Anda di halaman 1dari 32

RPP Induksi Faraday K 13

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Sekolah

: SMA NEGERI YOGYAKARTA

Kelas/Semester

: XII/I

Mata Pelajaran

: Fisika

Materi Pokok

: Induksi Faraday

Alokasi Waktu

: 4 x 4 jp (16 Jp)

A. Kompetensi Inti
KI 1

: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2

Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan,
gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif), menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa, serta memosisikan diri sebagai agen
transformasi masyarakat dalam membangun peradaban bangsa dan dunia.

KI 3

Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan


metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4

Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak
secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar & Indikator


Kompetensi dasar

Indikator

KD 1
1.1.
Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur alam jagad raya
2.1.
melalui pengamatan fenomena alam fisis
dan pengukurannya

Menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang


diberikan Tuhan
Berdoa dengan sungguh-sungguh sebelum dan
sesudah kegiatan belajar

KD 2
2.1.
Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki
rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;
cermat; tekun; hati-hati; bertanggung 2.2.
jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan
peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari2.3.
hari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan , melaporkan,
dan berdiskusi

Menunjukkan sikap rasa ingin tahu yang tinggi


dalam mengumpulkan dan menganalisis
informasi tentang induksi faraday
Menunjukkan sikap teliti dalam melakukan
eksperimen
Menunjukkan sikap bertanggungjawab dalam
melaksanakan kegiatan eksperimen

KD 3
3.1. Menjelaskan konsep induksi elektromagnetik
Memahami fenomena induksi
dan gaya gerak listrik ggl
elektromagnetik berdasarkan percobaan 3.2. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
besar ggl induksi
3.3. Menghitung besar perubahan fluks magnetik
3.4. Menentukan arah arus induksi berdasarkan
perubahan fluks magnetik
3.5. Menghitung besar ggl induksi
3.6. Menghitung besar induktansi diri
3.7. Menghitung besar induktansi bersama
3.8. Memahami aplikasi induksi faraday dalam
kehidupan sehari-hari
3.9. Menghitung besar efisiensi transformator
3.10. Menghitung energi yang tersimpan dalam
induktor
KD 4
4.1. Melakukan eksperimen ggl induksi
Membuat proyek sederhana dengan
4.2. Menyusun laporan hasil eksperimen
menggunakan prinsip induksi
4.3. Membuat bahan presentasi visual dan atau
elektromagnetik
powerpoint
4.4. Mempresentasikan laporan eksperimen di
depan kelas
4.5. Menyusun artikel tentang pemanfaatan induksi
Faraday pada berbagai produk teknologi
C. Tujuan
1.

Pertemuan 1 :

1.1.1. Melalui kegiatan pembelajaran siswa dapat menunjukkan rasa syukur atas nikmat Tuhan
dengan ikhlas
1.2.1. Melalui pembelajaran fisika siswa membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudah kegiatan
pembelajaran.
2.1.1. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menunjukkan rasa ingin tahu dengan mengajukan tiga

kali pertanyaan dan atau pendapat.


2.2.1. Melalui eksperimen siswa dapat menunjukkan sikap teliti selama empat kali pembacaan alat
ukur galvanometer.
2.3.1. Melalui eksperimen siswa dapat menunjukkan sikap bertanggungjawab dalam menggunakan
alat-alat laboratorium secara tepat.
3.1.1. Melalui diskusi permasalahan siswa dapat menjelaskan konsep induksi elektromagnetik dan
ggl induksi yang dihasilkan oleh dua jenis kumparan (N = 600 lilitan dan N = 1200 lilitan),
dua jenis magnet batang (besar dan kecil), dua kecepatan magnet (cepat dan lambat).
3.2.1. Melalui diskusi permasalahan siswa dapat menjelaskan tiga faktor yang mempengaruhi besar
ggl induksi.
3.3.1. Melalui diskusi permasalahan siswa dapat menghitung besar perubahan fluks magnetik (B)
dari dua jenis kumparan (N = 600 lilitan dan N = 1200 lilitan), dua jenis magnet batang (besar
dan kecil), dua kecepatan magnet (cepat dan lambat).
3.4.1.

Melalui diskusi permasalahan siswa dapat menentukan arah arus induksi berdasarkan
perubahan fluks magnetik.

4.1.1. Melalui eksperimen siswa dapat merangkai alat eksperimen secara berurutan
4.1.2.

Melalui eksperimen siswa dapat melakukan enam kali pengukuran arus yang mengalir
dengan galvanometer

4.2.1. Melalui eksperimen siswa dapat menyusun laporan eksperimen secara sistematis
2.

Pertemuan 2:

1.1.1. Melalui kegiatan pembelajaran siswa dapat menunjukkan rasa syukur atas nikmat Tuhan
dengan ikhlas
1.2.1. Melalui pembelajaran fisika siswa membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudah kegiatan
pembelajaran.
2.1.2. Melalui diskusi kelas siswa dapat menunjukkan rasa ingin tahu dengan mengajukan minimal
satu kali pertanyaan dan atau pendapat.
3.4.2. Melalui latihan penyelesaian permasalahan siswa dapat menghitung besar perubahan fluks
magnetik
3.5.1. Melalui latihan penyelesaian permasalahan siswa dapat menghitung besar ggl induksi pada
kumparan, solenoida, dan toroida.
4.3.1. Melalui presentasi di depan kelas siswa mampu menampilkan hasil karya visual berupa slide
power point yang menarik.
4.4.1.

Melalui presentasi di depan kelas siswa mampu mengkomunikasikan hasil eksperimen

dengan runtut.
3.

Pertemuan 3:

1.1.1. Melalui kegiatan pembelajaran siswa dapat menunjukkan rasa syukur atas nikmat Tuhan
dengan ikhlas
1.2.1. Melalui pembelajaran fisika siswa membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudah kegiatan
pembelajaran.
2.1.2. Melalui diskusi kelas siswa dapat menunjukkan rasa ingin tahu dengan mengajukan minimal
satu kali pertanyaan dan atau pendapat.
3.6.2. Melalui latihan penyelesaian permasalahan siswa dapat menghitung besar induktansi diri
pada kumparan, solenoida, dan toroida.
3.7.1.

Melalui latihan penyelesaian permasalahan siswa dapat menghitung besar induktansi


bersama.

3.8.1. Melalui diskusi kelompok siswa mampu memahami aplikasi induksi faraday pada generator
AC dan DC, serta transformator.
3.9.1.

Melalui latihan penyelesaian permasalahan siswa dapat menghitung besar efisiensi


transformator.

3.9.2.

Melalui latihan penyelesaian permasalahan siswa dapat menghitung besar tegangan


primer/sekunder pada transformator.

