

96

Struktur dan Komposisi Pemegang Saham


Structure and Composition of Shareholders

48

Profil Direksi | Board of the Directors Profile

98

54

Eksekutif Utama dan Senior


Top and Senior Executives

Struktur Organisasi Perusahaan


Corporate Structure of Organization

100

63

Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2014


Responsibility of Annual Report 2014

Struktur Grup Perusahaan


Company Group Structure

101

Sinergi Indonesia Power dengan Anak Perusahaan


Sinergy of Indonesia Power with the Subsidiaries

102

Profil & Kinerja Entitas Anak Perusahaan,


Perusahaan Joint Venture, Perusahaan Asosiasi
dan Entitas Berelasi
Profile & Performance of Subsidiary Entity,
Joint Venture Company, Associate Company,
and Related Entity

116

Aksi Korporasi | Corporate Action

119

Lembaga Profesi Penunjang Perusahaan


Company Supporting Profession Institution

120

Peta Wilayah Operasional Indonesia Power


Work Area of Indonesia Power

7
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

201

Analisa dan
Pembahasan Manajemen

122

206

Informasi Transaksi Material yang Mengandung


Benturan Kepentingan atau Transaksi dengan
Pihak Afiliasi
Information on Material Transaction with
Conflict of Interest or Transaction with
Affiliated Parties

209

Perubahan Peraturan dan


Dampaknya terhadap Perusahaan
Regulation Changes and the Impact on the
Company

Management Discussion and Analysis


124

Tinjauan Industri dan Prospek Usaha


Industrial Review and Business Prospect

134

Tinjauan Operasi Per Segmen Usaha


Review of Business Operation
Per Business Segment

138

Kinerja Per Segmen Usaha


Performance by Business Segment

154

Perbandingan antara Target dengan Realisasi


Tahun 2014 dan Proyeksi Tahun 2015
Comparison Between Target and Realization in
2014 and Projection in 2015

160

Tinjauan Kinerja Keuangan


Financial Performance Analysis

170

Analisis Posisi Keuangan


Financial Position Analysis

184

Arus Kas | Cash Flow

186

Analisa tentang Kemampuan Membayar Utang


dan Tingkat Kolektibilitas Piutang
Debt Payment Ability and Receivable
Collectability Analysis

Informasi Material Investasi, Ekspansi,


Divestasi, Akuisisi, dan Restrukturisasi
Utang/Modal
Material Information Regarding Investment,
Expansion, Divestment, Aquisition, and
Restructuring of Debt/Capital

210

Perubahan Kebijakan Akuntansi


Changes in Accounting Policy

212

Ikatan dan Kontinjensi


Commitments and Contingencies

218

Key Performance Indicator (KPI) dan Tingkat


Kesehatan Perusahaan
Key Performance Indicator (KPI) and Level of
Companys Soundness

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Tinjauan Pendukung Bisnis


Business Support

191

Struktur Modal | Capital Structure

192

Investasi Barang Modal


Capital Goods Investment

232

Pemasaran
Marketing

194

Perbandingan antara Target Awal Tahun Buku


dengan Realisasi Tahun 2014 dan Proyeksi
Tahun 2015
Comparison Between Targets in Beginning of
Financial Year and Result Achieved in 2014 and
Projection for 2015

236

Teknologi Pembangkitan
Generating Technology

240

Manajemen Aset Indonesia Power


Indonesia Power Asset Management

230

246

Informasi dan Fakta Material setelah


Tanggal Laporan Akuntan
Information and Material Fact after
Accountant Report Date

Teknologi Informasi
Information Technology

254

Sumber Daya Manusia


Human Resources

198

Kebijakan Dividen | Dividend Policy

286

Indonesia Power Integrated Management System


(InPower IMS)

199

Kontribusi kepada Negara


Contributions to the State

291

Malcolm Baldrige

200

Realisasi Dana Hasil Penawaran Umum


Realization of Public Offering Result Fund

200

Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan


dan Manajemen
Share Ownership Program by Employee
and Management

198

Ikhtisar Utama
Main Highlights

PT Indonesia Power

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Daftar Isi
Contents

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

294

296

Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance

298

Roadmap GCG | Roadmap GCG

300

Fokus Tata Kelola Tahun 2014


Governance Focus in 2014

308

Komitmen Penerapan Tata Kelola Berkelanjutan


Commitment for the Implementation of
Sustainable Governance

318

Struktur dan Mekanisme


Tata Kelola Perusahaan
The Structure and Mechanism of
Corporate Governance

322

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)


General Meeting of Shareholders (GMS)

328

Dewan Komisaris | Board of Commissioners

350

Direksi | Board of Directors

382

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi


Board of Commissioners and
Board of Directors Remuneration

386

Komite-Komite di Bawah Dewan Komisaris


Committee Under the Board of Commissioners

408

Sekretaris Dewan Komisaris


Board of Commissioners Secretary

410

Sistem Pengendalian Internal


Internal Control System

418

Laporan Manajemen Risiko


Risk Management Report

450

Auditor Eksternal | External Auditor

453

Laporan Audit Internal | Internal Audit Report

465

Sekretaris Perusahaan | Corporate Secretary

478

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Corporate Social Responsibility

504

506

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Corporate Social Responsibility

510

Tanggung Jawab Sosial terhadap Lingkungan


Social Responsibility for Environment

522

Tanggung Jawab Sosial terhadap Masyarakat


Social Responsibility for Society

550

Tanggung Jawab Sosial terhadap


Produk dan Pelanggan
Social Responsibility for Product and Customers

557

Tanggung Jawab Sosial terhadap Karyawan


Social Responsibility to Employee

560

Sistem Manajemen Keamanan


dan Keselamatan Kerja
Security Management System and
Occupational Safety

Laporan Keuangan
Financial Report
569

Laporan Keuangan
Financial Report

Pedoman Etika Perusahaan | Code of Conduct

649

Alamat Kantor Jaringan Kerja


Office Network Address

494

Pengadaan Barang dan Jasa


Supply Chain Management (SCM)

651

499

Permasalahan Hukum | Legal Issues

Referensi Kriteria
Annual Report Award Tahun 2014
Criteria Reference of
Annual Report Award in 2014

566

9
PT Indonesia Power

Posisi Indonesia Power


dalam Industri
Ketenagalistrikan Nasional
The Position of Indonesia Power in National
Electricity Power Industry

Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Pengelolaan
pembangkit yang
ramah lingkungan
Environmentfriendly power plant
management

Keahlian pada
bidang operasi
dan pemeliharaan
pembangkit
Skills in power plant
operations and
maintenance

Perusahaan
pembangkit listrik
dengan aset yang
relatif besar
Power generating
company with
relatively large
assets

Indonesia
Power

Kompetensi di
bidang engineering
pembangkit
Competences in power
plant engineering

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Perusahaan
pembangkit listrik
dengan energi primer
yang lengkap
Power generating
company with
comprehensive
primary energy

Perusahaan
pembangkit listrik
dengan kapasitas
pembangkit yang besar
Power generating
company with large
generating
capacity

Kompetensi pada
sektor renewable
energy
Competences in the
renewable energy
sector

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

10

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Pencapaian Penting
Indonesia Power Tahun 2014
Important Achievement of Indonesia Power in 2014
Operasional

Operations

Dalam 5 tahun terakhir realisasi efisiensi thermal


meraih pencapaian tertinggi di tahun 2014
sebesar 33,97%.
Indikator keandalan pembangkit (Equivalent
Availability Factor (EAF)) dan ketidaksiapan
pembangkit (Equivalent Forced Outage Rate
(EFOR)) untuk 6 unit pembangkit berada diatas
10% standar internasional yang dikeluarkan oleh
North American Electric Reliability Corporation
(NERC).

Finansial

Financial

Cost Management Program (CMP) yang dilakukan


perusahaan mencapai Rp5,68 triliun lebih besar
dibandingkan target CMP tahun 2014 sebesar
Rp890,78 miliar.
Pencapaian Laba Tahun Berjalan & Jumlah Laba
Komprehensif tahun 2014 terbesar selama 5
tahun terakhir mencapai Rp1,63 triliun.

Cost Management Program (CMP) performed


by the company reached Rp5,68 trillion higher
than the 2014 CMP target which amounted to
Rp890.78 billion.
Income for the Year and Total Comprehensive
Income in 2014 is the largest in the last 5 years,
reaching Rp1.63 trillion.

Tata Kelola Perusahaan

Corporate Governance

Program Indonesia Power Bersih sebagai bentuk


perwujudan konsistensi Implementasi GCG yang
berkelanjutan.
Perusahaan masuk dalam kategori Emerging
Industry Leader dari hasil asesmen berbasis
Malcolm Baldrige 2014.
Perusahaan menjadi benchmark dalam hal
penerapan
GCG,
transparansi
informasi,
pengelolaan pembangkit.

Realization of thermal efficiency in the last 5


years, reaching the highest achievement in 2014
in the amount of 33.97%.
Indicators of plant reliability (EAF) and plant
unavailability (EFOR) for 6 generating units are
above the international standards 10% North
American Electric Reliability Corporation (NERC).

Indonesia Power Bersih program as a consistency


form of sustainable GCG implementation.

The Company is in the Emerging Industry Leader


category based on the 2014 Malcolm Baldrigebased assessment.
The company becomes a benchmark in terms
of GCG implementation, transparency of
information, management of power plants.

11
PT Indonesia Power

Testimoni

Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Testimony

Testimoni Dr. Muhammad Yusuf, Kepala Pusat Pelaporan


dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK)
Mengapresiasi terhadap langkah PT Indonesia Power dalam menjalin kerja sama
dengan pihak PPATK, terkait dengan program Indonesia Power Bersih. Dengan
ditandatanganinya kerja sama ini, berarti PT Indonesia Power satu langkah lebih maju
dalam mewujudkan PLN Bersih.

Testimony of Dr. Muhammad Yusuf, Head of the Indonesian Financial


Transaction Reports and Analysis Center (PPATK)
Appreciate the steps of PT Indonesia Power in cooperating with the PPATK, in relations to the Indonesia
Power Bersih program. With the signing of this cooperation, PT Indonesia Power is one more step forward in
realizing PLN Bersih.
Dikutip dari majalah Indonesia Power edisi 6 tahun 2014.
Quoted from Indonesia Power magazine edition 6 of 2014

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Testimony of Sulijati, S.H., M.H, Koordinator II Pada


Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara
(JAMDATUN)
Mengapresiasi terhadap langkah PT Indonesia Power dalam menjalin kerja sama
dengan pihak JAMDATUN, terkait dengan program Indonesia Power Bersih.
Diharapkan, kerja sama ini dapat memberi nilai tambah bagi Perusahaan untuk
menjadi lebih transparan dan agar terbangun integritas yang baik, terutama Transaksi
Keuangan yang Bersih.

Testimony of Sulijati, S.H., M.H, Coordinator II of Deputy Attorney


General for Civil and State Administration (JAMDATUN)
Appreciate the steps of PT Indonesia Power to cooperate with the JAMDATUN, in relations to the Indonesia
Power Bersih program. Hopefully this cooperation will provide added value for the Company to become more
transparent and develop good integrity, particularly in terms of Clean Financial Transactions.
Dikutip dari majalah Indonesia Power edisi 6 tahun 2014.
Quoted from Indonesia Power magazine edition 6 of 2014

Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

12

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kinerja Utama Indonesia Power 2014


2014 Key Performance Indonesia Power

Efisiensi
Efficiency

Skor GCG
GCG Score

637.26% +90.06

Pada tahun 2014, Indonesia Power


mampu melampaui target efisiensi
melalui program Cost Management
Program (CMP), dengan pencapaian
637,26% dari target atau sebesar
Rp5,68 triliun dari Rp890,78 miliar.
In 2014, Indonesia Power was able to surpass its
efficiency target through the implementation of
Cost Management Program (CMP), at 637.26%
of target, or Rp5.68 trillion against a target of
Rp890.78 billion.

Hasil skor penerapan assessment


GCG tahun 2014 oleh BPKP mencapai
90,06, lebih baik dari target 2014 yang
ditetapkan sebesar 86 dan lebih baik
dibandingkan realisasi tahun 2012 yang
juga dinilai oleh Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
sebesar 84,77.
The score for GCG implementation assessment
in 2014 by BPKP reached +90.06, better than
the 2014 target, which was set at 86, and better
than the 2012 realization that was also assessed
by BPKP with a score of 84.77.

13
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Kinerja Efisiensi Thermal


Selama 5 Tahun
5-Year Performance of
Thermal Efficiency

Realisasi SdOF
SdOF Realization

33.97%

1.83x

Pada tahun 2014, realisasi Efisiensi


Thermal Netto sebesar 33,97% dengan
pencapaian 100,50% dari target RKAP
2014yang disebabkan oleh peningkatan
pengoperasian unit dengan bahan
bakar gas. Realisasi efisiensi ini
merupakan yang tertinggi dalam 5
tahun terakhir.

Indikator faktor gangguan yang


ditunjukan melalui Sudden Outage
Frequency (SdOF) Korporat Indonesia
Power pada tahun 2014 sebesar 1,83
kali, lebih baik dibandingkan tahun
2013 sebesar 1,89 kali, yang disebabkan
oleh peningkatan pada outage
management.

In 2014, realized Net Thermal Efficiency was


33.97%, or 100.50% compared to the target in
2014 RKAP, contributed by increased operation
of gas-fueled generating units. The achieved Net
Thermal Efficiency was the highest in the last
5-year period.

The indicator for disruptions as shown by the


Indonesia Powers Corporate Sudden Outage
Frequency (SdOF) in 2014 was 1.83 times, better
than the level in 2013 at 1.89 times, driven
mainly by an improved outage management.

Ikhtisar Data
Keuangan Penting
Important Financial
Data Highlights

Daftar Isi
Contents

PT Indonesia Power

14

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Ikhtisar Data Keuangan Penting


Important Financial Data Highlights
(Rp juta | Rp million)
Uraian

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

POSISI KEUANGAN
Aset
Aset Tidak Lancar

27,747,504

27,886,878

29,643,591

32,001,327

32,999,750

35,017,461

Aset Lancar

25,756,099

25,593,614

23,913,789

21,923,323

19,338,665

18,705,428

36,103,941
19,439,738

Jumlah Aset

53,503,603

53,480,492

53,557,380

53,924,650

52,338,415

53,722,889

55,543,679

45,365,935

44,846,679

44,813,891

44,611,275

44,295,763

44,177,379

44,301,534

39,945

35,671

112,625

100,689

106,104

102,093

81,270

Liabilitas Jangka Panjang

4,815,890

4,743,253

4,483,093

4,262,309

3,779,738

3,956,819

4,167,521

Liabilitas Jangka Pendek

3,321,778

3,890,560

4,260,396

5,051,066

4,156,810

5,486,598

6,993,354

Jumlah Liabilitas

8,137,668

8,633,813

8,743,489

9,313,375

7,936,548

9,443,417

11,160,875

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas

53,503,603

53,480,492

53,557,380

53,924,650

52,338,415

53,722,889

55,543,679

Modal Kerja bersih

22,434,320

21,703,054

19,653,393

16,872,257

15,181,855

13,218,830

12,446,384

198,540

168,850

54,256

1,152

1,152

42,381

42,272

Liabilitas dan Ekuitas


Jumlah Ekuitas
Kepentingan Non Pengendali

Investasi pada Entitas Lain


LABA RUGI KOMPREHENSIF
Pendapatan Usaha
Beban usaha
Laba Sebelum Pos Keuangan dan Lain-lain
Pos Keuangan dan Lain-lain Bersih

35,723,617

33,531,493

32,472,481

43,416,117

34,511,234

33,499,823

42,475,291

(33,479,087 )

(31,514,317)

(30,621,358)

(41,704,149)

(33,018,675)

(31,918,610)

(31,918,610)

2,017,176

1,851,123

1,711,968

1,492,560

1,581,213

1,027,628

2,244,530
10,797

(129,950)

34,763

(38,930)

345

(48,085)

12,392

Laba Sebelum Pajak

2,255,327

1,887,226

1,885,886

1,673,038

1,492,905

1,533,127

1,040,019

Laba Tahun Berjalan & Jumlah Laba Komprehensif

1,635,889

1,242,470

1,266,744

1,157,633

1,051,398

940,838

1,183,325

313

238

241

223

202

181

228

Laba per Saham


RASIO-RASIO KEUANGAN
Rasio Likuiditas
Rasio Kas (%)

13.42

25.23

19.25

9.32

17.27

11.85

5.74

Rasio Cepat (%)

697.69

585.84

484.57

378.76

404.59

289.74

233.64

Rasio Lancar (%)

775.37

712.66

561.30

437.34

465.23

352.73

277.97

Margin Operasi (%)

6.28

6.02

5.70

3.87

4.32

4.72

2.42

Margin Laba Bersih (%)

4.58

3.71

3.90

2.73

3.05

2.81

2.79

Tingkat Pengembalian Modal (%)

3.74

2.84

2.89

2.73

2.43

2.18

2.74

Tingkat Pengembalian Investasi (%)

9.78

8.77

8.74

8.30

7.88

7.92

6.4

Rasio Utang (%)

15.28

16.21

16.54

16.54

15.37

17.77

20.24

Rasio Utang Terhadap Modal (%)

18.61

19.8

20.13

20.47

17.92

21.38

25.19

Rasio Profitabilitas

Rasio Solvabilitas

Rasio Aktivitas
Perputaran Persediaan (hari)
Periode Penagihan (hari)

21

20

33

15

24

34

26

232

237

223

155

170

161

137

Perputaran Aset (%)

69.22

63.8

60.63

81.17

66.49

62.81

77.54

Rasio Modal Terhadap Aset (%)

84.79

83.86

83.67

83.26

84.63

82.23

79.76

15
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

2007

2006

2005

2004

2003

Description
FINANCIAL POSITION
Asset

36,781,798

38,351,841

39,959,358

42,081,054

43,854,298

Fixed Asset

24,093,959

17,884,024

18,149,109

10,861,505

8,603,073

Current Asset

60,875,757

56,235,865

58,805,467

52,942,559

52,457,371

Total Aset

43,916,318

44,855,329

47,106,795

44,609,733

43,177,119

Total Equity

73,463

71,065

67,947

950

727

Non Controlling Interest

4,752,621

4,818,025

5,036,980

5,066,202

5,369,813

Non Current Liabilities

Liabilities and Equity

12,133,355

6,491,446

6,593,744

3,265,675

3,909,713

Current Liabilities

16,885,976

11,309,471

11,630,725

8,331,877

9,279,526

Total Liabilities

60,875,757

56,235,865

58,805,467

52,942,560

52,457,372

Total Equity and Liabilities

11,960,604

11,392,578

10,880,679

7,595,830

4,693,360

Net Working Capital

7,499

13,414

16,094

77,882

62,193

Investment on other entities

28,412,898

28,410,435

21,937,529

16,536,540

15,704,424

(25,712,671)

(24,821,081)

(18,024,408)

(13,648,901)

(13,000,652)

2,700,227

3,589,354

3,913,121

2,887,639

2,703,771

COMPREHENSIVE INCOME

(871,582)

(334,453)

(240,533)

526,486

(1,010,430)

Revenues

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Operating Expenses
Income Before Financial & Other Items
Net Financial & Other Items

1,828,645

3,254,901

3,672,588

3,414,125

1,693,341

Profit Before Tax

997,629

2,151,821

2,497,063

2,405,637

1,173,679

Income for The Year & Total Comprehensive Income

192

414

480

463

226

Basic Earnings per Share


FINANCIAL RATIOS
Liquidity Ratio

5.08

6.12

2.68

8.16

8.12

Cash Ratio(%)

180.62

246.71

226.83

307.68

200.8

Acid Test Ratio (%)

198.58

275.5

249.7

332.6

220.04

Current Ratio (%)

9.5

12.63

17.84

17.46

17.22

Operating Margin (%)

3.51

7.57

11.38

14.55

7.47

Operating Margin (%)

2.32

5.04

5.6

5.7

2.79

Return on Equity (ROE) (%)

6.56

10.98

11.84

12.86

9.65

Return on Investment (ROI) (%)

27.86

20.24

19.89

15.74

17.69

Debt to Total Assets Ratio (%)

38.45

25.21

24.69

18.68

21.49

Debt to Total Equity Ratio (%)

26

21

22

15

15

Inventory Turn Over (ITO) (days)

Profitability Ratio

Solvability Ratio

Activity Ratio
274

201

271

216

175

Collection Period (CP) (days)

46.96

51.99

39.33

34.8

30.13

Total Assets Turn Over (TATO) (%)

72.14

79.76

80.11

84.26

82.31

Total Equity to Total Assets (TETA) (%)

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

16

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Ikhtisar Data Keuangan Penting


Important Financial Data Highlights

Ikhtisar Kinerja Perusahaan


Corporate Performance Indicators Highlights
2014

Equivalent Availability Factor (EAF) (%)

2013

2012

2011

2010

2009

2008

89.88

93.04

92.33

91.09

88.43

86.84

85.11

Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) (%)

7.16

1.66

2.37

2.99

4.22

4.98

9.59

Sudden Outage Frequency (SdOF) (kali)

1.83

1.89

1.70

2.48

4.63

8.40

Efisiensi Thermal Netto (%)

33.97

33.81

33.93

33.72

33.03

32.99

33.00

Jumlah Pegawai

3,553

3,463

3,498

3,659

3,375

3,245

3,509

Jumlah Daya Mampu Netto (MW)

8,167

8,048

7,982

8,193

8,074

8,249

8,212

Skor Assessment GCG (%)

90.06**

92.04*

83,66**

91.99*

78.84

56.97

Tingkat Kesehatan

91.67

99.64

99.11

93.53

91.92

90.75

77.95

AA Sehat
AA Sound

AAA Sehat
AAA Sound

AAA Sehat
AAA Sound

AA Sehat
AA Sound

AA Sehat
AA Sound

AA Sehat
AA Sound

Keterangan | Notes:
*) Skor didapat dari hasil self assessment | Score resulted from self assessment result
**) Skor didapat dari hasil assessment oleh BPKP | Score resulted from assessment by BPKP

Ikhtisar Saham dan Efek Lainnya

Stocks and Other Securities Highlight

Sampai dengan akhir tahun 2014, Indonesia


Power bukan merupakan perusahaan publik dan
tidak melakukan perdagangan saham, sehingga
tidak ada informasi terkait dengan harga saham.
Begitu juga terkait dengan efek lainnya,
Indonesia Power hingga akhir tahun 2014 tidak
menerbitkan obligasi, sukuk dan obligasi konversi
sehingga tidak ada informasi terkait dengan
jumlah obligasi/sukuk/obligasi konversi yang
beredar, tingkat bunga/imbalan, tanggal jatuh
tempo dan peringkat obligasi/sukuk.

Up to year-end 2014, Indonesia Power is not a


publicly listed company and its shares are not
traded, therefore there is no information of stock
prices.
Likewise with other securities, as up to year-ens
2014, Indonesia Power has not issued any bonds,
Islamic bonds (sukuk) or convertible bonds, and
therefore there is no information regarding the
amount of outstanding bonds/sukuk/convertible
bonds, coupon/yield, maturity date, and rating of
bonds/sukuk.

Jumlah Aset (Rp juta)


Total Asset (Rp million)

53,503,603

53,480,492

53,557,380

53,924,650

52,338,415

53,722,889

55,543,679

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

60,875,757

2007

56,235,865

58,805,467

2006

2005

11,309,471

11,630,725

52,942,559

52,457,371

2004

2003

Jumlah Liabilitas (Rp juta)


Total Liabilities (Rp million)

16,885,976

11,160,875
8,137,668

8,633,813

8,743,489

9,313,375

2014

2013

2012

2011

7,936,548

2010

9,443,417

2009

8,331,877

2008

2007

2006

2005

2004

9,279,526

2003

A Sehat
A Sound

17
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

2007

2006

2005

2004

2003

86.09

86.04

86.12

86.68

84.46

EAF (%)

10.65

3.37

3.67

3.66

2.97

EFOR (%)

SdOF (times)

33.05

34.65

34.83

35.03

34.92

Net Thermal Efficiency (%)

3,623

3,678

3,796

3,860

3,784

Total Employee

8,952

8,281

8,365

8,272

8,226

Total of Net Maximum Capacity (MW)

GCG Assessment score

66.05

81.25

74.80

75.20

68.30

Corporate Soundness Level

A Sehat
A Sound

AA Sehat
AA Sound

A Sehat
A Sound

A Sehat
A Sound

A Sehat
A Sound

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Jumlah Ekuitas (Rp juta)


Total Equity (Rp million)

45,365,935

44,846,679

44,813,891

44,611,275

44,295,763

44,177,379

44,301,534

43,916,318

44,855,329

47,106,795

44,609,733

43,177,119

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

28,412,898

28,410,435

2005

2004

2003

16,536,540

15,704,424

2004

2003

(13,648,901)

(13,000,652)

2004

2003

Pendapatan Usaha (Rp juta)


Revenues (Rp million)

43,416,117
35,723,617

33,531,493

42,475,291
34,511,234

32,472,481

33,499,823
21,937,529

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

(33,018,675)

(31,918,610)

(31,918,610)

2007

2006

(25,712,671)

(24,821,081)

2005

Beban Usaha (Rp juta)


Operating Expenses (Rp million)

(41,704,149)
(33,479,087)

(31,514,317)

(30,621,358)

(18,024,408)

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

2005

Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

18

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Ikhtisar Data Keuangan Penting


Important Financial Data Highlights

Laba Sebelum Pajak (Rp juta)


Profit Before Tax (Rp million)

3,254,901

3,672,588

3,414,125

2,255,327
1,887,226

1,885,886

1,673,038

1,828,645
1,492,905

1,693,341

1,533,127
1,040,019

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

2005

2004

2,497,063

2,405,637

2003

Laba Tahun Berjalan & Jumlah Laba Komprehensif (Rp juta)


Income for The Year & Total Comprehensive Income (Rp million)

2,151,821
1,635,889
1,242,470

2014

2013

1,266,744

2012

1,157,633

2011

1,051,398

2010

1,183,325
940,838

2009

1,173,679

997,629

2008

2007

5.74

5.08

2006

2005

2004

2003

8.16

8.12

2004

2003

Rasio Kas (%)


Cash Ratio (%)

25.23
19.25

17.27

13.42

11.85
9.32
6.12
2.68

2014

2013

2012

2011

2010

378.76

404.59

2009

2008

2007

2006

2005

246.71

226.83

2006

2005

Rasio Cepat (%)


Acid Test Ratio (%)

697.69
585.84
484.57

289.74

2014

2013

2012

2011

2010

2009

233.64

2008

180.62

2007

307.68
200.8

2004

2003

19
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Rasio Lancar (%)


Current Ratio (%)

775.37

712.66
561.30
437.34

465.23
352.73
277.97

275.5
198.58

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

Ikhtisar Utama
Main Highlights

332.6
249.7

2005

220.04

2004

2003

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Margin Operasi (%)


Operating Margin (%)

17.84

17.46

17.22

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

12.63

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

9.5
6.28

2014

6.02

2013

5.70

2012

3.87

4.32

2011

2010

4.72
2.42

2009

2008

2007

2006

2005

2004

2003

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Margin Laba Bersih (%)


Net Profit Margin (%)

14.55
11.38
7.57
4.58

2014

3.71

3.90

2013

2012

2.73

3.05

2.81

2.79

2011

2010

2009

2008

7.47

3.51

2007

2006

2005

2004

5.6

5.7

2003

Tingkat Pengembalian Modal (%)


Return on Equity (%)

5.04
3.74
2.84

2014

2013

2.89

2012

2.73

2011

2.43

2010

2.74
2.18

2009

2008

2.79

2.32

2007

2006

2005

2004

2003

PT Indonesia Power

20

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Ikhtisar Data Keuangan Penting


Important Financial Data Highlights

Tingkat Pengembalian Investasi (%)


Return on Investment (ROI) (%)

12.86
10.98
9.78

2014

8.77

2013

8.74

2012

11.84
9.65

8.30

2011

7.88

2010

7.92

2009

6.4

6.56

2008

2007

2006

2005

20.24

19.89

2004

2003

Rasio Utang (%)


Debt to Total Assets Ratio (%)

27.86
20.24
15.28

16.21

16.54

16.54

15.37

2014

2013

2012

2011

2010

17.77

2009

15.74

2008

2007

2006

2005

25.21

24.69

2004

17.69

2003

Rasio Utang Terhadap Modal (%)


Debt to Total Equity Ratio (%)

38.45

25.19
18.61

19.8

20.13

20.47

2014

2013

2012

2011

17.92

2010

21.38

2009

18.68

2008

2007

26

26

2006

2005

21

22

21.49

2004

2003

15

15

2004

2003

Perputaran Persediaan (hari)


Inventory Turn Over (Day)

33

21

34

24
20
15

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

2005

21
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Periode Penagihan (Hari)


Collection Period (Day)

274
232

237

223

2013

216

201
155

2014

271

2012

2011

170

175

161
137

2010

2009

2008

2007

2006

2005

2004

2003

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Perputaran Aset (%)


Total Assets Turn Over (%)

81.17
69.22

63.8

66.49

60.63

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

77.54
62.81
46.96

51.99
39.33

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

2005

34.8

2004

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
30.13

2003

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Rasio Modal Terhadap Aset (%)


Total Equity to Total Assets (%)

84.79

2014

83.86

83.67

83.26

84.63

82.23

79.76

72.14

79.76

80.11

84.26

82.31

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

2005

2004

2003

89.88

93.04

92.33

91.09

88.43

86.84

85.11

86.09

86.04

86.12

86.68

84.46

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

2005

2004

2003

EAF (%)
EAF (%)

PT Indonesia Power

22

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Ikhtisar Data Keuangan Penting


Important Financial Data Highlights

EFOR (%)
EFOR (%)

10.65
9.59
7.16

4.22
1.66

2014

2013

2.37

2012

4.98
3.67

3.66

2006

2005

2004

2003

34.65

34.83

35.03

34.92

3.37

2.99

2011

2010

2009

2008

2007

2.97

Efisiensi Thermal Netto (%)


Net Thermal Efficiency (%)

33.97

33.81

33.93

33.72

33.03

32.99

33.00

33.05

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

2005

2004

2003

3,623

3,678

3,860

3,784

3,245

3,509

3,796

3,375

2010

2009

2008

2007

2006

2005

2004

2003

8,281

8,365

8,272

8,226

2006

2005

2004

2003

Jumlah Pegawai
Total Employee

3,553

3,463

3,498

3,659

2014

2013

2012

2011

Jumlah Daya Mampu Netto (MW)


Total of Net Maximum Capacity (MW)

8,167

8,048

7,982

8,193

8,074

8,249

8,212

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

8,952

2007

23
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

24

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Laporan Dewan Komisaris


Report of Board of Commissioners

I.G.A. Ngurah Adnyana

PLT Komisaris Utama


Acting President Commissioner

25
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Dewan Komisaris menyadari bahwa tahun 2014


merupakan masa penuh tantangan yang harus
dihadapi oleh Direksi dan jajaran dalam menjalankan
usahanya. Melalui strategi yang tepat, situasi
tersebut dapat diatasi dengan baik, sehingga tidak
berpengaruh besar terhadap Perusahaan.
The Board of Commissioners is aware that the year 2014 presented
challenges to the Board of Directors and staffs in the conduct of business.
However, with the right strategies, Indonesia Power managed to cope with
those challenging conditions, with no significant impact to the Company.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Para Pemangku Kepentingan yang


terhormat,

Dear Stakeholders,

Salam sejahtera, semoga kita senantiasa diberikan


kesehatan agar dapat menjalankan aktivitas dengan
baik. Sejalan dengan amanah dari pemegang saham
yang diberikan kepada Dewan Komisaris, yaitu
melakukan pengawasan dan memberikan nasihat
kepada Direksi terkait dengan jalannya kegiatan
usaha, berikut ini laporan yang dapat kami sampaikan.

Best greetings, may we always be given the health


to perform our activities well. In line with the
mandate of the shareholders granted to the Board
of Commissioners, which is to supervise and provide
advice to the Board of Directors related to the course
of business activities, the following is the report that
we can convey.

Dewan Komisaris menyadari bahwa tahun


2014 merupakan masa penuh tantangan yang
harus dihadapi PT Indonesia Power (selanjutnya
disebut Indonesia Power atau Perusahaan)
dalam menjalankan usahanya. Ekonomi Indonesia
mengalami perlambatan pertumbuhan, yang di
antaranya terjadi akibat dampak atas pemulihan
perekonomian global yang belum sepenuhnya pulih.

The Board of Commissioners realized that 2014


was a challenging period which must be faced by
PT Indonesia Power (here in after referred to
Indonesia Power or Company) in running its
business. Indonesias economic growth slowdown,
some of which occured due to the impact of the
global economy recovery which has not fully
recovered.

Begitu pula dengan nilai tukar Rupiah terhadap


Dolar Amerika Serikat juga mengalami tekanan, serta
tingkat inflasi yang relatif masih tinggi. Kondisi ini
tentunya memberikan pengaruh yang kurang baik
terhadap kinerja usaha Perusahaan. Hal ini diyakini
tidak hanya berdampak pada Indonesia Power, tetapi
juga pada dunia usaha secara umum.

Similarly, the value of the Rupiah against the US Dollar


also came under pressure, as well as the inflation
rate that is still relatively high. These conditions gave
unfavorable influence on the performance of the
Company. It is believed to not only have an impact
on Indonesia Power, but also in the business world
in general.

Laporan Keuangan
Financial Report

26

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Laporan Dewan Komisaris


Report of Board of Commissioners

Namun demikian, atas apa yang telah dicapai oleh


Indonesia Power pada tahun Buku 2014, Dewan
Komisaris memberikan apresiasi yang baik terhadap
kinerja Direksi dalam menjalankan Perusahaan. Berbagai
tantangan yang mempengaruhi kinerja Perusahaan
dapat dihadapi melalui inisiatif dan strategi yang tepat,
sehingga Perusahaan mampu mempertahankan kinerja
yang positif secara berkelanjutan.

However, on what has been achieved by Indonesia


Power in the 2014 Fiscal Book, the Board of
Commissioners appreciates the performance of
the Board of Directors in running the Company.
Various challenges that affect the performance of
the Company were addressed through the right
initiatives and strategies, enabling the Company to
maintain a positive performance on an ongoing basis.

Penilaian Atas Kinerja Manajemen

Assessment on Management
Performance

Kinerja manajemen Perusahaan direpresentasikan


oleh penilaian kinerja Direksi melalui kontrak
manajemen yang diukur melalui pencapaian Key
Performance Indicators (KPI) Korporat yang telah
ditandatangani pada tahun sebelumnya. Penilaian
kinerja tersebut mencakup 5 (lima) perspektif
meliputi perspektif fokus pelanggan; efektivitas
produk dan proses; fokus tenaga kerja; keuangan dan
pasar serta kepemimpinan, tata kelola dan tangung
jawab kemasyarakatan.

The performance of the Companys management is


represented by the performance assessment of the
Board of Directors in a collegial manner. The Board of
Directors performance assessment indicators is the
achievement of the management employment contract
in the Corporate Key Performance Indicators (KPI)
which was signed in the previous year. The performance
assessment comprises 5 (five) perspectives, namely:
customer focus, product and process effectiveness,
human resources focus, financial and market, and
leadership, governance and social responsibility.

Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan pada tahun


2014 mencapai nilai 91,67 dari nilai tertinggi 100.
Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik
Negara Republik Indonesia No. KEP-100/MBU/2002
tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat
Kesehatan BUMN maka Perusahaan masuk dalam
kategori Sehat dengan nilai AA.

Company Soundness Level Rating in 2014 reached


a value of 91.67 from the highest value of 100.
Based on the Decree of the Minister of State-Owned
Enterprises of the Republic of Indonesia No. KEP-100/
MBU/2002 dated 4 June 2002 on SOE Soundness
Level Asssessment, the Company is in the Sound
category with a score of AA.

Pencapaian skor dari hasil assessment GCG terkait


tugas dan tanggung jawab Direksi dalam pelaksanaan
tata kelola perusahaan pada tahun 2014 mencapai
skor 32,59 dari skor maksimal 35.

The score achievement from the GCG assessment


results related to the duties and responsibilities
of the Board of Directors in the implementation of
corporate governance is 32.59 out of a maximum
score of 35 in 2014.

Secara umum, Dewan Komisaris juga menilai kinerja


Direksi dalam mendukung pencapaian sasaran
Perusahaan, telah dilakukan dengan baik melalui
berbagai aspek di bawah ini.

Overall, in evaluating the performance of the Board


of Directors in achieving the Companys objectives,
the Board of Commissioners found that the
performance was good in all the following aspects.

Aspek Strategis
Di tengah kondisi yang penuh tantangan, Direksi
telah menetapkan strategi yang fokus pada
optimalisasi dan efisiensi, serta mengambil inisiatif
yang tepat untuk mendukung program efisiensi
melalui pelaksanaan Cost Management Program
(CMP) di tahun 2014. Secara umum, Perusahaan
mampu melebihi target realisasi program CMP, yaitu
pencapaian 637,26% atau sebesar Rp5,68 triliun dari
target efisiensi sebesar Rp890,78 miliar.

Strategic Aspect
In the midst of the challenging conditions, the Board
of Directors has set a strategy which focuses on
optimization and efficiency, as well as taking the
appropriate initiatives to support the efficiency program
through the implementation of Cost Management
Program (CMP) in 2014. In general, the Company was
able to meet the CMP program target realization, namely
the achievement of 637.26% or Rp5.68 trillion from the
efficiency target of Rp890.78 billion.

27
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Sepanjang tahun 2014, Perusahaan telah mengupayakan


terlaksananya program-program strategis yang
diprioritaskan Perusahaan meliputi peningkatan
availability pembangkit melalui pelaksanaan sertifikasi
PAS 55 sebagai tools untuk mengoptimalkan manajemen
aset fisik, peningkatan pemanfaatan energi primer
non Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui penggunaan
Compressed Natural Gas (CNG) dalam pengoperasian
PLTG Grati dan PLTGU Tambaklorok, pengembangan
pembangkit baru berbahan bakar terbarukan dan non
BBM melalui pembangunan PLTDG Pesanggaran 200
MW sesuai dengan rencana jangka Perusahaan untuk
meningkatkan pembangkit renewable, pengurangan
ketergantungan terhadap parts Original Equipment
Manufacturer (OEM) melalui pelaksanaan program
Reverse Engineering serta peningkatan peran anak
perusahaan untuk mendukung bisnis korporat di bidang
jasa O&M dan energi.

Throughout 2014, the Company has implemented


a variety of strategic initiatives in the priority list,
comprising increasing power plant availability
through PAS 55 certification as a tool to optimize
the management of physical assets, increasing the
utilization of non-oil fuel primary energy through
Compressed Natural Gas (CNG) use in the operations
of Grati GPP and Tambaklorok CPP, development of
new power plant using renewable energy and non-oil
fuel primary energy through the construction of 200
MW Pesanggaran GDPP in line with the Companys
long-term plan regarding the development of
renewable energy power plant, reducing dependency
on OEM parts through implementation of Reverse
Engineering program, and increasing the role of
subsidiaries in support of the Companys O&M and
energy business.

Dewan Komisaris menilai bahwa program optimalisasi


dan efisiensi yang dijalankan oleh Direksi di lingkungan
Perusahaan telah memberikan dampak yang sangat
positif bagi kinerja keuangan Perusahaan.

The Board of Commissioners regards that the


optimization and efficiency programs performed by the
Board of Directors in the Company has provided a very
positive impact for the Companys financial performance

Aspek Operasional
Sepanjang tahun 2014, Perusahaan secara konsisten
menerapkan efisiensi dalam kegiatan operasional,
yaitu terkait dengan penggunaan energi pada
pembangkit dan gedung perkantoran, hal ini
dibuktikan dengan realisasi kinerja Pemakaian Sendiri
sebesar 4,19% yang lebih baik dari target yang
ditetapkan sebesar 4,26%.

Selain itu, kinerja Efisiensi Thermal juga menunjukkan
pencapaian yang baik, dimana realisasi tahun 2014
sebesar 33,97% lebih baik dari target yang ditetapkan
sebesar 33,80%.

Operational Aspect
Throughout 2014, the Company consistently
implements operational efficiency, which is
associated with energy use at power plants and office
buildings, this is evidenced by the realization of the
performance of Self Consumption which amounted
to 4.19%, better than the target of 4.26%.

Walaupun Perusahaan melakukan efisiensi, namun


manajemen tetap menjaga komitmennya di
bidang lingkungan dalam kegiatan operasional.
Hal itu, di antaranya terlihat pada penerapan Sistem
Manajemen Lingkungan (SML) yang telah terintegrasi
dalam Indonesia Power Integrated Management
System (InPower IMS) yang dikembangkan untuk
memberikan panduan dasar agar kegiatan bisnis
yang dilakukan senantiasa ramah lingkungan. Untuk
hal itu, Indonesia Power memiliki SML ISO 14001
untuk seluruh Unit.

Despite the various efficiencies, the management still


maintain its commitment in the field of environment
in its operational activities. This was evident, among
others, in the implementation of Environment
Management System (SML) that is integrated in the
Indonesia Power Mangement System (InPower IMS),
which was developed to provide basic guidelines to
ensure environmentally-friendly business activities.
For that matter, Indonesia Power has the SML ISO
14001 for its entire Units.

Kebijakan yang diambil ini sekaligus memperlihatkan


bahwa strategi yang diterapkan oleh Direksi dalam
menghadapi beragam tantangan, terutama terkait

The measures taken also shows that the strategy


adopted by the Board of Directors in the face of
various challenges, mainly related to efficiency,

In addition, the performance of Thermal Efficiency


also demonstrated good achievement, in which the
realization in 2014 amounted to 33.97% is better
than the target of 33.80%.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

28

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Laporan Dewan Komisaris


Report of Board of Commissioners

dengan efisiensi, telah diimplementasikan dengan baik.


Sehingga, tantangan yang dihadapi tidak berpengaruh
negatif terhadap implementasi di bidang operasional.

have been implemented properly. Therefore, the


challenges faced had no negative impact on the
implementation in operations.

Aspek Keuangan
Kinerja keuangan yang dicapai oleh manajemen pada
tahun 2014 menjadi bukti bahwa pengelolaan bisnis
masih berjalan dengan baik di lingkungan Indonesia
Power. Perusahaan masih mampu membukukan
laba usaha sebesar Rp2,24 triliun, tumbuh 11,27%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp2,01 triliun.
Begitupun dengan laba bersih, Perusahaan berhasil
meraih laba bersih sebesar Rp1,63 triliun, meningkat
31,66% dibandingkan tahun 2013 atau 25,25% di
atas target anggaran.

Financial Aspect
The financial performance achieved by the
management is proof that in 2014, the management
of the business is still going well in the environment
of Indonesia Power. The Company was able to record
an operating profit of Rp2.24 trillion, growing by
11.27% compared to 2013 which amounted to
Rp2,01 trillion. Correspondingly with net income,
the Company earned a net income of Rp1.63 trillion,
an increase of 31.66% compared to 2013, or 25.25%
above the budget target.

Dalam hal investasi, Perusahaan melakukan investasi


terkait dengan keandalan dan efisiensi Pembangkit,
pelestarian lingkungan dan K3, sarana penunjang,
pengembangan usaha, studi/jasa konsultan serta
penyertaan. Total realisasi investasi mencapai
Rp2,44 triliun, lebih tinggi 34,20% dibandingkan
tahun 2013 sebesar Rp1,81 triliun. Hal ini terutama
disebabkan oleh peningkatan investasi untuk
program pengembangan usaha sebesar 182,26%
dibandingkan tahun 2013 terkait dengan adanya
program strategis pembangunan PLTDG Pesanggaran
200 MW di Bali di periode tahun 2014-2015.
Peningkatan investasi dibanding tahun sebelumnya
mengindikasikan bahwa manajemen memandang
tahun-tahun berikutnya dengan optimistis.

In terms of investments, the Company made


investments related to power plant reliability and
efficiency, environment preservation and OHS,
support facilities, business development, consultant
study/service, and equity participation. Total realized
investment reached Rp2.44 billion, 34.20% higher
than in 2013, which amounted to Rp1.81 trillion. This
was mainly due to increased investment in business
development program by 182.26% compared to 2013
related to the strategic program of the development
of the 200 MW Pesanggaran GDPP in Bali in the
2014-2015 period. The increase in investment over
the previous year indicates that the management is
looking at the subsequent years with optimism.

Aspek Sumber Daya Manusia


Untuk menjaga kesinambungan kinerja Perusahaan
yang baik, peran sumber daya manusia sebagai mitra
manajemen dalam pengelolaan usaha sangat penting.
Karena itu, Dewan Komisaris sangat menghargai
kebijakan Direksi yang telah memperhatikan
dengan baik kinerja pegawai, termasuk peningkatan
kompetensinya.

Human Resources Aspect


To maintain the continuity of the Companys good
performance, the role of human resources as a partner
of the management in business management is very
important. Therefore, the Board of Commissioners
greatly appreciates the policy of the Board of Directors
which pays good attention to employee performance,
including competency improvements.

Hal itu, di antaranya tampak pada besarnya jumlah


pegawai yang masih dalam usia produktif. Pegawai
dengan 19-45 tahun memiliki proporsi 66,84%,
sedangkan pegawai yang sudah memiliki kematangan
pengalaman atau pada kelompok usia 46-54
tahun sebesar 29,44%. Kondisi ini tentunya akan
memberikan jaminan terhadap keberlangsungan
usaha Perusahaan.

This is evidenced in the amount of employees who


are still in the productive age. Employees with the
age of 19-45 has a proportion of 66.84%, while
employees who already have experience maturity
or in the 46-54 age group amounted to 29.44%. This
condition would guarantee the continuity of the
Companys operations.

Jumlah pegawai pada akhir 2014 mencapai 3.553


pegawai, jika dilihat berdasarkan level pendidikan,
terdapat 90 pegawai dengan level pendidikan S2,

From the total of 3,553 employees as at year-end


2014, there are 90 employees with S2 education
level, 1,012 employees by with S1 education level,

29
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

sebanyak 1.012 pegawai dengan level pendidikan S1,


486 pegawai dengan level pendidikan Diploma, sebanyak
1.884 pegawai dengan level pendidikan SMU/K, dan
sebanyak 81 pegawai dengan level pendidikan SLTP/SD.

486 employees with diploma education level,


1,884 employees with a high school/vocational
school education level, and 81 employees with the
secondary/primary education level.

Indonesia Power secara berkala melakukan sertifikasi


kompetensi bagi pegawainya, terutama yang
bertugas di bidang operasi dan pemeliharaan. Pada
tahun 2014, 396 pegawai pegawai bidang operasi
dan pemeliharaan telah berhasil memperoleh
sertifikat baru dengan 400 unit kompetensi.

Indonesia Power regularly conducts competency


certification for its employees, especially for those
serving in the field of operations and maintenance.
In 2014, 396 operations and maintenance employees
have succesfully obtained a new certificate with 400
competency units.

Aspek Penerapan Tata Kelola Perusahaan


Dewan Komisaris berkeyakinan, kinerja usaha Direksi
yang positif , selain strategi bisnis yang tepat guna,
penerapan tata kelola perusahaan yang baik/Good
Corporate Governance (GCG) juga memberikan peran
penting. Direksi serta seluruh jajaran di lingkungan
Perusahaan telah menunjukan tingkat kepatuhannya
terhadap pelaksanaan GCG dengan sangat baik.

Corporate Governance Implementation Aspect


The Board of Commissioners is convinced that
the positive business performance of the Board
of Directors, in addition to appropriate business
strategy, the implementation of Good Corporate
Governance (GCG) also has an important role. The
Board of Directors and all levels within the Company
has shown a well compliance level towards GCG
implementation.

Karena itulah, hasil skor penerapan asesmen


GCG tahun 2014 mencapai 90,06 masuk dalam
kategori Sangat Baik, merupakan pencapaian
lebih baik dari target yang ditetapkan. Dari hasil
assessment Malcolm Baldrige yang mencapai skor
583 menunjukkan Perusahaan masuk dalam band
Emerging Industri Leader, lebih baik dari pencapaian
tahun 2013 dengan skor 550 dimana perusahaan
masuk dalam band Good Performance.

Subsequently, the GCG implementation assessment


score result in 2014 reached 90.06, in the Very Good
category, which is a better achievement from the
set target. From the Malcolm Baldrige assessment
results that achieved a score of 583 indicates that
the Company is in the Emerging Industry Leader
band, better than the 2013 achievement with a
score of 550 in which the company was in the Good
Performance band.

Perusahaan juga telah menerapkan manajemen risiko


dengan baik melalui Indonesia Power - Enterprise
Risk Management sebagai pendekatan komprehensif
untuk mengelola risiko-risiko perusahaan secara
menyeluruh. Risiko tersebut dimonitor secara real
time melalui aplikasi Pro RBA (Risk Based Audit).
Dengan begitu, Perusahaan telah meningkatkan
kemampuan untuk mengelola ketidakpastian,
meminimalkan ancaman, dan memaksimalkan
peluang.

The Company has also implemented Risk


Management well through the Indonesia Power Enterprise Risk Management as a comprehensive
approach to manage the overall Companys risks. The
risks are monitored in a real time basis through the
Pro RBA application. Therefore, the Company was
able to improve the ability to manage uncertainty,
minimize threats and maximize opportunities.

Sesuai prinsip-prinsip manajemen risiko, Perusahaan


menetapkan bahwa pengelolaan risiko harus
menjadi bagian yang menyatu dalam proses bisnis
dan harus diinternalisasikan menjadi bagian dari
budaya Perusahaan. Dan guna memastikan bahwa
pengelolaan risiko terinternalisasi dalam proses
bisnis perusahaan, maka mekanismenya diatur
dalam sebuah kerangka kerja (framework) yang
mengacu pada ISO 31000 tentang Enterprise Risk
Management.

In accordance to the Risk Management principles,


the Company established that risk management
must become an integral part of the business process
and shall be internalized to be part of the Corporate
culture. And to ensure that risk management is
internalized in the companys business processes, the
mechanism is set in a framework that refers to ISO
31000 on Enterprise Risk Management.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

30

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Laporan Dewan Komisaris


Report of Board of Commissioners

Pandangan atas Prospek Usaha


yang Dibuat Direksi

Overview on Business Prospect


Presented by the Board of Directors

Berdasarkan kinerja yang telah disajikan oleh


Direksi dalam beberapa tahun terakhir, Dewan
Komisaris memandang bahwa prospek usaha yang
telah disusun oleh Direksi sangat realistis. Apalagi
ditunjang dengan kemampuan Direksi mengambil
inisiatif strategis di tengah lingkungan usaha yang
penuh dengan tantangan, tentu sejumlah target
yang telah ditetapkan sangat memungkinkan untuk
diraih.

Based on the performance of which has been


presented by the Board of Directors in recent years,
the Board of Commissioners considers that the
business prospects which have been prepared by
the Board of Directors is very realistic. Moreover,
supported by the ability of the Board of Directors to
take strategic initiatives in the middle of the business
environment that is full of challenges, several targets
that have been set is definitely possible to be achieved.

Beberapa target yang telah ditetapkan, di antaranya


pendapatan usaha lebih tinggi 15,76% dibandingkan
dengan realisasi tahun 2013.

Some of the targets which have been set, among


others operating revenues that is 15.76% higher
compared to the realization in 2013.

Alasan bahwa target itu cukup realistis, di antaranya


karena sejalan dengan ekspektasi pemerintah yang
juga menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih
tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun 2013.
Peningkatan kegiatan perekonomian tentu akan
berdampak terhadap penyediaan produksi energi
listrik dan jasa Operation & Maintenance (O&M) yang
menjadi bidang usaha Indonesia Power. Mengingat
pengalaman dan kompetensi Perusahaan di bidang
kelistrikan, tingkat kepercayaan konsumen tentu
akan tinggi dan pada akhirnya memberikan kontribusi
positif bagi kinerja Perusahaan.

The reason that the targets were quite realistic, is the


fact that they are in line with the expectations of the
government who are also targeting higher economic
growth compared to the realization in 2013.
Increased economic activity would have an impact
on the provision of electrical energy production and
Operation & Maintenance (O&M) services, which
is Indonesia Powers field of business. Given the
Companys experience and competence in the field
of electricity, the level of consumer confidence
would be high and ultimately provides a positive
contribution to the performance of the Company.

Kinerja Komite di Bawah Dewan


Komisaris

Performance of Committess Under


the Board of Commissioners

Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris telah


membentuk organ pendukung, yaitu Komite Audit
dan Komite Manajemen Risiko. Sepanjang tahun 2014
kedua komite ini telah menjalankan fungsinya dengan
baik, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang
berbobot kepada Dewan Komisaris untuk selanjutnya
disampaikan kepada manajemen.

In performing its duties, the Board of Commissioners


has established supporting organs, namely the Audit
Committee and the Risk Management Committee.
Throughout 2014, both committees have performed
their functions well, providing substantial
recommendations to the Board of Commissioners to
be subsequently conveyed to the management.

31
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Komite Audit
Dewan Komisaris memastikan bahwa Komite Audit
yang dibentuk bersifat independen, sehingga mampu
memberikan manfaat besar kepada pelaksanaan
tugas Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsinya
di bidang pengawasan dan pemberian nasihat kepada
Direksi.

Audit Committee
The Board of Commissioners ensures that the Audit
Committee established is independent, so as to
provide substantial benefits to the implementation
of the duties of the Board of Commissioners in
performing its functions in the field of supervision
and providing advice to the Board of Directors.

Seluruh temuan, catatan dan rekomendasi dari hasil


pelaksanaan kegiatan, penelaahan dan analisa Komite
Audit selama tahun 2014 telah dikomunikasikan dan
didiskusikan dengan Manajemen Indonesia Power,
Satuan Audit Internal (SAI) dan Auditor Eksternal,
serta telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris
untuk perbaikan dan tindak lanjut dari Manajemen
Perusahaan.

All findings, records and recommendation from


the result of implementation activity, study and
the Audit Committees analysis in 2014 have been
communicated and discussed with the Management
of Indonesia Power, Internal Audit Unit (SAI) and
External Auditor, and already reported to the Board
of Commissioners for improvement and follow up
from the Management of the Company.

Rekomendasi yang diberikan itu, di antaranya terkait


dengan pengelolaan operasional, pemeliharaan dan
logistik, serta pengendalian kontrak dan Kepatuhan
terhadap peraturan internal maupun perundangundangan yang berlaku. Dewan Komisaris berhadap
Komite Audit dapat terus meningkatkan kinerjanya
agar dapat menjadi penopang kinerja Perusahaan
secara keseluruhan.

The recommendations, are among others related to


the management of operations, maintenance and
logistics, as well as the management of contract
and Compliance towards internal regulations and
applicable laws. The Board of Commissioners hopes
that the Audit Committee can continue to improve
its performance in order to support the overall
performance of the Company.

Komite Manajemen Risiko


Seperti halnya Komite Audit, Komite Manajemen
Risiko juga bersifat independen. Sehingga, segala
rekomendasi yang disampaikan kepada Dewan
Komisaris dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

Risk Management Committee


Similar to the Audit Committee, the Risk Management
Committee is also independent. Therefore, all
recommendations submitted to the Board of
Commissioners can be properly accounted for.

Komite Manajemen Risiko telah memberikan banyak


rekomendasi kepada Dewan Komisaris, yang di
antaranya terkait dengan kegiatan operasional
dan rencana kegiatan yang akan dijalankan oleh
Perusahaan.

The Risk Management Committee has provided


various recommendations to the Board of
Commissioners, among others related to operational
activities and action plans that will be executed by
the Company.

Melalui rekomendasi yang telah diberikan kepada


Dewan Komisaris untuk diteruskan kepada
manajemen,
membuat
Perusahaan
mampu
melakukan mitigasi risiko yang dihadapi dalam
kegiatan usaha. Sehingga, potensi masalah yang akan
dihadapi dapat diantisipasi dengan baik.

Through the recommendations which have been


given to the Board of Commissioners to be forwarded
to the management, enabling the Company to
mitigate risks faced in operational activities.
Therefore, the potential problems to be faced can be
anticipated well.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

32

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Laporan Dewan Komisaris


Report of Board of Commissioners

Perubahan Komposisi Dewan


Komisaris

Change in the Composition of the


Board of Commissioners

Pada tahun 2014, terjadi perubahan komposisi


Dewan Komisaris sebagai berikut:
1. Anggota Dewan Komisaris Daniel Theodore telah
menyelesaikan masa tugasnya, dan berdasarkan
Keputusan Pemegang Saham secara sirkuler
tanggal 31 Agustus 2014, masa bakti beliau tidak
diperpanjang lagi.
2. Penetapan Pelaksana Tugas (PLT) Dewan
Komisaris berdasarkan Keputusan Pemegang
Saham secara sirkuler tanggal 31 Agustus 2014
dengan susunan sebagai berikut:

In 2014, there were changes to the composition of


the Board of Commissioners as follow:
1. Daniel Theodore, Member of the Board of
Commissioners, has completed his term of
office, which was not extended based on Circular
Decision of Shareholder dated 31 August 2014.

Jabatan
Komisaris Utama

2. The determination of Acting Officials of the


Board of Commissioners based on Circular
Decision of Shareholder dated 31 August 2014 as
follows:

Nama | Name
I.G.A. Ngurah Adnyana

Position
President Commissioner

Komisaris

Teuku Taufiqulhadi

Commissioner

Komisaris

Aries Muftie

Commissioner

Komisaris

Luizah

Commissioner

3. Pengunduran diri anggota Dewan Komisaris


Teuku Taufiqulhadi dilakukan berdasarkan surat
tertanggal 27 Oktober 2014.

3. The resignation of Teuku Taufiqulhadi, member


of the Board of Commissioners, based on his
letter dated 27 October 2014.

Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris hingga


akhir 2014 menjadi:

Therefore, the composition of the Board of


Commissioners up to the end of 2014 is:

Jabatan
PLT Komisaris Utama

Nama | Name
I.G.A. Ngurah Adnyana

Position
Acting President Commissioner

PLT Komisaris

Aries Muftie

Acting Commissioner

PLT Komisaris

Luizah

Acting Commissioner

Atas nama Dewan Komisaris, kami mengucapkan


terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya atas kontribusi yang telah diberikan oleh
Teuku Taufiqulhadi dan Daniel Theodore Sparringa
selama masa bakti di Indonesia Power.

On behalf of the Board of Commissioners, we


express our highest gratiitude and appreciation for
the contribution given by Teuku Taufiqulhadi and
Daniel Theodore Sparringa during their tenure in
Indonesia Power.

Apresiasi

Appreciaton

Kepada Direksi
Kepada Direksi dan jajaran di bawahnya, Dewan
Komisaris memberikan apresiasi yang setinggitingginya atas pencapaian kinerja usaha yang baik,
walaupun banyak tantangan yang dihadapi. Dengan
kinerja keuangan yang positif, kondisi perlambatan
ekonomi serta sejumlah indikator makro yang
berpotensi memberikan pengaruh negatif terhadap
dunia usaha, telah dibuktikan oleh Direksi bahwa
situasi itu cenderung tidak berpengaruh terhadap
kinerja Perusahaan.

To the Board of Directors


To the Board of Directors and all levels under
it, the Board of Commissioners expresses its
highest appreciation for achieving good business
performance, despite the many challenges faced.
With positive financial performance, conditions
of economic slowdown, as well as a number of
economic indicators that could potentially impacted
the business world negatively, the Board of Directors
has proven that those situations had little or no
effect to the performance of the Company.

33
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Dewan Komisaris berharap agar Direksi dan jajarannya


tetap melakukan inovasi-inovasi dan inisiatif
strategis yang menunjang kinerja dan pertumbuhan
Perusahaan serta memastikan terkelolanya proses
bisnis yang ekselen di seluruh lini.

The Board of Commissioners expects that the Board of


Directors and all staff continue to make innovations and
strategic initiatives that can support the performance
and growth of the Company, while ensuring excellent
business process at all business lines.

Kepada Pemegang Saham


Dewan Komisaris juga menyampaikan terima
kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh
pemegang saham untuk menjadi bagian penting
dari perjalanan usaha Indonesia Power. Begitu
pun dengan arahan dan bimbingan yang telah
disampaikan oleh pemegang saham.

To the Shareholders
The Board of Commissioners would also expressed
gratitude for the trust given by the shareholders to
be an important part of Indonesia Powers business
journey. Also for the direction and guidance that
have been submitted by the shareholders.

Kepada Pemangku Kepentingan


Kepada para pemangku kepentingan baik di
internal maupun eksternal Perusahaan, Dewan
Komisaris mengucapkan terimakasih atas kerja sama
yang sudah berjalan selama ini terutama dalam
mendukung terwujudnya Indonesia Power Bersih
yang merupakan komitmen Pemegang Saham dan
Dewan Komisaris. Dengan dukungan para pemangku
kepentingan pula, manajemen mampu menyajikan
kinerja usaha yang baik untuk Tahun Buku 2014.

To the Stakeholders
To all internal and external stakeholders of the
Company, the Board of commissioners would like to
convey its appreciation for the cooperation shown
throughout these times, and especially in support of
Indonesia Power Bersih as was the commitment of
Shareholder and the Board of Commissioners. With
the support of the stakeholders, the management is
able to present a good business performance for the
2014 Fiscal Year.

Atas segala kebaikan yang telah diberikan, semoga


akan mendapatkan balasan kebaikan pula.

For all good things that have been given, hopefully


will also reap goodness.

Jakarta, 30 Mei 2015

Jakarta, May 30th, 2015

I.G.A. Ngurah Adnyana


PLT Komisaris Utama
Acting President Commissioner

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

34

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil Dewan Komisaris


Board of the Commissioners Profile

35
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Kiri ke Kanan
Left to Right

Aries Muftie

PLT Komisaris
Acting Commissioner

I.G.A. Ngurah Adnyana

PLT Komisaris Utama


Acting President Commissioner

Luizah

PLT Komisaris
Acting Commissioner

36

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil Dewan Komisaris


Board of the Commissioners Profile

I.G.A. Ngurah Adnyana

PLT Komisaris Utama


Acting President Commissioner

Aries Muftie

PLT Komisaris
Acting Commissioner

Lahir di Denpasar, Bali, 22 Februari 1956.


Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi
Bandung (1981) dan Master Bidang
Kelistrikan Institut Teknologi Sepuluh
Nopember Surabaya (2001).

Born in Denpasar, February 22nd, 1956.


Bachelor Degree in Electrical Engineering,
Bandung Institute of Technology (1981)
and Master Degree in Electrical Engineering
Sepuluh Nopember Institute of Technology
Surabaya (2001).

Training: Top Management Program


Building for Organic Growth, Forum
Nasional Efisiensi, ESQ Leadership Training,
GCG Workshop, Workshop Power Sector
Restructuring, dan Pelatihan Manajemen
Risiko untuk Senior Leader.

Training: Top Management Program


Building for Organic Growth, Efficiency
National Forum, ESQ Leadership Training,
GCG Workshop, Power Sector Restructuring
Workshop, and Risk Management Training
for Senior Leader

Karir: Sebelum menjabat sebagai Komisaris


Utama Indonesia Power; pernah menjabat
sebagai Direktur Operasi Jawa-Bali PT PLN
(Persero); Deputi Direktur Distribusi JawaBali pada Direktorat Jawa Bali Madura
PT PLN (Persero); Deputi Direktur Pembinaan
Distribusi pada Direktorat Transmisi dan
Distribusi PT PLN (Persero); General Manager
PLN Distribusi Bali dan General Manager PLN
Unit Bisnis Bali, Nusa Tenggara Barat dan
Nusa Tenggara Timur; serta Komisaris pada
PT Wismatata Eltra Perkasa. Sampai dengan
23 Desember 2014 juga menjabat sebagai
Direktur Operasi Jawa Bali Sumatera PT PLN
(Persero).

Career: Prior to being appointed President


Commissioner of Indonesia Power, he
has served as Operations Director JavaBali PT PLN (Persero); Deputy Director of
Java-Bali Distribution at Java Bali madura
Directorate of PT PLN (Persero); Deputy
Director Distribution Development at
Transmission and Distribution Directorate
PT PLN (Persero); General Manager PLN Bali
Distribution and General Manager PLN Bali,
Nusa Tenggara Barat and Nusa Tenggara
Timur business unit; and Commissioner of
PT Wismatata Eltra Perkasa. Up to December
23, 2014, he also served as Operations
Director, Java Bali Sumatra, PT PLN (Persero).

Penugasan Khusus: -

Special Assignment: -

Dasar Pengangkatan Pertama: Surat


Keputusan Pemegang Saham secara Sirkuler
tanggal 31 Agustus 2010.

Basis of First Appointment: Circular Decree


of Shareholders on August 31st, 2010.

Lahir di Garut, 17 April 1955. Sarjana Ekonomi


Universitas Indonesia (1987), Sarjana Hukum
Universitas Indonesia (1992), dan Master
Bidang Hukum Universitas Indonesia (2003)
serta Doktor dalam Ilmu Studi Kebijakan dari
Pasca Sarjana UGM (2010).

Born in Garut, April 17th, 1955. Bachelor


Degree in Economic at University of
Indonesia (1987), Degree in Law at University
of Indonesia (1992), and Master Degree
in Law at University of Indonesia (2003),
and Doctorate in Policy Science Study from
Postgraduate UGM (2010).

Training: Capital Market and ventura


fund, Workshop of strategic planning,
Executive Development Program, Pelatihan
Manajemen Risiko untuk Senior Leader.

Training: Capital Market and fund venture ,


Workshop of strategic planning, Executive
Development Program, Risk Management
Training for Senior Leader.

Karir: Sebelum menjabat sebagai Komisaris


Indonesia Power, pernah menjabat sebagai
Senior Advisor Kepala BNP2TKI, Senior Advisor
Bank CIMB Niaga, Komisaris PT Perkebunan
Nusantara VIII, Komisaris PT Perkebunan
Nusantara III, Komisaris PT Garuda Indonesia,
Staf Khusus Kementerian BUMN, Komisaris
PT Asuransi Takaful Umum, Direktur PT PNM
(Persero), Komisaris PT Permodalan Nasional
Madani (PNM) Investment Management,
Direktur Bank Muamalat, Komisaris Utama
Sejahtera Trading Co,. Selain itu, saat ini juga
menjabat sebagai Komisaris Utama PT Panin
Bank Syariah Tbk.

Career: Prior to serving as Commissioner


of Indonesia Power, has served as Senior
Advisor to Head of BNP2TKI, Senior Advisor
to Bank CIMB Niaga, Commissioner of
PT Perkebunan Nusantara VIII, Commissioner
of PT Perkebunan Nusantara III, Commissioner
of PT Garuda Indonesia, Special Staff at
the Ministry of SOE, Commissioner of
PT Asuransi Takaful Umum, Director
of PT PNM (Persero), Commissioner of
PT Permodalan Nasional Madani (PNM)
Investment Management, Director of
Bank Muamalat, President Commissioner
of Sejahtera Trading Co,. currently, he
serves as President Commissioner of
PT Panin Bank Syariah Tbk.

Penugasan Khusus: Ketua Komite Audit.

Special Assignment: Chairperson of the


Audit Committee.

Dasar Pengangkatan Pertama: Keputusan


Pemegang Saham secara Sirkuler tanggal 19
Oktober 2009.

Basis of First Appointment: Circular Decree


of Shareholders on October 19th, 2009.

37
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Luizah

PLT Komisaris
Acting Commissioner

Lahir di Jakarta, 21 April 1964. Sarjana


Akuntansi STA LAN RI (1995).

Born in Jakarta, April 21st, 1964, Bachelor


Degree of Accounting STA LAN RI (1995).

Training:
Pendidikan
dan
Pelatihan
Kepemimpinan Tingkat III, Pendidikan dan
Latihan Administrasi Umum Departemen
Keuangan, Diklat Analisa Laporan Keuangan,
Diklat Mikro Komputer dan Latihan Pra
Jabatan
Departemen
Keuangan
dan
pelatihan Manajemen Risiko untuk Senior
Leader serta IHT Professional Director
Program.

Training:
Education
and
Leadership
Training Level III, Education and General
Administration Training from Department
of Finance, Education and Training of
Financial Report Analysis, Education and
Training of Micro Computer and Pre-Position
Training Department of Finance and Risk
Management Training for Senior Leader and
IHT Professional Director program.

Karir: Sebelum menjabat sebagai Komisaris


Indonesia Power, pernah menjabat sebagai
Komisaris PT Krakatau Daya Listrik, Anggota
Komite Nominasi dan Remunerasi PT PLN
(Persero), Kepala Bidang Usaha Jasa II B
Kementerian BUMN, Kepala Bidang Energi
II Kementerian BUMN, Kepala Sub Bidang
Perencanaan Usaha Industri Strategis, Kepala
Seksi Evaluasi Industri Pertambangan dan
Energi, Kementrian BUMN, Staf Direktorat
Kawasan Industri dan Pariwisata Kementerian
BUMN, Staf Biro Data Kementerian BUMN,
Staf Direktorat Pertanian dan Kehutanan
Departemen Keuangan. Selain itu, saat ini
juga menjabat sebagai Kepala Bidang Usaha
Perbankan dan Asuransi III BUMN.

Career: Prior to serving as a Commissioner of


Indonesia Power, she served as the Board of
Commissioners at PT Krakatau Daya Listrik,
Member of PLN Nomination Committee
and Remuneration, the Head of Service
Business Unit II B, Ministry of State-Owned
Enterprise, Head of Energy Unit II, Ministry
of State-Owned Enterprise, Head of Sub-Unit
Strategic Industry Business Planning, Head
of Mining and Energy Industry Evaluation
section, Staff of Directorate of Industry and
Tourism Region, Ministry of State-Owned
Enterprise, Staff of Directorate Agriculture
and Forestry Department of Finance. In
addition, she currently serves as the Head of
Banking and Insurance Business III BUMN.

Penugasan
Khusus:
Manajemen Risiko.

Special Assignment: Chairperson of the Risk


Management Committee.

Ketua

Komite

Dasar Pengangkatan Pertama: Keputusan


Pemegang Saham secara Sirkuler tanggal
tanggal 5 September 2011.

Basis of First Appointment: Circular Decree


of Shareholders on September 5th, 2011.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

38

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

Antonius RT Artono

PLT Direktur Utama


Acting President Director

39
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Walaupun situasi perekonomian kurang kondusif,


namun kinerja usaha Indonesia Power masih
sangat baik, mengingat Perusahaan masih
berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar
Rp35,72 triliun, tumbuh 6,54% dibandingkan
tahun sebelumnya.
Despite the challenging economic condition, Indonesia Power managed
to record an excellent performance, posting total operating revenues
of Rp35.72 trillion, increasing by 6.54% over the achievement in the
previous year.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Para Pemegang Saham yang


terhormat,

Dear Shareholders,

Salam sejahtera bagi kita semua. Pada kesempatan


ini, izinkan kami menyampaikan Laporan Tahunan
PT Indonesia Power untuk Tahun Buku 2014 sebagai
wujud tanggung jawab Direksi PT Indonesia Power
dalam menjalankan kegiatan usaha Perusahaan.

Best greetings to us all. Allow us to take this


opportunity to convey the Annual Report of
Indonesia Power for the 2014 Fiscal Year as a form
of accountability of the Board of Directors of
PT Indonesia Power in runnig the Companys business.

Secara umum, 2014 merupakan tahun yang penuh


dinamika dan tantangan bagi bangsa Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02%
(year on year) dibandingkan tahun 2013 yang 5,78%,
menunjukkan bahwa perekonomian nasional sedang
mengalami perlambatan. Nilai tukar Rupiah juga
mengalami pelemahan terhadap Dolar Amerika
Serikat. Sementara laju inflasi juga bisa dikatakan
masih tinggi, yaitu 8,36% sehingga memberikan
tekanan pada daya beli masyarakat di sepanjang
tahun 2014.

In general, 2014 was a year full of dynamics and


challenges for Indonesia. Indonesias economic
growth of 5.02% (year on year) compared to 2013
which amounted to 5.78%, indicates a slowdown in
the national economy. The Rupiah exchange rate also
weakened against the US Dollar. While the inflation
rate could also be said to be still high at 8.36% so as
to put pressure on the peoples purchasing power
throughout 2014.

Meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan


ekonomi, pada tahun 2014 penjualan listrik oleh
PLN sebagai satu-satunya perusahaan yang langsung
ke pengguna akhir (end user), terus mengalami
peningkatan sebesar 198,6 Terra Watt hour (TWh),
atau meningkat 5,9% dibandingkan tahun 2013
yang 187,5 TWh. Selain itu, pertumbuhan pelanggan
PLN juga meningkat 6,1%, dari 54,0 juta pada tahun

Despite the slowdown in economic growth, in 2014


electricity sales by PLN as the only company direct
to the end user, continues to experience an increase
of 198.6 Terra Watt hour (TWh), an increase of 5.9%
compared to 2013 which was 187.5 TWh. In addition,
the growth of PLN customers also increased by 6.1%,
from 54.0 million in 2013 to 57.3 million customers
in 2014. The increase in demand for electrical energy

Laporan Keuangan
Financial Report

40

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

2013 menjadi 57,3 juta pelanggan di tahun 2014.


Peningkatan permintaan energi listrik dipengaruhi
oleh program elektrifikasi maupun pengalihan dari
captive power (penggunaan pembangkit sendiri
berbahan bakar minyak) menjadi pelanggan PLN.

is affected by the electrification program and the


swicth of captive power (utilizing own fuel oil
generators) into PLN customers.

Di tengah kondisi perekonomian yang kurang kondusif


sedangkan permintaan dan kebutuhan pelanggan
terus mengalami peningkatan, tentunya harus disikapi
dengan baik oleh industri kelistrikan. Indonesia
Power sebagai perusahaan yang bergerak di bidang
penyediaan tenaga listrik dan jasa O&M pembangkit
listrik turut mendukung permintaan dan kebutuhan
tersebut melalui eksekusi ekselen terhadap programprogram strategis Perusahaan untuk meningkatkan
availability pembangkit, memanfaatkan energi primer
non Bahan Bakar Minyak (BBM), mengembangkan
pembangkit baru yang berbahan bakar terbarukan
dan non BBM, mengurangi ketergantungan spare
parts dari pemasok Original Equipment Manufacturer
(OEM), serta meningkatkan peran anak perusahaan
untuk mendukung bisnis korporat di bidang jasa O&M
dan energy.

In the midst of the less favorable economic


conditions, while demand and customer needs
continue to increase, surely must be addressed
properly by the electricity industry. Indonesia Power
as a company engaged in the supply of electricity
and power plants O&M services contribute to the
demand and needs through excellent execution to
the strategic programs of the Company to increase
the availability of power plants, utilizing non Fuel
(BBM) primary energy, developing new power
plants with renewable and non-fuel energy, reduce
spare parts dependence from Original Equipment
Manufacturer (OEM) suppliers, and increasing the
role of the subsidiaries to support corporate business
in the sector of energy O&M services.

Selaras dengan eksekusi terhadap program strategis


tersebut, perusahaan melakukan transformasi
untuk efektivitas proses bisnis melalui optimalisasi
implementasi
Indonesia
Power
Integrated
Management System (InPower IMS), pemanfaatan
teknologi informasi untuk peningkatan akurasi proses,
optimalisasi proses perencanaan pemeliharaan
melalui 52 weeks procurement planning, reformasi
dalam sistem pengadaan, sistem imprest terpadu,
pengendalian
melalui
implementasi
ICoFR,
penyusunan master plan Life Cycle Management
(LCM), perkuatan peran Kantor Pusat sebagai asset
owner dan asset manager untuk memfokuskan unit
sebegai asset operator, perkuatan SDM melalui alfa
dan beta mentor dan tak kalah pentingnya perkuatan
proses dalam membangun GCG melalui implementasi
Indonesia Power Bersih.

In line with the execution of the strategic program,


the company conducted transformations to optimize
the effectiveness of business processes through
the optimization of the Indonesia Power Integrated
Management System InPower IMS implementation,
use of information technology to increase the
accuracy of processes, optimization of maintenance
planning process through the 52 weeks procurement
planning, reforming the procurement system ,
integrated imprest system, control through the
implementation of ICoFR, preparation of the Life
Cycle Management (LCM) master plan, strengthening
the role of the Head Office as the asset owner
and asset manager to focus the units as asset
operators, strengthening human resources through
the alpha and beta mentor, and last but not least,
strengthening processes in building GCG through the
implementation of Indonesia Power Bersih.

Inisiatif Strategis

Strategic Initiatives

Menghadapi situasi yang tidak mudah dilalui,


manajemen selalu berupaya melakukan inovasi,
baik di bidang operasional maupun keuangan. Tentu
kami menyadari, ketika kinerja bisnis berpotensi
tidak mencapai target akibat kendala internal dan
eksternal Perusahaan, pilihan yang paling rasional
adalah melakukan efisiensi agar kondisi perusahaan
tetap sehat.

Facing an apprehensive situation, the management


always tries to innovate, both in terms of operations
and financial. Of course we are aware, if the business
performance has the potential to not reach the
target due to the Companys internal and external
constraints, the most rational option is to improve
efficiency in order to maintain the healthy condition
of the company.

41
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Strategi efisiensi tersebut diimplementasikan oleh


Perusahaan melalui inisiatif Cost Management
Program (CMP). Program ini merupakan bagian
dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik di
bidang operasional dan keuangan. Sepanjang tahun
2014, pencapaian inisiatif strategi yang dilaksanakan
manajemen, secara umum berada di atas target.
Secara keseluruhan pencapaiannya berada di angka
637,26% dari target Rp890,78 miliar, Perusahaan
justru berhasil mengefisienkan pengeluaran Rp5,68
triliun.

The efficiency strategy was implemented by the


Company through the Cost Management Program
(CMP) initiative. This program is part of the
implementation of good corporate governance in the
field of operations and finance. Throughout 2014, the
achievement of strategic initiatives undertaken by
the management in general is above the target. The
overall achievement stood at 637.26% of the target
of Rp890.78 billion, the Company actually managed
to streamline expenditure by Rp5.68 trillion.

Untuk pemanfaatan energi primer non Bahan Bakar


Minyak (BBM) dalam program CMP, Perusahaan
mampu menekan penggunaan BBM terhadap RKAP
2014 secara netto sebesar Rp4 triliun dan biaya
administrasi, pencapaiannya dari target yang telah
ditetapkan adalah sebesar 317,17%.

For the utilization of non Fuel (BBM) primary energy


in the CMP program, the Company was able to
suppressed the use of fuel against the net CWBP
2014 amounting to Rp4 trillion and administrative
costs, achievement of the set target is at 317.17%.

Kinerja Usaha 2014

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

2014 Business Performance

Kinerja Operasional
Indonesia Power masih memainkan peran penting
dalam industri kelistrikan. Hal itu, setidaknya
dibuktikan bahwa pada tahun 2014, Perusahaan
masih mampu memasok energi listrik sebesar
23,10% dari total kebutuhan pasokan energi listrik
untuk Jawa - Bali.

Operational Performance
Indonesia Power still plays an important role in the
electricity industry. This is, at least confirmed that
in 2014, the Company was able to supply electrical
energy for 23.10% of the total electricity supply for
Java - Bali.

Pada tahun 2014, realisasi produksi energi listrik


Indonesia Power di Jawa - Bali Grid & Embedded
sebesar 37.461,12 GWh. Jika dibandingkan tahun
2013 mengalami penurunan sebesar 7,93%. Kondisi
tersebut terutama disebabkan oleh penurunan
produksi dari pembangkit berbahan bakar gas yang
disebabkan oleh belum optimalnya pasokan gas di
Grati dan Semarang serta pembangunan infrastruktur
gas yang masih dalam proses. Hal ini merupakan
tantangan besar bagi Indonesia Power yang juga
sedang mempersiapkan gasifikasi untuk pembangkit
di Bali. Beberapa langkah strategis yang dilakukan
Perusahaan di tahun 2014 adalah melakukan
kolaborasi dengan berbagai pihak antara lain dengan
transporter, supplier gas dan BUMN terkait lainnya
dan dilanjutkan dengan program strategis di tahun
2015 dengan mencari alternatif berbagai sumber gas
untuk menjamin pasokan dalam jangka pendek dan
jangka panjang.

In 2014, the realization of electrical energy


production of Indonesia Power in the Java - Bali
Grid & Embedded amounted to 37,461.12 GWh.
Compared to 2013, this is a decrease by 7.93%. The
condition is mainly due to the decreased production
of gas-fueled power plants caused by not optimal
gas supply in Grati and Semarang, as well as gas
infrastructure development that are still in process.
This is a big challenge for Indonesia Power, who is
also preparing for the gasification of power plants in
Bali. Several strategic steps taken by the Company in
2014 were, among others, collaborating with various
parties, among others, transporters, gas suppliers
and other related SOEs, and followed by a strategic
program in 2015 by looking for numerous alternative
gas sources to ensure supply in the short and long
term.

Di lain sisi, Perusahaan berhasil merealisasikan


tingkat efisiensi pemakaian bahan bakar dalam
memproduksi energi listrik. Hal ini dibuktikan dengan

On the other side, the Company managed to


realize the efficiency level of fuel used in producing
electrical energy. This is proved by the realization of

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

42

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

realisasi Efisiensi Thermal Netto korporat tahun 2014


mencapai 33,97%, meningkat dibandingkan tahun
2013 yang mencapai 33,81% dan di atas RKAP tahun
2014 yaitu 33,80%. Pencapaian tersebut terutama
berasal dari penerapan pola operasi Combined Cycle
di Grati dan mengutamakan pengoperasian unit
dengan efisiensi lebih tinggi.

the corporate Net Thermal Efficiency in 2014 which


reached 33.97%, an increase compared to 2013
which reached 33.81% and above the CWBP 2014,
namely 33.80%. The achievement was mainly derived
from the application of a combined cycle operation
at Grati and prioritizing operating units with higher
efficiency.

Kinerja Keuangan
Pada aspek keuangan, kinerja Perusahaan bisa
dikatakan masih sangat baik, walaupun situasi
perekonomian kurang kondusif. Perusahaan berhasil
membukukan pendapatan usaha sebesar Rp35,72
triliun, tumbuh 6,54% dibandingkan tahun 2013
yang Rp33,53 triliun. Kenaikan pendapatan tersebut
terutama berasal dari penjualan energi listrik dan
penjualan jasa Operation & Maintenance (O&M)
ke PT PLN (Persero). Dibandingkan tahun 2013,
penjualan energi listrik naik sebesar 5,76% dan jasa
O&M naik sebesar 69,33%. Kenaikan pendapatan dari
jasa O&M memperlihatkan bahwa bisnis Perusahaan
terus berkembang.

