Anda di halaman 1dari 22

ABSES

RETROAURIKULER

Ivan Meidika Kurnia


(112014146)
Chintia Septiani Thintarso
(112014093)
Evan Luke Aditya
(112014178)

ANATOMI TELINGA

TUBA EUSTACHIUS

ORGAN CORTI

CANALIS
SEMISIRCULARIS

ADITUS AD ANTRUM

TIMPANI MEMBRANE

FISIOLOGI
PENDENGARAN

DEFINISI ABSES
RETROAURIKULER
Abses retroaurikuler merupakan komplikasi dari infeksi yang
berasal dari dalam telinga (otitis media).

EPIDEMIOLOGI
Komplikasi ekstrakranial dan intrakranial dari otitis media dapat terjadi
pada seluruh kelompok usia, namun lebih umum dijumpai pada anak
dalam dua tahun pertama kehidupan.
Data penelitian di daerah pedalaman provinsi Natal, Afrika Selatan
menunjukkan 80% komplikasi ekstrakranial dan 70% komplikasi
intrakranial terjadi pada anak-anak yang berusia antara 1-2 tahun.
Komplikasi otitis media akut dan kronik dapat menyebabkan tingkat
morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi.
Salah satu komplikasi ekstrakranial dari otitis media adalah abses
retroaurikuler/abses postaurikuler.7
Dari penelitian di daerah pedalaman provinsi Natal, Afrika Selatan, abses
retroaurikuler merupakan komplikasi ekstrakranial yang paling sering
terjadi pada anak-anak di bawah 6 tahun yang mengidap otitis media.

ETIOLOGI
Abses retroaurikuker ini berasal dari infeksi pada telinga tengah.
Infeksi pada telinga tengah disebabkan oleh otitis media akut, otitis
media supuratif kronik, maupun infeksi pada tulang mastoid yaitu
mastoiditis.

PATOFISIOLOGI
Pertahanan telinga tengah pertama tembus pertahanan
telinga tengah kedua tembus struktur lunak dan tulang sekitar
reaksi peradangan abses subperiosteal

KLASIFIKASI
Abses retroaurikuler termasuk kedalam abses subperiosteal. Abses
subperiosteal menyertai 50% pasien dengan mastoiditis. Abses
subperiosteal karena mastoiditis ini berupa :
Abses retroaurikuler (postauricular abscess) yang sering terbentuk yaitu diatas
Macewens triangle dari mastoid. Ini dikarenakan pus yang ada melintasi
pembuluh darah di lamina cribosa. Abses retroaurikuler sering terjadi pada anakanak. Akibat dari abses ini, posisi aurikula menjadi terdorong ke anterior, lateral,
dan inferior.
Abses zigomaticus berasal dari infeksi yang terjadi pada sel zigomatik yaitu pada
arcus zigomatikum posterior. Pus dapat terletak superfisial atau profunda dari m.
temporalis. Pembengkakan terjadi di bagian anteroinferior aurikula. Dapat terjadi
edema pada kelopak mata atas.
Abses Bezolds terjadi pada mastoiditis akut koalesens dimana pus dapat
menembus ujung dari tulang mastoid bagian medial yang tipis. Pus yang
menembus ini terlihat sebagai pembengkakan pada bagian atas leher. 11

Click icon to add picture

TIPE ABSES MASTOID

DIAGNOSIS
Diagnosis abses retroaurikuler umumnya jelas. Edema jaringan dan
abses menyebabkan daun telinga terdorong ke bawah dan samping
karena hanya bagian atas mastoid yang masih memiliki
pneumatisasi. Pada stadium awal, dokter harus melakukan
pemeriksaan radiologis atau ultrasonografi untuk mengkonfirmasi
keberadaan udara di dalam jaringan lunak atau kavitas di dalam
kapsul abses jika fluktuasi masih belum jelas.Pemeriksaan radiologi
akan menunjukkan gambaran perselubungan pada pneumatisasi
mastoid atau gambaran radiolusen akibat erosi tulang bila terdapat
kolesteatoma.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan penunjang bertujuan untuk menegakkan diagnosis
serta mencari adanya komplikasi lain selain abses retroaurikuler.
CT scan tulang mastoid.
Kultur cairan abses.

