Anda di halaman 1dari 9

Pengaruh Laba/Rugi Selisih Kurs, EPS, PER, dan Suku Bunga

Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan


Adinda Alifia Pitasari (2014310151)
Muhammad Bisyri Effendi., S.Si., M.Si
STIE Perbanas Surabaya
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laba/rugi selisih kurs, EPS, PER, dan
suku bunga terhadap harga saham pada perusahaan perbankan. Penelitian ini menjelaskan ada
atau tidaknya pengaruh antar variabel independent dengan variabel dependent melalui suatu
pengujian hipotesis yang dilakukan. Sampel penelitian ini sebanyak 23 perusahaan perbankan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Hasil penelitian dengan menggunakan analisis kelayakan model menunjukkan bahwa
variabel yang berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham adalah EPS. Berdasarkan uji
multikolinieritas, variabel independent tidak mempunyai masalah multikolonieritas. Berdasarkan
uji autokorelasi, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi. Berdasarkan uji
heteroskedastisitas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi kasus heteroskedastisitas. Berdasarkan
Ketepatan Model, dapat disimpukan bahwa besar pengaruh Laba/Rugi Selisih Kurs, EPS, PER,
dan Suku Bunga terhadap Harga Saham sebesar 60%, berarti ada faktor lain sebesar 40% yang
tidak termasuk dalam model yang dijelaskan oleh error. Berdasarkan Partial Correlation, dapat
disimpulkan bahwa variabel independent yang paling berpengaruh signifikan adalah EPS.
Kata kunci: Laba/Rugi Selisih Kurs, PER, EPS, Suku Bunga, Harga Saham.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Investor

ditunjukkan melalui harga pasar per saham


di

berkepentingan

pasar

dengan

modal
informasi

sangat

perusahaan, yang juga merupakan refleksi

yang

dari keputusan investasi, pendanaan dan

berkaitan dengan kinerja perusahaan, karena

aktiva manajemen.

perusahaan yang memilki kinerja yang baik

Laporan

mampu
perusahaan

memaksimalkan
yang

pada

keuntungan
akhirnya

keuangan

adalah

catatan

informasi keuangan suatu perusahaan pada

akan

suatu periode akuntansi yang dapat digunakan

meningkatkan kesejahteraan para pemilik

untuk menggambarkan kinerja perusahaan

saham. Kesejahteraan pemegang saham dapat

tersebut. Salah satu komponen informasi

akuntansi yang terkandung dalam laporan

penanam saham memerlukan pertimbangan

keuangan adalah laba/rugi selisih nilai tukar

yang matang.

mata uang (kurs). Laba/rugi selisih kurs


dipandang

penting

sebagai

bagian

Untuk memberikan informasi mengenai

dari

mahal atau tidaknya suatu harga saham, bisa

informasi akuntansi yang diuangkapkan oleh

dilihat dari laba per saham (Earning Per

laporan keuangan perusahaan karena dapat

Share EPS) dan Price Earning Ratio (PER).

mempengaruhi laba perusahaan.

Perusahaan yang mempunyai prospek baik

Investasi atau penanaman dalam saham


adalah

pembelian

atau

atau

tinggi. Dari segi investor, Price Earning

kepemilikan saham perusahaan lain dengan

Ratio yang terlalu itnggi terkadang tidak

tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari

menarik dikarenakan kemungkinan harga

lainnya. Karena tujuan akhirnya adalah agar

saham tidak akan naik lagi, yang berarti

dapat

kemungkinan memperoleh capital gain akan

memperoleh

penyertaan

memiliki Price Earning Ratio (PER) yang

pendapatan,

maka

lebih kecil.
Rumusan Masalah

dari

Apakah laba/rugi selisih kurs, PER,

pihak

yang

berkepentingan

terhadap aktivitas ekonomi perusahaan.

