Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Semakin berkembangnya perusahaan dan instansi-instansi pemerintahan
saat ini, maka semakin dibutuhkan juga tenaga auditor yang lebih berkompeten.
Agar dapat mempermudah auditor dalam melaksanakan tugasnya maka
dibuatlah catatan-catatan dan data-data yang dikumpulkan secara sistematis
atau yang biasa disebut Kertas Kerja Audit (KKA). KKA harus mencerminkan
langkah-langkah kerja audit yang ditempuh, pengujian-pengujian yang
dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan hasil audit.
Kertas kerja (working paper) merupakan mata rantai

yang

menghubungkan catatan klien dengan laporan audit. Oleh karena itu, Kertas
Kerja merupakan alat penting dalam profesi akuntan publik. Dalam proses
auditnya, auditor harus mengkumpulkan atau membuat berbagai tipe bukti.
Untuk mendukung simpulan dan pendapatnya atas laporan keuangan auditan.
Untuk kepentingan pengumpulan dan pembuatan bukti itulah auditor membuat
Kertas Kerja. Kertas Kerja memberikan panduan bagi auditor dalam
penyusunan Kertas Kerja dalam audit atas laporan keuangan atau perikatan
audit lainnya, berdasarkan seluruh standar auditing yang ditetapkan Ikatan
Akuntan Indonesia.
Kertas Kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan:
(a) Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan pertama yaitu
pemeriksaan telah direncanakan dan supervisi dengan baik, (b) Telah
dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua yaitu pemahaman memadai
atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan
menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan, dan (c)
Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga yaitu bukti audit telah
diperoleh, prosedur pemeriksaan telah ditetapkan, dan pengujian telah
dilaksanakan, yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar
memadai untuk mensyaratkan pendapat atas laporan keuangan auditan.
KERTAS KERJA AUDIT

Page 1

Kertas kerja merupakan milik kantor akuntan publik, bukan milik klien
atau milik pribadi auditor. Namun, hak pemilikan kertas kerja oleh kantor
akuntan publik masih tunduk pada pembatasan-pembatasan yang diatur dalam
Kode Etik Akuntan Indonesia yang berlaku, untuk menghindarkan penggunaan
hal-hal yang bersifat rahasia oleh auditor dalam hubungannnya dengan
transaksi perusahaan untuk tujuan yang tidak semestinya. Pengungkapan
informasi yang tercantum dalam kertas kerja kepada pihak ketiga dibatasi oleh
Kode Etik Akuntan Indonesia Pasal 4 tentang penjagaan kerahasiaan informasi
yang diperoleh akuntan publik selama perikatan profesional. Oleh karena itu
kertas kerja disusun sebagai mana semestinya dan berdasarkan prosedurprosedur oleh kantor akuntan publik, dalam memudahkan auditor untuk
melakukan audit dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintah. Itulah secara
singkat tentang Kertas Kerja Pemeriksaan (Audit working papers) yang secara
keseluruhannya diatur dan dimiliki oleh Kantor Akuntan Publik.
1.2.

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini, yaitu:
Apa pengertian kertas kerja audit?
Apa tujuan dan manfaat kertas kerja audit?
Apa isi dari kertas kerja audit?
Bagaimana kepemilikan dan penyimpanan kertas kerja audit?
Bagaimana pengarsipan kertas kerja audit?
Bagaimana tipe kertas kerja audit?
Apa Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Oleh Auditor Dalam
Pembuatan Kertas Kerja Yang Baik?

1.3. Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan agar dapat mengetahui tentang Kertas
Kerja Pemeriksaan yang digunakan oleh seorang Auditor dan juga agar setiap
Mahasiswa atau Pembaca yang ingin mempelajari tentang Kertas Kerja
Pemeriksaan dapat mengetahui Prosedur-prosedur atau tahapan dalam
melakukan Pemeriksaan akuntansi.
KERTAS KERJA AUDIT

Page 2

1.4. Manfaat
Makalah ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswi dan juga
pembaca agar jika nanti dihadapkan dengan pekerjaan sebagai seorang auditor
mahasiswa-mahasiswi sudah dapat mengetahui tahapan-tahapan atau langkahlangkah yang harus dilakukan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Pengertian Kertas Kerja Audit


Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) SA Seksi 339 (PSA No. 15)
mengatur mengenai Kertas Kerja Audit. Kertas Kerja adalah catatan yang
dipersiapkan dan disimpan oleh auditor yang isinya meliputi prosedur audit
yang diterapkan, pengujian yang dilakukan, informasi yang diperoleh serta
kesimpulan yang dicapai dalam penugasan audit. Dalam setiap penugasan audit
dibutuhkan penyusunan kertas kerja yang paling sesuai dengan kondisi
penugasan yang sedang dihadapi.

KERTAS KERJA AUDIT

Page 3

Definisi Kertas Kerja (SA Seksi 339 Paragraf 03 ) adalah : Catatan


catatan yang diselenggarakan oleh Auditor mengenai prosedur audit yang
ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan
kesimpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.
Audit laporan keuangan harus didasarkan pada standar auditing yang
ditetapkan IAI. Standar pekerjaan lapangan mengharuskan auditor melakukan
perencanaan

dan

penyupervisian

terhadap

audit

yang

dilaksanakan,

memperoleh pemahaman atas pengendalian intern, dan mengumpulkan bukti


kompeten yang cukup melalui berbagai proses audit. Kertas kerja merupakan
Sarana yang digunakan oleh Auditor untuk membuktikan standar pekerjaan
lapangan telah dipatuhi.
Contoh kertas kerja adalah program audit, hasil pemahaman terhadap
pengndalian intern, analisis, memorandum, surat konfirmasi, representasi klien,
ikhtisar dari dokumen-dokumen perusahaan, dan daftar atau komentar yang
dibuat atau diperoleh auditor. Data kertas kerja dapat disimpan dalam pita
magetik, film, atau media yang lain.
Fungsi Kertas Kerja Audit :
Sebagai pendukung utama bagi laporan auditor, termasuk representasi
tentang pengamatan atas standar pekerjaan lapangan. Selain itu, kertas
kerja juga merupakan bukti pendukung utama yang memungkinkan
auditor

membela

diri

apabila

hasil

kerjanya

dipermasalahkan

dikemudian hari.
Membantu auditor dalam pelaksanaan dan supervisi audit.
Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, kertas kerja harus direncanakan
dan dipergunakan untuk meningkatkan pelaksanaan penugasan audit seefisien
dan seekonomis mungkin. Kertas kerja harus berisi catatan mengenai prosedur
audit yang memadai dan lengkap yang dilakukan dalam pemeriksaan laporan
keuangan serta kesimpulan yang dicapai.

KERTAS KERJA AUDIT

Page 4

2.2. Tujuan dan Manfaat Kertas Kerja Audit


2.2.1. Tujuan Kertas Kerja Audit
Kertas kerja pemeriksaan yang merupakan dokumentasi auditor
atas prosedur-prosedur audit yang dilakukannya, test-test yang diadakan,
informasi-informasi yang didapat dan kesimpulan yang dibuat atas
pemeriksaan, analisis, memorandum, surat-surat konfirmasi dan
representation, ikhtisar dokumen-dokumen perusahaan, rincian-rincian
pos neraca dan laba rugi, serta komentar-komentar yang dibuat atau
yang diperoleh si auditor, mempunyai beberapa tujuan. Tujuan tersebut
antara lain:
Mendukung opini auditor mengenai kewajaran laporan keuangan.
Opini yang diberikan harus sesuai dengan kesimpulan
pemeriksaan uang dicantumkan dalam kertas kerja perusahaan.
Sebagai bukti bahwa auditor telah melaksanakan pemeriksaan
sesuai dengan Standar Profesional Akuntan publik.
Dalam kertas kerja pemeriksaan harus terlihat bahwa apa
yang diatur dalam SPAP sudah diikuti dengan baik oleh auditor.
Misalnya melakukan penilaian terhadap pengendalian intern dengan
menggunakan

Internal

Control

Questionnaires, mengirimkan

konfirmasi piutang, memonya Surat Pernyataan langganan dan lainlain.