Financial Performance
On the financial aspect, the Companys performance
can be considered to be very good despite the
unfavorable economic situation. The Company
managed to post a revenue of Rp35.72 trillion,
an increase of 6.54% compared to 2013 which
amounted to Rp33.53 trillion. The increase in
revenue is primarily derived from the sale of
electricity and the sale of Operation & Maintenance
(O&M) services to PT PLN (Persero). Compared to
2013, sales of electrical energy increased by 5.76%
and O&M services increased by 69.33%. The increase
in revenues from O&M services indicates that the
Company business continues to grow.

Dengan kemampuan Perusahaan merealisasikan


inisiatif strategis berupa efisiensi berupa Cost
Management Program yang kinerjanya 637,26%
di atas RKAP, laba usaha pun ikut mengalami
pertumbuhan. Total laba usaha yang dibukukan
Perusahaan pada tahun 2014 sebesarRp2,24 triliun,
tumbuh 11,27% dibandingkan tahun 2013 yang
Rp2,02 triliun. Begitupun dengan Laba Tahun
Berjalan & Jumlah Laba Komprehensif. Perusahaan
berhasil membukukan Rp1,63 triliun, tumbuh 31,66%
dibandingkan tahun 2013 atau 25,25% di atas target
anggaran.

With the Companys ability to realize strategic


initiatives in efficiencies such as the Cost Management
Program with the performance of 637.26% above the
CWBP, operating income also experienced growth.
Total operating income recorded by the Company in
2014 amounted to Rp2.24 trillion, a growth of 11.27%
compared to 2013 which amounted to 2.02 trillion.
Similarly, Income for the Year and Total Comprehensive
Income, in which the Company posted Rp1.63 trillion,
an increase of 31.66% compared to 2013, or 25.25%
above the budget targets.

Kinerja posisi keuangan Perusahaan dalam bentuk


aset juga bergerak positif. Jika pada tahun 2013
total aset Perusahaan sebesar Rp53,48 triliun, pada
tahun 2014 menjadi Rp53,50 triliun atau tumbuh
0,04%. Pada saat bersamaan, liabilitas Perusahaan
mengalami penurunan 5,75%, menjadi Rp8,14 triliun.

The performance of the Companys financial position in


the form of assets is also moving in a positive direction.
If in 2013 the total assets of the Company amounted
to Rp53.48 trillion, in 2014 it became Rp53.50 trillion or
an increase of 0.04%. At the same time, the Companys
liabilities decreased by 5.75%, to Rp8,14 trillion.

Kinerja Tata Kelola Perusahaan


Kinerja Perusahaan yang baik tidak bisa dipisahkan
dari penerapan tata kelola perusahaan yang
baik (Good Corporate Governance/GCG). Hal itu
merupakan wujud komitmen Perusahaan yang
ingin konsisten dalam menerapkan GCG dalam
proses bisnis agar kinerja usaha tumbuh secara
berkesinambungan. Assessment penerapan GCG
dilakukan secara bergantian setiap tahunnya oleh
pihak eksternal dan pihak internal (self assessment).

Performance of Corporate Governance


The good business performance by the Company,
can not be separated from the application of Good
Corporate Governance (GCG). This is a commitment
from the Company that wants to be consistent in
applying GCG in the business processes in order
to grow the business performance on an ongoing
basis. GCG implementation assessment by external
parties is conducted every two (2) years and self
assessment is performed annually. The score for

43
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Hasil skor penerapan assessment GCG tahun 2014


oleh BPKP mencapai 90,06, lebih baik dari target
2014 yang ditetapkan sebesar 86 dan lebih baik
dibandingkan realisasi tahun 2012 yang juga dinilai
oleh BPKP sebesar 84,77.

GCG implementation assessment in 2014 by BPKP


reached 90.06, better than the 2014 target, which
was set at 86, and better than the 2012 realization
that was also assessed by BPKP with a score of 84.77.

Peningkatan skor GCG ini menunjukkan perbaikan


dalam proses pengelolaan GCG di Perusahaan antara
lain melalui implementasi Indonesia Power Bersih
yang merupakan program turunan dari PLN Bersih,
kolaborasi strategis antara Perusahaan dengan Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha
Negara (Jamdatun), penetapan kebijakan pedoman
gratifikasi dan benturan kepentingan serta pelibatan
seluruh unit dalam implementasi GCG yang dinilai
secara berkala.

The GCG score improvement showed improvement


in the GCG management process in the Company,
among others through the implementation of
Indonesia Power Bersih which is a derivative of
the PLN Bersih program, a strategic collaboration
between the Company with the Indonesian Financial
Transaction Reports and Analysis Center (PPATK)
and the Deputy Attorney General for Civil and State
Administration (Jamdatun), the establishment of
policies and guidelines for gratification and conflicts
of interest, as well as the involvement of all units in the
implementation of GCG which is assessed regularly.

Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Manusia


Sebagai perusahaan yang berkembang, tentunya
Indonesia Power didukung oleh sumber daya
manusia yang memiliki kapasitas dan kapabilitas
sesuai dengan kebutuhan Perusahaan. Karena itulah,
Perusahaan senantiasa memberikan perhatian dalam
hal jenjang pendidikan dan pengembangan pegawai.

Performance of Human Resources Management


As a growing company, Indonesia Power is obviously
supported by human resources that have the
capacity and capability in accordance with the needs
of the Company. Therefore, the Company continues
to pay attention in terms of employee education and
development.

Jumlah pegawai pada akhir 2014 mencapai


3.553 pegawai dengan komposisi pegawai pada
kelompok usia di bawah 30 tahun sebesar 35,64%,
kelompok usia 30 tahun sampai dengan 45 tahun
sebesar 31,20% dan pegawai yang akan pensiun
dalam waktu 10 tahun ke depan sebesar 33,16%.
Hal ini mendorong Indonesia Power untuk dapat
meningkatkan kompetensi pegawai generasi muda
terutama dalam hal O&M dan engineering melalui
transfer knowledge dan kompetensi dari pegawai
yang berpengalaman dalam program knowledge
management, knowledge transfer dan pemanfaatan
simulator di Perak Learning Center serta coaching
dan mentoring melalui program Alfa Mentor dan
Beta Mentor.

The number of employees at the end of 2014 reached


3,553 employees with the composition of employees
in the age group under 30 years old by 35.64%, the age
group of 30 to 45 years old by 31.20% and employees
who will be retiring within the next 10 years by
33.16%. This encourages Indonesia Power to improve
the competence of younger generation employees,
particularly in terms of O&M and engineering
through the transfer of knowledge and competence
from experienced employees in the knowledge
management program, knowledge transfer program,
and the utilization of simulators in the Perak Learning
Center, as well as coaching and mentoring through
the Alfa Mentor and Beta Mentor program.

Untuk memastikan kesiapan dan perkembangan


kompetensi pegawai, Indonesia Power secara berkala
melakukan sertifikasi kompetensi bagi pegawainya,
terutama yang bertugas pada bidang operasi
dan pemeliharaan. Pada tahun 2014, diperoleh
sertifikasi baru bagi 396 pegawai bidang operasi
dan pemeliharaan dengan 400 unit kompetensi.
Sedangkan sertifikasi perpanjangan telah dilakukan
untuk 87 pegawai dengan 88 unit kompetensi.

To ensure readiness and development of employee


competencies, Indonesia Power regularly conducts
competency certification for employees, especially
those in charge of the area of operations and
maintenance. In 2014, 396 employees obtained
new certifications in the field of operation and
maintenance from 400 competence units. While the
extension of the certification has been carried out
for 87 employees with 88 competence units.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

44

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

Kinerja Kepuasan Pelanggan


Perusahaan selalu melakukan monitoring terhadap
kinerja kepuasan pelanggan melalui survei kepuasaan
pelanggan dan hasil survei tersebut ditindaklanjuti
melalui action plan yang diterapkan di seluruh unit.

Customer Satisfaction Performance


The company always monitors the performance of
customer satisfaction through customer satisfaction
surveys and the survey results is followed up through
action plans implemented at all units.

Survei dilakukan oleh pihak independen untuk


mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap
layanan yang diberikan Perusahaan. Survei kepuasan
pelanggan tahun 2014 dilakukan bekerja sama
dengan PT Sucofindo. Realisasi hasil survei atas nilai
kepuasan pelanggan sebesar 84,25%. Sedangkan
target yang ditetapkan sebesar 80,00%, sehingga
pencapaiannya terhadap target sebesar 105,31%.

The survey is conducted by an independent party to


measure the level of customer satisfaction towards
the services provided by the Company. The 2014
customer satisfaction survey was conducted in
cooperation with PT Sucofindo. The realization of
the customer satisfaction survey results was 84.25%.
While the target was set at 80.00%, therefore the
achievement against the target was 105.31%.

Kinerja Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Sebagai entitas bisnis, Indonesia Power memastikan
bahwa tanggung jawab sosial sebagai bentuk
kepedulian kepada para pemangku kepentingan,
khususnya masyarakat sekitar wilayah operasi dan
domisili Perusahaan merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari seluruh proses bisnis Perusahaan.
Bentuk kepedulian terhadap masyarakat itu diwujudkan
melalui program InPower CARE yang dilakukan secara
berkesinambungan yang bertujuan untuk memperbesar
akses masyarakat agar mencapai kondisi sosial, ekonomi,
dan budaya yang lebih baik dari sebelumnya.

Corporate Social Responsibility Performance


As a business entity, Indonesia Power ensures
that social responsibility as a form of concern to
stakeholders, particularly local communities in the
vicinity and domicile of the Companys operating
region is an integral part of all business processes
of the Company. The concern for the community
is realized through the InPower CARE program,
which is conducted on an ongoing basis that aims
to increase public access to achieve a better social,
economic, and cultural conditions.

Untuk memastikan program InPower CARE yang telah


disusun Perusahaan tepat sasaran maka Perusahaan
menetapkan berbagai kebijakan dan prosedur serta
melakukan pengukuran indeks kepuasan masyarakat
pada tahun 2014 berdasarkan persepsi keberadaan
perusahaan dan penyelenggaraan CSR. Dari hasil
pengukuran persepsi keberadaan perusahaan
diperoleh skor sebesar 76,5 dan untuk persepsi
Penyelenggaraan CSR Perusahaan diperoleh skor
sebesar 58,6. Selain itu, program InPower CARE
pada tahun 2014 telah mendapatkan apresiasi dan
berbagai perhargaan dari Pemerintah setempat
dan Kementerian antara lain penghargaan dalam
Indonesia CSR Award 2014 (ICA) yaitu Program Budi
Daya Kuda Laut di Sarangan-Bali, Sekolah Lapang
Konservasi Kopi di Semarang dan Pemberdayaan
Masyarakat Menuju Kampung Pelag Mandiri di Garut.

To ensure the accuracy of the InPower CARE program


which has been prepared by the Company, the Company
establishes various policies and procedures as well as
performs the community satisfaction index assessment
in 2014, based on the perception of the Companys
existence and the implementation of CSR. From the
measurement of the perception of the Companys
existence, a score of 76.5 was obtained, and for the
perception of the Companys CSR Implementation, a
score of 58.6 was obtained. In addition, the InPower
CARE program in 2014 has gained various appreciations
and awards from the local governments and the
Ministry, among others the 2014 Indonesian CSR Award
(ICA) for the Seahorse Cultivation Program in SaranganBali, Coffee Conservation Field School in Semarang and
Community Empowerment Menuju Kampung Pelag
Mandiri in Garut.

45
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Komitmen terhadap Lingkungan

Commitment to The Environment

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi,


Indonesia Power menyadari pentingnya ikut serta
dalam menjaga kelestarian dan meningkatkan
kualitas lingkungan. Komitmen ini direalisasikan
agar generasi mendatang tetap dapat menikmati
lingkungan dengan kualitas yang baik.

As a company engaged in the field of energy,


Indonesia Power realize the importance of
participating in conserving and improving
environmental quality. This commitment is realized
so that the future generations can still enjoy a good
quality environment.

Di antara upaya mengelola lingkungan yang baik,


Perusahaan menerapkan Sistem Manajemen
Lingkungan (SML) yang dikembangkan untuk
memberikan panduan dasar agar kegiatan bisnis
yang dilakukan senantiasa ramah lingkungan. Untuk
hal itu, Indonesia Power memiliki SML ISO 14001
bagi seluruh Unit sebagai bagian dari InPower IMS.
Selain itu Perusahaan juga menetapkan penilaian
kinerja lingkungan terhadap seluruh unit, melibatkan
stakeholder dalam program Hijaunesia Power dan
menetapkan kebijakan efisiensi energi.

Among the efforts to manage the environment


well, the Company adopted the Environmental
Management System (SML) which was developed to
provide basic guidelines so that business activities that
are being are carried out is continually environmentally
friendly. For that matter, Indonesia Power has the
SML ISO 14001 for all its units as part of InPower
IMS. In addition, the Company also set environmental
performance assessment towards its entire units,
involving stakeholders in the Hijaunesia Power
program and establishing energy efficiency policies.

Program efisiensi dalam kegiatan operasional, terkait


dengan penggunaan energi pada pembangkit dan
gedung perkantoran. Dalam kurun waktu 2012-2014,
secara berkelanjutan Perusahaan terus meningkatkan
pemanfaatan energi terbarukan (renewable energy)
bagi pembangkit Indonesia Power, yaitu dari panas
bumi dan air.

Efficiency programs in operations, associated with


energy uses at power plants and office buildings.
In the 2012-2014 period, on an ongoing basis, the
Company continues to increase the utilization of
renewable energy for power plants of Indonesia
Power, namely geothermal and water.

Komitmen Perusahaan dalam pengelolaan lingkungan


telah mendapatkan penghargaan dari berbagai
instansi termasuk Penilaian Kinerja Industri dalam
Pengelolaan Lingkungan (PROPER) oleh Kementrian
Lingkungan Hidup. Pada tahun 2014, Perusahaan
telah mendapatkan 4 Proper Hijau dan 8 Proper Biru.

The Companys commitment to environmental


management has received awards from various
institutions including the Industrial Performance
Assessment in Environmental Management (PROPER)
by the Ministry of Environment. In 2014, the Company
has earned 4 Green Proper and 8 Blue Proper.

Prospek Usaha 2015

2015 Business Prospect

Berlandaskan kinerja yang telah dihasilkan untuk


seluruh pemangku kepentingan Indonesia Power
pada
tahun-tahun
sebelumnya,
Perusahaan
memandang tahun 2015 dengan optimistis.
Perusahaan yakin mampu menghasilkan kinerja yang
lebih baik lagi.

Based on the performance that has been generated


for all stakeholders of Indonesia Power in the
previous years, the Company envisions 2015 with
optimism. The Company is confident in generating a
better performance.

Selain itu, dari sisi eksternal terutama di bidang


perekonomian,
pemerintah
memperkirakan
situasinya akan lebih kondusif. Pertumbuhan ekonomi
diperkirakan 5,7%, lebih tinggi dari realisasi tahun
2014. Begitu pun dengan inflasi yang diharapkan
bisa dipertahankan pada angka 5,0% dan kurs rupiah
terhadap dolar AS berada di kisaran Rp12.500,00.

In addition, from the external side, especially in the fields


of economy, the government estimates that the situation
will be more favorable. Economic growth is estimated
to increase by 5.7% compared to the realization in
2014. Similarly with inflation, which is expected to be
maintained at 5.0% and the Rupiah exchange rate
against the US Dollar, in the range Rp12,500.00.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

46

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

Dengan pertimbangan tersebut, perusahaan telah


membuat sejumlah harapan dan rencana, yang di
antaranya adalah:
Pendapatan usaha diproyeksikan lebih tinggi
13,93% dibandingkan dengan realisasi tahun
2014, mengingat tingkat permintaan energi listrik
akan tumbuh di kisaran 7% terutama dengan
beroperasinya pembangkit PLTDG Pesanggaran
200 MW.
Untuk beban usaha, Perusahaan diperkirakan
lebih tinggi 14% dibandingkan dengan realisasi
tahun 2014. Proyeksi ini didasarkan atas asumsi
kenaikan biaya bahan bakar, biaya pemeliharaan,
beban kepegawaian, biaya administrasi dan biaya
jasa O&M.
Dengan adanya proyeksi kenaikan pada
pendapatan dan beban usaha, laba usaha
ditargetkan tumbuh 1,60% dibandingkan realisasi
tahun 2014. Proyeksi peningkatan Laba Usaha
ini didasarkan atas asumsi kenaikan penjualan
tenaga listrik serta jasa O&M dengan memastikan
strategi efisiensi melalui program CMP tetap
dilaksanakan.

With these considerations, the company has made a


number of expectations and plans, which include:

Perubahan Komposisi Direksi

Changes in the Composition of the


Board of Directors

Pada akhir tahun 2014, terjadi perubahan pada


komposisi Direksi Perusahaan. Direktur Utama
Indonesia Power, Supangkat Iwan Santoso diberikan
kepercayaan untuk menduduki posisi Direktur pada
PT PLN (Persero), entitas induk Perusahaan. Segenap
manajemen dan seluruh karyawan Indonesia Power
mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan
serta terima kasih yang sebesar-besarnya atas
kepemimpinan selama mengabdi di Indonesia Power.

At the end of 2014, there was a change in the


composition of the Board of Directors of the
Company. The President Director of Indonesia Power,
Supangkat Iwan Santoso, was given credence for the
position of Director of PT PLN (Persero), the parent
entity of the Company. The entire management
and all employees of Indonesia Power congratulate
him on the mandate given and express the highest
gratitude for his leadership during his tenure in
Indonesia Power.

Dengan demikian, sejak tanggal 24 Desember


2014, Dewan Komisaris telah memutuskan untuk
menunjuk Direktur (Pengembangan dan Niaga)
sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama demi
kelangsungan organisasi Perusahaan, sehingga
komposisi Direksi saat ini menjadi:

Therefore, effective on December 24th, 2014, the


Board of Commissioners has decided to appoint the
Director (Development and Commerce) as Acting
President Director for the organizational continuity
of the Company, thus the current composition of the
Companys Board of Directors is:

Jabatan
Direktur (Pengembangan dan Niaga)
merangkap sebagai PLT Direktur Utama

Operating revenue is projected to be 13.93%


higher compared to the realization in 2014,
given the level of demand for electrical energy
will grow in the range of 7% primarily with the
operation of the 200 MW Pesanggaran GDPP.
For operating expenses, the Company estimated
an increase of 14% compared to the realization in
2014. This projection is based on the assumption
of rising fuel costs, maintenance costs,
employment expense, administrative costs and
the cost of O&M services.
With the projected increase in revenues and
operating expenses, operating income is
expected to grow 1.60% compared to 2014. The
projected increase in Operating Profit is based
on the assumption of the increase in electricity
sales as well as O&M services by ensuring the
efficiency strategies through the CMP program
remain to be implemented.

Nama | Name
Antonius RT Artono

Direktur (Produksi)

Eri Prabowo

Direktur (Keuangan)

Sripeni Inten Cahyani

Direktur (Sumber Daya Manusia)

Roikhan

Position
Director (Development and Commerce)
acting as President Director
Director (Production)
Director (Finance)
Director (Human Resources)

47
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Apresiasi terhadap Pemangku


Kepentingan

Appreciation to the Stakeholders

Demikian, laporan atas kinerja pengelolaan


Perusahaan untuk Tahun Buku 2014. Kami
mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang
diberikan oleh Pemegang Saham serta dukungan
dan arahan yang telah disampaikan oleh Dewan
Komisaris.

Thusly, the report on the management performance


of the Company for the 2014 Fiscal Year. We would
like to express our gratitude for the trust given
by the Shareholders as well as the support and
direction that have been submitted by the Board of
Commissioners.

Kepada seluruh pegawai Indonesia Power, kami


mengucapkan selamat atas kinerja yang cukup
baik dalam melalui tahun yang penuh tantangan.
Mari terus berkarya dan mengembangkan inovasi
untuk turut serta menjadi bagian penting dalam
pembangunan. Kami juga menyampaikan terima
kasih atas kerja sama tim yang sangat baik selama ini.

To all employees of Indonesia Power, we would like to


extend our congratulations for a good performance
in overcoming a year full of challenges. Lets continue
to work and develop innovations to participate and
become an important part in the development.
We would also like to express gratitude for the
established excellent teamwork.

Tentu kami juga menyampaikan apresiasi yang


sebesar-besarnya
kepada
para
pemangku
kepentingan lainnya atas kerja sama yang telah
terjalin selama ini. Terima kasih atas dukungan yang
telah diberikan, terutama dalam rangka penerapan
tata kelola perusahaan yang baik di lingkungan
Indonesia Power.

Undoubtedly, we also convey our highest appreciation


to other stakeholders for the cooperation that
has been established over the years. Thank you
for the support that has been provided, especially
in the framework of good corporate governance
implementation in Indonesia Power.

Kepada para pelanggan, kami akan terus memberikan


yang terbaik sebagai wujud komitmen kami untuk
menjamin ketersediaan pasokan listrik sesuai dengan
persyaratan yang telah ditetapkan oleh pelanggan.
Semoga kerja sama ini akan terus berlanjut.

To all our customers, we would continue to provide


the best services in line with our commitment to
ensure the availability of electricity supply with the
quality as expected by the customers. I hope this
cooperation will sustain.

Antonius RT Artono
PLT Direktur Utama
Acting President Director

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

48

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil Direksi
Board of the Directors Profile

Hingga 24 Desember 2014


Until December 24th, 2014

49
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Kiri ke Kanan
Left to Right

Roikhan

Direktur (Sumber Daya Manusia)


Director (Human Resources)

Sripeni Inten Cahyani


Direktur (Keuangan)
Director (Finance)

Supangkat Iwan Santoso


Direktur Utama
President Director

Eri Prabowo

Direktur (Produksi)
Director (Production)

Antonius RT Artono

Direktur (Pengembangan dan Niaga)


Director (Development and Commerce)

50

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil Direksi
Board of Directors Profile

Supangkat Iwan Santoso


Direktur Utama
President Director

Hingga tanggal 24 Desember 2014


Until December 24th, 2014

Antonius RT Artono

PLT Direktur Utama


Acting President Director
Direktur (Pengembangan dan Niaga)
Director (Development and Commerce)

24 Desember 2014 - sekarang


merangkap sebagai PLT Direktur
Utama
December 24th, 2014 - present
concurrently serves as Acting
President Director

Lahir di Lampung, 19 Desember 1958. Sarjana


Teknik Mesin Universitas Indonesia (1987)
dan Magister Teknik Mesin, Institut Teknologi
Bandung (1997).

Born in Lampung, December 19th, 1958.


Bachelor Degree in Technics of Engineering
at University of Indonesia (1987) and
Magister of Technics of Engineering at
Bandung Institute of Technology (1997).

Training: Program Pengembangan Direktur


IICD, Executive Education Level 1 PLN, Power
Plant Management, Asset Management
Leadership Workshop dan Power Wheeling &
Electric Market Organization & Operation. IHT
Tata Kelola Batu Bara dan Workshop Senior
Leader Capacity - Building Manajemen Risiko

Training: Director Development Program IICD,


Executive Education Level 1 PLN, Power Plant
Management, Asset Management Leadership
Workshop and Power Weheeling and Electric
Market Organization and Operation. IHT
Coal Governance and Senior Leader Capacity
Workshop - Risk Management Building

Karir: Sebelum menjabat sebagai Direktur


Utama Indonesia Power, pernah menjabat
sebagai Kepala Divisi Pembangkitan Jawa Bali di
Direktorat Operasi Jawa Bali Sumatera PT PLN
(Persero), Direktur Pengembangan dan Niaga
Indonesia Power, Vice President Engineering
PT Pembangkitan Jawa-Bali, Staf Ahli Direktur
Utama Bidang Enjineering PT Pembangkitan
Jawa-Bali, dan Manajer Pengembangan
Teknologi PT Pembangkitan Jawa-Bali.

Career: Prior to serving as President


Director of Indonesia Power, served as Head
of Generating Division Jawa-Bali at PLN
Directorate of Jawa-Bali Sumatra Operation,
Indonesia Power Director of Development
and Commerce, Vice President Engineering
PT Pembangkitan Jawa-Bali, President
Director Expert Staff in Engineering
PT Pembangkitan Jawa-Bali, and Manager of
Technology Development at PT Pembangkitan
Jawa-Bali

Penugasan Khusus: Komisaris Utama


PT Cogindo DayaBersama sampai dengan 30
Desember 2014.

Special Asignment: President Commissioner


of PT Cogindo DayaBersama until December
30th, 2014.

Dasar Pengangkatan Pertama: Keputusan


Pemegang Saham Secara Sirkuler Indonesia
Power tanggal 11 Desember 2013.

Basis of First Appointment: Circular


Decree of Indonesia Power Shareholders on
December 11st, 2013.

Lahir di Blitar, 26 Oktober 1963. Sarjana


Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh
November (1986) dan Sarjana Teknik
Geothermal
Institute
University
of
Auckland (1995) serta Magister of Business
Administration dari University of Missouri St.
Louis.

Born in Blitar, October 26th, 1963. Bachelor


Degree in Technics of Chemistry Sepuluh
November Institute of Technology (ITS) in
1986 and Bachelor Degree in Geothermal
Technics at University of Auckland (1995) and
Magister of Business Administration from
University of Missouri St. Louis

Training: Pelatihan IICD Board Leadership,


Coaching Top Level Management, Workshop
Manajemen Risiko, Sosialisasi Polis Asuransi
2012, Check Point 2LE4ECI, Workshop &
Evaluasi LE4ECI, Capacity Building For NonOEM Turbine Hot Gas Path Parts & Super
Alloy, Seminar Nasional Bendungan Besar
2013, Strategy Formulation with Balanced
Scorecard dan Workshop Visi, Misi dan
Kompetensi Inti, IHT Tata Kelola Batu Bara.

Training: IICD Board Leadership Training


Coaching Top Level Management, Risk
Management Workshop, Insurance Policy 2012
Socialization, Check Point 2LE4ECI, 2LE4ECI
Workshop and Evaluation, Capacity Building For
Non-OEM Turbine Hot Gas Path Parts and Super
Alloy, National Seminar on Large Dams 2013,
Strategy Formulation with Balanced Scorecard
and Vision, Mission and Core Competency
Workshop, IHT Coal Governance.

Karir: Sebelum menjabat sebagai Direktur


Pengembangan dan Niaga Indonesia Power,
pernah menjabat sebagai Ahli Utama
Pengembangan Bisnis dan General Manager
UBP Bali Indonesia Power.

Career: Prior to serving as Indonesia Power


Director of Development and Commerce,
he served as Senior Staff in Business
Development and General Manager Bali GBU
Indonesia Power.

Penugasan Khusus: Komisaris Utama


PT Tangkuban Parahu Geothermal, Komisaris
Utama PT Perta Daya Gas dan Komisaris
Utama PT Indo Ridlatama Power.

Special
Assignment:
President
Commissioner of PT Tangkuban Parahu
Geothermal,
President
Commissioner
of PT Perta Daya Gas and President
Commissioner of PT Indo Ridlatama Power.

Dasar Pengangkatan Pertama: Keputusan


Pemegang Saham Secara Sirkuler Indonesia
Power tanggal 30 Agustus 2012 dan
diangkat kembali dengan jabatan yang sama
berdasarkan Keputusan Pemegang Saham
Secara Sirkuler Indonesia Power tanggal 11
Desember 2013.

Basis of First Appointment: Circular


Decree of Indonesia Power Shareholders on
August 30th, 2012 and reappointed with the
same position based on Circular Decree of
Indonesia Power Shareholders on December
11st, 2013.

51
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Eri Prabowo

Direktur (Produksi)
Director (Production)

Lahir di Jakarta, 8 Desember 1966. Sarjana


Teknik Mesin dari Universitas Indonesia
(1990), Magister Information Technology
dari Universitas Indonesia (1998) dan Doctor
of Philosophy (PhD) in Economics dari
Universitas Airlangga (2010).

Born in Jakarta, December 8th, 1966.


Bachelor Degree in Technics of Engineering
from University of Indonesia (1990), Master
Degree in Information Technology from
University of Indonesia (1998) and Doctor
of Philosophy (PhD) in Economics from
Airlangga University (2010).

Training: Executive Education Level 1 PLN,


Leadership Capacity Building, Business
Negotiation Skill, Financial Modelling For
Project. Professional Director Program Batch
105, IHT Tata Kelola Batu Bara dan Workshop
Senior Leader Capacity Building Manajemen
Risiko.

Training: Executive Education Level 1 PLN,


Leadership Capacity Building, Business
Negotiation Skill, Financial Modelling For
Project. Professional Director Program
Batch 105, IHT Coal Governance, and Senior
Leader Capacity Building Risk Management
Workshop.

Karir: Sebelum menjabat sebagai Direktur


Produksi,
pernah
menjabat
sebagai
Sekretaris
Perusahaan
dan
General
Manager UBP Saguling Indonesia Power
serta Direktur Utama PT Indo Pusaka
Berau, dan mendapatkan pengalaman kerja
internasional sebagai Maintenance Team
Leader untuk proyek Annual Inspection dan
Steam Turbine and Generator Remaining Life
Assessment di Rabegh Steam Power Plant,
Saudi Arabia.

Career: Prior to serving as Director of


Production, he served as Corporate
Secretary and General Manager of Indonesia
Power Saguling GBU, President Director of
PT Indo Pusaka Berau, and he has
international working experience as the
Maintenance Team Leader for Annual
Inspection and Steam Turbine and Generator
Remaining Life Assessment in the Rabegh
Steam Power Plant, Saudi Arabia.

Penugasan
Khusus:
PT Rajamandala Electric Power.

Special Assignment: Commissioner


PT Rajamandala Electric Power.

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

of

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Dasar Pengangkatan Pertama: Keputusan


Pemegang Saham Secara Sirkuler Indonesia
Power tanggal 11 Desember 2013.

Basis of First Appointment: Circular


Decree of Indonesia Power Shareholders on
December 11st, 2013.

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Lahir di Yogyakarta, 7 Maret 1960. Sarjana


Listrik dari Institut Teknologi Bandung (1986)
dan Magister di Bidang Industri di Institut
Teknologi Bandung (1998).

Born in Yogyakarta, March 7 , 1960.


Bachelor Degree in Electric, Bandung
Institute of Technology (1986) and Master
Degree inIndustry at Bandung Institute of
Technology (1998).

Training: Executive Briefing Malcolm


Baldrige, Diklat Manajemen Umum dan
Pensiun, 5th Training and Development
Summit 2013 dan Balancing Leader &
Manager. Workshop Pembahasan Pembinaan
Kompetensi dan Grade, Professional Director
Program Batch 104 dan Workshop Senior
Leader Capacity Building Manajemen Risiko.

Training: Executive Briefing Malcolm


Baldrige, Education and Trainingof General
and Pension Management , 5th Training And
Development Summit 2013 and Balancing
Leader & Manager. Competence and
Grade Development Discussion Workshop,
Professional Director Program Batch 104 and
Senior Leader Capacity Risk Management
Building Workshop.

Karir:
Sebelum
menjabat
sebagai
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM),
pernah menjabat sebagai Kepala Divisi
Pengembangan SDM dan Talenta pada
Direktorat SDM & Umum PLN, Expert
Manajemen SDM pada Direktorat SDM dan
Umum PLN serta Deputi Manager Niaga dan
Anggaran pada PLN Penyaluran dan Pusat
Pengatur Beban Jawa-Bali

Career: Prior to Serving as Director of


Human Resources (HR), he served as Head of
HR Development and Skill at PLN Directorate
of HR & General Affairs, HR Management
Expert at PLN Directorate of HR and General
Affairs and Deputy Manager of Commerce
and Budget at Distribution PLN and JawaBali Load Control Center.

Penugasan Khusus: Komisaris Utama


PT Artha Daya Coalindo dan Komisaris Utama
PT Cogindo Daya Bersama.

Special
Assignment:
President
Commissioner of PT Artha Daya Coalindo and
President Commissioner of PT Cogindo Daya
Bersama.

Dasar Pengangkatan Pertama: Keputusan


Pemegang Saham Secara Sirkuler Indonesia
Power tanggal 11 Desember 2013.

Basis of First Appointment: Circular


Decree of Indonesia Power Shareholders on
December 11st, 2013.

Komisaris

Roikhan

Direktur (Sumber Daya Manusia)


Director (Human Resources)

Ikhtisar Utama
Main Highlights

th

Laporan Keuangan
Financial Report

52

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil Direksi
Board of Directors Profile

Sripeni Inten Cahyani


Direktur (Keuangan)
Director (Finance)

Lahir di Pati 7 Oktober 1968. Sarjana Teknik


Universitas Diponegoro (1992) dan Magister
bidang Manajemen Keuangan dari STM PPM
Jakarta (2001).

Born in Pati, October 7th,1968, Bachelor


Degree in Technics Diponegoro University
and Master Degree in Management at STM
PPM Jakarta (2001).

Training: Meraih gelar Profesi Ajun Ahli


Asuransi Indonesia Kerugian (AAAIK),
Enterprise Risk Management Certified
Professional (ERMCP) dan Chartered
Financial Analyst (CFA) level 1, Profesional
Director Program - IICD, Program Executive
Education Level 1 PLN, Certified Strategic
Execution Profesional (CSEP), Mission - Vision
Review and Core Competency Development,
Program General Electric - Executive
Leadership Training, Pricing and Settlement
Pembangkit, Project Financing Modeling,
Perpajakan, Trade Finance, Business Model,
Negotiation skill, Coaching Mentoring
Consulting Udiklat Semarang, Enterprise
Risk Management, Asuransi dan Manajemen
Risiko serta Energy Modeling. ISO 31000
International Risk Management Standard
ERM Fundamentals.

Training: Obtained Ajun Ahli Asuransi


Indonesia Kerugian (AAAIK) Profession
degree, Enterprise Risk Management
Certified
Professional
(ERMCP)
and
Chartered Financial Analyst (CFA) level 1
certification, Professional Director Program
- IICD, Program Executive Education Level
1 PLN, Certified Strategic Execution
Professional (CSEP), Mission - Vision Review
and Core Competency Development,
Program General Electric - Executive
Leadership Training, Power Plant Pricing and
Settlement, Project Financing Modeling, Tax,
Trade Finance, Business Model, Negotiation
skill, Coaching Mentoring Consulting Udiklat
Semarang, Enterprise Risk Management,
Insurance and Risk Management and Energy
Modeling. ISO 31000 International Risk
Management Standard ERM Fundamentals.

Karir: Sebelum menjabat sebagai Direktur


Keuangan Indonesia Power, pernah menjabat
sebagai Eksekutif Utama Bidang Keuangan
Indonesia Power yang ditugaskaryakan
sebagai Senior Spesialis Keuangan Divisi
Keuangan Korporat PT PLN (Persero), Kepala
Divisi Pendanaan dan Asuransi Indonesia
Power, aktif di Sekretariat Working Group
1 Generation & Renewable Energi HAPUA
(Head of ASEAN Power Utilities, Authorities).

Career: Prior to serving as Indonesia Power


Director of Finance, she served as President
Executive of Indonesia Power Finance Sector
that assigned as Financial Senior Specialist of
Corporate PLN Division of Finance, Indonesia
Power Head of Division of Financing and
Insurance, she is active in Working Group
1 Generation and Renewable Energy
Secretariat, HAPUA (Head of ASEAN Power
Utilities, Authorities).

Penugasan Khusus: Komisaris PT Putra


Indotenaga dan Komisaris PT Tangkuban
Parahu Geothermal Power.

Special Assignment: Commissioner of


PT Putra Indotenaga and Commissioner of
PT Tangkuban Parahu Geothermal Power.

Dasar Pengangkatan Pertama: Keputusan


Pemegang Saham Secara Sirkuler Indonesia
Power tanggal 11 Desember 2013.

Basis for First Appointment: Circular


Decree of Indonesia Power Shareholders on
December 11st, 2013.

53
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Periode 24 Desember 2014 Sekarang

Period December 24th, 2014 Present

Direktur Utama Indonesia Power, Supangkat Iwan


Santoso diangkat menjadi anggota Direksi di
induk perusahaan PT PLN (Persero) berdasarkan
Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) Selaku Rapat Umum Pemegang Saham
Perusahaan Perseroan (Persero) PT PLN Nomor
SK-272/MBU/12/2014 tanggal 23 Desember 2014,
tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggotaanggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero)
PT PLN. Dengan pengangkatan itu, Direktur Utama
Indonesia Power menyatakan mengundurkan diri
mulai 24 Desember 2014.

President Director of Indonesia Power, Supangkat


Iwan Santoso was appointed as a member of the
Board of Directors at the parent company, PT PLN
(Persero) based on the Decree of the Minister
of State Owned Enterprises (SOE) as General
Meeting of Shareholders of the Company (Persero)
PT PLN No. SK-272/MBU/12/2014 dated December
23rd, 2014, on Dismissal and Appointment of Members
of Board of Directors of the Company (Persero)
PT PLN. With the appointment, the President
Director of Indonesia Power stated his resignation
effective December 24th, 2014.

Demi kelangsungan pengurusan Perseroan, perlu


ditetapkan Pelaksana Tugas Direktur Utama sesuai
Anggaran Dasar Perseroan sambil menunggu
proses pengangkatan dan penetapan Direktur
Utama Perseroan yang definitif. Dewan Komisaris
menetapkan Direktur (Pengembangan dan Niaga),
Antonius RT Artono merangkap sebagai Pelaksana
Tugas Direktur Utama Perseroan.

For the continuity of the Companys management,


Acting President Director shall be appointed in
accrodance to the Articles of Association of the
Company pending the appointment process and the
determination of the definitive President Director
of the Company. The Board of Commissioners
determined the Director (Development and
Commerce), Antonius RT Artono concurrently as the
Acting President Director of the Company.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

54

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Eksekutif Utama dan Senior


Top and Senior Executives

Nama
Name

No.

Jabatan Saat Ini


Current Position

Kepala Bidang
Manajemen
Mutu dan
Kinerja
Korporat

Head of
Quality
Management
and Corporate
Performance

Ahli Senior
Pembangkit

Senior Expert
Power Plant

Periode
Jabatan
Period in
Position
2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2 ,
2015 up to
present
nd

Pendidikan
Education

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Jabatan Sebelumnya
Previous Positions

Kepala Bidang
Manajemen
Kinerja
Korporat

Head of
Corporate
Performance
Management

Ahli Senior
Pembangkit
Termal

Senior Expert
Thermal
Power Plant

Ahli Senior
Perpajakan
dan Pasar
Modal

Senior Expert
Tax and
Capital Market

Eksekutif
Bidang
Administrasi
Kantor Pusat
TK Ke PT CDB

Administration
Executive at
Head Office
assigned to
PT CDB

Ahli Senior
Kajian
Manajemen
Risiko dan
ERM

Senior
Expert Risk
Management
and ERM
Review

Auditor Senior
Keuangan dan
Administrasi

Senior Auditor
Finance and
Administration

Binsar Siregar
2

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

STM Elektro
High School
equivalen Electrical

Supriatna Kerry
Ahli Senior
Keuangan

Senior Expert
Finance

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

D3 Akuntansi
Diploma
degree Accounting

Deden Diana
4

Kepala Divisi
Administrasi
SDM dan
Hubungan
Industrial

Head of HR
1 Mei 2014
Administration s/d saat ini
and Industrial
Relation
May 1st, 2014
up to present

S1
Administrasi
Negara

Ahli Senior
Keuangan

Senior Expert
Finance

S2 Bidang
Manajemen

Gunadi
5

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

Bachelor
degree - State
Administration

Master
degree Management

Cipti Listiyanti
Auditor Senior
Administrasi
dan Keuangan

Senior Auditor 2 Februari


Administration 2015 s/d saat
and Finance
ini
February 2nd,
2015 up to
present

Dakir

S2 Bidang
Manajemen
Master
degree Management

55
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

No.

Nama
Name

Jabatan Saat Ini


Current Position

Kepala Bidang
Pengadaan I

Head of
Procurement I

Periode
Jabatan
Period in
Position
2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Pendidikan
Education

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Jabatan Sebelumnya
Previous Positions

Ahli Senior
Sistem
Prokurmen

Senior Expert
Procurement
System

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Dadang Makmun
Kepala Bidang
Umum

Head of
1 April 2014
General Affairs s/d saat ini
April 1st, 2014
up to present

Edi Sutrisno
9

Ahli Senior
Perencanaan
Korporat dan
Portofolio
Bisnis

Senior Expert
Corporate
and Business
Portfolio
Planning

Auditor Senior
Teknik

Senior Auditor
Technical

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S1
Administrasi
Negara
Bachelor
degree - State
Administration
S2 Bidang
Manajemen

Manajer
Prokurmen
Unit
Pembangkitan
Perak Grati

Ahli Senior
Perencanaan
Bisnis

Procurement
Manager
Perak Grati
Generating
Unit

Senior Expert
Business
Planning

Master
degree Management

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S1 Fisika
Bachelor
degree Physics

Kepala Bidang
Manajemen
Risiko
Operasional

Head of
Operational
Risk
Management

Prihanto Budi
Wismoyo
Kepala Bidang
Manajemen
Risiko

11

Head of Risk
Management

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S2 Bidang
Ekonomi

Kepala Bidang Head of


Manajemen
Financial Risk
Risiko Finansial Management

Master
degree Economics

Tri Susilo
Sekretaris
Perusahaan

12

Corporate
Secretary

1 Januari
2014 s/d saat
ini
January 1st,
2014 up to
present

Ria Tri Sakya

S2 Teknik
Lainnya
Master
degree
- Other
Engineering

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Mulyono
10

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Kepala Satuan
Mutu Dan
Kinerja

Head of
Quality and
Performance

PT Indonesia Power

56

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Daftar Eksekutif Utama dan Senior


List of Top and Senior Executives

Nama
Name

No.

Jabatan Saat Ini


Current Position

Kepala Bidang
Pengadaan II

13

Periode
Jabatan
Period in
Position

Head of
2 Februari
Procurement II 2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

Pendidikan
Education

S1 Elektro/
Listrik

Jabatan Sebelumnya
Previous Positions

Ahli Senior
Sistem
Prokurmen

Senior Expert
Procurement
System

Kepala Bidang
Pembinaan
Dan
Administrasi
Prokurmen

Head of
Procurement
Coaching and
Administration

Kepala Divisi
Akuntansi

Head of
Accounting

Kepala Satuan
Manajemen
Risiko

Head of Risk
Management

Ahli Senior
Kajian
Manajemen
Risiko dan
ERM

Senior
Expert Risk
Management
and ERM
Review

Auditor Senior
Teknik

Senior Auditor
Technical

Senior
Specialist
Hukum II
PT PLN
(Persero)

Senior
Specialist
Legal II PT PLN
(Persero)

Bachelor
degree Electrical
Engineering

Muhammad Rofiq
14

Ahli Senior
Perencanaan
Korporat dan
Portofolio
Bisnis

Senior Expert
Corporate
and Business
Portfolio
Planning

Kepala Divisi
Akuntansi dan
Asuransi

Head of
Accounting
and insurance

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S2 Magister
Manajemen
Master
degree Management

Iyum Sumiah
15

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S1 Akuntansi
Bachelor
degree Accounting

Rizaldi
Kepala Satuan
Manajemen
Risiko, Mutu
dan Kinerja

16

Head of Risk
Management,
Quality and
Performance

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Herdiyanto Soekono
Ahli Senior
Keuangan

17

Senior Expert
Finance

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S2 Bidang
Manajemen
Master
degree Management

Adilsyah
Kepala Bidang
Audit Teknik

18

Head of Audit
Technical

28 Desember
2012 s/d saat
ini
December
28th, 2012 up
to present

S1 Fisika
Bachelor
degree Physics

Roedi Rachmanto
Kepala
Departemen
Hukum
Korporat

19

Head of
Corporate
Legal

1 Agustus
2012 s/d saat
ini
August 1 ,
2012 up to
present
st

Heru Setiawan

S1 Hukum
Bachelor
degree - Law

57
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

No.

Nama
Name

Jabatan Saat Ini


Current Position

Ahli Senior
Pembangkit

20

Senior Exper
Power Plant

Periode
Jabatan
Period in
Position

Pendidikan
Education

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S2 Bidang
Manajemen

Jabatan Sebelumnya
Previous Positions

Kepala Divisi
Perencanaan
Logistik

Head of
Logistics
Planning

Master
degree Management

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Slamet Riyanto
21

Kepala
Divisi Sistem
SDM dan
Manajemen
Perubahan

Head of
HR System
and Change
Management

2 Februari
2015 s/d saat
ini

Kepala Divisi
Pembangkitan
dan K3L

Head of Power 2 Februari


Generating
2015 s/d saat
and K3L
ini

February 2nd,
2015 up to
present

S2 Bidang
Lainnya
Master
degree Others

Kepala Divisi
Sistem SDM
dan Budaya
Perusahaan

Head of HR
System and
Corporate
Culture

Kepala Divisi
Pembinaan
Pembangkit

Head of Power
Plant Coaching

Herlina Abdullah
22

February 2nd,
2015 up to
present

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Kepala Divisi
Inovasi
Teknologi Dan
Enjiniring

Head of
Technology
and
Engineering
Innovations

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2 ,
2015 up to
present
nd

S1 Mesin

Kepala Divisi
Enjiniring

Head of
Engineering

Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Auditor Senior
Teknik

Senior Auditor
Technical

28 Desember
2012 s/d saat
ini
December
28th, 2012 up
to present

S2 Bidang
Mesin

Auditor Teknik

Auditor
Technical

PLT. Kepala
Satuan Mutu
Dan Kinerja

Acting Head
Quality and
Performance

General
Manager
Unit Jasa
Pembangkitan
Banten 1
Suralaya

General
Manager UJP
Banten 1
Suralaya

Master
degree Mechanical
Engineering

Mangihut T. Samosir
25

Ahli Senior
Perencanaan
Korporat dan
Portofolio
Bisnis

Senior Expert
Corporate
and Business
Portfolio
Planning

Ahli Senior
Pembangkit

Senior Expert
Power Plant

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2 ,
2015 up to
present
nd

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Wiryantono S.
26

10 Februari
2015 s/d saat
ini

S1 Mesin

Bachelor
degree February 10 , Mechanical
2015 up to
Engineering
present
th

Pelitabaru Pakpahan

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Ign. Agung S.
24

Profil Perusahaan
Company Profile

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Muhammad Mursid
23

Ikhtisar Utama
Main Highlights

PT Indonesia Power

58

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Daftar Eksekutif Utama dan Senior


List of Top and Senior Executives

No.

Nama
Name

Jabatan Saat Ini


Current Position

Kepala Divisi
Niaga Dan
Settlement

27

Head of
Commerce
and
Settlement

Periode
Jabatan
Period in
Position
2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

Pendidikan
Education

S1 Mesin

Jabatan Sebelumnya
Previous Positions

Kepala Divisi
Niaga

Head of
Commerce

Kepala Divisi
Treasuri

Head of
Treasury

Kepala Divisi
Pengembangan dan
Pembinaan
Usaha

Head of
Business
Development
and Coaching

Ahli Senior
Perencanaan
Dan
Peningkatan
Mutu Dan
Kinerja

Senior Expert
Quality and
Performance
Planning and
Improvement

Ahli Senior
Perencanaan
Energi Primer

Senior Expert
Primary
Energy
Planning

Ahli Senior
Manajemen
Proyek Tugas
Karya Ke
PT CDB

Senior Expert
Project
Management Assigned to
PT CDB

Ahli Senior
Pembangkit
Termal Pada
Direktorat
Produksi
Kantor Pusat
PT Indonesia
Power

Senior Expert
Thermal
Power Plant
at Production
Directorate,
Head Office,
PT Indonesia
Power

Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Del Eviondra
Kepala Divisi
Tresuri Dan
Pajak

28

Head of
Treasury and
Tax

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S1 Akuntansi
Bachelor
degree Accounting

Riyanto I. U. Siregar
Kepala Divisi
Pengembangan Bisnis

29

Head of
Business
Development

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Cita Dewi
Ahli Senior
Pembangkit

30

Senior Expert
Power Plant

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S1 Elektro/
Listrik
Bachelor
degree Electrical
Engineering

Hadi Munib
Kepala Divisi
Energi Primer

31

Head of
Primary
Energy

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2 ,
2015 up to
present
nd

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Judi Winarko
Kepala Satuan
Audit Internal

32

Head of
Internal Audit

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S1 Elektro/
Listrik
Bachelor
degree Electrical
Engineering

Rachmad Handoko
Kepala
Divisi Jasa
Pembangkitan

33

Head of Power 2 Februari


Generating
2015 s/d saat
Services
ini
February 2 ,
2015 up to
present
nd

Sapto Aji Nugroho

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

59
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Nama
Name

No.

Jabatan Saat Ini


Current Position

Kepala Divisi
Manajemen
Proyek

34

Head of
Project
Management

Periode
Jabatan
Period in
Position
2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

Pendidikan
Education

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Jabatan Sebelumnya
Previous Positions

Ahli
Manajemen
Proyek

Expert Project
Management

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Arif Amiruddin
Kepala Satuan
Supply Chain
Management

35

Head of
Supply Chain
Management

6 Maret 2015
s/d saat ini

S1 Elektro/
Listrik

March 6th,
2015 up to
present

Bachelor
degree Electrical
Engineering

2 Februari
2015 s/d saat
ini

S2
Informatika

General
Manager Unit
Pembangkitan
(UP) Suralaya

General
Manager
Suralaya GU

Ahli Senior
Sumber Daya
Manusia

Senior Expert
Human
Resources

Ahli Senior
Evaluasi
Efektifitas
Organisasi

Senior Expert
Organization
Effectiveness
Evaluation

February 2nd,
2015 up to
present

Master
degree Informatics

Agung Wicaksana
Ahli Senior
Keuangan

37

Senior Expert
Finance

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2 ,
2015 up to
present
nd

S1 Akuntansi
Bachelor
degree Accounting

Ahli Senior
Perpajakan
dan Pasar
Modal

Senior Expert
Tax and
Capital Market

Ahli Senior
Pembangkit
Termal

Senior Expert
Thermal
Power Plant

Kepala Divisi
Pendanaan
dan Asuransi

Head of
Funding and
Insurance

Kepala
Divisi Sistem
Informasi

Head of
Information
System
Division

Susi Ashsera
Ahli Senior
Pembangkit

38

Senior Expert
Power Plant

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

D3 Teknik
Instrument
Diploma
degree Instrumentation

Ade Hendratno
Ahli Senior
Keuangan

39

Senior Expert
Finance

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2 ,
2015 up to
present
nd

S1 Akuntansi
Bachelor
degree Accounting

Sjafvitri Sari Dewi


Kepala
Departemen
Sistem
Informasi

40

Head of
Information
System
Department

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

Bayu Husodho

S2
Informatika
Master
degree Informatics

Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Harlen
36

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

60

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Daftar Eksekutif Utama dan Senior


List of Top and Senior Executives

No.

Nama
Name

41

Jabatan Saat Ini


Current Position

Periode
Jabatan
Period in
Position

Kepala Divisi
Pengembangan SDM
dan Talenta

Head of HR
and Talent
Development

Ahli Senior
Perencanaan
Korporat dan
Portofolio
Bisnis

Senior Expert
Corporate
and Business
Portfolio
Planning

Kepala
Bidang Audit
Administrasi
dan Keuangan

Head of Audit 2 Februari


Administration 2015 s/d saat
and Finance
ini

Pendidikan
Education

15 April 2014
s/d saat ini

S2 Bidang
Manajemen

April 15th,
2014 up to
present

Master
degree Management

2 Februari
2015 s/d saat
ini

S2 Bidang
Lainnya

Jabatan Sebelumnya
Previous Positions

Kepala Divisi
Administrasi
SDM dan
Hubungan
Industrial

Head of HR
Administration
and Industrial
Relation

Ahli Senior
Pengembangan Gas
dan Energi
Baru dan
Terbarukan

Senior Expert
Gas and
New and
Renewable
Energy
Development

Kepala
Bidang Audit
Keuangan dan
Administrasi

Head of Audit
Finance and
Administration

Eksekutif
Bidang Niaga
Pada Kantor
Pusat yang
Ditugaskaryakan ke
PT Perta Daya
Gas

Executive in
Commerce at
Head Office
Seconded to
PT Perta Daya
Gas

PLT. Kepala
Divisi
Anggaran

Acting Division
Head of
Budget

Agung Siswanto
42

February 2nd,
2015 up to
present

Master
degree Others

Dadang Gumbira
Imansyah A.
43

February 2nd,
2015 up to
present

S2 Bidang
Ekonomi
Master
degree Economics

Windi Winarso
Kepala Bidang
Perencanaan
Pengadaan
dan Sourcing

44

Head of
Procurement
and Sourcing
Planning

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S2 Bidang
Kelistrikan
Master
degree Electrical
Engineering

Muhammad
Imaduddin
Kepala Divisi
Anggaran dan
Portofolio
Keuangan

45

Head of
Budget and
Financial
Portfolio

2 Februari
2015 s/d saat
ini
February 2nd,
2015 up to
present

S2 Bidang
Ekonomi
Master
degree Economics

Arief Syafarianto
46

Kepala Bidang
Komunikasi
Korporat

Head of
Corporate
Communication

19 September S1 Psikologi
2013 s/d saat
ini
Bachelor
degree September
Psychology
19th, 2013 up
to present

Manajer
Budaya
Perusahaan

Manager
Corporate
Culture

General
Manager Unit
Pembangkitan
dan Jasa
Pembangkitan
(UPJP) Priok

General
Manager Priok
GGSU

1 Maret 2014
s/d saat ini

S2 Bidang
Mesin

General
Manager UP
Perak Grati

General
Manager Perak
Grati GU

March 1st,
2014 up to
present

Master
degree Mechanical
Engineering

Fanina Andini
47

Tri Tjahjonoputro

61
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Nama
Name

No.

48

Jabatan Saat Ini


Current Position

General
Manager
Unit Jasa
Pemeliharaan
(UJH)

General
Manager
Maintenance
Services Unit
(MSU)

General
Manager UPJP
Bali

General
Manager Bali
GGSU

Periode
Jabatan
Period in
Position
1 Oktober
2013 s/d saat
ini
October 1st,
2013 up to
present

Pendidikan
Education

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Jabatan Sebelumnya
Previous Positions

General
Manager UP
Suralaya

General
Manager
Suralaya GU

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Zaenal Mustofa
49

1 Oktober
2013 s/d saat
ini

S2 Teknik
Mesin

October 1st,
2013 up to
present

Master
degree Mechanical
Engineering

1 April 2015
s/d saat ini

S2 Bidang
Mesin

April 1st, 2015


up to present

Master
degree Mechanical
Engineering

Manajer
UJH Area
Semarang &
Mrica

Manager
UJH Area
Semarang &
Mrica

General
Manager UJP
Banten 2
Labuan

General
Manager
Banten 2
Labuan GSU

Igan Subawa Putra


General
Manager UP
Suralaya

50

General
Manager UP
Suralaya

M. Hanafi Nur Rifai


General
Manager UP
Semarang

51

General
Manager
Semarang GU

1 Juli 2014
s/d saat ini

S2 Teknik
Mesin

July 1st, 2014


up to present

Master
degree Mechanical
Engineering

1 Februari
2015 s/d saat
ini

S1 Mesin

General
Manager UJP
Banten 3
Lontar

General
Manager
Banten 3
Lontar GSU

Tarwaji
General
Manager UP
Saguling

52

General
Manager
Saguling GU

February 1 ,
2015 up to
present
st

Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Manajer
Engineering
Enjiniring UPJP Manager Priok
Priok
GGSU

Hendres Wayen P.
General
Manager UP
Perak Grati

53

General
1 Februari
Manager Perak 2015 s/d saat
Grati GU
ini
February 1 ,
2015 up to
present
st

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

General
Manager UP
Mrica

General
Manager Mrica
GU

Eksekutif
Senior Bidang
Niaga Kantor
Pusat TK Ke PT
TPGP

Senior
Executive
Commerce at
Head Office
Seconded to
PT TPGP

Suparlan
General
Manager UPJP
Kamojang

54

Eko Yuniarto

General
Manager
Kamojang
GGSU

1 Juli 2014
s/d saat ini
July 1st, 2014
up to present

S1 Mesin
Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

62

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Daftar Eksekutif Utama dan Senior


List of Top and Senior Executives

Nama
Name

No.

Jabatan Saat Ini


Current Position

General
Manager UP
Mrica

55

Periode
Jabatan
Period in
Position

General
1 Februari
Manager Mrica 2015 s/d saat
GU
ini
February 1st,
2015 up to
present

Pendidikan
Education

S1 Mesin

Jabatan Sebelumnya
Previous Positions

PLT. Kepala
Divisi Niaga

Acting Division
Head of
Commerce

PLT. Deputy
General
Manager
Bidang Teknik
UJH

Acting Deputy
General
Manager
Technical UJH

Ahli Senior
Pembangkit

Senior Expert
Power Plant

General
Manager UP
Semarang

General
Manager
Semarang GU

Deputy
General
Manager
Operasi
dan Har. UP
Suralaya

Deputy
General
Manager
Operation
and Har. UP
Suralaya

Deputy
General
Manager
Bidang
Pemeliharaan
UJH

Deputy
General
Manager
Maintenance
MSU

Manajer
Enjiniring UP
Suralaya

Engineering
Manager
Suralaya GU

Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Sigit Ariefiatmoko
56

General
Manager UJP
Banten 1
Suralaya

General
Manager
Banten 1
Suralaya GSU

1 Maret 2015
s/d saat ini

General
Manager UJP
Banten 2
Labuan

General
Manager
Banten 2
Labuan GSU

General
Manager UJP
Banten 3
Lontar

General
Manager
Banten 3
Lontar GSU

General
Manager
UJP Jabar 2
Pelabuhan
Ratu

General
1 April 2015
Manager Jabar s/d saat ini
2 Pelabuhan
Ratu GSU
April 1st, 2015
up to present

S2 Teknik
Mesin

General
Manager UJP
Jawa Tengah 2
Adipala

General
Manager Jawa
Tengah 2
Adipala GSU

1 Juli 2014
s/d saat ini

S1 Elektro/
Listrik

July 1st, 2014


up to present

Bachelor
degree Electrical
Engineering

General
Manager UJP
Pangkalan
Susu

General
Manager
Pangkalan
Susu GSU

1 Maret 2014
s/d saat ini

S1 Mesin

S1 Mesin

March 1st,
2015 up to
present

Bachelor
degree Mechanical
Engineering

6 Maret 2015
s/d saat ini

STM
Elektronika

March 6th,
2015 up to
present

High School
equivalent Electronics

1 Juli 2014
s/d saat ini

S1 Mesin

Usvizal Z.
57

Parsono
58

July 1st, 2014


up to present

Bachelor
degree Mechanical
Engineering

Amlan
59

Master
degree Mechanical
Engineering

Hari Cahyono
60

Daniel Eliawardhana
61

Fardin Hasibuan

March 1st,
2014 up to
present

Bachelor
degree Mechanical
Engineering

63
PT Indonesia Power

Tanggung Jawab atas


Laporan Tahunan 2014

Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Responsibility of Annual Report 2014


Dewan Komisaris dan Direksi menyatakan
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan
Tahunan ini berikut laporan keuangan dan informasi
lain yang terkait.

The Board of Commissioners and The Board of


Directors are fully responsible for correctness of
this Annual Report, and the accompanying financial
statements and related information.

Jakarta, 30 Mei 2015 | Jakarta, May 30th, 2015

Dewan Komisaris
Board of Commissioners

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Direksi
Board of Directors

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

I.G.A. Ngurah Adnyana

Antonius RT Artono

PLT Komisaris Utama


Acting President Commissioner

Pelaksana Tugas Sementara (PLT) Direktur Utama


Direktur (Pengembangan dan Niaga)
Acting President Director
Director (Development and Commerce)

Aries Muftie

Eri Prabowo

PLT Komisaris
Acting Commissioner

Direktur (Produksi)
Director (Production)

Luizah

Sripeni Inten Cahyani

PLT Komisaris
Acting Commissioner

Direktur (Keuangan)
Director (Finance)

Roikhan
Direktur (Sumber Daya Manusia)
Director (Human Resources)

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

64

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

65
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Company Profile

Profil Perusahaan

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Pada tahun 2014 Perusahaan mengusung


visi baru, yaitu Menjadi perusahaan
energi tepercaya yang tumbuh
berkelanjutan. Sedangkan misinya adalah
Menyelenggarakan bisnis pembangkitan
tenaga listrik dan jasa terkait yang
bersahabat dengan lingkungan.
In 2014, the Company adopted a new vision, To become a reliable
energy company with sustainable growth, and the mission of
Conducting the business of power generation and related services
that are environmentally friendly.

Perusahaan meraih juara ke-1 Annual Report Award


2013 untuk kategori private non keuangan non listed.
Prestasi yang sama berhasil diraih selama 4 tahun
berturut-turut.
The Company was awarded 1st place winner in the 2013
Annual Report Award in the private non-finance nonlisted category, it was for the 4th consecutive years of
such an award.

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

66

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Identitas Perusahaan
Corporate Identity

Nama: PT Indonesia Power

Name: PT Indonesia Power

Bidang Usaha: Penyediaan Tenaga Listrik

Business Sector: Electricity Power Service

Status Perusahaan:
Anak Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Company Status:
Subsidiary of State-Owned Enterprise (BUMN)

Kepemilikan:
1. PT PLN (Persero) sebanyak 1 lembar saham seri 1
dan 5.215.647.598 lembar Saham Seri 2
2. Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN
(Persero) sebanyak 1 lembar Saham Seri 2

Ownership:
1. PT PLN (Persero) with 1 share of series 1 and
5,215,647,598 share of series 2
2. Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN
(Persero) by 1 share of series 2

Tanggal Pendirian: 3 Oktober 1995

Date of Establishment: October 3rd, 1995

Dasar Hukum Pendirian:


1. Akte Pendirian PT PLN Pembangkitan Tenaga
Listrik Jawa-Bali I (PT PLN PJB I) tanggal 3
Oktober 1995
2. Akte Perubahan Nama dari PT PLN PJB I menjadi
PT Indonesia Power tanggal 8 Agustus 2000

Establishment Legal Basis:


1. The Deed of Establishment PT PLN
Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I (PT PLN
PJB I) dated October 3rd, 1995
2. The Deed of Change of Name from PT PLN PJB I
to PT Indonesia Power dated August 8th, 2000

Modal Dasar:
Rp10.000.000.000.000 (Sepuluh triliun rupiah)

Authorized Capital:
Rp10,000,000,000,000,- (Ten trillion rupiah)

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:


Rp2.607.823.800.000 (Dua triliun enam ratus tujuh
miliar delapan ratus dua puluh tiga juta delapan
ratus ribu rupiah)

Issued and Paid up Capital:


Rp2,607,823,800,000,- (Two trillion six hundred
seven billion eight hundred twenty three million
eight hundred thousand rupiah)

Jaringan Kantor:
5 Unit Pembangkitan (UP), 3 Unit Pembangkitan dan
Jasa Pembangkitan (UPJP), 1 Unit Jasa Pemeliharaan
(UJH) serta 6 Unit Jasa Pembangkitan (UJP)

Office Network:
5 Generating Unit (GU), 3 Generating and Generating
Services Unit (GGSU), 1 Maintenance Services Unit
(MSU) and 6 Generating Services Unit (GSU)

Jumlah Pegawai: 3.553 orang

Number of Employee: 3,553 people

Kantor Pusat:
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav.18
Jakarta Selatan 12950
Website: www.indonesiapower.co.id

Head Office:
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav.18
Jakarta Selatan 12950
Website: www.indonesiapower.co.id

Layanan Informasi:
Phone : (62-21) 5267666 (Hunting)
Faximile : (62-21) 5251923, 5252623
E-mail : kontak-ip@indonesiapower.co.id

Call Center:
Phone : (62-21) 5267666 (Hunting)
Faximile : (62-21) 5251923, 5252623
E-mail : kontak-ip@indonesiapower.co.id

67
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

68

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Sejarah Singkat
Brief History

PT Indonesia Power merupakan salah satu Anak


Perusahaan PT PLN (Persero) yang sebelumnya
bernama PT PLN Pembangkitan Tenaga Listrik
Jawa Bali I (PLN PJB I) dan didirikan pada tanggal
3 Oktober 1995 sebagai langkah untuk memulai
kemandirian bisnis sektor pembangkitan tenaga
listrik di Indonesia.

PT Indonesia Power is a subsidiary of PT PLN (Persero)


previously named PT PLN Pembangkitan Tenaga
Listrik Jawa Bali I (PLN PJB I) and was established
on 3 OCtober 1995 as a step to start business
independence in the power generation sector in
Indonesia.

Pada tanggal 3 Oktober 2000, nama PT PLN


Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa Bali I (PLN PJB I)
secara resmi berubah menjadi PT Indonesia Power
sebagai penegasan atas tujuan Perusahaan yang
menjadi Perusahaan pembangkit tenaga listrik
independen yang berorientasi bisnis murni.

On 3 October 2000, the name of PT PLN


Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa Bali I (PLN PJB I)
was officially changed to PT Indonesia Power as an
affirmation of the Companys objective to become
an independent power generation company that is
purely business-oriented.

Dengan
identitas
baru,
Indonesia
Power
mendeklarasikan visi dan misi yang terintegrasi
dengan rencana baru untuk menjadi Perusahaan
publik dan meningkatkan diri menjadi pembangkit
kelas dunia. Untuk mendukung terealisasinya
keinginan tersebut, Indonesia Power dan seluruh
unitnya telah berbenah diri melalui implementasi
Indonesia Power-Integrated Management System
(InPower IMS) yang mengintegrasikan berbagai
standar antara lain ISO 14001 (Sistem Manajemen
Lingkungan), ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu),
OHSAS 18001, ISO 28001 (Security Management
System for Supply Chain), PAS 55, Malcom Baldrige,
SMP (Sistem Manajemen Pengamanan), dan SMK3
(Sistem Manajemen K3).

With its new identity, Indonesia Power declared


its integrated vision and mission with the new plan
to become Public company and improved itself to
become a world class power plant. In order to sustain
the realization of its objectives, Indonesia Power and
all of its units has improved itself through Indonesia
Power-Integrated Management System (InPower
IMS) that integrates different standards, namely ISO
14001 (Environmental Management System), ISO
9001 (Quality Management System), OHSAS 18001,
ISO 28001 (Security Management System for Supply
Chain), PAS 55, Malcom Baldrige, SMP (Security
Management System), and SMK3 (OHS Management
System).

69
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Selain
itu,
Perusahaan
telah
memperoleh
penghargaan di tingkat nasional dan internasional
seperti Annual Report Award, Indonesia Sustainability
Report Award, Vision Award, Spotlight Award,
PROPER, dan Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat
(GKPM) Award.

Furthermore, the Company has been awarded at


the national and international level, such as Annual
Report Award, Indonesia Sustainability Report
Award, Vision Award, Spotlight Award, PROPER,
and Creative Society Empowerment Award (GKPM)
Award.

Di awal tahun 2014 Indonesia Power mendapat


penugasan baru dari entitas induk PT PLN (Persero)
untuk mengelola jasa O&M PLTU Pangkalan Susu
melalui UJP Pangkalan Susu, dimana penugasan
tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan
Direksi Indonesia Power No: 10.K/010/IP/2014 pada
tanggal 10 Januari 2014. Selain itu, Perusahaan
juga mendapatkan penugasan jasa O&M untuk
PLTU Sanggau, PLTU Barru, PLTU Jeranjang, PLTP
Ulumbu, yang ditetapkan melalui Keputusan Direksi
PT Indonesia Power Nomor:12.K/010/IP/2014 pada
tanggal 16 Januari 2014.

At the beginning of 2014 Indonesia Power received


a new assignment from the parent company
PT PLN (Persero) to manage the O&M services of
the Pangkalan Susu plant through the Pangkalan
Susu GSU, in which the assignment was established
through the Decree of the Board of Directors
of Indonesia Power No. 10.K/010/IP/2014 dated
10 January 2014. In addition, the Company also
received O&M services assignment for the Sanggau
SPP, Barru SPP, Jeranjang SPP, Ulumbu GPP whih was
established by the Decree of the Board of Directors
of PT Indonesia Power No. 12.K/010/IP/2014 dated
16 January 2014.

Di akhir tahun 2014, Perusahaan melakukan


perubahan struktur organisasi yang bertujuan untuk
menciptakan struktur organisasi yang ramping
dan selaras serta fokus pada eksekusi ekselen,
dimana berdasarkan struktur organisasi yang baru
tersebut, fungsi Unit Bisnis berubah menjadi 5 (lima)
Unit Pembangkitan (UP) yang melakukan fungsi
operasional penyediaan tenaga listrik, 6 (enam) Unit
Jasa Pembangkitan (UJP) yang melakukan fungsi
pengelolaan Jasa O&M, 3 (tiga) Unit Pembangkitan
dan Jasa Pembangkitan (UPJP) yang menjalankan
fungsi operasional penyediaan tenaga listrik serta
pengelolaan Jasa O&M dan 1 (satu) Unit Jasa
Pemeliharaan (UJH) yang berfungsi melakukan
fungsi pemeliharaan.

At the end of 2014, the Company made changes in


organizational structure that aims to create a lean
and harmonious organizational structure as well
as to focus on excellent execution, in which, based
on the new organizational structure, the Business
Unit function was changed into 5 (five) Generating
Unit (GU), which performs operational generating
function, 6 (six) Generating Services Unit (GSU) that
performs O&M services management function, 3
(three) Generating and Generating Services Unit
(GGSU) that performs electricity supply operational
as well as O&M Services management function, and 1
(one) Maintenance Services Unit (MSU) that performs
the maintenance function.

Pada tahun 2014 Perusahaan merubah visi dan


misinya, dimana visi yang baru adalah Menjadi
Perusahaan energi tepercaya yang tumbuh
berkelanjutan sedangkan misi berubah menjadi
Menyelenggarakan bisnis pembangkitan tenaga
listrik dan jasa terkait yang bersahabat dengan
lingkungan. Untuk mendukung visi dan misi baru
tersebut Perusahaan menetapkan kompetensi inti
yaitu Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit serta
Pengembangan Pembangkit.

In 2014 the Company changed its vision and mission,


in which the new vision is To be a trusted energy
company with sustainable growth while the mission
was changed into Conducting the business of
power generation and related services that are
friendly to the environment. To support the new
vision and mission, the Company established its
core competencies, namely Plant Operation and
Maintenance and Plant Development.

Hingga saat ini Indonesia Power memiliki 5 (lima)


anak Perusahaan, 1 (satu) perusahaan patungan dan
1 (satu) Perusahaan asosiasi.

Up to now, Indonesia Power has five (5) subsidiaries,


1 (one) joint venture and 1 (one) Associated company.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

70

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Jejak Langkah
Milestone

1995

2000

2004

2009

2010
Penetapan Sasaran antara
lain untuk perwujudan
Visi Perusahaan, yaitu
mempertahankan dan
meningkatkan kapasitas
dan kinerja jangka panjang
untuk kelangsungan dan
pertumbuhan Perusahaan
dengan LANDASAN YANG
KUAT dan penetapan
target 10% Perusahaan
Pembangkit kelas dunia di
tahun 2015.

Pendirian PT PLN
Pembangkitan Tenaga
Listrik Jawa-Bali I (PT PLN
PJB I).

Perubahan Nama PT PLN


PJB I menjadi PT Indonesia
Power dan Pencanangan
Visi dan Misi.

Penajaman Misi
Perusahaan Fokus pada
Bidang Pembangkitan
Tenaga Listrik.

Pengembangan usaha
di bidang penyedia Jasa
Operation & Maintenance
(O&M).

Establishment of PT PLN
Pembangkitan Tenaga Listrik
Jawa-Bali I (PT PLN PJB I).

Change of Name from


PT PLN PJB I to become
PT Indonesia Power and the
Declaration of Vision and
Mission

Refinement of the
Companys Mission to
Focus on Electric Power
Generation Sector.

Business development in
the field of Operation &
Maintenance (O&M) Services
provider.

Establishment of Targets,
among others, for
the realization of the
Companys vision, namely
to maintain and improve
the long term capacity
and performance for the
sustainability and growth
of the Company with A
STRONG FOUNDATION and
the target determination to
become the 10% of worldclass Generating Company
in 2015.

71
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights

2011

2012

2013

2014

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Penetapan Target World


Class Services (WCS ) 2015.
Determination of Target
World Class Services (WCS)
2015.

Pengembangan Portofolio
Usaha dan Penetapan
Pentahapan Pencapaian
Visi Perusahaan Melalui
Destination Statement.
Business Portfolio
Development and
Determination of the
Companys Vision
Achievement Phases
through the Destination
Statement.

Eksekusi Program
Strategis dan
Pengembangan Organisasi
Perusahaan.
Execution of Strategic
Programs and Development
of the Companys
Organization.

Perusahaan menetapkan
visi baru, misi baru dan
kompetensi inti Perusahaan
diikuti dengan perubahan
struktur organisasi untuk
menyeleraskan proses bisnis
dalam mendukung eksekusi
ekselen.
The Company established the
new Company vision, mission,
and core competencies
followed by the change in the
organizational structure to
align business processes to
support excellent execution.

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

72

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan


Vision, Mission and Corporate Values

Pada tahun 2014, Indonesia Power melakukan


perubahan visi dan misi yang tercantum dalam
Rencana Jangka Panjang (RJP) PT Indonesia Power
Tahun 2014-2018 sebagai berikut:

Visi
Vision

In 2014, Indonesia Power changed its vision and


mission stated in the Companys Long Term Plan
(RJP) for 2014-2018, as follows:

Menjadi perusahaan energi


tepercaya yang tumbuh
berkelanjutan.
To become a trusted
energy company with
sustainable growth.

Visi, misi dan tata nilai senantiasa di review secara


berkala untuk memastikan kesesuaiannya dengan
perkembangan lingkungan bisnis Perusahaan, dan
sejalan dengan perkembangan lingkungan bisnis dan
tantangan yang dihadapi Perusahaan.

Vision,
mission
and
values
are
always
frequentlyreviewed to ensure its compatibility
with the development of the Company business
environment and in line with the development of
business environment and challenges faced by the
Company.

73
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Penjelasan Visi

Vision Description

1. Mencapai kinerja operasional kelas dunia


berdasarkan data pembanding NERC
2. Memiliki tata kelola pembangkit yang ekselen
yang diukur melalaui pencapaian maturitas PAS
55 beyond compliance
3. Jumlah aset pembangkit yang dikelola mencapai
18.000 MW
4. Memiliki portofolio bisnis jasa O&M di luar negeri

1. Achieving world-class operational performance


based on the NERC data benchmark
2. Having a plant governance excellence that
is measured by the achievement of beyond
compliance PAS 55 maturity
3. Total managed plants assets reached 18,000 MW
4. To have a portfolio of O&M services business
abroad

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

74

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan


Vision, Mission and Corporate Values

Misi
Mission

Menyelenggarakan bisnis pembangkitan


tenaga listrik dan jasa terkait yang
bersahabat dengan lingkungan.
Conducting the power generation
business and related services that are
environmentally friendly.

Penjelasan Misi

Mission Description

1. Bisnis utama Perusahaan adalah pembangkitan


tenaga listrik.
2. Bisnis Perusahaan yang terkait pembangkitan
tenaga listrik yaitu jasa O&M dan jasa yang
terkait suplai energi primer misalnya batu bara,
pengelolaan energi CNG, transportasi CNG.

1. The Companys main business is power


generation.
2. The Comppanys business related to power
generation are O&M services and services
associated with primary energy supply such
as coal, CNG energy management, CNG
transportation.
3. The commitment to reduce the impact of
production processes on the environment and
community, as well as ensuring that all production
processes are in compliance with environment
quality standards and in building harmonious
relations with communities.

3. Komitmen untuk mengurangi dampak atas proses


produksi terhadap lingkungan dan masyarakat
dan memastikan seluruh proses produksi sesuai
baku mutu lingkungan serta menjalin hubungan
yang harmonis dengan masyarakat

75
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Kompetensi Inti Perusahaan


Bidang | Field

Corporate Core Competency


Penjelasan | Description

Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit


Power Plant Operations and
Maintenance

Pengelolaan pembangkit dengan kekuatan


pada pengoperasian dan pemeliharaan
berdasarkan tata kelola sesuai praktik
terbaik (best practice) dan metode rekayasa
(engineering method) yang ekselen.

The management of power plant with


strength on operations and maintenance
based on best practices of governance and
engineering method excellence.

Pengembangan Pembangkit
Power Plant Development

Pengembangan bisnis pembangkit, energi


dan jasa terkait, dengan kekuatan pada
enjiniring dan prokurmen. (Enjiniring
meliputi basic design, engineering review,
project supervision, dan project integrator).

Development the business of power


generating, energy, and related services,
with strength on engineering and
procurement. (Engineering includes
basic design, engineering review, project
supervision, and project integrator).

Budaya Perusahaan

Corporate Value and Culture

PT Indonesia Power telah merumuskan Budaya


Perusahaan dengan sebutan Indonesia Power Way
pada tanggal 3 Oktober 2011 yang merupakan
hasil review atas Tata Nilai IP-HaPPPI yang sudah
dicanangkan Perusahaan sejak 2004. Indonesia
Power Way terdiri atas 3 aspek utama, yaitu:

PT Indonesia Power has formulated a Corporate


Culture called Indonesia Power Way on 3 October
2011 which is the result of the IP-HaPPPI Values which
was launched by the Company since 2004. Indonesia
Power Way consists of 3 main aspects, namely:

#The Way We Think, yang merupakan Tata Nilai


Perusahaan yang melandasi Pegawai dan Perusahaan
dalam bekerja dan berbisnis. Tata Nilai terdiri atas
Integritas, Profesional, Harmoni, Pelayanan Prima,
Peduli, Pembelajar dan Inovatif yang disingkat
menjadi IP-HaPPPI.

# The Way We Think, which is the Corporate Value


that underlies the Employee and Company in working
and conducting business. The Values consists of
Integrity, Professionalism, Harmony, Excellent
Service, Care, Learner and Innovative, abbreviated to
IP-HaPPPI.

#The Way We Act, yang merupakan cara pegawai


berperilaku dan bekerja yang dilandasi oleh Tata Nilai
Perusahaan. The Way We Act terdiri atas: Proaktif
dan Pantang Menyerah; Saling Percaya dan Bekerja
Sama; Fokus Pada Perbaikan Proses dan Hasil; Fokus
Pada Pelanggan; Mengutamakan Safety & Green.

#The Way We Act, which is how the employees


behave and work, based on the Corporate Value. The
Way We Act consists of: Proactive and Never Give
Up; Mutual Trust and Cooperation; Focus on Process
Improvement and Results; Focus On Customer;
Prioritizing Safety & Green.

#The Way We Do Business, yang merupakan


cara Perusahaan dalam mengelola bisnisnya yang
dilandasi oleh Tata Nilai Perusahaan. The Way We Do
Business terdiri atas: Leadership Excellence; Business
Process Excellence; People Excellence; Learning
Organization; Customer & Supplier Relationship;
Stakeholder & Social Responsibility.

#The Way We Do Business, which is the way


the Company manages its business based on
the Coorporate Value. The Way We Do Business
consists of: Leadership Excellence; Business
Process Excellence; People Excellence; Learning
Organization; Customer & Supplier Relationship;
Stakeholder & Social Responsibility.

Internalisasi Budaya Perusahaan dilaksanakan oleh


seluruh unit kerja di Perusahaan untuk memastikan
seluruh pegawai berperilaku sesuai Indonesia Power
Way. Internalisasi dilakukan melalui: Assessment
Internalisasi Budaya Perusahaan; Penyusunan Action
Plan; Sosialisasi dan Pembentukan Agen Perubahan
serta pemberian penghargaan bagi pegawai yang
mencerminkan tata nilai IP - HaPPPI.

Internalization of Corporate Culture is implemented


by all units in the Company to ensure that all
employees behave in accordance with the Indonesia
Power Way. Internalization is conducted through:
Corporate Culture Internalization Assessment; Action
Plan Formulation; Socialization and the Formation
Change Agents as well as awarding employees who
represent the IP-HaPPI values.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

76

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan


Vision, Mission and Corporate Values

TRUST US FOR POWER EXCELLENCE

Terdepan dalam
penyediaan energi listrik berbagai
jenis pembangkit dengan kinerja excellent
melalui proses prima oleh SDM profesional
yang menjamin terwujudnya long run
sustainable company
Leader in electricity energy provision from different type of power plant
with excellent performance through excellent process by professional HR
that ensures the realization of long-run sustainable company

1. Proaktif dan pantang menyerah


Proactive and never give up
2. Saling percaya & bekerja sama
Mutual trust and cooperation
3. Fokus pada perbaikan proses & hasil
Focus on process improvement and result
4. Fokus pada pelanggan
Focus on Customer
5. Mengutamakan Safety & Green
Prioritizing Safety and Green

77
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Terus-menerus dan
berkesinambungan menghasilkan
gagasan baru dalam usaha
melakukan pembaharuan untuk
penyempurnaan baik proses
maupun produk dengan tujuan
peningkatan kinerja.
Kata Kunci: Gagasan baru untuk
penyempurnaan.
To be continously and sustainably
creating new ideas in order to
make renewals to improve either
process or product with aim to
improve performance.
Keyword: New ideas for
improvement

Sikap moral yang


mewujudkan tindakan untuk
memberikan yang terbaik
kepada Perusahaan.
Kata Kunci: Demi
Perusahaan.

Menguasai pengetahuan,
keterampilan dan kode
etik sesuai dengan bidang
pekerjaannya.
Kata Kunci: Kepatuhan
terhadap kode etik profesi
(bidang pekerjaan).

Moral attitude that leads to


action that contributes the
best to the Company.
Keyword: For the Sake of
the Company.

Knowledge, skill and code of


conduct mastery according
to professions.
Keyword: Compliance
towards profession code of
conduct (profession
sector).

Integritas
Integrity

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Inovatif
Innovative

Profesional
Professionalism

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

The Way
We Think
IP-HaPPPI

Pembelajar
Learner

Terus-menerus
meningkatkan
pengetahuan dan
keterampilan serta
kualitas diri yang
mencakup fisik, mental,
sosial, agama dan
kemudian berbagi
dengan orang lain.
Kata Kunci: Peningkatan
kualitas diri dan
berbagi.
To be continously
improving knowledge
and skill and also
personal qualities
that include physical,
mantality, social, religious
and then ability to share
with the others.
Keyword: Self quality
improvement and
sharing.