EPS, dan suku bunga mempengaruhi harga

Laba/rugi

saham pada perusahaan perbankan?

menunjukkan bahwa sebuah perusahaan

Tujuan

manufaktur cukup sensitif terhadap

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk

selisih

kurs

perubahan tingkat kurs yang sebagian

mengetahui apakah laba/rugi selisih kurs,

dikarenakan

PER, EPS, dan suku bunga mempengaruhi

perdagangan luar negeri.

harga saham pada perusahaan perbankan.

kegiatan

Menurut PSAK No. 10, kurs

selisih yang dihasilkan dari pejabaran

Laba/Rugi Selisih Kurs


Laba/rugi selisih kurs biasanya
dilaporkan dalam laporan laba/rugi. Net
income (net loss) disebut juga dengan
earning (positif atau negatif). Informasi
yang disajikan dalam laporan laba/rugi
biasanya menjadi informasi penting
akuntansi

adanya

uang. Sedangkan selisih kurs adalah

Landasan Teori

pada

oleh

adalah rasio pertukaran untuk dua mata

TINJAUAN PUSTAKA
1.

juga

keuangan

karea

profitability merupakan perhatian utama

sejumlah uang tertentu ke dalam mata


uang lain pada kurs yang berbeda.
Selisih kurs timbul apabila terdapat
perubahan kurs antara tanggal translasi
dan tanggal penyelesaian (settlement
date) pos moneter yang timbul dari
translasi dalam mata uang asing. Dalam
penelitian ini menggunakan laporan
laba/rugi perusahaan perbankan yang

mencantumkan
2.

keuntungan

dan

didasarkan atas perbandingan antara

kerugian akibat selisih kurs.

harga pasar saham terhadap pendapatan

Earning Per Share (EPS)

per lembar saham (Earning Per Share

Earning Per Share (EPS) atau

EPS).

pendapatan perlembar saham adalah

Price Earning Ratio (PER) untuk

bentuk pemberian keuntungan yang

memberikan informasi mengenai mahal

diberikan kepada para pemegang saham

tidaknya suatu harga saham. Perusahaan

yang dimiliki. Earning Per Share (EPS)

diharapkan

merupakan rasio yang menunjukkan

mempunyai Price Earning Ratio (PER)

berapa besar keuntungan (return) yang

yang tinggi. Sebaliknya, perusahaan

diperoleh

yang

investor

atau

pemegang

akan

tumbuh

diharapkan

tinggi

mempunyai

saham per lembar saham (Tjiptono dan

pertumbuhan rendah akan mempunyai

Hendry, 2001:139). Sedangkan menurut

Price

Baridwan

rendah.

(1992:333)

Earning

Per

Share (EPS) adalah jumlah pendapatan

Earning

Ratio

(PER)

yang

Rumus untuk menghitung PER:

yang diperoleh dalam satu periode


PER =

untuk tiap lembar saham yang beredar,


dan

akan

dipakai

oleh

pemimpin

perusahaan untuk menentukan besarnya

4.

Suku Bunga (BI Rate)

dividen yang akan dibagikan. Menurut

Menurut Karl dan Fair (2001:635)

Weygrandt et. al. (1996:805-806) dan

suku bunga adalah pembayaran bunga

Elliot dan Elliot (1993:250) Earning

tahunan dari suatu pinjaman dalam

Per Share (EPS) menilai pendapatan

bentuk persentase dari pinjaman yang

bersih yang diperoleh setiap lembar

diperoleh dari jumlah bunga yang

saham biasa. EPS akan mencerminkan

diterima tiap tahun dengan jumlah

pertumbuhan laba perusahaan naik atau

pinjaman. Menurut Lipsey, Ragan, dan

turun.

Courant
Rumus untuk menghitung EPS:

(1997:471)

merupakan

harga

suku

yang

bunga

dibayarkan

untuk satuan mata uang yang dipinjam


dalam

EPS =

periode

waktu

tertentu.

Sedangkan menurut Kasmir (2001:101)


3.

