Anda di halaman 1dari 10

AKUNTANSI HOTEL

(RMK SAP 6)

Oleh : Kelompok 2
Winayaka Lingga (1306305115)
I Gst Ag Bgs Adhi Damanik (1306305124)
I Gede Suyadnya (1306305215)
I Putu Yuda Mahendra (1306305184)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2016

1. PENDAPATAN
Bagi organisasi usaha, penjualan satu aspek yang sangat penting dan menjadi urat
nadi kehidupan usaha tersebut. Usaha hotel mempunyai sumber pendapatan utama yang
berasal dari penjualan kamar, penjualan makanan, dan penjualan minuman, di mana disatu
sisi menjual jasa dan di sisi lainnya menjual barang. Penjualan usaha hotel mempunyai
keunikan tersendiri yaitu:
-

Produk yang dijual merupakan kombinasi antara barang dan jasa

Penjualan pada usaha hotel biasanya mempunyai colume yang tinggi dengan harga
individual yang relative rendah, hamper sama dengan usaha retail

Produk berbentuk barang yang dijual dihasilkan melalui proses produksi seperti yang
dilakukan oleh perusahaan manufaktur

Perusahaan mempunyai persediaan kapasitas untuk dapat menjual produk berupa jasa

Penjualan atas produk dan jasa dibebani pajak dan service


Pada siklus penjualan akan melibatkan akun piutang usaha (city ledger, guets ledger,

credit card), akun kas dan setara kas, akun penjualan, akun hutang pajak PHR (Government
tax), dan akun hutang service (service charge). Hutang jasa pelayanan timbul karena hotel
memungut uang jasa pelayanan kepada para konsumen atas nama karyawan. Secara periodic,
uang service yang terkumpul dibagikan kepada karyawan biasanya dikurangi loss and
breakage (kehilangan dan kerusakan ). Secara sederhana kaitan antara akun-akun alam siklus
penjualan hotel digambarkan dalam bagan T-account berikut :

Penjualan

Saldo awal Berbagai

Tunai

transaksi

Penjualan

Penjualan

Kredit

Kas Keluar

tunai
Penagihan
piutang

Penjualan
Tunai

Piutang usaha
Penjualan Penagihan

Penjualan

Kredit

Kredit

Saldo Akhir

Piutang

Penjualan
Tunai
Penjualan
Kredit
Jurnal Penjualan
Piutang usaha ( City ledger/ Guest ledger)
Penjualan Kamar (Rooms Revenue)
Hutang Jasa Pelayanan (Service Charge)
Hutang PHR (Goverment Tax)
Hutang PHR timbul karena usaha hotel diberikan kewajiban oleh pemerintah daerah
untuk memungut PHR kepada konsumen hotel yang membeli dan menikmati barang dan jasa
yang dijual oleh perusahaan. Dalam hal ini, manajemen hotel berfungsi sebagai witholder,
yaitu pemungut pajak yang mempunyai kewajiban untuk menyetorkan pungutannya kepada
kas daerah. Penyetoran ini dilakukan secara berkala mengikuti ketentun yang diatur oleh
pemerintah daerah.
Contoh Soal :The Legend Hotel adalah sebuah hotel yang terletak di Denpasar. Hotel ini
menjual kamar jenis super deluxe dengan harga Rp 1.000.000,- per malam. Setiap tamu yang
menginap sudah mendapat breakfast engan harga Rp 100.000,-. Harga tersebut sudah

termasuk goverment tax dan service charge sebesar 21%. Jurnal atas transaksi tersebut
dengan mengguanakan kode rekening yang ada yakni :
10401 AR Guest Ledger

Rp 1.000.000

40101 Room Revenue

Rp 743.801

41105 Food revenue meal coupon

Rp 82.645

20304 Service charge

Rp 82.645

20301 Goverment tax

Rp 90.909

Dalam industry perhotelan, khususnya pada penjualan makan dan minuman dikenal
adanya suatu system penjualan yang menggunakan teknologi computer yang disebut dengan
Point Of Sale System (POSS). POSS berfokus pada 3 tujuan yaitu:
-