Peduli
Care

Peka-tanggap dan
bertindak untuk melayani
stakeholders serta
memelihara lingkungan
sekitar.
Kata Kunci: Pekatanggap dan bertindak.
Sensitive-responsive
and taking actions to
serve the stakeholders
and preserving the
environment around.
Keyword: Sensitiveresponsive and
taking action.

Pelayanan
Prima
Excellent
Service

Memberi pelayanan yang


memenuhi kepuasan
melebihi harapan
stakeholders (pihak
terkait).
Kata Kunci: Kepuasan
Stakeholder (Pihak
Terkait).
Providing service fulfill
beyond the expectation
of the stakeholders
(related parties).
Keyword: Stakeholder
satisfaction (Related
Party).

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Harmoni
Harmony

Serasi, selaras, seimbang


dalam:
Pengembangan
kualitas pribadi
Hubungan dengan
stakeholders (pihak
terkait)
Hubungan dengan
lingkungan hidup.
Kata Kunci: Kehidupan
serba harmonis (serasi,
selaras dan seimbang).
Harmonious, aligned and
balance in:
Personal development
quality
Relationship with the
stakeholders (related
parties)
Relationship with the
environment.
Keyword: Harmonious
life (harmonius, aligned
and balance).

Laporan Keuangan
Financial Report

78

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan


Vision, Mission and Corporate Values

Proaktif dan Pantang Menyerah


Proactive and Never Give Up
Menunjukkan inisiatif dan antisipasi
dalam bertindak, dengan orientasi
pada perubahan ke arah yang
senantiasa lebih baik, dilandasi
keyakinan untuk mampu mengatasi
setiap tantangan yang dihadapi.

Showing initiatives and anticipations


in taking action, with orientation
towards better direction, based with
conviction to be able to overcome
any challenges.

Saling Percaya dan Bekerja Sama


Mutual Trust and Cooperation
Bertindak secara kolektif dilandasi
semangat sinergi untuk saling
mendukung dan mengisi dengan
memberikan seluruh pengetahuan
dan kemampuan yang dimiliki untuk
memperoleh hasil terbaik pada
setiap pekerjaan.

The Way
We Act

Taking action collectively based with


the spirit of synergy to have mutual
support, contribute and share all
knowledge and skill to create the
best result in every work.

Fokus pada Perbaikan Proses dan Hasil


Focus on Process Improvement and Result
Setiap tindakan berlandaskan pada
siklus pengelolaan kinerja (plando-check-action) untuk mencapai
standar hasil kerja yang prima.

Every action based on performance


maintenance cycle (plan-do-checkaction).

Fokus pada Pelanggan


Focus on Customer
Memenuhi kebutuhan pelanggan
melebihi standar yang diharapkan
dalam koridor etika bisnis yang sehat.

Fulfilling the need of customers


beyond what they expect within the
corridor of healthy business ethics.

Mengutamakan Safety & Green


Prioritizing Safety & Green
Komitmen dan tindakan yang
konsisten untuk memerhatikan,
kesehatan, keamanan dan
keselamatan kerja; serta pelestarian
lingkungan bagi kelangsungan
jangka panjang Perusahaan.

Consitency between commitment


and action in order to pay attention
to health, security and work safety;
and preserving environment for the
sustainability of the Company in
long-term.

79
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Menerapkan paradigma jangka


panjang yang memberikan nilai
tambah kepada pemegang saham.
Melakukan walk through dan melihat
sendiri untuk memahami situasi
sebenarnya.
Walk the talk dan menjadi role model.

Implementing long-term paradigm


that contributes added values to the
shareholders.
Conducting a walk through and having
a self-observation to comprehend the
real situations.
Walk the talk and becoming role
model.

Menggunakan proses yang lean,


mengalir, dan efisien, untuk menjamin
ketepatan kualitas, waktu dan biaya
serta mengutamakan K3.
Mengelola risiko dalam setiap
kegiatan Perusahaan.

Using lean process, flowing and


efficient to ensure the precision of
quality, time and cost, also prioritizing
OHS.
Managing risk in the each activity of
the Company.

Menerapkan pengembangan SDM


dan pembinaan karir yang sistematis
untuk memberikan nilai tambah
kepada Perusahaan.
Menciptakan SDM yang memiliki
kemampuan istimewa untuk
meningkatkan kompetensi inti
perusahaan yang kompetitif, dengan
mengedepankan teamwork untuk
memenangkan persaingan.
Menerapkan budaya yang kuat dan
religius dimana nilai-nilai perusahaan
diinternalisasi secara konsisten
sehingga tercemin dalam perilaku.

Implementing HR development and


nurturing a systematic career to give
added values to the Company.

Konsistensi untuk menuntaskan


permasalahan hingga ke akarnya
untuk mencegah kegagalan berulang.
Membudayakan knowledge sharing
untuk membangun proses prima.
Mengambil keputusan melalui
konsensus dan implementasikan
dengan cepat dan konsisten.

Consistency to solve problems up to


their roots prevent repeated failures.

Menciptakan nilai bagi pelanggan


untuk membangun customer
engagement.
Membangun sinergi yang saling
menghargai dengan mitra strategis
untuk mendukung kinerja ekselen.

Creating values for the customers to


build customer engagement.

Memegang teguh etika bisnis dalam


setiap interaksi dengan stakeholder.
Menggali pemanfaatan energi
terbarukan yang ramah lingkungan.

Holding firmly business ethics in every


interaction with the stakeholder.
Exploring the optimization of the
environmentally friendly renewal
energy.
Creating values for the society and
environment.

Menciptakan nilai bagi masyarakat


dan lingkungan.

Leadership
Excellence

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Business
Process
Excellence

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

People
Excellence

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Creating HR that has a special ability


to improve a Companys competitive
core competencies, by promoting
teamwork to win the competition.

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Implementing strong cultural


and religious values, whereas the
Companys values internalized
consistently thus reflected in the
attitude of each person.

Preserving knowledge sharing culture


to build a prime process.
Making decision through consensus,
and a quick and consistent
implementation.

Creating a mutual respect synergy


with strategic partners to sustain
excellent performance.

The Way
We Do
Business
Learning
Organization

Customer
& Supplier
Relationship

Stakeholder
& Social
Responsibility

Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

80

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tujuan, Sasaran dan


Strategi Perusahaan
Companys Objectives, Target and Strategy
Tujuan Perusahaan

Objectives of the Company

Sesuai dengan Anggaran Dasar, maksud dan tujuan


Perusahaan ini adalah: Untuk menyelenggarakan
usaha ketenagalistrikan berdasarkan prinsip industri
dan niaga yang sehat dengan menerapkan prinsipprinsip Perseroan Terbatas.

In accordance to the Articles of Associations, the


aim and objectives of this Company is: To administer
electricity business based on healthy industry and
commerce principles by implementing Limited
Company principles.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,


Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha
dalam ruang lingkup bisnis Perusahaan. Selain itu,
Perusahaan dalam melakukan kegiatan tersebut di
atas juga selalu berusaha untuk memenuhi harapan
stakeholder-nya sebagai berikut:

In order to achieve the aim and objectives, the


Company implements the business activity according
to its business scope. In addition, in conducting its
activities, the Company also strives to fulfill the
expectation of its stakeholders, as follows:

Pemangku Kepentingan | Stakeholders

Harapan | Expectation

Pelanggan | Customer:
Bisnis Penyedia Tenaga Listrik untuk
pembangkit Grid (PLN melalui PLN
P3B-JB)
Electricity Provider Business for Grid
power plants (PLN through PLN
P3B-JB)

Keandalan
Ketepatan jadwal pemeliharaan
Harga yang sesuai dengan ukuran/
indikator
Kesiapan pembangkit
Ramping rate

Bisnis Penyedia Tenaga Listrik untuk Harga yang sesuai keekonomiannya


pembangkit Embedded (PLN melalui
PLN Distribusi Jateng & DIY)
Kontinuitas Pasokan
Electricity Provider Business
for Embedded power plants
(PLN through PLN Jateng & DIY
Distribution)

Reliability
Accuracy of maintenance schedule
Price that corresponds the size/indicator
Readiness of plants
Ramping rate
Price that is appropriate with the
economics
Supply continuity

Tahap supporting
Pemenuhan deployment sebagai
persyaratan dalam menjalankan O&M
Pembangkit
Tahap Performance
Pemenuhan Kinerja Pembangkit sesuai
kontrak

Supporting phase
Deployment fulfillment as requirements
in running the O&M of Plant

Pemegang Saham
Shareholders

Pemenuhan Kontrak Manajemen


Tingkat Kesehatan Perusahaan minimal
SEHAT

Fulfilment of Management Contract


Corporate healthy Level

Pegawai
Employees

Kejelasan peran dan tanggung jawab


pekerjaan
Kebijakan Perusahaan yang mendukung
pelaksanaan kerja karyawan
Kemampuan pimpinan dalam mengelola
organisasi
Ketersediaan fasilitas kerja
Lainnya: Kejelasan karir, hubungan
dengan rekan kerja yang kondusif dan
ketersediaan fasilitas keamanan kerja

Clarity of roles and responsibilities of


duties
Company Policies that support employee
work implementation
Ability of leader in managing the
organization
Availability of Work Facilities
Others: Clarity of Career, favorable
relationship with colleagues, and the
availability of work safety facilities

Pemasok
Supplier

Transparasi & fairness


Kelangsungan bisnis jangka panjang

Transparency & fairness


Long-term business sustainability

Pemerintah
Government

Ketaatan atau kepatuhan terhadap


perundangan Pemerintah

Adherence and Compliance to


government regulations

Masyarakat sekitar
Pembangkit
Community in the vicinity of the power
plants

Dukungan Perusahaan terhadap


pemberdayaan masyarakat (ekonomi,
pendidikan, kesehatan, dan keamanan)
Bebas dari pencemaran lingkungan

Company support for community


empowerment (economy, education,
health, and safety)
Free of pollution

Bisnis Pengelolaan Jasa O&M


O&M Services Management
Business

Performance Phase
Fulfillment of Plant performance in
accordance to the contract

81
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Pencapaian tujuan Indonesia Power dilakukan secara


bertahap dan terencana guna meningkatkan nilai
Perusahaan sehingga Indonesia Power dapat menjadi
pelaku bisnis yang diperhitungkan dalam sektor
ketenagalistrikan.

The achievement of Indonesia Powers objectives


are implemented gradually and planned accordingly
in order to improve the Companys value, therefore,
Indonesia Power can be a formidable business
practitioner in the electricity power industry sector.

Sasaran Perusahaan

Company Target

Sasaran Perusahaan adalah mempertahankan dan


meningkatkan kapasitas dan kinerja jangka panjang
untuk kelangsungan dan pertumbuhan Perusahaan
dengan landasan yang kuat. Sasaran tersebut
dijabarkan dalam Destation Statement yang dimuat
dalam RJP PT Indonesia Power Tahun 2014-2018
sebagaimana di bawah ini:

The target of the Company is to maintain and


improve the long term capacity and performance for
the sustainability and growth of the Company with
a strong foundation. The target is outlined in the
Destination Statement, which is included in the RJP
of PT Indonesia Power 2014-2018 as follows:

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Roadmap

Transformation to
O&M Excellence
(s.d. until 2016)

Menuju Visi Perusahaan


Roadmap Towards
Company Vision

Transformation to
Asset & Financial
Growth (2016 - 2022)

WCS
2015

2013

Pernyataan Sasaran
Destination Statement

No.

2018

2023

2013

2015 (WCS)

2018

2023*

Di Atas Top 25%


Above Top 25%

Di Atas Top 20%


Above Top 20%

Top 10% NERC

Top 10% NERC

Top 20% NERC

Top 10% NERC

Kinerja Operasi (EAF


& EFOR) Pembangkit
Perusahaan

Operational Performance
(EAF & EFOR) of Company
Power Plant

Kinerja Operasi (EAF &


EFOR) UBOH

Operational
Performance (EAF &
EFOR) of UBOH

Maturity Level Tata


Kelola:
Manajemen Aset PAS
55

Governance Maturity
Level
PAS 55 Asset
Management

PAS 55 Compliance
for 5 entities

PAS 55 Compliance
for all Entities

Total Kapasitas
Pembangkit yang
dikelola
Total Kapasitas Aset
Pembangkit

Total Capacity of
Power Plant Under
Management
Total Capacity of
Power Plant Owned

Memiliki portofolio
bisnis Jasa O&M di Luar
Negeri

Existence of O&M
Services Portfolio
Overseas

Pemenuhan Standar
Lingkungan

Fulfillment of
Environment Standards

Malcolm Baldridge Score

HCR dan OCR

*)

ROE

HCR and OCR

Long Run
Sustainable
Company

13,344 MW
9,206 MW

Ekselen | Excellent
Ekselen | Excellent
(Beyond Compliance) (Beyond Compliance)

15,500 MW
12,500 MW

18,500 MW
17,000 MW

1 portofolio
1 Portfolio

>1 portofolio
>1 Portfolio

60% sebagai Green


Power Plant
60% as Green Power
Plant

75% sebagai Green


Power Plant
75% as Green Power
Plant

100% sebagai Green


Power Plant
100% as Green
Power Plant

Good Performance
(550)

Industry Leader

Benchmark Leader

4.03 & 4.02

2.84

4.3

4.5

Kompetitif sebagai Perusahaan Tbk


Competitive as a Listed Company

Laporan Keuangan
Financial Report

82

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tujuan, Sasaran dan Strategi Perusahaan


Companys Objectives, Target and Strategy

Strategi Perusahaan

Company Strategy

Untuk dapat mencapai Sasaran tersebut di atas,


Perusahaan menetapkan enam Strategi Perusahaan
Tahun 2014-2018 yang disusun berdasarkan analisis
SWOT yang berisi:
1. Meningkatkan ketersediaan, keandalan dan
efisiensi thermal pembangkit dan ramah
lingkungan.
2.
Melakukan
pengembangan
Pembangkit
(Non BBM termasuk energi terbarukan) dan
kepemilikan tambang batu bara.
3. Mengembangkan bisnis Jasa O&M berbagai jenis
pembangkit.
4. Meningkatkan keamanan dan jumlah pasokan
energi primer Non BBM.
5.
Memperkuat manajemen portofolio aset
pembangkit Perusahaan.
6. Memperkuat kompetensi inti Perusahaan.

To be able to achieve the above mentioned targets,


the Company establishes the six Corporate Strategy
2014-2018 which was formulated based on the
SWOT analysis containing:
1. Improve the availability, reliability and efficiency
of thermal power plants and environmentally
friendly.
2. Perform power plant development (Non fuel
including renewable energy) and ownership of
coal mines.
3. Develop O&M services business for various types
of power plants.
4. Improve security and the supply amount of Non
fuel primary energy.
5.
Strengthening
the
Companys
portfolio
management of power plants assets.
6. Strengthening the Companys core competencies.

Strategi utama dipetakan kedalam empat perspektif


Balanced Score Cards (BSC), yang terdiri dari 17
Strategic Objectives (SO).

The main strategy is mapped into four Balanced


Score Cards (BSC) perspectives, which consists of 17
Strategic Objectives (SO).

83
PT Indonesia Power

SO.04.
Meningkatnya
Kepuasaan Pelanggan
Improvement of
Customer Satisfaction

SO.03.
Trust dari
Pemegang Saham
Trust from
Shareholders

SO.02.
Aset dan Bisnis
Perusahaan Berkembang
Asset and Corporate
Business Growing

Finance

Stakeholder

Laporan Tahunan
2014
Annual Report

SO.01.
Kinerja Finansial Optimal
Optimal Financial
Performance

Learning &
Growth

Internal Business Process

Ikhtisar Utama
Main Highlights
SO.05.
Meningkatkan Ketersediaan Suplai, Keandalan
& Efisiensi Pembangkit Perusahaan (UBP)
Increase the availability Supply, Reliability &
Efficiency Generating Company (UBP)

SO.06.
Menjadikan Pembangkit
UBOH Berkinerja Ekselen
Generating make UBOH
Performance Excellence

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

SO.07.
Meningkatkan Tata Kelola
Pembangkit Sesuai Best Practice AM
Improve Governance Best Practice
Plant accordance AM

SO.08.
Mengeksekusi ECP
yang Berkualitas
ECP Execute Quality

SO.11.
Meningkatkan Keamanan dan Jumlah
Pasokan Energi Primer Non BBM
Improve Security and Total Primary
Energy Supply Non-Fuel

SO.12.
Mengembangkan Green
Power Plant
Develop Green Power
Plant

SO.14.
Memiliki
Kompetensi sebagai
MRO Services
Has competence as
MRO Services

SO.09.
Mengembangkan Pembangkit Non BBM
dan Kepemilikan Tambang Batu Bara
Develop Non-Fuel Plant and Coal Mine
Ownership

SO.15.
Memperkuat dan Membangun
Kompetensi Inti Perusahaan, yaitu
O&M Pembangkit dan
Pengembangan Pembangkit
Strengthening and Building the
Core Competence of the Company,
namely the O & M Plant and Plant
Development

SO.10.
Mengembangkan Jasa
O&M
Develop O&M Services

SO.13.
Memperkuat Manajemen Portofolio
Aset Pembangkit Perusahaan
Strengthen the Plant Asset
Management Company Portfolio

SO.16.
Meningkatkan
Engagement
Karyawan
Increase Employee
Engagement

SO.17.
Meningkatkan
Leadership dan Tata
Kelola Perusahaan
Improve Leadership and
Corporate Governance

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

84

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Bidang Usaha
Business Sector

Sesuai
dengan
pasal
3
Anggaran
Dasar
Perusahaan, bidang usaha Indonesia Power adalah
menyelenggarakan
usaha
ketenagalistrikan
berdasarkan prinsip industri dan niaga yang sehat
dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan
terbatas yang meliputi produk dan layanan sebagai
berikut:
1. Penyediaan tenaga listrik yang ekonomis bermutu
tinggi dan dengan keandalan yang baik.
2. Usaha yang berkaitan dengan penyediaan tenaga
listrik yang meliputi:
a. Jasa survei, investigasi, disain, konstruksi/
pemasangan
instalasi,
operasi
dan
pemeliharaan,
persewaan
peralatan
pembangkitan,
serta
pendidikan
dan
pelatihan.
b. Produksi, perbaikan dan perdagangan dan
peralatan tenaga listrik.
c. Produksi, pengolahan, pengangkutan dan
perdagangan batu bara, gambut, biomas dan
gas alam.
d. Produksi dan pengusahaan energi panas
bumi.
Cogeneration.
e.

According to article 3 of the Companys Articles


of Association, Indonesia Powers business sector
is to administer electricity power business based
on healthy industry and commerce principles by
implementing Limited Company principles that
includes the following products and services:
1. Provision of high quality, economical and good
reliability electricity power.
2. Businesses related with electricity power
provision that includes:
a. Survey, investigation, design, construction/
installation, operation and maintenance,
power plant tools rental, as well as education
and training services.
b. Production, repair, trade and electricity
power equipments.
c. Production, processing, transporting, coal
trade, peat moss, biomass, and natural gas.
d. Production and cultivation of geohermal
energy.
e. Cogeneration.

Adapun untuk kegiatan usaha Indonesia Power


yang dijalankan saat ini adalah penyediaan tenaga
listrik yang ekonomis bermutu tinggi dan dengan
keandalan yang baik serta usaha penyediaan jasa
O&M. Sedangkan kegiatan usaha lainnya seperti
pengangkutan gas alam, pengusahaan energi panas
bumi, perdagangan batu bara dan cogeneration
dilakukan oleh anak Perusahaan dan perusahaan
patungan.

In addition, the current Indonesia Power business


activities are the provision of high quality economical
and good reliability electricity power as well as
the provision of O&M services. Meanwhile, other
business activities such as coal trade, cultivation of
geothermal energy, coal trade, and cogeneration are
conducted by its Subsidiaries and joint ventures.

Indonesia Power mengelola pembangkit melalui unit


kerja yang tersebar di Indonesia yang terdiri atas:
1. Lima Unit Pembangkitan (UP) sebagai penyedia
fungsi operasional penyediaan tenaga listrik
2. Tiga Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan
(UPJP) sebagai penyedia fungsi operasional
penyediaan tenaga listrik serta fungsi jasa
pengelolaan O&M
3. Enam Unit Jasa Pembangkitan (UJP) sebagai
penyedia fungsi jasa pengelolaan O&M
4. Satu Unit Jasa Pemeliharaan (UJH) sebagai
penyedia fungsi kegiatan pemeliharaan

Indonesia Power manages the plants through work


units spread in Indonesia, which consists of:
1. Five Generating Unit (GU) as the provider of
electricity supplys operational function.
2. Three Generating and Generating Services Unit
(GGSU) as the provider of electricity supplys
operational function as well as O&M management
services function.
3. Six Generating Services Unit (GSU) as the provider
of O&M management services function.
4. One Maintenance Services Unit (MSU) as the
provider of maintenance function.

85
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Di samping itu, untuk mendukung usaha penyediaan


tenaga listrik, Indonesia Power juga memiliki
Pembangkit di sebagian wilayah Sumatera dan
melakukan pembelian tenaga listrik di Bali.

In addition, to support the electricity supply business,


Indonesia Power also has powerplants in some areas
of Sumatra and purchases electric power from Bali.

Selain itu Indonesia Power memiliki 5 (lima) anak


Perusahaan, 1 (satu) perusahaan patungan dan 1
(satu) Perusahaan asosiasi

Furthermore, Indonesia Power has five (5)


subsidiaries, 1 (one) joint venture and 1 (one)
Associated company.

Unit Pembangkitan Indonesia Power meliputi:

Indonesia Power Generating Unit consisits of:

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Jumlah Unit
Total

Unit

Kapasitas Terpasang
Installed Capacity

Jenis Pembangkit
Type of Power Plant

Lokasi
Location

PLTU | SPP

Merak

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

UP Suralaya

Suralaya GU

3,400.00 MW

UP Saguling

Saguling GU

29

797.36 MW

PLTA | HPP

Bandung

UP Mrica

Mrica GU

28

309.74 MW

PLTA, PLTM dan PLTMH


HPP, MPP and MHPP

Banjarnegara

UP Semarang

Semarang GU

14

1,408.93 MW

PLTU, PLTG, PLTGU


SPP, GTPP, CPP

Semarang

864.08 MW

PLTU, PLTG, PLTGU


SPP, GTPP, CPP

Pasuruan

UP Perak Grati Perak Grati GU

Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan Indonesia


Power meliputi:

Generating Unit and Generating Services of Indonesia


Power consists of:

Existing
Jumlah Unit
Total

Unit

UPJP Priok | Priok GGSU

12

Priok Blok 3
UPJP Kamojang | Kamojang GGSU
Ulumbu
UPJP Bali | Bali GGSU:
Jeranjang
Barru
Sanggau

Kapasitas
Terpasang
Installed
Capacity

Jasa O&M

Jenis
Pembangkit
Type of
Power Plant

1,348.08 MW PLTU, PLTGU,


PLTD
SPP, CPP,
DPP

7
4

375 MW

12
3
2
2

398.31 MW

Unit Jasa Pembangkitan Indonesia Power meliputi:


Unit Jasa Pembangkitan
Generating Services Unit

PLTP
GPP
PLTD, PLTG
DPP, GTPP

Kapasitas
Terpasang
Installed
Capacity

Jenis
Pembangkit
Type of
Power Plant

Lokasi
Location

Jakarta
740 MW

PLTGU | CPP

Jakarta

4x2,5 MW

PLTP | GPP

Garut
NTT

3x25 MW
2x50 MW
2x7 MW

PLTU | SPP
PLTU | SPP
PLTU | SPP

Bali
NTB
Sulawesi Selatan
Kalimantan Timur

Generating Services Unit of Indonesia Power consists of:


Jumlah
Unit
Total

Kapasitas
Terpasang
Installed Capacity

Jenis Pembangkit
Type of Power
Plant

Lokasi
Location

UJP Banten 1 Suralaya

Banten 1 Suralaya GSU

625 MW

PLTU | SPP

Merak

UJP Banten 2 Labuan

Banten 2 Labuan GSU

600 MW

PLTU | SPP

Pandeglang

UJP Banten 3 Lontar

Banten 3 Lontar GSU

945 MW

PLTU | SPP

Tangerang

UJP Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu GSU

1,050 MW

PLTU | SPP

Sukabumi

UJP Jawa Tengah 2 Adipala

Jawa Tengah 2 Adipala GSU

660 MW

PLTU | SPP

Cilacap

UJP Pangkalan Susu

Pangkalan Susu GSU

440 MW

PLTU | SPP

Langkat

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

86

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Bidang Usaha
Business Sector

Sedangkan untuk UJH melayani jasa pemeliharaan


untuk seluruh pembangkit yang dimiliki dan dikelola
oleh Perusahaan.

While MSU provides maintenance services for all


power plants owned and operated by the Company.

Pembelian tenaga listrik di Pembangkit Area Bali


meliputi:

Purchase of power plants electricity in Bali Area


consists of:

Pembangkit
Power Plant

Kapasitas Terpasang
Installed Capacity

Jenis Pembangkit
Type of Power Plant

Lokasi
Location

Pesanggaran

266.49 MW

PLTD | DPP

Bali

Pemaron

132.80 MW

PLTD | DPP

Bali

Pembangkit milik Indonesia Power di sebagian


wilayah Sumatera meliputi:
Pembangkit
Power Plant

Kapasitas Terpasang
Installed Capacity

Power plants owned by Indonesia Power in parts of


Sumatra comprise of:
Jenis Pembangkit
Type of Power Plant

Lokasi
Location
Palembang

Keramasan

18 MW

PLTG | GTPP

Jambi

18 MW

PLTG | GTPP

Jambi

Indralaya 1

45 MW

PLTG | GTPP

Palembang

Anak Perusahaan, Perusahaan


Perusahaan Asosiasi meliputi:

Patungan,

dan

Subsidiaries, Joint Ventures,


Companies consists of:

Nama Perusahaan
Name of Company

and

Associated

Bidang Usaha
Line of Business

Anak Perusahaan
PT Cogindo Daya Bersama

PT Artha Daya Coalindo

1. Jasa penyediaan energi listrik

1. Provision of electrical supply

2. Jasa O&M termasuk penyediaan


tenaga kerja

2. O&M services including the provision


of labor

3. Sewa pembangkit/genset

3. Genset rental

1. Supply batu bara

1. Supply of coal

2. Transportasi batu bara

2. Coal transportation

3. Jasa pembongkaran batu bara

3. Coal unloading services

PT Tangkuban Parahu Geothermal Power

Pengusahaan tenaga panas bumi

Cultivation of geothermal energy

PT Indo Ridlatama Power

Penyediaan listrik melalui pembangunan


PLTU di wilayah Kalimantan Timur

Provision of electricity through the


construction of PLTU in the East
Kalimantan region

PT Putra Indotenaga

1. Penyertaan saham dan kepemilikan


(participating interest) di dalam dan
luar negeri
2. Kegiatan usaha lainnya di bidang
ketenagalistrikan dan energi

1. Share inclusion and ownership


(participating interest) in domestic and
overseas
2. Other business activities in electricity
and energy

1. Bidang transportasi gas

1. Gas transportation

2. Regasifikasi gas

2. Regassification

Penyediaan tenaga listrik di sistem


kelistrikan wilayah Berau

Provision of electricity in the Berau


region electricity system

Perusahaan Patungan
PT Perta Daya Gas
Perusahaan Asosiasi
PT Indo Pusaka Berau

87
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

88

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Bidang Usaha
Business Sector

Mekanisme Distribusi Tenaga


Listrik Sampai kepada Pelanggan
Electricity Energy Distribution to the Customer

Indonesia Power

Pembangkit Termal
Thermal Power Plant
Operator Pembangkit
Plant Operator

Pemasok Energi Primer


Primary Energy Suppliers

Pembangkit Hidro
Hydro Power Plant

Pembangkit Geotermal
Geothermal Power Plant

Rekanan Pemasok & Kontraktor


Supplier and Contractor Partners

89
PT Indonesia Power

Secara fisik, bisnis pembangkit tenaga listrik dibagi dalam tiga


bagian, yaitu pembangkitan, transmisi, dan distribusi. Tenaga
listrik yang diperlukan oleh konsumen akhir dihasilkan oleh
pembangkit, disalurkan melalui sistem penyaluran (transmisi)
dan didistribusikan melalui jaringan distribusi.
Physically, the electricity power business divided into three
parts namely generating, transmission and distribution. The
electricity power required by the last consumer generated
by a generator, circulated by a transmission system and
distributed by a distribution network.

Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Perusahaan Listrik Negara


State Power Company

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Konsumen Akhir
End Consumer

90

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Peristiwa Penting
Indonesia Power Tahun 2014
Indonesia Powers Important Event in 2014
Peresmian:
Launching Ceremony:

Penandatanganan Kerja Sama/Kesepakatan:


Signing of Cooperation/Understanding:

11 Maret | March 2014

14 Maret | March 2014

18 Februari | February 2014

26 Maret | March 2014

27 Maret | March 2014

Launching Ceremony PLTD


Bali 170 MW (Kapasitas 125
MW di Pemaron dan 45 MW
di Pesanggaran).

Peresmian proyek Kalija:


PLTGU Tambak Lorok
bangkit kembali oleh
Presiden RI (2009-2014)
Launching ceremony of the
Kalija project: Resurrection
of Tambak Lorok CPP by the
President of the Republic of
Indonesia (2009-2014).

Penandatanganan Bersama
Protap Terpadu tahun 2014
antara UPJP Bali dengan
pihak-pihak terkait, antara
lain PT PLN (Persero) P3B JB
APP Bali Jaringan Gardu Induk
Pesanggaran, Pemaron dan
Gilimanuk, Joint Operation
Wika-MPK (JOWM), PT Indo
Matra Power, PT Sumberdaya
Sewatama, serta PT Cogindo
DayaBersama.

Penandatanganan Perjanjian
Kerja sama antara Pusdiklat
PT PLN (Persero) dan
Indonesia Power.

Launching Ceremony of Bali


DPP 170 MW (Capacity 125
MW in Pemaron and 45 MW
in Pesanggaran).

Penandatangan Komitmen
Integrasi Sistem Laporan
Keuangan Anak Perusahaan
(PT Artha Daya Coalindo,
PT Cogindo DayaBersama,
PT Indo Ridlatama Power
dan PT Tangkuban Parahu
Geothermal Power) di depan
jajaran Direksi Indonesia
Power.
Signing of Integration
Commitment of Financial
Report System of Subsidiaries
(PT Artha Daya Coalindo,
PT Cogindo DayaBersama,
PT Indo Ridlatama Power
and PT Tangkuban Parahu
Geothermal Power) before
the board of directors of
Indonesia Power.

Signing of Cooperation
Agreement between
Pusdiklat PT PLN (Persero)
and Indonesia Power.

Joint Signing of the 2014


Integrated Fixed Procedure
between Bali GGSU with
associated parties, among
others the Pesanggaran,
Pemaron dan Gilimanuk SubStation Network of PT PLN
(Persero) P3B JB APP Bali,
Joint Operation Wika-MPK
(JOWM), PT Indo Matra Power,
PT Sumberdaya Sewatama,
and PT Cogindo DayaBersama.

29 April | April 2014

21 Mei | May 2014

24 Juni | June 2014

13 Agustus | August 2014

10 September | September 2014

Indonesia Power menjalin


kerja sama dengan
PT Brantas Abipraya
mengenai pengembangan,
pembangunan, kepemilikan
dan pengoperasian Pusat
Listrik tenaga air Poigar 2, di
Minahasa Selatan, Sulawesi
Utara.

Penandatanganan
Kesepakatan Bersama
Tentang Penanganan Masalah
Hukum Bidang Perdata dan
Tata Usaha Negara dengan
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Pendatanganan Kesepakatan
Bersama tentang
penanganan masalah hukum
bidang perdata dan tata
usaha negara dengan Jaksa
Agung Muda Perdata dan
Tata Usaha Negara Kejaksaan
Republik Indonesia,
Burhanudin, di Kantor Pusat
Indonesia Power Jakarta.

Perjanjian kesepakatan kerja


sama antara Indonesia Power
dengan PT Perusahaan
Gas Negara (PGN) tentang
Pemanfaatan Gas Bumi.

Penandatanganan
kesepakatan bersama antara
Indonesia Power dengan
PT Pertagas Niaga tentang
hasil proses regasifikasi
Liquefied Natural Gas (LNG)
untuk kebutuhan Pembangkit
listrik di Pesanggaran antara
PT Pertagas Niaga dengan
Indonesia Power.

Indonesia Power cooperates


with PT Brantas Abipraya
for the development,
construction, ownership, and
operations of Poigar 2 water
powered electricity center,
in South Minahasa, North
Sulawesi.

Signing of Joint
Understanding on Handling
of Legal Issues of Civil Affairs
and State Administration
with the High Court of West
Java.

Signing of Joint
Understanding on Handling
of Legal Issues of Civil Affairs
and State Administration with
Deputy Attorney General
of Civil Affairs and State
Administration of Office
of the Public Proseutor of
the Republic of Indonesia,
Burhanudin, at the Head
Office of Indonesia Power in
Jakarta.

Cooperation agreement
between Indonesia Powr
and PT Perusahaan Gas
Negara (PGN) on Natural Gas
Utilization.

Signing of agreement
between Indonesia Power
and PT Pertagas Niaga on
Liquefied Natural Gas (LNG)
process results for the
needs of power plants in
Pesanggaran between
PT Pertagas Niaga and
Indonesia Power.

91
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Benchmark:
Benchmark:

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

24 September | September 2014

17 Oktober | October 2014

12 Maret | March 2014

13 Maret | March 2014

Penandatanganan Kerja sama


Indonesia Power dengan
PT PLN (Persero) Unit Induk
Pembangunan VI untuk
pembangunan PLTA Upper
Cisokan.

Penandatanganan Perjanjian Kerja sama


antara Indonesia Power dengan Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
(PPATK) di bidang pencegahan dan
pemberantasan tindak pidana pencucian
uang atau tindak pidana lain di lingkungan
Indonesia Power serta mewujudkan
perusahaan yang bersih dan bebas dari KKN
nepotisme sehubungan dengan pelaksanaan
tugas pejabat dan/atau pegawai Indonesia
Power.

PT Petrokimia Gresik
melakukan benchmark
Manajemen Risiko ke
Indonesia Power.

Vietnam Electricity (EVN)


benchmark Fire Fighting
System ke PLTU Suralaya 8.

Signing of Cooperation
between Indonesia Power
and PT PLN (Persero)
Development VI Parent Unit
for the construction of Upper
Cisokan HPP.

PT Petrokimia Gresik
conducted Risk Management
benchmark to Indonesia
Power.

Vietnam Electricity (EVN)


benchmarked Fire Fighting
System to Suralaya 8 SPP.

Signing of Cooperation Agreement between


Indonesia Power and the Indonesian Financial
Transaction Reports and Analysis Center
(PPATK) in the field of money laundering and
other crimes prevention and eradication in
Indonesia Power as well as to realize a clean
and free of corruption and nepotism company
in connection with the implementation
of duties of officers and/or employees of
Indonesia Power.

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

21 April | April 2014

28 April | April 2014

2 September | September 2014

Oktober | October 2014

Kunjungan PT ICON + dan


CSO PLN 123 ke PT Indonesia
Power UP Semarang untuk
menambah pengetahuan
tentang pembangkitan Listrik
dari hulu hingga hilir.

Kunjungan PT PLN Pusat


Pendidikan dan Pelatihan,
Unit Pendidikan dan
Pelatihan Semarang ke UP
Semarang (Transmission &
Live Maintenance Academy).

Kunjungan SEC (Shanghai


Electric Corporation) yang
didampingi oleh
PT Pembangkitan Jawa Bali
ke PLTU Suralaya 8.

PT Pupuk Sriwijaya
melakukan benchmark
Annual Report Tahun 2013.

Visit of PT ICON + and CSO


PLN 123 to PT Indonesia
Power Semarang GU to
increase the knowledge on
generating electricity from
upstream to downstream.

Visit of PT PLN Center for


Education and Training,
Semarang Education and
Training Unit to Semarang
GU (Transmission & Live
Maintenance Academy).

Visit of the SEC (Shanghai


Electric Corporation) which
was accompanied by
PT Pembangkit Jawa Bali to
Suralaya 8 SPP.

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

PT Pupuk Sriwijaya conducted


a benchmarking for 2013
Annual Report.

92

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Penghargaan dan Sertifikasi


Awards and Certifications
Penghargaan

Awards

Beberapa penghargaan yang diperoleh Indonesia


Power pada tahun 2014 adalah:

Some of the awards acquired by Indonesia Power in


2014 were:

Internasional: International:

Nama Penghargaan:
Best In-House (Bronze) annual
report in the Asia-Pasific
region for the past fiscal year.

Nama Penghargaan:
Best Letter to shareholders
(Honors) in the Asia-Pasific
region for the past fiscal year.

Tahun Perolehan: 2014

Tahun Perolehan: 2014

Badan Pemberi Penghargaan:


LACP (League of American
Communications Professionals)

Badan Pemberi Penghargaan:


LACP (League of American
Communications
Professionals)

Name of Award:
Best In-House (Bronze) annual
report in the Asia-Pasific
region for the past fiscal year

Name of Award:
Best Letter to shareholders
(Honors) in the Asia-Pasific
region for the past fiscal year

Awarded in: 2014


Awarded in: 2014
Issuing Institution:
LACP (League of American
Communications Professionals)

Issuing Institution:
LACP (League of American
Communications Professionals)

Nama Penghargaan:
Gold Award for excellence
within its industry on
the development of the
organizations annual reports
for the past fiscal year.

Nama Penghargaan:
Silver Award for excellence
within its industry on
the development of the
organizations annual reports
for the past fiscal year.

Tahun Perolehan: 2014

Tahun Perolehan: 2014

Badan Pemberi Penghargaan:


LACP (League of American
Communications Professionals)

Badan Pemberi Penghargaan:


LACP (League of American
Communications Professionals)

Name of Award:
Gold Award for excellence
within its industry on
the development of the
organizations annual reports
for the past fiscal year

Name of Award:
Silver Award for excellence
within its industry on
the development of the
organizations annual reports
for the past fiscal year

Awarded in: 2014

Awarded in: 2014

Issuing Institution:
LACP (League of American
Communications Professionals)

Issuing Institution:
LACP (League of American
Communications Professionals)

Nama Penghargaan:
TOP 10 Indonesia Annual
Reports of 2013.
Tahun Perolehan: 2014
Badan Pemberi Penghargaan:
LACP (League of American
Communications Professionals)
Name of Award:
TOP 10 Indonesia Annual
Reports Of 2013.
Awarded in: 2014
Issuing Institution:
LACP (League of American
Communications Professionals)

Nasional: National:

Nama Penghargaan:
TOP 80 Annual Reports in the
Asia-Pasific Region rangking
at #45.
Tahun Perolehan: 2014
Badan Pemberi Penghargaan:
LACP (League of American
Communications Professionals)
Name of Award:
TOP 80 Annual Reports in the
Asia-Pasific Region rangking
at #45
Awarded in: 2014
Issuing Institution:
LACP (League of American
Communications Professionals)

Nama Penghargaan:
CEO Terbaik all Category Sectors dari
33 Perusahaan Peserta pada ajang
Indonesian CSR Awards 2014 kepada Eri
Prabowo, Direktur Produksi PT Indonesia
Power.

Nama Penghargaan:
Penghargaan Platinum untuk program
Sekolah Lapangan Konservasi di 10
desa dari 3 kecamatan Kabupaten
Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

Nama Penghargaan: Penghargaan


Platinum untuk Pengembangan
Masyarakat Pesisir dalam Budidaya
Kuda Laut di Desa Serangan Kecamatan
Denpasar Selatan, Bali.

Tahun Perolehan: 2014

Tahun Perolehan: 2014

Badan Pemberi Penghargaan:


Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Republik Indonesia

Badan Pemberi Penghargaan:


Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Republik Indonesia

Name of Award:
Platinum Award for the Conservation
Field School program in 10 villages
of three districts of the Banjarnegara
Regency, Central Java.

Name of Award:
Platinum Award for Coastal Community
Development in Seahorse Aquaculture
at the Serangan Village, District of South
Denpasar, Bali.

Awarded in: 2014

Awarded in: 2014

Issuing Institution:
Coordinating Minister for Human and
Cultural Development of the Republic
of Indonesia

Issuing Institution:
Coordinating Minister for Human and
Cultural Development of the Republic
of Indonesia

Tahun Perolehan: 2014


Badan Pemberi Penghargaan:
Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Republik Indonesia
Name of Award:
Best CEO all Category Sectors from 33
Participating Companies in the 2014
Indonesian CSR Awards event, to Eri
Prabowo, Director of Production of
PT Indonesia Power
Awarded in: 2014
Issuing Institution:
Coordinating Minister for Human and
Cultural Development of the Republic
of Indonesia

93
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Nama Penghargaan:
Penghargaan Gold untuk
program Investasi Sosial dan
Pembangunan Berkelanjutan
Kampung Pelag.

Nama Penghargaan:
Appreciation On Human
Capital Management System
Improvement.
Tahun Perolehan: 2014

Nama Penghargaan:
Indonesia Sustainability
Reporting Award
(ISRA) 2014 sebagai
Commendation for 1st G4
Sustainibility Report 2013

Tahun Perolehan: 2014


Badan Pemberi Penghargaan:
Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan Republik Indonesia
Name of Award:
Gold Award for the Pelag
Village Social Investment and
Sustainable Development
program.
Awarded in: 2014

Badan Pemberi Penghargaan:


Indonesia Human Capital
Study ( IHCS)
Name of Award:
Appreciation On Human
Capital Management System
Improvement.
Awarded in: 2014
Issuing Institution:
Indonesia Human Capital
Study ( IHCS)

Issuing Institution:
Coordinating Minister
for Human and Cultural
Development of the Republic
of Indonesia

Nama Penghargaan:
Juara 2 Aset Operator Award
PLN untuk UJP Banten 3
Lontar.
Tahun Perolehan: 2014
Badan Pemberi Penghargaan:
PT PLN (Persero)
Name of Award:
2nd Rank for PLN Assets
Operator Award for Banten 3
Lontar SPP GSU
Awarded in: 2014
Issuing Institution:
PT PLN (Persero)

Nama Penghargaan:
Penghargaan atas partisipasi
dalam pembangunan
Indonesia melalui
pembayaran bea masuk dan
pajak dalam rangka impor
selama tahun 2014.

Tahun Perolehan: 2014


Tahun Perolehan: 2014
Badan Pemberi Penghargaan:
National Center for
Sustainibility Reporting
(NCSR)
Name of Award:
Indonesia Sustainability
Reporting Award (ISRA) 2014
as Commendation for 1st G4
Sustainibility Report 2013

Badan Pemberi Penghargaan:


Direktorat Jendral Bea dan
Cukai
Name of Award:
Award for the participation in
the development of Indonesia
through the payment of
import duties and import
taxes throughout 2014

Awarded in: 2014


Awarded in: 2014
Issuing Institution:
National Center for
Sustainibility Reporting (NCSR)

Issuing Institution:
Directorate of Customs and
Excise

Nama Penghargaan:
Penghargaan Zero Accident tahun 2014 untuk Kantor Pusat,
UP Suralaya, UPJP Priok, UPJP Kamojang, UPJP Kamojang
Unit Darajat, UPJP Kamojang Unit Gunung Salak, UP Saguling,
UP Perak Grati, UP Semarang, UP Mrica, UJH, UJP Banten 1
Suralaya, UJP Banten 2 Labuan.

Nama Penghargaan:
Indonesian Green Awards
tahun ke-5 2014 (UPJP Bali
Kategori keanekaragaman
Hayati, UP Perak Grati
kategori pencegahan polusi).

Tahun Perolehan: 2014

Tahun Perolehan: 2014

Badan Pemberi Penghargaan:


Departemen Tenaga Kerja

Badan Pemberi Penghargaan:


La Tofi School of CSR

Name of Award:
Award for Zero Accident in 2014 for the Head Office, Suralaya
GU, Priok GGSU, Kamojang GGSU, Kamojang GGSU Darajat Unit,
Kamojang GGSU Gunung Salak Unit, Saguling GU, Perak Grati
GU, Semarang GU, Mrica GU, MSU, Banten 1 Suralaya GSU,
Banten 2 Labuan GSU.

Name of Award:
The 2014 5th Indonesian
Green Awards (Bali GGSU
for the Biological Diversity
category, Perak Grati GU for
the pollution prevention
category)

Awarded in: 2014


Awarded in: 2014
Issuing Institution:
Department of Manpower

Issuing Institution:
La Tofi School of CSR

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

94

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Penghargaan dan Sertifikasi


Award and Certification

Nama Penghargaan:
Juara 1 Cross Audit GML (Governance Maturity
Level) OPI,
Juara Harapan I untuk Optimus Versi 3.0 dan
Juara Harapan 3 untuk Lomba Kreatifitas anak
muda Jawa Bali 2014
Tahun Perolehan: 2014
Badan Pemberi Penghargaan:
PT PLN (Persero)
Name of Award:
1st Rank for Cross Audit GML (Governance Maturity
Level) OPI,
1st Contender for Optimus Version 3.0 and
3rd Contender for the 2014 Java Bali Youth
Creativity Competition
Awarded in:
2014
Issuing Institution:
PT PLN (Persero)

Nama Penghargaan:
Juara Umum di acara KNIFE 2014 (Lomba karya inovasi tingkat PLN)
Juara 1 Inovasi Tingkat Nasional Bidang Pembangkitan dari UP Mrica: K One DGCS RE Control
Governor UP Mrica
Juara 1 Inovasi Tingkat Nasional Kategori Technical Supporting Aplikasi dari UJP Lontar: Pro
DCS Aplikasi Online Monitoring PLTU Lontar
Juara 2 Inovasi Tingkat Nasional Kategori Non Technical Supporting Manajemen dari Kantor
Pusat: Implementasi integrasi LCM Tingkat Korporat
Juara 3 Inovasi Tingkat Nasional Kategori Supporting Non Technical dari UP Suralaya: Penurunan
Emisi CO2 PLTU Batu Bara Melalui Budidaya Microalga Menjadi Bahan Bakar Alternatif
Juara 3 Inovasi Tingkat Nasional Kategori Technical Supporting dari UJH: Centering Blade Ring Turbin
Tahun Perolehan: 2014
Badan Pemberi Penghargaan:
PT PLN (Persero)
Name of Award:
Grand Champion in the 2014 KNIFE event (PLN innovation competition)
1st rank National Innovation in the field og Power Generation from Mrica GU: K One DGCS RE
Control Governor Mrica GU
1st rank National Innovation for the category of Application Technical Supporting from Lontar
GSU: Pro DCS Online Monitoring Application Lontar SPP
2nd rank National Innovation for the category og Management Non Technical Supporting from
the Head Office: Corporate Level LCM Integration Implementation
3rd rank National Innovation for the category of Supporting Non Technical from Suralaya GU:
Reduction of CO2 Emission of Coal SPP through the cultivation of Microalgae as Alternative Fuel
3rd rank National Innovation for the category of Technical Supporting from MSU: Centering
Blade Ring Turbine
Awarded in: 2014
Issuing Institution:
PT PLN (Persero)

Nama Penghargaan:
Juara 1 Annual Report Award 2013 untuk
kategori private non keuangan non listed.
Prestasi yang sama berhasil diraih selama 4
tahun berturut-turut.

Nama Penghargaan:
PLATINUM dalam Temu
Karya Mutu & Produktivitas
Nasional (TKMPN) XVIII untuk
UP Mrica.

Nama Penghargaan:
Malcolm Baldrige Criteria
for Performance Excellence
2013-2014 as Emerging
Industri Leader.

Nama Penghargaan:
Empat proper Hijau untuk empat Unit PT Indonesia power yaitu
UPJP Kamojang Unit PLTP Kamojang-Darajat, UPJP Kamojang
Unit PLTP Gunung Salak, UP Perak Grati unit PLTGU Grati dan UP
Suralaya pada Malam Anugerah Lingkungan 2014.

Tahun Perolehan: 2014

Tahun Perolehan: 2014

Tahun Perolehan: 2014

Tahun Perolehan: 2014

Badan Pemberi Penghargaan:


KNKG, IDX, BI, OJK, Dirjen Pajak Kementerian
Keuangan RI, Kementerian BUMN RI, dan IAI.

Badan Pemberi Penghargaan:


IQPC (International Quality &
Productivity Convention)

Badan Pemberi Penghargaan:


Indonesian Quality
AwardFoundation

Badan Pemberi Penghargaan:


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Name of Award:
1st rank in the 2013 Annual Report Award
for the non listed non financial private
category. The sama achievement obtained
for 4 years in a row.

Name of Award:
PLATINUM in the National
Work Meeting of Quality &
Productivity (TKMPN) XVIII
for Mrica GU.

Name of Award:
Malcolm Baldrige Criteria
for Performance Excellence
2013-2014 as Emerging
Industry Leader.

Awarded in: 2014

Awarded in: 2014

Awarded in: 2014

Issuing Institution:
KNKG, IDX, BI, OJK, Directorate General
of Taxation Ministry of Finance of the
Republic of Indonesia, Ministry of SOE of
the Republic of Indonesia, and IAI.

Issuing Institution:
IQPC (International Quality &
Productivity Convention)

Issuing Institution:
Indonesian Quality Award
Foundation

Name of Award:
Four Green Proper for four units of PT Indonesia Power,
namely, Kamojang GGSU-Darajat GPP, Kamojang GGSU-Gunung
Salak GPP, Perak Grati GU-Grati CPP and Suralaya GU at the
2014 Environmental Award Night.
Awarded in: 2014
Issuing Institution:
Ministry of the Environment and Forestry

95
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Nama Penghargaan:
Indonesia Green Company
Achievement 2014.

Nama Penghargaan:
Juara 3 Newsletter untuk InPower weekly.

Nama Penghargaan:
Juara 1 GML

Tahun Perolehan: 2014

Tahun Perolehan: 2014

Badan Pemberi Penghargaan:


PT PLN (Persero)

Pemberi Penghargaan:
PT PLN (Persero)

Name of Award:
3rd rank Newsletter for InPower weekly.

Name of Award:
1st rank GML

Awarded in: 2014

Awarded in: 2014

Issuing Institution:
PT PLN (Persero)

Issuing Institution:
PT PLN (Persero)

Tahun Perolehan: 2014


Badan Pemberi Penghargaan:
Majalah SWA
Name of Award:
Indonesia Green Company
Achievement 2014
Awarded in: 2014
Issuing Institution:
SWA Magazine

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Sertifikasi

Certification

Beberapa sertifikat yang diperoleh Indonesia Power


pada tahun 2014 adalah:

Some of the certifications obtained by Indonesia


Power in 2014 were:

Nama Sertifikat:
Integrated Management System yang terdiri dari: SNI
ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 28001:2007,
Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dan Sistem
Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3).

Nama Sertifikat:
PAS 55 untuk UP Suralaya, UPJP Priok, UP
Saguling dan UPJP Kamojang.

Tahun Perolehan: 2014

Badan Pemberi Penghargaan:


EC HARRIS

Badan Pemberi Penghargaan:


SUCOFINDO INTERNATIONAL CERTIFICATION
SERVICES
Masa Berlaku Sertifikasi:
08 Januari 2014 22 Desember 2016
Name of Certificate:
Integrated Management System which consists of: SNI
ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 28001:2007,
Security Management System (SMS) and Occupational
Health & Safety Management System (SMK3).
Year of Achievement: 2014
Issuing Institution:
SUCOFINDO INTERNATIONAL CERTIFICATION
SERVICES
Validity period of certification:
08 January 2014 - 22 December 2016

Tahun Perolehan: 2014

Masa Berlaku Sertifikasi:


1 Oktober 2013 30 September 2016
Name of Certificate:
PAS 55 for Suralaya GU, Priok GGSU,
Saguling GU and Kamojang GGSU.
Year of Achievement: 2014
Issuing Institution:
EC HARRIS
Validity period of certification:
1 October 2013 - 30 September 2016

Laporan Keuangan
Financial Report

96

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Struktur dan Komposisi


Pemegang Saham
Structure and Composition of Shareholders
Pemegang saham Indonesia Power terdiri dari:
a. PT PLN (Persero) sebanyak 1 lembar saham seri 1
dan 5.215.647.598 lembar saham seri 2.
b. Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK)
PT PLN (Persero) sebanyak 1 lembar saham seri 2.

The shareholders of Indonesia Power consist of:


a. PT PLN (Persero) by 1 share of series 1 and
5,215,647,598 share of series 2.
b. Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN (Persero)
by 1 share of series 2.

Adapun struktur kepemilikan saham Indonesia Power


adalah sebagai berikut:

As for the structure of Indonesia Power share


ownership is as follows:

100%

99.99%

0.01%

97
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

PT PLN (Persero)

PT PLN (Persero)

PT PLN (Persero) merupakan perusahaan perseroan


yang didirikan berdasarkan Akta Notaris Sutjipto, SH,
di Jakarta No.169 tanggal 30 Juli 1994 yang telah
disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman RI
No. C211.519.HT.01.01.TH.94 beserta perubahannya
terakhir berdasarkan Akta Notaris Lenny Janis lshak,
SH No.04 tanggal 5 Agustus 2011 yang laporannya
telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan
HAM RI tanggal 19 Agustus 2011 sesuai surat No. AHUAH.01.10-26937 berkedudukan di jalan Trunojoyo
Blok M l/135 Kebayoran Baru, Jakarta 12160, dalam
hal ini diwakili oleh Nur Pamudji selaku Direktur Utama
PT PLN (Persero), berdasarkan Keputusan Menteri
Negara BUMN RI selaku Rapat Umum Pemegang
Saham No. KEP-224/MBU/2011 dan oleh karena itu
sah bertindak untuk dan atas nama perseroan yang
diwakilinya selaku pemegang saham sebanyak 1 (satu)
saham seri 1 dan seri 2 sebanyak 5.215.647.598 saham,
demikian berdasarkan ketentuan Pasal 32 angka 1
huruf (a) Anggaran Dasar Perseroan.

PT PLN (Persero) is an incorporated company which


was established based on the Notarial Deed of Sutjipto,
SH, in Jakarta No. 169 dated 30 July 1994 which was
approved by the Decree of the Minister of Justice No.
C211.519.HT.01.01.TH.94 and its last amendments
based on the Notarial Deed of Lenny Janis Ishak, SH
No.04 dated 5 August 2011 of which the report has
been received and recorded by the Ministry of Justice
and Human Rights on 19 August 2011 based on the
letter No. AHU-AH.01.10-26937 domiciled in Jalan
Trunojoyo Blok M l/135 Kebayoran Baru, Jakarta
12160, in this matter represented by Nur Pamudji
as President Director of PT PLN (Persero), based on
the Decree of the Ministry of SOE of the Republic of
Indonesia as the General Meeting of Shareholders No
KEP-224/MBU/2011 and therefore has the authority
to act for and on behalf of the company as the
shareholder it represented by 1 (one) share of series
1 and 5,215,647,598 shares of series 2, thus under the
provisions of Article 32 paragraph 1 letter (a ) Articles
of Association of the Company.

Yayasan Pendidikan dan


Kesejahteraan PT PLN (Persero)

Yayasan Pendidikan dan


Kesejahteraan PT PLN (Persero)

Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN


(Persero) atau YPK PLN adalah yayasan yang didirikan
dan tunduk pada hukum Negara RI, yang berkedudukan
di Jakarta, di mana Anggaran Dasarnya pertama
kali dimuat dalam Berita Negara RI tanggal 2 April
1994, No.26, Tambahan Nomor 11/AD sebagaimana
terakhir diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan
Direksi PT PLN (Persero) tanggal 26 Oktober 2007,
No.27 dibuat dihadapan Notaris Lenny Janis lshak, SH
yang telah diterima dan dicatat dalam daftar Yayasan
oleh Menteri Hukum dan HAM RI No. C-HT.01.09638 tanggal 12 November 2007, sedangkan susunan
pengurus YPK PLN terakhir dimuat dalam Keputusan
Rapat Pembina Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan
PT PLN (Persero) No.002.1(PEMBINA/YPK-PLN/2008
tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pengawas
dan Pengurus Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan
PT PLN (Persero) tanggal 17 Oktober 2008, dalam hal
ini diwakili oleh Agus Pribadi dan Hadi Budoyo, masingmasing selaku Ketua dan Sekretaris Badan Pengurus
YPK PLN, oleh karena itu sah bertindak untuk dan
atas nama YPK PLN tersebut pemegang dan pemilik 1
(satu) saham seri 2 dalam Perseroan.

Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN (Persero)


or YPK PLN is a foundations which was established
and subject to the laws of the Republic of Indonesia,
based in Jakarta, where the Articles of Association was
first published in the Official Gazette of the Republic
of Indonesia on 2 April 1994, No. 26, Supplement No.
11/AD, as last amended by the Deed of Directors of
PT PLN (Persero) No. 27, dated 26 October 2007, made
before the Notary Lenny Janis Ishak, SH which has been
received and recorded in the Foundation List by the
Minister of Law and Human Rights No. C-HT.01.09-638
dated 12 November 2007, while the last management
structure of YPK PLN was contained in the Decision of
Education and Welfare Foundation Trustees Meeting of
PT PLN (Persero) No.002.1 (PEMBINA/YPK-PLN/2008 on
Termination and Appointment of Trustees and Board of
Education and Welfare Foundation of PT PLN (Persero)
dated 17 October 2008, in this matter represented by
Agus Pribadi and Hadi Budoyo, respectively as Chairman
and Secretary of the Board of YPK PLN, therefore have
the authority to act for and on behalf of YPL PLN the
holder and the owner of 1 (one) share series 2 in the
Company.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

98

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Struktur Organisasi Perusahaan


Corporate Structure of Organization

Unit Pembangkitan Suralaya


Suralaya Generating Unit

Unit Pembangkitan dan Jasa


Pembangkitan Priok
Priok Generating and Generating
Service Unit

Dewan Komisaris | Board of Commissioners

Unit Pembangkitan Semarang


Semarang Generating Unit

Direktur Utama
President Director

Unit Pembangkitan Perak Grati


Perak Grati Generating Unit

Unit Pembangkitan dan Jasa


Pembangkitan Bali
Bali Generating and Generating
Service Unit

Direktur (Pengembangan dan Niaga)


Director (Development and Commerce)

Direktur (Produksi)
Director (Production)

Unit Pembangkitan Saguling


Saguling Generating Unit

Unit Pembangkitan Mrica


Mrica Generating Unit

Unit Pembangkitan dan Jasa


Pembangkitan Kamojang
Kamojang Generating and Generating
Service Unit

Unit Jasa Pemeliharaan


Maintenance Service Unit

Unit Jasa Pembangkitan


Banten 1 Suralaya
Banten 1 Suralaya Generating
Service Unit
Unit Jasa Pembangkitan
Banten 2 Labuan
Banten 2 Labuan Generating
Service Unit

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis


Division of Business Development

Kepala Divisi Inovasi Teknologi dan


Enjiniring
Division of Technology Innovation
and Engineering

Kepala Divisi Manajemen Proyek


Division of Project Management

Kepala Divisi Energi Primer


Division of Primary Energy

Kepala Divisi Niaga dan Settlement


Division of Commerce and Settlement

Kepala Divisi Jasa Pembangkitan


Division of Generation Services

Ahli Senior (Fungsional)


Senior Expert (Functional)

Kepala Divisi Pembangkitan dan K3L


Division of Generation and HSE

Unit Jasa Pembangkitan


Banten 3 Lontar

Ahli Senior (Fungsional)


Senior Expert (Functional)

Unit Jasa Pembangkitan


Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu
Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu
Generating Service Unit
Unit Jasa Pembangkitan
Jawa Tengah 2 Adipala
Jawa Tengah 2 Adipala Generating
Service Unit
Unit Jasa Pembangkitan
Pangkalan Susu
Pangkalan Susu
Generating Service Unit

Anak Perusahaan
Subsidiaries

Usaha Patungan
Joint Venture

99
PT Indonesia Power

Berdasarkan arahan RUPS untuk penciptaan


organisasi yang lean yang selaras serta fokus pada
eksekusi ekselen dan dapat memenuhi tantangan
pengembangan Perusahaan yang berkelanjutan maka
pada tahun 2014 dilakukan kajian evaluasi organisasi
Kantor Pusat dan implementasi pengorganisasian
yang mempertimbangkan penciptaan efektivitas
dan efisiensi organisasi. Pada akhir tahun 2014, telah
ditetapkan Keputusan Direksi tentang Organisasi
PT Indonesia Power dengan SK No.219.K/010/
IP/2014 tanggal 22 Desember 2014 sebagai berikut:

Based on the direction of GMS for the creation of lean


and aligned organization, as well as focus on excellent
execution and to meet the Companys sustainable
development challenges, an evaluation study of Head
Office organization and organizational implementation
that considers the creation of organizational efficiency
and effectiveness was conducted in 2014. At the end
of 2014, the Organization of PT Indonesia Power was
established by the Decree of the Board of Directors No.
219.K/010/IP/2014 dated 22 December 2014 as follows:

Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Pemegang Saham | Shareholder


PT PLN &
Yayasan Pendidikan & Kesejahteraan PT PLN (Persero)

Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Direksi
Board of Direcors

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review
Kepala Satuan Audit Internal
Internal Audit Unit

Direktur (Keuangan)
Director (Finance)

Direktur (Sumber Daya Manusia)


Director (Human Resource)
Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Kepala Divisi Anggaran dan


Portofolio Keuangan
Division of Budgeting and
Financial Portfolio

Kepala Divisi Sistem SDM dan


Manajemen Perubahan
Division of HR and
Transformation Management

Satuan Supply Chain Management


Supply Chain Management Unit

Kepala Divisi Tresuri dan Pajak


Division of Treasury and Tax

Kepala Divisi Pengembangan


SDM dan Talenta
Division of HR and Talent
Development

Satuan Manajemen Risiko, Mutu


dan Kinerja
Risk Management, Quality &
Performance Unit

Kepala Divisi Akuntansi dan Asuransi


Division of Accounting and Insurance

Kepala Divisi Administrasi SDM dan


Hubungan Industrial
Division of Administration HR and
Industrial Relationship

Departemen Sistem Informasi


System Information Department

Ahli Senior (Fungsional)


Senior Expert (Functional)

Ahli Senior (Fungsional)


Senior Expert (Functional)

Departemen Hukum Korporat


Corporate Legal Department

Ahli Utama (Fungsional)


Main Expert (Functional)

100

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Struktur Grup Perusahaan


Company Group Structure

Berikut adalah struktur grup Indonesia Power


yang terdiri dari, 5 Anak perusahaan, 1 Perusahaan
Patungan (Joint Venture Company), 1 Perusahaan
Asosiasi, 1 Anak Perusahaan dari PT Putra Indotenaga,
sebagaimana tergambar dalam struktur di bawah ini:

The followings is Indonesia Power structure group


consisted by, 5 Subsidiaries, 1 Joint Venture
Company, 1 Associate Company, 1 Subsidiary of
PT Putra Indotenaga, as decribed in the following
structure:

PT PLN
(Persero)

99.99% PT PLN (Persero)

PT Artha Daya
Coalindo

PT Cogindo
DayaBersama

PT Indo
Ridlatama
Power

PT Tangkuban
Parahu
Geothermal Power

PT Putra
Indotenaga

PT Perta Daya
Gas

PT Indo Pusaka
Berau

60%

99.99%

86.4%

95.2%

99.99%

35%

46.53%

Usaha Patungan
Joint Venture

Perusahaan Asosiasi
Associate Companies

Anak Perusahaan
Subsidiaries

PT Rajamandala
Electric Power

51%
Anak Perusahaan merupakan Suatu
perusahaan yang dikendalikan oleh
Perusahaan Induk, dalam artian
Perusahaan Induk memiliki kekuasaan
untuk mengatur kebijakan keuangan
dan operasional anak perusahaan untuk
memperoleh manfaat dari aktivitas anak
perusahaan tersebut
Subsidiary is A company that is
controlled by the Parent Company,
which means the Parent Company has
authority to manage its subsidiarys
financial and operational policy in order
to get benefit from its subsidiarys
business activity.

Perusahaan Joint Venture


(Perusahaan Patungan) adalah
Perusahaan bersama yang mana para
pihak mempunyai bagian partisipasi, dan
diatur oleh persetujuan untuk berbagi
pengendalian atas suatu aktivitas. Pada
perusahaan ini keputusan keuangan dan
operasional strategis terkait dengan
aktivitasnya, dipersyaratkan secara
konsensus dari seluruh pihak yang
berbagi pengendalian.

Perusahaan Asosiasi merupakan Suatu


perusahaan dimana Indonesia Power
mempunyai pengaruh signifikan, dan
bukan merupakan entitas anak ataupun
bagian partisipasi dalam ventura
bersama. Sedangkan definisi Pengaruh
Signifikan adalah kekuasaan untuk
berpartisipasi dalam keputusan kebijakan
keuangan dan operasional, tetapi tidak
mengendalikan maupun mengendalikan
bersama atas kebijakan tersebut.

Joint Venture Company is a a joint


venture company where all involving
parties have a participation part
governed by agreement to share control
towards activity. In this company, all
the financial, operational and strategic
policies relating with its activity requires
concensuss from all parties that share
control.

Sampai dengan 31 Desember 2014


Indonesia Power tidak memiliki Spesial
Purposed Vehicle (SPV).
Associate Company is a company where
Indonesia Power has a significant influence
and not part of any entity or part of
participation in a joint venture. Meanwhile
the definiton of the Significant Influence
is the authority to participate in the
financial and operational policy decision,
however it does not control or jointly
control towards the policy.
Up to 31 December 2014 Indonesia Power
has no Special Purposed Vehicle (SPV).

101
PT Indonesia Power

Sinergi Indonesia Power


dengan Anak Perusahaan

Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Sinergy of Indonesia Power with the Subsidiaries


Ikhtisar Utama
Main Highlights

Penyediaan Energi Primer &


Transportasi
Primary Energy Supply &
Transport

Jasa Penunjang Kelistrikan


Lainnya
Other Electrical Support
Services

Indonesia Power:
Penyediaan Tenaga Listrik (Pengelolaan
Aset Pembangkit) Jasa O&M PLTU FTP-1

Artha Daya Coalindo:


Supply Batu Bara
Perdagangan Batu Bara
Pembongkaran Batu Bara
Port Management
Coal Supply
Coal Trading
Coal Unloading
Port Management

Jasa O&M dan Penyediaan


Tenaga Listrik
O&M and the Electricity Supply
Services

Electricity Supply (Management of Power


Plant Assets) O&M Services SPP FTP-1

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Electricity Supply: DPP Batakan 45 MW


Power Plant O&M Services: SPP FTP-1
Procurement/Rent Co-generation

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

PT Putra Indotenaga:
Pembiayaan (Participating Interest) Proyek

Indo Pusaka Berau:


Penyediaan Tenaga Listrik PLTU Lati 2x7 MW

Gas Transportation Facility for CNG/LNG

Project Financing (Participating Interest)

Electricity Supply SPP Lati 2x7 MW


Indo Ridlatama Power:
Penyediaan Tenaga Listrik PLTU Kaltim 2x27,5 MW
Electricity Supply SPP Kaltim 2x27.5 MW
Rajamandala Elektrik Power:
Pembangunan dan O&M PLTA 47 MW
Construction and O&M of HPP 47 MW

Geothermal Energy Business

Profil Perusahaan
Company Profile

Cogindo DayaBersama:
Penyediaan Tenaga Listrik: PLTD Batakan 45 MW
Jasa O&M Pembangkit Tenaga Listrik: PLTU FTP-1
Penyediaan/Sewa Co-generation

PT Perta Daya Gas:


Fasilitas Transportasi Gas CNG/LNG

Tangkuban Parahu Geothermal Power:


Pengusahaan Energi Panas Bumi

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Tangkuban Parahu Geothermal Power:


Penyediaan Tenaga Listrik PLTP Tangkuban
Parahu 2x55 MW
Electricity Supply GPP Tangkuban Parahu
2x55 MW

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

102

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil & Kinerja Entitas Anak


Perusahaan, Perusahaan
Joint Venture, Perusahaan
Asosiasi dan Entitas Berelasi
Profile & Performance of Subsidiary Entity,
Joint Venture Company, Associate Company,
and Related Entity
A

Entitas Anak
Subsidiary Entity

PT Cogindo
DayaBersama

Profil Perusahaan
PT Cogindo DayaBersama (CDB) didirikan pada
tanggal 15 April 1998 dengan penyertaan saham
Indonesia Power sebesar 99,9% dan 1 lembar saham
dimiliki oleh YPK-Indonesia Power. CDB bergerak
dalam bidang usaha pelayanan energi dengan konsep
Cogeneration dan Distributed generation, serta jasa
operasi & pemeliharaan (O&M) pembangkit.

Company Profile
PT Cogindo DayaBersama (CDB) was established on
15 April 1998 with the inclusion of Indonesia Power
share as much 99.9% and 1 share owned by YPKIndonesia Power. CDB engages in the energy service
business sector with Cogeneration and Distributed
generation concept, also power plant operation and
maintenance (O&M) services.

Modal Dasar awal pendirian sebesar Rp60 miliar


dengan Modal Disetor sebesar Rp28,41 miliar,
berubah pada tanggal 31 Oktober 2009 menjadi
Modal Dasar sebesar Rp182,75 miliar dan Modal
Disetor menjadi sebesar Rp82,75 miliar. Berdasarkan
Keputusan RUPS CDB No.019.K/010/RUPS-CDB/2013
tanggal 30 Desember 2013 Modal Dasar meningkat
menjadi Rp600 miliar dan Modal Disetor meningkat
menjadi Rp514,87 miliar disebabkan. Konversi
Shareholder Loan CDB ke Indonesia Power menjadi
tambahan modal disetor sebesar Rp332 miliar.

The Authorized Capital in its early establishment was


in the amount of Rp60 billion with the Paid-Up Capital
in the amount of Rp28.41 billion, and it changed on 31
October 2009 to be Authorized Capital in the amount
of Rp182.75 billion and the Paid-Up Capital became
Rp82.75 billion. Based on Decision of the CDB GMS
No.019.K/1010/RUPS-CDB/2013 dated 30 December
2013 the Authorized Capital increased to Rp600
billion and the Paid-Up Capital increased to Rp514.87
billion caused by CDB Shareholder Loan conversion
to Indonesia Power became the additional paid-up
capital in the amount of Rp332 billion.

Alamat Perusahaan:
Jl. Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

Company Address:
Jl. Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

103
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Composition of the Board of Commissioners and


Directors

Jabatan | Position

Nama | Name

Masa Jabatan | Term of Office

Dewan Komisaris | Board of Commissioners


Komisaris Utama | President Commissioner

Roikhan

30 Desember 2014 - 1 Agustus 2015


30 December 2014 - 1 August 2015

Supangkat Iwan Santoso

15 April 2014 - 30 Desember 2014


15 April 2014 - 30 December 2014

Mustiko Bawono
Anggota Komisaris | Member of Commissioner

1 Agustus 2012 - 15 April 2014


1 August 2012 - 15 April 2014

Didy Poeriady

1 Agustus 2012 - 1 Agustus 2015


1 August 2012 - 1 August 2015

Roikhan

15 April 2014 - 1 Agustus 2015


15 April 2014 - 1 August 2015

Direksi | Board of Directors


Direktur Utama | President Director

Mangampin Saragi

15 April 2014 - 31 Juli 2015


15 April 2014 - 31 July 2015

Direktur Sumber Daya Manusia *)


Director of Human Resources

Asep Yanyan Herdiyana

15 April 2014 - 31 Juli 2015


15 April 2014 - 31 July 2015

Direktur Keuangan | Director of Finance

Rachmanto Kusumonegoro

15 April 2014 - 31 Juli 2015


15 April 2014 - 31 July 2015

Direktur Operasi | Director of Operation

Rachmad Handoko

31 Juli 2012 - 02 Januari 2015


31 July 2012 - 02 January 2015

*) Berdasarkan Keputusan RUPS Sirkuler Nomor: 001.K/010/RUPS-CDB/2015 tanggal 02 Januari 2015, ditetapkan bahwa mulai tanggal 02 Januari 2015,
Sdr. Asep Yanyan Herdiyana yang menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia bertugas merangkap sebagai Direktur Operasi sehubungan dengan
penugasan Sdr. Rachmad Handoko sebagai KSAI di Indonesia Power.
Based on the GMS Circular Decision N. 001.K/010/RUPS-CDB/2015 dated 2 January 2015, established that effective on 2 January 2015, Mr. Asep Yanyan
Herdiyana who serves as the Director of Human Resources concurrently serves as Director of Operations in connection with the assignment of Mr.
Rachmad Handoko as the Head of the Internal Audit Unit in Indonesia Power.

Kinerja Perusahaan

Company Performance

Kinerja Keuangan Tahun 2013-2014 (Rp miliar)


2013-2014 Financial Performance (Rp billion)
Uraian
Detail

2014

2013

Pertumbuhan
Growth (%)

Total Aset

Total Assets

773.83

744.66

3.92

Pendapatan Usaha

Revenues

575.92

583.12

(1.23)

Beban Usaha

Operating expenses

(494.32)

(565.60)

(12.60)

Laba sebelum Pos Keuangan dan


Lain-Lain

Income before financial and other


items

81.59

17.52

365.70

Laba tahun berjalan dan jumlah laba


komprehensif

Income for the year and total


comprehensive income

25.51

5.10

400.20

Total Aset CDB per 31 Desember 2014 sebesar


Rp773,83 miliar, meningkat 3,92% dibandingkan
tahun 2013, yaitu sebesar Rp744,66 miliar.
Pendapatan Usaha sebesar Rp575,92 miliar, menurun
1,23% dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar
Rp583,12 miliar.

The total asset of CDB as of 31 December 2014 was


Rp773.83 billion, increased by 3.92% compared to
2013, which amounted to Rp744.66 billion. Operating
revenues amounted to Rp575.92 billion, a decrease
of 1.23% compared to 2013 which amounted to
Rp583.12 billion.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

104

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil & Kinerja Entitas Anak Perusahaan, Perusahaan Joint Venture,


Perusahaan Asosiasi dan Entitas Berelasi
The Profile and Performance of Subsidiary Entity, Joint Venture Company,
Associate Company and Related Entity

Beban Usaha sebesar Rp494,32 miliar, menurun


dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar Rp565,60
miliar. Laba Usaha sebesar Rp81,59 miliar, meningkat
365,70% dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar
Rp17,52 miliar. Laba Bersih per 31 Desember 2014
tercatat sebesar Rp25,51 miliar. Meningkatnya
pencapaian laba bersih tahun 2014 dibandingkan
tahun 2013 disebabkan antara lain perbaikan dan
penyempurnaan sistem dan proses bisnis perusahaan
sehingga fungsi pengendalian dapat dilaksanakan
dan berdampak pada penurunan beban bahan bakar
serta pemeliharaan.

Operating expenses amounted to Rp494.32 billion,


a decrease compared to 2013 which amounted to
Rp565.60 billion. Income before Financial and Other
Items amounted to Rp81.59 billion, an increase
of 365.70% compared to 2013 which amounted
to Rp17.52 billion. Income for the year and total
comprehensive income as of 31 December 2014 was
posted at Rp25.51 billion. The increase of the 2014
income for the year and total comprehensive income
compared to 2013 was caused by, among others,
improvement and advancement of the companys
system and process of business, enabling the control
function to be carried out and impacting on the
reduction of fuel and maintenance expenses.

PT Artha Daya
Coalindo

Profil Perusahaan
PT Artha Daya Coalindo (ADC) didirikan pada tanggal
21 Oktober 1997, dengan kepemilikan saham
Indonesia Power sebesar 60%, PT Arthindo Utama
sebesar 20% dan PT Desira Pratama Line sebesar
20%. ADC bergerak dalam bidang usaha trading,
transportasi dan jasa pembongkaran batu bara.
Modal Dasar saat pendirian sebesar Rp2 miliar dan
Modal Disetor sebesar Rp1 miliar dengan komposisi
modal disetor dari Indonesia Power sebesar Rp600
juta, PT Arthindo Utama sebesar Rp200 juta dan
PT Desira Pratama Lines sebesar Rp200 juta.

Company Profile
PT Artha Daya Coalindo (ADC) was established on 21
October 1997, with share ownership of Indonesia
Power by 60%, PT Arthindo Utama by 20% and
PT Desira Pratama Line by 20%. ADC engages in
the trade, transport, and unloading services of coal.
The Authorized Capital at the time of establishment
amounted to Rp2 billion and Paid-Up Capital amounted
to Rp1 billion with the composition of the paid up capital
from Indonesia Power in the amount of Rp600 million,
PT Arthindo Utama in the amount of Rp200 million, and
PT Desira Pratama Lines in the amount of Rp200 million.

Berdasarkan Akta Notaris Siswadji SH No. 1 tanggal 3


Juni 2013, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
surat keputusan No. AHU36943.AH.01.02 tahun
2013 telah disetujui penambahan modal disetor
melalui konversi laba ditahan sebesar Rp14 miliar,
sehingga modal disetor meningkat menjadi sebesar
Rp15 miliar. Sedangkan modal dasar ADC menjadi
sebesar Rp15 miliar.

Based on the Notarial Deed of Siswadji SH No. 1


dated 3 June 2013, which was approved by the
Minister of Justice and Human Rights of the Republic
of Indonesia through the Decree No. AHU36943.
AH.01.02 of 2013, additional paid-in capital through
the conversion of retained earnings amounting to
Rp14 billion was approved, so the paid-up capital
increased to Rp15 billion. While the authorized
capital of ADC amounted to Rp15 billion.

Alamat Perusahaan:
Jl. Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

Company Address:
Jl. Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

105
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Composition of the Board of Commissioners and


Directors

Jabatan | Position

Nama | Name

Masa Jabatan | Term of Office

Dewan Komisaris | Board of Commissioners


Komisaris Utama | President Commissioner

Anggota Komisaris | Member of Commissioner

Roikhan

15 April 2014 - 1 Agustus 2015


15 April 2014 - 1 August 2015

Firman Dini

1 Agustus 2013 - 15 April 2014


1 August 2013 - 15 April 2014

Seta Perdana

1 Agustus 2012 - 1 Agustus 2015


1 August 2012 - 1 August 2015

M. Ihsan Reza Rajasa

1 Agustus 2012 - 1 Agustus 2015


1 August 2012 - 1 August 2015

Direksi | Board of Directors


Direktur Utama | President Director

Djoko Martono

31 Juli 2012 - 31 Juli 2015


31 July 2012 - 31 July 2015

Direktur Keuangan dan Administrasi


Director of Finance and Administration

Hadhy Slamet Riyanto

31 Juli 2012 - 31 Juli 2015


31 July 2012 - 31 July 2015

Direktur Operasi | Director of Operation

Rozano Faizal

31 Juli 2012 - 31 Juli 2015


31 July 2012 - 31 July 2015

Kinerja Perusahaan
Kinerja Keuangan Tahun 2013-2014 (Rp miliar)
2013-2014 Financial Performance (Rp billion)

Total Aset

Total Assets

Pendapatan Usaha

Revenues

Beban Usaha

Operating expenses

Laba sebelum Pos Keuangan dan


Lain-Lain
Laba tahun berjalan dan jumlah laba
komprehensif

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Company Performance

Uraian
Detail

Ikhtisar Utama
Main Highlights

2014

2013

81.74

92.77

Pertumbuhan
Growth (%)
(11.89)

400.26

423.94

(5.59)

(374.15)

(406.70)

(8.00)

Income before financial and other


items

15.86

17.24

(8.00)

Income for the year and total


comprehensive income

10.15

5.36

89.37

Total Aset ADC per 31 Desember 2014 sebesar


Rp81,74 miliar, menurun 11,89% dibandingkan tahun
2013, yaitu sebesar Rp92,77 miliar. Pendapatan Usaha
sebesar Rp400,26 miliar, menurun 5,59% dibandingkan
tahun 2013 yaitu sebesar Rp423,94 miliar, antara lain
disebabkan oleh penurunan volume pasokan batu bara
ADC ke Indonesia Power dari 613 ribu Mton pada tahun
2013 menjadi 507 ribu Mton pada tahun 2014.

Total Assets of ADC as of 31 December 2014 amounted


to Rp81.74 billion, a decrease of 11.89% compared to
2013, which amounted to Rp92.77 billion. Revenues
amounted Rp400.26 billion, a decrease of 5.59%
compared to 2013 which amounted to Rp423.94
billion, partly due to the decrease in the volume of ADC
coal supply to Indonesia Power from 613 thousand
Mton in 2013 to 507 thousand Mton in 2014.

Beban Usaha sebesar Rp374,15 miliar, menurun 8%


dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar Rp406,70
miliar sejalan dengan penurunan pendapatan.
Laba sebelum Pos Keuangan dan Lain-Lain sebesar
Rp15,86 miliar, menurun 8% dibandingkan tahun
2013 yaitu sebesar Rp17,24 miliar. Posisi Laba tahun
berjalan dan jumlah laba komprehensif tahun 2014
tercatat sebesar Rp10,15 miliar, meningkat sebesar
89,37% dibanding tahun 2013 sebesar Rp5,36 miliar

Operating expenses amounted to Rp374.15 billion, a


decrease of 8% compared to 2013 which amounted to
Rp406.70 billion, in line with the decline in revenues.
Income before Financial and Other Items amounted to
Rp15.86 billion, a decrease of 8% compared to 2013
which amounted to Rp17.24 billion. The position of
Income for the year and total comprehensive income in
2014 was posted at Rp10.15 billion, an increase of 89.37%
compared to 2013 which amounted to Rp5.36 billion.

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

106

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil & Kinerja Entitas Anak Perusahaan, Perusahaan Joint Venture,


Perusahaan Asosiasi dan Entitas Berelasi
The Profile and Performance of Subsidiary Entity, Joint Venture Company,
Associate Company and Related Entity

PT Indo
Ridlatama Power

Profil Perusahaan
PT Indo Ridlatama Power (IRP) didirikan pada
tanggal 28 September 2007 dengan Akta No. 211
Notaris Inggrid Lannywaty, SH. IRP didirikan untuk
mengoperasikan PLTU Mulut Tambang 2x27,5 MW
di Kalimantan Timur. IRP telah menandatangani
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase
Agreement) dengan PT PLN (Persero) pada tanggal
30 Oktober 2007 dan dilakukan amandemen untuk
penyesuaian harga jual pada tanggal 2 April 2014.
Financial closing telah terealisasi tanggal 2 Desember
2014 dengan diperolehnya kepastian pendanaan
porsi debt untuk proyek PLTU Kaltim berupa
penandatanganan perjanjian Shareholder Loan dari
Indonesia Power. IRP telah menandatangani kontrak
pekerjaan EPC dan saat ini project sedang melakukan
pekerjaan site development.