Price Earning Ratio (PER)


Menurut Dyah Ratih Sulistyastuti
(2005) Price Earning Ratio (PER)
adalah ukuran kinerja satuan yang

suku bunga adalah adalah sebagai balas


jasa yang diberikan oleh bank yang
berdasarkan

prinsip

konvensional

5.

kepada nasabah yang membeli atau

pendanaan

(termasuk

kebijakan

menjual produknya.

dividen) dan pengelolaan aset. Menurut

Kenaikan tingkat suku bunga akan

Siegel Shim (1999:441) harga saham

menaikkan nilai uang di masa yang

merupakan tingkat saham equilibrium di

akan

mana

datang,

maka

hal

ini

akan

terdapat

kesepakatan

antar

menjadikan nilai return saham menjadi

pembeli dan penjual pada pasar modal

kurang berharga maka semakin lama

di Bursa Efek. Sedangkan menurut

harga

Dalam

Sawidji Widioatmodjo (2005:102) harga

penelitian ini menggunakan suku bunga

saham adalah harga jual dari investor

(BI Rate) rata-rata per tahun.

yang satu kepada investor lain setelah

saham

akan

jatuh.

saham tersebut di cantunkan di bursa,

Saham
Menurut Tjiptono Darmaji dan
Hendy M. Fakhrudin (2006:178) saham
dapat

didefinisikan

sebagai

tanda

pemilikan seseorang atau badan dalam


suatu

perusahaan

The Counter Market).


Kerangka Pemikiran
Berikut

ini

digambarkan

kerangka

perseroan

pikiran mengenai pengaruh Laba/Rugi Selisih

terbatas. Saham berwujud selembar

Kurs, EPS, PER, dan Suku Bunga Terhadap

kertas

Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan.

yang

pemilik

atau

baik bursa utama maupun OTC (Over

menerangkan

kertas

adalah

bahwa
pemilik

perusahaan yang menerbitkan surat


berharga tersebut. Menurut Bernstein
(1995:197)

saham

adalah

selembar

kertas yang menyatakan kepemilikan


dari sebagian

perusahaan.

Menurut

Sumantoro (1990:10) saham adalah


penyertaan dalam modal dasar suatu
perseroan terbatas, sebagai tanda bukti
penyertaan tersebut dikeluarkan surat

Hipotesis

atau saham kolektif kepada pemilik,

H1 : Ada Pengaruh Laba/Rugi Selisih Kurs

yaitu pemegang saham.

Terhadap Harga Saham


H2 : Ada Pengaruh EPS Terhadap Harga

6.

Harga Saham
Martono
didefinisikan

Saham
(2007:13)
sebagai

keputusan-keputusan

saham

refleksi

dari

investasi

H3 : Ada Pengaruh PERTerhadap Harga


Saham

H4 : Ada Pengaruh Suku Bunga Terhadap

Setiap kenaikan satu satuan unit

Harga Saham

Laba/Rugi Selisih Kurs, maka akan


menaikkan (+) harga saham sebesar

METODE PENELITIAN

1,067

Identifikasi Variabel
1.

berpengaruh.
Koefisien Regresi EPS (X2) = 7,219

X3 : PER

Setiap kenaikan satu satuan unit EPS,

X4 : Suku Bunga

maka akan menaikkan (+) harga

Variabel Terikat (Dependent Variable)

saham sebesar 7,219 dengan asumsi

Y : Harga Saham
Sumber dan Jenis Data
Data yang digunakan dalam penelitian
dengan
dan

mengambil

harga

saham

variabel

independent

dianggap

konstan

selain

EPS

atau

tidak

berpengaruh.

ini adalah data sekunder. Pengumpulan data


keuangan

variabel

Kurs dianggap konstan atau tidak

X2 : EPS

dilakukan

asumsi

independent selain Laba/Rugi Selisih

Variabel Bebas (Independent Variable)


X1 : Laba/Rugi Selisih Kurs

2.

dengan

Koefisien Regresi PER (X3) = 0,322

laporan

Setiap kenaikan satu satuan unit PER,

perusahaan

maka akan menurunkan (-) harga

perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2008-

saham sebesar 0,322 dengan asumsi

2012.

variabel

independent

HASIL DAN PEMBAHASAN

dianggap

konstan

1.

berpengaruh.

Model Regresi dan Interpretasi


Harga Saham = + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3

selain

PER

atau

tidak

Koefisien Regresi Suku Bunga (X4) =

+ b4 X 4 + e

17004,402

Harga Saham = 1574,727 + 1,067

Setiap kenaikan satu satuan unit Suku

(Laba/Rugi Selisih Kurs) + 7,219 (EPS)

Bunga, maka akan menurunkan (-)

0,322 (PER) 17004,402 (Suku

harga

Bunga) + e

dengan asumsi variabel independent

Interpretasi:

selain Suku Bunga dianggap konstan

atau tidak berpengaruh.