3.9.3.

Melalui latihan penyelesaian permasalahan siswa dapat menghitung besar arus


primer/sekunder pada transformator.

3.10.1. Melalui latihan penyelesaian permasalahan siswa dapat menghitung energi yang tersimpan
dalam induktor
4.

Pertemuan 4:

1.1.1. Melalui kegiatan pembelajaran siswa dapat menunjukkan rasa syukur atas nikmat Tuhan
dengan ikhlas
1.2.1. Melalui pembelajaran fisika siswa membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudah kegiatan
pembelajaran.
2.1.2. Melalui diskusi kelas siswa dapat menunjukkan rasa ingin tahu dengan mengajukan minimal
satu kali pertanyaan dan atau pendapat.
3.1.2. Melalui studi literatur siswa dapat menjelaskan konsep induksi elektromagnetik dan ggl
induksi pada salah satu produk teknologi.
4.5.1. Melalui studi literatur siswa dapat menyusun artikel tentang pemanfaatan induksi Faraday
pada berbagai produk teknologi secara sistematis.
4.5.2.

Melalui presentasi di depan kelas siswa dapat menyampaikan hasil studi literatur dengan

runtut.
D. Materi
1.

Pertemuan 1 :

a.

Induksi elektromagnetik

b.

Ggl induksi

c.

Hukum Induksi Faraday

d.

Hukum Lenz

e.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ggl induksi

2.

Pertemuan 2 :

a.

Induksi elektromagnetik

b.

Ggl induksi

c.

Hukum Induksi Faraday

d.

Hukum Lenz

e.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ggl induksi

3.

Pertemuan 3:

a.

Induktansi diri

b.

Ggl pada kumparan

c.

Ggl pada Solenoida dan Toroida

d.

Induktansi bersama

e. Aplikasi induksi faraday pada produk teknologi (generator AC, generator DC, transformator)
4.

Pertemuan 4:

a. Aplikasi induksi faraday pada produk teknologi (generator AC, generator DC, transformator)
E. Model, Pendekatan, dan Metode
1

Pertemuan
Inquiry

Pendekatan
Scientific approach

Metode
Ceramah

Inquiry

Scientific approach

Eksperimen
Ceramah

Scientific approach

Diskusi
Ceramah

Scientific approach

Diskusi
Ceramah

3
4

Model

Direct Instruction
PBI

Diskusi

F. Learning Activities
1.

Pertemuan 1
Tahap
Pendahuluan

Kegiatan Inti

Penutup

Kegiatan
Fase 1. Orientasi terhadap masalah
Mengamati
Guru memberikan apersepsi dan motivasi
Guru mereview materi bab sebelumnya tentang gaya magnet,
induksi magnet, dan fluks magnet
Menanya
Bagaimana dinamo sepeda dapat merubah energi gerak
menjadi energi listrik?
Apa yang berperan dalam konversi energi tersebut?
Apa saja komponen dari dinamo sepeda?
Fase 2. Merumuskan masalah
Mengkomunikasikan
Siswa secara interaktif menjelaskan dan menduga faktor yang
berperan dalam konversi energi pada dinamo sepeda
Menanya
Mengapa magnet dapat menyebabkan timbulnya arus listrik?
Apakah magnet yang didiamkan dapat menimbulkan arus
listrik?
Guru membagi siswa dalam kelompok (setiap kelompok 5
siswa)
Fase 3. Merumuskan Hipotesis
Menanya
Guru membimbing siswa untuk menentukan hipotesis
daripermasalahan yang dihadapi
Fase 4. Mengumpulkan data
Mengamati
Siswa mengumpulkan berbagai literatur dan referensi yang
mendukung
Mengkomunikasikan
Siswa berdiskusi mengenai informasi dari berbagai sumber
data yang didapatkan
Menalar
Siswa menganalisis informasi dari berbagai data yang
terkumpulkan
Fase 5. Menguji Hipotesis
Mengamati
Siswa melakukan eksperimen ggl induksi untuk menguji
hipotesis yang yag telah disusun
Mengkomunikasikan
Siswa berdiskusi tentang hasil eksperimen
Menalar
Siswa menganalisis kesesuaian antara informasi dari literatur
dan referensi dengan hasil eksperimen yang diperoleh
Fase 6. Merumuskan Kesimpulan
Menyimpulkan
Siswa menyimpulkan hasil eksperimen

Waktu
20 menit

140 menit

20 menit

Siswa meyusun laporan eksperimen


Guru memberika tugas kelompok membuat media presentasi
berupa power point
Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan memberikan
evaluasi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan
2.

Pertemuan 2
Tahap
Pendahuluan

Kegiatan Inti

Penutup

3.

Kegiatan
Fase 6. Merumuskan Kesimpulan
Mengamati
Guru memberikan apersepsi dan motivasi
Guru mereview kegiatan pembelajaran pada pertemuan
sebelumnya
Fase 6. Merumuskan Kesimpulan
Mengkomunikasikan
Masing-masing
kelompok
secara
bergiliran
mempresentasikan hasil eksperimen secara runtut dan diikuti
diskusi kelas dibimbing oleh guru
Menalar
Siswa menyampaikan pendapat pribadinya, menganalisis dan
membandingkan hasil eksperimen yang dilakukan
kelompoknya dengan kelompok lainnya
Menyimpulkan
Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil
eksperimen ggl induksi
Mengevaluasi
Guru memberikan latihan soal
Siswa mengerjakan latihan soal
Fase 6. Merumuskan Kesimpulan
Menyimpulkan
Siswa menyimpulkan kembali hasil belajar
Guru melakukan konfirmasi dan evaluasi terhadap kegiatan
pembelajaran
Guru memberikan tugas kelompok untuk menyusun materi
diskusi pada pertemuan selanjutnya

Waktu
20 menit

140 menit

20 menit

Pertemuan 3
Tahap
Pendahuluan

Kegiatan Inti

Kegiatan
Waktu
Fase 1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
20 menit
Mengamati
Guru memberikan apersepsi dan motivasi
Guru mereview materi pertemuan sebelumnya
Menanya
Dalam suatu rangkaian apakah mungkin antara bagian yang
satu dengan bagian yang lainnya terjadi perubahan arus?
Jika demikian lalu apa yang kemudian terjadi?
Fase 2. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan
140 menit
Mengamati

Penutup

4.

