Anda di halaman 1dari 71

FAKTOR YANG MEMICU

PERKEMBANGAN
KRIMINOLOGI
Kriminologi termasuk mata kuliah / cabang ilmu yang
baru. Berbeda dengan hukum pidana yang muncul
begitu manusia bermasyarakat.
Kriminologi baru berkembang tahun 1850 bersama
Sosiologi Antropologi dan Psikologi, cabang-cabang
ilmu yang mempelajari gejala / tingkah laku manusia
dan masyarakat, karena manusia makhluk yang paling
berkembang di antara makhluk lain.
Berawal dari pemikiran bahwa manusia merupakan
serigala bagi manusia lain (Homo Homini Lupus)
selalu mementingkan diri sendiri dan tidak
mementingkan

keperluan orang lain, maka diperlukan suatu norma yang


mengatur kehidupannya. Jumlah tersebut penting
sehingga manusia tidak selalu saling berkelahi untuk
menjaga berlangsungnya hidup, tidak selalu berjagajaga dari serangan manusia lain.
Tujuan Norma adalah untuk ditaati sehingga diperlukan
sanksi dalam itu dikenal berbagai bentuk norma yang
berlaku dalam masyarakat yaitu : Norma Agama,
Kesusilaan, Adat, Hukum. Diantara norma-norma
tersebut bentuk sanksi yang paling hebat / berat
terdapat dalam hukum pidana yaitu sanksi Berupa derita
atau nestapa yang diberikan secara sadar dan sengaja
pada seseorang yang telah melakukan suatu
pelanggaran hukum. (Diatur dalam PS. 10 KUHP).

Menurut Thomas More mengatakan bahwa sanksi yang


berat bukanlah faktor utama untuk memacu efektifitas
dari Hukum Pidana.
Pada perkembangan, terhadap Hukum Pidana,
Hukum Acara Pidana dan Sistem Penghukuman ada
ketidakpuasan sehingga ada 2 faktor yang memicu
perkembangan kriminologi.
A. Ketidakpuasan Terhadap Hukum Pidana, Hukum
Acara Pidana dan Sistem Penghukuman
Hukum Pidana pada abad ke 16 hingga abad ke 18
semata-mata dijalankan untuk menakut-nakuti dengan
jalan menjatuhkan hukuman yang sangat berat (gantung)
atau dengan cara yang sangat mengerikan.

Dalam Hukum Acara Pidana, hal yang sama terjadi


banyak melukiskan bahwa terdakwa diperlakukan seperti
barang untuk diperiksa untuk mencari pembuktian yang
digantungkan kepada keamanan si pemeriksa (asas
sukijitoir bukan asas Akusatoir).
Dalam kurun waktu selanjutnya gerakan menentang
sistem tersebut :
1.Montesqueu (1689 1755). Dalam buku Esprit
Des Lois menentang tindakan sewenang-wenang,
hukuman yang kejam dan banyaknya hukuman yang
dijatuhkan.
2.Rousseau (1712 1778). Memperdengarkan suara
menentang perlakuan kejam terhadap para pejabat.
3.Voltaire (1649 1778). Pada tahun 1672 tampil ke
muka dengan pembelaannya untuk Jean Calas yang tidak
berdosa, yang telah dijatuhi hukuman mati dan menjadi
penentang yang paling keras terhadap peradilan pidana

4.Cesare Beccaria (1738 1794). Dalam buku Dei Delitti E


Clelle Pene, seorang bangsawan Itali yang lahir pada 15
Maret 1738 dia bukan ahli Hukum tetapi ahli Matematik
dan Ekonomi. Dia menguraikan keberadaankeberadaannya terhadap Hukum Pidana, Hukum Acara
Pidana dan Sistem Penghukuman yang ada pada masa
itu. Didalam tulisannya tergambar delapan prinsip yang
menjadi landasan bagaimana Hukum Pidana, Hukum
Acara Pidana dan Sistem Penghukuman dijalankan.

Ke delapan prinsip tersebut adalah :


1.Perlunya dibentuk suatu masyarakat
berdasarkan prinsip social contract.
2.Sumber Hukum adalah undang-undang
dan bukan hukum penyatuan hukuman oleh hakim kasus
didasarkan semata-mata karena undang-undang.

3.Tugas hukum hanyalah menentukan


kesalahan seseorang.
4.Menghukum adalah merupakan hak
negara dan hak itu diperlukan untuk melindungi
masyarakat dan keserakahan individu.
5.Kasus dibuat suatu skala perbandingan
antara kejahatan dan penghukuman.
6.Motif manusia pada dasarnya didasarkan
pada keuntungan dan kerugian, artinya manusia dalam
melakukan perbuatan akan selalu menimbang
kesenangan yang akan didapatnya.
7.Dalam menentukan besarnya kerugian
yang ditimbulkan oleh suatu kejahatan maka yang
menjadi dasar penentuan hukuman adalah perbuatan
dan bukan niatnya.
8.Prinsip dari Hukum Pidana adalah ada
pada sanksinya yang positif

Prinsip-prinsip ini kemudian diterapkan oleh


NAPOLEON dalam undang-undangnya yang dikenal
sebagai Code Civil Napoleon (1791).
Ada 3 Prinsip yang diadopsi dalam undang-undang
tersebut

1.Kepastian Hukum
Asas ini diartikan bahwa hukum kasus dibuat dalam
bentuk tertentu. Beccaria bahkan melarang Hukum
menginterprestasikan undang-undang karena ia bukan
lembaga legislatif. Hak untuk membuat undang-undang
hanya dapat dilakukan oleh lembaga ini.

2.Persamaan Di depan Hukum


Asas ini menentang keberpihakan di depan hukum.
Untuk itu maka dituntut untuk menyamakan derajat
setiap orang di depan hukum.

3.Keseimbangan Antara Kejahatan dengan


Hukuman
BECCARIA melihat bahwa dalam pengalaman ada
putusan-putusan Hukum yang tidak sama antara satu
dengan yang lain terhadap suatu kejahatan yang sama.
Hal ini disebabkan pada hakim melalui kekuasaannya
diberi kebebasan dalam menjatuhkan putusan.
Karenanya Beccaria menurut adanya keseimbangan
kejahatan dengan hukuman yang diberikan.

B. Penerapan Methode Statistik


Statistik adalah pengamatan massal dengan
menggunakan angka-angka yang merupakan salah satu
faktor pendorong perkembangan ilmu pengetahuan
sosial pada abad ke 17.