Sebagai referensi dalam hal ada pertanyaan dari:
Pihak Pajak, Pihak Bank, Pihak Klien. Jika kertas kerja
pemeriksaan lengkap, pertanyaan apapun yang diajukan pihakpihak tersebut, yang berkaitan dengan laporan audit, bisa dijawab
dengan mudah oleh auditor, dengan menggunakan kertas kerja
pemeriksaan sebagai referensi.
Sebagai salah satu dasar penilaian asisten ( Seluruh Tim Audit)
sehingga dapat dibuat evaluasi mengenai kemampuan asisten
sampai dengan partner, sesudah selesai suatu penugasan.

KERTAS KERJA AUDIT

Page 5

Evaluasi tersebut biasa digunakan sebagai salah satu dasar


pertimbangan untuk kenaikan jenjang jabatan dan kenaikan gaji.
Sebagai pegangan untuk audit tahun berikutnya. Untuk persiapan
audit tahun berikutnya kertas kerja tersebut dapat dimanfaatkan
antara lain:
a. Untuk menchek saldo awal
b. Untuk dipelajari oleh audit staf yang baru ditugaskan untuk
memeriksa klien tersebut.
c. Untuk mengetahui masalah-masalah yang terjadi di tahun lalu
dan berguna untuk penyusunan audit plan tahun berikutnya.

2.2.2. Manfaat Kertas Kerja Audit:


Merupakan dasar penyusunan Laporan Hasil Audit
Merupakan alat bagi supervisor atau partner untuk mereview dan
mengawasi perkerjaan anggota tim audit
Merupakan alat pembuktian dari Laporan Hasil Audit
Menyajikan data untuk keperluan referensi
Merupakan salah satu pedoman untuk tugas audit periode
2.3.

Isi Kertas Kerja Audit


2.3.1. Isi Kertas Kerja Audit
Paragraf 5 SPAP SA Seksi 339 menjelaskan mengenai Isi
Kertas Kerja. Kuantitas, tipe, dan isi kertas kerja bervariasi dengan
keadaan

yang

dihadapi

oleh

auditor,

namun

harus

cukup

memperlihatkan bahwa catatan akuntansi cocok dengan laporan


keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar pekerjaan
lapangan yang dapat diterapkan telah diamati. Adapun isi kertas kerja
audit, yaitu:
Kelompok I: Program Audit
Kelompok II : Persiapan Audit
Pembicaraan pendahuluan
Informasi umum
KERTAS KERJA AUDIT

Page 6

Ikhtisar persiapan pemeriksaan


Kelompok II I: Pemeriksaan Pendahuluan
Flow chart pengendalian manajemen
Penelaahan ketentuan yang berlaku
Pengujian pengendalian manajemen
Ikhtisar temuan hasil pemer iksaan pendahuluan
Kelompok IV: Pemeriksaan Lanjutan
Pengembangan temuan
Daftar temuan dan rekomendasi
Kelompok V: Tindak Lanjut
2.3.2. Dokumentasi Kertas Kerja
Kertas kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan :
Pekerjaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik
Pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh
untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup
pengujian yang telah dilakukan
Bukti audit yang telah diperoleh, prosedur audit yang telah
ditetapkan, dan pengujian yang telah dilaksanakan, memberikan
bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk
menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.
Jadi, pada dasarnya proses perancangan kertas kerja audit yang
memadai sangatlah tergantung kepada keahlian serta pengalaman audit
field work seorang auditor. Selain itu, menurut saya, daya nalar dan daya
imajinatif juga sangat mendukung dalam merancang kertas kerja audit
sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan untuk mendeteksi
kecurangan-kecurangan maupun kekeliruan penyajian laporan keuangan
sebuah perusahaan yang sedang diaudit. Lebih lanjut, menurut saya,
merancang kertas kerja audit adalah sebuah seni. Diperlukan seorang