Guru mennyampaikan materi tentang induktansi diri pada


kumparan, solenoida, dan toroida
Guru menyampaikan materi tentang induktansi bersama
Fase 3. Membimbing Pelatihan
Menanya
Guru memberikan soal dengan tipe yang sama
Menalar
Siswa mencoba mengerjakan soal
Guru memfasilitasi siswa yang mengalami kesulitan
Fase 4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
Mengkomunikasikan
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan
hasil kerja di depan kelas
Guru memberikan umpan balik terhadap siswa
Fase 5. Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan 20 menit
penerapan
Mengamati
Guru menyampaikan berbagai contoh aplikasi induksi faraday
dalam kehidupan
Menyimpulkan
Siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah
dipelajari
Mengevaluasi
Guru memberikan evaluasi hasil pembelajaran
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menyiapkan
berbagai referensi dan literatur pemanfaatan induksi faraday
dalam produk teknologi

Pertemuan 4
Tahap
Pendahuluan

Kegiatan Inti

Kegiatan
Waktu
Fase 1. Orientasi terhadap masalah
20 menit
Mengamati
Guru memberikan apersepsi dan motivasi
Guru mereview materi pertemuan sebelumnya
Menanya
Seberapa penting adanya induksi elektromagnetik untuk
kehidupan kita?
Apa yang dialami manusia ketika tidak ada teknologi yang
menggunakan induksi elektromagnetik?
Bagaimana cara kita untuk mengatasi keterbatasan yang
dialami manusia?
Fase 2. Mengorganisasikan siswa untuk belajar
140 menit
Menanya
Guru mengajak siswa untuk menentukan suatu produk
teknologi yang menggunakan induksi elektromagnetik
Guru memberikan tugas untuk menyusun artikel mengenai
suatu produk yang bekerja berdasarkan induksi faraday
Fase 3. Membimbing penyelidikan individu
Menalar

Penutup

Siswa mengumpulkan referensi yang terkait dengan produk


tersebut
Siswa menyusun artikel pemanfaatan induksi faraday dalam
produk teknologi
Fase 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Mengkomunikasikan
Siswa penyusun bahan presentasi
Siswa mempresentasikan hasil karya di depan kelas
dilanjutkan dengan proses diskusi yang dibimbing oleh guru
Fase 5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan 20 menit
masalah
Menyimpulkan
Guru membimbig siswa untuk menyimpulkan hasil karya dari
seluruh siswa di kelas
Guru memberikan soal tanya jawab untuk mengecek dan
mengevaluasi pemahaman siswa.
Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil belajar
dalam satu kompetensi dasar yang telah dipelajari.

G. Alat/Media, Bahan, dan Sumber Belajar


Pertemuan
1
1.
2.
3.
4.
5.
6.
2
1.
2.
3.
4.
3
1.
2.
4
1.
2.
3.
4.

Alat/Media
Galvanometer
Kumparan 100 lilitan
Kumparan 200 lilitan
Kabel jepit
White Board
Spidol
LCD
Laptop
White Board
Spidol
White Board
Spidol
LCD
Laptop
White Board
Spidol

H. Evaluasi
1.

Teknik
a. KI 1 : Nontes

Bahan
Sumber
1. Magnet batang besar 1. Physics: Giancoli
2. Magnet batang kecil
6th Ed. Pearson
Prentice Hall
2. Halliday dan
Resnick, 1991, Fisika
Jilid I, Terjemahan,
Jakarta : Penerbit
Erlangga
3. Tipler, P.A.,1998,
Fisika untuk Sains
dan TeknikJilid I
(terjemahan),
Jakarta : Penebit
Erlangga
4. Young, Hugh D. &
Freedman, Roger A.,
2002, Fisika
Universitas
(terjemahan),
Jakarta : Penerbit
Erlangga
5. Fisika SMA Jilid III

b. KI 2 : Nontes
c. KI3 : Tes dan Nontes
d. KI4 : Nontes
2.

Kisi-kisi Instrumen Tes


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Indikator

Ranah

Nomor

Menjelaskan konsep induksi elektromagnetik dan gaya


gerak listrik ggl
Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar ggl
induksi

C1

Butir Soal
2, 3

C1

Menentukan arah arus induksi berdasarkan perubahan


fluks magnetik
Memahami aplikasi induksi faraday dalam kehidupan
sehari-hari
Menghitung besar perubahan fluks magnetik
Menghitung besar ggl induksi
Menghitung besar induktansi diri
Menghitung besar efisiensi transformator
Menghitung energi yang tersimpan dalam induktor

C2

1,12

C2

10

C3
C3
C3
C3
C3

5
8
6, 14
7, 11
13, 9

3.

Instrumen (terlampir)

4.

Kunci (terlampir)

5.

Kriteria/Rubrik (terlampir)

LAMPIRAN:
1. Uraian Materi
INDUKSI FARADAY
A. GGL Induksi
Gaya gerak listrik induksi adalah timbulnya gaya gerak listrik di dalam kumparan yang
mencakup sejumlah fluks garis gaya medan magnetik, bilamana banyaknya fluks garis gaya
itu divariasi. Dengan kata lain, akan timbul gaya gerak listrik di dalam kumparan apabila
kumparan itu berada di dalam medan magnetik yang kuat medannya berubah-ubah terhadap
waktu.

Konsep gaya gerak listrik pertama kali dikemukakan oleh Michael Faraday, yang
melakukan penelitian untuk menentukan faktor yang memengaruhi besarnya ggl yang
diinduksi. Dia menemukan bahwa induksi sangat bergantung pada waktu, yaitu semakin
cepat terjadinya perubahan medan magnetik, ggl yang diinduksi semakin besar. Di sisi lain,
ggl tidak sebanding dengan laju perubahan medan magnetik B, tetapi sebanding dengan laju
perubahan fluks magnetik, B , yang bergerak melintasi loop seluas A, yang secara matematis
fluks magnetik tersebut dinyatakan sebagai berikut:
(1.1)
Dengan B sama dengan rapat fluks magnetik, yaitu banyaknya fluks garis gaya
magnetik per satuan luas penampang yang ditembus garis gaya fluks magnetik tegak lurus,
dan adalah sudut antara B dengan garis yang tegak lurus permukaan kumparan. Jika
permukaan kumparan tegak lurus B, = 90o dan B = 0, tetapi jika B sejajar terhadap
kumparan, = 0o, sehingga:
(1.2)

Gambar 1.1. Medan magnetik yang menembus luas permukaan bidang A


Pada Gambar 1.1, kumparan berupa bujur sangkar bersisi i seluas A = i2. Garis B dapat
digambarkan sedemikian rupa sehingga jumlah garis persatuan luas sebanding dengan kuat
medan. Jadi, fluks B dapat dianggap sebanding dengan jumlah garis yang melewati
kumparan. Besarnya fluks magnetik dinyatakan dalam satuan weber (Wb) yang setara dengan
tesla.meter2 (1Wb = 1 T.m2).
Dari definisi fluks tersebut, dapat dinyatakan bahwa jika fluks yang melalui loop kawat
penghantar dengan N lilitan berubah sebesar B dalam waktu t , maka
besarnya ggl induksi adalah:
(1.3)