Ketepatan atas order

Pencatatan penjualan

Pemberian kepuasan
POSS menggunakan kombinasi terminal dan printer yang berfungsi sebagai input dan
output. Laporan yang dihasilkan POSS memberikan nformasi tentang:

a. Analisa pendapatan, memberikan rincian per jenis penjualan dan per outlet, yang bisa
digunakan sebagai sumber data untuk daily of sales
b. Produktivitas karyawan, memberikan informasi jumlah covers, rata-rata oenjualan dan
total penjualan, yang bisa digunakan untuk mengevaluasi produktivitas karyawan secara
individual
c. Control persediaan, dengan membandingkan antara jumlah porsi tercatat dengan jumlah
porsi yang dikonsumsi.
2. BAGIAN YANG TERLIBAT PADA PROSEDUR PENJUALAN
1) Penjualan Kamar
a) Reservation, bertugas menerima reservasi dari tamu dan memberikan informasi pada
front office, roomboy dan housekeeping serta bagian kredit
b) Front office, bertugas menerima tamu dan menyiapkan guest bill
c) Bellboy, bertugas membantu mengantar tamu ke kamar
d) Roomboy, bertugas membersihkan dan menyiapkan kamar
e) Housekeeping, bertugas menyiapkan perlengkapan kamar
f) Night Audit, bertugas menyiapkan laporan penjualan harian pada malam hari
mencocokkan penjualan pada penjualan hari tersebut

g) Income auditor, bertugas melakukan pengecekan ulang dan pencatatan atas penjualan
yang terjadi
h) Bagian kredit, bertugas memcatat persetujuan kredit baik secara langsung ataupun
tidak langsung
i) Account receivable, bertugas mencatat penjualan kredit dan menyiapkan faktur
2) Penjualan Makanan dan Minuman
a) Waiter/waitress, memberikan pelayanan kepada tamu, dari menerima order, meneruskan
order ke dapur dan menyajikan order serta memberikan informasi pada kasir
b) Kasir, menyiapkan bill dan menerima pembayaran dari tamu
c) Kitchen, menyiapkan order
d) Income auditor, mengecek penjualan dan mencatat penjualan
e) Bagian kredit, memberikan persetujuan kredit
f) Account receivable, mencatat penjualan kredit & menyiapkan faktur tagihan
3. DOKUMEN YANG DIGUNAKAN
1) Penjualan kamar
a. Guest bill, digunakan untuk mencatat transaksi penjulan yang dilakukan oleh tamu
selama menginap dihotel dan sebagai bukti tagihan kepada tamu, terdiri dari:
-

Master bill, umtuk mencatat transaksi penjualan kamar


Extra bill, untuk mencatat transaksi penjualan yang lain selain kamar

b. Form A, digunakan untuk mencatat data pribadi tamu yang menginap dan sebagai
laporan pada pihak kepolisisan, formulir ini biasanya juga digunakan sebagai
registration form
c. Reservation form, untuk mencatat reservasi tamu sebelum kedatangan tamu
d. Room count sheet, untuk mengecek jumlah kamar yang terisi pd hari itu
e. Room sales recapitulation, untuk mencatat penjualan kamar pd hari itu
f. Remittance of found, merupakan sebuah amplop yang digunakan untuk melaporkan
dan menyetorkan hasil penjualan pada hari itu
2) Penjualan Makanan dan Minuman
a. Restaurant and bar order digunakan untuk mencatat pesanan tamu
b. Restaurant and bar check/bill, digunakan sebagai faktur penjualan
c. Restaurant and bar summary of sales digunakan untuk mencatat penjualan baik tunai
maupun kredit pada masing-masing shift
d. Remittance of found merupakan sebuah amplop yang digunakan untuk melaporkan
dan menyetorkan hasil penjualan pada masing-masing shif

