Anda di halaman 1dari 11

PERCOBAAN I

HAMBATAN LISTRIK

A. Pelaksanaan Praktikum
Mahasiswa
dapat membandingkan
nilai beberapa resistor
1.1. Tujuan
Praktikum
:
hasil pengukuran dengan hasilpembacaan kode warna.
2. Mahasiswa dapat mengukur hambatan total secara seri dan
paralel.

2. Hari, tanggal

: Selasa, 6 Oktober 2015

3. Tempat

: Laboratorium Fisika FKIP, Universitas Mataram.

B. Landasan Teori
Semua jenis alat atau piranti yang memiliki sifat sebagai penghambat arus disebut
resistor. Studi fisika mengenai resistensi memperlihatkan bahwa resistensi sebanding dengan
panjang kawat logam l dan berbanding terbalik dengan luas penampang
kata lain

Konstanta proporsionalitas

R=

A , dengan

l
A

dikenal sebagai resistivitas dari logam itu. Resistor bersifat

resistif dan umumnya terbuat dari karbon ( Chi King Tse, 2002 :3).
Fungsi utama dari resistor adalah membatasi arus listrik. Daei persamaan di atas,
nilai resistor suatu bahan bergantung pada jenis bahan ( R ), luas penampang bahan ( A
), dan panjang bahan ( l ). Dari persamaan tersebut juga diperoleh bahwa penghantar yang
baik adalah yang memiliki hambatan jenis ( resistivity ) paling rendah ( Wahyudi, 2014 : 1 ).
Karakteristik utama dari sebuah resistor adalah resistensi, toleransi, tegangan kerja
maksimum, dan rating. Resistor dikategorikan menjadi dua, yaitu resistor linier merupkan

resistor yang bekerja sesuai dengan hukum Ohm dan resistor nonlinier dimana kepekaan
nilai karena kepekaan tertentu. Secara fisik dan umum nilai resistor ditunjukkan oleh kode
kode warna berupa gelang gelang (Wasito, 2006 : 8 ).

C. Alat dan Bahan


1.
a.
b.
c.
2.
a.

Alat
Multimeter digital
Capi buaya
Papan roti
Bahan
Resistor

1 buah
1 buah
1 buah
3 buah

D. Langkah Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Menguji kelayakan multimeter.
3. Menentukan nilai hambatan ketiga resistor dengan cara membaca kode warnanya.
4. Menentukan nilai hambatan resistor dengan menggunakan multimeter.
Rs =R 1+ R 2+ R 3
5. Menghitung nilai hambatan yang dirangkai seri dengan persamaan
.
6. Menancapkan secara seri tiga buah resistor yang telah diketahui nilai tahanannya.
7. Mengukur nilai hambatan pada resistor yang sudah dipasang secara seri dengan
multimeter.
8. Menghitung nilai hambatan yang dirangkai parallel dengan persamaan
1 R R R
= + +
R p R1 R2 R 3 .
9. Mengulangi langkah 6 7 dengan merangkai resistor secara parallel.
10. Menulis hasil pengamatan pada lembar pengamatan.
E. Hasil Pengamatan
1. Hambatan menurut kode warna
No.

Kode Warna

Merah, merah, jingga, emas

Merah, hitam, kuning, emas

Cokelat, hitam, kuning, emas

Nilai
22 k

Toleransi
5

200 k

100 k

2. Hambatan sesuai pengukuran


No.

Hasil pengukuran

R1

R2

R3

Rseri

R paralel

21,2 k

186,2 k

90,5 k

324 k

16,21 k

F. Analisis Data
Menentukan nilai hambatan berdasarkan kode warna
1. Nilai hambatan pada resistor
a. Hambatan pertama
Diketahui

: Kode warna = Merah : 2


Merah : 2
Jingga : 103
Toleransi

Ditanyakan

= Emas : 5 %

: Rentang nilai = .?