Company Profile
PT Indo Ridlatama Power (IRP) was established
on 28 September 2007 with the Notarial Deed of
Inggrid Lannywaty, SH No.211. IRP was established
to operate the Mulut Tambang SPP 2x27.5 MW in
East Kalimantan. IRP has signed a Power Purchase
Agreement with PT PLN (Persero) on 30 October
2007 and made amendments for the adjustment
of selling price on 2 April 2014. Financial closing
was realized on 2 December 2014 by obtaining the
funding certainty debt portion for the Kaltim SPP
in the form of the signing of the Shareholder Loan
from Indonesia Power. IRP has signed an EPC work
contract and currently the project is in the site
development phase.

Modal dasar awal pendirian sebesar Rp192,60 miliar


yaitu Indonesia Power sebesar 55% dan PT Ridlatama
Bangun Mandiri (RBM) sebesar 45%. Pada tanggal
16 Oktober 2014, Indonesia Power menambah
setoran modal sebesar Rp45 miliar untuk kebutuhan
pembayaran uang muka EPC Kontraktor sehingga
posisi modal disetor IRP per 31 Desember 2014
berubah menjadi Rp158,70 miliar dengan komposisi
modal disetor Indonesia Power sebesar Rp137,04
miliar (atau sebesar 86,3%) dan RBM sebesar Rp21,67
miliar (atau sebesar 13,7%).

The Authorized Capital amounted to Rp192.60


billion, 55% by Indonesia Power and 45% by
PT Ridlatama Bangun Mandiri (RBM). On 16 October
2014, Indonesia Power increased its investment by
Rp45 billion for EPC contractor advance payment
requirement, hence that the position of paid-up
capital as of 31 December 2014 IRP became Rp158.70
billion with paid-up capital composition of Indonesia
Power in the amount of Rp137.04 billion (or 86.3%)
and RBM in the amount of Rp21.67 billion (or 13.7%).

Alamat Perusahaan:
Jl. Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

Company Address:
Jl. Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

107
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Composition of the Board of Commissioners and


Directors

Jabatan | Position

Nama | Name

Masa Jabatan | Term of Office

Dewan Komisaris | Board of Commissioners


Komisaris Utama | President Commissioner

Antonius R.T. Artono

25 November 2013 - 21 Mei 2016


25 November 2013 - 21 May 2016

Anggota Komisaris | Member of Commissioner

Benito Maulana Mangkusubroto

25 November 2013 - 21 Mei 2016


25 November 2013 - 21 May 2016

Direksi | Board of Directors


Direktur Utama | President Director

Makmur Marzuki

20 Mei 2013 - 20 Mei 2016


20 May 2013 - 20 May 2016

Direktur Keuangan dan Administrasi


Director of Finance and Administration

Hardiman

20 Mei 2013 - 20 Mei 2016


20 May 2013 - 20 May 2016

Direktur Operasi | Director of Operation

R. Triyono Budi P

Kinerja Perusahaan

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

25 November 2013 - 20 Mei 2016


25 November 2013 - 20 May 2016

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Company Performance

Kinerja Keuangan Tahun 2013-2014 (Rp miliar)


2013-2014 Financial Performance (Rp billion)
Uraian
Detail

2014

2013

158.39

112.27

Pertumbuhan
Growth (%)

Total Aset

Total Assets

Pendapatan Usaha

Revenues

Beban Usaha

Operating expenses

(2.52)

(0.31)

712.90

Laba sebelum Pos Keuangan dan


Lain-Lain

Income before financial and other


items

(2.52)

(0.31)

(712.90)

Laba tahun berjalan dan jumlah laba


komprehensif

Income for the year and total


comprehensive income

2.19

0.27

711.11

41.08
0

Total Aset IRP per 31 Desember 2014 sebesar


Rp158,39 miliar, meningkat 41,08% dibandingkan
tahun 2013 yaitu sebesar Rp112,27 miliar dikarenakan
kontribusi setoran modal dan pekerjaan proyek PLTU
Kaltim yang dibukukan sebagai Pekerjaan Dalam
Pelaksanaan (PDP).

Total assets of IRP as of 31 December 2014 amounted


to Rp158.39 billion, an increase of 41.08% compared
to 2013 which amounted to Rp112.27 billion due to
the contributions of capital payment and work in the
Kaltim SPP project which was recorded as Work In
Implementation (PDP).

IRP belum membukukan pendapatan usaha dengan


status saat ini masih dalam proses Engineering,
Procurement and Construction (EPC) untuk proyek
PLTU Kaltim 2x27,5 MW.

IRP has not posted operating revenues, with the


current status of still in the Engineering, Procurement
and Construction (EPC) process for the SPP Kaltim
2x27,5 MW project.

Beban Usaha sebesar Rp2,52 miliar, meningkat


712,90% dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar
Rp0,31 miliar. Rugi sebelum Pos Keuangan dan
Lain-Lain sebesar Rp2,52 miliar, meningkat 712,90%
dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar Rp0,31
miliar. Posisi Laba tahun berjalan dan jumlah laba
komprehensif tahun 2014 tercatat sebesar Rp2,19
miliar, meningkat sebesar 711,11% dibanding
tahun 2013 sebesar Rp0,27 miliar dikontribusi oleh
pendapatan bunga bank atas penempatan dana
setoran modal IRP dalam bentuk deposito perbankan.

Operating expenses amounted to Rp2.52 billion,


an increase of 712.90% compared to 2013 which
amounted to Rp0.31 billion. Loss before Financial and
Other items amounted to Rp2.52 billion, an increase of
712.90% compared to 2013 which amounted to Rp0.31
billion. The position of Income for the year and total
comprehensive income in 2014 amounted to Rp2.19
billion, an increase of 711.11% compared to 2013
which amounted to Rp0.27 billion, contributed by bank
interest income for placements of IRP capital injection
in the form of bank deposits.

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

108

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil & Kinerja Entitas Anak Perusahaan, Perusahaan Joint Venture,


Perusahaan Asosiasi dan Entitas Berelasi
The Profile and Performance of Subsidiary Entity, Joint Venture Company,
Associate Company and Related Entity

PT Tangkuban
Parahu
Geothermal
Power

Profil Perusahaan
PT Tangkuban Parahu Geothermal Power (TPGP)
Indonesia Power didirikan pada tanggal 1 Oktober
2009 berdasarkan Akta No. 2 Notaris Humberg Lie, SH
dengan kepemilikan saham Indonesia Power sebesar
50% dan Raser Technology Inc sebesar 50%. Raser
Technology Inc selanjutnya berganti nama menjadi
Cyrq Energy Inc berdasarkan Akta No. 2 Notaris Erni
Rohaini, SH tanggal 3 April 2012.

Company Profile
PT Tangkuban Parahu Geothermal Power (TPGP) was
established on 1 October 2009 based on Deed No. 2 of
the Notary Humberg Lie, SH, with Indonesia Powers
share ownership by 50% and Raser Technology Inc.
by 50%. Raser Technology Inc changed its name to
Cyrq Energy Inc. based on Deed No. 2 of the Notary
Erni Rohaini, SH on 3 April 2012.

TPGP didirikan untuk mengoperasikan PLTP


WKP Tangkuban Perahu di Jawa Barat. Lingkup
pengembangan WKP adalah Total Project, yang dimulai
dari pengembangan steam field sampai dengan
pengembangan pembangkit, untuk itu Indonesia
Power bekerja sama dengan Raser Technologies Inc.
yaitu sebuah perusahaan Amerika yang mempunyai
pengalaman di bidang eksplorasi dan eksploitasi panas
bumi dan mempunyai konsesi panas bumi seluas
44.701 Ha. Saat ini proyek sudah memasuki tahap
Pre Feasibility Study eksplorasi slimholes dan coring.

TPGP was established to operate the WKP


Tangkuban Parahu GPP in West Java. The scope of
development of WKP is Total Project, starting from
the development of steam fields up to the power
plant development, to that end, Indonesian Power
cooperates with Raser Technologies Inc. which is an
American company that has experience in the field
of geothermal exploration and exploitation and has
geothermal concessions covering an area of 44.701
Ha. Currently the project has entered the slimholes
and coring Pre Feasibility Study of Exploration stage.

Modal dasar awal pendirian sebesar USD2.800.000


(setara dengan Rp31.864.000.000 dengan kurs
Anggaran Dasar sebesar Rp11.380/USD) dan modal
disetor sebesar USD700.000. Pada tanggal 26
November 2012, Indonesia Power menambah setoran
modal sebesar USD6.600.000 sehingga komposisi
kepemilikan saham berubah yaitu Indonesia Power
sebesar 95,2% dan Cyrq Energy Inc sebesar 4,8%.
Modal dasar dan modal disetor berubah menjadi
USD7.300.000 dengan komposisi modal disetor
Indonesia Power sebesar USD6.950.000 dan Cyrq
Energy Inc sebesar USD350.000.

The initial authorized capital amounted to


USD2,800,000 (equivalent to Rp31,864,000,000
with the exchange rate of the statute of Rp11,380/
USD) and a paid up capital of USD700,000. On
26 November 2012, Indonesia Power increased
its investment by USD6,600,000, changing the
shareholding composition to: Indonesia Power by
95.2% and Cyrq Energy Inc. by 4.8%. The authorized
capital and paid-up changed into USD7,300,000 with
the composition of the paid-up capital of Indonesia
Power in the amount of USD6,950,000 and Cyrq
Energy Inc. In the amount of USD350,000.

Alamat Perusahaan:
Jl. Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

Company Address:
Jl. Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

109
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Composition of the Board of Commissioners and


Directors

Jabatan | Position

Nama | Name

Masa Jabatan | Term of Office

Dewan Komisaris | Board of Commissioners


Komisaris Utama | President Commissioner

Antonius RT Artono

28 Februari 2013 - 28 Februari 2016


28 February 2013 - 28 February 2016

Anggota Komisaris | Member of Commissioner

Sripeni Inten Cahyani

15 April 2014 - 28 Februari 2016


15 April 2014 - 28 February 2016

Firman Dini

28 Februari 2013 - 15 April 2014


28 February 2013 - 15 April 2014

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Nick Goodman

28 Februari 2013 - 28 Februari 2016


28 February 2013 - 28 February 2016

Profil Perusahaan
Company Profile

Sugeng Triyono

28 Februari 2013 - 28 Februari 2016


28 February 2013 - 28 February 2016

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Direksi | Board of Directors


Direktur Utama *) | President Director *)

Ikhtisar Utama
Main Highlights

23 Mei 2014 - 31 Desember 2014 merangkap


sebagai Direktur Operasi
Direktur Keuangan dan Administrasi
Director of Finance and Administration

RM Edi Harianto

Direktur Operasi | Director of Operation

Eko Yuniarto

28 Februari 2013 - 28 Februari 2016


28 February 2013 - 28 February 2016
28 Februari 2013 - 23 Mei 2014
28 February 2013 - 23 May 2014

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

*) Berdasarkan Keputusan RUPS Sirkuler PT TPGP diputuskan Sdr. Sugeng Triyono yang menjabat sebagai Direktur Utama ditugaskan
merangkap sebagai Direktur Operasi PT TPGP mulai tanggal 23 Mei 2014 dikarenakan Sdr. Eko Yuniarto mendapat penugasan dari
Indonesia Power sebagai General Manager UPJP Kamojang.
Based on the Decision of the Circular GMS of PT TPGP, it was decided that Mr. Sugeng Triyono who holds the position of the President
Director to concurrently serve as the Director of Operations of PT TPGP effective on 23 May 2014 due to the appointment of Mr. Eko
Yuniarto by Indonesia Power to be assigned as the General Manager of GGSU Kamojang.

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Kinerja Perusahaan

Company Performance

Kinerja Keuangan Tahun 2013-2014 (Rp miliar)


2013-2014 Financial Performance (Rp billion)
Uraian
Detail

2014

2013

83.52

91.85

Pertumbuhan
Growth (%)

Total Aset

Total Assets

Pendapatan Usaha

Revenues

(9.07)

Beban Usaha

Operating expenses

(1.13)

(0.43)

162.79

Laba sebelum Pos Keuangan dan


Lain-Lain

Income before financial and other


items

(1.13)

(0.43)

(162.79)

Laba tahun berjalan dan jumlah laba


komprehensif

Income for the year and total


comprehensive income

2.36

10.90

(78.35)

Total Aset TPGP per 31 Desember 2014 sebesar Rp83,52


miliar, menurun sebesar 9,07% dibandingkan tahun 2013,
yaitu sebesar Rp91,85 miliar. TPGP belum membukukan
pendapatan usaha, dimana saat ini masih dalam proses
drilling untuk memperoleh sumber panas bumi.

Total Assets of TPGP as of 31 December 2014 amounted


to Rp83.52 billion, a decrease of 9.07% compared to
2013, which amounted to Rp91.85 billion. TPGP has not
posted revenues, in which it is currently in the drilling
process to obtain geothermal resources.

Beban Usaha sebesar Rp1,13 miliar, meningkat 162,79%


dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar Rp0,43 miliar.
Rugi sebelum Pos Keuangan dan Lain-Lain sebesar
Rp1,13 miliar, menurun 162,79% dibandingkan tahun
2013 yaitu sebesar Rp0,43 miliar. Posisi Laba tahun
berjalan dan jumlah laba komprehensif tahun 2014
tercatat sebesar Rp2,36 miliar, menurun sebesar

Operating expenses amounted to Rp1.13 billion,


an increase of 162.79% compared to 2013 which
amounted to Rp0.43 billion. Loss before Financial and
Other Items amounted to Rp1.13 billion, a decrease
of 162.79% compared to 2013 which amounted to
Rp0.43 billion. The position of Income for the year
and total comprehensive income in 2014 amounted

110

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil & Kinerja Entitas Anak Perusahaan, Perusahaan Joint Venture,


Perusahaan Asosiasi dan Entitas Berelasi
The Profile and Performance of Subsidiary Entity, Joint Venture Company,
Associate Company and Related Entity

78,35% dibanding tahun 2013 sebesar Rp10,90 miliar


disebabkan karena menurunnya keuntungan selisih
kurs.

to Rp2.36 billion, a decrease of 78.35% compared to


2013 which amounted to Rp10.90 billion due to the
decrease in foreign exchange gains.

PT Putra
Indotenaga

Profil Perusahaan
PT Putra Indotenaga (PIT) didirikan tanggal 20
Desember 2013 dengan Akta No. 24 Notaris
Muhammad Hanafi, SH. Bidang usaha PIT adalah
penyertaan saham dan kepemilikan (participating
interest) di dalam dan luar negeri, serta kegiatan
usaha lainnya di bidang ketenagalistrikan dan energi.

Company Profile
PT Putra Indotenaga (PIT) was established on 20
December 2013 with Deed No.24 of the Notary
Muhammad Hanafi, SH. PIT business sector is share
inclusion and ownership (participating interest) in
domestic and abroad, also other business activities in
electricity power and energy sector.

Penyertaan saham Indonesia Power sebesar 99,9%


dan 1 lembar saham dimiliki oleh YPK Indonesia Power.
Modal Dasar awal pendirian sebesar Rp574,99 miliar
dan Modal disetor sebesar Rp143.749 miliar.

The inclusion of Indonesia Power share is by 99.9%


and 1 share owned by YPK Indonesia Power. The
authorized capital of the establishment is in the
amount of Rp574.99 billion and the paid-up capital is
in the amount of Rp143,749 billion.

Pada bulan April 2014, Indonesia Power melakukan


inbreng saham PT Rajamandala Electric Power
(REP) kepada PIT sebesar Rp64,17 miliar, sekaligus
mengalihkan kepemilikan Indonesia Power di REP
kepada PIT sehingga REP menjadi cucu perusahaan
Indonesia Power. Pengalihan kepemilikan REP dari
Indonesia Power kepada PIT dikarenakan PIT telah
ditetapkan sebagai unrestricted subsidiary dari PT PLN
(Persero) yang dikeluarkan dari covenant Indenture
Program Global Medium Term Note PT PLN (Persero)
tahun 2011, sehingga atas setiap aksi korporasi REP
tidak dibatasi oleh covenant tersebut, terutama
terkait pendanaan proyek PLTA Rajamandala.

In April 2014, Indonesia Power conducted share input


of PT Rajamandala Electric Power (REP) to PIT in the
amount of Rp64.17 billion, while transferring ownership
of Indonesia Power at REP to PIT, subsequently making
REP a sub-subsidiary company of Indonesia Power. REP
transfer of ownership from Indonesia Power to PIT was
because PIT has been appointed as an unrestricted
subsidiary of PT PLN (Persero) which is excluded from
the covenant Indenture Program Global Medium Term
Note of PT PLN (Persero) in 2011, hence any corporate
actions of REP is not limited by these covenants,
particularly related to the funding of the Rajamandala
hydropower project.

Pada tanggal 4 Juli 2014, Indonesia Power menambah


setoran modal di PIT sebesar Rp17,27 miliar sehingga
modal disetor PIT per 31 Desember 2014 sebesar
Rp225,19 miliar.

On 4 July 2014, Indonesia Power increased its


investment in PIT in the amount of Rp17.27 billion,
increasing the paid-up capital of PIT as of 31
December 2014 to Rp225.19 billion.

Alamat Perusahaan
Jl. Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

Company Address
Jl. Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

111
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Composition of the Board of Commissioners and


Directors

Jabatan | Position

Nama | Name

Masa Jabatan | Term of Office

Dewan Komisaris | Board of Commissioners


Komisaris | Commissioners

Sripeni Inten Cahyani

21 Desember 2013 - 21 Desember 2016


21 December 2013 - 21 December 2016

Direksi | Board of Directors


Direktur | Directors

Hermanugroho

Kinerja Perusahaan

20 Desember 2013 - 20 Desember 2016


20 December 2013 - 20 December 2016

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Company Performance

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Kinerja Keuangan Tahun 2013-2014 (Rp miliar)


2013-2014 Financial Performance (Rp billion)
Uraian
Detail

2014

2013

239.07

143.79

Pertumbuhan
Growth (%)

Total Aset

Total Assets

Pendapatan Usaha

Revenues

Beban Usaha

Operating expenses

(0.57)

(0.06)

850

Laba sebelum Pos Keuangan dan


Lain-Lain

Income before financial and other


items

(0.57)

(0.06)

(850)

Laba tahun berjalan dan jumlah laba


komprehensif

Income for the year and total


comprehensive income

9.06

31.32

66.26

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

(71.07)

Total Aset PIT per 31 Desember 2014 sebesar


Rp239,07 miliar, meningkat sebesar 66,26%
dibandingkan tahun 2013, yaitu sebesar Rp143,79
miliar yang dikontribusi oleh penambahan modal
disetor Indonesia Power kepada PIT, baik melalui
setoran modal tunai maupun inbreng saham.

Total assets of PIT as of 31 December 2014 amounted


to Rp239.07 billion, an increase of 66.26% compared
to 2013, which amounted to Rp143.79 billion which
was contributed by the increase in the capital
of Indonesia Power to PIT, both through capital
contribution in cash or input of shares.

PIT belum membukukan pendapatan usaha, dimana


saat ini masih dalam proses pengusahaan pendanaan
bagi proyek-proyek Indonesia Power.

PIT has not posted revenues, in which it is currently in


the funding process for projects of Indonesia Power.

Beban Usaha sebesar Rp0,57 miliar, meningkat 850%


dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar Rp0,06
miliar. Rugi sebelum Pos Keuangan dan Lain-Lain
sebesar Rp0,57 miliar, menurun 850% dibandingkan
tahun 2013 yaitu sebesar Rp0,06 miliar. Posisi Laba
tahun berjalan dan jumlah laba komprehensif tahun
2014 tercatat sebesar Rp9,06 miliar, dikontribusi
oleh akrual pendapatan bunga shareholder loan yang
diberikan PIT kepada PT Rajamandala Electric Power
serta pendapatan bunga bank. Laba ini menurun
sebesar 71,07% dibanding tahun 2013 sebesar
Rp31,32 miliar disebabkan karena menurunnya
pendapatan bunga bank.

Operating expenses amounted to Rp0.57 billion, an


increase of 850% compared to 2013 which amounted
to Rp0.06 billion. Loss before Financial and Other
Items amounted to Rp0.57 billion, a decrease of
850% compared to 2013 which amounted to Rp0.06
billion. The position of Income for the year and total
comprehensive income in 2014 amounted to Rp9.06
billion, contributed by the accrual of interest income
of shareholder loan given by PIT to PT Rajamandala
Electric Power as well as bank interest income. This
profit decreased by 71.07% compared to 2013 by
Rp31,32 billion due to the decrease in bank interest
income.

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

112

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil & Kinerja Entitas Anak Perusahaan, Perusahaan Joint Venture,


Perusahaan Asosiasi dan Entitas Berelasi
The Profile and Performance of Subsidiary Entity, Joint Venture Company,
Associate Company and Related Entity

Perusahaan Asosiasi
Associate Company

PT Indo Pusaka
Kerau

Profil Perusahaan
PT Indo Pusaka Berau (IPB) didirikan pada tanggal
12 Januari 2005 berdasarkan Akta No. 8 Notaris
Sukawaty Sumady, dengan modal dasar sebesar
Rp247,8 miliar dan komposisi kepemilikan saham
awal pendirian Indonesia Power sebesar 50%,
Pemerintah Kabupaten Berau 35% dan PT Pusaka
Jaya Baru 15%.

Company Profile
PT Indo Pusaka Berau (IPB) was established on
12 January 2005 based on Notarial Deed No.8 of
Sukawaty Sumady, with paid up capital in the amount
of Rp247.8 billion and the initial share composition
of Power establishment by 50%, Berau Local
Government by 35%, and PT Pusaka Jaya Baru by
15%.

IPB mengoperasikan PLTU batu bara Lati Berau 2 x


7 MW untuk penyediaan listrik di sistem kelistrikan
Wilayah Berau Kalimantan Timur dan sebagian kecil
untuk PT Berau Coal.

IPB operates the Lati Berau coal SPP 2 x 7 MW for the


electricity provision in the electricity system in Berau
Region in East Kalimantan and a small portion for
PT Berau Coal.

Sejalan dengan dinamika Perseroan, telah terjadi


perubahan komposisi kepemilikan saham di IPB,
sehingga komposisi modal disetor IPB per 31
Desember 2014 sebagai berikut:

In line with the dynamics of the Company, there has


been a change in the composition of the shareholder
in IPB, therefore the composition of the paid up
capital of IPB as of 31 December 2014 is as follows:

Pemkab Berau sebesar Rp65,11 miliar (49,48%),


Indonesia Power sebesar Rp61,95 miliar(46,53%)
dan Pusaka Jaya Baru sebesar Rp5,31 miliar (3,99%)
dengan total modal disetor sebesar Rp133,15 miliar.

Berau regency government in the amount of of


Rp65.11 billion (49.48%), Indonesia Power in the
amount of Rp61.95 billion (46.53%) and Pusaka Jaya
Baru in the amount of Rp5.31 billion (3.99%) with total
paid up capital in the amount of Rp133.15 billion.

Alamat Perusahaan
Jl. H. Isa II No. 223 Tanjung Redeb - Berau 77351
Kalimantan Timur
Fax: +62 554 2027001/2027002 Telepon: +62 554
2027003

Company Address
Jl. H. Isa II No. 223 Tanjung Redeb - Berau 77351
Kalimantan Timur
Fax: +62 554 2027001/2027002 Phone: +62 554
2027003

113
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Composition of the Board of Commissioners and


Directors

Jabatan | Position

Nama | Name

Masa Jabatan | Term of Office

Dewan Komisaris | Board of Commissioners


Komisaris Utama | President Commissioner

Dewi Sri Wahyunie

9 Oktober 2012 - 9 Oktober 2015


9 October 2012 - 9 October 2015

Anggota Komisaris | Member of Commissioner

Syamsul Abidin

22 Desember 2014 - 9 Oktober 2015


22 December 2014 - 9 October 2015

Guntoro

9 Oktober 2012 - 22 Desember 2014


9 October 2012 - 22 December 2014

Suparno Kasim

9 Oktober 2012 - 22 Desember 2014


9 October 2012 - 22 December 2014

Direksi | Board of Directors


Direktur Utama | President Director

Chairuddin Noor

2 Januari 2013 - 2 Januari 2016


2 January 2013 - 2 January 2016

Direktur Keuangan dan Administrasi


Director of Finance and Administration

Sumedianto

2 Januari 2013 - 2 Januari 2016


2 January 2013 - 2 January 2016

Kinerja Perusahaan

Company Performance

2013-2014 Financial Performance (Rp billion)

Total Aset

Total Assets

Pendapatan Usaha

Revenues

Beban Usaha

Operating expenses

Laba sebelum Pos Keuangan dan


Lain-Lain
Laba tahun berjalan dan jumlah laba
komprehensif

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Kinerja Keuangan Tahun 2013-2014 (Rp miliar)


Uraian
Detail

Ikhtisar Utama
Main Highlights

2014

2013

281.71

234.91

Pertumbuhan
Growth (%)
19.92

85.42

72.05

18.55

(58.43)

(50.86)

14.88

Income before financial and other


items

26.99

21.19

27.37

Income for the year and total


comprehensive income

16.76

14.61

14.72

Total Aset IPB per 31 Desember 2014 sebesar Rp281,71


miliar, meningkat 19,92% dibandingkan tahun 2013,
yaitu sebesar Rp234,91 miliar. Peningkatan aset
disebabkan telah beroperasinya turbin unit 3 PLTU Lati,
yang telah masuk sistim kelistrikan sejak Desember 2014.

Total Assets of IPB as of 31 December 2014 amounted


to Rp281.71 billion, an increase of 19.92% compared
to 2013, which amounted to Rp234.91 billion. The
increase in assets is due to the operation of turbine
unit 3 Lati SPP, which had entered the electrical system
since December 2014.

Pendapatan Usaha sebesar Rp85,42 miliar, meningkat


18,55% dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar Rp72,05
miliar, meningkatnya Pendapatan Usaha disebabkan oleh
peningkatan penjualan KWh dari 108,696 MWh tahun 2013
menjadi 116,71 MWh di tahun 2014 dan kenaikan harga jual
listrik/KWh.

Revenues amounted to Rp85.42 billion, an increase of


18.55% compared to 2013 which amounted to Rp72.05
billion, the increase in Operating Revenues is due to
increased of KWh sales from 108,696 MWh in 2013 to
116,71 MWh in 2014 and the increase in the price of
electricity/KWh.

Beban Usaha sebesar Rp58,43 miliar, meningkat sebesar


14,88 % dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar Rp50,86
miliar. Laba sebelum Pos Keuangan dan Lain-Lain sebesar
Rp26,99 miliar, meningkat sebesar 27,37% dibandingkan
tahun 2013 yaitu sebesar Rp21,19 miliar. Laba tahun
berjalan dan jumlah laba komprehensif tahun 2014
tercatat sebesar Rp16,76 miliar, meningkat sebesar 14,72
% dibanding tahun 2013 sebesar Rp14,61 miliar.

Operating expenses amounted to Rp58.43 billion, an


increase of 14.88% compared to 2013 which amounted
to Rp50.86 billion. Profit before Financial and Other
Items amounted to Rp26.99 billion, an increase of
27.37% compared to 2013 which amounted to Rp21.19
billion. Income for the year and total comprehensive
income in 2014 was posted at Rp16.76 billion, an increase
of 14.72% compared to 2013 at Rp14.61 billion.

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

114

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Profil & Kinerja Entitas Anak Perusahaan, Perusahaan Joint Venture,


Perusahaan Asosiasi dan Entitas Berelasi
The Profile and Performance of Subsidiary Entity, Joint Venture Company,
Associate Company and Related Entity

Perusahaan Patungan
Joint Venture Company

PT Perta Daya
Gas

Profil Perusahaan
PT Perta Daya Gas (PDG) didirikan di Jakarta tanggal
26 April 2012 berdasarkan Akta Notaris Marianne
Vincentia Hamdani, SH. PDG bergerak dalam
bidang jasa pengangkutan LNG di darat dan di laut,
penyimpanan dan regasifikasi LNG, serta usaha lain
terkait industri gas bumi. Komposisi kepemilikan
PDG adalah Indonesia Power sebesar 35% dan
PT Pertagas sebesar 65%. Modal dasar pada saat
pendirian sebesar Rp100 miliar telah 100% disetor
yaitu PT Pertagas sebesar Rp65 miliar dan Indonesia
Power sebesar Rp35 miliar.

Company Profile
PT Perta Daya Gas (PDG) was established in Jakarta
on 26 April 2012 based on the Deed of Notary
Marianne Vincentia Hamdani, SH. PDG engages
in LNG transportation by land or sea, LNG storing
and regasification and other business related with
geothermal industry. PDG ownership composition
is, Indonesia Power by 35% and PT Pertagas by 65%.
The paid up capital in the initial establishment of the
company was in the amount of Rp100 billion, and
paid-up 100% namely by PT Pertagas in the amount
of Rp65 billion and by Indonesia Power in the amount
of Rp35 billion.

Alamat Perusahaan
Gedung Patra Jasa Lt. 2 Jl. Gatot Subroto Kav 32-34
Jakarta

Company Address
Gedung Patra Jasa 2nd Floor Jl. Gatot Subroto Kav 3234 Jakarta

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Composition of the Board of Commissioners and


Directors

Jabatan | Position

Nama | Name

Masa Jabatan | Term of Office

Dewan Komisaris | Board of Commissioners


Komisaris Utama | President Commissioner

Antonius RT Artono
Dewi Sri Wahyuni

Anggota Komisaris | Member of Commissioner

Ahmad Kudus

30 April 2014 - 30 April 2018


30 April 2014 - 30 April 2018
10 September 2012 - 30 April 2014
10 September 2012 - 30 April 2014
30 April 2014 - 30 April 2018
30 April 2014 - 30 April 2018

Direksi | Board of Directors


Direktur Utama | President Director

Kurniawan Rahardjo

Direktur Keuangan dan Administrasi


Director of Finance and Administration

Maria Sri Julianti

Direktur Operasi | Director of Operation

Razli

10 September 2013 - 10 September 2017


10 September 2013 - 10 September 2017
26 April 2012 - 26 April 2016
26 April 2012 - 26 April 2016
1 Mei 2013 - 1 Mei 2016
1 May 2013 - 1 May 2016

115
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Company Performance

Kinerja Perusahaan
Kinerja Keuangan Tahun 2013-2014 (Rp Miliar)
2013-2014 Financial Performance (Rp Billion)
Uraian
Detail

2014

2013

730.77

773.11

20.18

Pertumbuhan
Growth (%)

Total Aset

Total Assets

Pendapatan Usaha

Revenues

Beban Usaha

Operating expenses

(56.42)

(11.11)

407.83

Laba sebelum Pos Keuangan dan


Lain-Lain

Income before financial and other


items

(36.24)

(11.11)

(226.19)

Laba tahun berjalan dan jumlah laba


komprehensif

Income for the year and total


comprehensive income

(68.94)

(64.90)

(6.22)

Ikhtisar Utama
Main Highlights

-5.48
100

Total Aset PDG per 31 Desember 2014 sebesar


Rp730,77 miliar, menurun 5,48% dibandingkan 2013
yaitu Rp773,11 miliar, atas depresiasi aset tetap CNG
Plant Tambak Lorok yang telah beroperasinya sejak
Mei 2014 untuk memasok kebutuhan gas PLTGU
Tambak Lorok Semarang pada saat beban puncak.

Total Assets of PDG as of 31 December 2014


amounted to Rp730.77 billion, a decrease of 5.48%
compared to 2013, which amounted to Rp773.11
billion, due to the depreciation of fixed assets of
the Tambak Lorok CNG Plant which have been in
operation since May 2014 to supply the gas needs of
PLTGU Tambak Lorok Semarang at peak load.

PDG membukukan Pendapatan Usaha pada


tahun 2014 sebesar Rp20,18 miliar karena telah
beroperasinya CNG Plant Tambak Lorok pada
tanggal 30 Mei 2014. Pada tahun 2013, PDG belum
membukukan Pendapatan Usaha karena masih dalam
progres pembangunan CNG Plant.

PDG posted Operating Revenues in the amount of


Rp20.18 billion in 2014 due to the operations of the
Tambak Lorok CNG Plant on 30 May 2014. In 2013,
PDG has not posted Operating Revenues because it
is still in the construction process of the CNG Plant.

Beban Usaha sebesar Rp56,42 miliar, meningkat


sebesar 407,83 % dibandingkan tahun 2013 yaitu
sebesar Rp11,11 miliar terutama dikontribusi oleh
beban depresiasi atas CNG Plant. Rugi sebelum Pos
Keuangan dan Lain-Lain sebesar Rp36,24 miliar,
menurun sebesar 226,19% dibandingkan tahun 2013
yaitu sebesar Rp11,11 miliar. Rugi tahun berjalan
dan jumlah laba komprehensif tahun 2014 tercatat
sebesar Rp68,94 miliar, menurun sebesar 6,22 %
dibanding tahun 2013 sebesar Rp64,90 miliar yang
disebabkan oleh kerugian selisih kurs dan beban
bunga Shareholder Loan kepada Pemegang Saham.

Operating expenses amounted to Rp56.42 billion,


an increase of 407.83% compared to 2013 which
amounted to Rp11.11 billion, mainly contributed
by the depreciation expense of the CNG Plant. Loss
before Financial and Other Items in the amount of
Rp36.24 billion, a decrease of 226.19% compared
to 2013 which amounted to Rp11.11 billion. Loss for
the year and total comprehensive income in 2014
was Rp68.94 billion, a decrease of 6.22% compared
to 2013 which amounted to Rp64.90 billion due to
foreign exchange losses and interest expense of
Shareholder Loan to Shareholders.

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

116

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Aksi Korporasi
Corporate Action
A

Pengalihan Anak Perusahaan ke PT Putra Indotenaga


The Transfer of Subsidiary to PT Putra Indotenaga

PT Rajamandala
Electric Power

Profil Perusahaan
Kerjasama antara Indonesia Power dengan Kansai
Electric Power Co. dalam rangka pengembangan proyek
PLTA Rajamandala dengan pendanaan direncanakan
dari Japan Bank for International Cooperation
(JBIC). Sebagai tindak lanjut, PT Rajamandala Electric
Power (REP) dibentuk sebagai Perusahaan Patungan
antara Indonesia Power dengan Kansai. REP telah
mendatangani kontrak pekerjaan EPC. Saat ini project
sedang melakukan pekerjaan site development.

Company Profile
The cooperation between Indonesia Power with
Kansai Electric Power Co. to develop the Rajamandala
hydropower project with the funding planned from
Japan Bank for International Cooperation (JBIC). As a
follow up, PT Rajamandala Electric Power (REP) was
established as a Joint Venture company between
Indonesia Power and Kansai. REP has signed an EPC
work contract. Currently the project is in the site
development phase.

PT Rajamandala Electric Power (REP) didirikan


berdasarkan Akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No.
04 tanggal 14 Februari 2012. REP didirikan untuk
mengoperasikan PLTA Rajamandala di Jawa Barat.

PT Rajamandala Electric Power (REP) was established


based on the Notarial Deed No. 04 of Lenny Janis Ishak, SH
dated 14 February 2012. REP was established to operate
the Rajamandala hydropower plant in West Java.

Awal pendirian REP dimiliki oleh Indonesia Power sebesar


51% dan KPIC Netherland BV sebesar 49%. Modal
dasar awal pendirian sebesar USD2.000.000 meningkat
menjadi USD35.000.000. Modal disetor awal pendirian
sebesar USD2.000.000, kemudian dilakukan penyetoran
modal secara bertahap menjadi USD10.000.000 pada
4 Oktober 2012 dan menjadi sebesar USD14.000.000
pada 4 Desember 2013, dengan porsi Indonesia Power
sebesar USD7.140.000 (51%) dan KPIC Netherland BV
sebesar USD6.860.000 (49%).

The early establishment of REP was owned by


Indonesia Power by 51% and KPIC Netherland BV by
49%. The establishment of start-up capital amounted
to USD2,000,000 and increased to USD35,000,000.
The establishment paid-up capital amounted to
USD2,000,000, then a gradual capital injection was
conducted to USD 10,000,000 on 4 October 2012
and became USD14,000,000 on 4 December 2013,
the portion of Indonesian Power amounted to
USD7,140,000 Power (51%) and the portion of KPIC
Netherland BV amounted to USD6,860,000 (49%).

Pada bulan April 2014, Indonesia Power mengalihkan


kepemilikan di REP kepada PT Putra Indotenaga (PIT)
yang merupakan anak perusahaan Indonesia Power
yang telah ditetapkan sebagai unrestricted subsidiary
PT PLN (Persero). Pengalihan ini ditujukan untuk
memfasilitasi REP dalam memperoleh pendanaan dari
JBIC untuk proyek PLTA Rajamandala. Dan berdasarkan
SK Menkumham RI No. AHU-02645.40.21.2014 tanggal
21 Mei 2014, REP telah sah menjadi anak perusahaan PIT.

In April 2014, Indonesia Power transferred the ownership


of REP to PT Putra Indotenaga (PIT) which is a subsidiary
of Indonesia Power, which has been appointed as an
unrestricted subsidiary of PT PLN (Persero). The transfer
is intended to facilitate the REP in obtaining financing
from JBIC for the Rajamandala hydropower project.
And based on the Decree of the Minister of Justice and
Human Rights No. AHU-02645.40.21.2014 dated 21 May
2014, REP has legitimately become a subsidiary of PIT.

Alamat Perusahaan:
Wisma PMI Lantai 2 Jl. Wijaya I No.63
Kebayoran Baru - Jakarta Selatan Jakarta 12170

Company Address:
Wisma PMI 2nd Floor Jl. Wijaya I No.63
Kebayoran Baru - Jakarta Selatan Jakarta 12170

117
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Composition of the Board of Commissioners and


Directors

Jabatan | Position

Nama | Name

Masa Jabatan | Term of Office

Dewan Komisaris | Board of Commissioners


Komisaris Utama | President Commissioner

Ichiro Suetsugu

Anggota Komisaris | Member of Commissioner

Eri Prabowo

14 Februari 2012 - 14 Februari 2015


14 February 2012 - 14 February 2015
21 April 2014 - 14 Februari 2015
21 April 2014 - 14 February 2015

Mustiko Bawono

1 Agustus 2012 - 21 April 2014


1 August 2012 - 21 April 2014

Direksi | Board of Directors


Presiden Direktur | President Director

Bambang Priyambodo

14 Februari 2012 - 14 Februari 2015


14 February 2012 - 14 February 2015

Direktur | Director

Yudianto Permono

14 Februari 2012 - 14 Februari 2015


14 February 2012 - 14 February 2015

Tomihiko Oishi

14 Februari 2012 - 14 Februari 2015


14 February 2012 - 14 February 2015

Takashi Shimada

14 Februari 2012 - 14 Februari 2015


14 February 2012 - 14 February 2015

Berdasarkan Keputusan RUPS Sirkuler PT REP tanggal


16 Februari 2015 telah dilakukan penetapan Susunan
Dewan Komisaris dan Direksi baru PT REP sebagai
berikut:
Jabatan | Position

Based on the Decision of the Circular GMS of PT REP


dated 16 February 2015, the determination of the
new composition of the Board of Commissioners and
Directors has been conducted as follows:
Nama | Name

Masa Jabatan | Term of Office

Komisaris Utama | President Commissioner

Yoshihiro Takechi

15 Februari 2015 - 15 Februari 2018


15 February 2015 - 15 February 2018

Anggota Komisaris | Member of Commissioner

Eri Prabowo

15 Februari 2015 - 15 Februari 2018


15 February 2015 - 15 February 2018

Presiden Direktur | President Director

Basuki Setiawan

14 Februari 2015 - 14 Februari 2018


14 February 2015 - 14 February 2018

Direktur | Director

Yudianto Permono

14 Februari 2015 - 14 Februari 2018


14 February 2015 - 14 February 2018

Hideo Takenaka

14 Februari 2015 - 14 Februari 2018


14 February 2015 - 14 February 2018

Takashi Shimada

14 Februari 2015 - 14 Februari 2018


14 February 2015 - 14 February 2018

Direksi | Board of Directors

Company Performance

Kinerja Keuangan Tahun 2013-2014 (Rp miliar)


2013-2014 Financial Performance (Rp billion)
Uraian
Detail

2014

2013

Pertumbuhan
Growth (%)

Total Aset

Total Assets

37,416,893

12,111,925

Pendapatan Usaha

Revenues

25,525,549

100

Beban Usaha

Operating expenses

(25,525,549)

100

Laba sebelum Pos Keuangan dan


Lain-Lain

Income before financial and other


items

Laba tahun berjalan dan jumlah laba


komprehensif

Income for the year and total


comprehensive income

Total Aset REP per 31 Desember 2014 sebesar USD


37.416.893, meningkat 208,93% dibandingkan tahun
2013 sebesar USD 12.111.925. Peningkatan aset berasal

0
(296)

(66,337)

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Dewan Komisaris | Board of Commissioners

Kinerja Perusahaan

Ikhtisar Utama
Main Highlights

208.93

99.55

Total Assets of REP as of 31 December 2014 amounted


to USD 37,416,893, an increase of 208.93% compared
to 2013 which amounted to USD12,111,925. The

PT Indonesia Power

118

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Aksi Korporasi
Corporate Action

dari Pekerjaan Dalam Pelaksanaan (PDP) dikarenakan


status REP saat ini masih dalam tahapan EPC konstruksi.
Pada tanggal 18 Agustus 2014, REP telah pemenuhan
financial closing untuk pendanaan dari Japan Bank for
International Cooperation (JBIC) dan Mizuho Bank,
sekaligus dilakukannya pencairan pertama pinjaman
oleh Lenders sebesar USD20.000.000.

increase in assets derived from Jobs In Implementation


(PDP) because the status of REP is still in the EPC
construction stage. On 18 August 2014, REP fulfilled
the financial closing for the funding from Japan Bank
for International Cooperation (JBIC) and Mizuho Bank,
as well as the first disbursement of the loan by Lenders
in the amount of USD20,000,000.

Mulai tanggal 1 Januari 2014, REP menggunakan mata


uang USD dalam penyajian laporan keuangannya dan
telah mengikuti ketentuan ISAK 16 tentang Perjanjian
Konsesi sebagai dasar pengakuan pendapatan usaha
sebelum COD, karena REP telah menandatangani PPA
dengan PT PLN (Persero) sejak Agustus 2013.

Effective on 1 January 2014, REP uses the USD currency


in the presentation of its financial statements and has
followed the provisions of ISAK 16 on the Concession
Agreement as the basis for the recognition of revenue
before COD, because the REP has signed a PPA with
PT PLN (Persero) since August 2013.

Pelepasan Saham Anak Perusahaan


Divestment of Subsidiary

PT Rekadaya
Elektrika

Profil Perusahaan
Didirikan pada tanggal 20 Oktober 2000 dengan
nama PT Delta Rekadaya Mandiri dan berubah nama
menjadi PT Rekadaya Elektrika (RE) pada tanggal 29
September 2003, berdomisili di Jakarta, bergerak di
bidang Engineering, Procurement and Construction
(EPC) pada sektor ketenagalistrikan.

Company Profile
Established on 20 October 2000 under the name of
PT Delta Rekadaya Mandiri and changed its name to
PT Rekadaya Elektrika (RE) on 9 September 2003,
domiciled in Jakarta, engaged in the Engineering,
Procurement and Construction (EPC) field in the
electricity sector.

Komposisi Kepemilikan saham Indonesia Power


sebelum pelepasan saham sebesar 6,47%,
PT Pembangkitan Jawa Bali sebesar 91,79%,
PT Rekayasa Industri sebesar 1,26%, PT PLN Batam
sebesar 0,42% dan YPK PT PLN sebesar 0,06%.

Indonesia Powers shareholding composition prior


to the divestment was 6.47%, PT Pembangkitan
Jawa Bali by 91.79%, PT Rekayasa Industri by 1.26%,
PT PLN Batam by 0.42%, and YPK PT PLN by 0.06%.

Pada tanggal 17 Maret 2014 dilaksanakan RUPS


Luar Biasa RE dengan agenda pengalihan hak atas
saham Indonesia Power sebesar 6,47% dengan cara
penjualan kepada PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB)
pada nilai par. Berdasarkan SK Menkumham RI No.
AHU-05500.40.22.2014 tanggal 30 April 20014,
telah disahkan pengalihan hak atas saham RE dari
Indonesia Power kepada PJB sehingga RE tidak lagi
menjadi perusahaan asosiasi Indonesia Power.

On 17 March 2014 the Extraordinary GMS of RE was


held with the agenda to transfer the rights of shares
of PT Indonesia Power of 6.47% by way of sale to
PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) at par value.
Based on the Decree of the Minister of Justice and
Human Rights No. AHU-05500.40.22.2014 dated 30
April 2014, the transfer of rights of RE shares from
Indonesia Power to PJB was approved, thus RE is no
longer an associate company of Indonesia Power.

Alamat Perusahaan
Gedung Bank Mandiri Lt. 6
Jl. Tanjung Karang No.3-4A Jakarta

Company Address
Gedung Bank Mandiri 6th Floor
Jl. Tanjung Karang No.3-4A Jakarta

119
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Lembaga Profesi
Penunjang Perusahaan
Company Supporting Profession Institution
Keterangan
Remark

Nama Lembaga/Perusahaan
Nameof Institution/Company

Kantor Akuntan Publik


Public Accountant Office

Tanudiredja, Wibisana dan Rekan (Price Waterhouse


Coopers)

Alamat
Address
Plaza 89, Jl. HR Rasuna Said
Kav. X-7 No. 6 Jakarta 12940
Telp: +62 21 5212901
Fax: +62 21 52905555
www.pwc.com/id

Konsultan Hukum
Legal Consultant

Nahr Murdono Law Office

Wisma Metropolitan II Lt.6


Jl. Jend Sudirman Kav. 2 Jakarta 12920
Telp: +62 21 30048038 Fax: +62 21 30048039

Konsultan Hukum
Legal Consultant

Hadiputranto, Hadinoto & Partners (HHP)

The Indonesia Stock Exchange Building,


Tower II, 21st Floor, Sudirman Central
Business District Jl. Jendral Sudirman
Kav 52-53 Jakarta 12190, Indonesia
Tel: +62 21 5155090/91/92/93
Fax: +62 21 5154840/45/50/55

Konsultan Hukum
Legal Consultant

Notaris
Notary

Linklaters

Lenny Janis Ishak, SH

Linklaters Singapore Pte. Ltd.


One George Street #17-01
Singapore 049145
Telephone: (65) 6692 5700
Fax (65) 6692 5708
www.linklaters.com/Locations/Pages/Singapore
Graha MIK Lantai 5 Jl. Hang Lekir IX No.1,
Jakarta 12120 Telp: +62 21 7221077
Fax: +62 21 7233855

Lembaga Pemerintah
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa
Governmental Institution Pemerintah (LKPP)
National Public Procurement Agency

Gedung SMESCO UKM Lt. 8 Jl. Gatot Subroto


Kav 94 Jakarta - 12780; Tel: 021-7991025
Fax: 021-7996033/021-7991125

Konsultan GCG
GCG Consultant

MUC Consulting

MUC Building; Jl. TB Simatupang No 15


Tanjung Barat - Jakarta Selatan 12530
Tel: 021 7884 1036 Fax: 0217884 1035

Komisi Pengawas
Supervisory Committee

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU)


The Commission for the supervision of Business
Competition

Jl. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 Indonesia


Telepon: 62-21-350 7015, 350 7016,
350 7043 Fax: 62-21-350 7008

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

120

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Peta Wilayah Operasional


Indonesia Power
Work Area of Indonesia Power

Kantor Pusat
Head Office
Jl. Jenderal Gatot
Subroto Kav. 18
Jakarta

UP
UJH
UJP
UPJP

: Unit Pembangkitan
: Unit Jasa Pemeliharaan
: Unit Jasa Pembangkitan
: Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan

GU
MSU
GSU
GGSU

: Generating Unit
: Maintenance Service Unit
: Generating Service Unit
: Generating and Generating Service Unit

PLTA
PLTU
PLTD
PLTP
PLTM
PLTG
PLTGU

: Pembangkit Listrik Tenaga Air


: Pembangkit Listrik Tenaga Uap
: Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
: Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro
: Pembangkit Listrik Tenaga Gas
: Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap

HPP
SPP
DPP
GPP
MPP
GTPP
CPP

: Hydro Power Plant


: Steam Power Plant
: Diesel Power Plant
: Geothermal Power Plant
: Mini Hydro Power Plant
: Gas Turbine Power Plant
: Combined Cycle Power Plant

Unit Pembangkitan, Pemeliharaan

Anak Perusahaan

Electricity Generating Unit, Maintenance

3,400.00 MW 1,348.08 MW

Subsidiaries

375.00 MW

797.37 MW

2 x 27.5 MW

110 MW

PLTU | SPP
Kaltim
Kalimantan Timur
East Kalimantan

PLTP | GPP
Tangkuban
Parahau
Bandung

UP | GU
Suralaya
(PLTU) | (SPP)
Merak, Banten

UPJP | GGSU
Priok
(PLTG, PLTGU)
(GTPP, CPP)
Priok
DKI Jakarta

UP | GU
Kamojang
(PLTP) | (GPP)
Garut
Jawa Barat
West Java

UP | GU
Saguling
(PLTA) | (HPP)
Bandung
Jawa Barat
West Java

309.75 MW

1,408.93 MW

864.08 MW

381.63 MW

2 x 7 MW

47 MW

UP | GU
Mrica
(PLTA) | (HPP)
Banjarnegara
Jawa Tengah
Central Java

UP | GU
Semarang
(PLTG) | (GTPP)
Semarang
Jawa Tengah
Central Java

UP | GU
Perak Grati
(PLTG, PLTGU)
(GTPP, CPP)
Surabaya
Jawa Timur
East Java

UPJP | GGSU
Bali
(PLTG, PLTD)
(GTPP, DPP)
Pesanggaran
Bali

PLTU | SPP
Lati
Berau

PLTA | HPP
Rajamandala
Padalarang
Bandung

UJH | MSU
KS Tubun
DKI Jakarta

121
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Proyek Pengembangan
Development Project

2 x 1.5 MW

3 x 3.30 MW

2 x 4.00 MW

200 MW

50 MW

30 MW

PLTM | MPP
Gunung Wugul
Banjarnegara
Jawa Tengah
Central Java

PLTM | MPP
Harjosari
Pekalongan
Jawa Tengah
Central Java

PLTM | MPP
Lambur
Pekalongan
Jawa Tengah
Central Java

PLTD | DPP
Gas
Pesanggaran Bali

PLTD | DPP
MFO
Pesanggaran Bali

PLTD | DPP
MFO
Pesanggaran Bali

1 x 18 MW

1 x 45 MW

1 x 18 MW

PLTG | GTPP
Payo Selincah
Jambi

PLTG | GTPP
Indralaya
Sumatera Selatan
South Sumatera

PLTG | GTPP
Keramasan
Sumatera Selatan
South Sumatera

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

UJP | GSU

Pangkalan Susu
Sumatera Utara
North Sumatera

Jasa O & M

O & M Services

3 x 25 MW

4 x 2.5 MW

2 x 7 MW

2 x 50 MW

2 x 7 MW

2 x 10 MW

PLTU | SPP
Jeranjang
Lombok

PLTP | GPP
Ulumbu
Nusa Tenggara
Timur

PLTU | SPP
Kaltim
Berau

PLTU | SPP
Barru
Sulawesi Selatan
South Sulawesi

PLTU | SPP
Ambon
Maluku

PLTU | SPP
Haultecamp
Jayapura

1 x 625 MW

2 x 300 MW

3 x 315 MW

740 MW

3 x 350 MW

1 x 660 MW

UJP | GSU
Banten 1
Suralaya, Banten

UJP | GSU
Banten 2
Labuan, Banten

UJP | GSU
Banten 3
Lontar, Banten

PLTGU | CPP
Priok Blok 3
Priok, DKI Jakarta

UJP | GSU
Jawa Barat 2
Palabuhan Ratu
Jawa Barat
West Java

UJP | GSU
Jawa Tengah 2
Central Java 2
Adipala, Cilacap

122

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

123
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Management Discussion and Analysis

Analisa dan Pembahasan


Manajemen

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Dalam penyedia jasa O&M, Indonesia


Power telah mengelola pembangkit milik
PLN dengan kapasitas sebesar 5.259 MW.
In the provision of O&M services, Indonesia Power managed
a number of power plants owned by PLN with total capacity
of 5,259 MW.

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

6.1%

57 Juta Pelanggan >> Tahun 2014, pelanggan PLN naik


6,1% menjadi 57 juta pelanggan.
57 Million Customers >> In 2014, customers of PLN
grew by 6.1% to 57 million customers.

124

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Industri dan

Prospek Usaha
Industrial Review and Business Prospect

Kapasitas terpasang pembangkit PLN


dan IPP di Indonesia pada tahun 2014
telah mencapai 43.457 MW.
Total installed capacity of power plants owned
by PLN and IPPs in Indonesia has reached
43,457 MW by 2014.

Perekonomian Nasional

National Economy

Produk Domestik Bruto


Kinerja perekonomian nasional dapat dilihat dari
pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
Pada tahun 2014, data Badan Pusat Statistik
menyebutkan bahwa PDB Indonesia tumbuh
5,02% (year on year). Pertumbuhan tersebut
mengalami perlambatan jika dibandingkan tahun
2013 yang tumbuh 5,58%. Bahkan dalam lima
tahun terakhir, PDB tahun 2014 merupakan yang
terendah.

Gross Domestic Product


The performance of the national economy can be
represented by the growth of the Gross Domestic
Product (GDP). In 2014, based on data from the
Central Statistics Agency, Indonesias GDP grew
by 5.02% (year on year). This growth rate was
slower compared to 5.58% in 2013. GDP growth
in 2014 was also the lowest level recorded during
the last five-year period.

84.4%
Realisasi rasio elektrifikasi
pada tahun 2014 mencapai
84,4%, melebihi target
yang sebesar 81,5%.
The electrification ratio
in 2014 was recorded at
84.4%, higher than the
target at 81.5%.

125
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Pertumbuhan PDB Nasional


National GDP Growth

Inflasi Tahunan 2014


Annual Inflation 2014

Pertumbuhan Penjualan Listrik


PT PLN (Persero)
Growth of Electricity Sales by
PT PLN (Persero)

5.02%

8.36%

6.3%
Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Grafik Pertumbuhan Ekonomi 2010-2014


Graph of Economy Growth 2010-2014

5.02

2014

5.58

2013

6.03

6.17

2012

2011

6.38

2010

Sumber | Source: Badan Pusat Statistik tahun 2014

PT Indonesia Power

126

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Industri dan Prospek Usaha


Industrial Review and Business Prospect

Nilai Tukar Mata Uang


Pada tahun 2014, berdasarkan data yang diterbitkan
Kementerian
Keuangan
Republik
Indonesia,
realisasi nilai tukar rupiah rata-rata berkisar pada
Rp11.878 perdolar dolar Amerika Serikat (AS).
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, dari
sisi internal antara lain dipengaruhi oleh defisit
neraca pembayaran. Sedangkan dari sisi eksternal, di
antaranya dipengaruhi rencana kenaikan suku bunga
di Amerika.

Currency Exchange Rate


In 2014, based on data released by the Ministry of
Finance of the Republic of Indonesia, the average
Rupiah exchange rate was around Rp11,878 per US
Dollar. The depreciation of the Rupiah against the US
Dollar was caused by, among other, internal impact
from the deficit in the current account balance, as
well as external impact from the planned increase of
interest rates in the United States.

Inflasi
Pada awal tahun 2014 tingkat inflasi nasional berada
di posisi 8,22%, sedangkan di akhir tahun bergerak
mencapai level 8,36%. Laju inflasi yang masih tinggi
ini, berpotensi menciptakan kondisi kurang baik
pada dunia usaha termasuk Perusahaan, karena akan
mempengaruhi biaya operasional.

Inflation
Early in 2014, the national inflation rate was recorded
at 8.22%, and moved to 8.36% by the end of the
year. The high inflation rate created an unfavorable
condition for businesses, including for the Company,
as it impacted on operational costs.

Inflasi Indonesia Tahun 2013-2014 (%):


Inflation in Indonesia in 2013-2014 (%):
2014

2013

Inflasi Tertinggi

Highest Inflation

8.36%

8.79%

Inflasi Terendah

Lowest Inflation

3.99%

4.57%

Inflasi Awal Tahun

Early Year Inflation

8.22%

4.57%

Inflasi Akhir Tahun

End of Year Inflation

8.36%

8.38%

Sumber | Source: www.bi.go.id

Grafik Inflasi Indonesia Tahun 2013-2014 (%):


Graphic Inflation in Indonesia in 2013-2014 (%):

8.79%

8.22%

8.36%

4.57%

8.38%
8.36%

4.57%

3.99%

Inflasi Tertinggi |
Highest Inflation

Inflasi Awal Tahun |


Early Year Inflation

Inflasi Terendah |
Lowest Inflation

Inflasi Akhir Tahun |


End of Year Inflation

2014
2013

Industri Tenaga Listrik Nasional

National Electricity Energy


Industry

Permintaan Tenaga Listrik


Tingkat permintaan terhadap energi listrik
merupakan salah satu indikator pertumbuhan
ekonomi dikarenakan energi listrik merupakan
komponen yang sangat penting dalam kegiatan
produksi barang maupun jasa. Ketika perekonomian
tumbuh, permintaan terhadap energi listrik
berpotensi meningkat.

Demand for Electricity


The level of demand for electricity is one of the
indicators of economic growth, as electricity
represents an important component in the
production of goods and services. During times of
economic growth, there is a potential increase in the
demand for electricity.

127
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Selain itu, tingkat permintaan energi listrik juga


dipengaruhi oleh program elektrifikasi maupun
pengalihan dari captive power (penggunaan
pembangkit sendiri berbahan bakar minyak) menjadi
pelanggan PLN.

The level of demand for electricity is also influenced


by such factors as the national electrification
program as well as the shift from captive power
(electricity from proprietary oil-fired generators) to
PLN grid electricity.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral


(ESDM) mengungkapkan, pada tahun 2014 realisasi
pertumbuhan permintaan listrik mencapai 9%.
Sedangkan realisasi rasio elektrifikasi pada tahun itu
mencapai 84,4%, melebihi target rasio elektrifikasi
tahun 2014 yang sebesar 81,5% dan lebih tinggi
dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 80,5%.

Based on data from the Ministry of Energy and Mineral


Resources (ESDM), actual demand for electricity
grew by 9% in 2014. The realized electrification ratio
during the year was 84.4%, exceeding the target for
2014 of 81.50%, and also higher than the realized
electification ratio of 80.5% recorded in 2013.

Rasio Elektrifikasi Tahun 2010-2014 (%):


Electrification Ratio 2010-2014 (%):

Rasio Elektrifikasi

Electrification Ratio

2014

2013

2012

2011

2010

84.4

80.5

76.6

72.8

67.2

Setiap tahun, penjualan listrik oleh PLN sebagai satusatunya perusahaan yang langsung ke pengguna
akhir (end user), terus mengalami peningkatan. Pada
tahun 2014, penjualan listrik PLN sebesar 197,3 Terra
Watt hour (TWh), naik 6,3% dibandingkan tahun
2013 yang 187,5 TWh.

Each year, electricity sales by PLN, as the sole


provider of electricity direct to end-users, continues
to increase. In 2014, electricity sales by PLN was
recorded at 197.3 Terra Watt hour (TWh), which
represented an increase of 6.3% over 187.5 TWh in
2013.

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

128

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Industri dan Prospek Usaha


Industrial Review and Business Prospect

Pertumbuhan juga terjadi pada jumlah pelanggan.


Pada tahun 2014, pelanggan PLN naik 6,1%, dari 53,7
juta pada tahun 2013 menjadi 57 juta pelanggan.
Realisasi jumlah pelanggan selama tahun 2009
sampai 2014 mengalami peningkatan dari 39,9 juta
menjadi 57 juta atau bertambah rata-rata 3 juta
setiap tahunnya.

The number of electricity consumer also continues to


grow. In 2014, PLN recorded an increase of 6.1% in
number of customers to 57 million, from 53.7 million
customers in 2013. Between 2009 until 2013, the
number of consumer increased from 39.9 million to
57 million, or an average annual growth of 3 million.

Hingga September 2014 kapasitas terpasang


pembangkit PLN dan IPP di Indonesia adalah 43.457
MW yang terdiri dari 33.499 MW di Jawa - Bali dan
9.958 MW di Sumatera dan Indonesia Timur, tidak
termasuk pembangkit sewa sebanyak 3.640 MW.
Kemampuan netto dari pembangkit di Sumatera dan
Indonesia Timur tersebut lebih rendah dari kapasitas
terpasang karena banyak PLTD yang telah berusia
lebih dari 10 tahun dan mengalami derating.

Up to September 2014, total installed capacity of


power plants of PLN as well as IPPs in Indonesia was
recorded at 43, 457 MW, comprising of 33,499 MW
in Java-Bali and 9,958 MW in Sumatra and Eastern
Indonesia, but excluding 3,640 MW from leased
power plants. The net generating capacity of power
plants in Sumatra and Eastern Indonesia is lower than
the installed capacity due to the derating of DPPs
older than 10 years.

Pada tahun 2014, kondisi kelistrikan sistem Sumatera


dan Indonesia Timur masih mengalami defisit. Kondisi
kekurangan pasokan penyediaan tenaga listrik
di Sumatera dan Indonesia Timur pada dasarnya
disebabkan oleh keterlambatan penyelesaian proyek
pembangkit tenaga listrik di PLN dan IPP. Adapun
untuk kekurangan pasokan listrik di Sumatera juga
disumbang oleh beberapa pembangkit eksisting yang
masih mengalami pemadaman, baik pemadaman
yang
direncanakan
(pemeliharaan)
maupun
pemadaman paksa (forced outage).

In 2014, the Sumatra and Eastern Indonesia


electricity systems still experienced a deficit. The
insufficient supply of electricity in Sumatra and
Eastern Indonesia is basically due to the delayed
completion of new power plant construction by PLN
and IPP. In the Sumatra electricity grid, the deficit in
electricity supply was also the result of the outage
of a number of exisiting power plants, whether for
planned outage (power plant maintenance) as well as
from forced outage.

Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi


kekurangan pasokan tersebut dengan melakukan
sewa pembangkit. Namun demikian, dalam dua tahun
kedepan secara bertahap PLN akan mengurangi
pembangkit sewa PLTD tersebut dan mengganti
dengan melakukan pengadaan mobile power plant
(barge mounted atau truck mounted) dengan bahan
bakar dual fuel (BBM dan gas).

To deal with the insufficient electricity supply, efforts


were made to secure supply from leased power
plants. However, in the next two years, PLN has plans
for a gradual reduction in the use of leased DPP.
In their place, PLN will increase the use of mobile
(barge-mounted or truck-mounted) power plant with
dual-fuel (oil and gas) capability.

Prakiraan Kebutuhan Tenaga Listrik


Pemakaian energi listrik Indonesia diperkirakan akan
meningkat menjadi 386 TWh pada tahun 2022 dengan
pertumbuhan rata-rata 8,4% per tahun. Untuk jumlah
pelanggan, diperkirakan juga meningkat menjadi 77
juta pada tahun 2022 atau bertambah rata-rata 2,7
juta per tahun. Penambahan pelanggan tersebut
akan meningkatkan rasio elektrifikasi dari 80,4%
pada tahun 2013 menjadi 97,7% pada tahun 2022.

Projected Electricity Demand


The use of electricity in Indonesia is projected to
increase to 386 TWh by the year 2022, with an
average annual growth rate of 8.4%. The number of
electricity customers is also predicted to increase to
77 million in 2022, representing an average addition
of 2.7 million customers each year. The increase in
electricity customers will correspond with an increase
in the national electrification ratio from 80.4% in
2013 to 97.7% in 2022.

129
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Secara regional, kebutuhan listrik Jawa - Bali


diperkirakan akan meningkat dari 144 TWh di tahun
2013 menjadi 275 TWh di tahun 2022, atau tumbuh
rata-rata 7,6% per tahun. Pada periode yang sama,
pertumbuhan di Indonesia Timur berpotensi lebih
cepat, meningkat dari 18 TWh menjadi 46 TWh atau
tumbuh rata-rata 11,2% per tahun. Wilayah Sumatera
tumbuh dari 26 TWh menjadi 66 TWh atau tumbuh
rata-rata 10,6% per tahun.

In terms of demand by regions, electricity demand in


the Java-Bali grid is projected to increase from 144
TWh in 2013 to 275 TWh in 2022, or an average annual
growth rate of 7.6%. In the same period, demand in
East Indonesia will increase faster, growing from 18
TWh to 46 TWh, or an average of 11.2% each year.
Demand in the Sumatra system is predicted to grow
from 26 TWH to 66 TWh, or an average 10.6% annual
growth rate.

Gambar Peta Pertumbuhan Kebutuhan Tenaga Listrik Indonesia Hingga Tahun 2022

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

The Map of Indonesia Electricity Energy Demand until 2022


Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

26
TWh

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

66
TWh

275
TWh
44
18 TWh
TWh

Sumatera:
7.6%

Indonesia Timur:
10.8%

144
TWh

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Jawa-Bali:
7.6%

2013

Sementara itu, pada sistem Jawa - Bali kelompok


pelanggan industri mempunyai porsi yang cukup
besar, yaitu rata-rata 38,5% dari total penjualan.
Sedangkan di Indonesia Timur dan Sumatera ratarata porsi pelanggan industri adalah relatif kecil, yaitu
masing-masing hanya 11% dan 15,8%. Pelanggan
residensial masih mendominasi penjualan hingga
tahun 2022, yaitu 62% untuk Indonesia Timur dan
55% untuk Sumatera.

2022

Meanwhile, in the Java-Bali grid system, industrial


customers represent a significant portion with
38.5% of total electricity sales. In Eastern Indonesia
and Sumatra, meanwhile, the portion of industrial
users were relatively smaller, at 11% and 15.8%,
respectively. Up to 2022, electricity sales will still be
dominated by residential customers, with 62% for
Eastern Indonesia and 55% for Sumatra.

130

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Industri dan Prospek Usaha


Industrial Review and Business Prospect

Grafik Komposisi Pertumbuhan Kebutuhan Tenaga Listrik Berdasarkan Kelompok Pelanggan


di Wilayah-Wilayah Indonesia
Chart of the Composition of Electricity Energy Demand Growth Based on Customer Groups in Indonesian Region

450,000

300,000

400,000

250,000

350,000
300,000
250,000
200,000

Industri

200,000

Industri

Publik

150,000

Publik

Bisnis

150,000
100,000

Residensial

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

0
2014

2022

70,000

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

2022

50,000
45,000

60,000

40,000

Industri

50,000

Industri
Publik

35,000

Publik

40,000

30,000

Bisnis

Bisnis

25,000

30,000

20,000

20,000

15,000

Residensial

Residensial

10,000

10,000
0
2014

Residensial

50,000

50,000
0
2014

Bisnis

100,000

5,000
2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

0
2014

2022

Berdasarkan rencana kebutuhan kapasitas jenis


pembangkit, PLTU batu bara akan mendominasi jenis
pembangkit yang akan dibangun, yaitu mencapai
37,9 GW atau 63,8%. PLTGU gas yang direncanakan
berkapasitas 5 GW atau 8,4%. Untuk energi
terbarukan, yang terbesar adalah PLTA sebesar 6,5
GW atau 11,0% dari kapasitas total, disusul oleh
panas bumi sebesar 6,0 GW atau 10,2%. Dari kapasitas
tersebut, tambahan pembangkit di Indonesia Barat
adalah sekitar 16,6 GW dan di Indonesia Timur adalah
sekitar 11,5 GW. Di Indonesia Barat terdapat proyek
PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW yang akan
dikembangkan oleh swasta, dan di Indonesia Timur
juga terdapat sebuah proyek PLTA Karama 450 MW
yang akan dikembangkan oleh swasta. Untuk sistem
Jawa - Bali, tambahan pembangkit adalah sekitar
31,5 GW atau rata-rata 3,2 GW per tahun, termasuk
PLTM skala kecil tersebar sebanyak 353 MW dan PLT
Bayu 50 MW.

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

2022

Based on the planned generating capacity by


type, coal-fired SPP still dominate the planned
construction of new power plants at 37.9 GW, or
63.8%. Gas-fired CPP are planned to account for 5
GW or 8.4%. For power generation using renewable
energy, hydro power plants dominate at 6.5 GW,
or 11.0% of total capacity, followed by geothermal
power plants at 6.0 GW or 10.2%. Of these additional
capacity, some 16.6 GW will be located in Western
Indonesia, with Eastern Indonesia allocated some
11.5 GW. In Western Indonesia, the 510 MW Batang
Toru HPP project is to be developed by the private
sector, as is also the 450 MW Karama HPP project in
Eastern Indonesia. For the Java-Bali power grid, some
31.5 GW additional generating capacity is planned, or
an average of 3.2 GW each year, which will include
small-scale mini hydro power plants of 353 MW in
scaterred locations and the PLT Bayu (wind power)
of 50 MW.

Grafik Rencana Kebutuhan Kapasitas Berdasarkan Jenis Pembangkit


Chart of The Plan of Capacity Demand Based on Power Plant Type
10,627

PLTU | SPP

9,154

PLTA | HPP

7,473
5,948
3,786

5,459

5,348

6,053

PLTP | GPP
PLTGU | CPP

2,838

PLTG/MG | GTPP
2014

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

2022

PLT Lain | Other PP

131
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Komposisi produksi listrik pada tahun 2022 untuk


gabungan Indonesia diproyeksikan akan menjadi
65,6% batu bara, 16,6% gas alam (termasuk LNG),
11,0% panas bumi, 5,1% tenaga air serta 1,7% minyak
dan bahan bakar lainnya.

The aggregate energy mix for power generation in


Indonesia by the year 2022 is projected to be 65.6%
coal, 16.6% natural gas (including LNG), 11.0%
geothermal, 5.1% hydro power, and 1.7% fuel oil and
others.

Grafik Proyeksi Komposisi Produksi Energi Listrik per Jenis Bahan Bakar Se-Indonesia

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Chart of the Projection of Electric Energy Production Composition Based on Type of Fuel Throughout Indonesia
Satuah GWh | GWh Units
500,000

Profil Perusahaan
Company Profile

450,000

Biomass

400,000

300,000

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Surya/Hybrid

LNG
Gas

350,000

250,000

Ikhtisar Utama
Main Highlights

MFO
HSD

HSD

Gas

Batu Bara | Coal

150,000

Batu Bara | Coal

100,000

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Geothermal

50,000
0
2014

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

LNG

200,000

Geothermal
Hydro
2015

2017

2016

2018

2019

2020

Hydro

2021

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

2022

Laporan Keuangan
Financial Report

Tabel Proyeksi Kebutuhan Energi Primer


Table of Primary Energy Need Projection
Jenis Bahan Bakar
Fuel Type

2014

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

2022
2,019

HSD (x 10^3 kl)

6,007

4,711

3,414

2,651

1,740

1,812

1,757

1,862

MFO (x 10^3 kl)

1,238

1,599

1,544

1,185

183

191

190

194

212

396

412

447

448

400

366

357

354

375

Gas (bcf)
LNG (bcf)

87

119

147

174

242

244

245

258

260

Batu Bara | Coal (10^6 ton)

71

83

94

106

114

120

131

143

151

Biomass (10^3 ton)

80

286

474

693

738

745

752

761

770

Peran Indonesia Power dalam


Industri Ketenagalistrikan

The Role of Indonesia Power in the


Electricity Industry

Indonesia merupakan negara yang berkembang


dengan pasar yang besar dimana pertumbuhan
ekonomi semakin meningkat sehingga menyebabkan
kebutuhan akan listrik pun semakin meningkat.
PT PLN (Persero) berusaha keras untuk dapat
memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat
ditengah kenaikan harga minyak dunia dan
pengurangan subsidi listrik. Seluruh daya upaya
dikerahkan dari Industri Pembangkitan, Transmisi
maupun Distribusi.

Indonesia is a developing country with a large


potential market and increasing economic growth,
resulting in a corresponding increasing demand
for electricity. PT PLN (Persero) strives to meet this
increasing demand for electricity amidst the increase
in global oil prices and the reduction in subsidies
for electricity. Efforts to deliver more electricity
involve the electricity generating, transmission and
distribution sectors.

Indonesia Power merupakan salah satu anak


perusahaan PLN di bidang pembangkitan yang
bergerak sebagai penyedia tenaga listrik dan penyedia

Indonesia Power is one of the subsidiaries of PLN


engaged in the provision of electricity and power
plant Operation & Maintenance (O&M) services. In

132

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Industri dan Prospek Usaha


Industrial Review and Business Prospect

jasa O&M pembangkit listrik. Dalam penyediaan


tenaga listrik, Indonesia Power telah memasok
listrik di sistem Jawa Bali pada tahun 2014 sebesar
23,10% dari total supply energi listrik. Sedangkan
dalam penyedia jasa O&M, Indonesia Power telah
mengelola pembangkit milik PLN dengan kapasitas
sebesar 5.259 MW. Dengan ini membuktikan bahwa
Perusahaan memegang peranan penting dalam
industri kelistrikan. Perusahaan juga berpengalaman
dalam mengelola pembangkit listrik berbagai jenis
pembangkit dari PLTA, PLTP, PLTU, PLTG, PLTGU
maupun PLTD yang tersebar dari ujung barat sampai
dengan timur Indonesia dimana pembangkit paling
tua telah berumur 90 tahun lebih.

terms of power generation, Indonesia Power in 2014


supplied 23.1% of the total supply of electricity in the
Java-Bali electicity grid. Meanwhile, as a provider of
O&M services, Indonesia Power managed a number
of power plants owned by PLN with total capacity
of 5,259 MW. This goes to prove that the Company
plays an important role in the electricity industry. The
Company also has extensive experience in operating
a variety of power plants, from HPP, GPP, SPP, GTPP,
CPP as well as DPP, which are located throughout
Indonesia from west to east, with the oldest power
plant being more than 90 years old.

Berbagai kendala juga ditemui oleh Indonesia Power


dalam pengelolaan bisnis kelistrikan, kendala utama
adalah pembangkit berbahan bakar minyak mulai
dikurangi karena melampaui subsidi dari pemerintah
sehingga Indonesia Power harus dapat mencari
bahan bakar lainnya seperti gas dan batu bara. Peran
masyarakat sangat diperlukan untuk menekan subsidi
listrik dari pemerintah dengan mematikan lampu
dan peralatan elektronik ketika tidak diperlukan
terutama pada pukul 17.00 - 22.00, dimana beban
listrik mencapai beban puncak.

Among the challenges faced by Indonesia Power in


the electricity business, a major challenge concerns
the reduction in the use of oil-fuel power plants
due to the exceed in governments subsidy, forcing
Indonesia Power to seek other sources of primary
energy such as natural gas and coal. Consumer of
electricity can play a significant role in helping reduce
the governments subsidy for electricity by turning
off lamps and other electronic equipments not
immediately needed, particularly during the peakload period between 17.00 - 22.00 hour.

Dalam perjalanannya, Indonesia Power terus


berupaya untuk menjadi penyedia energi listrik
yang andal. Perusahaan selalu berupaya untuk
menciptakan hasil maksimal yang berkelanjutan
sesuai dengan yang direncanakan seperti tertuang
dalam rencana kerja anggaran yang diperbarui setiap
tahun untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi
perusahaan serta faktor-faktor eksternal yang
berkembang.

Indonesia Power continues to evolve in its journey


into a reliable provider of electricity. The Company
strives to create maximum and sustainable results
according to its plans in the annual work plan that
is updated each year, according to the current
situation and company condition as well as ongoing
development of external factors.

Melalui upaya maksimal yang diusahakan Perusahaan,


Indonesia Power akan tetap memberikan kontribusi
maksimal kepada negara serta para pemangku
kepentingan lainnya, terutama pemegang saham.

By striving for maximum efforts, Indonesia Power


will continue to contribute maximally to the country
of Indonesia and to its stakeholders, and particularly
its shareholders.

133
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

134

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Operasi Per

Segmen Usaha
Review of Business Operation Per
Business Segment

Pada tahun 2014 terdapat penambahan


kapasitas daya terpasang pembangkit
milik PLN yang dikelola oleh Perusahaan
sebesar 1.379 MW dibandingkan dengan
tahun sebelumnya.
In 2014, total installed capacity of power plants owned by
PLN and managed by the Company increased by 1,379 MW
compared to the the capacity in the previous year.

Daya Terpasang

Installed Capacity

Daya Terpasang (DTP) adalah daya terpasang


sesuai dengan name plate pada peralatan
pembangkit.

Installed capacity refers to the generating


capacity inscribed in the name plate of generating
equipment.

Pada tahun 2014, kapasitas daya terpasang


pembangkit yang dimiliki Perusahaan di Jawa
- Bali sebesar 8.901,50 MW menurun dari
tahun 2013 yang sebsar 8.936 MW. Penurunan
kapasitas daya terpasang itu terjadi karena PLTD
Pesanggaran 1, 3, 5, 6, 7 dan 8 dipindahkan ke
Papua.

In 2014, the Company recorded a total installed


capacity of 8,901.50 MW from its power plants in
Java-Bali, decrease from 8,936 MW recorded in
2013. The decline in generating capacity resulted
from the relocation of Pesanggaran DPP 1, 3, 5, 6,
7 and 8 to Papua.

135
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Tabel DTP Pembangkit yang dimiliki Perusahaan di Jawa - Bali Tahun 2010-2014:
Table of Installed Capacity owned by Company of Java Bali in 2010-2014:
Unit

2014
MW

2013
%

MW

2012
%

MW

2011
%

MW

2010
%

MW

UP Suralaya

Suralaya GU

3,400

38.2

3,400

38.05

3,400

38.05

3,400

37.79

3,400

37.79

UPJP Priok

Priok GGSU

1,348

15.14

1,348

15.09

1,348

15.09

1,348

14.99

1,348

14.99

UP Saguling

Saguling GU

797

8.96

797

8.92

797

8.92

797

8.86

797

8.86

UPJP Kamojang

Kamojang GGSU

375

4.21

375

4.2

375

4.2

375

4.17

375

4.17

UP Mrica

Mrica GU

UP Semarang

Semarang GU

UP Perak Grati
UPJP Bali
Jumlah

Total

310

3.48

310

3.47

310

3.47

310

3.44

310

3.44

1,409

15.83

1,409

15.77

1,409

15.77

1,470

16.33

1,144

16.33

Perak Grati GU

864

9.71

864

9.67

864

9.67

864

9.61

864

9.61

Bali GGSU

398

4.47

433

4.85

433

4.85

433

4.81

433

4.81

8,902

100

8,936

100

8,936

100

8,996

100

8,996

100

PT Indonesia Power

136

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Operasi Per Segmen Usaha


Review of Business Operation Per Business Segment

Tabel DTP Pembangkit yang dimiliki Perusahaan di Jawa - Bali Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014
Table of DTP in Java - Bali Based on Power Plant Type in 2010-2014
Jenis Pembangkit
Type of Power
Plant

2014
MW

2013
%

MW

2012
%

MW

2011
%

MW

2010
%

MW

PLTA

HPP

1,107

12.44

1,107

12.39

1,107

12.39

1,107

12.31

1,106

12.45

PLTD

DPP

57

0.64

92

1.03

92

1.03

92

1.02

92

1.04

PLTG

GTPP

786

8.83

786

8.80

786

8.80

846

9.41

846

9.52

PLTP

GPP

375

4.21

375

4.20

375

4.20

375

4.17

375

4.22

PLTU

SPP

3,900

43.81

3,900

43.64

3,900

43.64

3,900

43.35

3,900

43.89

PLTGU

CPP

2,676

30.06

2,676

29.94

2,676

29.94

2,676

29.74

2,566

28.88

Jumlah

Total

8,902

100.00

8,936

100.00

8,936

100.00

8,996

100.00

8,996

100.00

Tabel DTP Pembangkit yang dikelola O&M nya oleh Perusahaan Tahun 2010-2014
Table of DTP in Power Plants with O&M Services Provided by the Company in 2010-2014
Unit

2014
MW

2013
%

MW

2012
%

MW

2011
%

MW

2010
%

MW

UJP Banten 1
Suralaya | Banten
1 Suralaya GSU

625

11.88

625

16.11

625

19.41

625

19.41

625

19.41

UJP Banten 2
Labuan | Banten 2
Labuan GSU

600

11.41

600

15.46

600

18.63

600

18.63

600

18.63

UJP Banten 3
Lontar | Banten 3
Lontar GSU

945

17.97

945

24.36

945

29.35

945

29.35

945

29.35

UJP Jawa Barat 2


Pelabuhan Ratu
Jawa Barat 2
Pelabuhan Ratu GSU

1,050

19.97

1,050

27.06

1,050

32.61

1,050

32.61

1,050

32.61

UJP Jawa Tengah


2 Adipala | Jawa
Tengah 2 Adipala
GSU

660

12.55

660

17.01

UJP Pangkalan
Susu | Pangkalan
Susu GSU

440

8.37

Priok Blok 3

740

14.07

Ulumbu

10

0.19

Jeranjang

75

1.43

100

1.90

14

0.27

5,259

100.00

3,880

100.00

3,220

100.00

3,220

100.00

3,220

100.00

Barru
Sanggau
Jumlah

Total

Pada tahun 2014, kapasitas daya terpasang Pembelian


Listrik di sebagian Area Bali sebesar 399,3 MW lebih
tinggi 18,17% dibandingkan tahun 2013 yang sebesar
337,9 MW. Peningkatan tersebut disebabkan oleh
bertambahnya pembangkit, yaitu PLTD Pesanggaran
E, PLTD Pesanggaran F, PLTD Nusa Penida dan
PLTD Pemaron Blok 9-10 pada bulan Agustus 2014.
Walaupun terdapat penambahan kapasitas pembelian
listrik di tahun 2014 pada PLTD Pemaron yaitu PLTD
Pemaron Blok 9-10 sebesar 47,20 MW namun secara
angka sama dengan tahun 2013 dikarenakan kontrak
PLTD Pemaron Blok 1-2 sebesar 47,20 MW telah habis
pada tahun 2013.