1. QUETELET (1796 1829)


Ahli ilmu pasti dan sosiologi dan belgia yang pertama
kali menerapkan statistik dalam pengamatannya tentang
kejahatan. Olehnya statistik kriminal dijadikan alat
utama dalam sosiologi kriminal dan dialah yang
membuktikan pertama kali bahwa kejahatan adalah fakta
kemasyarakatan dalam pengamatannya. Quetelet
melihat bahwa dalam kejahatan terdapat pola-pola yang
setiap tahun selalu sama.
Quetelet dalam pengamatan tersebut berkesimpulan
bahwa kejahatan dapat diberantas / dikurangi dengan
memperhatikan tingkat kehidupan masyarakat.
2. VON MAYR (1841 1925)
Dalam buku statistik dan Gerichttichen Polizeiim
Konigreiche Bayern Und in Einigen Andern Landern
mengemukakan dalam perkembangan antara tingkat
pencurian dengan singkat harga gandum terdapat
kesejajaran.

Seorang Antropolog Perancis Paul Topinard (1830 1911)


memberi nama kepada cabang ilmu yang mempelajari
kejahatan yaitu Kriminologi
Secara Etimologis sendiri dari 2 kata :
*
Crimen
:
Kejahatan
*
Logos
:
Ilmu pengetahuan
Sehingga kriminologi berarti ilmu pengetahuan tentang
kejahatan. Kalau meninjau deffiresi dari beberapa sarjana :

MR. Paul Moedigdo :


Kriminologi adalah ilmu pengetahuan dari berbagai
ilmu yang membahas kejahatan sebagai masalah manusia.
Berbagai ilmu disini menunjukkan kriminologi belum
merupakan ilmu yang berdiri sendiri. Dalam rangka
mempelajari kriminologi perlu diperhatikan

Kebenaran ahli-ahli yang mengatakan Filsafat memperjelas


martabat manusia. Mengenal martabat manusia berarti
memperjelas masalah kejahatan. Memperjelas makna kejahatan
membutuhkan berbagai ilmu lain : pidana, etika, dan sebagainya

ILMU BANTU DALAM KRIMINOLOGI


Karena kriminologi mempelajari kejahatan sebagai Fenomena
Sosial, dimana kejahatan adalah tindakan manusia dan manusia
hidup dalam masyarakat, maka jelaslah kriminologi
membutuhkan ilmu yang membahas manusia dari segi
formanya.

a.Ilmu Filsafat
Filsafat yang mempersoalkan hakekat manusia sebagai makhluk
yang tidak sejajar dengan makhluk lain disebut Antropologi
Filsafat.

Antropologi Filsafat yang menentukan manusia berbeda


dengan hewan. Karena itu hewan tidak akan pernah bertindak
jahat karena untuk menentukan sesuatu yang jahat harus ada
norma serta harus ada kesadaran. Hewan tidak bernorma dan
tidak berkesadaran sehingga pasal-pasal KUHP tidak
diberlakukan.

b.Sosiologi Kriminal
Sosiologi Kriminal mempelajari faktor sosial yang
menyebabkan timbulnya serta reaksi masyarakat dan akibat
kejahatan.
Milieu yang buruk, ekonomi yang buruk menimbulkan
kejahatan. Ilmu ini berkembang dalam kriminologi sehingga
melahirkan madzab lingkungan yang dirintis oleh Perancis.

c. Antropologi Kriminal
Ilmu ini mengintrodusir sebab-sebab kejahatan karena
kelainan anatomis yang dibawah sejak lahir.
Dengan demikian penjahat adalah salah satu jenis
homosapieus yang dapat ditentukan secara anatomis
ilmu ini meneliti sebab-sebab kejahatan terletak pada
tengkorak, tengkorak yang abnormal melakukan
perbuatan jahat, dan melahirkan madzab autropologi.

d. Psychologi Kriminal
Ilmu ini meneliti sebab kejahatan terletak pada
penyimpangan kejiwaan, meneliti relasi watak, penyakit
(jiwa) dengan bentuk kejahatan, serta situasi Psyckologis
yang mempengaruhi tindakan jahat.

Juga meneliti aspek Psychis dari para oknum yang


terlibat dalam persidangan (jaksa, hakim, panitera,
terdakwa).

e. Paenologi
Paenologi membahas timbulnya dan pertumbuhan
hukuman, arti hukuman serta faedah hukuman.

f. Neuro Pathologi Kriminel


Ilmu ini meneliti penyimpangan urat syaraf terhadap
timbulnya kejahatan. Ahli yang bergerak dibidang ini
berpendapat ketidak beresan susunan urat syaraf
mendorong berbuat jahat.

Hakekat Manusia
Membahas hakekat manusia berarti memasuki
salah satu cabang ilmu yaitu antropologi filsafat. Dalam
existensinya manusia tidak pernah sendirian dalam arti
Psychologis. Dasar tertentu dengan orang lain dan
ditemui oleh orang lain merupakan hubungan antara
manusia yang paling hakekat. Masyarakat terbentuk
merupakan realisasi dari Kesediaan bertemu.
Dalam existensinya manusia diliputi situasi dan
situasi merupakan hal yang penting dalam mengetahui
tindakan manusia. Tanpa mengetahui situasi yang
meliputi individu maka semua yang menjelaskan
tindakan manusia tidak bersesuaian dengan hal yang
senyatanya.

-Melihat tindakan Menangis saja bisa karena


sedih atau gembira.
-Melihat orang tersenyum bisa disebabkan
karena gembira tapi bisa karena jengkel / sinis.
Hal ini manusia bukan dari pengaruh lingkungan,
tetapi pula memberi struktur pada lingkungan.

2.Kejahatan
Terjemahan kejahatan ahli Hukum kita masih terdapat
perbedaan terjemahan Crime atau Misdad
diterjemahkan :
Tindak pidana, delik, peristiwa pidana tetapi
semua itu berbijak pada suatu perbuatan yang
melanggar hukum yang di sebut Kejahatan.
Masalah kejahatan merupakan masalah yang
abadi artinya selama masih ada manusia yang
mendiami bumi pasti ada kejahatan

Frank Tannebaum : Kejahatan merupakan hal yang


harus ada dalam masyarakat, maka dirasakan
mustahil apabila semboyan membarui,
menghapuskan kejahatan. Tetapi paling tidak
semboyan tersebut untuk memperkecil jumlah
kejahatan.

D Taft : Kejahatan adalah pelanggaran hukum pidana


yang harus berarti melanggar ketentuan-ketentuan
pidana yang telah dirumuskan sekarang yang tidak
melanggar hukum pidana bukan kejahatan Hal ini
mengacu pada asas dalam UK Pidana.