DIAGNOSIS BANDING
Limfadenitis adalah peradangan pada salah satu atau beberapa kelenjar getah
bening. Kelenjar getah bening ada yang di sekitar leher, ketiak dan pangkal paha.
Jika terjadi infeksi, maka biasanya kelenjar getah bening lokal akan ikut membesar.
Di daerah leher, terdapat banyak kelenjar getah bening yang menurut Sloan
Kattering Memorial Cancer Center Classification dibagi menjadi lima daerah
penyebaran kelompok kelenjar, yaitu daerah:
Kelenjar yang terletak di segitiga sub-mental dan submandibular
Kelenjar yang terletak di 1/3 atas dan termasuk kelenjar limfa jugular superior, kelenjar digastrik dan
kelenjar servikal posterior superior
Kelenjar limfa jugularis di antara bifurkasio karotis dan persilangan m.omohioid dengan
m.sternokleidomastoid dan batas posterior m.sternokleidomastoid
Grup kelenjar di daerah jugularis inferior dan supraklavikula
Kelenjar yang berada di segitiga posterior servikal

Jika terjadi pada peradangan kelenjar getah bening di daerah V, bisa tampak gejala
klinis sebagai pembesaran pada daerah belakang telinga (limfadenitis postaurikuler)
yang lunak dan sakit, kulit terlihat kemerahan dan terasa hangat, demam, kadang
terbentuk abses. Infeksi yang terjadi pada kelenjar getah bening leher posterior
biasanya disebabkan oleh mononukleosis atau rubella.

PENILAIAN & PENANGANAN


KLINIS

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan abses retroaurikuler terdiri dari penanganan setempat
abses tersebut serta fokus infeksi diluar abses seperti penanganan OMSK,
mastoiditis, dan beserta komplikasi lainnya.
Insisi dan drainase abses retroaurikuler.
Pemberian antibiotik IV. Bila tidak ada perbaikan dilanjutkan dengan mastoidektomi.
Mastoidektomi terdiri dari mastoidektomi sederhana dan mastoidektomi radikal. Pada
OMSK tipe aman yang tidak sembuh dengan pengobatan konservatif dilakukan
mastoidektomi sederhana. Dengan tindakan operasi ini, dilakukan pembersihan ruang
mastoid dari jaringan patologik. Tujuannya adalah agar infeksi tenang dan telinga tidak
berair lagi. Pada operasi ini fungsi pendengaran tidak diperbaiki. Sedangkan pada OMSK
tipe bahaya dilakukan mastoidektomi radikal. Pada operasi ini, rongga mastoid dan kavum
timpani dibersihkan dari semua jaringan patologik. Dinding batas antara liang telinga luar
dan telinga tengah dengan rongga mastoid diruntuhkan, sehingga ketiga daerah anatomi
tersebut menjadi satu ruangan. Tujuan operasi ini adalah untuk membuang semua jaringan
patologik dan mencegah komplikasi ke intrakranial. Fungsi pendengaran tidak diperbaiki.
Penanganan komplikasi lainnya bila ada.

PROGNOSIS
Ad vitam : dubia ad malam
Ad sanacionam : dubia ad malam
Ad functionam : dubia ad malam

KESIMPULAN
Abses retroaurikuler merupakan komplikasi dari suatu penyakit
yang mendahuluinya. Sehingga manajemen penyakit ini
memerlukan penelusuran lebih lanjut, tidak hanya berhenti di
abses retroaurikuler namun harus mencari tahu penyebabnya.
Pada bayi dan anak-anak infeksi dapat langsung terjadi dari
mastoid ke ruangan subperiosteum. Infeksi jaringan lunak
menyebabkan nekrosis jaringan dan pembentukan abses. Jaringan
lunak sekitar akan mengalami penebalan, inflamasi, dan eritema.
Kemudian pada perabaan akan dijumpai nyeri tekan dan fluktuasi.
Untuk penatalaksanaan abses retroaurikuler sendiri dilakukan
dengan insisi dan debridement. Kemudian untuk penyakit yang
mendahuluinya dilakukan tatalaksana sesuai dengan penyakitnya.

TERIMA KASIH