Anda di halaman 1dari 28

BAJA PADUAN RENDAH

BERKEKUATAN TINGGI
(High Strength Low Alloy Steel)
HSLA

MENURUT AISI : Baja HSLA terdiri dari sekelompok


baja tertentu dengan komposisi kimia yang khusus
dibuat untuk memberikan sifat mekanis lebih baik
dan dalam hal tertentu dapat memberikan ketahanan
terhadap korosi cuaca (atmosfir) dibandingkan dengan
baja karbon konvensional
Baja HSLA pada umumnya dibuat dengan lebih
ditekankan pada persyaratan sifat mekanis daripada
persyaratan komposisi kimia
Baja HSLA mempunyai kekuatan tinggi, tangguh,
serta mudah dibentuk dan dilas

Baja HSLA pertama dibuat oleh Union Carbide Corp


di USA 1936
Baja HSLA dibuat dengan menambahkan unsur Nb
kedalam baja ferit-perlit
Karena Nb mahal dan permintaan pasar terhadap
baja HSLA terbatas, oleh karena itu
perkembangannya menjadi sangat lambat
Tahun 1950 harga Nb turun dan permintaan pipapipa baja yang mempunyai kekuatan dan ketangguhan
tinggi serta mudah di las, sehingga perkembangannya
menjadi pesat

1.

2.
3.

Kadar C dalam baja ini rendah (0,05-0,15%)


sehingga mudah di las. Kekuatannya meningkat
karena ditambahkan Mn, Nb, Mo, dan V sehingga
terbentuk ferit acicular yaitu struktur yang
memiliki kerapatan dislokasi yang tinggi sehingga
memberikan efek penguatan yang tinggi
Baja HSLA hasil hot rolled mempunyai
y = 250-550 MPa dan u = 415-700 MPa
Perkembangan baja HSLA dipercepat oleh
permintaan baja yang kuat, tangguh, mudah dilas
untuk pipa gas alam, kapal, dan struktur rig lepas
pantai

4. Belakangan ini baja tersebut digunakan untuk


menurunkan berat untuk menghemat bahan bakar
sehingga cocok untuk pemakaian pada industri
transportasi (otomotif)

MEKANISME PENGUATAN BAJA


HSLA
1.
2.
3.
4.

Grain Refinement (penghalusan butiran)


Precipitation Hardening (penguatan karena
pembentukan partikel halus/precipitat)
Strain Hardening (penguatan karena
regangan/dislokasi)
Solid Solution Strengthening (penguatan
karena pemaduan/larutan padat)

PROSES PRODUKSI BAJA HSLA


1.

2.
3.
4.

Pemaduan dengan sejumlah kecil elemenelemen pembentuk Karbida dan Nitrida


(pemaduan mikro)
Pengerolan terkontrol (Controlled Rolling)
Pendinginan terkontrol (Controlled Colling)
Pengaturan bentuk inklusi (Inclusion Shape
Control)

Faktor-faktor Mekanisme Penguatan Baja HSLA


dan Proses Produksi Baja HSLA dapat
diterapkan secara gabungan (kombinasi) atau
sendiri-sendiri untuk menghasilkan sifat yang
diinginkan

PENGARUH UNSUR PADUAN TERHADAP


SIFAT BAJA HSLA

PENAMBAHAN UNSUR MN
KEDALAM BAJA HSLA

Penambahan unsur Mn kedalam baja HSLA.


1-1,5% dapat menurunkan temperatur
transformasi dari ke poligon sekitar 50OC ,
dapat menghasilkan penghalusan butiran ,
akibatnya dapat menaikkan kekuatan dan
menurunkan temperatur transisi pada impact
test (menaikkan ketangguhan)

Pengaruh besar butiran terhadap kekuatan


ditunjukkan oleh persamaan Hall-Petch
Sy=S1 + Ky.d-1/2
keterangan:
Sy=tegangan luluh Ky=konstanta
S1=tegangan gesek d=diameter butiran
Kadar Nn 1,5-2,0% dapat menurunkan temperatur
transisi lebih jauh, hal ini akan menyebabkan
mengalami transformasi menjadi acicular dan
bukan lagi poligon.
acicular dapat menaikkan kekuatan.
Mn menguatkan baja karena penghalusan butiran
maupun karena penguatan larutan padat (Solid
Solution Hardening)