KERTAS KERJA AUDIT

Page 7

seniman audit yang baik untuk dapat menciptakan karya seni berupa
kertas kerja audit yang baik pula.
2.3.3. Klasifikasi Kertas Kerja Audit
Pada umumnya, kertas kerja audit dapat diklasifikasikan dalam 3
kelompok, yaitu :
1. Permanent File
Berisi informasi penting yang berkesinambungan bagi suatu
penugasan pemeriksaan dan dimaksudkan untuk menyimpan data
historis atau data berkesinambungan sebagai sumber informasi yang
penting untuk pelaksanaan audit dari tahun ke tahun. Contoh : Akta
Pendirian Perusahaan, Informasi Bisnis dan Jenis Usaha Klien
(UCBIQ), Perjanjian Pinjaman dan Kontrak Jangka Panjang dan
lainnya.
2. Current File
Berisi kertas-kertas kerja yang dapat digunakan selama
pemeriksaan tahun berjalan. Misalnya : Draft Laporan Auditor,
Laporan Keuangan Perusahaan (Inhouse/Home Statement), Laporan
Audit Final, Management Letter, Surat Representasi Klien, Review
Points, Kertas Kerja Perencanaan Audit, Kertas Kerja Pengujian
Substantif seperti Working Balance Sheet, Working Profit and Loss,
Ayat Jurnal Koreksian Auditor, Audit Program dan kertas kerja
lainnya yang berkaitan dengan audit tahun berjalan.
3. Tax File

KERTAS KERJA AUDIT

Page 8

Berisi informasi yang berkaitan dengan kewajiban klien


dibidang perpajakan tahun berjalan, tahun-tahun sebelumnya dan
tahun yang akan datang. Berkas ini juga berfungsi sebagai dasar
pengisian SPT Tahun berjalan.

2.4 Kepemilikan Dan Penyimpanan Kertas Kerja Audit


SPAP SA Seksi 339 mengatur mengenai kepemilikan dan penyimpanan
kertas kerja. Kertas kerja adalah milik Auditor, namun hak dan kepemilikan
atas kertas kerja masih tunduk pada pembatasan yang diatur dalam Aturan Etika
Kompartemen Akuntan Publik yang berkaitan dengan hubungan yang bersifat
rahasia dengan klien.
Seringkali kertas kerja tertentu auditor dapat berfungsi sebagai sumber
acuan bagi kliennya, namun kertas kerja harus tidak dipandang sebagai bagian
dari, atau sebagai pengganti terhadap, catatan akuntansi klien. Auditor harus
menerapkan prosedur memadai untuk menjaga keamanan kertas kerja dan harus
menyimpannya dalam periode yang dapat memenuhi kebutuhan praktiknya dan
ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku mengenai penyimpanan dokumen.
Pasal 44 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.01/2008
tentang Jasa Akuntan Publik mewajibkan Akuntan Publik dan/atau KAP untuk
memelihara Laporan Auditor Independen, Kertas Kerja serta dokumen
pendukung lainnya yang berkaitan dengan pemberian jasa selama 10 (sepuluh)
tahun.
2.5.

Pengarsipan Kertas Kerja


Auditor mengelompokkan tiga macam arsip kertas kerja untuk setiap kliennya:
Arsip audit tahunan untuk setiap audit yang telah selesai dilakukan, yang
disebut arsip kini (current file), berisi informasi misalnya :
Neraca Saldo
Rekonsiliasi Bank

KERTAS KERJA AUDIT

Page 9

Rincian Piutang
Rincian Persediaan
Rincian Utang
Rincian Biaya, dll
Arsip permanen (permanent file) untuk data yang secara relative tidak
mengalami perubahan. Arsip permanen berisi informasi berikut ini:
Copy anggaran dasar dan anggaran rumah tangga klien
Bagan organisasi dan luas wewenang serta tanggung jawab para
manajer Pedoman akun, pedoman prosedur, dan data lain yang

berhubungan dengan pengendalian intern.


Copy surat perjanjian penting yang mempunyai masa laku jangka

panjang.
Tata letak pabrik, proses produksi, dan produk pokok perusahaan.
Copy notulen rapat direksi, pemegang saham, dan komite-komite

yang dibentuk klien.


Pembentukan arsip permanen ini mempunyai tiga tujuan, yaitu :
Untuk menyegarkan ingatan auditor mengenai informasi yang akan

digunakan dalam audit tahun-tahun mendatang.