In 2014, total installed capacity of electricity purchase


in parts of Bali Area amounted to 399.3 MW, up by
18.17% compared to 337.9 MW in 2013. The increase
was attributable to the addition of power plants,
namely DPP Pesanggaran E, DPP Pesanggaran F, DPP
Nusa Penida and DPP Pemaron Block 9-10 in August
2014. Despite the additional capacity for electricity
purchase in 2014 at DPP Pemaron, namely DPP
Pemaron Block 9-10 of 47.20 MW, the total actual
figure was the same as at 2013, as the purchase
contract for DPP Pemaron Block 1-2 of with 47.20
MW installed capacity has expired in 2013.

137
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Tabel DTP Pembelian Listrik di sebagian Area Bali Tahun 2010-2014


Table of DTP for Electricity Purchases in Part of Bali Area in 2010-2014
Unit

2014
MW

2013
%

MW

2012
%

MW

2011
%

MW

Laporan Keuangan
Financial Report

2010
%

MW

PLTD Pesanggaran
Pesanggaran DPP

266.49

66.74

205.10

60.70

91.50

40.79

91.50

65.97

PLTD Pemaron
Pemaron DPP

132.80

33.26

132.80

39.30

132.80

59.21

47.20

34.03

Jumlah

399.29

100.00

337.90

100.00

224.30

100.00

138.70

100.00

Total

Pembangkit yang dimiliki Perusahaan di Sebagian


Sumatera pada tahun 2014, kapasitas daya
terpasangnya sebesar 81 MW tidak mengalami
perubahan dibandingkan tahun 2013.

The installed capacity of power plants owned by the


Company in Parts of Sumatra in 2014 was recorded
at 81 MW, remaining unchanged compared to 2013.

Tabel DTP Pembangkit yang dimiliki Perusahaan di Sebagian Sumatera Tahun 2010-2014
Power Plants Owned by the Company in Parts of Sumatra in 2010-2014
Unit

2014
MW

2013
%

MW

2012
%

MW

2011
%

MW

2010
%

MW

PLTG Keramasan
Keramasan GTPP

18

22.22

18

22.22

20

22.47

20

22.47

PLTG Jambi
Jambi GTPP

18

22.22

18

22.22

20

22.47

20

22.47

PLTG Inderalaya
Inderalaya GTPP

45

55.56

45

55.56

49

55.06

49

55.06

49

100.00

Jumlah

81

100.00

81

100.00

89

100.00

89

100.00

49

100.00

Total

138

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kinerja Per Segmen Usaha


Performance by Business Segment

1. Energi Listrik

1. Electrical Energy

Produksi
Realisasi produksi energi listrik tahun 2014
Indonesia Power di Jawa - Bali Grid & Embedded
sebesar 37.461,12 GWh, menurun 7,93 %
dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 40.685,85
GWh. Penurunan produksi Jawa Bali Grid &
Embedded tahun 2014 dibandingkan tahun 2013
disebabkan terutama gangguan pada Suralaya,
perpanjangan durasi pemeliharan pada unit Priok,
penurunan pasokan gas untuk Grati, dan program
penghematan BBM untuk meminimalkan biaya
produksi dengan optimalisasi penggunaan nonBBM. Selain itu, kondisi pembangkit di Bali yang
beroperasi start-stop karena pengoperasian
kabel laut dan pengoptimalan pembelian listrik
dimana pembangkit tersebut memiliki efisiensi
lebih tinggi. Adapun kenaikan produksi pada UP
Semarang dikarenakan telah beroperasinya PLTGU
Tambaklorok dengan bahan bakar gas yang pada
tahun 2013 masih beroperasi dengan minyak.

Production
Realized electricity production by Indonesia
Power in the Java-Bali Grid & Embedded in
2014 amounted to 37,461.12 GWh, decrease
7.93% compared with 40,685.85 GWh produced
in 2013. The decline in production at Java-Bali
& Embedded in 2014 from those in 2013 was
mainly due to the disruption at Suralaya, the
extended maintenance period at the Priok unit,
reduced gas supply to Grati, and a program for
oil fuel efficiency to minimize operation costs by
optimizing non-oil fuel power plants. In addition,
power plants in Bali has to operate in start-stop
mode due to the operation of submarine power
cable and optimization of electricity purchase
from power plants with higher efficiency.
Meanwhile, increased production at Semarang
GU was due to the operations of gas-fired
Tambaklorok CPP, whereas in 2013 this power
plant still operated using oil fuel.

Tabel Produksi Tenaga Listrik Jawa Bali Grid & Embedded Indonesia Power Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014 (GWh)
Table of Electricity Energy Production in Java-Bali Grid & Embedded Indonesia Power Based on Unit in 2010-2014 (GWh)
Unit

2014

2013

2012

2011

2010
23,043.78

UP Suralaya

Suralaya GU

22,596.76

23,911.17

22,355.83

23,403.43

UPJP Priok

Priok GGSU

3,819.14

4,181.66

4,525.80

5,462.59

6262.84

UP Saguling

Saguling GU

3,157.96

3,579.04

2,461.45

2,214.26

4,768.18

UPJP Kamojang

Kamojang GGSU

2,842.56

2,970.89

2,919.58

3,144.94

3,000.97

UP Mrica

Mrica GU

882.42

990.41

963.04

1,061.30

1,348.27

UP Semarang

Semarang GU

346.72

125.34

303.15

3,838.05

3,560.50

UP Perak Grati

Perak Grati GU

2,953.00

3,473.18

3,436.73

3,318.61

3,454.85

UPJP Bali

Bali GGSU

862.56

1,454.16

1,144.80

1,705.23

1,933.54

Jumlah

Total

37,461.12

40,685.85

38,110.37

44,148.41

47,372.94

Grafik Produksi Tenaga Listrik Tahun 2010-2014


Chart of Electricity Energy Production in 2010-2014

47,372.94
44,148.41
40,658.85
38,148.37

37,461.12
2014

2013

2012

2011

2010

139
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Grafik Penjualan Tenaga Listrik (GWh) Indonesia Power Jawa-Bali Grid & Embedded Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Chart of Electricity Energy Sales in Java-Bali Grid & Embedded (GWh) of Indonesia Power Based on Unit in 2010-2014

UP Suralaya
Suralaya GU

UPJP Priok
Priok GGSU

2014

2013

UP Mrica
Mrica GU

2012

UP Semarang
Semarang GU

2011

1,933.54

1,705.23

1,454.16

UP Perak Grati
Perak Grati GU

1,144.80

3,454.85

862.56

3,318.61

3,436.73

3,473.18

2,953.00

3,838.05

3,560.50

125.34

303.15

1,348.27

346.72

1,061.30

990.41

UPJP Kamojang
Kamojang GGSU

963.04

3,000.97

882.42

3,144.94

2,919.58

2,970.89

4,768.18

UP Saguling
Saguling GU

2,842.56

2,214.26

3,579.04

2,461.45

6,262.84

3,157.96

5,462.59

4,525.80

4,181.66

3,819.14

23,043.78

23,403.43

22,355.83

23,911.17

22,596.76

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

UPJP Bali
Bali GGSU

Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

2010
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Berdasarkan jenis pembangkit, penurunan


produksi energi listrik Jawa-Bali Grid & Embedded
tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2013
dikontribusi terutama oleh penurunan produksi
pada PLTU batu bara dan PLTG bahan bakar
minyak dan PLTA.

Based on power plant type, the decline in


electricity production at Java-Bali & Embedded
in 2014 compared with 2013 was mainly
contributed by reduced production from coal
SPP and oil fuel GTPP and HPP.

Table of Electricity Energy Production in Java-Bali Grid & Embedded Indonesia Power
Based on Power Plant Type in 2010-2014 (GWh)

PLTA

HPP

PLTU Batu Bara

Coal SPP

PLTU Bahan Bakar Minyak

Oil SPP

PLTGU Gas

Gas CPP

PLTGU Bahan Bakar Minyak

Oil CPP

PLTP

GPP

2014

2013

2012

2011

2010

4,040.38

4,569.45

3,424.48

3,275.55

6,116.45

22,596.76

23,911.17

22,355.83

23,403.43

23,043.78

0.7

115.33

1,802.72

2,121.78

6,605.99

6,930.70

6,406.66

3,909.36

5,406.18

281.15

517.88

1,594.89

6,573.18

5,554.62

2,842.56

2,970.89

2,919.58

3,144.94

3,000.97
1,981.31

PLTG Bahan Bakar Minyak

Oil GTPP

863.06

1,394.64

1,041.72

1,953.35

PLTG Gas

Gas GTPP

222.74

324.18

130.93

5.65

12.74

PLTD

DPP

8.48

66.24

120.96

80.22

135.8

Jumlah

Total

37,461.12

40,685.85

38,110.37

44,148.41

47,372.94

Grafik Produksi Tenaga Listrik (GWh) Jawa-Bali Grid & Embedded Indonesia Power
Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014

PLTU Batu Bara


Coal SPP

PLTU Bahan
Bakar Minyak
Oil SPP

2014

PLTGU Gas
Gas CPP

2013

PLTGU Bahan
Bakar Minyak
Oil CPP

2012

2011

2010

PLTG Gas
Gas GTPP

PLTD
DPP

135.80

80.22

120.96

66.24

8.48

12.74

5.65

130.93

324.18

1,981.31

PLTG Bahan
Bakar Minyak
Oil GTPP

222.74

1,953.35

1,041.72

1,394.64

3,000.97

PLTP
GPP

863.06

3,144.94

2,970.89

2,919.58

5,554.62

2,842.56

1,594.89

6,573.18

517.88

281.15

5,406.18

3,909.36

6,406.66

6,930.70

6,605.99

2,121.78

1,802.72

115.33

0.70

23,043.78

23,403.43

22,355.83

23,911.17

22,596.76

6,116.45

3,275.55

3,424.48

4,569.45

4,040.38

Chart of Electricity Energy Production in Java-Bali Grid & Embedded Indonesia Power based on Power Plant Type in 2010-2014

PLTA
HPP

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Tabel Produksi Tenaga Listrik Jawa-Bali Grid & Embedded Indonesia Power
Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014 (GWh)
Jenis Pembangkit
Type of Power Plant

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

140

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kinerja Per Segmen Usaha


Performance by Business Segment

Sedangkan realisasi produksi energi listrik di


Area Bali dan Sumatera pada tahun 2014 adalah
sebesar 2.415,03 GWh naik 24,59% dibandingkan
tahun 2013 sebesar 1.938,32 GWh. Peningkatan
ini terutama disebabkan dari peningkatan
produksi energi listrik di Area Bali yaitu dengan
mulai beroperasinya PLTD Pesanggaran E, PLTD
Pesanggaran F dan PLTD Nusa Penida. Sehingga,
total produksi listrik Indonesia Power secara
keseluruhan pada tahun 2014 adalah sebesar
39.876,15 GWh turun 6,45% dibandingkan tahun
2013 sebesar 42.624,17 GWh. Untuk produksi
listrik dari Anak Perusahaan tahun 2014 sebesar
264,34 GWh turun 14,38% dibandingkan dengan
tahun 2013 sebesar 308,73 Gwh.

Meanwhile, realized electricity production in the


Bali Area and Sumatra Area in 2014 amounted to
2,415.03 GWh, increase 24.59% from 1,938.32
GWh in 2013. The increase was mainly due to
increased electricity production in the Bali Area
corresponding with the commencement of
operation of Pesanggaran E DPP, Pesanggaran F
DPP dan Nusa Penida DPP. Thus, total electricity
production by Indonesia Power overall in
2014 amounted to 39,876.15 GWh, decrease
6.54% from 42,624.17 GWh in 2013. Electricity
production from Subsidiaries in 2014 meanwhile
amounted to 264.34 GWh down by 14.38%
compared to 308.73 GWh in 2013.

Penjualan Energi Listrik


Realisasi penjualan energi listrik pada tahun
2014 Indonesia Power di Jawa Bali Grid &
Embedded sebesar 35.892,42 GWh turun 7,94%
dibandingkan tahun 2013 yang berjumlah
38.986,88 GWh. Penurunan penjualan energi
listrik Jawa Bali Grid & Embedded tahun 2014
dibandingkan 2013, seperti disampaikan pada
penjelasan penurunan produksi energi listrik.

Sales of Electricity
Realized sales of electricity by Indonesia Power
in the Java-Bali Grid & Embedded in 2014
amounted to 35,892.42 GWh, decrease 7.94%
from 38,986.88 GWh in 2013. The decline in sales
of electricity at the Java-Bali Grid & Embedded
in 2014 compared to 2013 was due to reasons
discussed above concerning the decline in
electricity production.

Tabel Penjualan Tenaga Listrik (GWh) Indonesia Power Jawa Bali


Grid & Embedded Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014
Table of Electricity Energy Sales in Java-Bali Grid & Embedded (GWh) of Indonesia Power Based on Unit in 2010-2014
Unit

2014

2013

2012

2011

2010

UP Suralaya

Suralaya GU

21,374.64

22,589.85

21,120.48

22,139.33

21,753.75

UPJP Priok

Priok GGSU

3,743.78

4,081.36

4,429.95

5,329.22

6,117.15

UP Saguling

Saguling GU

3,150.71

3,571.19

2,454.89

2,207.84

4,759.52

UPJP Kamojang

Kamojang GGSU

2,709.00

2,839.92

2,788.19

2,998.77

2,850.08

UP Mrica

Mrica GU

868.66

976.11

947.21

1,043.67

1,331.93

UP Semarang

Semarang GU

323.03

104.57

266.33

3,638.75

3,372.65

UP Perak Grati

Perak Grati GU

2,872.48

3,388.74

3,347.02

3,216.70

3,345.15

UPJP Bali

Bali GGSU

850.11

1,435.14

1,124.10

1,681.52

1,905.43

Jumlah

Total

35,892.42

38,986.88

36,478.16

42,255.80

45,435.65

Grafik Penjualan Energi Listrik Jawa-Bali Grid & Embedded Tahun 2010-2014 (GWh)
Chart of Electricity Energy Sales for Java-Bali Grid & Embedded in 2010-2014 (GWh)

45,435.17
42,255.80
38,986.88
36,478.16
35,892.42
2014

2013

2012

2011

2010

141
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Grafik Penjualan Tenaga Listrik (GWh) Indonesia Power Jawa Bali Grid & Embedded Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014

UP Suralaya
Suralaya GU

UPJP Priok
Priok GGSU

2014

UPJP Kamojang
Kamojang GGSU

2013

UP Mrica
Mrica GU

2012

UP Semarang
Semarang GU

2011

UP Perak Grati
Perak Grati GU

1,905.43

1,681.52

1,124.10

1,435.14

3,345.15

850.11

3,216.70

3,347.02

3,388.74

2,872.48

3,638.75

3,372.65

266.33

104.57

1,331.93

323.03

1,043.67

947.21

976.11

2,850.08

868.66

2,998.77

2,788.19

2,839.92

4,759.52

UP Saguling
Saguling GU

2,709.00

2,207.84

3,579.04

2,454.89

6,117.15

3,150.71

5,329.22

4,429.95

4,081.36

3,743.78

21,753.75

22,139.33

21,120.48

22,589.85

21,374.64

Chart of Electricity Energy Sales in Java-Bali Grid & Embedded (GWh) of Indonesia Power Based on Unit in 2010-2014

UPJP Bali
Bali GGSU

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

2010
Profil Perusahaan
Company Profile

Berdasarkan jenis pembangkit, penurunan penjualan


energi listrik Jawa Bali Grid & Embedded tahun 2014
dibandingkan dengan tahun 2013 dikontribusi
terutama oleh penurunan penjualan pada PLTU batu
bara, PLTG bahan bakar minyak dan PLTA.

Based on power plant type, the decline in sales


of electricity at the Java-Bali Grid & Embedded in
2014 compared to 2013 was mainly contributed
by declining sales from coal SPP, oil fuel GPP, and
HPP.

Tabel Penjualan Tenaga Listrik (GWh) Jawa Bali Grid & Embedded Indonesia Power
Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010 - 2014

PLTA

HPP

PLTU Batu Bara

Coal SPP

PLTU Bahan Bakar Minyak

Oil SPP

PLTGU Gas

Gas CPP

PLTGU Bahan Bakar Minyak

Oil CPP

2014

2013

2012

2011

2010

4,019.37

4,547.30

3,402.10

3,251.51

6,091.44

21,374.64

22,589.85

21,120.48

22,139.33

21,753.75

92.65

1,635.79

1,931.77

(5.74)

(8.54)

6,452.45

6,780.39

6,270.57

3,818.20

5,290.88

264.42

495.12

1,548.83

6,398.90

5,419.07

PLTP

GPP

2,709.00

2,839.92

2,788.19

2,998.80

2,850.08

PLTG Bahan Bakar Minyak

Oil GTPP

849.18

1,360.02

1,013.51

1,897.90

1,940.87

221.67

323.00

130.10

41.69

31.48

7.31

59.75

111.49

73.67

125.83

35,892.42

38,986.88

36,478.16

42,255.80

45,435.65

PLTG Gas

Gas GTPP

PLTD

DPP

Jumlah

Total

Grafik Penjualan Tenaga Listrik (GWh) Jawa Bali Grid & Embedded Indonesia Power
Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014

PLTU Batu Bara


Coal SPP

PLTU Bahan
Bakar Minyak
Oil SPP

2014

PLTGU Gas
Gas CPP

2013

PLTGU Bahan
Bakar Minyak
Oil CPP

2012

Sedangkan realisasi penjualan energi listrik


di Area Bali dan Sumatera pada tahun 2014
adalah sebesar 2.407,60 GWh naik 24,71%
dibandingkan tahun 2013 sebesar 1.930,50 GWh.
Peningkatan penjualan listrik di Area Bali dan
Sumatera tahun 2014 dibandingkan tahun 2013,

PLTG Gas
Gas GTPP

125.83

73.67

111.49

7.31

59.75

31.48

41.69

130.1

323

1,940.87

PLTG Bahan
Bakar Minyak
Oil GTPP

221.67

1,897.9

1,013.51

1,360.02

2,850.08

849.18

2,998.8

2,788.19

PLTP
GPP

2011

2,839.92

2,709.00

5,419.07

6,398.9

1,548.83

495.12

264.42

5,290.88

3,818.2

6,270.57

6,452.45

6,780.39

1,931.77

1,635.79

92.65

(8.54)

(5.74)

21,753.75

22,139.33

21,120.48

21,374.64

22,589.85

6,091.44

3,251.51

3,402.1

4,547.3

4,019.37

Chart of Electricity Energy Sales in Java Bali Grid & Embedded Indonesia Power based on Power Plant Type in 2010-2014

PLTA
HPP

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Table of Electricity Energy Sales in Java-Bali Grid & Embedded (GWh) of Indonesia Power Based on Power Plant Type in 2010 - 2014
Jenis Pembangkit
Type of Power Plant

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

PLTD
DPP

2010

Meanwhile, realized electricity sales in Bali Area


and Sumatra Area in 2014 amounted to 2,407.60
GWh, increase 24.71% from 1,930.50 GWh in
2013. The increase in sales of electricity in the
Bali Area and Sumatra Area in 2014 compared
with 2013 was mainly due to reasons discussed

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

142

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kinerja Per Segmen Usaha


Performance by Business Segment

above on the decline of electricity production.


Thus, total electricity sales by Indonesia Power
overall in 2014 amounted to 38,300.02 GWh,
decrease 6.40% from 40,917.38 GWh in 2013.
Electricity production from Subsidiaries in 2014
meanwhile amounted to 257.38 GWh down by
14.76% compared to 301.93 GWh in 2013.

seperti disampaikan pada penjelasan penurunan


produksi energi listrik. Sehingga, total penjualan
listrik Indonesia Power secara keseluruhan pada
tahun 2014 adalah sebesar 38.300,02 GWh
turun 6,40% dibandingkan tahun 2013 sebesar
40.917,38 GWh. Untuk produksi listrik dari Anak
Perusahaan tahun 2014 sebesar 257,38 GWh
turun 14,76% dibandingkan dengan tahun 2013
sebesar 301,93 GWh.

Pemakaian Sendiri (PS)


Pemakaian sendiri merupakan jumlah kapasitas
energi listrik yang digunakan untuk menjalankan
aktivitas operasional unit pembangkit. Realisasi
pemakaian sendiri di Jawa - Bali Grid & Embedded
pada tahun 2014 sebesar 4,19%, tidak lebih baik
dibandingkan dengan tahun 2013 yang sebesar
4,18%. Realisasi PS tahun 2014 tidak lebih baik
dibandingkan dengan tahun 2013 terutama dari
durasi gangguan Kamojang dan menurunnya
pasokan gas Grati sehingga tidak dapat
beroperasi pada beban optimal.

Self Consumption (SC)


Self consumption represents electricity capacity
used in the operations of power generating
equipment. Realized self consumption at the
Java-Bali Grid & Embedded in 2014 amounted
to 4.19%, not improved compared to 4.18% in
2013. The higher percentage point of SC in 2014
compared to 2013 was mainly due to periods of
disruptions at the Kamojang and the decline in
gas supply to the Grati units resulting in these
power plants operating in non optimal loads.

Tabel Pemakaian Sendiri Energi Listrik Jawa Bali Grid & Embedded Indonesia Power
Berdasarkan Unit Tahun 2010 - 2014
Table of Self Consumption of Electricity Energy of Java Bali Grid & Embedded Indonesia Power Based on Unit in 2010 - 2014
2014

Unit

2013

GWh

2012

GWh

GWh

2011
%

GWh

2010
%

GWh

UP Suralaya

Suralaya GU

1,222.12 5.41

1,321.32

5.53

1,235.35

5.53

1,264.10 5.40

1,290.03 5.60

UPJP Priok

Priok GGSU

75.36 1.97

100.30

2.40

95.85

2.12

133.37 2.44

145.69 2.33

UP Saguling

Saguling GU

7.24 0.23

7.86

0.22

6.56

0.27

6.42 0.29

8.67 0.18

UPJP Kamojang

Kamojang GGSU

133.57 4.70

130.98

4.41

131.39

4.50

146.17 4.65

150.90 5.03

UP Mrica

Mrica GU

13.76 1.56

14.30

1.44

15.82

1.64

17.62 1.66

16.34 1.21

UP Semarang

Semarang GU

23.69 6.83

20.77

16.57

36.82

12.15

199.30 5.19

187.86 5.28

UP Perak Grati

Perak Grati GU

80.52 2.73

84.43

2.43

89.41

2.61

101.91 3.07

109.7 3.18

UPJP Bali

Bali GGSU

12.45 1.44

19.02

1.31

20.71

1.81

23.72 1.39

28.11 1.45

Jumlah

Total

1,568.70 4.19

1,698.97

4.18

1,632.21

4.28

1,892.61 4.29

1,937.30 4.09

Catatan: realisasi PS yang dimonitor oleh Perusahaan dalam ukuran prosentase yang merupakan perhitungan dari selisih produksi dan penjualan
dibandingkan dengan produksi unit.
Note: Realized PS in percentage as monitored by the Company represents calculation of the difference between production and sales compared to unit
production.

Grafik Pemakaian Sendiri Energi Listrik Jawa Bali Grid & Embedded Indonesia Power Berdasarkan Unit Tahun 2010 - 2014 (%)

UP Suralaya
Suralaya GU

UPJP Priok
Priok GGSU

UP Saguling
Saguling GU

2014

UPJP Kamojang
Kamojang GGSU

2013

2012

UP Mrica
Mrica GU

2011

2010

UP Perak Grati
Perak Grati GU

UPJP Bali
Bali GGSU

1.45

1.81

1.39

1.31

3.18

1.44

3.07

2.61

2.43

2.73

UP Semarang
Semarang GU

5.28

5.19

12.15

16.57

1.21

6.83

1.66

1.64

1.44

1.56

5.03

4.65

4.50

4.41

0.18

4.70

0.29

0.27

0.22

2.33

0.23

2.44

2.40

2.12

1.97

5.60

5.40

5.53

5.53

5.41

Chart of Self Consumption of Electricity Energy of Java Bali Grid & Embedded Indonesia Power Based on Unit in 2010 - 2014 (%)

143
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Tabel Pemakaian Sendiri Energi Listrik Jawa Bali Grid & Embedded Indonesia Power Berdasarkan Jenis
Pembangkitan Tahun 2010-2014
Table of Self Consumption of Electricity Energy of Java Bali Grid & Embedded Indonesia Power Based on Power Plant Type
in 2010-2014
2014

Jenis Pembangkit
Type of Power Plant
PLTA

HPP

PLTU Batu Bara

Coal SPP

2012

GWh

2011

GWh

GWh

2010
%

GWh

21.00

0.52

22.16

0.48

22.39

0.65

24.04 0.73

5.41

1,321.32

5.53

1,235.35

5.53

1,264.10 5.40

5.74

9.24

13.17

22.68

19.66

167.01 9.26

1,893.00 8.93

153.55

2.32

150.31

2.17

136.08

2.12

91.17 2.33

115.30 2.13

16.73

5.95

22.76

4.39

46.06

2.89

174.29 2.65

135.55 2.44

133.57

4.70

130.98

4.41

131.39

4.5

146.17 4.65

150.90 5.03

Gas CPP

PLTGU Bahan Bakar Minyak Oil CPP


PLTP

1,222.12

PLTU Bahan Bakar Minyak Oil SPP


PLTGU Gas

2013

GWh

GPP

PLTG Bahan Bakar Minyak Oil GTPP

25.01 0.41
1,290.03

5.6

13.88

1.61

34.62

2.48

28.21

2.71

19.36 1.01

21.19 1.07

PLTG Gas

Gas GTPP

1.06

0.48

1.19

0.37

0.83

0.63

0.16 0.38

0.51 3.97

PLTD

DPP

1.17

13.84

6.49

9.8

9.46

7.82

6.84 8.53

9.96 7.34

1,568.70

4.19

1,698.97

4.18

1,632.21

4.28

1,892.61 4.29

1,937.30 4.09

Jumlah

Total

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Grafik Pemakaian Sendiri Energi Listrik Jawa Bali Grid & Embedded Indonesia Power
Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014 (%)
Chart of the Self Consumption of Electricity Energy of Java Bali Grid & Embedded Indonesia Power
based on Power Plant Type in 2010-2014 (%)

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

PLTA
HPP

PLTU Batu Bara


Coal SPP

PLTU Bahan
Bakar Minyak
Oil SPP

2013

PLTGU Bahan
Bakar Minyak
Oil CPP

2012

Trend Produksi, Penjualan, dan Pemakaian


Sendiri
Tabel dibawah ini menunjukkan trend produksi,
penjualan dan pemakaian sendiri selama 5 tahun
terakhir.

PLTP
GPP

2011

PLTG Bahan
Bakar Minyak
Oil GTPP

PLTG Gas
Gas GTPP

9.96

6.84

9.46

6.49

1.17

21.19

19.36

28.21

34.62

1,940.87

Laporan Keuangan
Financial Report
13.88

1,897.9

1,013.51

1,360.02

150.9

849.18

146.17

131.39

130.98

133.57

174.29

135.55

46.06

22.76

115.3

16.73

91.17

150.31

PLTGU Gas
Gas CPP

2014

136.08

153.55

167.01

1,893.00

22.68

9.24

5.74

1,290.03

1,264.69

1,235.35

1,321.32

25.01

1,222.12

24.04

22.39

22.16

21.00

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

PLTD
DPP

2010

Trends in Electricity Production, Sales and


Self Consumption
The following table showed the trends in
electricity production, sales and self Consumption
in the last 5 years selama 5 tahun terakhir.

Tabel Trend Produksi, Penjualan dan Pemakaian Sendiri Jawa Bali Grid & Embedded Indonesia Power Tahun 2010-2014
Table of Trends in Production, Sales and Self Consumptionin Java- Bali Grid & Embedded Indonesia Power in 2010-2014

Produksi (GWh)

Production (GWh)

Trend Produksi (%)

Production Trend (%)

Penjualan (GWh)

Sales (GWh)

Trend Penjualan (%)

Sales Trend (%)

Pemakaian Sendiri (%)

Self Consumption (%)

Trend Pemakaian Sendiri (%)

Self Consumption Trend (%)

2014

2013

2012

2011

2010

37,461.12

40,685.85

38,110.37

44,148.41

47,372.94

(7.93)
35,982.42

6.76
38,986.88

(13.68)
36,478.16

(6.81)
42,255.80

10.73
45,435.64

(7.94)

6.88

(13.67)

(6.99)

4.19

4.18

4.28

4.29

11.14
4.09

(0.24)

2.34

0.23

(4.89)

7.88

PT Indonesia Power

144

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kinerja Per Segmen Usaha


Performance by Business Segment

Efisiensi Thermal Netto


Indikator Efisiensi Thermal Netto Korporat
memiliki fungsi untuk mengukur tingkat efisiensi
pemakaian bahan bakar dalam memproduksi
energi listrik dalam suatu periode tertentu.
Realisasi Efisiensi Thermal Netto korporat tahun
2014 mencapai 33,97%, meningkat dibandingkan
tahun 2013 yang mencapai 33,81%.

Net Thermal Efficiency


The Net Thermal Efficiency indicator is used to
measure fuel consumption efficiency level in
electricity production during a certain period
of time. The realized corporate Net Thermal
Efficiency in 2014 was recorded at 33.97%,
improving from the level in 2013 at 33.81%.

Penyebab peningkatan realisasi Efisiensi Thermal


Netto Korporat Tahun 2014 dibandingkan
dengan Tahun 2013 yang signifikan dari Unit
Pembangkit Semarang yang di tahun 2014 telah
beroperasi dengan gas yang efisiensi lebih tinggi.

Compared to 2013, the improvement in


corporate Net Thermal Efficiency in 2014 was
mainly contributed by the Semarang Generating
Unit in 2014 has been operating with higher
efficiency gas.

Tabel Efisiensi Thermal (Netto) Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014 (%)


Table of Thermal Efficiency (Net) in 2010-2014 (%)
Unit

2014

2013

2012

2011

2010

UP Suralaya

Suralaya GU

33.61

33.56

33.30

33.14

32.60

UPJP Priok

Priok GGSU

38.28

38.23

37.5

39.17

37.27

UP Semarang

Semarang GU

26.27

21.69

24.80

34.37

31.96

UP Perak Grati

Perak Grati GU

34.70

36.43

38.51

34.59

35.56

UPJP Bali

Bali GGSU

24.30

25.29

22.48

26.12

25.77

Jumlah

Total

33.97

33.81

33.93

33.72

33.03

Grafik Efisiensi Thermal Netto Tahun 2010-2014 (%)


Chart of Net Thermal Efficiency in 2010-2014 (%)

33.97

33.93

33.81

33.72
33.03

2014

2013

2012

2011

2010

Grafik Efisiensi Thermal (Netto) Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014 (%)

UP Suralaya
Suralaya GU

UPJP Priok
Priok GGSU

2014

UP Semarang
Semarang GU

2013

2012

UP Perak Grati
Perak Grati GU

2011

2010

UPJP Bali
Bali GGSU

25.77

26.12

22.48

25.29

24.30

35.56

34.59

38.51

36.43

34.70

31.96

34.37

24.80

21.69

26.27

37.27

39.17

37.5

38.23

38.28

32.60

33.14

33.30

33.56

33.61

Chart of Thermal Efficiency (Net) in 2010-2014 (%)

145
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Tabel Efisiensi Thermal (Netto) berdasarkan jenis pembangkit Tahun 2010-2014 (%)
Table of Thermal Efficiency (Net) Based on Power Plant Type in 2010-2014 (%)
Jenis Pembangkit
Type of Power Plant
PLTU Batu Bara

Coal SPP

PLTU Bahan Bakar Minyak

Oil SPP

PLTGU Gas

Gas CPP

2014

2013

2012

2011

2010

33.61

33.56

33.30

33.14

32.60

30.05

29.30

26.43

37.27

38.37

38.38

37.47

38.90

PLTGU Bahan Bakar Minyak

Oil CPP

31.53

34.93

35.80

38.21

37.21

PLTG Bahan Bakar Minyak

Oil GTPP

24.20

25.28

25.40

25.37

25.05

PLTG Gas

Gas GTPP

20.16

22.40

23.49

25.29

23.92

PLTD

DPP

28.90

20.52

19.01

5.15

30.59

Jumlah

Total

33.97

33.81

33.93

33.72

33.03

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Grafik Efisiensi Termal Netto Berdasarkan Jenis Pembangkit Tahun 2010-2014 (%)
Chart of Net Thermal Efficiency Based on Plant Type in 2010-2014 (%)

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

PLTU Batu Bara


Coal SPP

PLTU Bahan
Bakar Minyak
Oil SPP

2013

PLTGU Bahan
Bakar Minyak
Oil CPP

2012

PLTG Bahan
Bakar Minyak
Oil GTPP

2011

PLTG Gas
Gas GTPP

5.15

30.59

19.01

20.52

13.29

23.92

25.29

23.49

22.4

20.2

25.05

25.37

25.4

25.28

24.27

37,21

38.21

35.8

34.93

31.61

38.9

37.47

33.3

PLTGU Gas
Gas CPP

2014

38.38

37.27

26.43

29.3

30.05

32.6

33.14

33.3

33.56

33.58

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

PLTD
DPP

2010

Faktor Ketersediaan
Equivalent Availability Factor (EAF) adalah faktor
ketersediaan pembangkit untuk memproduksi
energi listrik yang menjadi indikator Perusahaan
dalam mewujudkan pelayanan kepada pelanggan.
Nilai EAF berfungsi untuk mengetahui faktor
ketersediaan pembangkit secara korporat untuk
beroperasi dengan Daya Mampu Netto (DMN)
pada periode tertentu.

Availability Factor
Equivalent Availability Factor (EAF) represents
the availability of power plants for electricity
generation as an indicator of the Companys level
of services to its customer. The EAF score is used
to determine the availability of corporate power
plants that can be operated at the Net Power
Capacity for a certain period of time.

Realisasi EAF tahun 2014 sebesar 89,88%,


menurun dibandingkan realisasi tahun 2013
sebesar 93,04%. Penurunan realisasi EAF tahun
2014 dibandingkan tahun 2013 disebabkan
terutama oleh gangguan yang terjadi di unit
Suralaya dan Kamojang.

Realized EAF in 2014 was recorded at 89.88%,


decreased the level in 2013 at 93.04%. The
decline in EAF in 2014 compared to 2013 was
mainly due to disruptions to operations at the
Suralaya Unit and Kamojang Unit.

Tabel Realisasi EAF Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014 (%)


Table of EAF Realization Based on Unit in 2010-2014 (%)
Unit

2014

2013

2012

2011

2010

UP Suralaya

Suralaya GU

84.05

92.14

89.59

95.32

88.10

UPJP Priok

Priok GGSU

87.48

91.53

91.62

77.66

83.88

UP Saguling

Saguling GU

97.30

93.38

99.79

95.92

96.80

UPJP Kamojang

Kamojang GGSU

91.97

95.94

95.66

96.48

93.04

UP Semarang

Semarang GU

96.77

94.58

94.20

86.92

80.61

UP Mrica

Mrica GU

97.90

98.64

94.65

98.14

98.17

UP Perak Grati

Perak Grati GU

95.78

93.79

94.16

89.21

93.51

UPJP Bali

Bali GGSU

91.78

91.04

88.14

84.73

85.85

Jumlah

Total

89.88

93.04

92.33

91.09

88.43

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

146

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kinerja Per Segmen Usaha


Performance by Business Segment

Grafik Equivalent Availability Factor (EAF) Tahun 2010-2014 (%)


Chart of Corporate Equivalent Availability Factor (EAF) in 2010-2014 (%)

93.04

92.33

91.09

89.88

88.43

2014

2013

2012

2011

2010

Grafik Equivalent Availability Factor (EAF) Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014

UP Suralaya
Suralaya GU

UPJP Priok
Priok GGSU

UP Saguling
Saguling GU

2014

UPJP Kamojang
Kamojang GGSU

2013

2011

UP Mrica
Mrica GU

UP Perak Grati
Perak Grati GU

UPJP Bali
Bali GU

2010

Based on type of power plant, the decline in EAF


in 2014 compared with 2013 was contributed
mainly by declining EAF at Coal SPP and GPP.

Tabel Realisasi EAF Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014 (%)


Table of EAF Realization Based on Power Plant Type in 2010-2014 (%)
Jenis Pembangkit
Type of Power Plant

85.85

84.73

88.14

91.04

91.78

93.51

89.21

94.16

93.79

95.78

80.61

98.14

94.65

98.64

97.90

98.17

86.92

94.20

UP Semarang
Semarang GU

2012

Berdasarkan jenis pembangkit, penurunan EAF


tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2013
dikontribusi terutama oleh penurunan EAF pada
PLTU Batu Bara dan PLTP.

94.58

96.77

93.04

96.48

95.66

95.94

91.97

96.80

95.92

99.79

93.38

97.30

83.88

77.66

91.62

91.53

87.48

88.10

95.32

89.59

92.14

84.05

Chart of Equivalent Availability Factor (EAF) based on Unit in 2010-2014

2014

2013

2012

2011

2010

PLTA

HPP

97.47

94.85

98.36

96.54

97.18

PLTU Batu Bara

Coal SPP

84.05

92.14

89.59

95.32

88.10

PLTU Bahan Bakar Minyak

Oil SPP

100.00

100.00

100.00

78.83

73.20

PLTGU Gas

Gas CPP

87.37

92.37

91.54

77.46

93.07

PLTGU Bahan Bakar Minyak

Oil CPP

95.18

93.74

91.79

88.09

79.40

PLTP

GPP

91.97

95.94

95.66

96.48

93.04

PLTG Bahan Bakar Minyak

Oil GTPP

95.58

93.48

94.31

88.57

92.23

PLTG Gas

Gas GTPP

100.00

86.17

0.00

0.00

99.98

PLTD

DPP

100.00

100.00

100.00

100.00

60.94

Jumlah

Total

89.88

93.04

92.33

91.09

88.43

147
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Grafik EAF Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014


Chart of EAF Based on Power Plant Type in 2010-2014

PLTA
HPP

PLTU Batu Bara


Coal SPP

PLTU Bahan
Bakar Minyak
Oil SPP

2014

PLTGU Gas
Gas CPP

2013

PLTGU Bahan
Bakar Minyak
Oil CPP

2012

PLTP
GPP

2011

PLTG Bahan
Bakar Minyak
Oil GTPP

PLTG Gas
Gas GTPP

60.94

100

100

100

100

99.98

86.17

100

92.23

88.57

94.31

93.48

95.58

93.04

96.48

95.66

95.94

91.97

79.4

88.09

91.79

93.74

95.18

93.07

77.46

91.54

92.37

87.37

73.2

78.83

100

100

100

88.1

95.32

89.59

92.14

84.05

97.18

96.54

98.36

94.77

97.47

Ikhtisar Utama
Main Highlights

PLTD
DPP

2010

Profil Perusahaan
Company Profile

Faktor Gangguan
Faktor gangguan mesin pembangkit diukur
berdasarkan indikator Equivalent Forced Outage
Rate (EFOR), Sudden Outage Frequency (SdOF),
dan Schedule Outage Factor (SOF).

Disruption Factor
Disruption to power plant machineries are
measured by Equivalent Forced Outage Rate
(EFOR), Sudden Outage Frequency (SdOF), and
Scheduled Outage Factor (SOF) indicators.

Equivalent Forced Outage Rate (EFOR)


Nilai EFOR berfungsi untuk mengukur jam keluar
paksa unit pembangkitan dengan harapan dapat
melakukan pemeliharaan secara berkelanjutan.
Realisasi EFOR tahun 2014 sebesar 7,16%, tidak
lebih baik dari realisasi tahun 2013 yang sebesar
1,66%, Peningkatan realisasi EFOR tahun 2014
dibandingkan tahun 2013 disebabkan terutama
oleh gangguan yang terjadi di unit Suralaya dan
Kamojang.

Equivalent Forced Outage Rate (EFOR)


The score for EFOR represents the amount of
hours of forced outage of generating unit for the
purpose of continuing maintenance of the unit.
Realized EFOR in 2014 was recorded at 7.16%,
not improved from 1.66% realized in 2013. The
increase in EFOR in 2014 compared to 2013 was
mainly due to disruptions at the Suralaya Unit and
Kamojang Unit.

Tabel EFOR Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014 (%)


Table of EFOR based on Unit in 2010-2014 (%)
Unit

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

2014

2013

2012

2011

2010

UP Suralaya

Suralaya GU

10.86

2.14

3.36

2.07

4.56

UPJP Priok

Priok GGSU

4.52

2.41

2.45

5.48

2.41

UP Saguling

Saguling GU

0.10

0.05

0.07

3.27

0.20

UPJP Kamojang

Kamojang GGSU

6.44

0.65

0.33

0.29

0.41

UP Semarang

Semarang GU

1.77

1.94

1.71

6.66

11.53

UP Mrica

Mrica GU

0.05

0.11

0.24

0.08

0.72

UP Perak Grati

Perak Grati GU

1.33

0.25

0.67

3.29

1.49

UPJP Bali

Bali GGSU

2.62

1.71

0.49

0.25

11.93

Jumlah

Total

7.16

1.66

2.37

2.99

4.22

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

148

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kinerja Per Segmen Usaha


Performance by Business Segment

Grafik EFOR Tahun 2010-2014 (%)


Chart of EFOR in 2010-2014 (%)
7.16

4.22
2.99
2.37
1.66
2014

2013

2012

2011

2010

Grafik Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014

UP Suralaya
Suralaya GU

UP Saguling
Saguling GU

2014

UPJP Kamojang
Kamojang GGSU

2013

UP Semarang
Semarang GU

2012

2011

Berdasarkan jenis pembangkit, peningkatan


realisasi EFOR tahun 2014 dibandingkan dengan
tahun 2013 dikontribusi terutama oleh peningkatan
EFOR pada PLTU Batu Bara dan PLTP.

UP Perak Grati
Perak Grati GU

11.93

0.49

0.25

2.62

1.71

3.29

1.49

0.67

1.33

UP Mrica
Mrica GU

0.25

0.72

0.08

0.24

0.11

0.05

6.66

11.53

1.94

1.71

1.77

0.41

0.29

0.65

0.33

6.44

0.07

0.20

3.27

UPJP Priok
Priok GGSU

0.05

0.10

5.48

2.41

2,45

2.41
4.52

4.56

2.07

2.14
3.36

10.86

Chart of Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) based on Power Plant Unit in 2010-2014

UPJP Bali
Bali GGSU

2010

Based on type of power plant, the increased


EFOR in 2014 compared to 2013 was contributed
mainly by increased EFOR at coal SPP and GPP.

Tabel EFOR Berdasarkan Jenis Pembangkit Tahun 2010-2014 (%)


Table of EFOR based on Power Plant Type in 2010-2014 (%)
Jenis Pembangkit
Type of Power Plant
PLTA

HPP

PLTU Batu Bara

Coal SPP

2014

2013

2012

2011

2010

0.09

0.06

0.12

2.35

0.32

10.86

2.14

3.35

2.07

4.56
12.66

PLTU Bahan Bakar Minyak

Oil SPP

0.00

0.00

0.00

9.06

PLTGU Gas

Gas CPP

4.52

1.89

2.75

5.48

0.41

PLTGU Bahan Bakar Minyak

Oil CPP

2.04

5.37

1.13

4.90

10.76

PLTP

GPP

6.44

0.65

0.79

0.29

0.41

PLTG Bahan Bakar Minyak

Oil GTPP

2.05

1.47

0.67

0.32

8.62

PLTG Gas

Gas GTPP

0.00

3.15

0.00

0.00

0.64

PLTD

DPP

0.00

0.00

0.00

0.00

52.21

Jumlah

Total

7.16

1.66

2.37

2.99

4.22

Grafik Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014 (%)

PLTU Batu Bara


Coal SPP

PLTU Bahan
Bakar Minyak
Oil SPP

2014

PLTGU Gas
Gas CPP

2013

PLTGU Bahan
Bakar Minyak
Oil CPP

2012

2011

PLTP
GPP

2010

PLTG Bahan
Bakar Minyak
Oil GTPP

PLTG Gas
Gas GTPP

PLTD
DPP

52.21

0.00

0.00

0.00

0.00

0.64

0.00

3.15

0.00

0.00

8.62

0.67

0.32

1.47

1.98

0.41

0.29

0.79

0.65

6.44

10.76

4.90

1.13

5.37

2.04

0.41

5.48

2.75

4.52

1.89

12.66

9.06
0.00

0.00

0.00

4.56

2.07

3.35

2.14

2.35

PLTA
HPP

0.32

0.12

0.06

0.09

10.86

Chart of Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) based on Power Plant Type in 2010-2014 (%)

149
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Sudden Outage Frequency (SdOF)


Indikator SdOF memiliki fungsi untuk mengukur
jumlah gangguan unit pembangkitan dengan
harapan dapat melakukan pemeliharaan secara
berkelanjutan dan kewaspadaan terhadap
gangguan berulang. Realisasi SdOF Tahun 2014
sebesar 1,83 kali lebih baik dari realisasi tahun
2013 sebesar 1,89 kali. realisasi SdOF tahun 2014
lebih baik dibandingkan tahun 2013 disebabkan
terutama oleh berkurangnya gangguan yang
mendadak pada unit Kamojang dan Priok.

Sudden Outage Frequency (SdOF)


The corporate SdOF indicator measures the
amount of disruptions of generating units for
the purpose of continuing maintenance and the
detection of recurring disruptions. Realized SdOF
in 2014 was recorded at 1.83 times, improving
from 1.89 times in 2013. The decline in SdOF in
2014 compared to 2013 was due to the decline
sudden disruptions on the Kamojang Unit and
Priok Unit.

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Table of SdOF based on Unit in 2010-2014 (times)


2014

2013

2012

2011

2010

UP Suralaya

Suralaya GU

2.86

3.00

3.86

2.43

6.57

UPJP Priok

Priok GGSU

3.14

4.14

2.21

2.79

3.94

UP Saguling

Saguling GU

0.41

0.45

0.24

0.55

0.31

UPJP Kamojang

Kamojang GGSU

2.14

3.57

2.43

2.57

4.00

UP Semarang

Semarang GU

5.50

4.00

3.22

12.89

11.88

UP Mrica

Mrica GU

0.46

0.32

0.46

0.36

0.48

UP Perak Grati

Perak Grati GU

2.57

1.57

3.00

5.71

6.33

UPJP Bali

Bali GGSU

3.14

4.14

6.17

1.71

10.67

Jumlah

Total

1.83

1.89

1.70

2.48

4.63

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Grafik SdOF Tahun 2010-2014 (kali)


Chart of SdOF in 2010-2014 (times)
4.63

2.48
1.83

1.89

1.7

2014

2013

2012

2011

2010

Grafik Sudden Outage Frequency (SdOF) Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014

2014

UPJP Kamojang
Kamojang GGSU

2013

2011

UP Mrica
Mrica GU

UP Perak Grati
Perak Grati GU

1,71

10.67

6.17

4.14

6.33

3.14

3.00
5.71

2.57

1.57

0.48

0.36

0.46

0.32

0.46

12.89

11.88

UP Semarang
Semarang GU

2012

Berdasarkan jenis pembangkit, realisasi SdOF


tahun 2014 lebih baik tahun 2014 dibandingkan
dengan tahun 2013 dikontribusi terutama oleh
penurunan SdOF pada PLTGU Gas dan PLTP.

3.22

4.00
5.50

2.57

3.57

2.43

2.14

0.55

UP Saguling
Saguling GU

0.31

0.45

0.24

0.41

2.79

UPJP Priok
Priok GGSU

3.94

2.21
4.14

3.14

6.57

3.86

3.00

2.86

2.43

Chart of Sudden Outage Frequency (SdOF) based on Unit in 2010-2014

UP Suralaya
Suralaya GU

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Tabel SdOF Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014 (kali)


Unit

Ikhtisar Utama
Main Highlights

UPJP Bali
Bali GGSU

2010

In terms of power plant type, The decline in


SdOF in 2014 compared to 2013 was contributed
mainly by lower SdOF gas CPP and GPP.

PT Indonesia Power

150

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kinerja Per Segmen Usaha


Performance by Business Segment

Tabel SdOF Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014 (kali)


Table of SdOF based on Power Plant Type in 2010-2014 (times)
Jenis Pembangkit
Type of Power Plant

2014

2013

2012

2011

2010

PLTA

HPP

0.44

0.46

0.35

0.46

0.39

PLTU Batu Bara

Coal SPP

2.86

3.00

3.86

2.43

6.57

PLTU Bahan Bakar Minyak

Oil SPP

0.00

0.00

0.00

2.00

7.29

PLTGU Gas

Gas CPP

5.50

7.25

3.88

4.88

5.25
20.29

PLTGU Bahan Bakar Minyak

Oil CPP

5.58

3.50

3.82

12.18

PLTP

GPP

2.14

3.57

2.57

2.57

4.0

PLTG Bahan Bakar Minyak

Oil GTPP

2.63

3.38

2.37

2.91

5.25

PLTG Gas

Gas GTPP

0.00

6.00

0.00

0.00

2.50

PLTD

DPP

0.00

0.00

0.00

0.00

9.29

Jumlah

Total

1.83

1.89

1.70

2.48

4.63

Grafik Sudden Outage Frequency (SdOF) Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014 (kali)

PLTA
HPP

PLTU Batu Bara


Coal SPP

PLTU Bahan
Bakar Minyak
Oil SPP

2014

2013

PLTGU Bahan
Bakar Minyak
Oil CPP

2012

Scheduled Outage Factor (SOF)


Indikator SOF bertujuan untuk mengukur
jumlah jam unit pembangkit keluar sistem
karena pelaksanaan pemeliharaan, inspeksi
dan maintenance overhaul pada suatu periode
tertentu. Realisasi SOF Tahun 2014 sebesar
4,34% lebih baik dari realisasi tahun 2013
sebesar 5,27%. Realisasi SOF tahun 2014 lebih
baik dibandingkan tahun 2013 disebabkan
terutama oleh percepatan penyelesaian durasi
pemeliharaan pada unit Saguling dan Perak
Grati berdasarkan dari improvement outage
management.

PLTG Gas
Gas GTPP

9.29

PLTD
DPP

2010

Scheduled Outage Factor (SOF)


The corporate SOF indicator serves to measure
the number of hours that a power plant is out
of the system for maintenance, inspection or
maintenance overhaul, during a certain period
of time. Realized SOF in 2014 was recorded at
4.34%, improving from the level in 2013 at 5.27%.
The decline in realized SOF in 2014 compared
to 2013 was mainly due to faster completion
of maintenance works at Saguling Unit and
Perak Grati Unit based on improvement outage
management.

Tabel SOF Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014 (%)


Table of SOF based on Unit in 2010-2014 (%)
Unit

0.00

0.00

0.00

2.5

0.00

0.00

0.00

5.25

PLTG Bahan
Bakar Minyak
Oil GTPP

0.00

2.91

3.38

2.37

2.55

2.57

3.57

PLTP
GPP

2011

2.57

2.14

20.29

3.82

12.18

3.5

PLTGU Gas
Gas CPP

5.58

5.25

4.88

7.25

5.50

7.29

0,00

0.00

3.88

6.57
0.00

3.86

2.43

2.86

0.39

0.46

0.35

0.46

0.44

Chart of Sudden Outage Frequency (SdOF) based on Power Plant Type in 2010-2014 (times)

2014

2013

2012

2011

2010

UP Suralaya

Suralaya GU

4.93

5.45

5.14

2.79

7.58

UPJP Priok

Priok GGSU

8.03

5.20

5.09

12.45

10.51

UP Saguling

Saguling GU

2.64

6.59

0.17

2.59

3.03

UPJP Kamojang

Kamojang GGSU

1.69

3.43

4.02

3.20

6.55

UP Semarang

Semarang GU

2.04

4.75

3.89

8.12

12.02

UP Mrica

Mrica GU

2.08

1.31

5.24

1.82

1.39

UP Perak Grati

Perak Grati GU

2.38

5.35

3.98

8.13

4.63

UPJP Bali

Bali GGSU

7.20

7.82

11.52

15.11

5.07

Jumlah

Total

4.34

5.27

4.55

5.74

7.43

151
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Grafik SOF Tahun 2010-2014 (%)


Chart of SOF in 2010-2014 (%)
7.43

5.74

Ikhtisar Utama
Main Highlights

5.27
4.55

4.34
2014

2013

2012

2011

2010

Grafik SOF Berdasarkan Unit Tahun 2010-2014

Profil Perusahaan
Company Profile

Chart of SOF based on Unit in 2010-2014

UP Saguling
Saguling GU

2014

2012

2011

Berdasarkan jenis pembangkit, realisasi SOF


tahun 2014 lebih baik dibandingkan dengan tahun
2013 dikontribusi terutama oleh penurunan SOF
pada PLTA dan PLTGU bahan bakar minyak.

UP Mrica
Mrica GU

UP Perak Grati
Perak Grati GU

5.07

15.11

11.52

7.82

7.20

4,63

8.13

3.98

2.38

1.82

1.39

5.35

UP Semarang
Semarang GU

5.24

2.08

12.02

8.12

1.31

4.75

UPJP Kamojang
Kamojang GGSU

2013

3.89

2.04

6.55

4.02

3.20

3.43

3.03

2.59
0.17

UPJP Priok
Priok GGSU

1.69

6.59

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

2.64

10.51

12.45

5.09

5.20

8.03

2.79
7.58

5.14

5.45

4.93

UP Suralaya
Suralaya GU

UPJP Bali
Bali GGSU

2010

Based on type of power plant, The decline in


realized SOF in 2014 compared to 2013 was
contributed mainly by declining SOF at HPP and
oil fuel CPP.

Table of SOF based on Power Plant Type in 2010-2014 (%)


Jenis Pembangkit
Type of Power Plant

2014

2013

2012

2011

2010

PLTA

HPP

2.49

5.19

1.59

2.38

2.57

PLTU Batu Bara

Coal SPP

4.93

5.45

5.14

2.79

7.58
14.31

PLTU Bahan Bakar Minyak

Oil SPP

0.00

14.01

PLTGU Gas

Gas CPP

8.10

5.25

5.14

8.28

4.78

PLTGU Bahan Bakar Minyak

Oil CPP

4.02

5.88

5.57

12.57

14.06

PLTP

GPP

1.69

3.43

4.02

3.20

6.55

PLTG Bahan Bakar Minyak

Oil GTPP

3.88

5.71

5.46

11.29

4.32

PLTG Gas

Gas GTPP

0.00

12.42

PLTD

DPP

0.00

9.16

Jumlah

Total

4.34

5.27

4.55

5.74

7.43

Grafik Scheduled Outage Factor (SOF) Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014 (%)

PLTU Bahan
Bakar Minyak
Oil SPP

2014

2013

PLTGU Bahan
Bakar Minyak
Oil CPP

2012

2011

PLTP
GPP

2010

PLTG Bahan
Bakar Minyak
Oil GTPP

PLTG Gas
Gas GTPP

PLTD
DPP

9.16

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

12.42

0.00

4.32

11.29

5.46

5.71

3.88

6.55

3.2

3.43
4.02

1.69

14.06

12.57

5.57

5.88

2.84
PLTGU Gas
Gas CPP

4.78

8.28

5.14

5.25

8.10

14.31

14.01

0.00

0.00

0.00

7.58

2.79
5.14

5.45

4.93

2.57

2.38

1.59

2.49

5.19

Chart of Scheduled Outage Factor (SOF) based on Power Plant Type in 2010-2014 (%)

PLTU Batu Bara


Coal SPP

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Tabel SOF Berdasarkan Jenis Pembangkitan Tahun 2010-2014 (%)

PLTA
HPP

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

152

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Kinerja Per Segmen Usaha


Performance by Business Segment

2. Jasa Operation & Maintenance


(O&M)

2. Operation & Maintenance


(O&M) Services

Indonesia
Power
senantiasa
berupaya
mengembangkan bisnis jasa O&M, selain
memproduksi energi listrik. Dalam pengelolaan
jasa O&M untuk pembangkit milik PLN (sebagai
aset owner), Indonesia Power berperan sebagai
aset operator sebagai pihak yang mengoperasikan
jasa yang diberikan dan aset manager sebagai
pihak yang mengelola jasa yang diberikan.
Hubungan aset operator dan aset manager
didefinisikan di dalam kontrak, dimana kontrak
terbagi dua tahap yaitu kontrak supporting (pra
COD dan COD) dan kontrak performance base.

In addition to the business of electricity production,


Indonesia Power also strives to develop its O&M
services business. In the management of O&M
services for power plants owned by PLN ( as
asset owner), Indonesia Power functions as asset
operator in the operation of services rendered,
and as asset manager in the management of
services rendered. The relations between asset
operator and asset manager is defined in a
contract, which is divided into two phases, namely
the supporting contract (Pre-COD and COD) and
performance-based contract.

Pra Commercial Operation Date (COD):


Pra-COD adalah pekerjaan set-up yang dikerjakan
sebelum unit pembangkit ditetapkan beroperasi
komersial. Tahap Pra-COD disebut sebagai Fase
Set-up Organisasi berupa set-up kuantitas dan
kualitas SDM, Set-up Fasilitas dan Set-up Tata
Kelola.

Pre-Commercial Operation Date (pre-COD):


Pre-OCD refers to set-up activities prior to the
power plant being declared for commercial
operation. The pre-OCD phase, known also as
Organization Set-Up Phase, consists of the setup for Human Resources in quantity and quality,
Facility set-up, and Governance set-up.

Pada tahap tersebut, Perusahaan diminta


peran dan kemampuan engineer-nya untuk
memberikan masukan atas kekurangan unit
yang ada. Proses ini dikenal dengan dengan
istilah ECP (Engineering Change Proposal), yaitu
usulan modifikasi yang disampaikan agar menjadi
Program Rencana Kerja dari Owner (PLN).

In this phase, the Company contributes its


engineering capability to provide input regarding
any shortcomings in the power plant unit.
This process is known as Engineering Change
Proposal (ECP), namely the proposal for needed
modifications that will become the Work Plan of
the power plant owner (PLN).

Area Proyek
Sampai tahun 2014, area proyek untuk jasa O&M
di bidang Pra-COD ini adalah:
1. PLTU Adipala
2. PLTU Pangkalan Susu
3. PLTU Sanggau
4. PLTU Houltecamp

Project Areas
Up to 2014, project areas for O&M services in the
Pre-OCD phase are:
1. Adipala SPP
2. Pangkalan Susu SPP
3. Sanggau SPP
4. Houltecamp SPP

Jasa yang Diberikan


Adapun terkait dengan jasa yang diberikan, yaitu:
1. Fase Set-up: pemenuhan kuantitas dan
kualitas SDM, set-up Fasilitas, Set-up Tata
Kelola
2. Lingkup Jasa pengoperasian dan perawatan
rutin.

Services Provided
Services provided comprise the following:
1. Set-Up Phase: fulfillment of Human Resources
in terms of quantity and quality, Facility setup, and Governance set-up
2. Scope of routine operation and maintenance
services

Commercial Operation Date (COD)


COD adalah di saat unit pembangkit sudah
dinyatakan beroperasi secara komersial. Pada tahap
ini, terjadi serah terima kewenangan pada pemilik,
yaitu dari PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) ke
PLN Unit Pembangkitan Jawa Bali (UJPB) atau
Wilayah untuk Pengelolaan kegiatan operasinya.

Commercial Operation Date (COD)


COD refers to the time when a power plant is
declared for commercial operation. In this phase,
the power plant is handed over to the owner, in
this case from PLN UIP to PLN UPJB or Regional
who will manage its operation activities.

153
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Area Proyek
Sampai tahun 2014, area proyek untuk jasa O&M
di bidang COD ini adalah:
1. PLTU Lontar
2. PLTU Palabuhan Ratu
3. PLTU Jeranjang
4. PLTU Barru
5. PLTP Ulumbu

Project Areas
Up to 2014, projetc areas for O&M services in
COD phase are:
1. Lontar SPP
2. Palabuhan Ratu SPP
3. Jeranjang SPP
4. Barru SPP
5. Ulumbu GPP

Jasa yang Diberikan


Adapun terkait dengan jasa yang diberikan, yaitu:
1. Lingkup Jasa Operation & Maintanance Rutin

Services Provided
Services provided comprise the following:
1. Scope of routine operation and maintenance
services

Performance Base Contract


Performance Base Contract adalah Kontrak
Fase Performance, dimana kedua belah pihak
menyepakati target dengan tahapan dari aset
manager menawarkan target kinerja yang dikenal
sebagai PRS (Performance Rating Score) dan
aset operator akan menawarkan nilai kontrak
berdasarkan target tersebut.

Performance Based Contract


The Performance-Based Contract is a contract in
the performance phase, whereby the two parties
agree on certain targets, with the asset manager
offering a set of performance targets known as
Performance Rating Score (PRS) and the asset
operator offering a contract value based on
those targets.

Dalam fase ini, akan diberlakukan pinalti atau


insentif yang dituangkan dalam kontrak dengan
mempertimbangkan PRS.

In this phase, there are certain penalties


or incentives set out in the contract with
consideration of the PRS.

Area Proyek
Sampai tahun 2014, area proyek untuk kontrak
yang berbasis kinerja adalah:
1. PLTU Labuan
2. PLTU Suralaya 8
3. PLTGU Priok Blok 3

Project Areas
Up to 2014, project areas in the performance
based contract phase are:
1. Labuan SPP
2. Suralaya 8 SPP
3. Priok Block 3 CPP

Jasa yang Diberikan


1. Lingkup jasa pengoperasian dan perawatan
rutin, jasa periodik, preventive maintanance,
predictive maintanance dan minor recovery.

Services Provided
1. Scope of routine operation and maintenance
services, periodic services, preventive
maintenance, predictive maintenance, and
minor recovery.

Unit, Status Kontrak, dan Tahun Performance


Unit, Contract Status and Performance Year
Nama Unit | Unit Name

Status Kontrak | Contract Status Tahun Performance Base | Year Performance Base

PLTU Labuan

Labuan SPP

Performance Base

2013

PLTU Suralaya

Suralaya SPP

Performance Base

2014

PLTGU Blok-3 Priok

Blok-3 Priok CPP

Performance Base

2014

PLTU Lontar

Lontar SPP

Supporting

2015

PLTU Palabuhan Ratu Palabuhan Ratu SPP

Supporting

2015

PLTU Adipala

Adipala SPP

Supporting

2017

PLTU Sanggau

Sanggau SPP

Supporting

2017

PLTU Jeranjang

Jeranjang SPP

Supporting

2016

PLTU Barru

Barru SPP

Supporting

2016

PLTP Ulumbu

Ulumbu GPP

Supporting

2016

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

154

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Perbandingan Antara Target


dengan Realisasi Tahun 2014
dan Proyeksi Tahun 2015
Comparison Between Target and Realization in
2014 and Projection in 2015
Produksi

Production

Tabel Perbandingan Realisasi Produksi Tahun 2014 dengan Target 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015
Table of Comparison between Production Realization and Target in 2014 and Projection in 2015

Jawa Bali Grid & Embedded


Area Bali dan Sumatera

Realisasi Tahun 2014


(GWh)
Realization in 2014
(GWh)

Target RKAP 2014


(GWh)
CWBP target in 2014
(GWh)

Pencapaian (%)
Achievement (%)

Proyeksi 2015 (GWh)


Projection in 2015
(GWh)

37,461.12

37,710.63

99.34

42,530.16

2,415.03

2,425.66

99.56

435.76

Pada tahun 2014, realisasi produksi energi listrik


Jawa-Bali Grid & Embedded Indonesia Power sebesar
37.461,12 GWh dengan pencapaian 99,34% dari
target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)
2014. Ketidaktercapaian ini terjadi karena belum
optimalnya pasokan gas untuk Grati dan Semarang
serta kondisi pembangkit di Bali yang beroperasi
start-stop karena pengoperasian kabel laut dan
pengoptimalan pembelian listrik dimana pembangkit
tersebut memiliki efisiensi lebih tinggi.

In 2014, realized electricity production in the JavaBali Grid & Embedded Indonesia Power amounted to
37,461.12 GWh, or 99.34% of the target in the 2014
Company Work & Budget Plan (CWBP). The underachievement was the result of non-optimal supply
of gas to the Grati and Semarang generating units,
start-stop operating condition of power plants in Bali
due to the operation of submarine power cable, and
optimization of electricity purchase where the power
plants have a higher efficiency.

Proyeksi produksi Jawa - Bali Grid & Embedded


untuk tahun 2015 sebesar 42.530,16 GWh. Proyeksi
tersebut berdasarkan RKAP tahun 2015 dengan
asumsi pertumbuhan tingkat permintaan energi
listrik sekitar 7%, penyelesaian PLTDG Pesanggaran
200 MW di Bali serta peningkatan pasokan gas di
Priok, Semarang dan Grati.

Projection for electricity production in the Java-Bali


Grid & Embedded for 2015 is 42,530.16 GWh. This
amount is based on the 2015 CWBP, with assumptions
of a growth in electricity demand of around 7%, the
completion of the 200 MW Pesanggaran GDPP in
Bali, and increased gas supply for Priok, Semarang
and Grati.

Pada tahun 2014 realisasi produksi energi listrik


di Area Bali dan Sumatera sebesar 2.415,03 GWh
dengan pencapaian 99,56% dari target RKAP
2014. Ketidaktercapaian ini terjadi karena tidak
terpenuhinya produksi akibat dari kemampuan daya
netto PLTD Pemaron (HSD) 55 MW di RKAP 2014
yang secara realisasi hanya berkapasitas 45 MW yang
mempengaruhi produksi yang dihasilkan.

In 2014, realized production of electricity in Bali Area


and Sumatra Area was 2,415.03 GWh, or 99.56% of
the target in 2014 CWBP. The under-achievement
from the target was due to production underachievement from DPP Pemaron (HSD) with net
power capacity of 55 MW at the 2014 CWBP, which
subsequently showed an actual capacity of only 45
MW and thus affecting electricity production.

Proyeksi produksi energi listrik di Area Bali dan


Karimunjawa tahun 2015 sebesar 435,76 GWh. Proyeksi
tersebut berdasarkan RKAP tahun 2015, di saat
Perusahaan masih ditugaskan oleh PLN sebagai induk

Projection for electricity production in Bali and


Karimunjawa Area in 2015 is 435.76 GWh. This
amount is based on the 2015 CWBP, with the
Company given the assignment by PLN as parent

155
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

usaha untuk mengoperasikan beberapa PLTD MFO di


Bali serta PLTMG Karimunjawa. Pada tahun 2015 tidak
ada lagi proyeksi produksi Area Sumatera dikarenakan
adanya rencana relokasi pembangkit ke PT PLN (Persero).

entity to operate a number of MFO-fueled DPPs


in Bali and the Karimunjawa MHPP. There is no
production projected for Sumatra Area due to the
plan to re-locate power plants to PT PLN (Persero).

Penjualan

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Sales

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Tabel Perbandingan Realisasi Penjualan Tahun 2014 dengan Target 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015
Table of the Comparison between Realization of Sales in 2014 and 2014 Target and Projection in 2015
Realisasi Tahun 2014
(GWh)
Realization in 2014
(GWh)

Target RKAP 2014


(GWh)
CWBP target in 2014
(GWh)

Pencapaian (%)
Achievement (%)

35,892.42

36,103.13

99.42

40,668.85

2,407.60

2,425.66

99.26

435.76

Jawa Bali Grid & Embedded


Area Bali dan Sumatera

Proyeksi 2015 (GWh)


Projection in 2015
(GWh)

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Pada tahun 2014 realisasi penjualan energi listrik


Jawa Bali Grid & Embedded sebesar 35.892,42 GWh
dengan pencapaian 99,42% dari target RKAP 2014.
Penyebab ketidaktercapaian ini telah disampaikan
pada informasi ketidaktercapaian Produksi di atas.

In 2014, realized electricity sales in the Java-Bali


Grid & Embedded amounted to 35,892.42 GWh,
or 99.42% of the target in 2014 CWBP. The underachievement was due to reasons discussed above in
the under-achievement of electricity production.

Sedangkan proyeksi penjualan untuk tahun 2015


ditargetkan sebesar 40.668,85 GWh. Proyeksi
tersebut berdasarkan RKAP tahun 2015 dan seperti
yang dijelaskan pada narasi produksi di atas.

Meanwhile, projected electricity sales for 2015


is 40,668.85 GWh. The amount is based on the
2015 CWBP as discussed in the section above on
production projection.

Pada tahun 2014, realisasi total penjualan energi listrik


untuk di Area Bali dan Sumatera sebesar 2.407,60 GWh
dengan pencapaian 99,26% dari target RKAP 2014.
Penyebab ketidaktercapaian ini telah disampaikan
pada informasi ketidaktercapaian Produksi.

In 2014, total realized electricity sales in the Bali Area


and Sumatra Area was 2,407.60 GWh, or 99.26% of
the target in 2014 CWBP. The under-achievement
was due to reasons discussed in the section above on
under-achievement of electricity production.

Proyeksi penjualan energi listrik di Area Bali dan


Sumatera tahun 2015 sebesar 435,76 GWh. Proyeksi
tersebut berdasarkan RKAP tahun 2015 dan seperti
yang dijelaskan pada narasi produksi diatas.

Projection for electricity sales in 2015 in the Bali


Area and Sumatra Area is 435.76 GWh. This amount
is based on the 2015 CWBP and as discussed in the
section above on electricity production.

Pemakaian Sendiri

Self Consumption

Tabel Perbandingan Realisasi Pemakaian Sendiri Tahun 2014 dengan Target 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015
Table of the Comparison between Self Consumption realization in 2014 and 2014 target and Projection in 2015
Realisasi Tahun 2014
Realization in 2014

Jawa Bali Grid & Embedded

Target RKAP 2014


CWBP target in 2014

Pencapaian PS
Achievement Own Use

Proyeksi 2015
Projection in 2015

GWh

GWh

GWh

1,568.70

4.19

1,607.50

4.26

101.76

1,861.61

4.38

Pada tahun 2014 realisasi Pemakaian Sendiri


mencapai 4,19% dengan pencapaian 101,76% dari
target RKAP 2014. Hal tersebut terutama dikontribusi
oleh peningkatan efisiensi mesin unit.

Profil Perusahaan
Company Profile

Realized electricity Self Consumption in 2014 was


4.19%, representing 101.76% achievement of the
target in 2014 CWBP. This was mainly contributed by
increased efficiency of unit machinery.

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

156

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Perbandingan Antara Target dengan Realisasi Tahun 2014 dan Proyeksi Tahun 2015
Comparison Between Target and Realization in 2014 and Projection in 2015

Proyeksi Pemakaian Sendiri untuk tahun 2015 sebesar


4,38% lebih tinggi dari realisasi tahun 2014 dikarenakan
komposisi produksi pembangkit dengan PS tinggi
diproyeksikan untuk dioperasikan lebih banyak karena
pertimbangan biaya operasi yang lebih rendah.

The projection for Self Consumption in 2015 is


4.38%, higher than the realized level in 2014, due
to the composition of power plant production with
high self consumption projected to operate more on
consideration of lower operating costs.

Equivalent Availability Factor


(EAF)

Equivalent Availability Factor


(EAF)

Tabel Perbandingan Realisasi EAF Tahun 2014 dengan Target 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015
Table of the Comparison between realization of EAF in 2014 and 2014 target and Projection in 2015

EAF

Realisasi Tahun 2014


Realization in 2014
(%)

Target RKAP 2014


CWBP target in 2014
(%)

Pencapaian
Achievement
(%)

Proyeksi 2015
Projection in 2015
(%)

89.87

92.20

97.48

90. 20

Pada tahun 2014 realisasi EAF sebesar 89,87%


dengan pencapaian 97,48% dari target RKAP 2014.
Pencapaian ini mengalami penurunan karena hal ini
disebabkan gangguan yang terjadi di unit Kamojang
dan Suralaya. Proyeksi EAF untuk tahun 2015 sebesar
90,20%. Proyeksi tersebut berdasarkan realisasi
tahun 2014 dan adanya rencana pemeliharaan (Major
Inspection) di PLTGU Tambak Lorok, PLTGU Grati dan
PLTG Pesanggaran.

In 2014, realized EAF was recorded at 89.87%, or


97.48% of the target set in the 2014 CWBP. The
under-achievement is due to to disruptions in the
Kamojang Generating Unit and Suralaya Generating
Unit. Projected EAF for 2015 is 90.20%. This
projection is based on realized 2014 EAF and the
planned maintenance work (Major Inspection) on
CPP Tambak Lorok, CPP Grati and GTPP Pesanggaran.

Equivalent Forced Outage Rate


(EFOR)

Equivalent Forced Outage Rate


(EFOR)

Tabel Perbandingan Realisasi EFOR Tahun 2014 dengan Target 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015
Table of the Comparison between realization of EFOR in 2014 and 2014 target and Projection in 2015

EFOR

Realisasi Tahun 2014


Realization in 2014
(%)

Target RKAP 2014


CWBP target in 2014
(%)

Pencapaian
Achievement
(%)

Proyeksi 2015
Projection in 2015
(%)

7.16

1.90

-176.79

3.50

Pada tahun 2014 realisasi EFOR sebesar 7,16%


dengan pencapaian -176,79% dari target RKAP 2014.
Pencapaian ini terutama disebabkan oleh gangguan
Trafo, gangguan Generator dan gangguan ground
fault, hal ini dikarenakan usia mesin sudah di atas
33 tahun. Proyeksi EFOR untuk tahun 2015 sebesar
3,50%. Proyeksi tersebut berdasarkan realisasi yang
dicapai pada tahun 2014 dan kondisi unit yang masih
memerlukan waktu untuk recovery akibat gangguangangguan yang terjadi serta kondisi mesin di Unit
Pembangkit Thermal seperti Suralaya dan Priok yang
sudah diatas 33 tahun, sehingga masih dimungkinkan
akan terjadi banyak gangguan di tahun 2015.

In 2014, realized EFOR was recorded at 7.16%,


which was -176.79% of the target set in the 2014
CWBP. This achievement rate was due to disruptions
in transformer and generator as well as ground
fault disruptions, as the equipment are more than
33 years. old. Projected EFOR for 2015 is 3.50%.
This is based on realized EFOR in 2014 and in view
of the condition of the units requiring more time
for recovery due to the dusruptions, as well as the
condition of thermal generating units in Suralaya and
Priok that are already older than 33 years, and thus
the potential for more disruptions occuring in 2015.

157
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Sudden Outage Frequency (SdOF)

Sudden Outage Frequency (SdOF)

Tabel Perbandingan Realisasi SdOF Tahun 2014 dengan Target 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015
Table of the Comparison between realization of SdOF in 2014 and 2014 target and Projection in 2015

SdOF

Realisasi Tahun 2014


Realization in 2014
(%)

Target RKAP 2014


CWBP target in 2014
(%)

Pencapaian
Achievement
(%)

Proyeksi 2015
Projection in 2015
(%)

1.83

1.68

91.07

1.64

Pada tahun 2014 realisasi SdOF sebesar 1,83% dengan


pencapaian 91,07% dari target RKAP 2014. Penurunan
ini terutama disebabkan oleh peningkatkan predictive
maintenance dan strategi pengendalian operasi yang
memungkinkan eliminasi gangguan trip unit sehingga
proses perbaikan gangguan dapat dilakukan dengan
terencana. Proyeksi SdOF untuk tahun 2015 sebesar
1,64%. Proyeksi tersebut berdasarkan Perubahan
pola operasi terhadap permintaan P3B untuk Unit
Priok, gasifikasi Semarang dan improvement dalam
perencanaan pemeliharaan.

Scheduled Outage Factor (SOF)

In 2014, realized SdOF was recorded at 1.83%,


representing an achievement rate of 91.07% from
the 2014 CWBP target. The decline was mainly due
to improvement in predictive maintenance and
operational control management, which enable the
elimination of unit trip disturbances and allows the
implementation of planned disturbance repairs.
Projected SdOF in 2015 is 1.64%, based on changes
in operating patterns concerning P3B request for
Priok GU, the gasification of Semarang GU, and
improvements in maintenance planning.

Scheduled Outage Factor (SOF)

Tabel Perbandingan Realisasi SOF Tahun 2014 dengan Target 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015
Realisasi Tahun 2014
Realization in 2014
(%)

Target RKAP 2014


CWBP target in 2014
(%)

Pencapaian
Achievement
(%)

Proyeksi 2015
Projection in 2015
(%)

4.34

6.13

129.17

6.81

Pada tahun 2014 realisasi SOF sebesar 4,34%


dengan pencapaian 129,17% dari target RKAP
2014. Pencapaian ini terutama disebabkan adanya
percepatan penyelesaian durasi pemeliharaan
berdasarkan dari improvement outage management.
Proyeksi SOF untuk tahun 2015 sebesar 6,81%.
Proyeksi tersebut berdasarkan jadwal pemeliharaan
di unit-unit dari Simple Inspection (SI), Combustion
Inspection (CI), Major Inspection (MI) dan Serious
Inspection (SE).

In 2014, realized SOF was recorded at 4.34%, or


129.17% over the target in the 2014 CWBP. The
achievement was due to the faster completion of
maintenance works as a result of improvements
in outage management. Projected SOF for 2015 is
6.81%, based on the scheduled maintenance works
for units in Simple Inspection (SI), Combustion
Inspection (CI), Major Inspection (MI) and Serious
Inspection (SE).

Efisiensi Thermal Netto

Net Thermal Efficiency

Tabel Perbandingan Realisasi Efisiensi Thermal Netto Tahun 2014 dengan Target 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015
Table of the Comparison between realization of Net Thermal Efficiency in 2014 and 2014 target and Projection in 2015

Efisiensi Thermal Netto

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Table of the Comparison between realization of SOF in 2014 and 2014 target and Projection in 2015

SOF

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Realisasi Tahun 2014


Realization in 2014
(%)

Target RKAP 2014


CWBP target in 2014
(%)

Pencapaian
Achievement
(%)

Proyeksi 2015
Projection in 2015
(%)

33.97

33.80

100.50

33.80

158

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Perbandingan Antara Target dengan Realisasi Tahun 2014 dan Proyeksi Tahun 2015
Comparison Between Target and Realization in 2014 and Projection in 2015

Pada tahun 2014, realisasi Efisiensi Thermal Netto


sebesar 33,97% dengan pencapaian 100,50%
dari target RKAP 2014. Pencapaian ini terutama
disebabkan oleh optimalisasi penggunaan bahan
bakar gas di unit PLTGU dan batu bara di unit PLTU.

In 2014, realized Net Thermal Efficiency was recorded


at 33.97%, or 100.50% of the target in 2014 RKAP.
The achievement is mainly due to optimization of the
use of gas as fuel in CCPP units as well as coal in the
SPP units.

Proyeksi Efisiensi Termal Netto untuk tahun 2015


sebesar 33,80%. Proyeksi tersebut berdasarkan
pengoptimalan pembangkit berbahan bakar non
minyak seperti program gasifikasi.

Projected Net Thermal Efficiency for 2015 is 33.80%,


based on the optimization of non-oil power plants
such as the gasification program.

Profitabilitas

Profitability

Sepanjang tahun 2014, kinerja penjualan hasil


produksi energi listrik mencapai Rp34,83 triliun. Jika
dibandingkan tahun 2013 yang sebesar Rp32,93
triliun, mengalami kenaikan 5,75%.

Throughout 2014, sales of electricity amounted to


Rp34.83 trillion, increasing by 5.75% compared with
electricity sales of Rp32.93 trillion in 2013.

Sedangkan, kinerja pendapatan jasa O&M Percepatan


Diversifikasi Energi (PDE) tahun 2014 mencapai
Rp475,62 miliar. Jika dibandingkan tahun 2013
yang sebesar Rp280,89 miliar, mengalami kenaikan
69,33%. Hal itu disebabkan oleh bertambahnya Unit
Jasa O&M PDE Indonesia timur.

Revenues from O&M services PDE in 2014 amounted


to Rp475.62 billion, an increase of 69.33% from
Rp280.89 billion recorded in 2013. This increase was
attributable to the increasing number of O&M PDE
units in Eastern Indonesia.

Laba usaha mencapai Rp2,24 triliun, jika dibandingkan


tahun 2013 yang mencapai Rp2,02 triliun.
mengalami kenaikan 11,27%. hal ini disebabkan
oleh meningkatnya pendapatan jasa O&M PDE dan
pendapatan lain-lain sebesar 49,53% dibandingkan
tahun lalu.

Operating income amounted to Rp2.24 trillion,


representing an increase of 11.27% compared with
the achievement in 2013 of Rp2.02 trillion. The
increase was mainly contributed by the increase in
revenue from O&M PDE services and other revenues
of 49.53% compared to the previous year.

Pengembangan Usaha

Business Development

Untuk menambah portofolio bisnis ketenagalistrikan


dan sejalan dengan destinasi perusahaan sebagaimana
tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan
(RJPP) 2014-2018, PT Indonesia Power terus menjalin
kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak, baik
pihak mitra lokal maupun pihak asing, di antaranya:

In order to expand on its electricity business portfolio


and inline with the corporate objectives as stated in
the Long-term Strategic Plan 2014-2018, Indonesia
Power continues to collaborate with both local
as well as overseas partners in various projects,
including:

1. Pengembangan PLTU Kalbar (2x100 MW) dan


PLTU Jambi (2x600 MW)
PT PLN (Persero) telah menugaskan Perusahaan
untuk mengembangkan PLTU Kalbar (2x100 MW)
dan PLTU Mulut Tambang Jambi (2x 600 MW)
melalui skema kemitraan dimana pemilihan mitra
akan dilaksanakan oleh PLN melalui pelelangan.
Perusahaan telah melaksanakan Pra Feasible
Study (FS) untuk PLTU Kalbar dan untuk PLTU
Jambi masih dalam proses Pra FS. Rencana
tender akan dilaksanakan oleh PLN pada Triwulan
I tahun 2015 untuk PLTU Kalbar dan Triwulan II
tahun 2015 untuk PLTU Jambi.

1. Development of Kalbar SPP (2x100 MW) and


Jambi SPP (2x600 MW)
PT PLN (Persero) has assigned the Company to
develop the Kalbar SPP (2x100 MW) and Mulut
Tambang SPP, Jambi (2x600 MW) through a
partnership scheme, with the partner selection
conducted by PLN through a tender process.
The Company has conducted the pre-Feasibility
Study (pre-FS) for Kalbar SPP, while the pre-FS
for SPP Jambi is currently in process. PLN plans
to conduct the tender for Kalbar SPP in Quarter
I 2015 and the tender for Jambi SPP in Quarter II
2015.

159
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

2. Pengembangan PLTA Poigar (30 MW)


Sulawesi Utara
PLN telah menugaskan Perusahaan untuk
melaksanakan Pengembangan PLTA Poigar 30
MW pada tanggal 18 Februari 2014 melalui
sinergi BUMN dengan PT Brantas Abipraya,
dimana sebelumnya Izin Prinsip telah diterbitkan
oleh Pemkab Minahasa pada bulan Januari 2014
ke afiliasi PT Brantas Abipraya. Saat ini tengah
dilaksanakan review past study PLTA Poigar
dengan target penyelesaian di Triwulan I tahun
2015.