Van Bamelen : Kejahatan adalah tiap kelakuan yang


bersifat tidak susila dan merugikan, yang menimbulkan
begitu banyak ketidaksenangan dalam suatu
masyarakat tertentu, sehingga masyarakat itu berhak
untuk mencelahnya dan menyalahkan penolaknya atas
kelakuan itu dalam bentuk nestapa dengan sengaja
diberikan karena kelakuan tersebut.
Orang berbuat jahat karena gagal menyesuaikan diri
terhadap tuntutan masyarakat.

Unsur Kejahatan
1.Harus ada sesuatu perbuatan manusia.
2.Perbuatan tersebut harus sesuai dengan apa
yang dirumuskan dalam undang-undang.

3.Harus terbukti adanya dosa pada orang yang


berbuat dan bertentangan dengan hukum.
4.Terhadap perbuatan itu harus tersedia ancaman
hukuman yang diatur dalam undang-undang (Asas
Nullum Delictum, Mula Poena Sine Praevia Lege Poenali).

PENGERTIAN PENJAHAT
Berdasarkan pendapat Ruth Shulle Cavan ada 9
jenis type penjahat :

1.

The Casual Offender

Tipe ini sebenarnya belum dapat


disebut penjahat, tetapi pelanggar kecil, seperti tidak
memakai lampu pada malam hari, tidak berjalan di sisi kiri
jalan.

2.The Occasional Criminal


Orang yang melakukan kejahatan ringan, seperti
orang menabrak orang sehingga luka ringan.

3.The Episodic Criminal


Perbuatan disebabkan emosi yang hebat, sehingga
dia kehilangan kontrol diri.

4.The Habitual Criminal


Mereka atau orang yang selalu mengulangi
perbuatannya, seperti pemabuk, pengemis yang
merupakan juga residive.

5.The Profesional Criminal


Pelaku melakukan perbuatan ini sebagai mata
pencaharian karena mata pencaharian banyak terjadi di
lapangan ekonomi seperti penyelundupan dan korupsi,
penjualan narkotik.

6.Organized Crime
Para pelaku mengadakan organisasi yang rapi
untuk opera si kejahatan. Contoh kelompok kapak merak.

7.The Mentally Abnormal Criminal


Penyekat ini menderita penyakit Psychopatis dan
Psychotis.

8.The Non Malicious Criminal


Perbuatan yang oleh sekelompok masyarakat
menuduh perbuatan tersebut sebagai kejahatan tetapi
bersifat relatif artinya kelompok lain menyebut bukan
kejahatan.
Contoh ada yang menuduh seorang laki-laki yang
menyerahkan istrinya pada tamu sebagai kejahatan. Ada
yang berpandangan halinin. Sebagai adat istiadat mereka
dalam menyambut tamunya.

9.The White Collar Criminal


Kejahatan yang dilakukan oleh seorang dari
Upper Class didalam rangka melaksanakan kegiatankegiatan dalam jabatan, baik dibidang ekonomi,
maupun sosial politik dan terutama merupakan
pelanggaran atas kepercayaan dari masyarakat
kepadanya. Kerugian yang ditimbulkan bersifat materi
dan jumlah materi. Yang dimaksud material timbulnya
ketidakpercayaan dan menurunnya kepercayaan
masyarakat kepadanya
.

Dasar-Dasar Hukuman
Subyek hukum yang memiliki (hak menghukum)
adalah negara karena pemerintah yang berhak
memerintah maka logis jika pemerintahlah yang
berhak menghukum melalui alat-alatnya misalnya
hakim.

Secara kodrat negara bertujuan dan berkewajiban


mempertahankan tata tertib masyarakat demi
kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu kepada negara
diberi hak untuk menyatakan hukuman agar ketertiban
masyarakat terpelihara.
Pemerintah bertugas menjamin kemerdekaan
individu, juga memperkosa kebebasan individu atau
melindungi hak dan memperkosa hak.
Yang membenarkan pemerintah menjatuhkan
hukuman ada beberapa teori :

1.Teori Absolut Teori Pembalasan


Imanuel Kant dan Hegel, mereka mengatakan
kejahatan sendirilah yang memuat anasir-anasir yang
menuntut hukuman dan yang membenarkan hukuman
dijatuhkan.

Hukuman tidak bertujuan memperbaiki penjahat


tetapi hanya sekedar pembalasan (Verge ding).

2.Teori Relatif Teori Tujuan


Von Feur Bach, mengemukakan bahwa tujuan
hukuman ialah menakutkan manusia agar jangan
melakukan pelanggaran (preventif). selain itu ada
yang mengatakan bahwa hukuman diberi untuk
memperbaiki manusia, hukuman bertujuan
mendidik supaya ia kalah di masyarakat dapat
diterima kembali. Tetapi dewasa ini menganggap
hukuman perlu, agar masyarakat terlindung terhadap
perbuatan kejahatan dan tata tertib masyarakat
terpelihara.

3. Teori Gabungan (1 + 2)

RASIO PENGHUKUMAN
Untuk menentukan seseorang dilakukan perlu diteliti
adanya suatu dosa :
1.Aliran Determinisme Oleh Polak
Paham ini mengatakan dapat bahwa seseorang
berbuat jahat, disebabkan (ditentukan/determine) oleh
peristiwa-peristiwa yang lampau, terhadap mana kita
tidak mempunyai pengaruh sedikitpun. Jadi sebab-sebab
yang mendahului itulah menentukan perbuatannya pada
suatu ketika. Kita tidak bebas, tidak berniat lain selain
melakukan perbuatan itu. Dengan kata lain sudah
dinasibkan berbuat demikian.
Pandangan ini mengatakan bahwa bila seseorang
berbuat jahat, jangan dihukum karena dia sudah terikat,
tidak mempunyai kebebasan lagi untuk tidak berbuat.

2.Aliran Indeterminist Oleh Binding dan Behling


Aliran ini mengemukakan bahwa seseorang itu
tidak terikat, mempunyai kemampuan yang bebas untuk
memilih mana yang harus dilakukan : Dia bisa memilih
berbuat seperti yang dilakukannya, tidak dipengaruhi
oleh semata apapun. Manusia mempunyai akal dan
mempunyai kemauan bebas, merdeka. Karena orang
mempunyai kemauan bebas dan merdeka. Maka, dalam
memilih tindakan-tindakannya terlepas dan segala
pengaruh. Maka ia bertanggung jawab terhadap
perbuatannya itu. Oleh sebab itu setiap orang yang
berbuat salah harus dipidana.