= 1574,727.
Jika

semua

dianggap

variabel

independent

konstan

atau

tidak

maka

harga

saham

berpengaruh,

sebesar 1574,727.

Koefisien

Regresi

2.

saham

sebesar

17004,402

Uji Normalitas
Model regresi dapat dikatakan
memenuhi

asumsi

normalitas

jika

residual yang disebabkan oleh regresi


Laba/Rugi

Selisih Kurs (X1) = 1,067

berdistribusi normal. Untuk menguji

asumsi ini, digunakan metode Non-

4.

parametik Kolmogorov-Smirnov.
H0 : Residual Berdistribusi Normal
H1 : Residual Tidak Berdistribusi

Uji statistik t pada dasarnya


menunjukkan seberapa jauh pengaruh
satu variabel penjelas atau independen

Normal
Hasil

Normalitas

secara individual dalam menerangkan

statistik

Non-parametik

variasi variabel dependen. Berdasarkan

Kolmogorov-Smirnov

menunjukkan

hasil Uji t variabel yang berpengaruh

bahwa besarnya nilai Kolmogorov-

signifikan terhadap Harga Saham adalah

Smirnov adalah 2,082 dan Asymp. Sig

EPS (X2) = 0,000 karena probabilitas

(2-tailed) 0,000 < 0,05. Sehingga dapat

signifikansinya <

disimpulkan

tidak

Laba/Rugi Selisih Kurs (X1) = 0,104,

berdistribusi normal.
Kelayakan Model
Uji statistik F (Uji Model) pada

EPS (X3) = 0,802, dan Suku Bunga (X4)

dengan

3.

Uji t / Pengujian Hipotesis

uji

pengujian

bahwa

residual

= 0,323 tidak berpengaruh signifikan


terhadap

dasarnya untuk menguji model regresi

independent

secara

simultan

berpengaruh

signifikan

terhadap

5.

dikatakan terjadi multikolinieritas, yaitu


terjadi hubungan yang cukup besar

terhadap

antara variabel-variabel bebas, dan anga


tolerance mempunyai angka 0,10, maka

Sig-F , maka H0 diterima (seluruh

variabel

variabel X tidak berpengaruh terhadap

masalah

variabel Y), model regresi tidak fit.

tidak

mempunyai

multikolinieritas

dengan

Berdasarkan hasil uji Collinearity

untuk pengaruh Laba/Rugi Selisih Kurs,

Statistics dapat disimpulkan bahwa

EPS, PER, dan Suku Bunga terhadap

angka tolerance-nya > 0,10, maka dapat

harga saham diperoleh hasil uji F hitung

disimpulkan bahwa semua variabel

yang menunjukkan

independent tidak mempunyai masalah

bahwa tingkat signifikan sebesar 0,000

multikolonieritas. Dapat disimpulkan

jika

juga bahwa nilai VIF < 10, maka dapat

probabilitas < 0,05 yang artinya model

dikatakan tidak terjadi multikolinieritas.

regresi tersebut dikatakan model regresi


fit.

tersebut

variabel bebas lainnya.

Hasil uji F yang telah dilakukan

< 0,05 di mana H0 ditolak

Uji Multikolinieritas

jika nilai VIF > 10, maka dapat

variabel Y), model regresi fit. Jika nilai

sebesar 41,954

karena

Factor) yang diperkenankan adalah 10,

maka H0 ditolak (salah satu variabel


berpengaruh

Saham

Nilai VIF (Variance Inflation

variabel dependent. Jika nilai Sig-F < ,


independent

Harga

probabilitas signifikansinya > 0,05.

fit atau tidak. Uji F digunakan untuk


mengetahui apakah variabel-variabel

0,05. Sedangkan

6.

Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk

heteroskedastisitas, karena ada nilai Sig.

menguji apakah model regresi linier ada

Uji t pada variabel independent yang

korelasi antara kesalahan pengganggu

minimal 0,05.

pada

periode

dengan

kesalahan

Tingkat

signifikan

Laba/Rugi

pengganggu pada periode sebelumnya.