4. PROSEDUR PENJUALAN
1. Prosedur Penjualan Kamar
a) Sebelum kedatangan tamu akan melakukan reservasi baik secara individu atau pun
melalui agen perjalanannya kebagian reservation yang selanjutnya akan membuat
reservation form (RF) dan mencatatnya dalam daftar kedatangan tamu, kemudian
mendistribusikan form tersebut ke pihak FO, roomboy, housekeeping dan kredit
sebagai informasi.
b) Saat tamu datang menunjukkan bukti reservasi, FO akan mencocokkannya dengan
salian RF, kemudian meminta tamu untuk mengisi dan menandatangani form A lalu
memanggil bellboy dan memberikan kunci kamar kepada bellboy untuk mengantar
tamu
c) Setelah tamu kekamar FO membuat bill untuk tamu tersebut
d) FO mengisi room count sheet (RCS), melakukan posting untuk setiap pemakaian
kamar pada bill, kemudian membuat room sales recapitulations (RSR) kemudian
memasukkannya ke remittance of found (ROF)
e) FO mengirim form A asli sebagai laporan kepihak polisi
f) Malamnya night audit mengecek kembali hasil kerja FO pd hari tersebut
g) Keesokan harinya ROF dikirim ke back office dan diterima oleh income audit yang
selanjutnya akan mencocokkan kembali, untuk hasil penjualan tunai akan diserahkan
ke general cashier dan untuk sisanya diserahakn ke account receivable.
h) Income audit berdasarkan informasi yang diberikan oleh night audit akan membuat
daily of sales sebagai informasi kepada pihak manjemen
i) Account receivable akan melakukan pencatatan dan menyiapkan invoice ke pihak
agen perjalanan
Terkait dengan penjualan kamar, terdapat beberapa aktivitas yang dapat digunakan
hotel untuk melakukan pengendalian, antara lain :
a. Otorisasi transaksi : Dari bagan alur diatas dapat dilihat bahwa otorisasi transaksi dalam
penjualan kamar pada hotel tersebut sudah baik karena karyawan hanya memproses
transaksi yang sah, yang dalam hal ini berupa penyediaan/melampirkan form yang
diperlukan.
b. Pemisahan tugas : Dari bagan diatas dapat kita lihat bahwa sudah adanya pembatasan
atau pemisahan tugas dari masing-masing bagian/karyawan sehingga tidak ada
perangkapan tugas.
c. Dokumen dan catatan : Dari bagan diatas dapat kita lihat bahwa dokumen maupun
catatan yang digunakan dalam proses atau transaksi penjualan tersebut dibuat rangkap

dan digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi maupun tujuannya masingmasing
d. Pengendalian akses atas aktiva perusahaan : Dari bagan tersebut dapat kita lihat bahwa
perusahaan telah memiliki pengendalian akses terhadap aktiva perusahaannya dengan
baik. Hal ini dapat kita lihat dari adanya night auditor maupun income auditor yang ikut
mengawasi.
e. Pemeriksaan dan pengecekan independen : Walaupun pemeriksaan maupun
pengecekan telah dilakukan oleh income auditor, namun dilakukan kembali cek ulang
untuk memeriksa dan mengecek kemungkinan adanya kesalahan yang terjadi terhadap
laporan daily of sales yang dilaporkan oleh front office.
Bagan Alur-Penjualan Kamar dapat digambarkan sebagai berikut :
Tamu

Front Office

RSF

RSF

Bell Boy
Setelah tamu
Registrasi, kunci
Kamar diserahkan,
Bell boy antar
Tamu ke kamar

Night Audit

Cek

Income Audit

cek ulang

RGF

Tanda tangan

Laporan untuk
Pihak kepolisian

GB

RCS

Masukkan ke rak
Dan diposting
Setiap hari

RSR

Buat laporan
Daily of sales

Keterangan :
RSF = reservation form
uang
RGF = registration form
GB = guest bill
GB
RCS = room count sheet
RSR = room sales recapitulation
2. Prosedur Penjualan Makanan dan Minuman
ROF = remittance of fund
a) Tamu datang ke restoran disambut dan dipersilahkan duduk, selanjutnya menyodorkan
ROF
menu dan menyiapkan restoran and bar order (RBO) serta mencatat setiap order tamu
pada RBO
b) RBO diserahkan ke kitchen untuk menyiapkan menu yang diminta dank ke kasir
outlet untuk menyiapkan restoran and bar bill (RBB)