Menurut Van Hamel : Orang itu mempunyai jiwa


yang sehat, normal, sudah matang sehingga ia mampu
menginsiafi apa yang tidak boleh dilakukan, didalam
masyarakat. Ia harus dapat menjalani bahwa perbuatan
itu melawan hukum. Untuk pelanggaran yang
bersangkutan harus diambil tindakan.Adanya relasi
timbulnya kejahatan a Teori Subjektif
Keturunan
Keadaan fisik
Kelenjar
Kepribadian dan watak
Intelegensi

b.

Teori Objektif :
-

Kondisi ekonomi
Pengaruh keluarga

Mashab-Mashab
1.Mashab Italia atau Mashab Antropologi
C. Lombroso (1835 1909) adalah orang paling terkenal
dalam mashab ini. Dia mempunyai banyak penganut dan
pembantu dalam menyelidiki Antropologi Kriminal antara
lain E Ferry (1856 1929).
Tentang ajaran Lombroso, beliau tidak mendefinisikan
tentang kejahatan, tetapi yang terpenting adalah bahwa
manusia sejati pertama adalah penjahat dari semenjak
lahir.
Menurut Lombroso bahwa para penjahat bila dipandang
dari sudut antropologi mempunyai tanda-tanda tertentu
(jenis manusia yang tersendiri).

Mereka ada kelainan pada tengkoraknya, ada keganjilan


dalam otaknya (seperti otak hewan), Roman makanya
lain dari pada orang biasa yakni : Tulang rahangnya
besar, muka moncong, tulang dahi melengkung ke
belakang. Karang perasaan, suka akan tatoage
.
-Hyphotesa Atavisme (Lombroso).
Lombroso berhypotesa bahwa seorang penjahat
merupakan gejala atavistis yang artinya dengan
sekonyong-konyong seseorang mendapat kembali sifatsifat yang sudah tidak demikian oleh nenek moyangnya
yang terdekat, tetapi nenek moyangnya yang lebih jauh.
-Hypotesa Pathologi (Lombroso)
Bahwa penjahat adalah seorang penderita Epilepsi

Pengaruh Lombroso Terhadap Peradilan Pidana


A.Yang Bersifat Positif
Karena pengaruh ajarannya, maka dapat memberi
sokongan pada pendapat mengenai Psychiatrij Kriminal di
Perancis dan memberi bantuan untuk mempertahankan
pengertian mengenai sebab-sebab pathologi dari
kejahatan.
B.Yang Bersifat Negatif
Menghalang-halangi majunya Kriminologi karena ada
Sugesti bahwa penjahat dipandang dari sudut biologi
adalah makhluk normal.

2.Madzab Perancis atau Mashab Lingkungan


Tokohnya :
a.
b.
c.

A Lacassage (1843 1924)


Manouvrier (1850 1927)
G. Tarde (1843 1904)

Mashab Lingkungan Ekonomi


Dikemukakan F Turati (1857 1932) dari Italia : bahwa tidak
hanya kekurangan dan kesengsaraan saja yang membuat
seseorang berbuat jahat tetapi juga nafsu ingin memiliki,
merupakan suatu dorongan musuh melakukan kejahatan.
Sedangkan keadaan tempat tinggal yang buruk,
merosotnya moralitet seksual dan menyebabkan kejahatan
kesusilaan.

Sosiologi Kriminal ada beberapa musuh yang


turut menyebabkan terjadinya kejahatan
1.Keterlantaran dan pengangguran anak-anak dan
pemuda-pemuda karena keadaan lingkungan.
2.Kesengsaraan akibat dari keadaan ekonomi.
3.Nafsu ingin memiliki dari yang tidak punya,
terhadap kekayaan yang ditontonkan disekelilingnya.

4. Demoralisasi seksual akibat dari


pengaruh lingkungan pendidikan sewaktu
masih muda, misalnya kurang atau tidak
baiknya perumahan.
5. Alkoholisme.
6. Kurangnya peradaban dan
pengetahuan serta kurangnya daya menahan
diri.

Lingkungan Phisik Alam


1.
2.
3.

Kejahatan ekonomi
Kejahatan seksual
Kejahatan agresif (lekas marah)

3.
Mashab Bio Sosiologis
Pelopornya Ferry sebagai murid Lombroso yang tau
bahwa ajaran Lombroso tidak dapat dipertahankan dan
merubah bentuk ajaran Lombroso dengan menambah
pengaruh lingkungan.
Ia berpendapat bahwa tiap-tiap kejahatan adalah hasil
dari unsur-unsur yang terdapat dalam individu dan
lingkungan.
4.
Mashab Spiritualis
Menurut mashab ini bahwa tidak beragamanya seseorang
(tidak termasuk sebuah agama) mengakibatkan
kejahatan, dalam arti menjadi jahat karena tidak
beragama atau kurang beragama.
Bonger berpendapat :
Bahwa agama tidak mempunyai hubungan dengan
kejahatan.

HUBUNGAN RUMAH TANGGA


KELUARGA DAN KEJAHATAN
Ada hubungan erat antara keluarga dengan anak
selama anak belum dewasa. Keluarga memegang peranan
penting dalam menentukan dan mengarahkan pembentukan
pola tingkah laku anak tugas mendidik anak di zaman modern
jauh lebih sulit dibandingkan dengan masyarakat dahulu yang
sederhana. Kemiskinan, kekayaan materiil, bahasa dan
kemampuan berkompetisi, serta status sosial orang tua
dibandingkan dengan orang lain yang dikenal anak akan
berpengaruh.
Kondisi yang mempengaruhi kenakalan anak dalam rumah
tangga :
1.Anggota keluarga yang lainnya juga penjahat, pemabuk
immoril
2.Salah satu / kedua orang tuanya tidak ada.