Selisih Kurs = 0,001, tingkat signifikan

Model regresi yang baik adalah regresi

EPS = 0,000, tingkat signifikan PER =

yang bebas dari autokorelasi. Untuk

0,847, dan tingkat signifikan Suku

mengetahui apakah terjadi autokorelasi

Bunga

0,888.

Maka

dapat

dalam

disimpulkan

bahwa

terjadi

kasus

suatu

model

regresi,

dapat

digunakan uji Durbin Watson (Uji DW)

heteroskedastisitas, karena ada nilai Sig.


Uji t pada variabel independent yang
minimal 0,05.

Dapat disimpulkan bahwa Durbin

8.

Ketepatan Model

Watson sebesar 2,156. Dalam tabel

7.

Goodness of Fit Test berguna

Durbin Watson diketahui dL = 1,63545

untuk

dan dU = 1,74630. Dari tabel di atas

regresi yang dinyatakan dalam koefisien

ditunjukkan bahwa nilai dU < d < 4 - dU

determinasi

(1,74630 < 2,156 < 2,2537). Sehingga

karena

dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi

determinasi

autokorelasi.

mendasar yaitu bias terhadap jumlah

Uji Heteroskedastisistas

variabel independent yang dimasukkan

Uji heteroskedastisitas bertujuan

mengukur

ketepatan

majemuk

fungsi

(R2),

namun

penggunaan

koefisien

memiliki

kelemahan

ke dalam model, maka banyak peneliti

untuk menguji apakah dalam model

yang

regresi terjadi ketidaksamaan variance

menggunakan nilai adjusted R2 pada

dari

saat mengevaluasi model regresi.

residual

satu

pengamatan

ke

pengamatan yang lain. Jika variance


dari

residual

satu

pengamatan

menganjurkan

untuk

Dari hasil pengujian Adjusted R2 =

ke

0,600 dapat disimpukan bahwa besar

pengamatan lain tetap, maka disebut

pengaruh Laba/Rugi Selisih Kurs, EPS,

Homoskedastisitas dan jika berbeda

PER, dan Suku Bunga terhadap Harga

disebut

Model

Saham sebesar 60%, berarti ada faktor

regresi yang baik adalah yang tidak

lain sebesar 40% yang tidak termasuk

terjadi Heteroskedastisitas atau yang

dalam model yang dijelaskan oleh error.

Heteroskedastisitas.

Homoskedastisitas (Ghozali, 2011:139).


Jika ada variabel independent yang <
=

0,05,

maka

terjadi

kasus

9.

Partial Correlation
Partial
pengaruh

Correlation
masing-masing

adalah
variabel

independent

terhadap

variabel

multikolonieritas.

Berdasarkan

uji

dependent.

autokorelasi dapat disimpulkan bahwa tidak

Pengaruh Laba/Rugi Selisih Kurs

terjadi

terhadap

Harga

Saham

sebesar

EPS

terhadap

PER

terhadap

Suku

Bunga

Harga
terhadap

Harga Saham sebesar (-0,097)

variabel

Selisih Kurs, EPS, PER, dan Suku Bunga


terhadap Harga Saham sebesar 60%, berarti
ada faktor lain sebesar 40% yang tidak
termasuk dalam model yang dijelaskan oleh
error. Berdasar partial correlation, dapat

0,009409
Dapat

Berdasarkan ketepatan model, dapat


disimpukan bahwa besar pengaruh Laba/Rugi

Saham sebesar (-0,025) 2 = 0,000625


Pengaruh

disimpulkan

independent

yang

bahwa
paling

disimpulkan bahwa variabel independent yang


paling berpengaruh signifikan adalah EPS.

berpengaruh signifikan adalah EPS.

SARAN

Karena Partial Correlation yang paling

1.

besar adalah yang paling berpengaruh.

selanjutnya

yang

variabel independent yang berhubungan


dengan penelitian tersebut, seperti :

PER, dan suku bunga terhadap harga saham


perusahaan

perbankan

normalitas

tidak

berdasarkan

berdistribusi

kelayakan

model,

inflasi, ROA, DER, ROE, CR, LDR dan

uji

pembagian

normal.