2. Development of Poigar HPP (30 MW) in North


Sulawesi
On February 18th, 2014, the Company has
received an assignment from PLN to develop the
30 MW Poigar HPP through SOE collaboration
with PT Brantas Abipraya. A principle permit was
previously issued by the Government of Minahasa
Regency in January 2014 to an affiliate of PT
Brantas Abipraya. Currently, a review past study
of Poigar HPP is being conducted with a planned
completion date in Quarter I 2015.

3. Pengembangan PLTA di Jawa Tengah,


Sumatra Utara, Sulawesi Selatan

Pengembangan PLTA lainnya tengah dilaksanakan
oleh Perusahaan di beberapa lokasi divantaranya
di Jawa Tengah, Sumatra Utara, Sulawesi
Selatan yang dilaksanakan bersama beberapa
perusahaan Genco dari Jepang. Saat ini tengah
dilaksanakan review past study dan beberapa
dilaksanakan Joint Feasibility Study, serta
penyelesaian perizinan pada daerah setempat.
Diharapkan pada tahun 2015, Perusahaan bisa
menyampaikan proposal pengembangan proyek
kepada PT PLN sebagai bagian untuk menambah
tenaga listrik pada daerah tersebut.

3. Development of HPPs in Central Java, North


Sumatra, and South Sulawesi
The Company is also currently engaged in the
development of a number of HPP in various
locations in Central Java, North Sumatra, and
South Sulawesi in collaboration with a number
of electricity generating companies from Japan.
Ongoing activities are review past studies, joint
feasibility study, and completion of local permits.
By 2015, the Company is expected to be able
to submit its project development proposals to
PT PLN (Persero) as part of efforts to generate
additional electricity supplies in the respective
regions.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

160

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Kinerja

Keuangan
Financial Performance Analysis

Sepanjang tahun 2014, total


Pendapatan Usaha Indonesia Power
mencapai Rpsebesar Rp35,72 triliun,
lebih tinggi dibandingkan tahun
sebelumnya, yang antara lain hasil
kontribusi penjualan tenaga listrik
kepada PLN.
Throughout 2014, Indonesia Power recorded total
Operating Revenues of Rp35.72 trillion, higher than
the previous year, among others contributed by higher
electricity sales to PLN.
Laba Rugi Komprehensif

Comprehensive Income

Pada tahun 2014, perolehan Laba Tahun Berjalan


dan jumlah Laba Komprehensif Indonesia Power
sebesar Rp1.635.889 juta, mengalami kenaikan
31,66% dibandingkan tahun 2013 yang mencapai
Rp1.242.470 juta. Pertumbuhan tersebut di
antaranya dikontribusikan oleh kenaikan pada Pos
Keuangan dan Lain-lain, yaitu sebesar 108,31%
dibandingkan tahun 2013 karena selisih kurs akibat
fluktuasi kurs tahun 2014, sehingga mengalami
penurunan denda atas pekerjaan mencapai Rp107
miliar. Pada tahun 2013, nilainya sebesar Rp29 miliar.

In 2014, Indonesia Power booked an Income for


the Year and Total Comprehensive Income of
Rp1,635,889 million, an increase of 31.66% over
the amount in 2013 of Rp1,242,470 million. The
increase was attributable to, among others, an
increase in the Financial and Other Items account
by 108.31% compared to 2013, due to foreign
exchange gap as a result of fluctuation of the
currency exchange rate in 2014, resulting in a
decline of penalty on work of Rp107 billion. In
2013, the corresponding amount was Rp29 billion.

6.54%
Pendapatan Usaha
Indonesia Power naik
6,54% dibanding tahun
2013.
Operating Revenues of
Indonesia Power increased
by 6.54% over 2013.

161
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Pertumbuhan Pendapatan Jasa


Growth of Service Revenue

Pertumbuhan Laba Sebelum Pajak


Growth of Profit Before Tax

Pertumbuhan Laba Tahun


Berjalan dan Laba Komprehensif
Growth of Income for the Year
and Comprehensive Income

49.53% 19.50% 31.66%


Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Tabel Pertumbuhan Laba Rugi Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Income Growth in 2010-2014 (Rp million)

2014

Pendapatan Usaha

Revenues

Beban Usaha

Operating Expenses

Laba Sebelum Pos


Keuangan dan
Lain-Lain

Income Before
Financial and
Other Items

Pos Keuangan dan


Lain-lain Bersih

Net Financial and


Other Items

10,797

Laba Sebelum Pajak Profit Before Tax

2,255,327

Beban Pajak

Tax Expense

Laba Tahun
Berjalan dan
Jumlah Laba
Komprehensif

Income for The


Year and Total
Comprehensive
Income

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

35,723,617

33,531,493

32,472,481

43,416,117

34,511,234

6.54

(33,479,087)

(31,514,317)

(30,621,358)

(41,737,928)

(33,018,675)

6.23

2,244,530

2,017,176

1,851,123

1,678,189

1,492,559

11.27

34,763

24,969

345

108.31

1,885,886

1,703,157

1,492,559

19.50

(619,438)
1,635,889

(129,950)
1,887,226
(644,756)
1,242,470

(619,142)
1,266,744

(522,935)
1,180,223

(433,235)
1,059,670

(3.93)
31.66

162

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Kinerja Keuangan


Financial Performance Analysis

Grafik Laba Tahun Berjalan dan Jumlah Laba


Komprehensif Tahun 2010-2014 (Rp juta)
Chart of Income for the Year and Total Comprehensive Income
in 2010-2014 (Rp million)
1,635,889
1,242,470

2014

1,266,744

2013

1,180,223

2012

1,059,670

2011

2010

Pendapatan Usaha

Operating Revenues

Pendapatan Usaha diperoleh dari Penjualan Tenaga


Listrik dan Pendapatan Jasa. Pendapatan dari
penjualan listrik diakui berdasarkan jumlah tenaga
listrik yang ditransmisikan kepada PLN. Pendapatan
Jasa diakui berdasarkan pendapatan atas jasa yang
diberikan.

Operating Revenues are derived from Electricity


Sales and from Services Revenue. Revenue from
Electricity Sales is recognized based on the amount
of electricity transmitted to PLN. Services Revenue is
recognized based on income for services rendered.

Sepanjang tahun 2014, total Pendapatan Usaha


Indonesia Power sebesar Rp35.723.617 juta,
meningkat sebesar 6,54% dibandingkan tahun
2013 yang mencapai Rp33.531.493 juta. Kenaikan
ini dikontribusikan oleh penjualan tenaga listrik
kepada PLN sebesar Rp34.828.753 juta, meningkat
5,76% dibandingkan tahun 2013 yang mencapai
Rp32.933.050 juta. Pendapatan tersebut diterima
atas transmisi energi listrik sebesar 37.804.942.450
kWh.

Throughout 2014, total Operating Revenues of


Indonesia Power amounted to Rp35,723,617 million,
an increase of 6.54% over the amount in 2013 of
Rp33,531,493 million. The increase was attributable
to sales of electricity to PLN of Rp34,828,753
million, an increase of 5.76% over sales in 2013 of
Rp32,933,050 million. The revenue corresponds
to the transmission of 37,804,942,450 kWh of
electricity.

Pendapatan Jasa terdiri dari pendapatan jasa operasi


dan pemeliharaan kepada PLN dan pendapatan sewa
pembangkit listrik. Pada tahun 2014, Pendapatan
Jasa sebesar Rp894.863 juta naik sebesar 49,53%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp598.443 juta.

Services Revenue comprises of income from


operation and maintenance services to PLN and
income from power plant rental. In 2014, Services
Revenue amounted to Rp894,863 million, an increase
of 49.53% over the amount in 2013 of Rp598,443
million.

Tabel Pertumbuhan Pendapatan Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Revenue Growth in 2010-2014 (Rp million)

Pendapatan Usaha

Revenues

Penjualan Tenaga
Listrik

Sale of Electricity
Energy

Pendapatan Jasa

Services

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2014

2013

2012

2011

2010

35,723,617

33,531,493

32,472,481

43,416,117

34,511,234

6.54

34,828,754

32,933,050

31,852,551

42,917,035

34,143,249

5.76

894,863

598,443

619,930

499,082

367,985

49.53

163
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Grafik Pendapatan Usaha Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Chart of Revenue Growth 2010-2014 (Rp million)

2014

Penjualan Tenaga
Listrik
Sale of Electricity

Pendapatan Jasa
Services

34,511,234

43,416,117

32,472,481

33,531,493

35,723,617

367,985

499,082

619,930

598,443

894,863

34,143,249

42,917,035

31,852,551

32,933,050

34,828,754

2013

Jumlah Pendapatan
Usaha
Total Revenues

2012
2011
2010

Beban Usaha

Operating Expenses

Beban Usaha terdiri dari Beban Bahan Bakar dan


Pelumas, Penyusutan Aset Tetap, Pemeliharaan,
Kepegawaian, Sewa, dan Beban Lain-Lain. Beban
Usaha Perusahaan pada tahun 2014 sebesar
Rp33.479.087 juta, meningkat 6,23% dibandingkan
tahun 2013 yang mencapai Rp31.514.317 juta.

Operating Expenses comprise of Fuel and Lubricants


Expenses, Fixed Assets Depreciation, Maintenance,
Personnel, Lease, and Other Expenses. The
Companys Operating Expenses in 2014 amounted
to Rp33,479,087 million, an increase of 6.23% over
Rp31,514,317 million in 2013.

Peningkatan beban usaha ini terutama disebabkan


bertambahnya PLTD sewa Bali (PLTD 9-10 Pemaron
45MW, PLTD F Pesanggaran 45 MW, PLTD E
Pesanggaran 10 MW) dan kenaikan biaya bahan bakar
gas, sehubungan dengan adanya kenaikan harga
satuan gas.

The increase in Operating Expenses was mainly due


to additional power plant rental in Bali (Pemaron DPP
9-10 45 MW, Pesanggaran DPP F 45 MW, Pesanggaran
DPP E 10 MW) and the increase in gas fuel expenses
due to an increase in the unit price of gas.

164

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Kinerja Keuangan


Financial Performance Analysis

Tabel Pertumbuhan Beban Usaha Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Operating Expenses Growth in 2010-2014 (Rp million)

Beban Usaha

Operating Expense

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2014

2013

2012

2011

2010

33,479,087

31,514,317

30,621,358

41,737,928

33,018,675

6.23

26,543,914

24,688,326

24,265,017

35,997,481

27,993,118

7.52

Bahan Bakar dan


Pelumas

Fuel and Lubricants


Expenses

Penyusutan Aset
Tetap

Fixed Asset
Depreciation

2,735,491

2,726,082

2,704,914

2,701,823

2,562,963

0.35

Pemeliharaan

Maintenance

2,133,903

2,112,624

1,862,980

1,372,385

1,237,500

1.01

Kepegawaian

Personnel

1,351,808

1,380,156

1,233,881

1,097,673

976,458

Sewa

Lease

435,925

321,143

309,755

326,225

Lain-Lain

Others

278,046

285,986

244,811

242,341

248,635

(2.05)
35.74
(2.78)

Grafik Beban Usaha Tahun 2010-2014


Chart of Operating Expenses Growth in 2010-2014
41,737,928
33,479,087

2014

31,514,317

30,621,358

2013

2012

33,018,675

2011

2010

Beban Bahan Bakar dan Pelumas

Fuel and Lubricants Expenses

Beban Bahan Bakar dan Pelumas untuk menghasilkan


produk Indonesia Power bersumber dari bahan bakar
minyak, bahan bakar non minyak dan minyak pelumas.
Bahan bakar minyak yang digunakan adalah solar HSD
dan residu MFO. Bahan bakar non minyak yang digunakan
adalah batu bara, uap panas bumi dan gas alam.

Fuel and Lubricants Expenses are used in the


production of electricity by Indonesia Power using oil
and non-oil fuels as well as lubricants. Oil fuels used
include HSD diesel fuel and residual MFO fuel. Nonoil fuels include coal, geothermal energy and natural
gas.

Pada tahun 2014, Beban Bahan Bakar dan Pelumas


sebesar Rp26.543.914 juta. Jumlah itu terdiri dari
Beban Bahan Bakar Minyak sebesar Rp8.900.675 juta
dan Bahan Bakar Non Minyak sebesar Rp17.643.238
juta.

In 2014, Fuel and Lubricants Expenses amounted to


Rp26,543,914 million, consisting of oil fuel expenses
of Rp8,900,675 million and non-oil fuel expenses of
Rp17,643,238 million.

Beban Bahan Bakar dan Pelumas meningkat


7,52% dibandingkan tahun 2013 yang mencapai
Rp24.688.326 juta. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh kenaikan Beban Bahan Bakar Gas Alam
sebesar 36,22% dibandingkan tahun 2013. Ditahun
2014 pengoperasian pembangkit berbahan bakar gas
lebih diutamakan dibandingkan dengan pembangkit
berbahan minyak dimana pembangkit berbahan bakar
gas memiliki effisiensi yang lebih tinggi dibandingkan
dengan pembangkit berbahan bakar minyak.

Fuel and Lubricants Expenses in 2014 increased by


7.52% over those in 2013 of Rp24,688,326 million.
The increase was mainly attributable to the 36.22%
increase in expenses for natural gas, compared to
2013. In 2014, more emphasis was given to operating
gas-fired power plants instead of oil-fuel power plants,
as gas-fired power plant has a higher efficiency level
compared with oil-fuel power plant.

165
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Tabel Beban Bahan Bakar dan Pelumas Tahun 2010-2014 (Rp juta)
Table of Fuel and Lubricant Expenses in 2010-2014 (Rp million)

2014

Beban Bahan Bakar


dan Pelumas

Fuel and Lubricant


Expenses

Bahan Bakar Minyak

Fuel

Solar

26,543,914

Residu

Batu Bara

24,688,326

24,265,017

2011

35,997,481

2010

27,993,118

7.52

8,900,675

9,344,297

10,234,855

23,188,876

16,111,692

4.74

8,372,784

8,950,346

19,080,556

12,899,597

4.91

939,221

971,513

1,284,509

4,108,321

3,212,095

3.32

17,643,238

15,344,030

14,030,162

12,808,605

11,881,426

15.12

8,857,109

8,485,719

8,758,293

9,153,925

8,326,742

4.37

Marine Fuel Oil


Non Fuel

2012

7,961,454

High Speed Diesel

Bahan Bakar Non


Minyak

2013

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

Coals

Uap Panas Bumi

Geothermal

1,908,744

1,780,754

2,190,465

2,399,527

1,967,824

7.18

Gas Alam

Natural Gas

6,801,053

4,992,844

3,006,517

1,180,754

1,500,100

36.21

76,333

84,712

74,887

74,400

86,761

9.89

Minyak Pelumas dan


Lain-Lain

Lubricants and Others

2014

Minyak Pelumas dan


Lain-Lain
Lubricants and Others

27,993,118

35,997,481

24,265,017

24,688,326

26,543,914

86,761

74,400

74,887

84,712

2013
76,333

Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

11,881,426

12,808,605

13,955,275

15,259,317

17,566,906

16,111,692

23,188,876

10,234,855

9,344,297

8,900,675

Chart of Fuel and Lubricant Expenses in 2010-2014 (Rp million)

Bahan Bakar Non Minyak


Non Fuel

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Grafik Beban Bahan Bakar dan Pelumas Tahun 2010-2014 (Rp Juta)

Bahan Bakar
Minyak
Fuel

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Beban Bahan Bakar dan


Pelumas
Fuel and Lubricant Expenses

2012
2011
2010

Beban Penyusutan Aset Tetap

Fixed Assets Depreciation Expenses

Beban Penyusutan Aset Tetap tahun 2014 sebesar


Rp2.735.491 juta, meningkat 0,35%, dibandingkan
dengan tahun 2013 sebesar Rp2.726.082 juta.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
beban penyusutan atas penambahan aset di tahun
2014.

Fixed Assets Depreciation Expenses in 2014


amounted to Rp2,735,491 million, increased by
0.35% over those in 2013 of Rp2,726,082 million.
The increase was attributable to the depreciation on
additional fixed assets in 2014.

Beban Pemeliharaan

Maintenance Expenses

Beban Pemeliharaan terdiri dari Jasa Borongan


dan Pemakaian Material Pemeliharaan. Beban
Pemeliharaan pada tahun 2014 adalah sebesar
Rp2.133.903 juta meningkat sebesar 1,01%
dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar
Rp2.112.624 juta. Peningkatan ini terutama

Maintenance Expenses comprise of Contractor


Services
and
Maintenance
Material
Used.
Maintenance Expenses in 2014 amounted to
Rp2,133,903 million, increased by 1,01% compared
to Rp2,112,624 million in 2013. The increase was
mainly attributable to Contractor Services which

Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

166

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Kinerja Keuangan


Financial Performance Analysis

disebabkan oleh Jasa Borongan yang meningkat


sebesar 15,85% dibandingkan tahun 2013 tetapi
pada pemakaian material pemeliharaan mengalami
penurunan 20,51%.

increased by 15.85% compared with 2013, and


decrease of 20.51% in Maintenance Material Used.

Tabel Beban Pemeliharaan Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Maintenance Expenses in 2010-2014 (Rp million)

2014

Beban Pemeliharaan

Maintenance
Expenses

Jasa Borongan

Contractor Services

Pemakaian Material
Pemeliharaan

Maintenance
Materials Used

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2,133,903

2,112,624

1,862,980

1,372,385

1,237,500

1.01

1,448,471

1,250,267

1,219,360

706,396

576,008

15.85

685,432

862,357

643,620

665,989

661,492

(20.51)

Grafik Beban Pemeliharaan Tahun 2010-2014 (Rp Juta)

Pemakaian Material
Pemeliharaan
Maintenance Materials Used

Jasa Borongan
Contractor Services

1,237,500

1,372,385

1,862,980

2,112,624

2013
2,133,903

661,492

665,989

2014
643,620

862,357

685,432

576,008

706,396

1,219,360

1,250,267

1,448,471

Chart of Maintenance Expense in 2010-2014 (Rp million)

2012
2011
2010

Beban Pemeliharaan
Maintenance Expenses

Beban Kepegawaian

Personnel Expenses

Beban Kepegawaian terdiri dari Tunjangan Karyawan,


Imbalan Kerja, Gaji dan Pengobatan. Beban
Kepegawaian tahun 2014 mencapai Rp1.351.808 juta,
menurun 2,05% dibandingkan dengan tahun 2013
yang sebesar Rp1.380.156 juta. Perubahan tersebut
di antaranya disebabkan adanya penurunan Imbalan
Kerja sebesar 16,69% dibandingkan tahun 2013.

Personnel Expenses consist of Employee Allowance,


Employee Benefits, Salaries and Medical Allowance.
Personnel Expenses in 2014 amounted to
Rp1,351,808 million, decreased by 2.05% from
Rp1,380,156 million in 2013. The decline mainly
reflected the decrease in Employee Benefits by
16.69%, compared to 2013.

Tabel Beban Kepegawaian Tahun 2010-2014 (Rp Juta)


Table of Personnel Expenses in 2010-2014 (Rp million)

2014

Beban Kepegawaian
Tunjangan Karyawan

Personnel Expenses
Employee
Allowances

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

1,351,808

1,380,156

1,233,881

1,097,673

976,458

(2.05)

640,085

616,954

552,879

445,089

399,844

3.74

Imbalan Kerja

Employee Benefits

380,565

456,852

362,909

340,452

259,446

(16.69)

Gaji

Salaries

293,325

265,950

279,026

273,563

279,348

10.29

Pengobatan

Medical Allowance

37,833

40,400

39,067

38,569

37,820

(6.35)

167
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Grafik Beban Kepegawaian Tahun 2010-2014 (Rp Juta)

Tunjangan Karyawan
Employee
Allowances

Imbalan Kerja
Employee Benefits

Gaji
Salaries

Pengobatan
Medical Allowances

976,458

1,097,673

1,233,881

1,380,156

1,351,808

37,820

38,569

39,067

37,833

40,400

2013

279,348

273,563

279,026

265,950

293,325

259,446

362,909

2014

340,452

456,852

380,565

399,844

552,879

445,089

616,954

640,085

Chart of Personnel Expenses in 2010-2014 (Rp million)

Beban Kepegawaian
Personnel Expenses

2012
2011
2010

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Beban Sewa

Lease Expenses

Beban Sewa merupakan biaya pembelian energi listrik yang


terkait dengan perjanjian antara Indonesia Power dengan
PT Indo Matra Power, PT Sumberdaya Sewatama dan
perjanjian sewa generator antara CDB dengan Aggreko
International Projects Ltd yang ditentukan sebagai sewa
operasi. Beban Sewa pada tahun 2014 sebesar Rp435.925
juta, naik 35,74% dibandingkan dengan tahun 2013
yang mencapai Rp321.143 juta. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan oleh penambahan pembelian
energi listrik baru dari PT Sumberdaya Sewatama dan
Aggreko International Projects Ltd.

Lease Expenses represent operating lease payment


agreement between Indonesia Power with
PT Indo Matra Power, PT Sumberdaya Sewatama,
and a rent generator agreement between CDB
and Aggreko International Projects Ltd. which was
treated as operational lease. Lease Expenses in 2014
amounted to Rp435,925 million, increased by 35.74%
over Rp321,143 million in 2013. The increase was
due mainly to additional electricity purchases from
PT Sumberdaya Sewatama and Aggreko International
Projects Ltd.

Beban Usaha Lain-lain

Other Operating Expenses

Beban Usaha Lain-Lain terdiri dari: Asuransi,


Honorarium, Sewa, Perjalanan Dinas, Retribusi,
Pajak Bumi dan Bangunan, Pemrosesan Data
dan Penagihan, Konsumsi, Amortisasi, Peralatan
Kantor dan Perlengkapan, Pos dan Telekomunikasi,
Pemakaian Listrik, Gas dan Air, Barang Cetakan,
Keamanan, Peralatan dan Bahan Makanan,
Sumbangan, Iklan dan Publikasi dan lain-lain.

Other Operating Expenses comprise of Insurance,


Honorarium, Rent, Business Travel, Retribution, Land
and Building Dues, Data Processing and Collection,
Consumption, Amortization, Office Equipment and
Supplies, Post and Telecommunications, Electricity,
Gas and Water, Printed Materials, Security, Meals and
Utensils, Donations, Advertising and Publication, and
others.

Beban Usaha Lain-Lain pada tahun 2014 sebesar


Rp278.046 juta, menurun 2,77% dibandingkan tahun
2013 yang mencapai Rp285.986 juta. Penurunan tersebut
dikarenakan program efisiensi dari biaya administrasi.

Other Operating Expenses in 2014 amounted to


Rp278,046 million, decreased by 2.77% from Rp285,986
million in 2013. The decline was due to efficiency
programs concerning administrative expenses.

Tabel Beban Usaha Lain-Lain Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Other Operating Expenses in 2010-2014 (Rp million)

Beban Usaha
Lain-Lain

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Other Operating
Expenses

2014

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

278,046

285,986

244,811

242,341

248,635

Asuransi

Insurance

80,053

78,512

61,574

57,690

62,699

(2.78)
1.96

Honorarium

Honorarium

46,383

48,222

35,476

39,052

41,587

(3.81)

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

168

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Tinjauan Kinerja Keuangan


Financial Performance Analysis

2014

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

Sewa

Lease

49,462

47,053

36,965

34,019

31,845

5.12

Perjalanan Dinas

Official Travel

16,877

20,933

22,736

21,330

28,649

(19.38)

Retribusi dan Pajak


Bumi dan Bangunan

Land, Building and


Dues Taxes

19,018

17,019

15,651

15,478

14,614

11.74

Pemrosesan Data
dan Penagihan

Data Processing and


Billing

16,534

15,913

15,124

19,056

13,998

3.90

Konsumsi

Consumables

13,122

13,197

17,195

22,418

21,767

(0.57)

Amortisasi

Amortization

8,565

9,890

4,661

4,978

5,471

(13.40)

Peralatan Kantor dan


Perlengkapan

Office Equipment
and
Supplies

7,816

7,655

5,085

5,431

5,086

2.10

Pos dan
Telekomunikasi

Postage and
Telecommunications

4,335

7,303

4,564

5,200

4,741

(40.64)

Pemakaian Listrik,
Gas, dan Air

Electricity, Gas, and


Water

4,069

4,971

3,123

3,183

2,882

(18.15)

Barang Cetakan

Printing Materials

4,540

4,093

4,127

3,791

2,301

10.93

Keamanan,
Peralatan, dan Bahan
Makanan

Security, Tools and


Meals

2,571

3,103

4,851

3,487

2,921

(17.15)

Sumbangan, Iklan,
dan Publikasi

Donation,
Advertising,
and Publication

2,071

2,653

3,008

3,479

33,43

(21.95)

Lain-Lain (di bawah


Rp1,5 miliar)

Others (each below


Rp1.5 billion)

2,631

5,469

10,671

924

6,731

(51.89)

Pos Keuangan dan Lain-lain Bersih

Net Financial and Other Items

Pada tahun 2014, Pos Keuangan dan Lain-Lain Bersih


tercatat mengalami kenaikan 108,31% dibandingkan
tahun 2013 sebesar negatif (-) Rp129.950 juta.

In 2014, Net Financial and Other Items registered an


increase of 108.31% compared to 2013, which was
minus (-) Rp129,950 million.

Penghasilan Bunga terdiri dari Jasa Giro, Deposito


Berjangka, dan Lain-Lain. Pada tahun 2014,
Penghasilan Bunga sebesar Rp28.718 juta, menurun
sebesar 3,39% dibandingkan tahun 2013 sebesar
Rp29.725 juta. Penurunan tersebut disebabkan oleh
penurunan nilai deposito pada tahun 2013 Rp251.350
Juta sedangkan 2014 hanya Rp79.350 Juta.

Interest Income consists of interest earned on Current


Accounts, Time Deposits, and Others. In 2014, Interest
Income amounted to Rp28,718 million, decreased by
3.39% from Rp29,725 million in 2013. The decline was
attributable to the decline in Time Deposit accounts
that amounted to Rp79,350 million in 2014 compared
to Rp251,350 million in 2013.

Beban Kurs Mata Uang Asing tahun 2014


sebesar Rp38.786 juta menurun sebesar 51,79%
dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp80.459
juta. Penurunan Beban Kurs disebabkan oleh
fluktuasi kurs mata uang Rupiah terhadap mata uang
asing terutama dolar Amerika Serikat (USD). Pada
tahun 2013 nilai tukar USD terhadap Rupiah sebesar
Rp12.189, sementara rata rata nilai tukar rupiah
terhadap USD pada tahun 2014 sebesar Rp11.885.

Foreign Exchange Expenses in 2014 amounted to


Rp38,786 million, decreased by 51.79% compared
to Rp80,459 million in 2013. The decline in Foreign
Exchange Expenses resulted fro the fluctuation
in currency exchange rates, especially US Dollar.
Whereas the exchange rate of US Dollar to Rupiah
was Rp12,189 in 2013, in 2014 the Rupiah exchange
rate was Rp11,885 to the US Dollar.

Beban Bunga terdiri dari Utang Sewa Pembiayaan


dan Lainnya. Pada tahun 2014 Beban Bunga sebesar
Rp59.717 juta turun 6,92% dibandingkan tahun

Interest Expenses consist of Lease Liabilities and


Others. In 2014, Interest Expenses amounted to
Rp59,717 million, down 6.92% from Rp64,155 million

169
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

2013 sebesar Rp64.155 juta. Penurunan tersebut


terutama disebabkan oleh penurunan beban bunga
atas pencatatan aset tetap karena penerapan PSAK
30 terkait aset sewa pembiayaan yang dipengaruhi
oleh rata rata kurs mata uang asing pada tahun 2014.

in 2013. The decline was mainly attributable to the


decline in interest expenses recorded for fixed assets
recognition, related to the implementation of SFAS
30 concerning leased assets which was impacted by
the fluctuation of currency exchange rates in 2014.

Lain-Lain Bersih merupakan pos keuangan yang


terdiri dari Klaim Asuransi, Penghasilan Denda,
Penurunan Nilai Aset, Program Pemberdayaan
Lingkungan dan lain-lain. Pada tahun 2014, Lain-Lain
Bersih tercatat sebesar Rp80.582 juta naik sebesar
635,04%, dibandingkan tahun 2013 yang negatif (-)
Rp15.061 juta. Kenaikan cukup signifikan tersebut
terutama disebabkan oleh kenaikan penerimaan atas
denda dari pekerjaan pada pihak ketiga yg mencapai
374,46% dibanding tahun 2013, dan pelepasan
saham PT Rekadaya Elektrika senilai Rp 38.505 Juta.

Others Net is a financial posting consisting of


Insurance Claims, Penalty Income, Impairment in
Asset Value, Community Development Programs, and
Others. In 2014, Others Net amounted to Rp80,582
million, an increase of 635.04% compared with minus
(-) Rp15,061 million in 2013. The significant increase
was mainly attributable to the increase of 374.46%
compared to 2013 in Penalty Income related to works
contracted to third parties, as well as the divestation
of shares in PT Rekadaya Elektrika amounting to
Rp38,505 million.

Tabel Perbandingan Pos Keuangan dan Lain-lain Bersih Tahun 2010-2014 (Rp juta)
Table of Comparison between Net Financial and Other Items in 2010-2014 (Rp million)

2014

Pos Keuangan dan


Lain-lain Bersih

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

Net Financial and


Other Items

10,797

(129,950)

34,763

(38,930)

Penghasilan Bunga

Interest Income

28,718

29,725

18,789

19,177

24,363

(3.39)

Kerugian Kurs Mata


Uang Asing Bersih

Loss on Foreign
Exchange-Net

(38,786)

(80,459)

(26,383)

(16,034)

(7,994)

(51.79)

Beban Bunga

Interest Expense

(59,717)

(64,155)

(71,915)

(78,070)

(41,661)

Lain-lain bersih

Others-Net

80,582

(15,061)

114,272

35,997

25,637

345

108.31

(6.92)
635.04

Beban Pajak

Tax Expenses

Beban pajak Indonesia Power dan entitas anak terdiri


dari Pajak Kini dan Pajak Tangguhan. Beban Pajak
tahun 2014 sebesar Rp619.438 juta, menurun 3,93%
dibandingkan tahun 2013 yang mencapai Rp644.756
juta. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh
selisih susut fiskal yang menyebabkan penurunan
liabilitas pajak tangguhan.

Indonesia Power and its subsidiaries incur Current


Tax and Deferred Tax expenses. Tax Expenses in
2014 amounted to Rp619,438 million, decreased by
3.93% from Rp644,756 million in 2013. The decline
mainly reflected the difference in fiscal depreciation
resulting in a decline in deferred tax liabilities.

Laba Tahun Berjalan dan Jumlah


Laba Komprehensif Diatribusikan
kepada Entitas Induk dan
Kepentingan Non-Pengendali

Income for the Year and


Comprehensive Income Attributable
to Owner of Parent Entity and NonControlling Interests

Pada tahun 2014 Laba Tahun Berjalan dan Jumlah Laba


Komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik entitas
induk adalah sebesar Rp1.631.079 juta naik sebesar
31,53% dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp1.240.108
juta. Sedangkan bagian laba yang diatribusikan kepada
kepentingan non pengendali tahun 2014 sebesar
Rp4.810 juta naik sebesar 103,64% dibandingkan tahun
2013 sebesar Rp2.362 juta.

In 2014, Income for the Year and Comprehensive


Income attributable to owner of parent entity
amounted to Rp1,613,079 million, an increase of
31.53% from Rp1,240,108 million in 2013. The
portion of income attributable to non-controlling
interest meanwhile amounted to Rp4,810 million in
2014, increased by 103.64% from Rp2,362 million in
2013.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

170

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Analisis Posisi Keuangan


Financial Position Analysis

Sepanjang tahun 2014, Indonesia Power telah


menanamkan investasi Rp198,45 miliar pada
Entitas Asosiasi dan Ventura untuk tujuan
potensi pertumbuhan jangka panjang.
During 2014, Indonesia Power made Rp198.45 billion
investments in Associated and Joint Venture entities to capture
potential long-term growth.

Analisis
posisi
keuangan
Indonesia
Power
menunjukkan posisi aset dan kekayaan Perusahaan
yang terdiri dari aset, liabilitas dan ekuitas yang
membiayai Perusahaan.

Analysis of Indonesia Powers financial position


indicates the respective positions of the Companys
assets comprising of assets, liabilities and equity,
used to finance the Company.

Tabel Posisi Keuangan Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of financial position table for the Year 2010-2014 (Rp million)

2014

Aset
Aset Tidak Lancar
Aset Lancar
Liabilitas

Assets

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

53,503,603

53,480,492

53,557,380

53,485,113

52,338,415

0.04

Non-current assets

27,747,504

27,886,878

29,643,591

31,561,790

32,999,750

(0.50)

Current assets

25,756,099

25,593,614

23,913,789

21,923,323

19,338,665

0.63

8,137,668

8,633,813

8,743,489

8,851,249

7,936,548

(5.75)

Liabilities

Liabilitas Jangka
Panjang

Non-current
liabilities

4,815,890

4,743,253

4,483,093

3,841,350

3,779,738

1.53

Liabilitas Jangka Pendek

Current liabilities

3,321,778

3,890,560

4,260,396

5,009,899

4,156,810

(14.62)

45,365,935

44,846,679

44,813,891

44,633,864

44,401,867

1.16

Ekuitas

Equity

Aset

Assets

Aset Perusahaan terdiri dari Aset Lancar dan Aset


Tidak Lancar. Pada tahun 2014, total Aset sebesar
Rp53.503.603 juta, naik 0,04% dibandingkan tahun
2013 sebesar Rp53.480.492 juta. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan Aset Lancar
sebesar 0,63% dibandingkan tahun 2013.

The Companys Assets comprise of Current Assets


and Non-Current Assets. In 2014, total Assets
amounted to Rp53,503,603 million, increased by
0.04% compared to Rp53,480,492 million in 2013.
The increase was mainly attributable to the increase
in Non-Current Assets by 0.63%, compared to 2013.

171
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Tabel Aset Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Assets in 2010-2014 (Rp million)

2014

2013

2012

2011

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2010

Aset Tidak Lancar

Non-Current Assets

27,747,504

27,886,878

29,643,591

31,561,790

32,999,750

(0.50)

Aset Tetap

Fixed Assets

27,060,027

27,430,075

29,448,665

31,218,281

32,480,666

(1.35)

198,540

168,850

54,256

1,152

1,152

27

81

2,502

55

92

190,921

160,401

136,428

91,794

19.03

21,765

26,657

37,352

41,001

51,300

(18.35)

276,224

100,814

100,816

142,127

107,271

173.99

Current Assets

25,756,099

25,593,614

23,913,789

21,923,323

19,338,665

0.63

Kas dan Setara Kas

Cash and cash


equivalents

445,617

972,149

820,279

456,592

697,217

Piutang Usaha

Trade account
receivable

22,730,008

21,848,048

19,861,724

18,457,887

16,099,875

Piutang Lain-Lain

Other account
receivables

23,547

353,271

27,650

21,176

57,983

Investasi Pada
Entitas Asosiasi dan
Ventura Bersama

Investments in
associates and joint
ventures

Aset Pajak
Tangguhan

Defferred tax assets

Piutang Pihak
berelasi

Receivables from
related parties

Piutang Lain-Lain

Other account
receivables

Aset Tidak Lancar


Lain

Other non-current
assets

Aset Lancar

17.58
(66.67)

(54.16)
4.04
(93.33)

Persediaan

Inventories-Net

2,088,197

1,825,219

2,905,542

2,738,995

2,238,380

Piutang Pihak
Berelasi

Receivables from
related parties

114,867

330,638

217,461

136,428

91,794

(65.26)

Pajak Dibayar Di
Muka

Prepaid taxes

113,627

55,188

26,594

11,299

12,678

105.89

Biaya Dibayar Di
Muka dan Uang
Muka

Prepaid expanses
and advances

240,236

209,101

54,539

90,499

119,978

14.89

53,503,603 53,480,492 53,557,380 53,485,113 52,338,415

0.04

Jumlah Aset

Total assets

14.41

Laporan Keuangan
Financial Report

172

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Analisis Posisi Keuangan


Financial Position Analysis

Aset Tidak Lancar

Non-Current Assets

Aset Tidak Lancar terdiri dari Aset Tetap, Investasi


Pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama, Aset
Pajak Tangguhan, Piutang Pihak Berelasi, Piutang
Lain-Lain dan Aset Tidak Lancar Lain. Pada tahun
2014, total Aset Tidak Lancar sebesar Rp27.747.504
juta, menurun 0,50% dibandingkan tahun 2013 yang
sebesar Rp27.886.878 juta. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh menurunnya Aset Tetap sebesar
Rp370.048 juta dibandingkan tahun 2013 yang antara
lain akibat relokasi aset tetap ke PT PLN (Persero).

Non-Current Assets comprise of Fixed Assets,


Investments in Associates and Joint Ventures,
Deferred Tax Assets, Receivables from Related
Parties, Other Receivables, and Other Non-Current
Assets. In 2014, total Non-Current assets amounted
to Rp27,747,504 million, decreased by 0.50% from
Rp27,886,878 million in 2013. The decline was mainly
attributable to the decline of Rp370,048 million in
Fixed Assets compared to the position in 2013, due
among others to the relocation of fixed assets to
PT PLN (Persero).

Aset Tetap
Aset Tetap terdiri dari: tanah, bangunan, waduk dan
prasarana, instalasi dan mesin pembangkit, peralatan
transmisi, instalasi telekomunikasi, peralatan umum,
kendaraan bermotor, material cadang, dan lain-lain.
Aset tetap dihitung berdasarkan harga perolehannya
dan dikurangi dengan akumulasi penyusutan.

Fixed Assets
Fixed Assets comprise of land, building, reservoir
and infrastructure, power plant installation
and
equipment,
transmission
equipment,
telecommunication installations, general equipment,
motor vehicles, spare parts, and others. Fixed Assets
are recognized at cost less accumulated depreciation.

Aset Tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam


produksi atau penyediaan barang atau jasa atau
untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya
perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Aset Tetap
termasuk material cadangan utama dan peralatan siap
pakai dengan manfaat ekonomis lebih dari satu tahun
yang diperuntukkan untuk menjaga kelangsungan.
kestabilan operasi instalasi dan mesin pembangkit
listrik dalam rangka memproduksi tenaga listrik.

Fixed assets held for use in the production or supply


of goods or services or for administrative purposes
are stated at cost less accumulated depreciation
and accumulated impairment losses. Fixed assets
including main material reserves and stand-by
equipment with economic benefit of more than one
year that is intended to maintain the continuity of
stable operation of power plant machinery in the
production of electricity.

Dalam upaya mengantisipasi risiko kebakaran dan


risiko lainnya. Indonesia Power mengasuransikan
aset tetap berupa instalasi mesin pembangkit serta
perlengkapan transmisi kepada PT Asuransi Jasa
Indonesia dengan pertanggungan sebesar USD4.478
juta. Manajemen berpendapat bahwa nilai tersebut
cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas
aset yang dipertanggungkan.

In order to anticipate the risk of fire and other risks,


Indonesia Power insures its fixed assets such as power
plant installations and transmission equipments to
PT Asuransi Jasa Indonesia with an insurance
coverage totalling USD4,478 million. Management
believes that the insurance is adequate to cover
possible losses on the assets insured.

Tabel Pertumbuhan Aset Tetap Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Fixed Assets Growth in 2010-2014 (Rp million)

2014

Tanah

Land

Bangunan, Waduk, dan Building, reservoir, and


prasarana
infrastructure

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2,524,289

2,520,227

2,505,080

2,495,631

2,484,864

0.16

4,205,647

4,352,764

4,545,565

4,734,345

4,905,378

(3.38)

173
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Tabel Pertumbuhan Aset Tetap Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Fixed Assets Growth in 2010-2014 (Rp million)

2014

Instalasi dan mesin


pembangkit

Installation and power


plant

Peralatan Transmisi

Transmission
equipment

Instalasi
Telekomunikasi

2013

2012

2011

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2010

15,340,242

17,045,356

18,562,934

20,582,893

21,751,274

(10.00)

2,540,106

2,592,576

2,761,989

2,909,205

3,005,266

(2.02)

Telecommunication
installation

56,262

31,142

25,106

24,257

19,875

64,397

126,462

102,074

42,918

68,546

(49.08)

5,314

7,952

8,477

8,625

6,592

(33.17)

181,712

148,302

162,373

419,452

237,850

22.53

10,627

3,534

3,624

955

1,021

200.71

255,544

316,875

378,206

439,537

1,851,013

279,056

212,566

116,298

356,535

563.31

24,874

5,829

180,671

116,298

2,732

326.73

27,060,027 27,430,075 29,448,665 31,890,414 32,625,868

1.35

Peralatan Umum

General equipment

Kendaraan Bermotor

Motor vehicle

Material Cadang

Spare parts

Lain-lain

Others

Instalasi Mesin
Pembangkit

Leased Assets - Power


plant installation

Pekerjaan Dalam
Pelaksanaan

Construction in
progress

Aset Tidak Digunakan


dalam Operasi

Assets not used in


operation

Jumlah Aset Tetap

Total fixed assets

80.66

(19.35)

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Grafik Aset Tetap Tahun 2010-2014

Laporan Keuangan
Financial Report

Chart of Fixed Assets for the Years 2010-2014

27,060,027

27,430,075

2014

2013

29,448,665

2012

31,218,281

2011

32,480,666

2010

Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura


Bersama
Investasi Pada Entitas Asosiasi yang dimiliki Indonesia
Power tahun 2014 adalah kepada PT Indo Pusaka
Berau. Sedangkan Investasi Pada Ventura Bersama
yang dimiliki Indonesia Power adalah PT Perta Daya
Gas.

Investments in Associates and Joint Ventures

Pada tahun 2014, investasi pada entitas asosiasi dan


ventura bersama sebesar Rp198.540 juta. Mutasi
bagian partisipasi dalam entitas asosiasi dan ventura
bersama adalah sebagai berikut:

In 2014, Investments in Associates and Joint Ventures


amounted to Rp198,540 million. The changes in
participation part in associates and joint ventures are
as follow:

Investment in associated companies by Indonesia


Power in 2014 consists of investment in PT Indo
Pusaka Berau, while investment in joint venture
companies consists of investment in PT Perta Daya
Gas.

174

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Analisis Posisi Keuangan


Financial Position Analysis

Tabel Mutasi Bagian Entitas Asosiasi Tahun 2014 (Rp juta)


Table of Changes in Associates and Joint Ventures in 2014 (Rp million)
2014
Awal Tahun 2014
The beginning of
2014
PT Indo Pusaka Berau

92,386

PT Perta Daya Gas (PDG)

11,644

Jumlah | Total

104,030

Penambahan/
(Pengurangan)
Addition/
(Reduction)

Laba Bersih
Entitas
Net Income

(2,060)
(2,060)

7,694

Akhir Tahun 2014


The end of 2014

98,020

(11,644)

(3,950)

98,020

Investasi pada perusahaan asosiasi tersebut, terutama


diperoleh untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka
panjang. Seluruh entitas tersebut bergerak dalam
industri ketenagalistrikan yang sama dengan industri
Perusahaan dan entitas anak.

Investments in associated companies are acquired


for the purpose of long-term growth potential, as all
those entities are engaged in the electricity sector
with the Company and its subsidiaries.

Piutang Pihak Berelasi


Piutang Pihak Berelasi Indonesia Power (jangka
panjang) tahun 2014 merupakan piutang kepada
PT Perta Daya Gas sebesar Rp190.921 juta.

Receivables from Related Parties


Receivables from Related Parties (long term) in 2014
consist of receivables from PT Perta Daya Gas of
Rp190,921 million.

Piutang Indonesia Power kepada PT Perta Daya Gas


untuk membiayai proyek Compressed Natural Gas
(CNG) di PLTU Tambak Lorok, Semarang. Jangka
waktu pinjaman 8 tahun, jatuh tempo 1 Desember
2021 dan dikenakan bunga 6,5% per tahun. Pinjaman
pokok akan diangsur dalam 16 kali angsuran mulai 1
Juni 2014 sampai dengan 1 Desember 2021.

Indonesia Powers receivables to PT Perta Daya


Gas was used to finance the Compressed Natural
Gas (CNG) project at SPP Tambak Lorok, Semarang.
The facility has a tenor of 8 years and will mature
on 1 December 2021, at an interest rate of 6.5%
per annum. The principal will be collected in 16
installment payments starting from 1 June 2014 up
until 1 December 2021.

Piutang Lain-Lain
Piutang Lain-Lain tahun 2014 sebesar Rp21.765 juta
menurun sebesar 18,35% dibandingkan tahun 2013
sebesar Rp26.657 juta.

Other Receivables
Other Receivables in 2014 amounted to Rp21,765
million, decreased by 18.35% from Rp26,657 million
in 2013.

Aset Tidak Lancar Lain


Aset Tidak Lancar Lain tahun 2014 adalah Rp276.224
juta naik Rp175.410 juta dibandingkan tahun 2013
sebesar Rp100.814 juta. Kenaikan tersebut terutama
disebabkan oleh Biaya pengembangan proyek.

Other Non-Current Assets


Other Non-Current Assets in 2014 amounted to
Rp276,224 million, increased by Rp175,410 million
from Rp100,814 million in 2013. The increase mainly
reflected Project Development Costs.

Aset Lancar

Current Assets

Aset Lancar terdiri dari: Kas dan Setara Kas, Piutang


Usaha, Piutang Lain-Lain, Persediaan, Piutang
Pihak Berelasi, Pajak Dibayar Dimuka, Biaya Dibayar
Dimuka dan Uang Muka. Pada tahun 2014 total Aset
Lancar sebesar Rp25.756.099 juta meningkat 0,63%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp25.593.614
juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
meningkatnya Piutang Usaha sebesar Rp626.773 juta
dibandingkan tahun 2013.

Current Assets consist of Cash and cash Equivalents,


Trade Account Receivables, Other Receivables,
Receivables from Related Parties, Prepaid Tax,
Prepaid expenses, and Advances. In 2014, total
Current Assets amounted to Rp25,756,099 million,
increased by 0.63% from Rp25,593,614 million in
2013. The increase mainly reflected the increase of
Rp626,773 million in Trade Account Receivables,
over those in 2013.

175
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Kas dan Setara Kas


Kas dan Setara Kas terdiri dari kas, bank, dan semua
investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan
atau kurang dari tanggal perolehannya, tidak
dijaminkan, dan tidak dibatasi penggunaannya.

Cash and Cash Equivalents


Cash and Cash Equivalents consist of cash in hand and
in banks as well as all investments with maturities of
three months or less from the date of placement, are
not being pledged, and are not restricted in use.

Pada tahun 2014 Kas dan Setara Kas sebesar


Rp445.617 juta menurun 54,16% dibandingkan
tahun 2013 sebesar Rp972.149juta.

In 2014, Cash and Cash Equivalents amounted to


Rp445,617 million, decreased by 54.16% from
Rp972,149 million in 2013.

Tabel Perubahan Kas dan Setara Kas Tahun 2010-2014 (Rp juta)

Kas

Cash

Bank

Bank

Pihak Berelasi
Pihak Ketiga

Related party
Third party

Jumlah Kas dan Bank

Total cash and bank

Setara Kas - Deposito


Berjangka

Cash equivalent Time deposits

Pihak Berelasi

Related party

Pihak Ketiga

Third party

Jumlah Setara Kas

Total cash equivalent

Jumlah Kas dan


Setara Kas

Total cash and cash


equivalent

2013

2012

2011

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2010

380

1,212

869

537

(68.65)

350,113

663,109

663,684

295,103

485,797

(47.20)

13,274

53,978

102,983

73,302

104,073

(75.41)

363,767

718,299

767,536

368,942

590,961

(49.36)

79,350

251,350

50,243

60,150

63,756

(68.43)

2,500

2,500

2,500

27,500

42,500

81,850

253,850

52,743

87,650

106,256

(67.76

445,617

972,149

820,279

456,592

697,217

(54.16)

Grafik Kas dan Setara Kas Tahun 2010-2014


Chart of Cash and Cash Equivalent in 2010-2014
972,149
820,279

820,279
697,217
456,592

2014

2013

2012

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Table of Cash and Cash Equivalent Changes in 2010-2014 (Rp million)

2014

Ikhtisar Utama
Main Highlights

2011

2010

Piutang Usaha
Piutang usaha Indonesia Power terjadi sebagai akibat
dari transaksi dengan pihak berelasi dan pihak ketiga.
Piutang kepada pihak berelasi dalam hal ini mayoritas
adalah kepada PT PLN (Persero) sebagai dampak dari
transaksi penjualan energi listrik.

Trade Account Receivables


Trade Account Receivables arise from transactions
by Indonesia Power with related parties and third
parties. Receivables to related parties are mainly
to PT PLN (Persero) as a result of electricity sales
transactions.

Jumlah piutang usaha tahun 2014 sebesar


Rp22.730.008 juta, meningkat 2,89% dibandingkan
tahun 2013 sebesar Rp21.848.048. Peningkatan
tersebut disebabkan oleh piutang usaha pada PT PLN
(Persero) yang naik 2,84% dibandingkan 2013.

Total trade account receivables in 2014 amounted


to Rp22,730,008 million, increased by 2.89% from
Rp21,848,048 million in 2013. The increase mainly
reflected an increase of 2.84% in trade receivables to
PT PLN (Persero), compared to 2013.

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

176

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Analisis Posisi Keuangan


Financial Position Analysis

Tabel Piutang Usaha Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Trade Accounts Receivable in 2010-2014 (Rp million)

Pihak Berelasi

Trade accounts receivables

Pihak Ketiga

Related Party

Piutang Usaha

Third Party

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2014

2013

2012

2011

2010

22,677,861

22,051,088

19,824,235

18,423,555

16,059,797

2.84

52,147

39,306

37,489

34,332

40,078

32.66

22,730,008

22,090,394

19,861,724

18,457,887

16,099,875

2.89

Piutang Lain-Lain
Pada tahun 2014 piutang lain-lain sebesar Rp23.547
juta menurun sebesar 93,33% dibandingkan tahun
2013 sebesar Rp353.271 juta.

Other Trade Receivables


In 2014, Other Trade receivables amounted to
Rp23,547 million, decreased by 93.33% compared
with Rp353,271 million recorded in 2013.

Persediaan
Persediaan yang dimiliki oleh Indonesia Power berupa
bahan bakar dan minyak pelumas serta material
pemeliharaan. Pada tahun 2014 jumlah Persediaan
sebesar Rp2.088.197 juta, naik 14,41% dibandingkan
dengan tahun 2013 yang Rp1.825.219. Alasannya
karena adanya kenaikan harga bahan bakar minyak.

Inventories
Inventories held by Indonesia Power consist of
fuels, lubricants and maintenance material. In 2014,
Inventories amounted to Rp2,088,197 million,
increased by 14.41% from Rp1,825,219 million in
2013. The reason for the increase in Inventories was
the increased price of oil fuel.

Manajemen melakukan penyisihan nilai sebesar


Rp19.647 juta. Nilai tersebut dianggap memadai
untuk menutup risiko penurunan nilai persediaan.
Manajemen tidak mengasuransikan persediaan
untuk menutup risiko atas kemungkinan kerugian
yang timbul pada persediaan.

Management has set aside Rp19,647 million in


elimination for inventories. This amount is considered
adequate to cover the risk of value impairment
of the inventories. Management does not insure
the inventories against risk of possible losses of
inventories.

Grafik Persediaan Tahun 2010-2014


Chart of inventories in 2010-2014
2,905,542
2,088,197

2014

2,738,995
2,238,380

1,825,219

2013

2012

2011

2010

Piutang Pihak Berelasi


Piutang Pihak Berelasi Indonesia Power terdiri atas
piutang kepada PLN, PT Perta Daya Gas, dan lain-lain.
Jumlah piutang pihak berelasi tahun 2014 sebesar
Rp114.867 juta, terjadi kenaikan sebesar 30,09%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp88.292 juta.

Receivables to Related Parties


Receivables to Related Parties of Indonesia Power
consist of receivables to PLN, PT Perta Daya Gas, and
others. The amount of Receivables to Related Parties
in 2014 was Rp114,867 million, an increase of 30.09%
from Rp88,292 million in 2013.

Piutang kepada PLN terutama merupakan jasa


operasi dan pemeliharaan (O&M) yang diberikan

Receivables to PLN mainly consist of receivables for


operation and maintenance (O&M) services provided

177
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Indonesia Power kepada PLN. Pada tahun 2014


piutang kepada PLN sebesar Rp184.218 juta, turun
24% dibandingkan tahun 2013 yang mencapai
sebesar Rp242.346 juta.

by Indonesia Power to PLN. In 2014, receivables to


PLN amounted to Rp184,218 million, decreased by
24% from Rp242,346 million in 2013.

Piutang kepada PT Perta Daya Gas (jangka pendek) tahun


2014 sebesar Rp58.152 juta, naik 108% dibandingkan
tahun 2013 yang mencapai sebesar Rp27.968 juta.

Receivables (short term) to PT Perta Daya Gas in 2014


amounted to Rp58,152 million, increased by 108%
from Rp27,968 million in 2013.

Pajak Dibayar Di Muka


Pajak Dibayar Di Muka tahun tahun 2014 sebesar
Rp113.627 juta, naik 105,89% dibandingkan tahun
2013 yang Rp55.188 juta. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan oleh adanya Pajak PPh 25
tahun 2014 anak perusahaan yang belum dikreditkan
pada tanggal pelaporan.

Prepaid Tax
Prepaid Tax in 2014 amounted to Rp113,627 million,
increased by 105.89% from Rp55,188 million in 2013.
The increase was attributable to Article 25 Income
Tax year 2014 of Subsidiaries that were not yet
credited to the accounts as at the reporting date.

Biaya Dibayar Di Muka dan Uang Muka


Biaya Dibayar Di Muka dan Uang Muka tahun 2014
sebesar Rp240.236 juta, meningkat sebesar 14,89%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp31.135 juta.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
kenaikan uang muka impor sebesar 798,87%.

Prepaid Expenses and Advances


Prepaid Expenses and Advances in 2014 amounted
to Rp240,236 million, increased by 14.89% from Rp
31,135 million in 2013. The increase was mainly due
to an increase of 798.87% in advances for imports.

Liabilitas

Liabilities

Liabilitas Perusahaan terdiri dari Liabilitas Jangka


Panjang dan Liabilitas Jangka Pendek. Pada tahun
2014 total Liabilitas adalah sebesar Rp8.137.668 juta,
menurun sebesar 5,75%. dibandingkan tahun 2013
sebesar Rp8.633.813 juta. Penurunan ini dikarenakan
turunnya Liabilitas Jangka Pendek sebesar 14,62%
dibandingkan tahun 2013.

The Companys Liabilities consist of Non-Current


Liabilities and Current Liabilities. In 2014, total
Liabilities amounted to Rp8,137,668 million, down by
5.75% from Rp8,633,813 million in 2013. The decline
was mainly due to the 14.62% decline in Current
Liabilities, compared to 2013.

Table of Liabilities in 2010-2014 (Rp million)

Liabilitas Jangka
Panjang

Non-current
Liabilities

2012

2011

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2010

4,815,890

4,743,253

4,483,093

4,262,309

3,779,738

1.53

2,624,556

2,689,532

2,708,772

2,666,698

2,691,212

(2.42)

327,241

398,391

397,478

428,489

(17.86)

Payable To Related
Parties

3,526

5,433

8,150

10,867

136,656

(35.10)

Employee Benefits
Liabilities

1,860,567

1,649,897

1,368,693

1,156,255

951,870

12.77

3,321,778

3,890,560

4,260,396

5,051,066

4,156,810

(14.62)

2,798,263

3,295,894

3,612,140

4,265,336

3,397,742

(15.10)

76,855

66,001

49,030

41,167

Liabilitas Pajak
Tangguhan

Deferred Tax
Liabilities

Utang sewa
Pembiayaan

Lease Liabilities

Utang Pihak Berelasi


Liabilitas Imbalan
Kerja
Liabilitas Jangka
Pendek

2013

Current Liabilities

Utang Usaha

Trade Account Payables

Utang Sewa
Pembiayaan

Financial Lease
Liabilities

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Tabel Liabilitas Tahun 2010-2014 (Rp juta)

2014

Ikhtisar Utama
Main Highlights

16.45

178

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Analisis Posisi Keuangan


Financial Position Analysis

2014

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

Utang Lain-Lain

Other Payables

9,026

6,736

69,905

70,631

47,938

34.00

Utang Pajak

Tax Payables

157,649

220,760

286,303

341,271

260,759

(28.59)

Biaya Masih Harus


Dibayar

Accrued Expenses

134,945

145,931

108,443

79,631

83,483

(7.53)

Utang Pihak Berelasi

Payable To Related
Parties

18,435

9,339

3,614

127,926

238,808

97.40

Liabilitas Imbalan
Kerja

Employee Benefits
Liabilities

126,605

145,899

130,961

125,104

128,080

(13.22)

8,137,668

8,633,813

8,743,489

9,313,375

7,936,548

(5.75)

Jumlah Liabilitas

Total Liabilities

Grafik Liabilitas Tahun 2010-2014


Chart of Liabilities in 2010-2014

8,137,668

2014

8,633,813

8,743,489

2013

2012

9,313,375
7,936,548

2011

2010

Liabilitas Jangka Panjang


Liabilitas Jangka Panjang terdiri dari Liabilitas
Pajak Tangguhan, Utang Sewa Pembiayaan, Utang
Pihak Berelasi, dan Liabilitas Imbalan Kerja. Pada
tahun 2014 total Liabilitas Jangka Panjang sebesar
Rp4.815.890 juta meningkat 1,53% dibandingkan
tahun 2013 sebesar Rp4.743.253 juta. Peningkatan
ini terutama disebabkan oleh meningkatnya Liabilitas
Imbalan Kerja sebesar 12,77%.

Non-Current Liabilities
Non-Current Liabilities consist of Deferred Tax
Liability, Lease Liability, Payables to Related Parties,
and Employee Benefits Liability. In 2014, total NonCurrent Liabilities amounted to Rp4,815,890 million,
increased by 1.53% from Rp4,743,253 million in
2013. The increase was mainly attributable to the
12.77% increase in Employee Benefits Liability.

Liabilitas Pajak Tangguhan


Liabilitas Pajak Tangguhan merupakan akibat dari
aktivitas pembayaran pajak yaitu Pajak Kini, Pajak
Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Selisih
Penilaian Kembali Aset Tetap dan Pajak Lainnya.
Liabilitas Pajak Tangguhan pada tahun 2014 sebesar
Rp2.624.556 juta turun sebesar 2,42% dibandingkan
tahun 2013 sebesar Rp2.689.532 juta.

Deferred Tax Liability


Deferred Tax Liability arises from the payments
of Current Tax, Income Tax, Value Added Tax,
Difference in Fixed Asset Value Tax, and Other
Taxes. Deferred Tax Liability in 2014 amounted to
Rp2,624,556 million, decreased by 2.42% compared
with Rp2,689,532 million in 2013.

Utang Sewa Pembiayaan


Pada tahun 2014 Utang Sewa Pembiayaan
jangka panjang sebesar Rp327.241juta menurun
Rp71.150 juta dibandingkan dengan tahun 2013
sebesar Rp398.391 juta. Utang Sewa Pembiayaan
ini merupakan utang kepada kerja sama operasi
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan PT Mirilindo
Padu Kencana terkait perjanjian sewa pembiayaan atas

Lease Liabilities
In 2014, non-current Lease Liabilities amounted to
Rp327,241 million, decreased by Rp71,150 million
from Rp398,391 million in 2013. This Lease Liabilities
represent liabilities to the operating joint venture
of PT Wijaya Karya (Persero) and PT Mirilindo Padu
Kencana related to the financial lease agreement for
the procurement of the 50 MW MFO pesanggaran

179
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

pengadaan pembangkit tenaga listrik PLTD MFO dengan


kapasitas 50 MW Pesanggaran yang diklasifikasikan ke
dalam sewa pembiayaan sebagai akibat penerapan ISAK
8. Suku bunga efektif likuiditas sewa pembiayaan adalah
tetap sejak tanggal kontrak. sebesar 13,19% per tahun.

DPP which was treated as a financial lease transaction


as a result of the implementation of ISAK 8. The
financial lease carries a fixed effective interest rate
of 13.19% per annum starting from the date of the
contract.

Utang Pihak Berelasi


Utang Pihak Berelasi pada tahun 2014 sebesar Rp3.526
juta turun sebesar 35,10%. dibandingkan dengan tahun
2013 sebesar Rp5.433 juta. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan utang kepada PLN Persero.

Payables to Related Parties


Payables to Related Parties in 2014 amounted to
Rp3,526 million, decreased by 35.10% from Rp5,433
million in 2013. The decline mainly reflected a decline
in payables to PT PLN (Persero).

Tabel Utang pada Pihak Berelasi Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Chart of Payable to Related Parties in 2010-2014 (Rp million)

2014

PLN

PLN

2,716

2013

8,150

2012

2011

2010

10,867

136,656

374,555

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)
(66.67)

Lain-Lain

Others

19,245

6,622

897

2,137

909

190.62

Jumlah

Total

21,961

14,772

11,764

138,793

357,464

48.67

Bagian Jatuh Tempo


Dalam Satu Tahun

Current Maturity

(15,719)

(9,339)

(3,614)

(127,926)

(238,808)

68.32

3,526

5,433

8,150

10,867

136,656

(35.10)

Bagian Jangka Panjang Long-term Portion

Liabilitas Imbalan Kerja


Liabilitas imbalan kerja terdiri dari imbalan pasca
kerja dan imbalan kerja jangka panjang. Imbalan
Pasca Kerja merupakan imbalan kepada karyawan
Indonesia Power berupa program pensiun imbalan
pasti yang disediakan untuk semua karyawan tetap.
Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
diperhitungkan berdasarkan metode Projected Unit
Credit. Pada tahun 2014, jumlah liabilitas imbalan
kerja mencapai Rp1.860.567 juta meningkat sebesar
12,77% dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar
Rp1.649.897 juta.

Employee Benefits Liabilities


Employee benefits liabilities consist of postemployment benefits and long-term benefits.
Post-employment benefit represents benefit for
employees of Indonesia Power in the form of defined
benefit pension plan provided to all permanent
employees. Post-employment benefits and longterm employee benefits are calculated based on
Projected Unit Credit method. In 2014, Employee
Benefits Liabilities amounted to Rp1,860,567 million,
an increase of 12.77% compared to Rp1,649,897
million in 2013.

Liabilitas Jangka Pendek


Liabilitas Jangka Pendek terdiri dari Utang Usaha,
Utang Sewa Pembiayaan, Utang Lain-Lain, Utang Pajak,
Biaya Masih Harus Dibayar, Utang Pihak Berelasi dan
Liabilitas Imbalan Kerja. Pada tahun 2014 total Liabilitas
Jangka Pendek sebesar Rp3.321.778 juta turun 14,62%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp3.890.560 juta.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya
Utang Usaha sebesar Rp497.631 juta.

Current Liabilities
Current Liabilities consist of Trade Acccount
Payables, Lease Liabilities, Other Account Payables,
Tax Payables, Accrued Expenses, Payables to Related
Parties, and Employee Benefits Liability. In 2014, total
Current Liabilities amounted to Rp3,321,778 million,
decreased by 14.62% from Rp3,890,560 million in
2013. The decline mainly reflected the decline in
Trade Account Payables by Rp497,631 million.

Utang Usaha
Utang Usaha terdiri dari transaksi pembelian energi
listrik, bahan bakar, serta barang dan jasa. Utang
Usaha Kepada Pihak Berelasi adalah utang kepada

Trade Account Payables


Trade Account Payables represent payables for
purchases of electricity, fuel, and goods and
services. Payables to Related Parties are payables to

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

180

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Analisis Posisi Keuangan


Financial Position Analysis

PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam (Persero)


Tbk, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Perusahaan
Gas Negara, dan lain-lain. Sedangkan Utang Usaha
Kepada Pihak Ketiga terutama adalah utang kepada
PT Kideco Jaya Agung, PT Berau Coal, PT Shell
Indonesia, PT Adaro Indonesia, dan lain-lain.

PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam (Persero)


Tbk, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Perusahaan Gas
Negara, and others. Payables to third parties are
mainly payables to PT Kideco Jaya Agung, PT Berau
Coal, PT Shell Indonesia, PT Adaro Indonesia, and
others.

Pada tahun 2014 jumlah Utang Usaha sebesar


Rp2.798.263 juta turun 17,78%. dibandingkan tahun
2013 sebesar Rp3.295.894 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh penurunan Utang Usaha Kepada
Pihak Berelasi sebesar Rp423.464 juta. Sedangkan
Utang Usaha Kepada Pihak Ketiga juga mengalami
penurunan sebesar Rp74.167 juta.

In 2014, Trade Account Payables amounted to


Rp2,798,263 million, decreased by 17.78% from
Rp3,295,894 million in 2013. The decline mainly
reflected the decline of Rp423,464 million in
Payables to Related Parties. Payables to third parties
also declined by Rp74,167 million.

Tabel Utang Usaha tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Trade Account Payables in 2010-2014 (Rp million)

2014

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)
(29.09)

Pihak Berelasi

Related parties

1,455,934

1,879,398

2,191,807

3,251,890

2,833,030

Pihak Ketiga

Third Parties

1,342,329

1,416,496

1,420,333

1,013,446

564,712

(5.53)

2,798,263

3,295,894

3,612,140

4,265,336

3,397,742

(17.78)

Jumlah Utang Usaha Total Trade Account Payables

Grafik Utang Usaha Tahun 2010-2014 (Rp Juta)

Pihak Berelasi
Related Party

2014

Pihak Ketiga
Third Party

3,397,742

4,265,336

3,612,140

3,295,894

2,798,263

2013
564,712

1,013,446

1,420,333

1,416,496

1,342,329

2,833,030

3,251,890

2,191,807

1,879,398

1,455,934

Chart of Trade Account Payables in 2010-2014 (Rp million)

Utang Usaha
Trade Account Payables

2012
2011
2010

Utang Sewa Pembiayaan


Utang Sewa Pembiayaan jangka pendek perusahaan
tahun 2014 sebesar Rp76.855 juta meningkat 16,45%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp66.001 juta

Lease Liability
The current portion of Lease Liability in 2014
amounted to Rp76,855 million, increased by 16.45%
from Rp66,001 million in 2013.

Utang Lain-Lain
Utang Lain-Lain tahun 2014 sebesar Rp9.026 juta
naik 34,00% dibandingkan tahun 2013 sebesar
Rp6.736 juta.

Other Account Payables


Other Account Payables in 2014 amounted to
Rp9,026 million, increased by 34,00% from Rp6,736
million in 2013.

Utang Pajak
Pada tahun 2014, Utang Pajak sebesar Rp157.649
juta turun 28,59% dibandingkan dengan tahun 2013

Tax Payables
In 2014, Tax Payables amounted to Rp157,649
million, decreased by 28.59% from Rp220,760 million

181
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

in 2013. The decline was due to the decline in Current


Tax by 80.22% from those in 2013 of Rp115,154
million.

sebesar Rp220.760 juta. Hal ini terutama disebabkan


oleh menurunnya Pajak Kini sebesar 80,22%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp115.154 juta
Tabel Utang Pajak Tahun 2010-2014 (Rp juta)
Table of Taxes Payable 2010-2014 (Rp million)

Pajak Kini

Current Tax

2014

2013

2012

2011

2010

22,776

115,154

194,291

262,043

183,899

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)
(80.22)

Pajak Penghasilan

Income Tax

51,792

66,657

49,633

35,693

39,630

(22.30)

Pajak Pertambahan
Nilai

Value-added Tax

36,590

5,819

8,642

1,641

100.00

Pajak Selisih Penilaian


Kembali Aset Tetap

Tax on Revaluation
Increment in Fixed
Assets

34,893

34,893

34,893

34,893

(100.00)

Pajak Lainnya

Other Taxes

46,491

4,056

1,667

37

Jumlah Utang Pajak

Total Taxes Payable

157,649

220,760

286,303

341,271

260,759

10.46

341,271

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

260,759

220,760

Laporan Keuangan
Financial Report

157,649

2013

2012

Biaya Masih Harus Dibayar


Biaya Masih Harus Dibayar terdiri dari Biaya
Pemeliharaan, Tunjangan dan Lembur, Sewa dan Lainlain. Pada tahun 2014 jumlah Biaya Yang Masih Harus
Dibayar sebesar Rp134.873 juta menurun 7,58%.
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp145.931 juta.

2011

2010

Accrued Expenses
Accrued Expenses consist of Maintenance Expenses,
Allowances and Overtime, Leases and Others. In
2014, Accrued Expenses amounted to Rp134,873
million, decreased by 7.58% from Rp145,931 million
in 2013.

Tabel Biaya Masih Harus Dibayar Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Accrued Expenses in 2010-2014 (Rp million)

2014

Maintenance Expense

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

286,303

Allowances and
Tunjangan dan Lembur
overtime

Profil Perusahaan
Company Profile

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Chart of Taxes Payable in 2010-2014

Biaya Pemeliharaan

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

(28.59)

Grafik Utang Pajak Tahun 2010-2014

2014

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2013

2012

2011

2010

2,530

93,846

61,208

40,606

24,439

(97.30)

568

37,847

30,088

20,502

36,424

(98.50)

Sewa

Leases

18,101

13,437

12,358

10,792

5,844

34.71

Lain-Lain

Others

113,674

801

4,789

4,206

9,121

14,091.51

Jumlah Biaya Yang


Masih Harus Dibayar

Total Accrued
Expenses

134,873

145,931

108,443

76,106

75,828

(7.58)

PT Indonesia Power

182

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Analisis Posisi Keuangan


Financial Position Analysis

Grafik Biaya Masih Harus Dibayar Tahun 2010-2014 (Rp Juta)

Biaya Pemeliharaan
Maintenance
Expense

Tunjangan dan Lembur


Allowances and
Overtime

Sewa
Leases

Lain-Lain
Others

75,828

76,106

108,443

145,931

134,873

9,121

4,789

4,206

801

113,674

10,792

5,844

12,358

13,437

2013

18,101

36,424

30,088

20,502

37,847
568

24,439

2014

40,606

93,846
2,530

61,208

Chart of Accrued Expenses in 2010-2014 (Rp million)

Biaya Masih Harus


Dibayar
Total Accrued Expenses

2012
2011
2010

Utang Pihak Berelasi


Utang Pihak Berelasi jangka pendek tahun 2014
sebesar Rp18.435 juta meningkat 197,40%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp9.339 juta.

Payables to Related Parties


The current portion of Payables to Related Parties in
2014 amounted to Rp18,435 million, an increase of
197.40% from Rp9,339 million in 2013.

Liabilitas Imbalan Kerja


Liabilitas Imbalan Kerja jangka pendek tahun
2014 sebesar Rp126.605 juta menurun 13,22%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp145.899 juta.

Employee Benefits Liabilities


The current portion of Employee Benefits Liabilities
in 2014 amounted to Rp126,605 million, decreased
by 13.22% from Rp145,899 million in 2013.

Ekuitas

Equity

Pada tahun 2014 Ekuitas Indonesia Power sebesar


Rp45.365.935 juta meningkat sebesar 0,07%
dibandingkan tahun 2013 yang sebesar Rp44.846.679
juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
Saldo Laba yang Tidak Ditentukan Penggunaannya
meningkat sebesar 1,49%

In 2014, Indonesia Power booked an Equity of


Rp45,365,935 million, an increase of 0.07% from
Rp44,846,679 million in 2013. The increase was
due to the increase of 1.49% in the Unappropriated
Retained Earnings account.

Tabel Ekuitas Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Equity in 2010-2014 (Rp million)

2014

2013

2012

2011

2010

Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

Modal Ditempatkan
dan Disetor

Subscribed and Fully


Paid-up Capital

2,607,824

2,607,824

2,607,824

2,607,824

2,607,824

0%

Tambahan Modal
Disetor

Additional Paid-in
Capital

5,503,726

5,503,726

5,503,726

5,503,726

5,503,726

0%

Saldo Laba

Retained earnings
2,122,213

2,122,213

2,122,213

2,122,213

2,122,213

0%

35,092,227

34,577,245

34,467,503

34,276,823

34,062,000

1.49

39,945

35,671

112,625

100,689

106,104

11.98

45,365,935 44,846,679 44,813,891 44,611,275 44,295,763

1.16

Ditentukan
Penggunaannya

Appropriated

Tidak ditentukan
penggunaannya

Unappropriated

Kepentingan Non
Pengendali

Non Controlling
Interest

Jumlah Ekuitas

Total Equity

183
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Grafik Ekuitas Tahun 2010-2014


Chart of Equity in 2010-2014
45,365,935

44,846,679

44,813,891

44,611,275

44,295,763

Ikhtisar Utama
Main Highlights

2014

2013

2012

2011

2010

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Modal Ditempatkan dan Disetor


Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh merupakan
saham biasa yang memberikan hak untuk membawa
satu suara per saham dan berpartisipasi dalam
dividen. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
tahun 2014 sebesar sama dengan tahun 2013 yang
Rp2.607.824 juta.

Subscribed and Fully Paid-up Capital


Subscribed and Fully Paid-up Capital represents
ordinary common shares giving the right of one vote
per share and to participate in dividend distribution.
In 2014, Subscribed and Fully Paid-up Capital remains
the same as in 2013 at Rp2,607,824 million.

Tambahan Modal Disetor


Tambahan Modal Disetor merupakan nilai pengalihan
aset tetap, aset tidak lancar lainnya dan material
cadang selama tahun 1996 sampai dengan tahun
2000 yang diterima dari PLN (Persero) sebagai
pemegang saham.

Additional Paid-in Capital


Additional Paid-in Capital represents the value of the
transfer of fixed assets, other non-current assets,
and spare part material during the period 1996 to
2000 received from PT PLN (Persero) as shareholder.

Kepentingan Non Pengendali


Pada tahun 2014, saldo laba yang diatribusikan
kepada Kepentingan Non Pengendali sebesar
Rp39.956 juta, naik 11,98% dibandingkan tahun 2013
yang Rp35.671 juta.

Non-Controlling Interest
In 2014, income attributable to Non-Controlling
Interest amounted to Rp39,956 million, up by 11.98%
from Rp35,671 million in 2013.

Non-Controlling Interest in 2010-2014 (Rp million)


112,625

35,671

2014

2013

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Kepentingan Non Pengendali Tahun 2010-2014 (Rp juta)

39,956

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis

2012

100,689

106,104

2011

2010

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

184

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Arus Kas
Cash Flow

Pada tahun 2014 Kas dan Setara Kas akhir


tahun sebesar Rp445,617 juta meningkat
54,16% dibandingkan tahun 2013 sebesar
Rp972,149 juta. Pertumbuhan itu disebabkan
oleh meningkatnya aktivitas operasi.
In 2014, Cash and Cash Equivalents at end of the year amounted to Rp445,617 million,
increased by 54.16% from Rp972,149 million in 2013. The increase was attributable to the
increase in operating activities.

Arus Kas dari Aktivitas


Operasional

Cash Flow from Operating


Actvities

Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi tahun


2014 adalah Rp1.930.218 juta, meningkat 48,25%
dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp1.301.994
juta. Peningkatan Kas Bersih dari Aktivitas Operasi
terutama disebabkan oleh penurunan pembayaran
kepada pemasok yang sebesar 10,15% dibandingkan
tahun 2013.

Net cash flow from operating activities in 2014


amounted to Rp1,930,218 million, increased by
48.25% from Rp1,301,994 million in 2013. The
increase in net cash flow from operating activities
was mainly due to the decline in payments to
suppliers by 10.15%, compared to 2013.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Cash Flow from Investment Activities

Kas Bersih digunakan untuk aktivitas investasi pada


tahun 2014 sebesar Rp2.456.150 juta meningkat
118,80% dibandingkan tahun 2013 sebesar
Rp1.122.531 juta. Hal tersebut terutama disebabkan
oleh peningkatan pengeluaran untuk perolehan
aset tetap sebesar 153,38% dan penempatan
investasi pada entitas asosiasi yang meningkat 100%
dibandingkan tahun 2013.

Net cash flow used in investment activities in 2014


amounted to Rp2,456,150 million, an increase of
118.80% from Rp1,122,531 million in 2013. The
increase was due mainly to increased of investments
for fixed assets by 153.38% and investment in
associates that increased by 100%, compared to
2013.

185
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Cash Flow from Financing Activities

Kas Bersih dari aktivitas pendanaan tahun 2014


digunakan untuk pembayaran dividen tahun buku
2013 sebesar Rp600 juta.

Net cash flow used in financing activities in 2014


represents the payment of dividends for fiscal 2013
of Rp600 million.

Tabel Arus Kas Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Cash Flow Table in 2010-2014 (Rp million)
Perubahan
2014
terhadap
2013 (%)
Changes
in 2014 to
2013 (%)

2014

2013

2012

2011

2010

1,176,548

1,111,043

1,057,485

Arus Kas Bersih


dari Aktivitas
Operasional

Net Cash Provided


by Operating
Activities

1,930,218

1,301,994

Arus Kas Bersih dari


Aktivitas Investasi

Net Cash Used in


Investing Activities

(2,456,150)

(1,122,531)

(809,416)

Arus Kas Bersih dari


Aktivitas Pendanaan

Net Cash from


Financing Activities

(600)

(600)

(3,445)

Kenaikan Bersih Kas


dan Setara Kas

Net Increase in Cash


and Cash Equivalents

Kas dan Setara Kas


Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
Akhir Tahun

(1,351,668)
-

(960,995)
-

48.25
118.80
0

(526,532)

178,863

363,687

(240,625)

96,490

(394.38)

Cash and Cash


Equivalents at
Beginning of Year

972,149

820,279

456,592

697,217

600,727

(100.00)

Cash and Cash


Equivalents at End
of Year

445,617

972,149

820,279

456,592

697,217

(54.16)

Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

186

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Analisa tentang Kemampuan


Membayar Utang dan Tingkat
Kolektibilitas Piutang
Debt Payment Ability and Receivable
Collectability Analysis

Kemampuan Membayar Utang

Debt Payment Ability

Rasio solvabilitas merupakan indikator untuk


mengukur kemampuan perusahaan membayar utang
baik jangka pendek maupun jangka panjang. Debt to
Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER)
adalah bagian dari rasio solvabilitas yang digunakan
secara umum.

The solvability ratio is an indicator used to measure


a companys ability to pay short-term as well as longterm debts. Debts to Assets Ratio (DAR) and Debt
to Equity Ratio (DER) are part of the solvability ratio
that are commonly used.

DAR berfungsi untuk mengukur bagian aktiva yang


digunakan untuk menjamin keseluruhan kewajiban
atau utang. Pada tahun 2014, nilai DAR Perusahaan
sebesar 15,21%, lebih rendah dibandingkan tahun
2013 yang 16,21%. Penyebab menurunnya nilai
DAR tersebut adalah menurunnya jumlah Liabilitas
Perusahaan sebesar Rp496.145 juta dibanding tahun
2013.

DAR is used to measure the portion of assets used to


cover all liabilities or debts. In 2014, the Companys
DAR is recorded at 15.21%, lower than the level in
2013 at 16.21%. The decline in DAR is the result of
the decline in total Liabilities of the Company by
Rp496,145 million, compared to 2013.

DER digunakan untuk mengukur bagian modal yang


dijadikan jaminan untuk keseluruhan kewajiban
atau utang. Pada tahun 2014 nilai DER adalah
sebesar 17,94% lebih rendah dibandingkan tahun
2013 sebesar 19,80%. Penyebab menurunnya nilai
DER adalah selain menurunnya jumlah Liabilitas
Perusahaan, juga dipengaruhi oleh kenaikan Ekuitas
tahun 2014 sebesar Rp519.256 juta.

DER is used to measure the portion of equity as


collateral to overall liabilities or debts. In 2014, DER
was recorded at 17.94%, lower than the level in
2013 at 19.80%. The decline in DER is attributable
to the decline in the the amount of the Companys
Liabilities, as well as the increase of Equity in 2014 by
Rp519,256 million.

Tabel Rasio Solvabilitas Tahun 2010-2014 (%)


Table of Solvability Ratio in 2010-2014 (%)
2014

2013

2012

2011

2010

Debt to Assets Ratio

15.21

16.21

16.54

16.99

15.37

Debt to Equity Ratio

17.94

19.80

20.13

20.47

18.82

Grafik Rasio Solvabilitas Tahun 2010-2014 (%)


Chart of Solvability Ratio in 2010-2014 (%)

DAR

2014

2013

2012

2011

18.82

15.37

20.47

16.99

20.13

16.54

19.80

16.21

17.94

15.21

DER

2010

187
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Kolektibilitas Piutang

Receivable Collectability

Kemampuan
perusahaan
dalam
melakukan
kolektabilitas piutang dapat diketahui dengan
menghitung nilai collection period. Pada tahun
2014, nilai collection period adalah 231 hari, lebih
cepat dibandingkan tahun 2013 yag 237 hari. Hal ini
berarti hari penagihan piutang usaha dari tagihan
hasil penjualan listrik tahun 2014 semakin cepat
dibandingkan tahun sebelumnya.

The Companys ability to collect on its receivables


can be determined from the collection period. In
2014, the collection period was recorded at 231
days, improving from 2013 collecton period of 237
days. This means that in 2014, the collection of trade
account receivables from the sale of electricity is
faster compared to the previous year.

Tabel Collection Period Tahun 2010-2014 (hari)


Table of Collection Period in 2010-2014 (day)
2014

2013

2012

2011

2010

231

237

223

155

170

Collection Period

Grafik Collection Period (hari)

231

237

223

155

170

Chart of Collection Period (day)

2014

2013

2012

2011

2010

Laporan Keuangan
Financial Report

PT Indonesia Power

188

Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Analisa tentang Kemampuan Membayar Utang dan


Tingkat Kolektibilitas Piutang
Debt Payment Ability and Receivable Collectability Analysis

Likuditas

Liquidity

Rasio likuiditas berfungsi untuk menilai kemampuan


perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya yang akan jatuh tempo. Indonesia
Power harus memiliki aset lancar yang dapat segera
dikonversi menjadi uang tunai untuk memenuhi
Liabilitas yang akan jatuh tempo tersebut.

The liquidity ratio is used to measure the Companys


ability to meet its maturing short-term liabilities.
Indonesia Power must have sufficient current assets
that can be readily converted into cash to meet those
maturing liabilities.