Penyelesaian :
R1 = 22 103 = 22 k
Toleransi = 5 % R1
= 5

22 k

= 1,1 k
Rmin

= R1 Toleransi
= (22 1,1)k
= 20,9 k

Rmax = R1 + Toleransi
= (22 + 1,1)k
= 23,1 k
Rmin< R1< Rmax
20,9 k < 22 k < 23,1 k
Jadi,rentang nilai R1 adalah 20,9 k < 22 k < 23,1 k.
b. Hambatan kedua
Diketahu

: Kode warna = Cokelat : 2


Hitam : 0
Kuning : 104
Toleransi

= Emas

:5%

Ditanyakan : Rentang niali = .?


Jawab

:
R2 = 20 104 = 200 k.
Toleransi = 5 % R2
= 5 % 2100 k
= 10 k
Rmin

R2 Toleransi

(200 10) k

= 190 k
Rmax

R2 + Toleransi
= (200 + 10) k

= 210 k

Rmin< R2< Rmax.


190 k < 200 k < 210 k.
Jadi, rentang nilai R2 adalah 190 k < 200 k < 210 k.
c. Hambatan ketiga
Diketahui

: Kode warna = Cokelat : 1


Hitam : 0
Kuning : 104
Toleransi

= Emas

:5%

Ditanyakan : Rentang niali = .?


Jawaban

:
= 10 103 = 100 k.

R2
Toleransi

= 5 % R3
= 5 % 100 k
= 5 k

Rmin

=R3 Toleransi
= (100 5) k
= 95 k\

Rmax

= R3 + Toleransi
= (100 + 5) k
= 105 k

Rmin< R3< Rmax.


95 k < 100 k < 105 k

Jadi, rentang nilai R3 adalah 95 k < 100 k < 105 k.


2. Nilai hambatan total secara seri
Diketahui

: R1

22 k

R2

= 200 k

R3

= 100 k

Ditanyakan

: Rs

=.?

Jawaban

: Rs

= R1 + R 2 + R 3
= (22 + 200 +100) k
= 322

Jadi, nilai hambatan total secara seri adalah 322 k.


3. Nilai hambatan total secara paralel
Diketahui

: R1

22 k

R2

= 200 k

R3

= 100 k

Ditanyakan

: RP

Jawaban

=.?

1
RP

1
R1

1
RP

1
22 k

133
2200 k

1
RP
RP

1
R2

= 16,541 k

Jadi, nilai hambatan total secara paralel adalah 16,541 k.

1
R3

1
200 k

1
100 k

Menentukan nilai hambatan resistor berdasarkan pengukuran.


1. Nilai hambatan tiap resistor
R1
= 21,2 k
R2

= 186,2 k

R3

90,5 k

2. Nilai hambatan total secara seri


Jadi, nilai hambatan total seri berdasarkan pengukuran yaitu 324 k.
3. Nilai hambatan total secara paralel
Jadi, nilai hambatan total secara paralel berdasarkan pengukuran yaitu 16,21 .
G. Pembahasan
Tujuan dilakukannya percbaan ini adalah agar kita dapat membandingkan nilai
beberapa resistor hasil pengukuran dengan hasil pembacaan kode warna serta dapat
mengukur hambatan total secara seri dan parallel. Resistor merupakan semua jenis alat atau
piranti yang memiliki sifat sebagai penghambat arus. Karekteristik utama dari sebuah
resistor adalah resistensi, toleransi, tegangan kerja maksimum, dan power rating. Secara
fisik dan umum nilai resistor ditunjukkan oleh kode kode warna berupa gelang gelang.
Setiap kode warna pada gelang mempunyai nilai tertentu. Secara langsung, nilai resistor
dapat diukur menggunakan pengukran yaitu multimeter.
Percobaan pertama yaitu menentukan hambatan resistor menggunakan kode warna.
Hasil yang diperoleh yaitu R1 = 22 k dengan rentang nilai 20,9 k < 22 k < 23,1 k ;
untuk R2 = 200 k dengan rentang nilai 190 k < 200 k < 210 k ; dan yang terakhir
niali R3 = 100 k dengan rentang nilai 95 k < 100 k < 105 k. Selanjutnya yaitu
menentukan nilai hambatan pengganti secara seri dan parallel. Hasil yang diperoleh yaitu R
seri = 322 k dan R parallel = 16,54 k. Percobaan kedua yaitu mengukur nilai masing
masing resistor menggunakan multimeter. Hasil yang diperoleh yaitu R1 = 21,2 ; R2 = 186,2
k ; dan R3 = 90,5 k. Unttuk hasil pengukuran hambatan pengganti secara seri yaitu 324
k dan hambatan pengganti secara paralel yaitu 16,21 k.