Untuk memberikan ringkasan mengenai kebijakan dan organisasi
klien bagi staf yang baru pertama kali menangani audit laporan

keuangan klien tersebut.


Untuk menghindari pembuatan kertas kerja yang sama dari tahun ke
tahun.
Informasi dalam arsip permanen ini harus selalu diperbaharui pada

setiap kali audit. Copy notulen rapat yang baru, kontrak dan perjanjian
baru yang dibuat oleh klien, perubahan anggaran rumah tangga dan
perkembangan lain harus setiap tahunnya ditambahkan dalam arsip
permanen.
Analisis terhadap akun-akun tertentu yang relative tidak pernah
mengalami perubahan harus juga dimasukkan kedalam arsip permanen.
Akun-akun seperti tanah, gedung, akumulasi depresiasi, investasi, utang
jangka panjang, modal saham dan akun lain yang termasuk dalam

KERTAS KERJA AUDIT

Page 10

kelompok modal sendiri adalah jarang mengalami perubahan dari tahun


ke tahun. Pemeriksaan pertama terhadap akun tersebut akan menghasilkan
informasi yang akan berlaku beberapa tahun, sehingga dalam audit
berikutnya auditor hanya akan memeriksa transaksi-transaksi tahun yang
diaudit yang berkaitan dengan akun-akun tersebut. Dalam hal ini arsip
permanen benar-benar menghemat waktu auditor karena perubahanperubahan dalam tahun yang diaudit tinggal ditambahkan dalam arsip
permanen, tanpa harus memunculkan kembali informasi-infomasi tahuntahun sebelumnya dalam kertas kerja tersendiri.
Correspondence File : Berisi korespondensi dengan klien, berupa surat
menyurat, Facsimile dan lain-lain.
2.6. Tipe Kertas Kerja
Isi kertas kerja meliputi semua informasi yang dikumpulkan dan dibuat
oleh auditor dalam auditnya. Kertas kerja terdiri dari berbagai macam yang
secara garis besar dapat dikelompokkan kedalam 2 tipe kertas kerja berikut ini :
Program Audit (audit program)
Program audit merupakan daftar prosedur audit untuk seluruh audit
unsur tertentu, sedangkan prosedur audit adalah instruksi rinci untuk
mengumpulkan tipe bukti audit tertentu yang harus diperoleh pada saat
tertentu dalam audit. Dalam program audit, auditor menyebutkan
prosedur audit yang harus diikuti dalam melakukan verifikasi setiap
unsure yang tercantum dalam laporan keuangan, tanggal dan paraf
pelaksana prosedur audit tersebut, serta penunjukan indeks kertas kerja
yang dihasilkan. Dengan demikian, program audit berfungsi sebagai suatu
alat yang bermanfaat untuk menetapkan jadwal pelaksanaan dan
pengawasan pekerjaan audit. Program audit dapat digunakan untuk
merencanakan jumlah orang yang diperlukan untuk melaksanakan audit
beserta komposisinya, jumlah asisten dan auditor junior yang akan

KERTAS KERJA AUDIT

Page 11

ditugasi, taksiran jam yang akan dikonsumsi, serta untuk memungkinkan


auditor yang berperan sebagai supervisor dapat mengikuti kemajuan audit
yang sedang berlangsung.
Working Trial Balance (Kertas Kerja Neraca Saldo)
Working trial balance adalah suatu daftar yang berisi saldo-saldo
akun buku besar yang akhir tahun yang diaudit dan pada akhir tahun
sebelumnya., kolom-kolom untuk adjustment dan penggolongan kembali
yang diusulkan oleh auditor, serta saldo-saldo setelah koreksi auditor
yang akan tampak dalam laporan keuangan auditan (audited financial
statements).
Working trial balance ini merupaka daftar permulaan yang harus
dibuat oleh auditor untuk memindahkan semua saldo akun yang
tercantum dalam daftar saldo (trial balance) klien. Dalam proses audit,
working trial balance ini digunakan untuk meringkas adjustment dan
penggolongan kembali yang diusulkan oleh auditor kepada klien serta
saldo akhir tiap-tiap akun buku besar setelah adjustment atau koreksi oleh
auditor. Dari kolom terakhir dalam working trial balance tersebut, auditor
menyajikan draft final laporan keuangan klien setelah diaudit oleh
auditor. Draf final inilah yang akan diusulkan oleh auditor kepada klien
untuk dilampirkan pada laporan audit.
Dalam proses auditnya, auditor bertujuan untuk menghasilkan
laporan keuangan auditan. Adapun tahap-tahap penyusunan laporan
keuangan auditan tersebut adalah sebagai berikut :
Pengumpulan bukti audit dengan cara pembuatan atau pengumpulan