Yang dikenal dengan Hukum Induksi Faraday, yang berbunyi: gaya gerak listrik (ggl)
induksi yang timbul antara ujung-ujung suatu loop penghantar berbanding lurus dengan laju
perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh loop penghantar tersebut. Tanda negatif
pada persamaan (1.3) menunjukkan arah ggl induksi. Apabila perubahan fluks () terjadi
dalam waktu singkat (t0), maka ggl induksi menjadi:

(1.4)
dengan:
= ggl induksi (volt)
N

= banyaknya lilitan kumparan

= perubahan fluks magnetik (weber)

= selang waktu (s)

B. Hukum Lenz
Apabila ggl induksi dihubungkan dengan suatu rangkaian tertutup dengan hambatan
tertentu, maka mengalirlah arus listrik. Arus ini dinamakan dengan arus induksi. Arus induksi
dan ggl induksi hanya ada selama perubahan fluks magnetik terjadi. Hukum Lenz
menjelaskan mengenai arus induksi, yang berarti bahwa hukum tersebut berlaku hanya
kepada rangkaian penghantar yang tertutup. Hukum ini dinyatakan oleh Heinrich Friedrich
Lenz (1804 - 1865), yang sebenarnya merupakan suatu bentuk hukum kekekalan energi.
Hukum Lenz menyatakan bahwa: ggl induksi selalu membangkitkan arus yang medan
magnetnya berlawanan dengan asal perubahan fluks. Perubahan fluks akan menginduksi
ggl yang menimbulkan arus di dalam kumparan, dan arus induksi ini membangkitkan medan
magnetnya sendiri.

Gambar 1.2. Penerapan Hukum Lenz pada arah arus induksi


Gambar 1.2 menunjukkan penerapan Hukum Lenz pada arah arus induksi. Pada Gambar
1.2(a) dan 1.2(d), magnet diam sehingga tidak ada perubahan fluks magnetik yang dilingkupi
oleh kumparan. Pada Gambar 1.2(b) menunjukkan fluks magnetik utama yang menembus
kumparan dengan arah ke bawah akan bertambah pada saat kutub utara magnet didekatkan
kumparan. Arah induksi pada Gambar 1.2(c), 1.2(e), dan1.2(f ), juga dapat diketahui dengan
menerapkan Hukum Lenz.
C. Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya GGL Induksi
Penyebab utama timbulnya ggl induksi adalah terjadinya perubahan fluks magnetik yang
dilingkupi oleh suatu loop kawat. Besarnya fluks magnetik telah dinyatakan pada persamaan
(1.1). Dengan demikian, ada tiga faktor penyebab timbulnya ggl pada suatu kumparan, yaitu:
1.
2.
3.
1.

perubahan luas bidang kumparan (A)


perubahan orientasi sudut kumparan terhadap medan
perubahan induksi magnetik.
Ggl Induksi Akibat Perubahan Luas Kumparan dalam Medan

Gambar 1.3. Perubahan Luas Kumparan karena pergerakan batang penghantar pada
konduktor U

Gambar 1.3 memperlihatkan induksi ggl elektromagnetik. Kita asumsikan medan B


tegak lurus terhadap permukaan yang dibatasi sebuah konduktor berbentuk U. Sebuah
konduktor lain yang dapat bergerak dengan kecepatan v dipasang pada konduktor U. Dalam
waktu t konduktor yang bergerak tersebut menempuh jarak:
x = v.t

(1.5)

Sehingga, luas bidang kumparan bertambah sebesar:


A = l . x = l .v .t

(1.6)

Berdasarkan Hukum Faraday, akan timbul ggl induksi yang besarnya dinyatakan dalam
persamaan berikut ini.

(1.7)
Dengan substitusi persamaan (1.6), maka akan diperoleh:
(1.8)
(1.9)
Persamaan (1.9) hanya berlaku pada keadaan B, l, dan v saling tegak lurus.
2. Ggl Induksi Akibat Perubahan Orientasi Sudut Kumparan terhadap Medan
Perubahan sudut antara induksi magnetik B dan arah bidang normal dapat menyebabkan
timbulnya ggl induksi, yang besarnya dapat ditentukan melalui persamaan (1.4).

Karena nilai B dan A konstan, maka akan diperoleh:


(1.10)
jika laju perubahan cos tetap, persamaan (1.10) menjadi :

(1.11)

dengan 1 dan 2 masing-masing menyatakan sudut awal dan sudut akhir antara bidang
normal dengan arah induksi.
3. Ggl Induksi Akibat Perubahan induksi Magnetik
Perubahan induksi magnetik juga dapat menimbulkan ggl induksi pada luasan bidang
kumparan yang konstan, yang dinyatakan sebagai berikut:

(1.12)
Untuk laju perubahan induksi magnetik tetap, persamaan (1.12) menjadi:
(1.13)
(1.14)
D. Induktansi
Induktansi merupakan sifat sebuah rangkaian listrik atau komponen yang menyebabkan
timbulnya ggl di dalam rangkaian sebagai akibat perubahan arus yang melewati rangkaian
(self inductance) atau akibat perubahan arus yang melewati rangkaian tetangga yang
dihubungkan secara magnetis (induktansi bersama atau mutual inductance). Pada kedua
keadaan tersebut, perubahan arus berarti ada perubahan medan magnetik, yang kemudian
menghasilkan ggl.
Apabila sebuah kumparan dialiri arus, di dalam kumparan tersebut akan timbul medan
magnetik. Selanjutnya, apabila arus yang mengalir besarnya berubahubah terhadap waktu
akan menghasilkan fluks magnetik yang berubah terhadap waktu. Perubahan fluks magnetik
ini dapat menginduksi rangkaian itu sendiri, sehingga di dalamnya timbul ggl induksi. Ggl
induksi yang diakibatkan oleh perubahan fluks magnetik sendiri dinamakan ggl induksi diri.
1. Induktansi Diri (Ggl Induksi pada Kumparan)
Apabila arus berubah melewati suatu kumparan atau solenoida, terjadi perubahan fluks
magnetik di dalam kumparan yang akan menginduksi ggl pada arah yang berlawanan. Ggl
terinduksi ini berlawanan arah dengan perubahan fluks. Jika arus yang melalui kumparan
meningkat, kenaikan fluks magnet akan menginduksi ggl dengan arah arus yang berlawanan
dan cenderung untuk memperlambat kenaikan arus tersebut. Dapat disimpulkan bahwa ggl
induksi sebanding dengan laju perubahan arus yang dirumuskan:
(1.15)