3. Kurang pengawasan orang tua.


4.
Disharmonis dalam keluarga.
5.
Kondisi ekonomi keluarga.

Faktor Ekonomi
Pemerintah tidak melihat anak-anak yang
terlantar kelak akan menjadi penjahat atau penganggur,
maka kalau belum kelaparan atau menjadi penjahat
maka belum difikirkan dan tidak dicegah sebelumnya.
Salah satu teori yang tertua dan paling banyak
diketahui orang ialah bahwa kejahatan timbul karena
kemiskinan dianut oleh MARK

Pengaruh Rumah dan Masyarakat


Rumah merupakan buaian bagi kepribadian manusia
sejak saat dilahirkan, pengaruh orang-orang di sekitar sangat
dalam sekali pada anak-anak.
Bayi dilahirkan dalam keadaan tidak tau apa-apa dan
apa yang dirasakan tentang hidup ini, tetapi untuk belajar
dan itu dilakukan. Jika famili itu hangat, penuh rasa cinta,
anak belajar berexplorasi dengan aman yang berguna untuk
pengenalan norma, jika famili itu dingin, acuh tak acuh, anakanak bersifat memasuki orang.
Sebab yang paling besar mengakibatkan delequency
dan kejahatan paling utama adalah orang tua. Menurut
analisa terakhir, kurangnya pengawasan dari orang tua dan
tiada pengertian orang tua, adalah dasar-dasar yang biasa

menyebabkan si anak menjadi penjahat. Sebab, walaupun


mereka hidup penuh susah dan menyedihkan, akan tetapi
apabila orang tua berusaha supaya anak-anaknya menjadi
orang-orang anti kejahatan pasti berhasil.
Memang anak-anak itu masih mentah dan kurang sensitif
terhadap nilai-nilai hidup, tetapi mereka tau apa yang
dikerjakan oleh orang tuanya

Pornografi (Cabul)
Soal kecabulan dalam buku dan majalah merupakan bagian
dari kecabulan secara umum yang disebut krisis etik.
Timbulnya krisis etik merupakan akibat dari perubahan struktur
masyarakat yang sedang terjadi di Indonesia. Menuju
masyarakat yang modern. Menentukan sesuatu yang
melanggar Etik tergantung pada struktur kebudayaan yang
membayangkan suatu sistem nilai tertentu.

Untuk menentukan kecabulan ada 2 faktor :


-Itikat orang yang menciptakan
-Itikat orang yang membaca atau melihatnya
Hal ini menentukan ukuran yang subyektif sangat
sulit.
*
Sifat cabul harus ditentukan berdasarkan pendapat
umum dan tergantung pada adat istiadat lingkungan.
Arrest Hooge Road tanggal 21 April 1908
mengatakan :
Kartu pos bergambar orang laki-laki memeluk wanita
setengah telanjang adalah cabul. Sedangkan Arrest Hooge
Road 29 Maret 1909 menentukan daftar buku yang
menggambarkan sehingga menimbulkan nafsu birahi
termasuk cabul.
Arrest Hooge Road tanggal 21 Nopember 1927
menentukan bahwa gambar perempuan setengah telanjang,
buah dada terbuka dalam menimbulkan nafsu birahi
dimasukkan dalam pengertian cabul.

Bagaimana kalau laki-laki yang telanjang bulat?


Sehingga lukisan cabul adalah digambarkan suatu
tulisan atau gambar yang dapat melanggar kesopanan, jika
tulisan atau gambar itu tidak sedikitpun mengandung nilai,
melainkan hanya mengandung keinginan semangat untuk
dengan sengaja membangkitkan nafsu birahi belaka.
Sehingga kriteria bisa berkembang sesuai dengan zaman.
Bahwa tidak semua yang berbau sexual dikatakan cabul
karena tergantung penerimaan dari masyarakatnya dalam
menerima. Hal ini sulit memberantas percabulan meskipun
hukumnya telah diatur dalam KUHP (PS. 282).

Pengertian
Pornography adalah perbuatan gambar-gambar,
lagu-lagu, suara dan bunyi-bunyian atau segala apa yang
dapat merangsang nafsu birahi kita dan menyinggung
rasa sosila masyarakat umum yang dapat mengakibatkan
tindakan maksiat serta mengganggu ketentraman umum.

Faktor Penyebab
1.Imitasi terhadap pola kebudayaan asing
2.Longgarnya sosial control
3.Adanya oknum yang tidak bertanggung jawab dan
hanya mengambil keuntungan materiil dari pornography

Pornography sebagai masalah sosial


Pengaruhnya dirasakan sebagai bom di tengah
masyarakat, dan mengganggu ketenangan masyarakat.
Seperti tingkah laku atas norma yang ada walau masih
berada di kota : besar tetapi kecenderungan menjadi masalah
sosial bagi Indonesia.

Usaha Penanggulangan
1.Tindakan pada oknum yang menggunakan pornography
sebagai pengaruh keuntungan.
2.Adanya kontrol terhadap sesuatu yang akan dipublikasikan.

Pengaruh Massa Media Terhadap Kejahatan


Surat kabar dan berita-berita tentang menanamkan
kesan yang dalam ke pikiran seseorang. Lepas dari rumahnya
sendiri anak-anak berhadapan dengan kenyataan yang ada
dalam masyarakat..

Meskipun dikenal peranan sekolah, Gereja lapangan


permainan juga badan-badan pemberian karakter.
Disamping pengaruh surat kabar, radio, film, TV, buku kom.
Anak-anak. Film, radio, TV, dituduh orang menambah
deliquency dan kejahatan juga buku-buku komik.
Dari film yang berkenaan dengan kejahatan nampak
betapa mudahnya hidup tanpa pekerjaan yang sah, bahwa
kejahatan itu menaruh.
Dari film juga digambarkan hal-hal yang baik atau
indah. Diceritakan tentang kepahlawanan, keberanian
seseorang dan sebagainya. Masalah sensor film hampir
tak dapat ditentukan syarat-syarat yang dapat diterima
semua pihak. Mana yang boleh dipikirkan dan mana yang
tidak.

Seperti halnya tentang pengaruh radio dan TV pendapat


tentang film ini mungkin sama. Tetapi semua itu tergantung
anaknya dan pengaruh-pengaruh lingkungan sekitar terutama
rumah. Memang beralasan program TV yang berkenaan
dengan kejahatan lebih berpengaruh dibanding dengan film,
radio, buku komik. Film dan buku komik, majalah lebih jarang
oleh karena memerlukan uang dan harus pergi dari rumah.
Buku-buku komik membutuhkan proyeksi tanggapantanggapan yang kuat. Disamping harus dibeli lain dengan TV
dengan memutar knop dan melihat kedalam pandangan yang
hidup, pengaruhnya besar sekali. . Apa Fungsi Film ?
1.
Sebagai alat penerangan
2.
Sebagai alat pendidikan
3.
Alat penghibur / rekreasi
4.
Sebagai alat kompensasi / sublimasi

Dalam film itu kita memperoleh kompensasi dari apa


yang diingini sehari-hari yang tidak tercapai. Dengan
mendapat kompensasi demikian maka mendapat
kepuasan dari hasrat-hasrat yang tidak disadari.
Mengapa film gampang meresap ?
Memang film ini mempunyai sifat yang specific, dari
massa media yang lain. Sedangkan film gampang
meresap karena faktor :
1. Sifat keterbukaan manusia
Manusia selalu bergaul dengan manusia yang lain

1. Pemusatan perhatian
-Suatu peristiwa akan mempunyai kesan yang lama
tinggal dalam ingatan apabila diciptakan situasi yang
memungkinkan pemusatan perhatian
-Dalam bioskop perhatian tertuju pada gambar karena
sekelilingnya gelap
-Koperatif dan alat yang ada pada diri manusia. Alatalat yang ada : mata, telinga, gerak, pikir secara aktif
bekerja sama menangkap makna film sehingga
merupakan tanggapan langsung. Disamping itu musik
yang mengiringi peristiwa dalam film sehingga
penonton gampang menghayati.
Ketiga hal tersebut diatas menimbulkan identifikasi
optis dan identifikasi psechologis.

