Anda di halaman 1dari 3

REFLEKSI KASUS ILMU KEDOKTERAN JIWA

Nana Sulisitani
2010031006
1. RANGKUMAN KASUS
Pasien datang dengan keluhan nyeri ulu hati sejak 3 minggu yang lalu, nyeri
ulu hati tak kunjung sembuh meski sudah minum obat padahal biasanya ketika
maag kambuh pasien minum ranitidine dan membaik tetapi selama 3 minggu
ini tidak ada perbaikan, ditambah dada pasien terasa panas sudah 1 minggu ini,
mual-mual yang tak ada hentinya dan muntah sudah 3x selama 2 hari terakhir.
Selain itu pasien juga mengeluh sulit memulai tidur sudah 1 bulan, ketika
mampu tertidur pasien terbangun di tengah malam dan tidak bisa tidur
lagi,pasien tidak bermimpi buruk, pasien juga mengaku selama 1 bulan ini
sudah tidak bekerja lagi karena mudah lelah dan malas mengerjakan pekerjaan
rumah karena tidak bisa focus dan pasien merasa tidak mampu lagi
menyelesaikan pekerjaan nya seperti sebelumnya, pasien juga tidak nafsu
makan. Pasien merasa bersalah atas kematian anaknya 1 bulan yang lalu,
pasien merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anaknya. Pasien belum
pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya, pasien tidak mengkonsumsi
obat-obatan dalam jangka waktu lama, pasien tidak merokok, tidak minum
alcohol. Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan serupa.
Pemeriksaan status internus dan neurologis dalam batas normal. Pada
pemeriksaan status psikiatri didapatkan seorang perempuan sesuai umur rawat
diri baik, kooperatif perhatian mudah ditarik mudah dicantum, afek
appropriate, stabil, mood depresi, realistik bersalah, relevan, koheren,
halusinasi (-), ilusi (-), orientasi w/t/o/s baik, insight baik.
Pasien didiagnosis depresi berat dan diberikan amitriptilin 25mg 1x sehari,
ranitidine 2x sehari dan antasida 3 x sehari.
2. MASALAH YANG DI KAJI
Apakah pemberian amitriptilin dalam kasus sudah benar? Apakah ada
farmakoterapi yang lain selain amitriptilin?
3. ANALISA KRITIS
Pilihan farmakoterapi pada kasus depresi adalah golongan

heterocyclic antidepressants (tricyclic& tetracyclic)


selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs)
monoamine oxidase inhibitors (MAOIs)
atypical antidepressants
serotonin norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs)
Amitriptilin merupakan golongan tricyclic antidepressants

yang

merupakan salah satu obat pilihan untuk kasus depresi yang cara kerja nya
mem blok reuptake norepineprin dan serotonin juga meningkatkan
neurotransmitter di sinaps dan meningkatkan mood sehingga bisa perlahan
memperbaiki mood depresi pasien. Tetapi efek samping amitriptilin cukup
berbahaya yaitu hipotensi ortostatic sehingga pemberian amitriptilin
dipertimbangkan dari penyekit jantung dan usia pasien, menimbulkan
kejang, tremor, dll. Pemberian amitriptilin juga beresiko menimbulkan
efek toksis pada pemberian 3 kali dosis maksimal yaitu >300mg.
Selain golongan tricyclic bisa juga diberikan golongan SSRIs yang relative
memiliki efek samping yang lebih sedikit dan efek toksik yang minimal
yaitu contoh nya fluoxetine, namun salah satu efek samping nya
menimbulakan peningkatan asam lambung dan iritasi lambung jadi harus
hati-hati untuk memberikan fluoxetine. Di beberapa rumah sakit besar
penggunaan antidepresan yang menjadi pilihan utama adalah golongan
SSRIs karena efek samping dan efek toksisk yang minimal. Namun di
puskesmas masih menggunakan golongan tricyclic karena hanya itu obat
yang tersedia sebagai antidepresan.
4. KESIMPULAN
Pemberian amitriptilin sudah tepat pada pasien, selain amitrptilin bisa juga
diberikan antidepresan golongan lain yang memiliki efek samping yang
minimal yaitu golongan SSRIs. Selain farmakoterapi tentunya bisa
ditambahkan dari psikoterapi.

5. DAFTAR PUSTAKA
- Medscape major depressive disorder treathman
- Slide kuliah dr. Sabar Siregar Sp.Kj
- Kaplan Harold, Benjamin J Sadock, Jack A Grebb. Kaplan Sadock
Sinopsis Psikiatri Ilmu pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis, Edisi tujuh.
Binarupa Tangerang 2010.

Rusdi Muslim, Panduan praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropika,


Edisi ketiga. Jakarta 2007.