Tingkat likuiditas Perusahaan dapat dilihat dari cash


ratio, quick ratio, dan current ratio. Semakin tinggi
nilai dari rasio-rasio tersebut, maka mengindikasikan
bahwa Indonesia Power mampu memenuhi
kewajiban-kewajibannya yang akan jatuh tempo.

The Companys liquidity position can be observed


through the cash ratio, quick ratio, and current
ratio indicators. A higher ratio value indicates that
Indonesia Power is well able to meet its maturing
obligations.

Tabel Rasio Likuiditas Tahun 2010-2014 (%)


Table of Liquidity Ratio in 2010-2014 (%)
Rasio Likuiditas | Liquidity Ratio

2014

2013

2012

2011

2010

Cash Ratio (%)

13.42

25.23

17.80

9.32

17.27

Quick Ratio (%)

698.40

585.84

444.47

378.76

404.59

Curent Ratio (%)

775.37

712.66

513.72

437.34

465.23

Grafik Rasio Likuiditas Tahun 2012-2014 (%)


Chart of Liquidity Ratio in 2012-2014 (%)

Cash
Ratio

2014

2013

2012

2011

465.23

404.59

17.27

437.34

378.76

9.32

513.72

444.47

17.80

712.66

585.84

25.23

775.37

698.40

13.42

Quick
Ratio
Current
Ratio

2010

Cash Ratio
Kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
yang harus segera dipenuhi dengan aset lancar
yang dimiliki diukur dengan cash ratio. Pada tahun
2014, cash ratio menunjukkan angka 13,42%, lebih
rendah dibandingkan tahun 2013 sebesar 25,23%.
Penurunan cash ratio disebabkan oleh penurunan
saldo Kas dan Setara Kas sebesar Rp526.532 juta
dibandingkan tahun sebelumnya dan penurunan
liabilitas jangka pendek senilai Rp568.782 juta.

Cash Ratio
The cash ratio is used to measure the Companys
ability to pay its immediate liabilities using its current
assets. In 2014, the cash ratio was recorded at 13.42%,
lower than the level in 2013 at 25.23%. The decline
in the cash ratio was attributable to the decline of
Rp526,532 million in Cash and Cash Equivalents, as
well as the decline of Rp568,782 million in current
liabilities, compared to 2013.

Quick Ratio
Kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
yang harus segera dipenuhi dengan Aset Lancar di luar
persediaan diukur dengan quick ratio. Penghitungan
quick ratio tidak memasukkan nilai persediaan karena
persediaan dianggap tidak mudah digunakan untuk
memenuhi kewajiban yang akan segera jatuh tempo.
Pada tahun 2014, nilai quick ratio sebesar 698,40%
lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 yang 585,84%.

Quick Ratio
The quick ratio is used to measure the Companys
ability to pay its immediate liabilities using its
Current Assets, excluding Inventories. The value of
Inventories is excluded from the calculation of quick
ratio as inventories cannot be easily used as payment
to meet immediately maturing obligations. In 2014,
the quick ratio was recorded at 698.40%, higher than
the level in 2013 at 585.84%.

189
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Current Ratio
Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
yang akan segera jatuh tempo dengan Aset Lancar
yang dimilikinya diukur dengan current ratio. Pada
tahun 2014, nilai current ratio sebesar 775,37%,
lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 yang 712,66%.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh terjadinya
penurunan Liabilitas jangka pendek sebesar 15%.

Current Ratio
The current ratio is used to measure the Companys
ability to pay its immediate liabilities using its Current
Assets. In 2014, the current ratio was recorded at
775.37%, higher than the level in 2013 at 712.66%.
The increase in current ratio was due to the decline in
short-term Liabilities by 15%.

Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah indikator untuk menilai
efisiensi operasional perusahaan. Salah satu jenis
dari rasio aktivitas adalah Inventory Turn Over
(ITO). Pada tahun 2014 nilai ITO untuk bahan bakar
minyak hanya diterapkan pada UPJP Bali dengan
rasio sebesar 13,36 hari dari target yang ditetapkan
18 hari, sementara untuk material umum 4,78 kali
dari target 4,87 kali. Sehingga pencapaian terhadap
target sebesar 125,80% untuk ITO BBM dan 98,23%
untuk ITO materi pemeliharaan.

Activity Ratio
Activity ratios are indicators used to evaluate the
operational efficiency of the Company. One of the
activity ratios used is the Inventory Turn Over (ITO)
ratio. In 2014, the ITO for oil fuel was implemented
only for UPJP Bali with an achievement of 13.36 days,
against a target of 18 days, and for general materials
with an achievement of 4.78 times, against a target
of 4.87 times. Thus, the achievement rates against
targets were 125.80% and 98.23% for oil fuel ITO
and general materials ITO, respectively.

Rasio Profitabilitas

Profitability Ratios

Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan


laba diukur dengan rasio profitabilitas. Tingkat
profitabilitas perusahaan dapat dilihat dari rasio
Operating Margin, Net Profit Margin, Return On
Equity (ROE), dan Return On Investment (ROI).

The Companys ability to generate earnings is


measured by the profitability ratios. The Companys
profitability level can be seen from the operating
margin, net profit margin, return on equity (ROE),
and return on investment (ROI).

Tabel Rasio Profitabilitas tahun 2010-2014


Table of Profitability Ratio in 2010-2014
Rasio Profitabilitas | Profitability Ratios

2014

2013

2012

2011

2010

Operating Margin

6.70

6.02

5.70

3.87

4.32

Net Profit Margin

4.58

3.71

3.90

2.73

3.05

Return on Equity (ROE)

3.74

2.84

2.89

2.73

2.43

10.20

8.77

8.74

8.30

7.88

Return on Investment (ROI)

Grafik Rasio Profitabilitas Tahun 2010-2014 (%)


Chart of Profitability Ratio in 2010-2014 (%)

Operating
Margin
Net Profit
Margin

2014

2013

2012

2011

2010

7.88

2.43

3.05

4.32

8.30

2.73

2.73

3.87

8.74

2.89

3.90

5.70

8.77

2.84

3.71

6.02

10.20

3.74

4.58

6.70

Return on
Equity (ROE)
Return on
Investment
(ROI)

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

190

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Analisa tentang Kemampuan Membayar Utang dan


Tingkat Kolektibilitas Piutang
Debt Payment Ability and Receivable Collectability Analysis

Operating Margin digunakan untuk mengukur


kemampuan perusahaan untuk mengendalikan biaya
operasional dalam hubungannya dengan penjualan.
Pada tahun 2014, nilai operating margin mencapai
6,70%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 sebesar
6,02%.

The Operating Margin measures the Companys


ability to control its operational costs in relation to
sales. In 2014, operating margin was recorded at
6.70%, higher than the level in 2013 at 6.02%.

Net Profit Margin digunakan untuk mengukur besar


persentase keuntungan bersih diperoleh perusahaan
dari hasil penjualan. Pada tahun 2014, nilai net profit
margin sebesar 4,58%, lebih tinggi dibandingkan
tahun 2013 sebesar 3,71%. Kenaikan ini disebabkan
oleh pendapatan operasi yang mengalami kenaikan
sebesar 6%.

The Net Profit Margin measures the percentage of


net profit derived from the Companys sales revenue.
In 2014, Net Profit Margin was recorded at 4.58%,
higher than the level in 2013 at 3.71%. The increase
was attributable to the increase of 6% in operating
revenues.

ROE digunakan untuk mengukur penghasilan atau


income yang tersedia bagi pemilik perusahaan atas
modal yang diinvestasikan di dalam perusahaan. Pada
tahun 2014 nilai ROE mencapai 3,74%, lebih tinggi
dibandingkan tahun 2013 sebesar 2,84%. Kenaikan
ini disebabkan oleh laba sebelum pajak penghasilan
mengalami kenaikan sebesar 19%.

Return on Equity (ROE) is used to measure the


revenue or income available to the companys owner
in return for its investments in the company. In 2014,
ROE was recorded at 3.74%, higher than the level in
2013 at 2.84%. The increase was attributable to the
increase of 19% in profits before tax.

ROI digunakan untuk mengukur kemampuan


perusahaan dengan keseluruhan dana yang
ditanamkan
dalam
aktiva
yang
digunakan
untuk operasi perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan. Pada tahun 2014, ROI Perusahaan
mencapai 10,20%, lebih tinggi dibandingkan ROI
tahun 2013 sebesar 8,77%.

Return on Investment (ROI) is used to measure the


companys ability to generate profits from the overall
funds invested in assets which is used for operating
the company. In 2014, ROI was recorded at 10.20%,
higher than the level in 2013 at 8.77%.

191
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Struktur Modal
Capital Structure

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Struktur modal Perusahaan didominasi oleh Ekuitas


dibandingkan Liabilitas. Pada tahun 2014, Aset yang
dibiayai oleh Liabilitas sebesar 15%, turun dibanding
tahun 2013. Adapun Aset yang dibiayai oleh Ekuitas
tahun mencapai 85%.

The Companys capital structure is dominated by


Equity, rather than Liabilities. In 2014, the portion of
Assets funded by Liabilities is 15%, decreased from
those in 2013. Assets funded by Equity in that year
was thus 85%.

Tabel Struktur Modal Tahun 2010-2014 (%)


Table of Capital Structure in 2010-2014 (%)
Rasio Profitabilitas | Profitability Ratios

2014

2013

2012

2011

2010

Liabilitas | Liability

15%

16%

16%

17%

15%

Ekuitas | Equity

85%

84%

84%

83%

85%

100%

100%

100%

100%

100%

Struktur Modal Bank | Bank Capital Structure:

Aset | Asset

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Indonesia Power mengalami keterbatasan dalam


penambahan utang baru, sebagai dampak atas
kebijakan PT PLN (Persero) sebagai entitas induk yang
telah menerbitkan surat utang internasional berupa
global bond pada tahun 2006. Selain itu, test ratio
untuk tambahan utang bagi anak perusahaan PLN
juga sudah melebihi batas yang diizinkan, mengingat
adanya utang Tanjung Jati B yang juga merupakan
entitas anak PLN.

Indonesia Power is restricted in terms of securing


additional borrowings, as a result of the covenants
assumed by its parent entity, PT PLN (Persero), which
issued a global bonds in 2006. Moreover, test ratios
for additional debts for subsidiaries of PLN have
also exceeded the permitted level, considering the
debts assumed for Tanjung Jati B, which was also a
subsidiary of PLN.

Kondisi ini memberikan pengaruh terhadap


struktur modal Indonesia Power. Perusahaan tidak
dapat menerima tambahan pinjaman dari eksternal
secara langsung baik untuk modal kerja maupun
untuk kegiatan investasi. Akan tetapi, PLN
dimungkinkan melakukan penambahan utang
eksternal secara langsung dengan memperhatikan
batasan Consolidated Interest Coverage Ratio (CICR),
sehingga dapat diteruskan kepada anak perusahaan
PLN dalam bentuk Sub Loan Agreement atau
Shareholder Loan.

This condition had its impact on the capital structure


of Indonesia Power. The Company is unable to secure
additional borrowings direct from external sources
for purposes of working capital or investment
activities. However, PLN is still permitted to secure
additional external borrowings directly, with due
consideration of its Consolidated Interest Coverage
Ratio (CICR) limits, which then can be channeled to
its subsidiaries through a Sub-Loan Agreement or a
Shareholder Loan facility.

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

192

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Investasi Barang Modal


Capital Goods Investment
Investasi Barang Modal
Pada tahun 2014, total belanja modal dan arus
kas pembayaran untuk belanja modal sebesar
Rp2.905.567 juta, meningkat 205,23% dibandingkan
tahun 2013 sebesar Rp951.913 juta. Di bawah ini
dijelaskan rincian tujuan dan sumber dana yang
digunakan terkait dengan investasi tersebut.

Capital Goods Investment


In 2014, total capital expenditure and cash flows
for the purchase of capital goods amounted to
Rp2,905,567 million, increased by 205.23% from
Rp951,913 million in 2013. Details of the objective
and funding source of these investments are
described below.

Tabel Penambahan Investasi Tahun 2011 2014 (Rp juta)


Table of Investment Addition in 2011 2014 (Rp million)
No.

Jenis
Type

Bangunan, waduk
dan prasarana
Building, dam and
facility

2014

2013

2012

2011

Kebijakan Belanja Modal Tahun 2014


Modal Capital Purchase Policy 2014

8,782 Tujuan Investasi:


Keandalan dan efisiensi
pembangkit
Sumber dana: Anggaran
Investasi (internal)
Mata Uang: Rupiah
Langkah Perlindungan
Risiko: Asuransi untuk
bangunan pembangkit
dan pemeliharaan sesuai
prosedur untuk waduk dan
prasarana non pembangkit

Investment Objective:
Power plant reliability and
efficiency
Source of fund: Investment
Budget (internal)
Currency: Rupiah
Risk Protection Step:
Insurance for power plant
building and maintenance
according to the procedure
for dams and non-power
plant facility

2,704

2,074

4,509

Instalasi dan mesin


pembangkit
Installation and
power plant engine

518,951

274,287

337,458

67,002 Tujuan Investasi:


Keandalan dan efisiensi
pembangkit
Sumber dana: Anggaran
Investasi (internal)
Mata Uang: Rupiah
Langkah Perlindungan
Risiko: Asuransi
Pembangkit

Investment Objective:
Power plant reliability and
efficiency
Funding Source:
Investment budget
(internal)
Currency: Rupiah
Risk Protection Step:
Power plant

Peralatan transmisi
Transmission device

31,830

6,005

7,377

6,718 Tujuan Investasi:


Keandalan dan efisiensi
pembangkit
Sumber dana: Anggaran
Investasi (internal)
Mata Uang: Rupiah
Langkah Perlindungan
Risiko: Asuransi
Pembangkit

Investment Objective:
Power plant reliability and
efficiency
Funding Source:
Investment budget
(internal)
Currency: Rupiah
Risk Protection Step:
Power plant

Instalasi
telekomunikasi
Telecommunication
Installation

5,202

11,126

4,816

8,458 Tujuan Investasi:


Mendukung kinerja
operasional perusahaan
Sumber dana: Anggaran
Investasi (internal)
Mata Uang: Rupiah
Langkah Perlindungan
Risiko: Pemeliharaan
sesuai prosedur

Investment Objective:
Support for operating
performance
Funding Source: Investment
budget (internal)
Currency: Rupiah
Risk Protection Step:
Maintenance by proper
procedure

Peralatan umum
General tools

13,419

29,032

21,480

34,353 Tujuan Investasi:


Mendukung kinerja
operasional perusahaan
Sumber dana: Anggaran
Investasi (internal)
Mata Uang: Rupiah
Langkah Perlindungan
Risiko: Pemeliharaan
sesuai prosedur

Investment Objective:
Support for operating
performance
Funding Source: Investment
budget (internal)
Currency: Rupiah
Risk Protection Step:
Maintenance by proper
procedure

Kendaraan
bermotor
Motor vehicle

3,609

561

2,512 Tujuan Investasi:


Mendukung kinerja
operasional perusahaan
Sumber dana: Anggaran
Investasi (internal)
Mata Uang: Rupiah
Langkah Perlindungan
Risiko: Pemeliharaan
sesuai prosedur

Investment Objective:
Support for operating
performance
Funding Source: Investment
budget (internal)
Currency: Rupiah
Risk Protection Step:
Maintenance by proper
procedure

193
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Jenis
Type

No.
7

10

Material Cadang
Reserve material

Lain lain
Others

Tanah
Land

Kebijakan Belanja Modal Tahun 2014


Modal Capital Purchase Policy 2014

2014

2013

2012

2011

461,005

194,394

143,832

574,020 Tujuan Investasi:


Menjamin ketersediaan
material cadang
Sumber dana: Anggaran
Investasi (internal)
Mata Uang: Rupiah
Langkah Perlindungan
Risiko: Pemakaian dan
penyimpanan sesuai
prosedur

Investment Objective:
Ensuring the availability of
spare materials
Funding Source:
Investment budget
(internal)
Currency: Rupiah
Risk Protection Step:
Usage and storage by
proper procedures

0 Tujuan Investasi:
Mendukung kinerja
operasional perusahaan
Sumber dana: Anggaran
Investasi (internal)
Mata Uang: Rupiah
Langkah Perlindungan
Risiko: Pemeliharaan
sesuai prosedur

Investment Objective:
Support for operating
performance
Funding Source: Investment
budget (internal)
Currency: Rupiah
Risk Protection Step:
Maintenance by proper
procedure

0 Tujuan Investasi: Modal


utama untuk membangun
pembangkit baru
Sumber dana: Anggaran
Investasi (internal)
Mata Uang: Rupiah
Langkah Perlindungan
Risiko: Pemeliharaan
sesuai prosedur dan
kepemilikan sesuai
peraturan pemerintah

Investment Objective:
Capital expenditure in the
construction of new power
plant
Funding Source: Investment
budget (internal)
Currency: Rupiah
Risk Protection Step:
Maintenance by proper
procedure and ownership as
Government regulations

5,222

8,113

552

5,741

Pekerjaan Dalam
Pelaksanaan
Work in
Implementation

1,867,234

423,273

242,585

211,347 Tujuan Investasi:


Keandalan dan efisiensi
pembangkit
Sumber dana: Anggaran
Investasi (internal)
Mata Uang: Rupiah
Langkah Perlindungan
Risiko: Asuransi
pembangkit &
pemeliharaan sesuai
prosedur

Jumlah Belanja
Modal
Total Capital
Purchase

2,905,567

951,913

768,461

913,192

Arus Kas
2,905,567
Pembayaran Untuk
Belanja Modal
Cash flow Payment
for Capital Purchase

951,913

768,461 1,389,193

Investment Objective:
Power plant reliability and
efficiency
Funding Source:
Investment budget
(internal)
Currency: Rupiah
Risk Protection Step:
Power plant insurance and
maintenance by proper
procedure

*) berdasarkan Nilai Perolehan | Based on Acquisition Value

Pada tahun 2014 total belanja modal dan arus


kas pembayaran untuk belanja modal sebesar
Rp2.905.567 juta, meningkat 205,23% dibandingkan
tahun 2013 sebesar Rp951.913 juta.

In 2014, total capital expenditure and cash flows


for the purchase of capital goods amounted to
Rp2,905,567 million, increased by 205.23% from
Rp951,913 million in 2013.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

194

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Perbandingan antara Target


Awal Tahun Buku dengan
Realisasi Tahun 2014 dan
Proyeksi Tahun 2015
Comparison between Targets In beginning of
Financial Year and Result Achieved in 2014 and
Projection for 2015
Target, Realisasi Dan Proyeksi

Targets, Achievements and


Projections

Pada tahun 2014, realisasi Pendapatan Usaha


mencapai Rp35.712.617 juta, dengan pencapaian
sebesar 92,03% dari target RKAP 2014 yang
sebesar Rp38.816.994 juta. Tidak sesuainya antara
realisasi dan target yang telah ditetapkan tersebut,
terutama disebabkan oleh tarif jual listrik/kWh yang
tidak sesuai dengan target RKAP dan kendala tidak
tercapainya target EAF.

In 2014, realized Operating Revenues amounted


to Rp35,723,617 million, or 92.03% of the target in
the 2014 RKAP of Rp38,816,994 million. The underachievement from the target was mainly the result
of the per kWh selling price of electricity which was
not in accordance with the target in the CWBP, and
the disincentive from the under-achievement of EAF
target.

Untuk tahun 2015, Indonesia Power memproyeksikan


Pendapatan Usaha sebesar Rp41.348.119 juta,
lebih tinggi 15,74% dibandingkan dengan realisasi
Pendapatan Usaha tahun 2014. Proyeksi kenaikan
Pendapatan Usaha tahun 2015 ini didasarkan atas
asumsi demand energi listrik yang tumbuh sekitar
7% serta peningkatan penjualan dari beroperasinya
PLTDG Pesanggaran 200 MW dan PLTGU Tambak
Lorok Blok I berbahan bakar gas pada beban puncak
sistem Jawa - Bali.

For 2015, Indonesia Power projected Operating


Revenues of Rp41,348,119 million, increased
by 15.74% from the actual Operating Revenues
recorded in 2014. The higher projected Operating
Revenues is based on the assumption of a 7% growth
in the demand for electricity, and the increased
electricity sales due to the operations of the 200 MW
Pesanggaran DGPP (Diesel and Gas Power Plant) and
the gas CPP Tambak Lorok Block I during peak-load
hours in the Java-Bali grid.

Strategi pencapaiannya adalah dengan implementasi


Life Cycle Management (LCM) berupa life extension
trafo PLTU Suralaya dan clustering trafo, peningkatan
tata kelola pembangkit melalui perkuatan sistem
Information Technology (IT) untuk mendukung
seluruh proses secara terintegrasi, integrasi Condition
Based Maintenance (CBM) dengan aplikasi Maximo
serta transformasi Enterprise Risk Management
(ERM). Selain itu, dilakukan pula peningkatan layanan
atas jasa O&M PLTU PDE kepada PT PLN (Persero)
dan pengembangan jasa O&M supporting based di
luar Jawa - Bali sebagai bisnis baru Perusahaan.

The strategy is to implement Life Cycle Management


(LCM) in the form of transformer life extension at
Suralaya SPP and through transformator clustering,
improving power plant governance by strengthening
the Information Technology (IT) systems in support
of integrated processes, the integration of Condition
Based Maintenance (CBM) with Maximo application,
and transformation in Enterprise Risk Management
(ERM). In addition, the Company will improve its
O&M services of PDE SPP to PT PLN (Persero) and
develop O&M support base outside Java-Bali as a
new business.

195
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Untuk beban usaha, pada tahun 2014 realisasinya


sebesar Rp33.479.087 juta. Dibandingkan dengan
RKAP yang sudah ditetapkan, yaitu Rp36.816.402
juta, pencapaiannya 90,94%. Peningkatan efisiensi
biaya ini terutama disebabkan oleh beban bahan
bakar dan pelumas lebih rendah dari RKAP 2014.

In terms of Operating Expenses, the realized amount


in 2014 was Rp33,479,087 million, representing
90.94% achievement against the target in the 2014
RKAP of Rp36,816,402 million. The increase in cost
efficiency was mainly due to lower fuel and lubricant
expenses than those in the 2014 CWBP.

Pada tahun 2015, Indonesia Power memproyeksikan


Beban Usaha sebesar Rp39.067.070 juta, lebih tinggi
16,69% dibandingkan dengan realisasi Beban Usaha
tahun 2014. Proyeksi ini didasarkan atas asumsi
kenaikan biaya produksi sesuai asumsi RKAP 2015.

In 2015, Indonesia Power projected Operating Expenses


of Rp39,067,070 million, increased by 16.69% from
realized Operating Expenses in 2014. The projection is
based on the assumption of an increase in production
costs as assumed in the 2015 CWBP.

Strategi pencapaian yang diusahakan oleh Perusahaan


adalah dengan peningkatan efisiensi biaya produksi
yang berada di bawah kendali Perusahaan dan
optimalisasi anggaran. Untuk efisiensi biaya produksi,
di antaranya melalui peningkatan pemanfaatan gas
di PLTGU Grati (CNG), PLTGU Tanjung Priok (LNG)
dan PLTGU Tambak Lorok (CNG), menyelesaikan
pembangunan Coal Handling Terpadu Suralaya 1-7
& 8 dan PLTMG Pesanggaran 200 MW serta reverse
engineering non OEM parts.

The strategy to achieve this target is through


improved efficiency in production costs that can
be controlled by the Company, as well as through
budget optimization. Production cost efficiency will
be achieved by, among others, increased utilization
of gas at Grati CPP (CNG), Tanjung Priok CPP (LNG)
and Tambak Lorok CPP (CNG), the completion of
integrated coal handling facilities at Suralaya 1-7
& 8 and Pesanggaran DGPP 200 MW, and reverse
engineering of some non-OEM parts.

Untuk Laba Usaha, realisasi tahun 2014 sebesar


Rp2.244.530 juta. Dibandingkan dengan target RKAP
2014 yang sebesar Rp2.000.592 juta, pencapaiannya
112,19%. Tingginya pencapaian ini terutama dari
efisiensi beban operasi.

Realized Operating Profits in 2014 amounted


to Rp2,244,530 million, representing 112.19%
achievement against the target in 2014 CWBP of
Rp2,000,592 million. The high achievement rate was
due to efficiencies in operating expenses.

Pada tahun 2015, Indonesia Power memproyeksikan


Laba Usaha sebesar Rp2.281.050 juta, lebih tinggi
1,60% dibandingkan dengan realiasi tahun 2014.
Proyeksi peningkatan Laba Usaha ini didasarkan atas
asumsi kenaikan penjualan tenaga listrik serta jasa
O&M dengan memastikan strategi efisiensi terhadap
biaya operasional non fuel tetap dilaksanakan.

In 2015, Indonesia Power projected an Operating


Profit of Rp2,281,050 million, up by 1.60% from
realized Operating Profit in 2014. The increased
Operating CWBP Profit projected is based on the
assumption of an increase in electricity sales and
revenue from O&M services, and by ensuring the
continuation of the strategy for efficiency in non-fuel
operating expenses.

Realisasi Laba Tahun Berjalan dan Jumlah Laba


Komprehensif pada tahun 2014 sebesar Rp1.635.889
juta, dengan pencapaian 125,25% dari target RKAP
2014 sebesar Rp1.306.093 juta. Pencapaian ini
terutama disebabkan oleh efisiensi beban operasi.
Indonesia Power memproyeksikan Laba Tahun
Berjalan dan Jumlah Laba Komprehensif tahun
2015 sebesar Rp1.425.404 juta atau 12,90% lebih
rendah dibandingkan realisasi tahun 2014. Proyeksi
ini berdasarkan asumsi kenaikan inflasi dengan
memastikan strategi efisiensi terhadap biaya
operasional non fuel tetap dilaksanakan.

Realized Income for the Year and Total Comprehensive


Income in 2014 amounted to Rp.1,635,889 million,
or 125.25% over the target set in the 2014 CWBP of
Rp1,306,093 million. This achievement was due to
higher efficiency in operating expenses. Indonesia
Power has set a projection for Income for the Year
and Total Comprehensive Income for 2015 at
Rp1,425,404 million, decreased by 12.90% from the
achievement in 2014. This projection is based on the
increase in inflation rate, while also ensuring the
continuation of the strategy for efficiency in non-fuel
operating expenses.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

196

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Perbandingan Antara Target Awal Tahun Buku dengan


Realisasi Tahun 2013 dan Proyeksi Tahun 2014
Comparison Between Targets In beginning of Financial Year and
Result Achieved in 2013 and Projection for 2014

Tabel Perbandingan Realisasi Pendapatan dan Laba Tahun 2014 dengan


Target RKAP 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015 (Rp juta)
Table of comparison between Revenues achieved and Profits in 2014 and CWBP 2014 Target and Projection for 2015 (Rp million)
Realisasi Tahun 2014 Target RKAP 2014
Realization in 2014 CWBP target in 2014
Pendapatan Usaha

Operating Revenues

Beban Usaha

Expenses

Laba Usaha

Profits

Pendapatan (Beban) di
Luar usaha

Revenues out of
operating

Pencapaian
Achievement
(%)

Proyeksi 2015
Projection in 2015

35,723,617

38,816,994

92.03

41,348,119

(33,479,087)

(36,816,402)

90.94

(39,067,070)

2,244,530

2,000,592

112.19

2,281,050

10,797

(84,278)

(12.81)

(109,208)

Laba Sebelum Pajak

Profits before tax

2,255,327

1,916,314

117.69

2,171,840

Laba Tahun Berjalan


dan Jumlah Laba
Komprehensif

Profit for the year and


total comprehensif
income

1,635,889

1,306,093

125.25

1,425,404

Realisasi aset yang dikelola pada tahun 2014


mencapai Rp53.503.603 juta atau 101,46% di atas
target RKAP tahun 2014 sebesar Rp52.733.575 juta.
Pencapaian nilai aset tersebut terutama disebabkan
oleh tingginya pencapaian realisasi pada Aset Lancar
sebesar 114,40% terhadap target RKAP 2014.

Realized assets in 2014 amounted to Rp53,503,603


million, representing 101.46% of the target in 2014
CWBP of Rp52,733,575 million. The achievement
in asset value was mainly attributable to realized
achievement of Current Assets which amounted to
114.40% of the target set in 2014 CWBP.

Akun Aset Lancar yang mengalami kenaikan, di


antaranya adalah persediaan, yaitu dari target tahun
2014 sebesar Rp1.756.752 juta mencapai realisasi
sebesar Rp2.088.197 juta atau mencapai 118,87% dari
target RKAP 2014. Kenaikan persediaan ini sebagai
akibat adanya kenaikan harga bahan bakar minyak.

Among Current Assets accounts that registered an


increase was the Inventories account, which amounted
to Rp2,088,197 million, or 118.87% of the target set
in 2014 CWBP of Rp1,756,752 million. The increase in
Inventories was the result of increases in the price of
fuel oil.

Untuk tahun 2015, Perusahaan telah menetapkan


target nilai aset sebesar Rp54.835.547 juta.
Dibandingkan dengan realisasi tahun 2014, target
yang tertuang dalam RKAP 2015 tersebut lebih tinggi
2,49% dibandingkan realisasi tahun 2014.

For 2015, the Company has set a target for Assets


amounting to Rp54,835,547 million. The target set
in the 2015 CWBP represents an increase of 2.49%
compared with realized assets achievement in 2014.

Tabel Perbandingan Realisasi Posisi Keuangan Tahun 2014 dengan Target RKAP 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015 (Rp juta)
Table of Comparison between Realization of Financial Position in 2014 and CWBP target in 2014 and also Projection for 2015 (Rp million)
Pencapaian
Realisasi Tahun 2014 Target RKAP 2014
Proyeksi 2015
Achievement
Realization in 2014 CWBP target in 2014
Projection in 2015
(%)
Aset Tidak Lancar

Non Current Asset

27,747,504

30,219,858

91.82%

28,995,439

Aset Lancar

Current Asset

25,756,099

22,513,737

114.40%

25,840,109

Jumlah Aset

Total Asset

53,503,603

52,733,594

101.46%

54,835,547

Realisasi total liabilitas Perusahaan tahun 2014


sebesar Rp8.137.668 juta, dengan pencapaian
121,89% dari target RKAP sebesar Rp6.676.019 juta.

Realized total liabilities in 2014 amounted to


Rp8,137,668 million, an achievement of 121.89%
against the target in the 2014 RKAP of Rp6,676,019
million.

Realisasi Liabilitas Jangka Panjang adalah sebesar


Rp4.815.890 juta, dengan pencapaian 111,79%
dari target RKAP sebesar Rp4.307.839 juta karena
pelunasan pokok penerus pinjaman pemegang

Realized non-current liabilities amounted to


Rp4,815,890 million, which represented an
achievement of 111.79% against the target in 2014
CWBP of Rp4,307,839 million, due to the below-

197
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

saham belum semua terealisasi sesuai target RKAP


2014. Perusahaan memproyeksikan Liabilitas Jangka
Panjang tahun 2015 adalah sebesar Rp4.819.347
juta. Proyeksi peningkatan Liabilitas Jangka Panjang
tersebut berdasarkan asumsi saldo pokok penerus
pinjaman pada pemegang saham meningkat.

achievement of the settlement of loan principal from


shareholder. The Company projected Rp4,819,347
million in non-current liabilities for the year 2015. The
increase in projected non-current liabilities reflected
assumption of increased portion of the principal loan
from shareholder.

Tabel Perbandingan Realisasi Liabilitas Tahun 2014 dengan Target RKAP 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015 (Rp juta)
Table of Comparison Between Realization of Liability in 2014 and CWBP Target in 2014 as well as Projection for 2015 (Rp million)
Pencapaian
Realisasi Tahun 2014 Target RKAP 2014
Proyeksi 2015
Achievement
Realization in 2014 CWBP target in 2014
Projection in 2015
(%)
Total Liabilitas
Liabilitas Jangka
Panjang
Liabilitas Jangka
Pendek
Jumlah Ekuitas

Total Liability

8,137,668

6,676,019

121.89%

9,762,432

Non-current Liability

4,815,890

4,307,839

111.79%

4,819,347

Current Liability

3,321,778

2,368,180

140.27%

4,943,085

45,365,935

46,057,575

98.50%

45,073,115

Total Equity

Pada tahun 2014 realisasi Liabilitas Jangka Pendek


adalah sebesar Rp3.321.778 juta, dengan pencapaian
sebesar 140,27% dari target RKAP sebesar
Rp2.368.180 juta dikarenakan penerapan skala
prioritas dalam pembayaran Liabilitas Jangka Pendek
di akhir tahun. Indonesia Power memproyeksikan
Liabilitas Jangka Pendek tahun 2015 adalah sebesar
Rp4.943.085 juta. Proyeksi tersebut berdasarkan
asumsi percepatan pembayaran Liabilitas Jangka
Pendek. Strategi pencapaiannya dengan penyediaan
likuiditas sesuai kebutuhan operasional perusahaan.

In 2014, realized current liabilities amounted to


Rp3,321,778 million, representing an achievement
of 140.27% against the 2104 RKAP target of
Rp2,368,180 million, due to the implementation of
priority scale in the payment of current liabilities at the
end of the year. Indonesia Power has set a projected
current liabilities of Rp4.943.085 million for 2015,
based on the aasumption of accelerated payment of
current liabilities in that year. The startegy to achieve
this aim is by maintaining sufficient liquidity to cover
the operational needs of the Company.

Pada tahun 2014 realisasi Ekuitas adalah sebesar


Rp45.365.935 juta, dengan pencapaian sebesar 98,50%
dari target RKAP 2014 sebesar Rp46.057.575 juta yang
disebabkan peningkatan laba tahun berjalan dan jumlah
laba komprehensif. Indonesia Power memproyeksikan
Ekuitas tahun 2015 adalah sebesar Rp45.073.115 juta
meningkat sebesar 100,65% dibandingkan dengan
realisasi tahun 2014. Proyeksi peningkatan Ekuitas
tersebut berdasarkan asumsi pencapaian laba dalam
RKAP 2015 dengan strategi melaksanakan semua
program kerja sesuai RKAP 2015.

In 2014, realized equity amounted to Rp45,365,935


million, representing an achievement of 98.50%
to the 2014 CWBP target of Rp46,057,575 million,
due to the increase in Income for Current Year and
Comprehensive Income. Indonesia Power projected
an equity amounting to Rp45,073,115 million in
2015, or 100.65% compared with realized equity in
2014. The amount of projected equity is based on
the assumption in 2015 CWBP of profits that will be
generated through the implementation of business
strategies outlined in the 2015 CWBP.

Tabel Perbandingan Realisasi Struktur Modal Tahun 2014 dengan 2013,


Target RKAP 2014 Serta Proyeksi Tahun 2015 (Rp juta)
Table Comparison between Realization of Capital Structure in 2014 and 2013,
CWBP Target in 2014 as well as Projection for 2015 (Rp million)
Realisasi Tahun 2014
Realization in 2014
Rp juta | million

Target RKAP 2014


CWBP target in 2014
Rp juta | million

Pencapaian Target
RKAP 2014
Achievement Target
of CWBP 2014
(%)

Proyeksi tahun 2015


Projection in 2015
Rp juta | million

Struktur Modal Bank | Bank Capital Structure:


Liabilitas

Liability

8,137,668

15.21

6,676,019

12.66

121,89

9,762,432

17.80

Ekuitas

Equity

45,365,935

84.79

46,057,575

87.34

98,50

45,073,115

82.20

Aset

Asset

53,503,603

100.00

52,733,594

100.00

101,46

54,835,547

100.00

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

198

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Informasi dan Fakta Material


setelah Tanggal Laporan
Akuntan
Information and Material Fact after Accountant
Report Date

Hingga tanggal laporan akuntan, tidak terdapat halhal yang material yang dialami oleh Indonesia Power.

There are no material information and facts


subsequent to the date of accountant report.

Kebijakan Dividen
Dividend Policy
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
tanggal 2 April 2014, pemegang saham menyetujui
penggunaan laba bersih tahun 2013 untuk dividen
tunai sebesar Rp 1.116.097 juta. Adapun penggunaan
laba bersih tahun 2014 untuk dividen sampai dengan
laporan tahunan ini disusun, belum mendapatkan
keputusan dari Pemegang Saham.

At the Annual General Meeting of Shareholder


on April 2nd, 2014, the shareholder approved the
utilization of 2013 net income in the amount of
Rp1,116,097 million as cash dividend. Up to the date
of this annual report, the utilization of 2014 net
income for cash dividend has yet to be decided by
the shareholder.

Kebijakan Dividen Indonesia Power Tahun 2010-2014


Dividend Policy of Indonesia Power in 2010-2014
2013

2012

2011

2010

Laba Bersih
(dalam juta Rp)

Income
(In million Rp)

1,240,108

1,255,981

1,183,668

1,059,670

Persentase Dividen (%)

Percentage of
Dividends (%)

90

90

90

90

Dividen yang Dibagikan


(Rp Juta)

Distributed Dividends
(in million Rp)

1,116,097

1,130,383

1,065,301

946,256

214

199.74

204.24

181.43

90:10

90:10

90:10

90:10

Dividen per Lembar (Rp) Per Share Dividents (Rp)


Pay Out Ratio

Pay Out Ratio

199
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Kontribusi kepada Negara


Contributions to the State
Indonesia Power menyadari bahwa fungsi pajak
terhadap pembiayaan negara dan pembangunan
nasional sangat penting. Karena itulah, Perusahaan
berkomitmen untuk senantiasa memenuhi tanggung
jawabnya di bidang perpajakan sebagai kewajiban
Perusahaan yang menjadi Wajib Pajak dan sebagai
Pemotong Pajak.

Indonesia Power realizes the importance of


taxes for the purpose of state expenditures and
national development. Accordingly, the Company
is committed to uphold its responsibility regarding
taxation through the fulfillment of its obligation as
Tax Payer and as Tax Deductor.

Sebagai Wajib Pajak, salah satu kontribusi terbesar


Perusahaan adalah pemenuhan kewajiban PPh
Badan. Kontribusi Indonesia Power dalam hal ini
terus meningkat seiring dengan pertumbuhan
perusahaan. Jumlah setoran PPh Badan tahun 2014
sebesar Rp684.360 juta meningkat sebesar 5,31%
dibanding tahun 2013.

As Tax Payer, one of the biggest contributions of the


Company is the payment of Corporate Tax. Indonesia
Powers contribution in Corporate Tax continue to
increase in line with the growth of the Company. In
2014, payment of Corporate Income Tax amounted
to Rp684,360 million, up by 5.31% compared to 2013.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tabel Pembayaran PPh Badan Tahun 2010-2014 (Rp juta)


Table of Corporate Tax Payment in 2010-2014 (Rp million)

PPh Badan | CorporateTax

2014

2013

2012

2011

2010

684,360

649,846

566,001

531,988

440,049
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Grafik Pembayaran PPh Badan


Tahun 2010-2014 (Rp juta)
Chart of Corporate Tax Payment
in 2010-2014 (Rp million)

684,360

Laporan Keuangan
Financial Report

649,846
566,001

531,988
440,049

2014

2013

2012

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

2011

2010

Pada Tahun 2014, Indonesia Power mendapatkan


apresiasi bebas pemeriksaan pajak oleh Direktorat
Jenderal Pajak untuk tahun pajak 2013 sebagai
bentuk penghargaan atas prestasi menjadi Juara
Pertama dalam Annual Report Award Tahun 2013.
Hal ini membuktikan bahwa Perusahaan akuntabel
dan transparan dalam menyampaikan informasi
Perusahaan.

In 2014, Indonesia Power was granted a tax-inspection


privilege for tax year 2013 by the Directorate General
of Taxes, as an incentive and appreciation for its
achievement as First Place Winner in the 2013 Annual
Report Award. This goes to prove that the Company
is accountable and transparent in the dissemination
of corporate information.

Sedangkan sebagai Pemotong Pajak, Perusahaan


secara aktif berperan serta dalam melakukan
pemotongan terhadap setiap objek kena pajak yang
meliputi: PPh Pasal 4 ayat 2 atas jasa konstruksi dan
sewa bangunan; PPh Pasal 15 atas jasa angkutan
kapal BBM; PPh Pasal 21 atas penghasilan yang
diterima wajib pajak orang pribadi; dan PPh Pasal 23
atas penghasilan yang diterima wajib pajak badan.

As a Tax Deductor, the Company is active in the


fulfillment of its obligation in the deduction of
taxable objects, including Income Tax article 4 subarticle 2 on construction services and building rent,
Income Tax article 15 on fuel transport ship services,
Income Tax article 21 on income tax for individual
taxpayer, and Income Tax article 23 on revenues
received by corporate taxpayer.

200

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Realisasi Dana Hasil


Penawaran Umum
Realization of Public Offering Result Fund
Sampai dengan 31 Desember 2014, Indonesia Power
bukan merupakan perusahaan go-public dan belum
melakukan penawaran umum, sehingga tidak ada
informasi mengenai total perolehan dana, rencana
penggunaan dana, rincian penggunaan dana, saldo
dana, tanggal persetujuan RUPS atas realisasi
penggunaan dana hasil penawaran umum.

Up to 31 December 2014, Indonesia Power is not a


publicly-listed company and has not engaged in a
public offering, and therefore there is no relevant
information available regarding total proceeds,
plans for fund utilization, details of fund utilization,
remaining balance, date of GMS approval for realized
utilization of proceeds from public offering.

Program Kepemilikan Saham


oleh Karyawan dan Manajemen
Share Ownership Program by Employee
and Management
Sampai dengan 31 Desember 2014, Indonesia Power
bukan merupakan perusahaan go-public dan belum
melakukan penawaran umum, sehingga tidak ada
informasi mengenai jumlah saham yang dimiliki oleh
karyawan dan manajemen.

Up to 31 December 2014, Indonesia Power is not a


publicly-listed company and has not engaged in a
public offering, and therefore there is no relevant
information available regarding the number of
shares owned by employees and the management.

201
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Informasi Material Investasi,


Ekspansi, Divestasi, Akuisisi
dan Restrukturisasi
Utang/Modal

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Material Information Regarding Investment,


Expansion, Divestment, Aquisition, and
Restructuring of Debt/Capital

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Investasi

Investments

Program investasi Indonesia Power pada tahun 2014


ditujukan untuk program investasi pembangkit yang
sudah ada (existing), program pengembangan usaha,
studi jasa konsultan dan penyertaan, serta kegiatan
penyertaan.

Indonesia Powers investment programs in 2014


were directed for investments in exisiting power
plants, business development programs, consultant
study services, and equity participation activities.

Jenis mata uang yang digunakan adalah dalam


denominasi rupiah. Sedangkan sumber dana investasi
merupakan alokasi dana internal Perusahaan yang
sudah ditetapkan dalam RKAP tahun 2014.

The currency used is denominated in Rupiah. Sources


of funding for these investments were allocated
from internal sources as stated in the 2014 CWBP.

Table of Investment and Business Development Program in 2010-2014 (Rp billion)

Program Investasi
Pembangkit Eksisting

Realisasi Disburse Investasi


Realization of Disburse Investment
2014

2013

2012

2011

2010

Investment of Existing
Power Plant Program

- Program Keandalan
Pembangkit

- Power Plant Reliability


Program

702.35

811.85

574.45

888.80

844.04

- Program Efisiensi
Pembangkit

- Power Plant Efficiency


Program

2.71

12.49

23.76

56.56

192.03

- Program Peningkatan
Kapasitas Pembangkit

- Improvementof Power
plant capacity Program

17.62

0.71

4.02

- Program Pelestarian
Lingkungan

- Nature Conservation
Program

6.27

7.22

7.83

6.67

3.18

- Program Sarana Fasilitas


Penunjang

- Supporting Facility
Program

36.63

59.28

50.13

71.49

64.78

747.96

890.84

673.78

1,024.23

1,108.05

1,623.30

641.04

192.15

13.21

35.74
4.63

Sub Jumlah

Sub Total

Program Pengembangan
Usaha

Business Development
Program

- Pengembangan Usaha

- Business Development

- Studi Jasa Konsultan dan


Penyertaan

- Study of Concultancy and


Investment

- Penyertaan

- Investment

Jumlah

Total

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Tabel Investasi dan Pengembangan Usaha Tahun 2010-2014 (Rp miliar)

Kegiatan Investasi
Investing Activities

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

0.71

3.29

2.52

5.33

62.27

278.71

122.21

2,434.23

1,813.88

990.67

1,042.78

1,148.42

202

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Informasi Material Investasi, Ekspansi, Divestasi, Akuisisi dan


Restrukturisasi Utang/Modal
Material Information Regarding Investment, Expansion, Divestment, Aquisition and
Restructuring of Debt/Capital

Realisasi investasi Perusahaan pada tahun 2014


adalah Rp2.434,23 miliar lebih tinggi 34,20%
dibandingkan tahun 2013 yang Rp1.813,88 miliar. Hal
ini terutama disebabkan oleh peningkatan investasi
untuk program pengembangan usaha sebesar
82,26% dibandingkan tahun 2013 terkait dengan
adanya program strategis pembangunan PLTMG
Pesanggaran 200 MW di Bali di periode tahun 20142015.

Realized investments by the Company in 2014


amounted to Rp2,434.23 billion, up by 34.20%
from Rp1,813.88 billion in 2013. The increase
mainly reflected increased investments for business
development by 82.26% compared to 2013, related
to the strategic initiatives in the development of 200
MW Pesanggaran DGPP in Bali for the 2014-2015
period.

Program investasi pembangkit existing meliputi


program keandalan pembangkit, program efisiensi
pembangkit, program peningkatan kapasitas
pembangkit, program pelestarian lingkungan,
serta program sarana fasilitas penunjang. Pada
tahun 2014, realisasi investasi pembangkit existing
adalah sebesar Rp747,96 miliar, menurun 16,04%
dibandingkan tahun 2013, yang sebesar Rp890,84
miliar. Hal ini merupakan kebijakan Perusahaan untuk
memprioritaskan pembangunan PLTMG Pesanggaran
200 MW yang membutuhkan belanja modal sebesar
Rp1.321,56 miliar di tahun 2014.

Investments in exisiting power plants comprise


expenditures for power plant reliability program,
power plant efficiency program, power plant
capacity expansion program, environment program,
and supporting facilities program. In 2014, realized
investment in existing power plants amounted to
Rp747.96 billion, decreased by 16.04% from Rp890.84
billion in 2013. The decline reflected the Companys
policy to put a priority on the development of the
200 MW Pesanggaran DGPP, which requires a capital
expenditure of Rp1,321.56 billion in 2014.

Investasi dalam bentuk program pengembangan


usaha pada tahun 2014 mencapai Rp1.623,30 miliar,
meningkat 153,23% dibandingkan tahun 2013 yang
sebesar Rp641,04 miliar. Investasi dalam bentuk
studi jasa konsultan pada tahun 2014 adalah sebesar
Rp0,71 miliar, menurun 78,42% dibandingkan tahun
2013 yang sebesar Rp3,29 miliar terkait penerapan
skala prioritas program investasi.

Investments for business development in 2014


amounted to Rp1,623.30 billion, up 153.23%
compared to Rp641.04 billion in 2013. Investments
for consultant study services in 2014 amounted
to Rp0.71 billion, a decline of 78.42% from Rp3.29
billion in 2013 in line with the priority scale of the
Companys investment programs.

Investasi Pada Entitas Asosiasi dan Ventura


Bersama
Indonesia Power memiliki investasi pada entitas
asosiasi dan ventura bersama sebagaimana tabel
berikut.

Investments in Associates and Joint Ventures


Indonesia Power has the following investments in
associates and joint ventures as described in the
table.

203
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Tabel Investasi Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama Tahun 2014


Table of Investment in Associates and Joint Venture in 2014
Jenis Investasi
Investment

Entitas Asosiasi
Associates

Perusahaan
Company

PT Indo Pusaka Berau

PT Rajamandala Electric
Power
Ventura Bersama
Joint Venture

PT Petra Daya Gas

Keterangan
Description
PT Indo Pusaka Berau (IPB) mulai
beroperasi tahun 2005. Bidang
usaha PT Indo Pusaka Berau adalah
penyedia tenaga listrik. Pada tahun
2013, Indonesia Power melakukan
penyertaan kepemilikan di PT Indo
Pusaka Berau sebesar 46,80%.

PT Indo Pusaka Berau (IPB)


commenced operations in 2005.
PT Indo Pusaka Berau line of business
is the provision of electricirty. In 2013,
Indonesia Power made an equity
participation at PT Indo Pusaka Berau
of 46.80%.

Pada tahun 2013, Perusahaan


kehilangan pengendalian atas IPB.
Pengendalian dinilai berdasarkan
keterwakilan Perusahaan pada susunan
direksi IPB. Jumlah tercatat investasi
pada IPB saat Perusahaan kehilangan
pengendalian adalah sebesar Rp85.496
juta dicatat sebagai investasi pada
entitas asosiasi. Tidak ada keuntungan
atau kerugian yang diakui atas
hilangnya kontrol dalam investasi
tersebut.

In 2013, the Company lost its


controlling interest in IPB. Controlling
interest is based on the representation
of the Company on the Board of
Directors of IPB. The carrying amount
of investment in IPB at the time
control was lost was Rp85,496 million,
accounted for as investment in
associated entity. There was no gain or
loss recognized over the lost of control
in that investment.

Indonesia Power mendirikan


PT Rajamandala Electric Power (REP)
bersama KPIC Netherlands B.V pada
tahun 2012. Bidang usaha
PT Rajamandala Electric Power adalah
pembangkit tenaga listrik. Indonesia
Power melakukan penyertaan
kepemilikan di PT Rajamandala
Electric sebesar 51% atau sebesar
US$ 5.100.000 yang setaradengan
Rp45.839 juta.

Indonesia Power established


PT Rajamandala Electric Power (REP)
jointly with KPIC Netherlands B.V in
2012. PT Rajamandala Electric Power
line of business is power generating.
Indonesia Power made an equity
participation at PT Rajamandala
Electric of 51% or amounting to
US$5,100,000 which was equivalent to
Rp45,839 million.

Perusahaan menganggap keberadaan


hak keikutsertaan yang substantif dari
pemegang saham non-pengendali
REP yang menyebabkan pemegang
saham non-pengendali tersebut
memiliki hak veto atas kebijakan
keuangan dan operasional yang
penting. Dengan pertimbangan hak
yang dimiliki pemegang saham nonpengendali, Perusahaan tidak memiliki
pengendalian atas kebijakan keuangan
dan operasional yang penting di
REP meskipun Perusahaan memiliki
kepemilikan saham lebih dari 50%.

The Company is aware of the


substantial participatory rights of
non-controlling shareholders at REP
which resulted in these non-controlling
shareholders exercising a right of veto
on important financial and operational
policies. Considering these rights
exercised by the non-controlling
shareholders, the Company is not in
control of important financial and
operational policies at REP, despite its
shareownership of more than 50%.

Berdasarkan SK Menkumham
No.AHU-08793.40.22.2014 tanggal 19
Mei 2014, Perusahaan mengalihkan
kepemilikan sahamnya di REP
melalui inbreng saham ke PT Putra
Indotenaga (PIT) yang ditetapkan
sebagai unrestricted subsidiary dan
tidak tunduk pada indenture covenant
global bond PT PLN (Persero).

Based on SK Menkumham
No.AHU-08793.40.22.2014 dated 19
May 2014, the Company transferred
its shareownership at REP through a
share transfer to PT Putra Indotenaga
(PIT) which is declared as unrestricted
subsidiary and is not bound by
indenture covenant global bond
PT PLN (Persero).

Pada tahun 2014, PIT melakukan


penambahan investasi sebesar US$
3.060.000 setara dengan Rp36.460
juta tanpa mengubah persentase
kepemilikan berdasarkan akta No. 18
tanggal 11 Juli 2014, notaris Lenny
Janis Ishak, SH notaris di Jakarta.

In 2014, PIT made additional


investment of US$ 3,060,000
equivalent to Rp36,460 million
without changing the shareownership
composition based on Deed No. 18
dated 11 July 2014 of Lenny Janis
Ishak, SH, Notary in Jakarta.

PT Petra Daya Gas (PDG) bergerak


di bidang jasa pengangkutan,
penyimpanan, dan regasifikasi LNG.
Pada tahun 2012, Indonesia Power
melakukan penyertaan kepemilikan di
PDG sebesar Rp8.750 juta atau 35%
saham PDG.

PT Petra Daya Gas (PDG) provides


services in LNG transport, storage
and regasification. In 2012, Indonesia
Power made an equity participation at
PDG amounting to Rp8,750 million, for
35% shareholding in PDG.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

204

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Informasi Material Investasi, Ekspansi, Divestasi, Akuisisi dan


Restrukturisasi Utang/Modal
Material Information Regarding Investment, Expansion, Divestment, Aquisition and
Restructuring of Debt/Capital

Investasi Penyertaan Saham Pada Entitas Anak


Perusahaan memiliki saham entitas anak baik
langsung maupun tidak langsung sebagai berikut.

Entitas Anak
Subsidiaries

Investment for Equity Participation in


Subsidiaries
The Company has direct and indirect equity
participation in subsidiaries as follow.

Jenis Usaha
Line of Business

Tahun Operasi
Operating Year

Penyertaan
Investment (%)
2014

2013

PT Cogindo DayaBersama
(CDB)

Menghasilkan listrik,
pemasok energi,
jasa pelayanan, serta
manajemen energi

Produce electricity,
energy suppliers,
services, and energy
management

1999

99.99

99.99

PT Artha Daya Coalindo


(ADC)

Perdagangan dan Jasa


Pengangkutan Batu
Bara

Trade and coal


transportation services

1998

60.00

60.00

PT Tangkuban Parahu

Tenaga panas bumi


dan Pembangkit
Tenaga Listrik

Geothermal Power and


Power plant

Tahap Pengembangan
In development

95.21

95.21

PT Indo Ridlatama Power


(IRP)

Pembangkitan Listrik
Tenaga Uap

Steam Power Plant

Tahap Pengembangan
In development

86.00

81.00

PT Putra Indotenaga (PIT)

Ketenagalistrikan

Electricity

Tahap Pengembangan
In development

99.99

99.99

Pada tahun 2013, Perusahaan bersama Yayasan


Pendidikan dan Kesejahteraan PT Indonesia Power
mendirikan PT Putra Indotenaga (PIT). Modal dasar
PIT berjumlah Rp574.996 juta setara dengan 574.996
lembar saham yang masing-masing bernilai Rp1 juta.
Modal ditempatkan dan disetor penuh PIT sebesar
Rp143.749 juta. Perusahaan melakukan penyertaan
saham sebesar Rp143.749 juta atau setara 99,99%
saham PIT.

In 2013, the Company and Yayasan Pendidikan dan


Kesejahteraan PT Indonesia Power jointly established
PT Putra Indotenaga (PIT). The authorized capital of
PIT amounted to Rp574,996 million, equivalent to
574,996 shares at Rp1 million nominal value each.
Subscribed and fully paid-up capital of PIT amounted
to Rp143,749 million. Equity participation by the
Company was Rp143,748 million, or 99.99% of the
shares of PIT.

Pada
tahun
2014,
Perusahaan
menambah
penyertaan saham di PIT melalui proses inbreng
saham Perusahaan di PT Rajamandala Electric Power
(REP) sebesar Rp64.174 juta dan setoran modal kas
sebesar Rp17.268 juta. Penambahan setoran modal
ini meningkatkan modal disetor Perusahaan di PIT
menjadi Rp255.190 juta atau setara 99,99% saham PIT.

In 2014, the Company increased in equity participation


at PIT through the transfer of the Companys equity
shares at PT Rajamandala Electric Power (REP) valued at
Rp64,174 million and cash valued at Rp17,268 million.
These addition resulted in the increase of the Companys
paid-up capital participation at PIT to Rp225,190 million,
equivalent to 99.99% shares of PIT.

Pada tahun 2014, Perusahaan menambah


penyertaan saham di PT Indo Ridlatama Power (IRP)
sebesar Rp45.000 juta, penambahan setoran modal
meningkatkan modal disetor Perusahaan di IRP
menjadi Rp137.035 juta atau setara 86% saham IRP.

In 2014, the Company increased its equity


participation in PT Indo Ridlatama Power (IRP) by
Rp45,000 million, bringing the total participation of
the Company in IRP to Rp137,035 million, equivalent
to 86% of shares in IRP.

Pada tahun 2012, Perusahaan bersama Cyrq Energy,


Inc. mendirikan TPGP untuk membangun dan
mengoperasikan pembangkit listrik di Purwakarta,
Jawa Barat. Modal ditempatkan dan disetor penuh
TPGP sebesar US$ 7.300.000, setara dengan
Rp83.074 juta. Perusahaan melakukan penyertaan

In 2012, the Company together with Cyrg Energy Inc.


established TPGP to develop and operate a power
plant in Purwakarta, West Java. Subscribed and fully
paid-up capital of TPGP amounted to US$7,300,000
or Rp83,074 million in Rupiah equivalent. The
Companys equity participation amounted to

205
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

saham sebesar US$6.950.000 setara dengan


Rp66.909 juta atau setara 95,21% saham TPGP.

US$6,950,000 or equivalent to Rp66,909 million,


representing 95.21% of shares in TPGP.

Pada tahun 2014, ADC membayarkan dividen tunai


sejumlah Rp1.340 juta. Sesuai dengan komposisi
pemegang saham ADC, 60% dari dividen tersebut
sejumlah Rp804 juta dibayarkan kepada Perusahaan
dan 40% dari dividen tersebut sejumlah Rp536 juta
dibayarkan kepada kepentingan non-pengendali.

In 2014, ADC distributed cash dividend amounting


to Rp1,340 million. In accordance with the
shareownership composition, 60% of the dividend,
or Rp804 million, was paid to the Company while the
remaining 40%, or Rp536 million, was paid to noncontrolling shareholders.

Akuisisi

Acquisition

Akuisisi adalah pengambilalihan kepemilikan


perusahaan atau aset. Pada tahun 2014 Indonesia
Power dalam keadaan baik dan tidak melakukan
aktivitas terkait akuisisi.

Acquisition refers to the takeover of ownership in a


company or assets. In 2014, Indonesia Power did not
engage in acquisition activities.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Ekspansi

Expansion

Ekspansi adalah proses pengembangan usaha


yang dapat dilakukan dengan beberapa langkah
pembiayaan. Pada tahun 2014 Indonesia Power
dalam keadaan baik dan tidak melakukan aktivitas
terkait ekspansi.

Expansion refers to the process of business


development that involves some financing activities.
In 2014, Indonesia Power did not engage in any
expansion activities.

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Divestasi

Divestment

Divestasi merupakan langkah pengurangan beberapa


jenis aset baik dalam bentuk finansial atau barang.
Pada tahun 2014 Indonesia Power dalam keadaan
baik dan tidak melakukan aktivitas terkait divestasi

Divestment refers to the selling off of certain types


of assets, financial or physical. In 2014, Indonesia
Power did not engage in any divestment activities.

Restrukturisasi Utang dan Modal

Debt and Capital Restructuring

Restrukturisasi utang adalah upaya perbaikan yang


dilakukan Bank dalam kegiatan perkreditan terhadap
debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi
kewajibannya pada Bank. Restrukturisasi utang
bertujuan untuk penyelamatan utang sekaligus
menyelamatkan usaha debitur untuk memulihkan
kesehatan perusahaan.

Debt restructuring refers to improvement efforts by


a bank in its lending activities to its debtors that are
in difficulties of fulfilling its obligations to the bank.
The purpose of debt restructuring is to reclaim the
funds invested in the debt as well as to help restore
the business condition of the debtor.

Pada tahun 2014, posisi kewajiban Indonesia Power


dalam keadaan normal, sehingga tidak melakukan
aktivitas terkait restrukturisasi utang dan modal.

In 2014, Indonesia Power maintained normal


positions in regards its liabilities, and therefore
did not engage in any debt or capital restructuring
activities.

206

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Informasi Transaksi Material


yang Mengandung Benturan
Kepentingan atau Transaksi
dengan Pihak Afiliasi
Information on Material Transaction with Conflict
of Interest or Transaction with Affiliated Parties

Kebijakan perusahaan terkait pengungkapan


informasi transaksi material yang mengandung
benturan kepentingan atau transaksi dengan
pihak afiliasi mengacu pada PSAK No.7 tentang
Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi.

The Companys policies with regard to information


disclosure of transaction with conflict of interest
or transaction with affiliated parties refer to the
stipulations in SFAS no. 7 on Disclosure of Related
Parties.

Sifat Pihak Berelasi

Nature of Related Parties

Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang


terkait dengan Perusahaan dan entitas anak (entitas
pelapor):
1. Orang atau anggota keluarga dekatnya
mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:
a. Memiliki pengendalian atau pengendalian
bersama atas entitas pelapor;
b. Memiliki pengaruh signifikan atas pelapor
atau entitas pelapor; atau
c. Merupakan personil manajemen kunci entitas
pelapor atau entitas induk dari entitas
pelapor.

A related party is any individual or entity that is


related with the Company and its subsidiaries
(reporting entity):
1. An individual or members of the family of the
individual is related to the reporting entity if the
individual:
a. Exercise control or joint-control over the
reporting entity;
b. Exercise significant influence over the
reporting entity; or
c. Is a key management personnel of the
reporting entity or the parent entity of the
reporting entity.

2. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika


memenuhi salah satu hal berikut:
a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota
dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak
berikutnya saling berelasi dengan entitas
lain).
b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau
ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang
merupakan anggota suatu kelompok usaha,
yang mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya).
c. Kedua entitas tersebut adalah ventura
bersama dari pihak ketiga yang sama.
d. Satu entitas adalah ventura bersama dari
entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga.

2. An entity is related to the reporting entity if it


fulfills one of the following conditions:
a. The entity and the reporting entity are
members of the same business group
(meaning that the parent entity, subsidiary
entity, and the subsidiary of the subsidiary
entity are related to other entities).
b. An entity is the associated or joint venture
entity of another entity (or the associated
or joint venture entity that are members of
a business group, of which the entity is also a
member).
c. The two entities are in joint ventures with the
same third party.
d. An entity is in a joint venture with a third
party, while the other entity is an associated
entity of the respective third party.

207
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

e. Entitas tersebut adalah suatu program


imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
dari salah satu entitas pelapor atau entitas
yang terkait dengan entitas pelapor.
Jika entitas pelapor adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas
pelapor.
f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan
bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a).
g. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i)
memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau personil manajemen kunci entitas (atau
entitas induk dari entitas).

e. The entity is in the form of post-employment


benefit program of one of the reporting
entities or an entity related to the reporting
entity. If the reporting entity is also the
entity that administer the program, then
the sponsoring entity is also related to the
reporting entity.

3. Entitas yang dikendalikan bersama atau


dipengaruhi secara signifikan oleh pemerintah.
Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri
Keuangan Republik Indonesia yang merupakan
pemegang saham dari Perusahaan.

3. Entities that are lointly-controlled or significantly


influenced by the Government. The Government
in this regard refers to the Finance Minister of
the Republic of Indonesia as shareholder of the
Company.

f. An entity controlled or jointly-controlled by


person identified in (a) above.
g. Person identified in (a) above has a significant
influence on the entity of key management
personnel of the entity (or parent entity of
entity).

Related Parties

a. Pemerintah Republik Indonesia merupakan


pemegang saham PT PLN (Persero) dan Badan
Usaha Milik Negara.
b. PT PLN (Persero) dan Yayasan Pendidikan dan
Kesejahteraan PT PLN (Persero) merupakan
pemegang saham Perusahaan.
c. Dewan Komisaris dan Direksi merupakan personil
manajemen kunci Perusahaan.

a. The Government of Indonesia is the shareholder


of PT PLN (Persero) and the State-Owned
Enterprise.
b. PT PLN (Persero) and Yayasan Pendidikan dan
Kesejahteraan PT PLN (Persero) are shareholders
of the Company.
c. The Board of Commissioners and Board of
Directors are key management personnel in the
Company.

Tabel Transaksi pada Pihak Berelasi dalam Analisis Posisi Keuangan Tahun 2013-2014 (Rp juta)
Table of Transaction at Related Party in Financial Position Analysis in 2013-2014 (Rp million)

Kas dan Setara


Kas
Cash and Cash
equivalent

Pihak yang Bertransaksi


Transaction Party

Sifat Hubungan
Attribute of
Relationship

Piutang Usaha
Trade Account
Receivables

Realisasi Transaksi Tahun Realisasi Transaksi Tahun


2014
2013
Realization of
Realization of
Transaction in 2014
Transaction in 2013
Rp

%*

Rp

%*

Bank Negara Indonesia

BUMN
State-Owned Enterprise

247,333

0.46

578,496

1.08

Bank Rakyat Indonesia

BUMN
State-Owned Enterprise

26,545

0.05

132,669

0.25

Bank Mandiri

BUMN
State-Owned Enterprise

155,585

0.29

202,891

0.38

BPD Jabar

BUMN
State-Owned Enterprise

403

429,463

0.80

914,459

1.71

22,677,861

42.39

21,808,742

40.76

23,413,113

43.77

21,808,742

40.76

Sub Jumlah | Sub Total


PT PLN (Persero)
Sub Jumlah | Sub Total

Pemegang Saham
Shareholder

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility

Pihak Berelasi

Jenis Transaksi
Type of
Transaction

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Laporan Keuangan
Financial Report

208

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Informasi Transaksi Material Yang Mengandung Benturan Kepentingan


atau Transaksi dengan Pihak Afiliasi
Information on Material Transaction with Conflict of Interest or Transaction with Affiliated Parties

Jenis Transaksi
Type of
Transaction

Utang Usaha
Trade Account
Receivables

Sifat Hubungan
Attribute of
Relationship

Pihak yang Bertransaksi


Transaction Party

Realisasi Transaksi Tahun Realisasi Transaksi Tahun


2014
2013
Realization of
Realization of
Transaction in 2014
Transaction in 2013
Rp

%*

Rp

%*

PT Pertamina (Persero)

BUMN
State-Owned Enterprise

829,935

10.08

1,198,086

13.88

PT Bukit Asam (Persero) Tbk

BUMN
State-Owned Enterprise

377,410

4.64

349,256

4.05

PT Perusahaan Gas Negara

BUMN
State-Owned Enterprise

132,444

1.63

89,126

1.03

Anak Perusahaan
PT PLN Persero

59,394

0.73

78,753

0.91

PT Pelayanan Bahtera
Adhiguna
Lain-lain

66,751

0.82

78,753

0.91

1,455,934

17.89

1,879,399

21.77

Pemegang Saham
Shareholder

72

0.00

120

0.00

PT PLN (Persero)

Pemegang Saham
Shareholder

16,894

0.21

8,150

0.09

PT Indonesia Comnet Plus

Afiliasi | Affiliated

3,067

0.04

2,591

0.03

2,000

0.02

21,961

0.26

10,741

0.12

1,477,967

18.16

1,890,259

21.89

Sub Jumlah | Sub Total


Biaya Masih Harus Dibayar | Accrued Expenses
Bunga Pinjaman
Interest

PT PLN (Persero

Utang Pihak Berelasi | Related Party Payables

Dana Pensiun PLN


Sub Jumlah
Jumlah | Total
* Persentase terhadap jumlah aset/liabilitas/pendapatan/beban yang bersangkutan
Percentage to related total asset/liability/revenues/expenses

Terkait dengan transaksi dengan pihak berelasi


yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan
bagi Perusahaan pada tahun 2014 adalah sebesar
Rp1.477.967 juta atau 18,16% dari total laporan
posisi keuangan, lebih rendah dibandingkan tahun
2013 dengan transaksi sebesar Rp1.890.259 juta atau
21,89% dari total posisi keuangan. Transaksi tersebut
berupa transaksi piutang, kas dan setara kas, utang,
dan biaya masih harus dibayar.

Transactions with related parties that caused


changes in the financial position of the Company in
2014 amounted to Rp1,477,967 million, or 18.16%
of total reported financial position, and is lower than
the transactions in 2013 of Rp1,890,259 million, or
21.89% of total reported financial position. These
transactions represent transactions in receivables,
cash and cash equivalents, liabilities, and accrued
expenses.

Tabel Transaksi pada Pihak Berelasi dalam Analisis Kinerja Keuangan Tahun 2013-2014 (Rp juta)
Transaction Table at Related Party in Financial Analysis Performance in2013-2014 (Rp million)

Jenis Transaksi
Type of Transaction

Pihak yang Bertransaksi


Transaction Party

Sifat Hubungan
Attribute of
Relationship

Realisasi Transaksi
Tahun 2014
Realization of
Transaction in 2014
Rp

%*

Realisasi Transaksi
Tahun 2013
Realization of
Transaction in 2013
Rp

%*

Penjualan Tenaga Listrik | Electricity Power Sales


PT PLN (Persero)

Pemegang Saham
Shareholder

34,828,754

97.50

32,933,050

98.22

Pemegang Saham
Shareholder

855,906

2.40

584,259

1.74

35,684,660

99.90

33,517,309

99.96

Pendapatan Jasa | Service Revenue


PT PLN (Persero)
Jumlah | Total

209
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Jenis Transaksi
Type of Transaction

Pihak yang Bertransaksi


Transaction Party

Sifat Hubungan
Attribute of
Relationship

Realisasi Transaksi
Tahun 2014
Realization of
Transaction in 2014
Rp

%*

Realisasi Transaksi
Tahun 2013
Realization of
Transaction in 2013
Rp

%*

Beban Bahan Bakar dan Pelumas | Fuel and Lubricants Expenses


PT Pertamina (Persero)

BUMN
State-Owned Enterprise

8,900,675

26.59

7,551,558

23.96

PT Perusahaan Gas Negara

BUMN
State-Owned Enterprise

1,405,254

4.20

1,164,402

3.69

PT Bukit Asam (Persero)


Tbk

BUMN
State-Owned Enterprise

2,152,620

6.43

2,080,713

6.60

12,458,549

37.22

10,796,673

34.25

77,464

0.23

78,512

0.25

12,536,013

37.45

10,875,185

34.50

59,613

99.83

517

0.81

Jumlah | Total
Beban Usaha Lain-lain | Other Expenses
Jasindo

BUMN
State-Owned Enterprise

Jumlah | Total
Beban Keuangan
Penerusan Pinjaman PT PLN (persero)
Two step loan
* Persentase terhadap jumlah aset/liabilitas/pendapatan/beban yang bersangkutan
Percentage to related total asset/liability/revenues/expenses

Kebijakan Perusahaan terkait


Mekanisme Review atas Transaksi
dan Pemenuhan Peraturan Terkait

Company Policy Regarding Review


Mechanism on Transactions and
Fulfillment of Related Regulations

Dari semua transaksi yang terkait dengan pihak


berelasi, manajemen menganggap bahwa semua
transaksi masih dalam batas wajar sesuai dengan
PSAK No.7 tentang Pengungkapan Pihak-Pihak
Berelasi. Manajemen telah melakukan mekanisme
review atas transaksi dengan pihak berelasi melalui
proses audit baik yang dilakukan oleh auditor internal
maupun auditor eksternal.

Of the overall transactions with related parties,


Management is of the opinion that those transactions
have been carried within reasonable limits in
accordance with SFAS No. 7 on Disclosure of Related
Parties. The Management has conducted a review
mechanism on transactions with related parties
through the process of audit by internal auditor as
well as external auditor.

Perubahan Peraturan dan


Dampaknya terhadap
Perusahaan
Regulation Changes and the Impact on the Company
Selama tahun 2014 tidak terdapat penerapan
peraturan perundang-undangan yang berpengaruh
secara signifikan terhadap kinerja Indonesia Power,
sehingga tidak ada informasi terkait perubahan
peraturan dan dampaknya terhadap kinerja
Perusahaan.

Throughout 2014, there are no regulaton changes


that have a significant impact on the performance
of Indonesia Power, and therefore no information is
available related to regulation changes and impact
on the Company.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

210

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Perubahan Kebijakan Akuntansi


Changes in Accounting Policy

Perubahan Kebijakan Akuntansi,


Alasan dan Dampaknya terhadap
Laporan Keuangan.

Changes in Accounting Policies,


Reasons and Impact on the
Financial Statements

Berikut adalah penerapan standar akuntansi


keuangan baru dan revisi (PSAK) dan intepretasi
standar akuntansi keuangan (ISAK) yang berlaku
efektif tahun 2014, dan standar yang telah diterbitkan
tetapi belum diterapkan.

The following is the implementation of new and


revised standards for financial accounting (SFAS)
and interpretation of financial accounting standards
(IFAS) that are effective in 2014, and newly-issued
standards that are not yet implemented.

Standar yang Berlaku Efektif pada


Tahun 2014

Standards that Become Effective


in 2014

Dalam tahun berjalan, Perusahaan dan entitas anak


telah menerapkan semua standar baru dan revisi
serta interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK-IAI) yang relevan dengan operasinya
dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai
pada tanggal 1 Januari 2014.

In the current year, the Company and its subsidiaries


have implemented all new standards, revisions and
interpretations issued by the Financial Accounting
Standard Board of the Indonesian Institute of
Accountants (DSAK-IAI) that are relevant to its
operations and have become effective as of January
1st, 2014.

Penerapan standar baru dan revisi serta interpretasi


tidak berpengaruh atas jumlah yang dilaporkan
dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi dapat
mempengaruhi akuntansi untuk transaksi masa
depan atau perjanjian.

The implementation of the new standards, revisions


and interpretations have not impacted on the
amounts reported in the consolidated financial
statements, but may have an impact on the
accounting for future transactions or agreements.

Standar | Standard
ISAK 27 Pengalihan Aset dari
Pelanggan

SFAS 27 Transfer Assets from


Customer

ISAK 28 Pengakhiran Liabilitas


Keuangan dengan Instrumen Ekuitas

SFAS 28 Extinguishing Financial


Liabilities with Equity Instrument

ISAK 29 Biaya Pengupasan


Lapisan tanah tahap Produksi
pada Pertambangan terbuka

SFAS 29 Stripping Costs in the


Production Phase of a Surface
Mine

Penjelasan | Description
Berlaku efektif sejak 1 Januari
2014 tidak menghasilkan
perubahan kebijakan
akuntansi Perusahaan dan
tidak memiliki dampak
terhadap jumlah yang
dilaporkan periode berjalan
atau tahun sebelumnya.

Effective January 1st,


2014, did not change the
Companys accounting
policies and have no impacted
on the amounts reported
for the current year or the
previous year.

Standar dan Interpretasi Telah


Diterbitkan Tetapi Belum
Diterapkan

Standards and Interpretations


Already Issued but Not Yet
Implemented

Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah


1 Januari 2015 adalah:
- PSAK 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan

Effective for the period starting on or after January


1st, 2015:
- SFAS 1 (revised 2013), Presentation of Financial
Statements
- SFAS 4 (revised 2013), Separate Financial Statements
- SFAS 15 (revised 2013), Investment in Associates
and Joint Ventures
- SFAS 24 (revised 2013), Employee Benefits
- SFAS 46 (revised 2014), Accounting for Income Tax
- SFAS 48 (revised 2014), Impairment of Asset Value

-
-
-
-
-

PSAK 4 (revisi 2013), Laporan Keuangan Tersendiri


PSAK 15 (revisi 2013), Investasi Pada Entitas
Asosiasi dan Ventura Bersama
PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja
PSAK 46(revisi 2014), Akuntansi Paak Penghasilan
PSAK 48 (revisi 2014) Penurunan Nilai aset

211
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights

-
-
-
-
-
-
-
-

PSAK 50 (revisi 2014) Instrumen Keuangan: Penyajian


PSAK 55 (revisi 2014) Instrumen keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran
PSAK 60 (revisi 2014) Instrumen Keuangan:
Pengungkapan
PSAK 65 (revisi 2014) Laporan Keuangan
Konsolidasian
PSAK 66 (revisi 2014) Pengaturan Bersama
PSAK 67 (revisi 2014) Pengungkapan Kepentingan
Dalam Entitas Lain
PSAK 68 (revisi 2014) Pengukuran Nilai Wajar
ISAK 26 (revisi 2014) Penilaian Ulang Derivatif
Melekat

Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan


konsolidasian, manajemen sedang mengevaluasi
dampak dari standar dan interpretasi terhadap
laporan keuangan konsolidasian.

-
-
-
-
-
-
-
-

SFAS 50 (revised 2014), Financial Instruments:


Presentation
SFAS 55 (revised 2014), Financial Instruments:
Recognition and Measurement
SFAS 60 (revised 2014), Financial Instruments: Disclosure
SFAS 65 (revised 2014), Consolidated Financial
Statements
SFAS 66 (revised 2014), Joint Arrangement
SFAS 67 (revised 2014), Disclosure of Interest in Other
Entity
SFAS 68 (revised 2014), Measurement of Fair Value
IFAS 26 (revised 2014), Re-Valuation of Inherent
Derivatives

Up to the publication date of the consolidated financial


statements, the Management is still evaluating the
impact of these standards and interpretations on the
consolidated financial statements.

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

ISAK 8, Penentuan Apakah Suatu


Perjanjian Mengandung Suatu Sewa

IFAS 8, Determining Whether an


Arrangement Contains a Lease

Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 8


Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung
Suatu Sewa memberikan panduan untuk menentukan
apakah suatu perjanjian merupakan sewa atau
mengandung sewa sehingga harus diperlakukan
sesuai dengan PSAK 30 (revisi 2011), Sewa.

Interpretation of Financial Accounting Standard


(IFAS) 8 Determining Whether an Arrangement
Contains a Lease provides guidance in determining
whether an arrangement is in substance a lease that
should be accounted for in accordance with SFAS 30
(revised 2011), Leases.

Perusahaan dan entitas anak mengadakan perjanjian


jual beli energi listrik (PPA dan ESC) dengan
penyedia dan pengembang tenaga listrik swasta
(IPP). IPP tersebut merupakan pemegang Izin Usaha
Ketenagalistrikan untuk kepentingan umum, yang
dapat diserahkan kepada entitas usaha lain dengan
tanggung jawab untuk menghasilkan energi listrik
guna kepentingan umum.

The Company and its subsidiaries have entered into


electricity sales and purchase agreements (PPA and
ESC) with a number of Independent Power Producer
(IPP). These IPPs hold the Electricity Business Permit
for public purpose, which it can be handed
over to other business entity with the responsibility
to generate electricity for public consumption.

Manajemen telah memutuskan untuk menerapkan


ketentuan ISAK 8, sesuai dengan PSAK 30 (revisi 2011),
terhadap Perjanjian Jual Beli Energi Listrik mulai
tanggal 1 Januari 2012. Perusahaan mengadakan
perjanjian jual beli energi listrik (PPA) dengan
PT PLN (Persero) menggunakan formula tarif
yang telah ditetapkan. Berdasarkan pertimbangan
manajemen perjanjian tersebut tidak termasuk
ke dalam sewa, sehingga pendapatan diakui
berdasarkan pemakaian energi lisrik (kWh).

The management has decided to implement the


provisions of IFAS 8, in accordance with SFAS
30 (revised 2011), in regard its Power Purchase
Agreement (PPA) beginning on January 1st, 2012.
The Company has entered into a PPA with PT PLN
(Persero) using the determined tariff formula.
Based on the consideration of the management, the
agreement does not include lease, thus revenue is
recognized based on the consumption of electrical
energy (in kWh).

212

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Ikatan dan Kontinjensi


Commitments and Contingencies
Perusahaan dan entitas anak memiliki perikatan
penting dan kontinjensi sebagai berikut:

The Company and its subsidiaries have significant


commitments and contingencies as follow:

a. Perusahaan dan entitas anak memiliki sejumlah


perjanjian jual beli tenaga listrik (PPA) dengan
PLN (Persero). Dalam perjanjian tersebut, PLN
membayar pasokan tenaga listrik yang disediakan
oleh Perusahaan sebesar jumlah yang ditentukan
berdasarkan formula pembayaran. Pembayaran
tersebut mencakup komponen biaya kapasitas,
energi, operasional dan pemeliharaan yang
tergantung pada tingkat pasokan energi serta
variabel lain yang ditentukan dalam perjanjian.

a. The Company and its subsidiaries have various


Power Purchase Agreements (PPA) with PT PLN
(Persero). Under those agreements, PT PLN
(Persero) will pay the Company for the supply of
electricity at an amount determined in accordance
with the payment formula. Such payment formula
includes cost of capacity and energy components,
as well as operation and maintenance components,
which depend on the level of energy supplied and
other variables stipulated in the agreement.

b. Perjanjian Pasokan Bahan Bakar


(i) Gas

b. Fuel Supply Agreements


(i) Gas

Tabel Perjanjian Pasokan Bahan Bakar Gas Pada Tahun 2014


Table of Gas Fuel Supply Agreements in 2014
Sektor
Sector

Pemasok
Supplier

Tanjung Priok
Muara Karang
dan Tanjung
Priok

No. Perjanjian
No. Agreement

PT Perusahaan Gas Negara (PGN)


BP West Java Ltd, Itochu Oil
Exploration Co.Ltd, MC Oil & Gas
Java BV, Inpex Jawa Ltd,

Jumlah
yang
Disepakati*
Agreed
Amount*

Periode
Period

Satuan
Unit

182.PJ/061/IP/2014

2014-2015

BBTU

10,950

652/BP00000/2003-SO

2004-2017

TBtu

679.44

CNOOC ONWC Ltd, dan Paladin


Resources (Sunda) Ltd.

Muara Karang
dan Tanjung
Priok

PT Nusantara Regas, Perusahaan


patungan antara PT Pertamina
(persero) dengan PT Perusahaan
Gas Negara (persero) Tbk

273.PJ/041/DIR/2012

2012-2022

BBTUD

500.00

Sunyaragi

Pertamina

55.I.PJ/060/IP/2009

2008-2014

MMSCF

8,745.21

Grati

Santos (Sampang) Pty Ltd.,


SingaporePetroleum Sampang Ltd
dan Cue Sampang Pty Ltd.

2012-2018

TBtu

90.10-90.99

Grati

Santos (Sampang) Pty Ltd.,


SingaporePetroleum Sampang Ltd
dan Cue Sampang Pty Ltd.