dengan I merupakan arus sesaat, dan tanda negatif menunjukkan bahwa ggl yang dihasilkan
berlawanan dengan perubahan arus. Konstanta kesebandingan L disebut induktansi diri atau
induktansi kumparan, yang memiliki satuan henry (H), yang didefinisikan sebagai satuan
untuk menyatakan besarnya induktansi suatu rangkaian tertutup yang menghasilkan ggl satu
volt bila arus listrik di dalam rangkaian berubah secara seragam dengan laju satu ampere per
detik.
2. Induksi Diri pada Solenoida dan Toroida
Solenoida merupakan kumparan kawat yang terlilit pada suatu pembentuk silinder. Pada
kumparan ini panjang pembentuk melebihi garis tengahnya. Bila arus dilewatkan melalui
kumparan, suatu medan magnetik akan dihasilkan di dalam kumparan sejajar dengan sumbu.
Sementara itu, toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbunya menjadi
berbentuk lingkaran. Sebuah kumparan yang memiliki induktansi diri L yang signifikan
disebut induktor. Induktansi diri L sebuah solenoida dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan (1.4). Medan magnet di dalam solenoida adalah:
Dengan

, dari persamaan (1.3) dan (1.15) akan diperoleh:

jadi ,
(1.16)
Karena

perubahan l akan menyababkan perubahan fluks sebesar


(1.20)

Sehingga,

(1.21)
Dengan:
L
: Induktansi diri
0
: permeabilitas udara (4 x 10-7 Wb/Am)
N
: jumlah lilitan
l
: panjang solenoida (m)
A
: luas penampang (m2)
3. Energi yang tersimpan dalam Induktor

Energi yang tersimpan dalam induktor (kumparan) tersimpan dalam bentuk medan magnetik.
Energi U yang tersimpan di dalam sebuah induktansi L yang dilewati arus I, adalah:
(1.22)
Energi pada induktor tersebut tersimpan dalam medan magnetiknya. Berdasarkan persamaan
(1.21), bahwa besar induktansi solenoida setara dengan

solenoida berhubungan dengan kuat arus I dengan

, dan medan magnet dalam

. Jadi,

Maka dari persamaan (1.22) akan diperoleh

(1.23)
Apabila energi pada persamaan (1.23) tersimpan dalam suatu volume yang dibatasi oleh
lilitan Al, maka besar energi per satuan volume atau yang disebut kerapatan
energi, adalah:
(1.24)
4. Induktansi Bersama

Gambar 1.4. Perubahan arus di salah satu kumparan akan menginduksi arus pada kumparan
lain
Apabila dua kumparan saling berdekatan, seperti pada Gambar 1.4, maka sebuah arus tetapIdi
dalam sebuah kumparan akan menghasilkan sebuah fluks magnetik yang mengitari
kumparan lainnya, dan menginduksi ggl pada kumparan tersebut. Menurut Hukum Faraday,
besar ggl 2 yang diinduksi ke kumparan tersebut berbanding lurus dengan laju perubahan
fluks yang melewatinya. Karena fluks berbanding lurus dengan kumparan 1, maka 2 harus
sebanding dengan laju perubahan arus pada kumparan 1, dapat dinyatakan:
(1.25)

Dengan M adalah konstanta pembanding yang disebut induktansi bersama. Nilai M


tergantung pada ukuran kumparan, jumlah lilitan, dan jarak pisahnya. Induktansi bersama
mempunyai satuan henry (H), untuk mengenang fisikawan asal AS, Joseph Henry (1797 1878).
Pada situasi yang berbeda, jika perubahan arus kumparan 2 menginduksi ggl pada kumparan
1, maka konstanta pembanding akan bernilai sama, yaitu:
(1.26)
Induktansi bersama diterapkan dalam transformator, dengan memaksimalkan hubungan
antara kumparan primer dan sekunder sehingga hampir seluruh garis fluks melewati kedua
kumparan tersebut. Contoh lainnya diterapkan pada beberapa jenis pemacu jantung, untuk
menjaga kestabilan aliran darah pada jantung pasien.
E. Aplikasi Induksi Faraday pada Produk Teknologi
1. Generator
Generator adalah alat yang digunakan utuk mengubah energi mekanik menjadi energi
listrik. Prinsip kerjanya adalah peristiwa induksi elektromagnetik. Jika kumparan penghantar
digerakkan di dalam medan magnetik dan memotong medan magnetik, maka pada kumparan
terjadi ggl induksi. Hal ini dapat dilakukan dengan memutar kawat di dalam medan magnet
homogen.
a. Generator AC

(a)
(b)
Gambar 1.5. (a) Generator AC, (b) Ggl induksi pada potongan a-d dan c-d
Gambar 1.5 menunjukkan skema sebuah generator AC, yang memiliki beberapa
kumparan yang dililitkan pada angker yang dapat bergerak dalam medan magnetik. Sumber
diputar secara mekanis dan ggl diinduksi pada kumparan yang berputar. Keluaran dari
generator tersebut berupa arus listrik, yaitu arus bolak-balik. Skema induksi gaya gerak listrik

dapat diamati pada Gambar 6.5, yang menunjukkan kecepatan sesaat sisi a - b dan c - d,
ketika loop diputar searah jarum jam di dalam medan magnet seragam B. Ggl hanya
dibangkitkan oleh gaya-gaya yang bekerja pada bagian a - b dan c - d. Dengan menggunakan
kaidah tangan kanan, dapat ditentukan bahwa arah arus induksi pada a - b mengalir dari a ke
b. Sementara itu, pada sisi c - d, aliran dari c ke d, sehingga aliran menjadi kontinu dalam
loop. Berdasarkan persamaan (1.9), besarnya ggl yang ditimbulkan dalam a - b adalah:
.
Persamaan tersebut berlaku jika komponen v tegak lurus terhadap B. Panjang a - b
dinyatakan oleh l. Dari gambar diperoleh v = v sin, dengan merupakan sudut
antara permukaan kumparan dengan garis vertikal. Resultan ggl yang terjadi merupakan
jumlah ggl terinduksi di a - b dan c - d, yang memiliki besar dan arah yang sama, sehingga
diperoleh:
(1.27)
Dengan N merupakan jumlah loop dalam kumparan. Apabila kumparan berputar dengan
kecepatan anguler konstan , maka besar sudutnya adalah =t. Diketahui bahwa:
atau
dengan
adalah panjang b-c atau a-d.
Jadi, dari persamaan (1.27) diperoleh:
(1.28)
atau
(1.29)
Dengan A menyatakan luas loop yang nilainya setara dengan lh. Harga maksimum bila t =
90o, sehingga sin t = 1. Jadi,
(1.30)
b. Generator DC