-Identifikasi Optis : Kameraman mengatur kamera


sehingga penonton seolah-olah merasa berada di tempat
dan suasana yang sedang berlaku.
Sebab sensor inilah yang menekan nafsu-nafsu
yang tak sesuai dengan norma-norma. Karena sensor ini
tidak berdaya sehingga timbul :
a.-Nafsu : Hewani gampang muncul bila ada perangsangperangsang film yang erotis, nafsu seksual sangat
membahayakan, karena akan disalurkan didalam
kenyataan di masyarakat akibatnya timbul jiwa Avontur,
(hasrat mencoba-coba)
-Buku : Bacaan yang melampaui daya tangkap anak dapat
merusak kesehatan jiwa anak.
--Identifikasi Psyhologis : Penonton mempersamakan
dirinya dengan pemain. Sehingga tidak ada jarak lagi
antara penonton.
Identifikasi optis dapat menimbulkan identifikasi
psychis jika identifikasi optis cukup merangsang.

Sebab sensor inilah yang menekan nafsu-nafsu yang tak


sesuai dengan norma-norma. Karena sensor ini tidak
berdaya sehingga timbul :
a.Nafsu : Hewani gampang muncul bila ada
perangsang-perangsang film yang erotis, nafsu seksual
sangat membahayakan, karena akan disalurkan
didalam kenyataan di masyarakat akibatnya timbul jiwa
Avontur, (hasrat mencoba-coba)
-Buku : Bacaan yang melampaui daya tangkap anak
dapat merusak kesehatan jiwa anak.
b.
Si oknum sangat peka (Overgevoeling) untuk
jenis-jenis perasaan dimana oknum tersebut semakin
muda semakin peka.
Contoh : DR. Le Moal menyelidiki pengaruh suatu film
yang menimbulkan hantu, makin muda makin gampang
terpengaruh.

c. Opini orang lain kita telan mentah tanpa berpartisipasi


(kritis). Hal ini terutama pada orang-orang / anak-anak yang
kurang berpikiran kritis sehingga apa yang dilihat dalam film
tidak disaring mana yang baik dan mana yang buruk.

Masalah Pelacuran
Magnus Herschfel mengatakan sejarah timbulnya pelacuran
sama kaburnya dengan sejarah pernikahan. Pelacuran
dianggap orang merupakan sisa-sisa dari promiskuitas.
Pelacur untuk keagamaan. Seperti imam melakukan
hubungan Hetero maupun Homo seksual.
-Yunani terdapat kuil-kuil pelacur.
-Di Tiongkok dijumpai biada-biada, paderi-paderi wanita budha
yang merupakan sarang pelacur.
-Di Yunani istri-istri dikurung sehingga laki-lakinya mencari
pelacur untuk hiburan.

Pengertian Prostitusi
Secara etimologis berasal dari kata prostitution
yang berarti hal menempatkan dihadapan, hal
menawarkan. Atau prostare yang berarti : menjual,
menjajakan. Atau Prostituere yang berarti : menyerahkan
diri dengan barang-barang kepada perzinahan.
Perkataan itu diartikan dalam perpustakaan Yunani,
Romawi untuk wanita-wanita yang menjual tubuhnya.
Pekerjaannya siang malam semata-mata mekanis dan
kehidupan emosinya disimpan sampai dia kembali
bersama-sama dengan keluarga / suami. Tetapi tidak
jarang dilihat adanya hubungan yang mesra yang
merupakan kepingan mutiara jatuh dalam lumpur. Ini
menunjukkan bahwa hidup pelacur sering masih
mempunyai watak masyarakat biasa yang menghargai
perpaduan cinta kasih

yang murni. Sehingga kepingan mutiara meski


jatuh dalam lumpur masih bisa diketemukan.
Pendapat para sarjana
Maka Paulus Moedikdo Moeljono :
Pelacuran adalah pergerakan diri / badan
wanita dengan menerima bayaran kepada orang
banyak guna pemuasan nafsu sexual orang itu.
DR Budi Soesetyo :
Pelacuran adalah pekerjaan yang bersifat
menyerahkan diri kepada umum untuk perbuatan
kelamin dengan mendapat upah. Ini terjadi
karena perbedaan yang graduil.
a.Perbuatan Cabul
Perbuatan merangsang
atau memuaskan nafsu sexual pada diri yang
berbuat atau orang lain dengan cara mendengar
tata agama, tata susila.

b.Perzinaan Pelanggaran kesusilaan berupa


hubungan kelamin antara 2 orang atau lebih diluar
perkawinan yang sah menurut tata agama, tata
susila, tata adat, tata hukum setempat. Jadi tidak
mempersoalkan apabila pelaku-pelaku telah kawin
atau belum kawin, yang penting dilahirkan diluar
perkawinan yang sah.
Kalau melihat rumusan Pasal 284 KUHP
pengertian zina terdapat perbedaan ruang lingkup.
Kalau KUHP salah satu sudah dalam status
perkawinan. Sehingga pelacuran merupakan gejala
sosial yang berintikan perzinahan dengan motif
ekonomis.

Motivasi Pelacuran
1.Faktor Psychologis
Para sarjana dalam penyelidikannya bahwa pelacur
melakukan pekerjaannya melacur disebabkan debilitas
mentis. Orang yang rendah moralitetnya gampang
terpengaruh oleh keadaan yang bersifat materiil, lekas
menyerah kepada suatu kesukaran. Juga bagi orangorang penderita kelamin sexual.
2.Faktor Ekonomis
Adalah merupakan sifat manusia berusaha untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari, dengan menempuh
jalan yang tidak terhormat. Tetapi tidak disangkal adanya
pelacuran yang mempunyai keadaan ekonomi yang baik
dan hanya sekedar

iseng. Sedangkan banyak orang yang lemah


ekonomisnya juga tidak jatuh melacurkan diri.