Bunga terhadap harga saham dikatakan model


regresi fit. Berdasarkan uji t / pengujian
yang berpengaruh signifikan

terhadap Harga Saham adalah EPS (X2),


Laba/Rugi Selisih Kurs (X1), EPS (X3), dan
Suku Bunga (X4) tidak berpengaruh signifikan

agar

bisa

yang lebih baik.


2.

Bagi para investor dan calon investor


yang

akan

berinvestasi

saham,

hendaknya mempertimbangkan faktor


Earning Per Share (EPS) karena EPS
menggambarkan kinerja perusahaan dan
risiko yang dihadapi dan tentunya akan
mempengaruhi besar keuntungan yang

terhadap Harga Saham


Berdasarkan uji Multikolinieritas, dapat
bahwa

dividen

mendapatkan hasil pengaruh variabel

pengaruh

Laba/Rugi Selisih Kurs, EPS, PER, dan Suku

disimpulkan

peneliti

tema yang sama, sebaiknya menambah

Hasil uji pengaruh laba/rugi selisih kurs, EPS,

hipotesis,

Untuk

berminat melakukan penelitian dengan

KESIMPULAN

Berdasarkan

uji

heteroskedastisitas, dapat disimpulkan bahwa

Harga

Saham sebesar (0,663) 2 = 0,439569


Pengaruh

Berdasarkan

terjadi kasus heteroskedastisitas

(0,158)2 = 0,024964
Pengaruh

autokorelasi.

semua

variabel

independent tidak mempunyai

masalah

akan diperoleh investor.


DAFTAR PUSTAKA

Admin. 2015. Pengertian Price Earning

Effendi, M. Bisyri; Dyah Pujiati; dan Ahmar,

Ratio Menurut Definisi Para Ahli.

Nurmala. 2015. Modul Statistika II

(Online)

STIE Perbanas.

(http://www.landasanteori.com/2015/10/
pengertian-price-earning-ratioadalah.html,

diakses

tanggal

15

November 2015)

Jenis-Jenis Saham. (Online)


(http://nanangbudianas.blogspot.co.id/2
013/02/pengertian-dan-jenis-jenis-

Adypato. 2010. Pengertian Suku Bunga


Menurut Beberapa Ahli. (Online)
/12/pengertian-suku-bunga-menurutdiakses

tanggal

saham.html,

diakses

tanggal

15

November 2015)

(https://adypato.wordpress.com/2010/05
beberapa-ahli/,

Nanang Budianas. 2013. Pengertian dan

15

November 2015)
Damanik. 2013. Pengertian Investasi Saham.
(Online)
(http://xerma.blogspot.co.id/2013/08/pe
ngertian-investasi-saham.html, diakses
tanggal 15 November 2015)

Rosyadi.

2002.

Keterkaitan

Kinerja

Keuangan dengan Harga Saham (Studi


Pada 25 Emiten 4 Rasio Keuangan di
BEJ. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan
Volume 1. Nomor 1. UMS.
Susilowati. 2003. Pengaruh Price Earning
Ratio

(PER)

Terhadap

Faktor

Fundamental Perusahaan (Dividend


Pay Out Ratio, Earning Per Share, dan

Denny Bagus. 2010. Earning Per Share

Risiko) Pada Perusahaan Publik di

(EPS) : Definisi dan Faktor Penyebab

Bursa Efek Jakarta (BEJ). Jurnal Bisnis

Kenaikan dan Penurunan Laba Per

Dan

Saham. (Online)

Stikubnak.

(http://jurnalsdm.blogspot.co.id/2010/01/earningsper-share-eps-definisi-dan.html, diakses
tanggal 15 November 2015)
Denny Bagus. 2009. Saham: Definisi, Jenis

Ekonomi

Lembar

Saham

Per

/05/pengertian-laba-per-lembarNovember 2015)

diakses tanggal 15 November 2015)

(Earning

(http://wahyunatalia.blogspot.co.id/2011

Saham. (Online)

definisi-jenis-dan-faktor-yang.html,

STIE

Share/EPS). (Online)

saham.html,

sdm.blogspot.co.id/2009/08/saham-

10.

Wahyu Natalia. 2011. Pengertian Laba Per

dan Faktor yang Mempengaruhi Harga


(http://jurnal-

Volume

diakses

tanggal

15