Gambar 1.6. Generator DC dengan (a) sati set komutator, (b) banyak komutator.
Generator DC hampir sama seperti generator AC. Perbedaannya terletak pada cincin
komutator yang digunakannya, yang ditunjukkan pada Gambar 1.6(a). Keluaran generator
dapat ditunjukkan oleh grafik hubungan V terhadap t, dan dapat diperhalus dengan memasang

kapasitor secara paralel pada keluarannya. Atau dengan menggunakan beberapa kumparan
pada angker, sehingga dihasilkan keluaran yang lebih halus Gambar 1.6(b). Generator
elektromagnetik merupakan sumber utama listrik dan dapat digerakkan oleh turbin uap,
turbin air, mesin pembakaran dalam, kincir angin, atau bagian dari mesin lain yang bergerak.
Pada pembangkit tenaga listrik, generator menghasilkan arus bolak-balik dan sering disebut
alternator.
2. Transformator

Gambar 1.7. Transformator (a) step-up, (b) step-down


Transformator merupakan alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan
tegangan AC. Piranti ini memindahkan energi listrik dari suatu rangkaian arus listrik bolakbalik ke rangkaian lain diikuti dengan perubahan tegangan, arus, fase, atau impedansi.
Transformator terdiri atas dua kumparan kawat yang membungkus inti besi, yaitu
kumparan primer dan sekunder. Transformator dirancang sedemikian rupa sehingga hampir
seluruh fluks magnet yang dihasilkan arus pada kumparan primer dapat masuk ke kumparan
sekunder. Ada dua macam transformator, yaitu transformator stepup dan transformator stepdown. Transformator step-up digunakan untuk memperbesar tegangan arus bolak-balik.
Pada transformator ini jumlah lilitan sekunder (Ns) lebih banyak daripada jumlah lilitan
primer (Np). Transformator step-down digunakan untuk menurunkan tegangan listrik arus
bolak-balik, dengan jumlah lilitan primer (Np) lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder
(Ns).
Apabila tegangan bolak-balik diberikan pada kumparan primer, perubahan medan
magnetik yang dihasilkan akan menginduksi tegangan bolak-balik berfrekuensi sama pada
kumparan sekunder. Tetapi, tegangan yang timbul berbeda, sesuai dengan jumlah lilitan pada
tiap kumparan. Berdasarkan Hukum Faraday, bahwa tegangan atau ggl terinduksi pada
kumparan sekunder adalah:

Tegangan masukan pada kumparan primer juga memenuhi hubungan persamaan


dengan laju perubahan fluks magnetik, yaitu:

Dengan menganggap tidak ada kerugian daya di dalam inti, maka dari kedua persamaan
tersebut akan diperoleh:
(1.31)
Persamaan (1.31) adalah persamaan umum transformator, yang menunjukkan bahwa
tegangan sekunder berhubungan dengan tegangan primer.
Hukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa daya keluaran tidak bisa lebih besar dari
daya masukan. Daya masukan pada dasarnya sama dengan daya keluaran. Daya P = V.I,
sehingga diperoleh:
(1.32)
atau
(1.33)

Jadi, pada transformator berlaku hubungan:


(1.34)

Transformator ideal (efisiensi = 100%) adalah transformator yang dapat memindahkan


energi listrik dari kumparan primer ke kumparan sekunder dengan tidak ada energi yang
hilang. Namun, pada kenyataannya, terdapat hubungan magnetik yang tidak lengkap
antarkumparan, dan terjadi kerugian pemanasan di dalam kumparan itu sendiri, sehingga
menyebabkan daya output lebih kecil dari daya input. Perbandingan antara daya output dan
input dinyatakan dalam konsep efisiensi, yang dirumuskan:
(1.35)

Transformator berperan penting dalam transmisi listrik. Listrik yang dihasilkan


generator di dalam pembangkit mencapai rumah-rumah melalui suatu jaringan kabel atau
jaringan listrik. Hambatan menyebabkan sebagian daya hilang menjadi panas. Untuk
menghindari hal tersebut, listrik didistribusikan pada tegangan tinggi dan arus yang rendah
untuk memperkecil hilangnya daya. Pusat pembangkit mengirim listrik ke gardu-gardu induk,
di mana transformator step-up menaikkan tegangan untuk distribusi. Sementara itu, pada
gardugardu step-down, tegangan dikurangi oleh transformator untuk memasok tegangan yang
sesuai baik untuk industri maupun perumahan.

2. LKS
LEMBAR KERJA SISWA 1
GAYA GERAK LISTRIK
Kelompok

Anggota

Apakah penyebab timbulnya GGL atau arus induksi ?. Tuliskan rumusan masalah dan
hipotesis penelitian. Untuk menyelidiki hal ini, marilah kita mulai dengan terlebih dahulu
melakukan kegiatan berikut ini.
A.
B.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
C.
1.

Tujuan: Mengetahui GGL Induksi yang dihasilkan oleh induksi elektromagnetik


Alat dan Bahan
1 buah Magnet batang ukuran besar
1 buah magnet batang ukuran kecil
1 buah kumparan 600 lilitan
1 buah kumparan 1200 lilitan
1 buah Stop watch
2 buah kabel jepit
1 buah galvanometer
Prosedur Kerja
Susunlah alat-alat percobaan seperti gambar berikut!

2.
3.
4.
5.
6.

Gerakkan magnet ke luar masuk kumparan amati apa yang terjadi!


Gerakkan magnet ke dalam kumparan lalu diamkan. Amati apa yang terjadi!
Ulangi gerakan magnet keluar masuk dengan kutub yang berbeda. Amati apa yang terjadi!
Catat Kuat arus listrik yang terbaca.
Percobaan dilakukan 3 kali dengan variasi kumparan, variasi kekuatan magnet, dan variasi

waktu.
D. Tabel Hasil Pengamatan
Pengamatan 1
Magnet batang besar
Kecepatan magnet konstan
No

Jenis Kumparan

Ujung Magnet

Arah Penyimpangan

Kuat Arus

Jarum
1

600 lilitan

1200 lilitan

U
S
U
S

Pengamatan 2
Magnet batang besar
Kumparan 600 lilitan
No

Waktu

Ujung Magnet

Arah Penyimpangan

Kuat Arus

Jarum
1

Cepat

Lambat

U
S
U
S

Pengamatan 3
Kumparan 600 lilitan
Kecepatan magnet tetap
No

Magnet

Ujung Magnet

Arah Penyimpangan
Jarum

Magnet Besar

Magnet Kecil

U
S
U
S

E. Pertanyaan
1. Bagaimana arah jarum Galvanometer, saat magnet batang digerakan keluar masuk?

2. Bagaimana jarum Galvanometer, saat magnet diam didalam kumparan?

Kuat Arus

3. Mengapa saat digerakan jarum Galvanometer bergerak?

4. Bagaimana pengaruh banyak lilitan terhadap besar ggl induksi?

5. Bagaimana pengaruh kekuatan magnet terhadap bsar ggl induksi?

6. Bagaimana pengaruh kecepatan gerak magnet terhadap ggl induksi?

7. Apa yang dapat disimpulkan dari kegiatan di atas?


3. Instrumen Evaluasi
A.

KI 1 dan KI 2
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Hari/Tanggal

Kelas

Pertemuan ke-

Kelompo
k

Dst
.
.

