Anda di halaman 1dari 13

Oksigenasi jaringan

Tissue Oxygenation

Oksigen dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan. Fungsi sistem


pernafasan dan kardiovaskuler adalah menyuplai kebutuhan oksigen tubuh.

Fisiologi jantung mencakup pengaliran darah yang kaya oksigen dari sirkulasi
paru ke ventrikeli kiri kemudian dipompa keseluruh tubuh, fungsi lainnya
mengalirkan darah yang mengandung sedikit oksigen ke system pulmonal.
Fisiologi pernapasan meliputi oksigenasi tubuh melalui mekanisme ventilasi,
perfusi dan transport gas pernapasan.

Fisiologi kardiovasikuler

Ventrikel kanan memompa darah melalui sirkulasi pulmonar, sedangkam


ventrikel kiri memompa darah ke sirkulasi sistemik untuk menyediakan
oksigen ke seluruh jaringan.. Sirkulasi arteri korner, merupakan cabang
sirkulasi sistemik yang menyuplai oksigen dan nutrein ke miokardium

Pengaturan aliran darah, jumlah darah yang keluar dari ventrikel setiap menit
disebut curah jantung. Curah jantung normal adalah 5 sampai 6 liter per menit
pada orang dewasa yang sehat dengan berat 70 kg saat beristirahat. Volume
darah yang bersirkulasi berubah sesuai kebutuhan oksigen dan metabolik
tubuh.

Fisiologi pernafasan

Pernapasan adalah upaya tubuh untuk memasukkan oksigen dan


mengeluarkan karbondioksida dari tubuh. Sabagian besar sel dalam tubuh
memperoleh energi dari reaksi kimia yang melibatkan oksigen dan
pembuangan karbondioksida. Pertukaran gas pernapasan terjadi antara udara,
lingkungan dan darah. Kerja pernapasan ditentukan oleh tingkat kompliansi
paru, tahanan jalan napas, sistim saraf dan penggunaan obat-obatan yang
mempengaruhi pernafasan

Ventilasi Alveolar

Ventilasi alveolar adalah salah satu bagian yang penting karena O 2 pada tingkat
alveoli inilah yang mengambil bagian dalam proses difusi.

Banyaknya udara masuk keluar paru dalam setiap kali bernafas disebut sebagai
Volume Tidal (VT) yang bervariasi tergantung pada berat badan. Nilai VT
normal pada orang dewasa berkisar 300 600 ml

Volume nafas yang berada di jalan nafas dan tidak ikut dalam pertukaran gas
disebut sebagai Dead Space (Ruang Rugi) dengan nilai normal sekitar 150 180 ml yang terbagi atas dua yaitu :

(1) Anatomic Dead Space


(2) Alveolar Dead Space

Anatomic Dead Space yaitu volume nafas yang berada di dalam mulut,
hidung dan jalan nafas yang tidak terlibat dalam pertukaran gas.

Alveolar Dead Space yaitu volume nafas yang telah berada di alveoli, akan
tetapi tidak terjadi pertukaran gas yang dapat disebabkan karena di alveoli
tersebut tidak ada suplai darah. atau udara yang ada di alveoli jauh lebih
besar jumlahnya dari pada aliran darah pada alveoli tersebut.

Ventilasi alveolar dapat diperoleh dari selisih volume Tidal dan ruang rugi,
dengan laju nafas dalam 1 menit. VA = (VT VD) x RR

Difusi

Difusi dalam respirasi merupakan proses pertukaran gas antara alveoli dengan
darah pada kapiler paru. Proses difusi terjadi karena perbedaan tekanan, gas
berdifusi dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Salah satu ukuran difusi adalah
tekanan parsial.

Difusi terjadi melalui membran respirasi yang merupakan dinding alveolus yang
sangat tipis dengan ketebalan rata-rata 0,5 mikron. Di dalamnya terdapat
jalinan kapiler yang sangat banyak dengan diameter 8 angstrom. Dalam paruparu terdapat sekitar 300 juta alveoli dan bila dibentangkan

Difusi dipengaruhi oleh :

1. Ketebalan membran respirasi

2. Koefisien difusi

3. Luas permukaan membran respirasi

4. Perbedaan tekanan parsial

Sistim Kardiovaskular (Transport Oksigen)

Karena oksigen tidak larut dalam air maka sangat sedikit oksigen yang
diangkut dalam darah dalam bentuk O2 terlarut. Oksigen dibawa oleh pigmen
respirasi dalam darah.

Pigmen respirasi adalah hemoglobin, yang terkandung dalam sel darah


merah. Hemoglobin, terdiri atas empat sub-unit, masing-masing dengan satu
kofaktor yang disebut dengan gugus haem yang mempunyai sebuah atom
besi dipusatnya. Besi itulah yang sesungguhnya berikatan dengan oksigen.

Oksigen yang masuk ke dalam aliran darah di paru-paru akan dibawa ke organorgan vital oleh jantung. Laju prosesnya disebut oxygen delivery (DO 2). Nilainya
setara dengan hasil perkalian kandungan O2 dalam arteri (CaO2) dengan satuan
mL/L dan curah jantung (Q) dalam L/min. Curah jantung atau kardiak output
didapat dari stroke volum dikalikan dengan laju nadi.

CO = SV x HR

Stroke volume dipengaruhi oleh : Preload, kontraktiliti dan afterload, Rumus


deliveri oksigen yaitu:

DO2 = Q x CaO2

DO2 = Q x 1,34 x Hb x SaO2

VO2 juga merupakan nilai penggunaan O2 di jaringan.

VO2 (dalam mL/menit) dapat dihitung dengan mengalikan curah jantung


(cardiac output, Q) dan selisih kandungan oksigen arteri dan vena. (CaO 2 CvO2).

VO2 = Q x (CaO2-CvO2)

VO2 = Q x [{(13,4 Hb) x SaO2}-{(13,4 Hb) x SvO2}]

VO2 = Q x (13,4 Hb) x (SaO2 SvO2)

Pada persamaan terlihatkan bahwa VO2 menggunakan variabel yang


dapat diukur pada praktek sehari-hari. Kisaran normal VO 2 pada rata-rata
hewan dewasa sehat adalah 200300 mL/menit, atau 110160 mL/menit/m2.

Kesimpulan

Proses oksigenasi jaringan melibatkan sistem pernafasan, kardiovaskuler, darah


dan komponennya serta jaringan itu sendiri.

Sistem pernafasan memegang peranan penting dalam hal menyediakan


oksigen melalui proses ventilasi oksigen masuk ke saluran nafas, kemudian
oksigen akan berdifusi di alveolus. Oksigen yang berdifusi di alveolus akan
diambil oleh pembuluh darah kapiler di alveolus kemudian akan dibawa
keseluruh tubuh oleh sistim kardiovaskuler. Sisitim kardiovaskuler sangat
ditentukan dari kemampuan pompa jantung dan kecukupan volum darah serta
kualitas komponen didalam darah yaitu hemoglobin.