skedul pendukung ( supporting schedules).


Peringkasan informasi yang terdapat dalam skedul pendukung ke
dalam skedul utama ( lead schedules atau top schedules) dan

ringkasan jurnal adjustment.


Peringkasan informasi yang tercantum dalam skedul utama dan

ringkasan jurnal adjustment ke dalam working trial balance.


Penyusunan laporan keuangan auditan.

KERTAS KERJA AUDIT

Page 12

2.7. Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Oleh Auditor Dalam Pembuatan


Kertas Kerja Yang Baik
Lengkap
Kertas kerja dikatakan lengkap apabila memenuhi dua syarat berikut ;
Berisi semua informasi pokok
Tidak memerlukan penjelasan lisan sebagai tambahan

Teliti
Kertas kerja yang dibuat auditor harus bebas dari kesalahan, baik
kesalahan penulisan maupun kesalahan dalam penjumlahan. Untuk itu,
pembuatan kertas kerja harus dilakukan secara cermat dan teliti
Ringkas
Kertas kerja dikatakan ringkas apabila hanya berisi informasi pokok
dan relevan dengan tujuan pemeriksaan. Dengan demikian penyajian
kertas kerja dapat ringkas tetapi tetap dapat dimengerti
Jelas
Auditor harus menggunakan istilah istilah yang tidak
menimbulkan pengertian ganda. Auditor harus menyajikan kertas kerja
secara sistematis.
Rapi
Kerapian kertas kerja akan mempermudah pemahaman terhadap
kertas kerja tersebut. Dengan demikian, auditor dengan mudah dapat
memperoleh informasi yang diperlukan dari kertas kerja tersebut

KERTAS KERJA AUDIT

Page 13

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Kertas Kerja adalah catatan yang dipersiapkan dan disimpan oleh auditor
yang isinya meliputi prosedur audit yang diterapkan, pengujian yang dilakukan,
informasi yang diperoleh serta kesimpulan yang dicapai dalam penugasan audit.
Definisi Kertas Kerja (SA Seksi 339 Paragraf 03 ) adalah : Catatan
catatan yang diselenggarakan oleh Auditor mengenai prosedur audit yang
ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan
kesimpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.
SPAP SA Seksi 339 mengatur mengenai kepemilikan dan penyimpanan
kertas kerja. Kertas kerja adalah milik Auditor, namun hak dan kepemilikan
atas kertas kerja masih tunduk pada pembatasan yang diatur dalam Aturan Etika
Kompartemen Akuntan Publik yang berkaitan dengan hubungan yang bersifat
rahasia dengan klien.

KERTAS KERJA AUDIT

Page 14

DAFTAR PUSTAKA
Kurnia Yulia (2011).kertas kerja audit dan program audit. blogpost.
http://yuliakurnia.blogspot.com (dikses tanggal 22 Maret 2014)

Cheng Hardi (2008). kertas kerja audit. blogpostpost. http://auditmepost.blogspot.com (diakses tanggal 23 Maret 2014)

Devy
Laura
(2013).
Kertas
kerja
audit.
blogpost.
http://lauradevy.blogspot.com (diakses tanggal 24 Maret 2014)

Loutfiee
(2013).
Kertas
kerja
audit.
blogpost.
http://loutfiee.blogspot.com (diakses tanggal 24 Maret 2014)

KERTAS KERJA AUDIT

Page 15

Anda mungkin juga menyukai