Nama

Bersyukur

SIKAP YANG DINILAI


Rasa ingin
Berdoa
Teliti
tahu

Bertanggung
jawab

.
RUBRIK PENILAIAN SIKAP
No
1

Indikator
Bersyukur

Kriteria
Mengucapkan rasa syukur atas nikmat Tuhan
Menunjukkan sikap kagum terhadap

Skor
4 = jika semua
kriteria

fenomana alam (induksi elektromagnetik)


Bijak dalam menggunakan berbagai macam

terpenuhi

alat
Mengungkapkan manfaat segala sesuatu

kriteria

yang diciptakan Tuhan

3 = jika 3
terpenuhi
2 = jika 2
kriteria
terpenuhi
1 = jika 1
kriteria

Berdoa

Berdoa sebelum mulai pembelajaran


Berdoa ketika akan melakukan sesuatu
(menulis/mengerjakan soal/ menggunakan
alat eksperimen)
Berdoa setelah selesei melakukan sesuatu
(menyusun tugas/mengerjakan
soal/melaksanakan eksperimen)
Berdoa setelah kegiatan pembelajaran selesei

terpenuhi
4 = jika semua
kriteria
terpenuhi
3 = jika 3
kriteria
terpenuhi
2 = jika 2
kriteria
terpenuhi
1 = jika 1
kriteria

Rasa Ingin Tahu

Mengajukan pertanyaan
Menanggapi penjelasan atau pernyataan
orang lain berdasarkan pendapatnya
Mengumpulkan banyak referensi
Memodifikasi kegiatan eksperimen
Menjawab pertanyaan baik guru dan teman

terpenuhi
4 = jika 4
kriteria
terpenuhi
3 = jika 3
kriteria
terpenuhi
2 = jika 2

kriteria
terpenuhi
4

Teliti

Melakukan pengkalibrasian terlebih dahulu


sebelum menggunakan alat
Membaca skala galvanometer secara tepat
Selalu memeriksa kembali hasil pekerjaan
sebelum dikumpulkan
Cepat dalam menemukan kesalahan/point
tertertu yang diminta guru

1 = jika 1
4 = jika semua
kriteria
terpenuhi
3 = jika 3
kriteria
terpenuhi
2 = jika 2
kriteria
terpenuhi
1 = jika 1
kriteria

Bertanggungjawa

Menggunakan alat eksperimen dengan hati-

hati
Mengembalikan alat ke tempat semula dalam

terpenuhi
4 = jika 4
kriteria
terpenuhi

keadaan rapi
Selalu menjaga keselamatan kerja ketika

3 = jika 3

berada di laboratorium
Menyelesaikan tugas tepat waktu
Mengumpulkan laporan tepat waktu

terpenuhi

kriteria
2 = jika 2
kriteria
terpenuhi
1 = jika 1
kriteria
terpenuhi

Pedoman Penilaian Sikap


No
1
2
3

Interval Skor
16 20
11 15
7 10

Interval Nilai
81 100
61 80
41 60

Nilai dalam Huruf


A
B
C

4
5
C.

46
03

21 40
0 20

D
E

KI 3
INSTRUMEN SOAL TES

1.
A.
B.
C.
D.
E.
2.
A.
B.
C.
D.
E.
3.
A.
B.
C.
D.
E.
4.
A.
B.
C.
D.
E.
5.
A.
B.
C.
D.
E.

Nama

Kelas

No. Absen

Ketika magnet batang digerakkan memasuki kumparan, jarum Galvanometer menyimpang


searah jarum jam. Jika magnet batang didiamkan sejenak di dalam kumparan, maka jarum
Galvanometer :
terus menyimpang searah jarum jam
kembali menunjuk nol dan selanjutnya diam
disimpangkan berlawanan arah jarum jam
kembali menunjuk nol dan selanjutnya menyimpang kembali searah jarum.
Berosilasi searah dan berlawanan jarum jam.
Arah arus induksi dalam suatu penghantar sedemikian rupa sehingga menghasilkan medan
magnet yang melawan perubahan fluks magnetic yang menimbulkannya. Pernyataan ini
merupakan hukum . . . .
Faraday
Ampere
Biot-Savart
Lenz
Maxwell
Sebuah penghantar yang digerakkan dalam medan magnetik akan menghasilkan beda
potensial pada ujung-ujung penghantar yang dinamakan ...
tegangan jepit
gaya gerak listrik induksi
induksi elektromagnetik
fluks magnetik
kuat medan magnetik
Menaikkan ggl maksimum suatu generator AC agar menjadi 4 kali semula, dapat dilakukan
dengan cara
jumlah lilitan dilipatgandakan dan periode putar menjadi 1/2 kali semula
kecepatan sudut dan luas penampang kumparan dijadikan 1/2 kalinya
induksi magnet dan jumlah lilitan dijadikan 4 kali semula
luas penampang dan periode putar dijadikan 2 kali semula
luas penampang dan periode putar dijadikan 1/2 kali semula
Sebuah bidang seluas 40 cm2 berada dalam daerah medan magnetik homogen dengan induksi
magnetik 8 10-4 T. Jika sudut antara arah normal bidang dengan medan magnetik adalah
60o, maka besar fluks magnetiknya adalah ...
32 10-7 Wb
16 10-7 Wb
6,4 10-7 Wb
3,2 10-7 Wb
1,6 10-7 Wb