Dari penjabaran hasil perhitungan percobaan tersebut, terlihat bahwa terdapat


perbedaan nilai hambatan jika kita menggunakan kode warna dibandingkan jika kita
menggunakan alat pengukuran (multimeter). Nilai hambatan R1 dengan menggunakan
pengukuran yaitu 21,2 k dan jika menggunakan kode warna yaitu 22 k denagn rentang
nilai 20,9 k < 22 k < 23,1 k. Melihat rentang nilai tersebut berarti nilai hambatan
dengan menggunakan pengukuran termasuk di dalam rentang nilai tersebut. Sehingga dapat
dikatakan resistor masih dalam keadaan baik. Selanjutnya kita bandingkan nilai R2, hasil
yang diperoleh menggunakan multimeter yaitu 186,2 k sedangkan rentang nilai yang
diperoleh menggunakan kode warna yaitu 190 k < 200 k < 210 k. Terlihat bahwa hasil
pengukuran tidak termasuk di dalam rentang nilai yang berarti resistor kurang baik / rusak.
Terakhir, nilai pengukuran R3 diperoleh 90,5 k sedangkan rentang nilai yang diperoleh
dengan kode warna yaitu 95 k < 100 k < 105 k. Seperti R2, hasil pengukura R3 tidak
termasuk di dalam rentang nilai sehingga dapat dikatakan resistor kurang baik / rusak. Kita
menggunakan rentang nilai untuk menentukan rusak atau tidaknya sebuah resistor karena
rentang nilai merupakan nilai minimum dan maksimum sebuah resistor. Dimana nilai
tersebut diperoleh setelah mengurangi dan menjumlahkan dengan nilai toleransi resistor
tersebut. Toleransi merupakan penyimpangan yang masih diperbolehkan untuk nilai resistor.
Perhitungan hambatan pengganti dengan menggunakan pengukuran diperoleh nilai
hambata seri sebesar 324 k, namun nilai hambatan seri menggunakn perhitungan kode
warna diperoleh hasil 322 k. Untuk nilai pengganti hambatan paralel dengan pengukuran
diperoleh 16,21 k, sedangkan dengan perhitungan diperoleh 16,54. Perbandingan hasil
pengukuran dan hasil perhitungan hambatan pengganti seri maupun paralel memperlihatkan
selisih yang tidak begitu besar. Hal itu dipengaruh oleh ketelitian kita dalam menggunakan
atau membaca nilai yang ditunjukkan oleh multimeter.
H. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasrkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
a. Resistor yaitu semua jenis alat atau piranti yang memiliki sifat sebagai penghambat.

b. Pada resistor yang memiliki 4 gelang warna, dua gelang warna merupakan digit,
gelang ketiga merupakan pengali, sedangkan gelang keempat merupakan toleransi.
c. Resistor yang baik dapat diketahui jikan pada hasil pengukur multimeter termasuk di
dalam rentang nilai perhitungan menggunakan kode warna dan sebaliknya jika nilai
resistor tidak termasuk dalam rentang nilai maka resistor kurang baik / rusak.
d. Untuk menghitung hambatan pengganti total seri dapat dihitung dengan persamaan
Rs =R 1+ R 2+R 3
e. Untuk menghitung hambatan pengganti total seri dapat dihitung dengan persamaan
1
R R R
= + + .
.
R p R1 R2 R 3
f. Dari tiga resistor yang diukur, dua diantaranya urang baik /rusak.
2. Saran
Sebaiknya alaat yang digunakan harus diperbaharui agar tidak menghambat pada saat
berlangsungnya praktikum dan sebaiknya praktikan harus teliti dalam membaca nilai pada
multimeter.

Daftar Pustaka

Kang T.C.2002.Rangkaian Liastrik.Jakarta:Erlangga


Wahyudi.2014.Panduan Praktikum Elektronika I.Mataram:FKIP Unram
Wasito.2006.Vademenkum Elektronika.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.