74.PJ/061/IP/2012

2012-2018

TBtu

55.00

Grati

PT Pasuruan Migas

115.PJ/061/IP/2010

2011-2017

TBtu

5.91

Grati

PT Sampang Mandiri Perkasa

79.PJ/061/IP/2012

2012-2018

TBtu

31.79

*dalam angka penuh | in full amounts

(ii) Batu Bara

(ii) Coal

Tabel Perjanjian Pasokan Batu Bara Pada Tahun 2014


Table of Coal Supply Agreement in 2014
Pemasok
Supplier

No. Kontrak
No. Contract

Jumlah dalam Metrik Ton*


Units in Metric Tons *

Periode
Period

PT Bukit Asam (Persero) Tbk

12.PJ/061/IP/2013

51,800,000

2013-2022

PT explorasi Energi Indonesia

04/PJ/061/IP/2006

6,846,386

2006-2015

PT Natuna Energy Indonesia

16.PJ/061/IP/2006

6,885,497

2006-2015

PT Oktasan Baruna Persada

13.PJ/061/IP/2006

8,169,163

2009-2015

PT Berau Coal

84.PJ/061/IP/2008

30,000,000

2009-2018

PT Kideco Jaya Agung

85.PJ/061/IP/2008

15,000,000

2009-2018

117/PJ/061/IP/2014

15,000,000

2014-2023

PT Adaro Indonesia
*dalam angka penuh | in full amounts

213
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Harga pembelian batu bara berkisar antara


Rp679.000 dan Rp827.190 per ton sebelum
yang disesuaikan nilai kalor, kadar abu, sulfur,
air, SFT dan HGI.

(iii) Bahan Bakar Minyak


Perusahaan melalui PT PLN (Persero) dan
Pertamina mengadakan Perjanjian Payung
Jual Beli Bahan Bakar Minyak No. 071.PJ/060/
DIR/2001 tanggal 8 Oktober 2001 yang
berlaku sampai dengan 8 Oktober 2004.
Perjanjian ini telah mengalami beberapa kali
perpanjangan dan pembaharuan, terakhir
tanggal 16 Mei 2007, dimana PT PLN (Persero)
dan Pertamina menyepakati antara lain:
a. Penggunaan harga bahan bakar bulanan
yang ditetapkan oleh Pertamina untuk
periode 1 Januari sampai dengan 30 April
2007 dan harga bahan bakar 109,5%
dari Mid Oil Platts Singapore (MOPS)
ditambah Pajak Pertambahan Nilai untuk
periode 1 Mei 2007 sampai dengan 31
Desember 2007.
b. Harga bahan bakar setelah tanggal 31
Desember 2007 akan ditetapkan oleh
kedua belah pihak setiap tahun.
c. Jangka waktu pembayaran berikut
pengenaan
denda
keterlambatan
pembayaran sebesar tingkat bunga
Sertifikat Bank Indonesia bulanan
ditambah 1,3%.
d. Efektif mulai 1 Mei 2007. Saldo utang
yang belum dibayar atas pembelian
bahan bakar sampai dengan 30 April 2007
dikenakan bunga sebesar tingkat bunga
Sertifikat Bank Indonesia per tahun
ditambah 1,3%, sampai diselesaikan
dengan menerbitkan obligasi PLN
selambat-lambatnya tanggal 31 Agustus
2007.
e. Utang kepada Pertamina, termasuk
obligasi yang akan diterbitkan maksimum
sebesar Rp18 triliun.
f. Perjanjian ini berlaku untuk 5 tahun
sejak 1 Januari 2007 sampai dengan 31
Desember 2011;
g. PT Sucofindo (Persero) ditunjuk sebagai
independent surveyor.

Coal purchase price ranges from Rp679,000


to Rp827,190 per ton, which is then adjusted
against calorific value, ash content, sulphur,
water, SFT and HGI.

(iii) Oil Fuel


The Company, through PT PLN (Persero), and
Pertamina entered into a Fuel Purchase and
Sales Agreement No. 071.PJ/060/DIR/2001
dated October 8th, 2001 which was valid until
October 8th, 2004. This agreement has been
extended and amended several times, lastly
on May 16th, 2007, wherein PT PLN (Persero)
and Pertamina agreed, among others:
a. The monthly fuel price to be used for
the period of January 1st untill April 30th,
2007 is determined by Pertamina and, the
fuel price is 109.5% from Mid Oil Platts
Singapore (MOPS) plus Value Added Tax
for the period of 1 May 1st, 2007 untul
December 31st, 2007;
b. The fuel price subsequent to December
31st, 2007 will be determined by both
parties every year;
c. The terms of payment and penalty
charges on late payment with a rate of
monthly Certificate of Bank Indonesia
plus 1.3%;
d. Effective on May 1st, 2007, the unpaid
balance of payable for the purchases
of fuel until April 30th, 2007 will bear
an interest with a rate per annum of
Certificate of Bank Indonesia plus 1.3%,
until settled by the issuance of PLN Bonds
no later than August 31st, 2007;

e. The maximum payable to Pertamina,


including bonds which will be issued,
amounting to Rp18 trillion;
f. This agreement is valid for 5 years froam
January 1st, 2007 until December 31st,
2011;
g. PT Sucofindo (Persero) is assigned as an
independent surveyor.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

214

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Ikatan dan Kontinjensi


Commitments and Contingencies

Berdasarkan Addendum III Perjanjian Jual


Beli Bahan Bakar Minyak tanggal 7 November
2011, PT PLN (Persero) dan Pertamina
menyepakati sebagai berikut:

Based on the Amendment III of Fuel Purchase


and Sales Agreement dated November, 7th
2011, PT PLN (Persero) and Pertamina agreed
on the following:

Harga bahan bakar minyak tahun 2014


menggunakan harga bahan bakar tahun
2011, Harga Bahan Bakar Minyak tahun 2011
adalah:
1. HSD
- Harga pembelian HSD sampai dengan
2.537.161 KL di 18 titik penyerahan
Pertamina adalah 105% dari MOPS.
- Harga pembelian HSD sampai dengan
480.487 KL di titik penyerahan
Pertamina TT Manggis adalah 108%
dari MOPS.
- Harga pembelian HSD sampai dengan
2.978.360 KL di titik penyerahan ITP
Priok dan ISG Surabaya adalah 108,5%
dari MOPS.
- Harga
pembelian
HSD
diatas
5.996.008 KL atau yang diserahkan
diluar 21 titik penyerahan yang
ditetapkan Pertamina adalah 109,5%
dari MOPS.
2. Harga pembelian IDO sampai dengan
3.933 KL di titik penyerahan Kilang Plaju
adalah 105% dari MOPS dan pembelian
diatas 3.933 KL atau yang diserahkan
diluar titik penyerahan Kilang Plaju adalah
109,5% dari MOPS.
3. Harga pembelian MFO sampai dengan
1.193.166 KL di titik penyerahan Kilang
Cilacap adalah 105% dari MOPS dan
pembelian diatas 1.193.166 KL atau yang
diserahkan diluar titik penyerahan Kilang
Cilacap adalah 109,5% dari MOPS.
4. Memperpanjang Perjanjian Jual Beli
Bahan Bakar Minyak sampai dengan
tahun 2015.

The price of oil fuel used in 2014 was the


same as the price in 2011. The price of oil fuel
in 2011 is as follows:

Dalam rangka penyelesaian harga jual Bahan


Bakar Minyak (BBM) (HSD dan MFO) Pertamina
kepada PT PLN (Persero), telah dilakukan
rapat koordinasi antara Menteri Keuangan,
Menteri BUMN, Staf Ahli Menteri Bidang
Investasi dan Produksi Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Direktur
Utama Pertamina dan Direktur Utama PT
PLN (Persero) pada tanggal 30 Januari 2015.
Berdasarkan rapat koordinasi tersebut pada
tanggal 5 Februari 2015, Menteri Keuangan

1. HSD
- The price for purchases of HSD of up
to 2,537,161 KL at 18 supply points of
Pertamina is 105% of MOPS.
- The price for purchases of HSD of
up to 480,487 KL at Pertaminas TT
Manggis supply oint is 108% of MOPS;
-

The price for purchases of HSD of up


to 2,978,360 KL at ITP Priok and ISG
Surabaya supply points is 108.5% of
MOPS;
- The price for purchases of HSD
of more than 5,996,008 KL, or for
delivery other than at the 21 supply
points designated by Pertamina, is
109.5% of MOPS.
2. The price for purchases of IDO of up to
3,933 KL at Plaju Refinery supply point is
105% of MOPS, while purchases of more
than 3,933 KL or for delivery other than
at Plaju Refinery supply point, is 109.5%
of MOPS.
3. The price for purchases of MFO of up to
1,193,166 KL at Cilacap Refinery supply
point is 105% of MOPS, while purchases
of MFO of more than 1,193,166 KL or for
delivery other than at Cilacap refinery, is
109.5% of MOPS.
4. To extend the Fuel Purchase and Sales
Agreement up to the year 2015.

In order to settle the issue of oil fuel (HSD


and MFO) sales price by Pertamina to PT PLN
(Persero), a coordination meeting was held
involving the Minister of Finance, the Minister
for SOE, expert staff to the Minister of
Energy and Mineral Resources in Investment
and Production, the President Director of
Pertamina, and the President Director of
PT PLN (Persero) on 30 January 2015. Based
on the coordination meeting, the Minister
of Finance on 5 February 2015 issued letter

215
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Republik Indonesia mengeluarkan surat No.


S-74/MK.02/2015 kepada Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral mengenai rekomendasi
penetapan harga jual beli HSD dan MFO antara
PT PLN (Persero) dan Pertamina tahun
2014. Penyelesaian harga jual beli tersebut
berdasarkan audit BPKP atas harga jual BBM
(HSD dan MFO) untuk periode tahun 2013
dan semester 1 2014 sebagai referensi harga
jual BBM yang akan digunakan pada tahun
2014.

No. S-74/MK.02/2015 to the Minister of


Energy and Mineral Resources regarding
recommendation for the determination
of HSD and MFO sales and purchase price
between PT PLN (Persero) and PT Pertamina
for 2014. The settlement of sales and
purchase price is based on the audit by BPKP
on the sales price of oil fuel (HSD and MFO)
in the period of 2013 and the first semester
of 2014, as a reference for oil fuel sales price
for 2014.

Berdasarkan
pertemuan
tanggal
30
Januari 2015 tersebut di atas, pokok-pokok
kesepakatan antara Pertamina dan PT PLN
(Persero) antara lain:

Based on the coordination meeting on


30 January 2015, Pertamina and PT PLN
(Persero) agreed on the following:

1. Harga jual tahun 2014 menggunakan


harga berdasarkan reviu Badan Pengawas
Keuangan dan Pembangunan sebesar
HSD: MOPS + 9,19% dan MFO: MOPS +
11,94%.
2. Dalam rangka efisiensi biaya pembelian
di tahun 2015, PT PLN (Persero)
diperkenankan untuk mencari sumber
BBM selain Pertamina, dengan tetap
menjaga keamanan pasokan BBM.

PT PLN (Persero) telah mencatat pembelian


HSD dan MFO tahun 2014 berdasarkan harga
tersebut.

1. The sales price for 2014 uses the price


based on the review of BPKP of MOPS +
9.19% for HSD and MOPS + 11.94% for
MFO.
2. In the interest of fuel cost efficiency
in 2015, PT PLN (Persero) is allowed to
seek for oil fuel suppliers other than
PT Pertamina, while still maintaining
secure supply of oil fuel.

PT PLN (Persero) recorded purchases of HSD


and MFO in 2014 using the above prices.

Melalui PT PLN (Persero), Perusahaan


mengadakan perjanjian dengan Pertamina
untuk pengadaan uap panas bumi untuk
Kamojang selama 30 tahun yang berakhir
tahun 2012 dan untuk Gunung Salak dan
Darajat selama masa 30 tahun yang berakhir
tahun 2030.

Through PT PLN (Persero), the Company


entered into an agreement with Pertamina
for the supply of geothermal for Kamojang
for a 30-year period ending in 2012, and for
Gunung Salak and Darajat for a 30-year period
ending in 2030.

The Company entered into an agreement


with PT Caraka Tirta Pratama for the
transportation of oil fuel from Pertaminas
depot/refinery to Tambak Lorok SPP/CPP,
Semarang, in accordance with operational
needs up to 2 May 2015.

Perusahaan mengadakan perjanjian dengan


PT Caraka Tirta Pratama untuk pengangkutan
Bahan Bakar Minyak, yaitu dari depot/kilang
Pertamina ke PLTU/PLTGU Tambak Lorok
Semarang sesuai kebutuhan operasional
sampai dengan 2 Mei 2015.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

216

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Ikatan dan Kontinjensi


Commitments and Contingencies

(iv) Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik

(iv) Power Purchase Agreement

PT Indo Matra Power


Pada tanggal 21 Oktober 2009, Perusahaan
mengadakan perjanjian jual beli tenaga listrik
dengan PT Indo Matra Power (IMP). Dalam
perjanjian tersebut, Perusahaan membayar
pasokan tenaga listrik sebesar jumlah yang
ditentukan berdasarkan formula pembayaran.
Pembayaran tersebut mencakup komponen
biaya kapasitas, energi, operasional dan
pemeliharaan yang tergantung pada tingkat
pasokan energi serta variabel lain yang
ditentukan dalam perjanjian. Jangka waktu
perjanjian ini selama 4 tahun yang berakhir
tahun 2015

PT Indo Matra Power


On 21 October 2009, the Company entered
into a Power Purchase Agreement with
PT Indo Matra Power (IMP). Under this
agreement, the Company will pay for the
supply of electricity at amount determined
in accordance with the payment formula.
Such payment formula includes cost of
capacity and energy components, as well as
operations and maintenance components,
which depends on the level of energy
supplied and other variables stipulated in the
agreement. The agreement is valid for 4 years
until 2015.

Joint Operation PT Wijaya Karya (Persero)


Tbk PT Mirlindo Padu Kencana
Pada tanggal 6 Mei 2010, Perusahaan
mengadakan perjanjian jual beli tenaga listrik
dengan Joint Operation PT Wijaya Karya
(Persero) Tbk - PT Mirlindo Padu Kencana.
Dalam perjanjian tersebut, Perusahaan
membayar pasokan tenaga listrik sebesar
jumlah
yang
ditentukan
berdasarkan
formula pembayaran. Pembayaran tersebut
mencakup komponen biaya kapasitas,
energi, operasional dan pemeliharaan yang
tergantung pada tingkat pasokan energi
serta variabel lain yang ditentukan dalam
perjanjian. Jangka waktu perjanjian ini selama
8 tahun yang berakhir tahun 2019.

Joint Operation PT Wijaya Karya (Persero)


Tbk PT Mirlindo Padu Kencana
In 6 May 2010, the Company entered into
Power Purchase Agreement with Joint
Operation PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
- PT Mirlindo Padu Kencana. Under this
agreement, the Company will pay for the
supply of electricity at amount determined
in accordance with the payment formula.
Such payment formula includes cost of
capacity and energy components, as well as
operations and maintenance components,
which depends on the level of energy
supplied and other variables stipulated in the
agreement. The agreement is valid for 8 years
until 2019.

Perusahaan menilai bahwa perjanjian listrik


tersebut memenuhi kriteria sebagai sewa
pembiayaan sebagai akibat dari adopsi ISAK
8. Rincian pembayaran sewa minimum terkait
dengan PPA.

The Company has assessed that the power


purchase agreement qualify as a finance
lease as a result of adoption of ISAK 8. Details
of minimum lease payment related to the
PPA.

Aggreko International Projects Ltd.


Pada tanggal 11 Mei 2010, CDB, entitas anak
mengadakan perjanjian sewa generator
kapasitas 45 MW (Pemaron, Bali) dengan
Aggreko International Projects Ltd., Inggris.
Perjanjian ini berlaku 52 minggu dari tanggal
pengoperasian komersial (COD). Berdasarkan

Aggreko International Projects Ltd.


In 11 May 2010, the subsidiary company
CDB, entered into an agreement for the rent
of a 45 MW generator (Pemaron, Bali) from
Aggreko International Projects Ltd., England.
This agreement is valid for 52 weeks starting
from the commencement date of commercial

217
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

addendum II perjanjian sewa generator


tanggal 31 Mei 2011, CDB dan Aggreko
menyepakati
periode
pengoperasian
diperpanjang sampai tanggal 5 Januari 2013.
Sesuai dengan Perjanjian Sewa CDB dan
Aggreko No. 13757-C001-AS, Pemaron 45 MW
Rekoneksi, memperpanjang sampai dengan
31 Juli 2014. Perjanjian Sewa No. 20736-C001JA yang atas 45 MW Pesanggaran dan 80 MW
Pemaron berakhir pada tanggal 31 Juli 2014.
Adapun addendum I mengatur perpanjangan
kerja sama sampai dengan 31 Desember 2014
terkait perjanjian sewa 45 MW.

operation (COD). Based on Addendum II to


the generator rental agreement on 31 May
2011, CDB and Aggreko agreed to extend
the operational period to 5 January 2013.
In accordance with CDB and Aggreko Rental
Agreement No. 13757-C001-AS, Pemaron 45
MW Recconection was extended up to 31 July
2014. Rental Agreement No. 20736-C001JA on Pesanggaran 45 MW and Pemaron
80 MW ended on 31 July 2014. Addendum I
extended the cooperation until 31 December
2014 related to the rental agreement for 45
MW.

PT Sumberdaya Sewatama
Pada tanggal 25 Juli 2013 Perusahaan
mengadakan perjanjian jual beli Penyediaan
tenaga listrik kapasitas netto 50 MW.
Perusahaan membayar pasokan tenaga listrik
berdasarkan formula pembayaran. Jangka
waktu perjanjian ini sampai dengan 7 Maret
2014.

Pada tanggal 16 Oktober 2013 Perusahaan


mengadakan perjanjian jual beli penyediaan
tenaga listrik kapasitas 45 MW. Perusahaan
membayarkan
pasokan
tenaga
listrik
berdasarkan formula pembayaran. Jangka
waktu perjanjian ini sampai dengan 30 April
2014.

PT Sumberdaya Sewatama
On 25 July 2013, the Company entered into
a power sales and purchase agreement for
a net capacity of 50 MW. The Company will
pay for the supply of electricity at an amount
based on the payment formula. The term of
the agreement is until 7 March 2014.

On 16 October 2013, the Company entered


into a power sales and purchase agreement
for a capacity of 45 MW. The Company will
pay for the supply of electricity based on the
payment formula. The term of this agreement
is until 30 April 2014.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

218

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Key Performance Indicator


(KPI) dan Tingkat Kesehatan
Perusahaan
Key Performance Indicator (KPI) and Level of
Companys Soundness
Fungsi pengelolaan KPI yang meliputi penyusunan
standar, indikator, target kinerja Perusahaan dan
penjabarannya ke Unit, Anak Perusahaan, sampai
dengan satuan unit kerja terkecil di lingkungan
Perusahaan serta seluruh pegawai dilakukan oleh
Satuan Manajemen Risiko, Mutu dan Kinerja.

The management of KPI which covers determination


of standards and indicators, targets and the
elaboration to Business Units, Subsidiaries, the
smallest unit of the company and all employees are
conducted by the Risk, Quality and Performance
Management Unit.

KPI dan Tingkat Kesehatan

KPI and Soundness Level

Pencapaian KPI dinilai berdasarkan Edaran Direksi


PT PLN (Persero) Nomor: 0109.E/DIR/2014 tanggal
14 Maret 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Perhitungan Nilai Kinerja Organisasi Direktorat, Unit
dan Anak Perusahaan.

The achievements of KPI are assessed based


on Circular Decree of the Board of Directors of
PT PLN (Persero) Number: 0109.E/DIR/2014 dated
March 14th, 2014 on Guidelines for Implementation
of Organizational Performance Calculation for
Directorates, Units and Subsidiaries.

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang


Saham Laporan Pertanggungjawaban tahun 2013
tanggal 3 April 2014, Pemegang Saham menyetujui
penggunaan Key Performance Indicator (KPI) 5
perspektif berdasarkan pendekatan Kriteria Penilaian
Kinerja Unggul (KPKU) sesuai Surat Kementrian
BUMN Nomor. S-08/S.MBU/2013 tanggal 16 Januari
2013 sesuai Kontrak Manajemen antara Direksi
dan Dewan Komisaris dengan Pemegang Saham
Perusahaan. Kontrak Manajemen ini sebagai dasar
pengukuran dan penilaian tingkat kesehatan dan
kinerja Perusahaan dengan tetap mengacu pada
penggolongan penilaian tingkat kesehatan sesuai
dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Republik Indonesia No. KEP-100/MBU/2002 tanggal
4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan
Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Based on the Minutes to General Meeting of


Shareholder 2013 Accountability Report dated April
3rd, 2014, the Shareholder approved the use of the 5
Perspectives of KPI based on the Assessment Criteria
for Excellence Performance (KPKU) in accordance
with Letter of the Minister of SOE No. S-08/S.
MBU/2013 dated January 16th, 2013 in line with
the Management Contract between the Companys
Board of Directors and Board of Commissioners and
the Shareholder. The Management Contract serves
as a basis for the measurement and assessment of
soundness level and performance, while referring
to the categorization of soundness level based on
the Decision of the Minister of SOE No. KEP-100/
MBU/2002 dated June 4th, 2002 on Assessment of
Soundness level in State Owned Enterprises (SOE).

Berdasarkan penilaian tersebut, tingkat kesehatan


Perusahaan pada tahun 2014 digolongkan dalam
kondisi SEHAT kategori AA dengan nilai 91,67.

Based on these assessment criteria, the Companys


soundness level in 2014 is categorized as Healthy in
the AA category with a score of 91.67.

Perspektif sesuai Kontrak Manajemen antara Direksi


dan Komisaris Perusahaan dengan Pemegang Saham
Perusahaan adalah sebagai berikut:

The KPI perspectives in accordance with the


Management Contract between the Companys
Board of Directors and Board of Commissioners and
the Shareholder are as follow:

219
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

1.
2.
3.
4.
5.

Fokus Pelanggan
Efektifitas Produk dan Proses
Fokus Tenaga Kerja
Keuangan dan Pasar
Kepemimpinan, Tata Kelola dan Tanggung jawab
Kemasyarakatan

Hasil pencapaian KPI dinilai berdasarkan edaran


Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 0109.E/DIR/2014
tanggal 14 Maret 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Perhitungan Nilai Kinerja Organisasi Direktorat, Unit
dan Anak Perusahaan. Berikut hasil pencapaian KPI
Indonesia Power tahun 2014, sebagaimana tabel di
bawah ini:

1.
2.
3.
4.
5.

Customer Focus
Product and Process Effectiveness
Human Resources Focus
Finance and Market
Leadership, Governance and Social Responsibility

The achievements of KPI are assessed based


on Circular Decree of the Board of Directors of
PT PLN (Persero) Number: 0109.E/DIR/2014 dated
March 14th, 2014 on Guidelines for Implementation
of Organizational Performance Calculation for
Directorates, Units and Subsidiaries. Following is the
KPI achievement for Indonesia Power in 2014:

Tabel Hasil Key Performance Indikator (KPI) Indonesia Power Tahun 2014

Indikator Kinerja
Performance Indicator

Satuan
Unit

Bobot
Weight

Fokus Pelanggan
Customer Focus

I
1

Kepuasan Pelanggan
Customer Satisfaction
Efektifitas Produk dan Proses
Product and Process Effectiveness

II

Realisasi
Realization

Pencapaian
Achievement

Nilai
Score

4.00
8.00

84.3

105%

56

4.0
48.14

EAF Korporat | Corporate EAF

92.00

89.9

97.5%

5.85

EAF PLTU Batu Bara


Coal SPP EAF

91.00

84.0

92.4%

5.54

EAF PLTU Batu Bara FTP1 --> BLB, BSR, BLT

80.00

64.5

80.6

3.23

EFOR Korporat | Corporate EFOR

1.90

7.2

-176.8%

0.00

Efisiensi Thermal Netto PLTU Batu Bara


Netto Thermal Efficiency Coal Power Plant

33.57

33.61

100.1%

6.00

Efisiensi Thermal Netto Korporat


Corporate Net Thermal Efficiency

33.80

33.97

100.5%

4.00

SOF Korporat | Corporate SOF

6.13

4.34

129.17%

4.00

Pengamanan Pasokan dan Kualitas Batu Bara


Security of Coal Supply and Quality

Hari

26.0

28.0

92.3%

3.69

10

Pengembangan Pembangkit non BBM:


Construction of Non-Oil Fuel Power Plant:
MW

50

0.0

0%

0.00

15.00

15.0

100%

2.00

Level

4.10

4.08

99.5%

5.97

Rp Miliar

100.00

142.7

142.7%

2.00

%
Kebutuhan

8.81

8.42

95.6%

2.87

(i) PLTD Gas 200 MW



Gas DPP 200 MW
(ii) Gasifikasi Bali

Bali Gasification
11

Maturity Level Proses Bisnis


Business Process Maturity Level

12

Reserve Enjinering dan Produk dalam negeri


material cadang/part
Reserve Engineering and Local Content of
spare material/part

13

Sinergi dengan Anak Perusahaan (AP) lain:


Sinergy with other AP:
(i) Pembelian batu bara dari
PT PLN Batu Bara

Coal purchase from
PT PLN Batu Bara

Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis

2014
Target
Target

4
%

Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders

Tinjauan Unit Pendukung


Functional Unit Review

Table of Key Performance Indikator (KPI) Result Indonesia Power in 2014


No

Ikhtisar Utama
Main Highlights

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

220

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Key Performance Indicator (KPI) dan Tingkat Kesehatan Perusahaan


Key Performance Indicator (KPI) and Level of Companys Soundness

No

Indikator Kinerja
Performance Indicator

Satuan
Unit

Bobot
Weight

(ii) Penggunaan Transportasi


PT Bahtera Adhiguna (BAg)

Transportation usage
PT BAg

%
Kebutuhan

Fokus Tenaga Kerja


Employee Focus

III

2014
Target
Target

Realisasi
Realization

Pencapaian
Achievement

Nilai
Score

41.31

42.40

102.64%

10

3.00

10.00

14

Human Capital Readiness (HCR) &


Organizational Capital Readiness (OCR)

Level

3.85

3.92

101.82%

6.00

15

Information Capital Readiness (ICR)


Information Capital Readiness (ICR)

Level

3.80

3.83

100.7%

4.00

IV

Keuangan dan Pasar


Financial and Market

16

Realisasi Program Investasi


Realized Investment Program

16

(i) Pelaksanaan Program Investasi



Implementation of Investment Program

100.00

88.55

89%

2.66

(ii) Realisasi Phisik Program Investasi



Physical Progress of Investment Program

80.00

92.55

116%

3.00

Rp 000/kW

499.91

446.00

110.78%

6.00

(i) ITO BBM | ITO Oil Fuel

Hari

18.00

13.36

125.80%

2.00

(ii) ITO Material Umum



ITO General Material

Kali

4.87

4.78

98.2%

1.96

17

Biaya OPEX non Fuel per KW available *)


OPEX non Fuel per KW available *)

18

ITO (Inventory turn Over)

Kepemimpinan, Tata Kelola dan Tanggung


jawab Kemasyarakatan
Leadership, Governance and Social
Responsibility

19

Skor Malcolm Baldrige


Malcolm Baldrige Score

20

Penerapan GCG
GCG Implementation

21
22

15.62

14

13.90

Score

576

583.0

101.22%

4.00

86

90.06

104.72%

4.00

Implementasi ERM (Enterprise Risk


Management)
ERM (Enterprise Risk Management)
Implementation

Level

3.75

3.93

104.8%

4.00

PLN Bersih

Indeks

3.75

3.57

95.20%

Total Bobot | Weight Total

100

Keterangan | Notes:
*) Meliputi: (Biaya Administrasi+Biaya Pegawai+Biaya Pemeliharaan) per kW available
Consist of: (Administrative Expenses+Personnel Expenses+Maintenance Expenses) per kW available

1.90
91.67

221
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Berikut ini penjelasan KPI Perusahaan tahun 2014

Following is the description of the Companys KPI


achievement in 2014:

Fokus Pelanggan

Customer Focus

Indikator kinerja nilai kepuasan pelanggan merupakan


hasil survei yang dilakukan oleh pihak independen
untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap
layanan yang diberikan Perusahaan. Pengukuran
dilakukan dengan dilakukan menggunakan metode
Customer Satisfaction Index (CSI).

The indicator for performance in customer


satisfaction is the survey conducted by an
independent party to measure the level of customer
satisfaction towards the services provided by the
Company. The measurement was conducted by using
the Customer Satisfaction Index (CSI) method.

Realisasi hasil survei atas nilai kepuasan pelanggan


tahun 2014 sebesar 84,3%. Sedangkan target yang
ditetapkan sebesar 80%, sehingga pencapaian tahun
2014 terhadap target sebesar 105%.

The result of the survey of customer satisfaction


score in 2014 was 84.3%. The target had been
determined at 80%, and thus the score in 2014
reflected an achievement rate of 105%.

Efektifitas Produk dan Proses

Product and Process Effectiveness

Equivalent Availability Factor (EAF) Korporat


Indikator EAF Korporat bertujuan untuk mengetahui
faktor ketersediaan pembangkit secara korporat
untuk beroperasi dengan Daya Mampu Neto (DMN)
pada periode tertentu. Realisasi EAF tahun 2014
sebesar 89,88% sedangkan target yang ditetapkan
sebesar 92,20%, sehingga pencapaian terhadap target
sebesar 97,48%. Realisasi indikator EAF Korporat di
bawah target, karena adanya gangguan yang terjadi di
unit Pembangkit Kamojang dan Suralaya.

Corporate Equivalent Availability Factor (EAF)


The Corporate EAF indicator is used to determine the
availability factor of all companys power plants to
operate with Net Capable Power (DMN) in a certain
period. Realized EAF in 2014 was 89.88% while
the stipulated target was 92.20%, therefore the
achievement of the target was 97.48%. The underachievement of the Corporate EAF indicator was due
to disruptions in Kamojang and Suralaya generating
units.

Equivalent Availability Factor (EAF) PLTU Batu Bara


Indikator EAF PLTU Batu Bara bertujuan untuk
mengetahui faktor ketersediaan pembangkit listrik
berbahan bakar batu bara untuk beroperasi dengan
DMN pada periode tertentu. Realisasi EAF PLTU Batu
Bara tahun 2014 sebesar 84,05% sedangkan target
yang ditetapkan sebesar 91,00% sehingga pencapaian
terhadap target sebesar 92,36%. Realisasi indikator
EAF PLTU Batu Bara di bawah target, karena adanya
gangguan dari kualitas energi primer, Trafo, Rotor dan
Boiler di unit pembangkit Suralaya.

Coal SPP Equivalent Availability Factor (EAF)


The Coal SPP EAF indicator is used to determine
the availability factor of coal-fired power plants ti
operate at DMN capacity for a certain period of time.
Realized Coal SPP EAF in 2014 was 84.05%, reflecting
an achievement rate of 92.36% against the target
set at 91.00%. The under-achievement of Coal SPP
EAF indicator was attributable to disruptions in the
quality of primary energy, transformers, rotors and
boilers at the Suralaya generating unit.

Equivalent Availability Factor (EAF) PLTU Batu


Bara FTP1: BLB, BSR, BLT
Indikator EAF PLTU Batu Bara FTP1 bertujuan untuk
mengetahui faktor ketersediaan pembangkit listrik
berbahan bakar batu bara Pembangkit Listrik Tenaga
Uap Fast Track Program (FTP) 1.

Coal SPP FTP1 Equivalent Availability Factor


(EAF): BLB, BSR, BLT
The indicator for Coal SPP FTP1 EAF is used to
determine the availability factor of steam power
plants in the Fast Track Program (FTP) phase 1.

Realisasi EAF PLTU Batu Bara FTP1 (%) tahun 2014


sebesar 64,51%. Sedangkan target yang ditetapkan
sebesar 80,00% sehingga pencapaian terhadap
target sebesar 80,64%.

Realized Coal SPP FTP1 EAF in 2014 was 64.51%,


reflecting an achievement rate of 80.64% against the
target set at 80.00%.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

222

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Key Performance Indicator (KPI) dan Tingkat Kesehatan Perusahaan


Key Performance Indicator (KPI) and Level of Companys Soundness

Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) Korporat


Indikator EFOR Korporat bertujuan untuk mengukur
jam keluar paksa unit pembangkitan dengan harapan
dapat melakukan pemeliharaan secara berkelanjutan.
Realisasi EFOR (%) tahun 2014 sebesar 7,16%
sedangkan target yang ditetapkan sebesar 1,90%
sehingga pencapaian terhadap target sebesar
-176,79%. Realisasi indikator EFOR Korporat lebih
rendah dari target karena adanya gangguan Trafo,
gangguan Generator dan gangguan ground fault,
di Unit Pembangkit Suralaya dan Kamojang salah
satu penyebab gangguan tersebut dikarenakan usia
mesin sudah diatas 33 tahun.

Corporate Equivalent Forced Outage Rate (EFOR)


The Corporate EFOR indicator is used to determine
measure the forced-out hours of the generating
unit with expectation to implement sustainable
maintenance. Realized EFOR in 2014 was 7.16%,
representing an achievement rate of minus
176.79% against the target set at 1.90%. The underachievement of Corporate EFOR indicator was due to
disruptions in transformers, generators and ground
fault at the Kamojang and Suralaya generating units,
one of the reasons for these disruptions being the
condition of the equipment that are already more
than 33 years old.

Efisiensi Termal Netto PLTU Batu Bara


Indikator Efisiensi Termal Netto batu bara bertujuan
untuk mengukur tingkat efisiensi pemakaian bahan
bakar dalam memproduksi energi listrik dalam
suatu periode tertentu. Realisasi Efisiensi Thermal
Netto PLTU Batu Bara tahun 2014 sebesar 33,61%,
sedangkan target yang ditetapkan sebesar 33,57%.
Sehingga, pencapaian terhadap target sebesar
100,12%. Realisasi indikator Efisiensi Thermal Netto
PLTU Batu Bara di atas target karena kualitas batu
bara yang digunakan lebih baik sehingga heat rate
juga menjadi lebih baik di PLTU Batu Bara.

Coal SPP Net Thermal Efficiency


The Net Thermal Efficiency indicator for Coal SPP
measures the fuel consumption efficiency level in
the production of electricity during a certain period.
Realized Coal SPP Net Thermal Efficiency in 2014 was
33.61%, reflecting an achievement rate of 100.12%
against the target set at 33.57%. The realized
achievement of Coal SPP Net Thermal Efficiency was
above the target, due to the higher quality of the
coal used, which led to an improved heat rate at the
Coal SPPs.

Efisiensi Thermal Netto Korporat


Indikator Efisiensi Thermal Netto Korporat bertujuan
untuk mengukur tingkat efisiensi pemakaian
bahan bakar (Batu Bara, HSD, MFO & Gas) dalam
memproduksi energi listrik dalam suatu periode
tertentu.

Corporate Net Thermal Efficiency


The Corporate Net Thermal Efficiency indicator is
used to measure the fuel consumption efficiency
(Coal, HSD, MFO and Gas) in the production of
electricity during a certain period.

Realisasi Efisiensi Thermal Netto Korporat (%)


tahun 2014 sebesar 33,97% sedangkan target yang
ditetapkan sebesar 33,80% sehingga pencapaian
terhadap target sebesar 100,49%. Realisasi indikator
Efisiensi Thermal Netto Korporat di atas target
karena optimalisasi penggunaan bahan bakar gas di
unit PLTGU dan batu bara di unit PLTU.

Realized Corporate Net Thermal Efficiency in


2014 was 33.97%, reflecting an achievement of
100.49% against the target set at 33.80%. The
realized achievement of Corporate Net Thermal
Efficiency indicator was above the target, due to the
optimization in the utilization of gas at CPP units and
coal at SPP units.

Scheduled Outage Factor (SOF) Korporat


Indikator SOF Korporat bertujuan untuk mengukur
jumlah jam unit pembangkit keluar sistem karena
pelaksanaan pemeliharaan, inspeksi dan overhaul
pada suatu periode tertentu. Realisasi SOF tahun 2014
sebesar 4,34%, sedangkan target yang ditetapkan
sebesar 6,13%. Sehingga, pencapaian terhadap target
sebesar 129,17%. Realisasi indikator SOF Korporat lebih
baik dari target karena secara umum adanya percepatan
penyelesaian durasi pemeliharaan berdasarkan dari
improvement outage management.

Corporate Scheduled Outage Factor (SOF)


The Corporate SOF indicator is used to measure
the number of hours that a generating unit is offsystem due to the implementation of maintenance,
inspection and overhaul during a certain period.
Realized Corporate SOF in 2014 was 4.34%, reflecting
an achievement of 129.17% against the target set at
6.13%. The achievement of Corporate SOF above the
target was due in general to faster completion time
of maintenance works based on improved outage
management.

223
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Pengamanan Pasokan dan Kualitas Batu Bara


Indikator Pengamanan Pasokan dan Kualitas Batu
Bara bertujuan untuk mengendalikan ketersediaan
batu bara. Realisasi Pengamanan Pasokan dan
Kualitas Batu Bara tahun 2014 adalah 28 hari.
Sedangkan target yang ditetapkan sebesar 26 hari
sehingga pencapaian tahun 2014 sebesar 92%.

Security of Coal Supply and Quality


The Security of Coal Supply and Quality indicator
is used to control the availability of coal. Realized
Security of Coal Supply and Quality in 2014 was 28
days, reflecting an achievement rate of 92% against
the target set at 26 days.

Pengembangan Pembangkit Non BBM:


Indikator yang diukur berupa (i) PLTDG 200 MW dan (ii)
Gasifikasi Bali bertujuan untuk mengurangi pemakaian
bahan bakar minyak dengan mengganti menggunakan
bahan bakar Gas. Formulasi yang digunakan untuk
mengukur (i) PLTDG 200 MW adalah operasi bertahap
Block 1 sebesar 50 MW dan (ii) Gasifikasi Bali adalah
progress pembangunan storage, regasification plant di
Benoa dengan progres pembangunan mencapai 15%.

Development of Non-Oil Fuel Power Plants


The indicators for (i) GDPP 200 MW and (ii) Bali
Gasification are used to measure progress in the
replacement of oil fuel by gas in certain power plants.
The formulation for (i) Gas DPP 200 MW indicator is
the operation phase of Block 1 unit, while for (ii) Bali
gasification indicator is the construction progress of
the storage and regasification plant at Benoa.

Realisasi (i) PLTDG 200 MW masih dalam tahap akhir


pembangunan sehingga pencapaian 0% dan (ii)
Gasifikasi Bali telah mencapai progres pembangunan
sebesar 15% sehingga pencapaian 100%.

Realization of (i) DGPP 200 MW was 0%, as it is in the


final stages of construction, and (ii) Bali Gasification
was 100%, as the construction process has reached a
progress of 15%.

Maturity Level Proses Bisnis


Indikator Maturity Level Proses Bisnis bertujuan
agar aset Perusahaan dikelola secara optimal
dan berkelanjutan untuk memaksimalkan nilai
Perusahaan. Formulasi yang digunakan untuk
mengukur Maturity Level Proses Bisnis adalah
hasil assessment terhadap pelaksanaan proses
bisnis di seluruh unit. Hasil tersebut dalam bentuk
nilai dengan menggunakan skala 1-5 (nilai 5
merupakan nilai tertinggi). Aspek yang diukur:
Operation Management, Work Planning and Control
(WPC), Supply Chain Management (SCM), Outage
Management, Efficiency Management, dan Reliability
Management. Realisasi Maturity Level Proses Bisnis
tahun 2014 mencapai nilai 4,08 sedangkan target
yang ditetapkan sebesar 4,10, sehingga pencapaian
terhadap target sebesar 99,38%

Business Process Maturity Level


The indicator for Business Process Maturity Level
is used to ensure that the Companys assets are
managed optimally and sustainably to generate
maximum value for the Company. The Business
Process Maturity Level indicator is formulated from
the results of assessment on business processes at
all units. The results are scored using a scale of 1-5
(with 5 as the highest score). Measurement is taken in
aspects of: Operation Management, Work Planning
and Control (WPC), Supply Chain Management (SCM),
Outage Management, Efficiency Management, and
Reliability Management. Realized score for Business
Process Maturity Level in 2014 was 4.08 against the
target set at 4.10, reflecting an achievement rate of
99.38%.

Reverse Engineering dan Produk Dalam Negeri:


Material Cadang/Part
Indikator kinerja pelaksanaan Reverse Engineering
dan Produk Dalam Negeri: Material Cadang/Part
bertujuan untuk mengurangi ketergantungan
terhadap parts Original Equipment Manufacturer
(OEM) yang harganya tinggi dengan cara membuat
duplikasi komponen untuk menghasilkan produk
spare part non-OEM dengan kualitas dan unjuk kerja
yang sama atau lebih baik. Formulasi yang digunakan
untuk mengukur reverse engineering dan produk

Reverse Engineering and Local Content:


Sparepart/Part Material
The performance indicator for implementation of
Reverse Engineering and Local Content: Replacement
Material/Parts is used to reduce dependency on
expensive Original Equipment Manufacturer (OEM)
parts, by manufacturing component duplication
resulting in non-OEM products with equal or
improved quality and performance. The formulation
used in measuring Reverse Engineering and Local
Content: Replacement Material/Parts is costs spent

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

224

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Key Performance Indicator (KPI) dan Tingkat Kesehatan Perusahaan


Key Performance Indicator (KPI) and Level of Companys Soundness

dalam negeri: adalah biaya yang dikeluarkan untuk


pembelian material cadang/part dari hasil reverse
engineering. Realisasi Reverse Engineering dan
Produk dalam negeri: material cadang/part tahun
2014 sebesar Rp142,7 miliar, sedangkan target
yang ditetapkan sebesar Rp100 miliar. Sehingga,
pencapaian terhadap target sebesar 142,70%.
Pencapaian tersebut disebabkan karena langkahlangkah sebagai berikut:
1. Inventarisasi workshop/vendor non-OEM dan
part non-OEM dan mendorong pemanfaatan
produk dalam negeri dan non-OEM dalam proses
pengadaan.
2. Lomba inovasi yang mendorong munculnya
penggunaan material non-OEM.
3. Pengadaan material non-OEM untuk Hot Gas
Part.
4. Pengadaan material Reverse Engineering untuk
PLTU Proyek Percepatan Diversifikasi Energi
(PPDE).

for the purchase of reversed engineered replacement


material/parts. Realized Reverse Engineering and
Local Content: Replacement Material/Parts in 2014
amounted to Rp142.7 billion, which represented an
achievement of 142.70% against the target set at
Rp100 billion. This achievement was attributable to
the following measures:

Sinergi dengan Anak Perusahaan (AP) lain:


Sinergi dengan AP lain merupakan bentuk sinergi
dengan AP PLN yang ditunjuk dengan tujuan untuk
memperoleh harga batu bara dan biaya angkut yang
optimum. Indikator yang diukur berupa (i) Pembelian
batu bara dari PT PLN Batu Bara dan (ii) Penggunaan
transportasi PT BAg. Formulasi yang digunakan untuk
mengukur (i) Pembelian batu bara dari PT PLN Batu
Bara dan (ii) Penggunaan transportasi PT BAg adalah
jumlah prosentase (%) kebutuhan Perusahaan yang
dipenuhi oleh AP PLN.

Synergi with Other AP:


Synergy with other APs refers to the synergy with
designated PLN APs with the objective of securing
optimum coal price and coal freight costs. The
indicators for the measurement are (i) Coal purchase
from PT PLN Batu Bara and (ii) Utilization of PT BAg
transportation. The formulation used to measure
the indicators for (i) Coal purchase from PT PLN
Batu Bara and (ii) The transportation utilization of PT
BAg is the percentage (%) of the Companys needs
fulfilled by PLN APs.

Realisasi (i) Pembelian batu bara dari PT PLN Batu Bara


sebesar 8,42% dari target sebesar 8,81% sehingga
pencapaian 95,63% dan (ii) Penggunaan transportasi
PT BAg sebesar 42,40% dari target sebesar 41,31%
sehingga pencapaian 102,64%.

Realization of (i) Coal purchases from PT PLN Batu


Bara was 8.42% from a target of 8.81%, or an
achievement rate of 95.63%, and (ii) Transportation
utilization of PT Bag was 42.40% from a target of
41.31%, or an achievement of 102.64%.

Fokus Tenaga Kerja

Human Resources Focus

Human Capital Readiness (HCR) & Organization


Capital Readiness (OCR)
Indikator HCR & OCR bertujuan untuk memastikan
bahwa kesiapan pegawai dan organisasi sesuai
dengan sasaran strategi Perusahaan. Formulasi yang
digunakan untuk mengukur HCR & OCR adalah hasil
assessment terhadap pengukuran aspek peningkatan
kompetensi, pemenuhan kebutuhan sumber daya
manusia, budaya kerja, kepemimpinan, alignment
dan teamwork di seluruh unit. Hasil tersebut dalam
bentuk nilai dengan menggunakan skala 1-5 (nilai 5
merupakan nilai tertinggi).

Human Capital Readiness (HCR) & Organization


Capital Readiness (OCR)
The HCR & OCR indicator is used to ensure employee
and organizational readiness to achieve the strategic
obejctives of the Company. The formulation for
HCR & OCR measurement is the assessment result
that measure aspects of competence improvement,
manpower need fulfillment, work culture, leadership,
alignment, and teamwork, at all units. The results are
scored using a scale of 1-5 (with 5 as the highest score).

1. Inventory of workshop/vendor non-OEM and


non-OEM parts as well as enforcement of local
content and non-EOM parts in the procurement
process.
2. Innovation competitions to encourage the
utilization of non-OEM materials.
3. Procurement of non-OEM materials for Hot Gas
Parts.
4. Procurement of reverse engineered materials for
PPDE SPP.

225
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Realisasi HCR & OCR tahun 2014 sebesar 3,92


sedangkan target yang ditetapkan sebesar 3,85
sehingga pencapaian terhadap target sebesar 102%.

Realized score for HCR & OCR in 2014 was 3.92 that
represented an achievement rate of 102% against
the target set for 3.85.

Information Capital Readiness (ICR)


ICR bertujuan untuk mengukur peningkatan kualitas
pengelolaan sistem informasi guna meningkatkan
kontinuitas proses bisnis. Pengukuran ICR dilaksanakan
dari hasil asessment terhadap tingkat penerapan tata
kelola Teknologi Informasi (TI) di dalam organisasi/
unit kerja. Hasil tersebut dalam bentuk nilai dengan
menggunakan skala 1-5 (nilai 5 merupakan nilai
tertinggi). Aspek yang diukur terdiri dari:
Pengukuran Maturity Bisnis Proses TI
Pengukuran tingkat kesiapan infrastruktur dan
pemanfaatan aplikasi bisnis.

Information Capital Readiness (ICR)


ICR is used to indicate improvement in the quality of
information system management towards continuity
of business processes. ICR is measured from the
result of assessment on the level of Information
Technology (IT) Governance implementation in the
organization/work unit. The results are scored using
a scale of 1-5 (with 5 as the highest score). Aspects
measured consis of:
Measurement of IT Business Process Maturity
Measurement of infrastructure readiness level
and business application utilization level

Realisasi ICR tahun 2014 sebesar 3,83 sedangkan target


yang ditetapkan sebesar 3,80 sehingga pencapaian
terhadap target sebesar 100,79%. Realisasi ICR
melebihi target yang ditetapkan terutama disebabkan
kesiapan SDM, proses bisnis dan TI (baik di kantor
pusat dan semua unit) telah sesuai dengan kebijakan
dan standar yang ditetapkan.

Realized ICR score in 2014 was 3.83, representing an


achievement of 100.79% against the target of 3.80.
Realized ICR score was above target due mainly to the
readiness of human resources, business processes
and IT (at Head Office and all units) that are in line
with established policies and standards.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

Keuangan dan Pasar

Financial and Market

Realisasi Program Investasi (CAPEX)


Indikator yang diukur adalah: (i) Pelaksanaan Program
Investasi dan (ii) Realisasi Fisik Program Investasi
bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana
investasi yang tersedia. Formulasi yang digunakan
untuk mengukur (i) Pelaksanaan Program Investasi
adalah prosentase program investasi yang sudah
masuk proses bidding dan (ii) Realisasi Fisik Program
Investasi adalah prosentase program investasi yang
sudah selesai dan telah beroperasi.

Realized Investment Program (CAPEX)


The indicators for (i) Implementation of Investment
Program and (ii) Physical Realization of Investment
Program is used to optimize the utilization of available
investment funds. The formulations used in the
measurement of (i) Implementation of Investment
Program is the percentage of investment programs
already in the bidding process, and for (ii) Physical
Realization of Investment Program is the percentage
of investment programs already completed and in
operations.

Disburse investasi sesuai RKAP 2014 adalah sebesar


Rp2.630 miliar sebagian besar diprogramkan untuk
penguatan kinerja core business aset existing dan
pembiayaan program pengembangan usaha yang
merupakan penugasan dari PT PLN (Persero).

Investment disbursement targets in 2014 CWBP


amounted to Rp2,630 billion, mostly used for to
strengthen core business performance of existing
assets and for business development programs
assigned by PT PLN (Persero).

Realisasi (i) Pelaksanaan Program Investasi sebesar


88,55% dari target sebesar 100% sehingga
pencapaian 89% dan (ii) Realisasi Fisik Program
Investasi sebesar 92,55% dari target sebesar 80%
sehingga pencapaian sebesar 116%.

The realization of (i) Implementation of Investment


Program was 88.55% against a target of 100%, or an
achievement of 89%, and of (ii) Physical Realization
of Investment Program was 92.55% against a target
of 80%, or and achievement of 116%.

226

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Key Performance Indicator (KPI) dan Tingkat Kesehatan Perusahaan


Key Performance Indicator (KPI) and Level of Companys Soundness

Biaya OPEX Non Fuel per kW Available


Indikator Biaya Operational Expences (Opex) non fuel
per kW Available digunakan untuk mengendalikan
biaya operasi di luar biaya energi primer yang
meliputi biaya administrasi, biaya pegawai, dan biaya
pemeliharaan per kW. Realisasi biaya Opex non fuel
tahun 2014 sebesar Rp446,00/kWh, sedangkan
target yang ditetapkan sebesar Rp499,91/kWh
dengan pencapaian 110,78%.

Non-Fuel OPEX per kW Available


The indicator for Non-Fuel Operational Expenses
(OPEX) per kW Available is used to control operational
expenses other than the costs for primary energy,
comprising of administrative expenses, personnel
expenses, and maintenance expenses per kW.
Realized Non-Fuel OPEX in 2014 was Rp446.00/kWh,
or an achievement rate of 110.78% from the target
of Rp499.91/kWh.

Inventory Turn Over (ITO)


Indikator (i) ITO BBM dan (ii) ITO Material Umum
digunakan untuk mengendalikan persediaan BBM
dan material umum sebagai upaya pengendalian
biaya operasi dan biaya bahan bakar.

Inventory Turn Over (ITO)


The indicators for (i) ITO Oil Fuel and (ii) ITO General
Materials are used to control inventories of oil
fuel and general materials as an effort to control
operational costs and fuel costs.

Perhitungan ITO BBM dilakukan pada UPJP Bali


berdasarkan Surat PT PLN (Persero) No. 0010/
SKK.00.01/DIR/2015 tertanggal 2 Maret 2015,
sebagai unit pembangkit yang beroperasi secara
continue menggunakan BBM. Untuk perhitungan ITO
BBM pada unit Priok, Grati dan Tambaklorok tidak
dilakukan karena unti tersebut berfungsi sebagai
unit pembangkit emergency sesuai ROT P3BJB 2014
untuk keperluan security system.

Based on Letter of PT PLN (Persero) No. 0010/


SKK.00.01/DIR/2015 dated 2 March 2015, calculation
for ITO Oil Fuel is undertaken at UPJP Bali, as a power
generating unit that operates continuously on oil
fuel. ITO Oil Fuel calculation is not applied at Priok,
Grati and Tambaklorok power generating units as
these units function as emergency generating unit
in line with ROT P3BJB 2014 for purposes of system
security.

Realisasi (i) ITO BBM dan (ii) ITO Material Umum


tahun 2014 sebesar (i) 13,36 Hari dan (ii) 4,78 Kali
sedangkan target yang ditetapkan sebesar (i) 18
Hari dan (ii) 4,87 Kali, sehingga pencapaian terhadap
target sebesar (i) 125,80% dan (ii) 98,23%.

The realization for (i) ITO Oil Fuel and (ii) ITO General
Materials in 2014 were (i) 13.36 Days and (ii) 4.78
Times, compared to targets of (i) 18 Days and (ii) 4.87
Times, thus representing achievement rates of (i)
125.80% and (ii) 98.23%.

Kepemimpinan, Tata Kelola dan


Tanggung Jawab Kemasyarakatan

Leadership, Governance and


Community Stewardship

Aspek ini dilihat dari skor Malcom Baldrige, penerapan


GCG, penerapan Enterprise Risk Management (ERM)
dan PLN Bersih.

The Leadership aspect is measured from the Malcolm


Baldrige score, GCG implementation, Enterprise Risk
Management (ERM) implementation, and PLN Bersih.

Skor Malcom Baldrige


Indikator skor Malcolm Baldrige bertujuan untuk
memperbaiki dan menyempurnakan pengelolaan
Perusahaan melalui evaluasi kerangka kerja sistem
manajemen mutu terintegrasi yang mencakup semua
faktor yang mendefinisikan organisasi, proses-proses
organisasi dan hasil-hasil kinerja terukur, terfokus
pada pemenuhan persyaratan pencapaian kinerja
serta untuk membangun kinerja excellent dan daya
saing global.

Malcolm Baldrige score


The Malcolm Baldrige score indicator is used to
improve and to enhance the management of the
Company by evaluating the framework for an
integrated quality management system involving all
factors that define the organization, organizational
processes and measurable performance results,
focused on the fulfilment of requirements for
performance achievement and the development of
excellent performance and global competitiveness.

227
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Pengukuran Malcolm Baldrige dilakukan oleh asesor


independen dari Indonesia Quality Award Foundation
(IQAF). Assessment yang dilakukan berbasiskan 7
(tujuh) kategori dengan menggunakan kriteria 20132014. Assessment dilakukan pada tanggal 20-24
Oktober 2014.

The Malcolm Baldrige score is measured using the


assessment from an independent assessor, Indonesia
Quality Award Foundation (IQAF). The assessment is
done on 7 (seven) categories using the 2013-2014
criteria. The assessment was conducted from 20-24
October 2014.

Realisasi hasil assessment Malcolm Baldrige tahun


2014 sebesar 583 poin dari target yang ditetapkan
sebesar 576 poin, sehingga pencapaian terhadap
target sebesar 101,22% dan Perusahaan termasuk
dalam kategori Emerging Industry Leader.

Realized score from IQAF assessment in 2014 was


583 points, representing an achievement of 101.22%
against the target of 576 points, which placed the
Company in the category of Emerging Industry
Leader.

Penerapan Good Corporate Governance (GCG)


Indikator penerapan GCG bertujuan untuk memastikan
tata kelola Perusahaan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku. Pengukuran penerapan GCG tahun
2014 dilakukan dengan metode assessment oleh
BPKP berdasarkan parameter penilaian GCG atas SK
Sekretaris Menteri BUMN Nomor 16/S.MBU/2012.

Good Corporate Governance (GCG) Implementation


The GCG implementation indicator aims to ensure the
compliance of governance processes at the Company
with applicable provisions. GCG implementation in 2014
was measured using the assessment method by BPKP
based on GCG assessment parameters as stipulated in
Decision of SOE Minister Secretary No. 16/S.MBU/2012.

Realisasi hasil assessment GCG oleh BPKP tahun 2014


sebesar 90,06 dari target 80 sehingga pencapaian
terhadap target sebesar 104,72%.

Realized score in the GCG assessment by BPKP in


2014 was 90.06, representing an achievement of
104.72% of the target.

Penerapan Enterprise Risk Management (ERM)


Indikator Penerapan ERM bertujuan untuk mengukur
tingkat implementasi manajemen risiko di lingkungan
Perusahaan dengan tujuan untuk memastikan
bahwa pencapaian sasaran Perusahaan telah
melalui tahapan kajian risiko menyeluruh termasuk
identifikasi terhadap peluang dan ancaman.

Enterprise Risk Management (ERM) Implementation


The indicator for ERM Implementation is used to
measure the risk management implementation
level within the Company in order to ensure that the
pursuance of Companys objectives has taken into
consideration a comprehensive risk review that also
includes the identification of opportunities and threats.

Pengukuran Penerapan ERM dilakukan dengan


asessment implementasi manajemen risiko. Hasil
tersebut dalam bentuk nilai dengan menggunakan
skala 1-5 (nilai 5 merupakan nilai tertinggi). Aspek
yang diukur terdiri dari: Aspek Kepemimpinan,
Strategi dan Kebijakan Risiko, Sumber Daya Manusia,
Mitra Kerja, Proses Bisnis, Penanganan Risiko dan
Hasil Implementasi Manajemen Risiko. Realisasi ERM
tahun 2014 sebesar 3,93 dari target yang ditetapkan
sebesar 3,75, sehingga pencapaian terhadap target
sebesar 104,80%.

The measurement of ERM Implementation is carried


out through an assessment of risk management
implementation. The results are scored using a
scale of 1-5 (with 5 as the highest score). Aspects
measured consist of: aspects of Leadership, Risk
Strategy and Policy, Human Resources, Business
Partners, Business Process, Risk Handling, and Risk
Management Implementation Result. Realized ERM
Implementation score in 2014 was 3.93, reflecting an
achievement of 104.80% against the target of 3.75.

Hasil assessment Maturity Level Manajemen Risiko


Semester 1 dan 2 tahun 2014 masing-masing
mencapai nilai sebesar 3,78 dan 3,93.

The results of the assessment for Risk Management


Maturity Level for Semester 1 and 2 in 2014 were
3.78 and 3.93, respectively.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

228

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Key Performance Indicator (KPI) dan Tingkat Kesehatan Perusahaan


Key Performance Indicator (KPI) and Level of Companys Soundness

PLN Bersih
Indikator
PLN
Bersih
bertujuan
untuk
mengimplementasikan PLN Bersih di lingkungan
Perusahaan. PLN Bersih adalah merupakan program
dari PT PLN (Persero) dalam rangka mencegah
terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme agar
meningkatkan budaya perusahaan (corporate
culture) yang sehat dilingkungan PLN dan Anak
Perusahaan.

PLN Bersih
The PLN Bersih indicator is used to measure the
implementation of PLN Bersih criteria within
Perusahaan. PLN Bersih is a program by PT PLN
(Persero) in the prevention of corruption, collusion
and nepotism practices in order to create a healthy
corporate culture within PT PLN (Persero) and its
subsidiaries.

Metode pengukurannya dengan survei untuk


menentukan posisi Indeks Skor PLN Bersih. Realisasi
PLN Bersih tahun 2014 sebesar 3,57 dari target
yang ditetapkan sebesar 3,75 sehingga pencapaian
terhadap target sebesar 95,20%.

The measurement uses a survey to determine the


PLN Bersih Score Index. Realized PLN Bersih Score
Index in 2014 was 3.57, representing an achievement
of 95.20% against the target of 3.75.

KPI pada tahun 2014


dibandingkan tahun 2013

There were changes in the KPIs in 2014 compared to


2013.

mengalami

perubahan

Following are the KPI in 2013

Berikut ini KPI 2013


Perspektif
Perspective

No

2013
Bobot
Weight

Nilai
Value

Pelanggan | Customer
- Kepuasan Pelanggan | Customer satisfaction
Produk dan Layanan | Product and Services
- Equivalent Availability Factor (EAF) Korporat | Corporate Equivalent Availability Factor (EAF)

4.0

4.0

6.0

6.0

- Equivalent Availability Factor (EAF) PLTU Batu Bara | Coal SPP Equivalent Availability Factor (EAF)
- Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) Korporat | Corporate Equivalent Forced Outage Rate (EFOR)
- Sudden Outage Factor (SdOF) Korporat | Corporate Sudden Outage Factor (SdOF)
- Efisiensi Termal Neto PLTU Batu Bara | Net Thermal Efficiency Coal SPP
- Efisiensi Termal Neto PLTGU Gas | Net Thermal Efficiency Gas CPP
- Scheduled Outage Factor (SOF) Korporat | Corporate Scheduled Outage Factor (SOF)
Proses Bisnis Internal | Internal Business Process
- Energi Primer | Primary Energy
Pengamanan Pasokan dan Kualitas Batu Bara | Security of Coal Supply and Quality
Program CNG Unit | Program CNG Unit:
CNG Grati
CNG Tambak Lorok
- Pembangkitan | Power Generating
Maturity Level Proses Bisnis | Business Process Maturity Level
- Sistem Pendukung | Support System
Reverse Enjinering dan Produk dalam negeri: material cadang/part
Reverse Engineering and Local Content: spare material/part
Sumber Daya Manusia | Human Resources
- Human Capital Readiness (HCR)
- Organization Capital Readiness (OCR)
- Information Capital Readiness (ICR)
Keuangan dan Pasar | Financial and Market
- Realisasi Program Investasi (CAPEX) | Realized Investment Program (CAPEX)
- Biaya OPEX, non Fuel per kW available | OPEX non Fuel per kW available
Kepemimpinan | Leadership
- Skor Malcom Baldrige | Malcom Baldrige Score
- Penerapan Good Corporate Governance (GCG) | Good Corporate Governance (GCG) Implementation
- Penerapan Enterprise Risk Management (ERM) | Enterprise Risk Management (ERM) Implementation
Jumlah | Total

6.0
8.0
4.0
8.0
4.0
4.0

6.0
8.0
4.0
8.0
4.0
4.0

4.0

4.0

3.0
3.0

3.0
3.0

10.0

10.0

2.0

2.0

4.0
4.0
4.0

4.0
4.0
4.0

6.0
4.0

6.0
4.0

4.0
4.0
4.0

3.6
4.0
4.0

100.0

99.6

229
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

230

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

231
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Business Support

Tinjauan
Pendukung Bisnis

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile

Sepanjang tahun 2014, Indonesia Power


memasok energi listrik sebesar 23,10%
atau setara dengan 37.928 GWh dari total
pasokan energi listrik untuk Jawa-Bali.
During 2014, Indonesia Power supplied 37,928 GWh of electricity, or
equivalent to 23.10% of the total electricity supply to Java-Bali.

4.97%

Realisasi pasokan energi listrik di JawaBali tahun 2014 adalah sebesar 164.167
GWh, meningkat 4,97% dibanding periode
sebelumnya sebesar 156.398 GWh.
Realized electricity supply in Java-Bali
in 2014 amounted to 164,167 GWh,
an increase of 4.97% compared to the
previous period of 156,398 GWh.

Analisa dan Pembahasan


Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

232

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Pemasaran
Marketing

Ditunjang sumber daya manusia yang


berpengalaman, maka salah satu
strategi Pemasaran Perusahaan dengan
pengembangan pembangkit non-bbm,
termasuk renewable energy.
Supported by experienced human resources, the Company pursued
a marketing strategy that also involves the development of non-oil
fuel, including renewable energy, power plants.

Pangsa Pasar

Market Share

Pangsa pasar merupakan penjualan perusahaan


dibandingkan dengan keseluruhan penjualan
industri, dalam hal ini pasar energi listrik di sistem
Jawa-Bali. Realisasi pasokan (supply) energi listrik
di Jawa-Bali Tahun 2014 menurut data operasional
Jawa - Bali adalah sebesar 164.167 GWh, meningkat
4,97% dibanding realisasi pada tahun lalu sebesar
156.398 GWh.

Market share is the Companys electricity sales


compared to the overall industry sales, in this case
the market for electricity in the Java-Bali system.
Realization of electricity supply in Java-Bali in 2014
according to Java-Bali operational data amounted
to 164,167 GWh, increasing by 4.97% compared to
156,398 GWh in the same corresponding period the
year before.

Kebutuhan energi listrik tersebut dipasok oleh


Indonesia Power (IP), PT Pembangkitan Jawa Bali
(PJB), Unit Pembangkitan Tanjung Jati B (Tanjung
Jati B), Unit Pembangkitan Jawa Bali (UPJB), dan
pembangkit listrik swasta (Independent Power
Producer/IPP). Berikut ini komposisi pasokan energi
listrik di Jawa-Bali.

The demand of electricity was supplied by Indonesia


Power (IP), PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), Tanjung
Jati B Generating Unit (Tanjung Jati B), Jawa Bali
Generating Unit (UPJB) and a number of Independent
Power Producer (IPP). Following is the composition
of electricity supply in Java-Bali.

Pangsa Pasar Energi Listrik Jawa Bali (dalam GWh)


Java-Bali Electricity Energy Market Share (in GWh)
11.04%

18.12%

17.61%

2014
23.10%
23.64%

1.89%

11.86%

24.10%

n IPP
n Indonesia Power
n UPJB
n PJB
n Tanjung Jati B

24.59%

2013
25.96%

18.08%

Keterangan | Description:
Pada tahun 2013 Lontar masuk ke dalam UPJP di tahun 2014 | In 2013 Lontar enter into GGSU in 2014

n IPP
n Indonesia Power
n UPJB
n PJB
n Tanjung Jati B
n Lontar

233
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Hasil produksi Indonesia Power di atas merupakan


hasil produksi Jawa-Bali Grid ditambah dengan
produksi dari pembelian tenaga listrik di Bali.
Sepanjang tahun 2014, Indonesia Power memasok
energi listrik sebesar 23,10% atau setara dengan
37.928 GWh dari total pasokan energi listrik untuk
Jawa-Bali. Sisanya dipasok oleh produsen listrik lain,
yaitu: PT PJB sebesar 18,12% (29.742 GWh), Tanjung
Jati B sebesar 11,04% (18.132 GWh), UPJB sebesar
23,63% (38.799 GWh), dan Independent Power
Producer (IPP) sebesar 24,10% (39.563 GWh).

Electricity production of Indonesia Power referred


to above comprises of production from the JavaBali Grid plus production from electricity purchases
in Bali. In 2014, Indonesia Power supplied 23.10%
of electricity, or equivalent to 37,928 GWh from the
total supply for Java-Bali. The remaining amount
is supplied by the other power producers, namely
PT PJB with 18.12% (29,742 GWh), Tanjung Jati
B with 11.04% (18,132 GWh), UPJB with 23.63%
(38,799 GWh), and Independent Power Producer
(IPP) with 24.10% (39,563 GWh).

Pada tahun 2013, Indonesia Power telah memasok


sebanyak 25,96% atau 40.608 GWh dari total
kebutuhan listrik Jawa Bali yang sebesar 156.398
GWh. Dengan begitu, pasokan energi listrik dari
Perusahaan pada tahun 2014 sedikit mengalami
penurunan dibanding tahun 2013 sebesar 2,98%.

In 2013, Indonesia Power supplied a total of 40,608


GWh, or 25.96% of the total demand of electricity
in Java-Bali of 156,398 GWh. Thus, the Companys
electricity supply in 2014 represented a slight decline
of 2.98% compared to the supply in 2013.

Penurunan pasokan energi Indonesia Power


dipengaruhi oleh dampak dari pola operasi
pembangkit Indonesia Power sebagai peaker dan
untuk base load ditopang oleh masuknya pembangkit
batu bara FTP 1.

The decline in electricity supply by Indonesia


Power was influenced by the operational pattern
of Indonesia Power as peaker, supported by the
operation of coal SPP FTP 1 for base load capacity.

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

234

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Pemasaran
Marketing

Strategi Pemasaran

Marketing Strategy

Strategi pemasaran yang dilaksanakan oleh


Perusahaan mengacu pada Rencana Jangka Panjang
Perusahaan (RJPP) 2014-2018. Untuk tahun
2014, strategi dan program yang telah dan akan
dilaksanakan, di antaranya adalah:

The Companys marketing strategy refers to the


Corporate Long Term Strategic Plan (RJPP) 20142018. In 2014, marketing strategies and programs
conducted include, among others:

1. Meningkatkan ketersediaan, keandalan, dan


efisiensi thermal pembangkit, serta ramah
lingkungan.
Untuk mendukung peningkatan produksi energi
listrik dan memenuhi kepuasan pelanggan, maka
Perusahaan perlu meningkatkan ketersediaan,
keandalan, dan efisiensi pembangkit, baik
Unit Pembangkit (UP), Unit Pembangkitan dan
Jasa Pembangkitan (UPJP), maupun Unit Jasa
Pembangkit (UJP). Hal ini ditempuh melalui
implementasi tata kelola pembangkit sesuai best
practice. Selain itu, Perusahaan juga akan fokus
pada peningkatan kinerja operasi dari pembangkit
yang dikelola melalui UP, UPJP, dan UJP.

1. Improving availability, reliability and


thermal efficiency of power plant, as well as
environment friendliness.
In support of increased electricity production
and customer satisfaction, the Company strives
to improve availability,reliability and thermal
efficency of power plant, from its Generating
Unit (GU), Generating and Generating Service Unit
(GGSU) as well as Generating Services Unit (GSU).
This is achieved through the implementation
of best practice power plant governance. In
addition, the Company also focuses on improving
the operational performance of power plants
managed through GU, GGSU, GSU.

2. Melakukan pengembangan pembangkit


non-bbm termasuk energi terbarukan dan
kepemilikan tambang batu bara.
Saat ini tingkat permintaan tenaga listrik
nasional masih sangat tinggi dan potensi energi
terbarukan (renewable energy) masih berlimpah.
Ditunjang dengan sumber daya manusia yang
berpengalaman, maka salah satu strategi Perusahaan
untuk pertumbuhan dan sekaligus mengurangi
penggunaan bahan bakar minyak (BBM) adalah
dengan mengembangkan pembangkit non-bbm,
termasuk renewable energy. Adapun pengembangan
pembangkit yang dilaksanakan Perusahaan adalah
PLTP, PLTG, dan PLTMH, sedangkan penambahan
kapasitas pembangkit PLTU batu bara dilakukan
melalui skenario transfer aset dari PT PLN (Persero).

2. Development of non-oil fuel power plant


including renewable energy and acquisition
of coal mines.
At present, the national demand for electricity is
very high, as is the potential of renewable energy.
With the support of experienced human resources,
one of the Companys growth strategies, and also
reducing the consumption of oil fuel, is to develop
non-oil fuel power plants, including those powered
by renewable energy. The Company therefore
engaged in the development of GPP, GTPP, MHPP,
while additional capacity in is secured through asset
transfer from PT PLN (Persero).

Selain untuk meningkatkan keamanan pasokan


energi primer, strategi kepemilikan tambang
batu bara dilakukan sebagai pengembangan
bisnis anak perusahaan.

3. Mengembangkan Jasa O&M berbagai jenis


pembangkit
Perusahaan juga akan terus mengembangkan
bisnis jasa Operation & Management (O&M) dalam
rangka meningkatkan penetrasi Perusahaan di
industri energi listrik. Implementasi strategi ini
ditempuh melalui dua cara:
a. Pengembangan jasa O&M dalam negeri
b. Pengembangan jasa O&M luar negeri

In addition to securing supplies of primary energy,


the strategy for the acquisition of coal mines is
undertaken as a means for business development
subsidiaries.

3. Development of O&M services for different


types of power plant
The Company also continues to develop the
Operation & Maintenance (O&M) services
business in order to increase its depth of
penetration in the electricity sector. This strategy
is implemented through two initiatives:
a. Development of domestic O&M services
b. Development of overseas O&M services

235
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

4. Meningkatkan keamanan dan jumlah pasokan


energi primer non-bbm
Strategi untuk mendukung ketersediaan dan
efisiensi thermal pembangkit serta mendukung
pengembangan pembangkit non-bbm dengan
meningkatkan keamanan dan jumlah pasokan
energi primer. Strategi ini ditempuh dengan
menambah jumlah pasokan gas dan memiliki
tambang batu bara melalui anak perusahaan.

4. Improving the security and amount of supply


of non-oil fuel primary energy
The strategy to improve the availability and
thermal efficiency of power plants as well as to
support the development of non-oil fuel power
plants is by improving the security and amount
of supply of primary energy. This is achieved by
increasing the supply of gas and the acquisition
of coal mines through subsidiaries.

5. Melakukan engagement dengan pelanggan


Menjalin relasi dan komunikasi dengan pelanggan
yang dilakukan, baik secara formal maupun
informal. Hal ini dilakukan, misalnya dalam
bentuk rapat, working group discussion, maupun
program mendengarkan suara pelanggan agar
Indonesia Power dapat terus meningkatkan
layanannya kepada pelanggan.

5. Improving customer engagement


Making formal and informal relations and
communications with customers. This is
undertaken through various means, such as
formal meetings, working group discussions, or
through the customer voice program, enabling
Indonesia Power to continuously improve the
level of services to customers.

6. Survei Pelanggan

Sebagai salah satu upaya dalam mempertahankan
dan meningkatkan pangsa pasar, Perusahaan
melakukan Survei Pelanggan yaitu Survei
Kepuasan Pelanggan, Survei Ketidakpuasan
Pelanggan, dan Survei Keterikatan Pelanggan.
Survei tersebut dilakukan untuk mengukur
tingkat kepuasan pelanggan dan menilai persepsi
pelanggan secara objektif terhadap kinerja
produk dan jasa yang dihasilkan.

6. Customer Survey
In the efforts to maintain and increase its market
share, the Company engaged in Customer Survey
initiatives, consist of the Customer Satisfaction
Survey, Customer Dissatisfaction Survey, and the
Customer Engagement Survey. These surveys
are undertaken in order to measure the level of
customer satisfaction and to objectively assess
the customer perception of the performance of
the Companys products and services.

7. Call Back Center


Perusahaan telah mengembangkan salah satu
media komunikasi dalam penyelesaian komplain
pelanggan melalui call back center, yaitu aplikasi
yang berfungsi memberikan informasi kembali
sebagai jawaban atas keluhan yang disampaikan
oleh pelanggan secara tuntas.

7. Call Back Center


The Company has established a communication
tool for the resolution of customer complaints
through the Call Back centre is an application
that function to provide information as a
comprehensive
response
to
complaints
submitted by customers.

Biaya Pemasaran

Marketing Expenses

Sepanjang tahun 2014, jasa surveyor independen


untuk survei kepuasan, ketidakpuasan, dan
keterikatan pelanggan yang dikeluarkan oleh
Perusahaan sebesar Rp465.630.000. Sedangkan
biaya lain yang dikeluarkan untuk mempererat relasi
dengan pelanggan sekitar Rp52.730.000.

In 2014, the Companys expenses for independent


surveyor services for surveys of customer satisfaction,
dissatisfaction, and engagement, amounted to
Rp465,630,000. Other expenses related to customer
relations meanwhile amounted to approximately
Rp52,730,000.

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

236

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Teknologi Pembangkitan
Generating Technology

Indonesia Power selalu melakukan


pemutakhiran teknologi pembangkitan untuk
mendukung kegiatan operasional Perusahaan.
Karena itu, Perusahaan memberikan perhatian
besar pada teknologi yang tepat sasaran dan
ramah lingkungan.
Indonesia Power consistently upgraded its generating technology in support of the
Companys operational activities. Therefore, the Company emphasizes the acquisition of
appropriate and environment-friendly power generating technologies.

Bagi Indonesia Power, pemanfaatan teknologi


pembangkitan yang mutakhir dan tepat guna
sangat vital, mengingat bidang usaha yang
dijalankan Perusahaan terutama memproduksi
energi listrik. Bahkan di bidang jasa, Perusahaan
juga mengoperasikan dan melakukan perawatan
pembangkit.

For Indonesia Power, it is vitally important to the


latest and most appropriate generating technology,
as it is mainly engaged in the power generating
business. Even in the services business, the Company
is engaged in the operation and maintenance of
power generating plants.

Teknologi
pembangkitan
memiliki
manfaat,
mendukung efisiensi produksi energi listrik melalui
efisiensi penggunaan bahan bakar.

Generating technology has the benefit of supporting


efficient electricity production through fuel
consumption efficiency.

Karena itulah, Indonesia Power selalu melakukan


pemutakhiran teknologi pembangkitan untuk
mendukung kegiatan operasional Perusahaan.
Dalam mendukung tata kelola pembangkit yang
berkelanjutan, Perusahaan memberikan perhatian
besar pada teknologi yang tepat sasaran dan
ramah lingkungan. Sejalan dengan itu, investasi
untuk meningkatkan kapabilitas pegawai di bidang
pembangkitan juga terus dilakukan.

Accordingly, Indonesia Power strives at all times


to update its generating technology in support of
the Companys operational activities. In support of
sustainable power plant governance, the Company
pays a close attention of the use of appropriate and
environment-friendly technologies. At the same
time, the Company continues to invest in improving
the capability of personnel in the field of power
generation.

237
PT Indonesia Power
Laporan Tahunan
2014
Annual Report

Ikhtisar Utama
Main Highlights
Laporan kepada
Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Reports to Shareholders
and Stakeholders
Profil Perusahaan
Company Profile
Analisa dan Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
Tinjauan Unit Pendukung
Functional Unit Review

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Pengembangan teknologi pembangkitan bagi


Indonesia Power juga menjadi sangat penting,
mengingat pembangkit yang dikelola Perusahaan
sudah berusia puluhan tahun. Untuk itu, Perusahaan
senantiasa berupaya mencari terobosan agar dapat
mengembalikan performa (repowering) dan retrofit
pembangkit melalui kerja sama dengan negara lain
yang memiliki akses pendanaan dan teknologi yang
dibutuhkan.

Development of generating technology is also


very important for Indonesia Power in view of the
advanced age of its power plants. Accordingly, the
Company is always on the lookout for breakthrough
initiatives for the repowering and retrofitting of
its power plants, by engaging the cooperation of
overseas parties that have access to the necessary
funding sources and technology.

Untuk tahun 2014, program di bidang teknologi


pembangkitan yang telah dilakukan sebagai upaya
peningkatan keandalan pembangkit, peningkatan
efisiensi
pembangkit,
penambahan
kapasitas,
pelestarian lingkungan dan fasilitas/sarana, antara lain:

In 2014, a variety of programs related to generating


technology were undertaken in the effort to improve
the reliability and efficiency of power plants, to
secure additional generating capacity, and the
preservation of environment and facilities, including:

Tabel Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Tahun 2014


Table of Research and Development Activity in 2014
Program/Kegiatan
Programs/Activities

Deskripsi Kegiatan
Description of Activities

1. Rehabilitasi PLTU Unit Suralaya 3-4


Program Rehabilitasi PLTU Suralaya

Rehabilitation of Coal SPP Suralaya 3-4 merupakan salah satu upaya untuk
melakukan life extention, modernisasi
dan reliability improvement. Tujuan dari
proyek ini adalah untuk memperpanjang
umur unit 3 & 4, meningkatkan efisiensi
unit secara signifikan, dan mengurangi
dampak lingkungan secara keseluruhan
dari Pembangkit listrik.

The rehabilitation of Coal SPP Suralaya


represents efforts in power plant life
extension, modernization and reliability
improvement. The project aims to
extend the useful life of Unit 3 & 4, to
significantly improve its effciency, and to
reduce the overall environmental impact
of the power plant.

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social
Responsibility
Laporan Keuangan
Financial Report

238

PT Indonesia Power
Laporan Tahunan 2014 Annual Report

Teknologi Pembangkitan
Generating Technology

Program/Kegiatan
Programs/Activities

Deskripsi Kegiatan
Description of Activities

2. Rehabilitasi PLTP Kamojang 1, 2 & 3



Rehabilitation of Kamojang 1,2&3 GPP

PLTP Kamojang sebagai salah satu


pemasok daya di Jawa Barat bagian
selatan yang masih mempunyai
Availability yang tinggi, dan masih
diperlukan oleh sistem agar mampu
berproduksi 25 tahun lagi, karenanya
perlu dilakukan rehabilitasi untuk life
extension 25 tahun ke depan. Program
Rehabilitasi PLTP Kamojang merupakan
salah satu upaya untuk melakukan life
extension, modernisasi dan reliability
improvement. Untuk Pendanaan akan
diberikan oleh KFW.

The Kamojang GPP is one of the power


suppliers to the southern part of West
Java with a high availability factor, and
is still needed by the system to operate
and produce for another 25 years. This
requires a life extension program for 25
years ahead. The rehabilitation program
of Kamojang GPP represents efforts in
power plant life extension, modernization
and reliability improvement. Funding for
the program will be provided by KFW.

3. Jasa studi Manajemen Sedimentasi


Waduk PB Soedirman UP Mrica

Study in Sediment Management at
PB Soedirman Mrica GU Reservoir

Studi Manajemen Sedimentasi Waduk


PLTA PB Soedirman dilakukan sebagai
penanggulangan laju sedimentasi Waduk
PB Soedirman yang menyebabkan
penurunan kapasitas active storage
Waduk PLTA PB Soedirman. Hal tersebut
dilakukan untuk meningkatkan life time
waduk dan pembangkit.

The study in Sedimant Management at


the reservoir of PB Soedirman HPP is
undertaken as an effort to reduce the
sedimentation rate at PB Soedirman
Reservoir that can result in capacity
reduction of the active storage of PB
Soedirman HPP Reservoir. The program
is expected to improve the life time of
reservoir and power plant.

4.

Sehubungan dengan terus meningkatnya


harga BBM, maka pemakaian gas untuk
bahan bakar Pembangkit Listrik menjadi
alternatif yang murah dibandingkan
dengan memakai BBM. Untuk itu
Program Rehabilitasi dan Gasifikasi
untuk PLTU Tambak Lorok Unit 3 akan
dilaksanakan oleh Indonesia Power
demi menjaga kelangsungan hidup
Pembangkit Listrik PLTU Tambak Lorok
Semarang Jawa Tengah.

As a result of the continuing increase


in proces of oil fuel, the use of gas as
primary fuel of power plant became a
lower cost alternative compared with
the use of oil fuel. Accordingly, Indonesia
Power will engage in the rehabilitation
and regasification of Tambak Lorok
unit 3 SPP as a means to ensure the
sustainability of operations of Tambak
Lorok SPP, Semarang, Central Java.

5. Program Life Cycle Management


(LCM) Generator PLTU Suralaya 1-4

Life Cycle Management (LCM)
Program at Suralaya 1-4 SPP
Generator

Sebagai bagian dari program LCM pada


generator pembangkit yang sudah
berusia lebih dari 25 tahun dengan
merencanakan Roll in Roll Out Generator
atau perencanaan rewinding generator
untuk memperpanjang umur operasinya
(life extention).

This is part of the LCM program for


generator units older than 25 years, by
planning a Generator Roll-in Roll-out or
the rewinding of generators in order
to extend its operating life time (life
extension).

6. Program LCM Main Transformer



Main Transformer LCM Program

Sebagai bagian dari program LCM pada


Main Transformer yang sudah berusia
lebih dari 25 tahun perlu dilakukan
penggantian dengan yang baru untuk
memperpanjang umur operasinya (life
extention) dan reliability.

As part of the LCM program for main


transformers older than 25 years,
necessitating the repalcement with new
ones to extend its operating life (life
extension) and reliability.