6. Suatu kumparan dengan induktansi 0,25 H dialiri arus yang berubah terhadap waktu menurut
persamaan T = 8 6t2 (dalam satuan SI). Ggl induksi diri sebesar 12 volt timbul pada saat t
sama dengan .
A. 1 detik
B. 2 detik
C. 3 detik
D. 4 detik
E. 5 detik
7. Kumparan primer suatu transformator mempunyai 200 lilitan dan kumparan sekundernya 50
lilitan. Jika kuat arus dalam kumparan sekundernya 10 A, kuat arus dalam kumparan primer
adalah
A. 2,5 A
B. 4 A
C. 20 A
D. 25 A
E. 40 A
8. Sebuah kumparan mempunyai induktansi diri 0,8 H. Jika dalam setengah sekon kuat arusnya
berubah dari 40 mA menjadi 10 mA, tentukan ggl induksi diri kumparan tersebut!
A. 48 x 10-3 V
B. 4,8 x 10-3 V
C. 4,8 V
D. 2,4 V
E. 2,4 x 10-3 V
9. Apabila suatu kumparan memiliki induktansi 0,2 H dan dialiri arus sebesar 5 A, maka energi
yang tersimpan dalam kumparan adalah ...
A. 0,1 J
B. 0,5 J
C. 1 J
D. 2,5 J
E. 25 J
10. Bila sebuah generator berputar 1.500 putaran/menit untuk membangkitkan arus 100 V, maka
besarnya kecepatan sudut untuk membangkitkan 120 V sebesar ...
A. 1.200 putaran/menit
B. 1.500 putaran/menit
C. 1.800 putaran/menit
D. 2.100 putaran/menit
E. 2.400 putaran/menit
11. Sebuah trafo step-down dipakai untuk menurunkan tegangan 2.200 V menjadi 110 V. Jika
pada kumparan sekunder terdapat 25 lilitan, banyaknya lilitan pada kumparan primer
adalah ...
A. 200 lilitan
B. 250 lilitan
C. 500 lilitan
D. 700 lilitan
E. 1.000 lilitan
12. Kawat a - b dengan panjang 1,5 m diletakkan dalam medan magnet 0,5 T dengan arah masuk
bidang kertas (lihat gambar). Ternyata di ujung-ujung kawat timbul beda potensial 3 volt
dengan potensial a lebih tinggi daripada b. Besar dan arah kecepatan gerak kawat a - b adalah
...

A.
B.
C.
D.
E.
13.

4 m/s ke kanan
4 m/s ke kiri
2 m/s ke kiri
2 m/s ke kanan
1 m/s ke kanan
Sebuah solenoida dengan panjang 6,28 cm dan luas penampang 5 cm2 terdiri atas 300 lilitan.
Jika arus yang mengalir dalam solenoida adalah 2 A, maka energi yang tersimpan dalam
solenoida adalah ...
A. 1,8 10-3 J
B. 9 10- 4 J
C. 4,5 10- 4 J
D. 3 10- 4 J
E. 1,5 10- 4 J
14. Sebuah induktor terbuat dari kumparan kawat dengan 50 lilitan. Panjang kumparan 5 cm
dengan luas penampang 1 cm2. Hitunglah induktansi induktor!
A. 28,6 H
B. 6,28 H
C. 6,82 H
D. 2,68 H
E. 2,86 H
15. Sebuah kumparan mempunyai induktansi diri 2,5 H. Kumparan tersebut dialiri arus searah
yang besarnya 50 mA. Berapakah besar ggl induksi diri kumparan apabila dalam selang
waktu 0,4 sekon kuat arus menjadi nol?
A. 3,1 V
B. 3,11 V
C. 0,31 V
D. 0,031 V
E. 31 V
KUNCI JAWABAN
1. B
2. D
3. B
4. A
5. B

6. D
7. A
8. A
9. D
10. C

11. C
12. B
13. A
14. B
15. C
PENILAIAN

Nilai = Jumlah benar x 20


3
Pedoman Penilaian Pengetahuan

No
1
2
3
4
5
D.

Interval Nilai
81 100
61 80
41 60
21 40
0 20

Nilai dalam Huruf


A
B
C
D
E

KI 4
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN

Hari/Tanggal

Kelas

Pertemuan ke-

:
ASPEK YANG DINILAI

Nama
Siswa

Kelompok

Ind 1

Ind 2

Ind 3

Ind 4

Ind 5

Ind 6

II

Dst

dst
RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN
No
1

Indikator
Melakukan eksperimen
ggl induksi

Kriteria
Menyiapkan alat dan bahan yang

Skor
4 = 6 kriteria

diperlukan dengan lengkap


Menyusun alat dan bahan sesuai

terpenuhi

dengan petunjuk
Menggunakan alat ukur dengan
tepat
Membaca skala dengan teliti
Melakukan eksperimen secara
runtut dan sistematis
Merapikan alat dan bahan setelah

3 = 4-5 kriteria
terpenuhi
2 = 2-3 kriteria
terpenuhi
1 = 1 kriteria
terpenuhi

Jumlah

selesai eksperimen
Mengembalikan alat dan bahan
2

Menyusun laporan hasil


eksperimen

pada tempat semula


Menyusun laporan secara sistematis 4 = jika semua
Menggunakan bahasa Indonesia
kriteria terpenuhi
yang baik dan benar
3 = jika 3 kriteria
Memperhatikan font dan tata letak
terpenuhi
yang konsisten
2 = jika 2 kriteria
Laporan disusun secara rapi
terpenuhi
1 = jika 1 kriteria

Membuat bahan
presentasi visual dan
atau powerpoint

Komposisi warna menarik


Menggunakan animasi atau efek
yang sesuai
Power point

disajikan

sistematis dan runtut


Memuat seluruh konten

secara

terpenuhi
4 = jika semua
kriteria terpenuhi
3 = jika 3 kriteria
terpenuhi

yang 2 = jika 2 kriteria


terpenuhi

disajikan

1 = jika 1 kriteria
5

Mempresentasikan
laporan eksperimen di
depan kelas

Menyampaikan

hasil

terpenuhi
laporan 4 = jika semua

dengan runtut
Menyampaikan

hasil

laporan

kriteria terpenuhi

3 = jika 3 kriteria
dengan menarik
terpenuhi
Mampu berkomunikasi dua arah
2 = jika 2 kriteria
dalam diskusi
Mampu
mengontrol
jalannya terpenuhi
diskusi
6

Menyusun artikel
tentang pemanfaatan

Menyusun artikel secara runtut


Menyusun artikel secara sistematis
Menggunakan banyak referensi
Memuat ide baru

1 = jika 1 kriteria
terpenuhi
4 = jika semua
kriteria terpenuhi
3 = jika 3 kriteria
terpenuhi
2 = jika 2 kriteria
terpenuhi
1 = jika 1 kriteria
terpenuhi

Pedoman Penilaian Keterampilan


No
1
2
3
4
5

Interval Skor
20 24
15 19
10 14
59
04

Interval Nilai
81 100
61 80
41 60
21 40
0 20

Nilai dalam Huruf


A
B
C
D
E