c) Setelah selesai tamu kan menyelesaikan pembayaran di kasir, jika tidak membayar
tunai, maka tamu diminta untuk menandatangani RBB untuk nantinya dikirim ke FO
agar diposting ke bill tamu
d) Pada akhir shift, kasir mrmbuat restoran and bar summary of sales (RSBSS) dan
memasukkan hasil penjualan ke dalam ROF kemudian menitipkannya pada safe
deposit box yang ada di FO untuk dikirim ke back office pada keesokan harinya.
Aktivitas Pengendalian pada Penjualan Tunai Makanan dan Minuman:
a. Otorisasi transaksi : Dari bagan tersbut dapat dilihat otorisasi dalam penjualan tunai
makanan dan minuman hotel sudah baik karena karyawan hanya memproses
transaksis yang sah, yang dalam hal ini berupa penyediaan/melampirkan form yang
diperlukan.
b. Pemisahan tugas : Dari bagan tersebut dapat dilihat bahwa sudah ada pemisahan
tugas yang baik agar tidak ada perangkapan tugas.
c. Dokumen dan catatan : Dari bagan tersebut dapat dilihat bahwa dokumen ataupun
catatan yang digunakan dalam transaksi penjualan kamar ini telah dibuat rangkap dan
digolongkan menjadi beberapa jenis misalnya seperti dokumen RBB dan RBO.
d. Pengendalian akses atas aktiva perusahaan : Dari bagan tersebut dapat dilihat
bahwa perusahaan telah menerapkan pengendalian akses atas aktiva karena telah ada
pembagian tugas dan adanya control juga dari back office, karena pada keesokan
harinya baik uang dan laporan summary penjualan akan dibawa ke back office.
e. Pemeriksaan dan pengecekan independen : Pemeriksaan dapat dilakukan di bagian
back office yang menerima summary of sales dan uang keesokan harinya, dengan
adanya perangkapan dokumen tersebut akan mempermudah pemeriksaan tersebut.

Bagan Alur Penjualan Tunai Makanan & Minuman


Tamu

Waiter/s

Menu

Menu

Kitchen

Cashier Outlet

RBO

Order

RBO

RBO

A
RBB
Uang

Siapkan pesanan
tamu
RBB
Uang

Front Office

Titip pada FO
utk tiap shift
Esok harinya
dibawa ke
back office

SOS

ROF
Penjualan makanan dan minuman pada hotel tidak hanya dapat terjadi secara tunai,
namun dapat terjadi secara kredit juga. Berkaitan dengan penjualan kredit, adapun aktivitas
pengendalian yang dapat dilakukan, yaitu Otorisasi transaksi, pemisahan tugas, dokumen dan
catatan, pengendalian akses atas aktiva perusahaan, serta pemeriksaan dan pengecekan
independen perusahaan sudah baik. Kegiatan tersebut sama dengan pada penjualan makanan
dan minuman secara tunai. Namun yang membedakan dari penjualan makanan dan minuman
secara kredit tersebut adalah tamu diminta untuk menandatangani RBB untuk nantinya
dikirim ke FO agar diposting ke bill tamu. Adapun bagan alur penjualan makanan dan
minuman secara tunai, yaitu :
Bagan Alur Penjualan Kredit Makanan & Minuman
Tamu

Waiter/s

Menu

Menu

Kitchen

Cashier Outlet

RBO

Order

Front Office

RBO

RBO

A
RBB

Siapkan pesanan
tamu
RBB

Posting
pada guest
Titip
billpada FO
utk tiap shift
Esok harinya
dibawa ke
back office

Tanda tangan
persetujuan charge
ke bill room

SOS

ROF

5. LAPORAN YANG DIHASILKAN


Laporan yang dihasilkan perusahaan dari berbagai kegiatan penjualan kamar
maupun penjualan makanan dan minuman, antara lain :
1) Penjualan kamar, laporan yang dihasilkan adalah rooms sales recapitulations
2) Penjualan makanan dan minuman laporan yang dihasilkan berupa restaurant and bar
summay of sales
3) Daily of sales, disiapkan oleh income auditor, yang berisi laporan penjualan hotel
secara keseluruhan

DAFTAR PUSTAKA

Widanaputra, AAGP., Suprasto, H Bambang., Ariyanto, Dodik., Sari, Maria M Ratna.


2009. Akuntansi Hotel (Pendekatan Sistem Informasi). Denpasar: Graha Ilmu

Author. 2011.

Pendapatan

Akuntansi

Hotel.

Diakses

pada

<http://meweks.blogspot.com/2011/12/pendapatan-ak-hotel.html>

Maret

2016.