Faktor Sosial
Karena pelacur adalah makhluk sosial sudah
barang tentu peranan sosial sangat penting bagi tingkah
lakunya. Menurut Learning Theory Sutherland
mengatakan bahwa seseorang menjadi penjahat karena
pergaulan yang kurang baik pada masa lalu.
Dari teori ini lahir bahwa pelacur berasal dari
pergaulan yang kurang baik, keluarga yang tidak mampu
mendidik, kehidupan cinta kasih antara anak dengan
orang tua sehingga mencari melakukan sexual
(Hubungan kelamin).

Akibat Pelacuran
a.Lapangan Medis
b.Lapangan Sosial Ekonomi
Pengaruh pelacuran di bidang sosial sangat besar
karena dapat melumpuhkan, menghancurkan kehidupan
sosial. Penyakit Syphilis yang merupakan akibat
merajalelanya pelacuran dapat melumpuhkan potensi
bangsa.
Dilihat dari segi Psychologi, pemuda yang sedang
menginjak kedewasaan sangat peka terhadap hal-hal
yang sexual. Jika lingkungan memberi tuntutan secara
normatif, maka keinginan itu akan tersalur secara
berpetualangan dan pelacuran merupakan respons
terhadap petualangan ini.

c. Lapangan Moril
Seperti kebiasaan setiap persetubuham didasari rasa
cinta yang diwujutkan dengan
Perpaduan jiwa. Hal ini tidak terdapat pada Prostitusi
pada umumnya karena perpaduan jiwa dituntut kejiwaan
dan akesusilaan yang normal.
Segi biologis ini merupakan kecenderungan manusia
membebaskan diri dari norma-norma dimana terwuju8t
dalam Pelacuran.
KEMISKINAN
Untuk mengukur kemiskinan seseorang dilihat dari
GNP.Kalau GNP rendah maka dikatakan Negara dalam
taraf miskin . Masalah kemiskinan erat dengan ketahanan
Nasional, sebab kemiskinan dapat merusak koordinasi
jaringan sosial.

Kepadatan Penduduk
Peledakan penduduk dewasa ini memaksa
pemecahan masalah. Karena kepadatan penduduk jelas
akan mengundang masalah sosial : prostitusi,
gelandangan, kemiskinan.
Urbanisasi
Urbanisasi sebenarnya proses perpindahan dari
desa ke kota terutama bagi negara yang berkembang
urbanisasi ini banyak terjadi. Penyebabnya adalah
revolusi industri pada abad 18 -19 untuk memenuhi
kebutuhan tenaga pekerja maka berbondonglah orang
dari desa ke kota. Karena terbatasnya industri di kota
maka perpindahan tersebut tidak tersedot. Akibatnya
bermunculan, gubuk liar, tidur di emperan toko.

Gelandangan
Masalah gelandangan ini erat kaitannya dengan
masalah kesempatan kerja, pengangguran, pengemisan.

Slum Area
Bertambahnya penduduk secara pesat membuat
arus manusia ke kota sangat deras. Hal ini ditambah
dengan tidak mampunya pemerintah menyediakan fasilitas
perumahan sehingga timbul gubuk liar, perkampungan liar
yang tidak mengenakkan mata.

Keberantakan Keluarga (Family


Disorganization)
Keluarga merupakan unit yang terkecil dari
masyarakat yang terdiri ayah, ibu, anak. Lembaga ini
merupakan sendi dasar organisasi sosial mempunyai corak
tersendiri.

masyarakat yang kecil ini (keluarga). Disitulah


mendapat pendidikan mengadakan pertemuan
dengan manusia. Sehingga sosialisasi dilakukan dari
pengalaman dalam keluarga terbentuklah kepribadian
dan cara bertindak dalam masyarakat.
Seperti diketahui tiap anggota keluarga
mempunyai fungsi tertentu dan bila fungsi masingmasing tidak penuhi, maka suasana keluarga
terganggu. Dalam keluarga yang utuh (ayah, ibu, anak
disebut nuclear family) masing-masing melakukan
peranannya untuk mencapai tujuan bersama.
Ayah :hendaknya melakukan peranan sumber
kekuasaan penghubung dengan dunia luar,
pelindung, pendidik segi rasional.

Ibu:sumber kasih sayang, tempat mencurahkan hati,


pendidik emosional.
Peranan anak laki-laki dan wanita dalam rangka menjaga
hubungan kerukunan dan kecintaan.

IMPOTENSI PADA WANITA


Hambatan Orgastik
Wanita lebih sering mengalami hambatan dalam
komponen orgastik dibanding komponen siap pakai atau
Fase Erektil. Sehingga wanita sering mengalami hambatan
dalam mencapai Selesai atau tidak pernah merasa selesai
atau hambatan Orgastik.
Ketidakmampuan wanita memperoleh puncaknya
lebih dikenal dengan sebutan Frigiditas (pengertian secara
umum). Sedangkan yang lebih terarah disebut disfungsi
orgastik atau gangguan fungsi memperoleh orgasme dan
gangguan fungsi ini dapat mutlak, situasional, atau tidak

DR. Kaplan membagi disfungsi sexual pada wanita


menjadi 4 golongan :
1.Mereka yang memang sama sekali tidak ada
dorongan sexual sama sekali.
2.Mereka yang memiliki dorongan sexual, namun
perasaan erotiknya kurang hangat, sehingga tidak akan
pernah mencapai selesai.
3.Mereka yang memiliki dorongan sexual dan perasaan
erotik yang cukup, tapi gagal mencapai orgasme.
4.Mereka yang menderita Vaginismus yaitu kekejangan
otot dalam vagina.
Dan ada lagi golongan yang dinamakan
anestesi sexual atau conversion, yang sama sekali
tidak merasakan apa-apa dari kegiatan sexualnya dan
hanya menyukai rabaan dan cumbuan.

Faktor penyebab Frigiditas (Physik)


-Adanya tumor pada kemaluan maupun alat
disekitarnya
-Gangguan hormonal
-Kelamin pada klitoris berupa perlengketan dengan
otot sekitar kemaluan
-Pengaruh obat-obatan : narkotika dan sebagainya
yang menurunkan dorongan sexual.