PENAMBAHAN UNSUR AL KEDALAM


BAJA
Perkembangan baja kekuatan tinggi dari baja
grade 50 (semi killed) dan selanjutnya melalui
penambahan Al maka diperoleh baja St 52
Penambahan unsur Al tersebut dimaksudkan
sebagai bahan deoksidator dan memberikan
pembentukan struktur ferit yang lebih halus
setelah dilakukan proses perlakuan panas
normalizing

Proses Normalisasi pada umumnya dimaksudkan


untuk menyamakan struktur dan sifat-sifat pelat baja
hasil pengerolan panas. Temperatur pemanasan 900
OC, unsur Al yang ada dalam baja mengikat Nitrogen
(N), partikel halus AlN ( Alumunium Nitrida) tersebar
merata. Unsur-unsur yang mempunyai afinitas kuat
terhadap karbon misal unsur paduan mikro dapat
menimbulkan presipitasi karbida (MC). Partikelpartikel AlN dan MC sebagai pusat pengintian
(nuklei) selama transformasi berikutnya, disamping
berfungsi pula sebagai penghalang batas butir.

Karena itu transformasi ke akan menghasilkan


struktur + p yang halus ketika dilakukan
pendinginan di udara, terjadi peningkatan kekuatan
dan penurunan temperatur transisi

GAMBAR 5A

UNSUR PEMADU MIKRO : NB, V, DAN


TI

Niobium (Nb) dapat mengikat C dan N membentuk


partikel halus dalam bentuk Karbida atau Nitrida
atau kombinasinya disebut Karbonitrida (C,N).
Pembentukan partikel halus ini sangat ditentukan
oleh kelarutannya didalam dan dapat menghambat
terjadinya proses Rekristalisasi dan grain growth
selama proses Normalisasi atau proses pengerolan
terkontrol. Sehingga dihasilkanpenghalusan butiran ,
kemudian menghasilkan butiran yang halus.

Partikel halus Nb (C,N) yang terbentuk didalam


atau didalam selama atau setelah transformasi juga
menghasilkan kenaikan kekuatan.

Vanadium (V) juga berinteraksi secara kuat dengan C


dan N membentuk V (CN) dan memberikan efek yang
bermanfaat terhadap pengontrolan rekristalisasi
dan peningkatan kekuatan akibat precipitation
hardening terutama pada baja dengan kadar N tinggi.
Proses penguatan oleh Pemadu Mikro disebabkan
oleh :
grain refinement dan precipitation hardening

PENGARUH UNSUR-UNSUR CU, NI,


DAN CR
Unsur-unsur pemadu Cu, Ni, Cr, Si merupakan unsurunsur pemadu konvensional yang biasanya
ditambahkan kedalam baja beberapa persepuluh
persen sampai >1%.
Pengaruhnya terhadap penguatan, temperatur
transisi dan sifat mampu las pada umumnya berbeda
antara satu dengan yang lain.
Unsur-unsur pemadu konvensional, efek penguatan
larutan padat (solid solution hardening), utamanya
baja yang akan di Normalizing disamping temperatur
Rekristralisasi meningkat

Cu dan Ni mempunyai pengaruh yang serupa seperti


yang diberikan oleh Mn terhadap sifat transformasi
yaitu menurunkan temperatur transformasi ke .
Kedua unsur ini dapat menghaluskan butiran.
Pengaruh lain Cu dapat menurunkan laju korosi baja
dan dapat menurunkan laju korosi baja dan dapat
menurunkan kecendrungan pembentukan hidrogen
yang membentuk lubang-lubang halus (void) pada
daerah sekitar inklusi.

Pengaruh Cr, peningkatan ketahanan terhadap


oksidasi.
Cr dan Mo merubah karakteristik transformasi baja
dan membantu pembentukan campuran MartensitAustenit (M-A) pada baja Deal-Phase

JENIS BAJA HSLA

Jenis baja HSLA pada umumnya memiliki


struktur mikro ferit poligon dan perlit yang halus
disertai dengan adanya precipitasi karbida atau
Nitrida.

Jenis lain baja HSLA :


Baja HSLA dengan struktur mikro Ferit Acicular
Baja HSLA dengan struktur mikro Bainit
Baja HSLA dengan struktur mikro Dual-Phase
Baja HSLA cuaca (weathering HSLA Steel)

Perbedaan struktur yang terjadi pada setiap HSLA


disebabkan oleh perubahan transformasi fasa akibat
pemaduan atau akibat kecepatan pendinginan yang
diberikan ketika proses pengerolan atau ketika proses
perlakuan panas. Perubahan struktur, perubahan
sifat-sifat pada baja HSLA