Faktor Psychis
Faktor Psychis yaitu adanya konflik-konflik pada
masa kanak-kanak sekitar usia 3 6 tahun yaitu takut
kehilangan cinta kasih dan setelah dewasa menikah

dengan pria yang memiliki sifat-sifat ayahnya. Jika masa


konflik ini tidak terselesaikan dengan baik maka tertanam
dalam jiwanya bahwa wanita tidak boleh berbuat seronoh
dengan suaminya seperti ia merasa takut berbuat serupa
terhadap ayahnya. Sehingga ada istri yang tidak puas
dengan suaminya dan puas dengan belaian pria lain yang
bukan suaminya.

Muak Terhadap Seks


Wanita yang dingin cenderung menghindar
dari segala bentuk kegiatan sexual. Kalaupun ia
melakukannya meskipun tidak menyenangkannya baik
karena jera akibat rasa nyeri atau rasa tidak enak lainnya
dan melakukan hanya menjaga kelangsungan hidup
perkawinannya dan begitu pandai bersandiwara, hanya
demi kepuasan suaminya.

Frigiditas bisa Primer dan Sekunder


-Primer:

Tidak pernah merasakan erotis terhadap


siapapun dan dimanapun. Mereka hanya bisa
terangsang oleh petting (cumbu rayu) sebelum
perkawinan, tetapi mengendur kemampuan
memberikan respons seksualnya setelah melakukan
hubungan kelamin.

-Sekunder:

Tidak memberikan respons pada


situasi tertentu saja. Ia muak terhadap suami sendiri,
tapi dapat mudah terangsang dengan pria lain yang
didambakannya.

Bersifat Lebih Terbuka


Adanya konflik yang tidak disadari terhadap
hubungan sex merupakan dasar terjelmanya sifat trigit
pada wanita. Banyak sisi misteri dalam diri wanita yang
belum terkorek oleh suami.
Faktor-Faktor yang Lain : Seperti perasaan istri yang takut
secara fisik terhadap pasangannya baik karena tingkah
laku pasangannya yang kasar, sembrono, dan tidak
membangun respons seksualnya.

Respons Wanita Bervariasi


-Ada yang menyukai pasangan yang tenang dan halus
memperlakukannya.
-Menyukai sifat pasangannya yang kebapakan.
-Menyukai sifat yang bringas.
-Ada yang hanya ingin mengabdi demi kesenangan
pasangan saja (castrating woman).

Upaya pendekatan wanita yang frigit harus saling ada


keterbukaan. Sehingga masing-masing mengetahui apa
yang disukai dan yang tidak disukai karena istri lebih
berfariasi kalau pria lebih sederhana untuk menjadi
bangkit perasaan erotisnya dibanding wanita.

Penyimpangan Seksual Bermula Dimasa Kecil


Semenjak dalam kandungan ibunya, seorang bayi
tumbuh dan berkembang. Ukuran tubuhnya semakin
membesar dan sempurna. Pertumbuhan anak-anak
setelah lahir membutuhkan lingkungan perhatian kasih
sayang serta teladan dimana anak terebut tumbuh. Ia
melihat sifat tingkah laku ayah dan ibu, mendengar
suara-suara merasa sentuhan-sentuhan dan mengalami
seluruh proses yang tumbuh di dalam suatu keluarga.

Ada 2 masa dalam proses perkembangan kepribadian


anak.
1.Masa Pregenital yaitu masa 5 tahun kehidupannya
2.Kedua masa genital pada usia 11 tahun, pada masa
ini anak tidak hanya menyayangi diri sendiri, tapi juga
diluar dirinya.
Tahun pertama kehidupannya seorang anak
memasuki fase pada kesenangan di mulutnya (oral).
Dari mulut ia memperoleh kenikmatan dalam mengisap
selama menyusu ibunya juga menggigit. Cita rasa
makanan sekaligus minuman dirasakan pada fase ini.
Pada masa ini seorang anak merasakan sangat
tergantung pada orang yang selalu merawatnya yaitu
ibunya. Pada saat-saat yang kritis akan memanggil
ibunya.

Tahun kedua anak akan mengalihkan pada duburnya


(anal) dari liang duburnya anak memperoleh kenikmatan
sikap melatih membiasakan buang air besar tertib dan
teratur dirasakan anak sebagai hambatan untuk
memperoleh kenikmatan sikap tertib dan keras dari itu
bisa menyebabkan anak menderita.
Pengalaman pahit ini akan tertanam dalam
jiwanya. Dan anak akan berkembang menjadi anak
pendiam, keras kepala dan sebagainya. Ibu yang lebih
sabar dalam mengatur kebiasaan anak akan tetap
memelihara kesan dalam diri anak bahwa buang air
besar merupakan suatu peristiwa yang penting baginya
dan anak merupakan suatu peristiwa yang penting
baginya dan anak akan berkembang menjadi anak kreatif
dan produktif.

Tahun kedua sampai tahun kelima berkembang


fase kemaluan (phallus). Pada fase ini tertarik pada
kemaluannya sendiri. Menyadari kemaluannya
berbeda dengan lawan jenisnya dan mulai
mempermainkan kemaluannya dan mulai
menikmatinya. Pada fase ini anak laki-laki mulai
mencintai ibunya dan ingin menyingkirkan bapaknya,
demikian pula anak perempuan sebaliknya.
Fase ini penting dalam perkembangan anak
apakah ada hambatan atau tidak. Tiadanya kehadiran
orang tua, perhatian yang wajar dari orang tua akan
mengembangkan kepribadian buruk dalam diri anak
kelak.

Pada fase berikutnya sampai terasa terbawa remaja


perilaku sexual pada anak muncul sebagai sifat ingin
tau. Sikap orang tua yang kaku dan ketat dan
memandang seks sebagai tabu dan jelas akan
merugikan anak. Karena anak-anak dibiarkan
mengembara dalam alam fantasinya tentang seks
dan seksualitas.
Penyaluran yang dikembangkan anak
dapat berujud melakukan hubungan kelamin dengan
lawan jenis, homosexual, kebanci-bancian, suka
mengintip, suka mempertontonkan kemaluannya
kepada khalayak, masturbasi serta kepuasan seks
secara tak wajar penyimpangan seksual apakah
sadistis, masochistis, fetisisme juga bermula dari
masa kecil yang jelek.

Fase Laten pada Usia 6 12


tahun
Pada fase ini perkembangan
anak seolah-olah tidak menampakkan
diri. Kegiatan fisik lebih menonjol, anak
melakukan kegiatan fisik bermain, olah
raga serta aktifitas lainnya. Namun hak
tersebut tidak terlepas juga ditentukan
oleh tangan dan hatinya orang tua
dalam mengasuh anak.