Anda di halaman 1dari 2

TATALAKSANA DAN PROGNOSIS TB PERITONEAL

Pengobatan :
Pada dasarnya pengobatan sama dengan pengobatan tuberculosis paru,obat-obat seperti
streptomisin,INH,Etambutol,Ripamficin dan pirazinamid memberikan hasil yang baik, dan
perbaikan akan terlihat setelah 2 bulan pengobatan dan lamanya pengobatan biasanya mencapai
sembilan bulan sampai 18 bulan atau lebih.
Beberapa penulis berpendapat bahwa kortikosteroid dapat mengurangi perlengketan peradangan
dan mengurangi terjadinya asites. Dan juga terbukti bahwa kortikosteroid dapat mengurangi
angka kesakitan dan kematian,namun pemberian kortikosteroid ini harus dicegah pada daerah
endemis dimana terjadi resistensi terhadap Mikobakterium tuberculosis. Alrajhi dkk yang
mengadakan penelitian secara retrospektif terhadap 35 pasien dengan tuberculosis peritoneal
mendapatkan bahwa pemberian kortikosteroid sebagai obat tambahan terbukti dapat mengurangi
insidensi sakit perut dan sumbatan pada usus. Pada kasus-kasus yang dilakukan peritonoskopi
sesudah pengobatan terlihat bahwa partikel menghilang namun di beberapa tempat masih dilihat
adanya perlengketan.
Prognosis :
Peritonitis tuberkulosa jika dapat segera ditegakkan dan mendapat pengobatan umumnya akan
sembuh dengan pengobatan yang adekuat.
(Sutadi, SM. 2003. Tuberkulosis Peritoneal. Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK USU)

Terapi utama peritonitis tuberkulosa adalah pemberian OAT selama 9-12 bulan. Sekitar 80%
penderita memberikan respon baik terhadap OAT. Pembedahan dilakukan pada penderita
peritonitis tuberkulosa dengan ileus obstruktif, perforasi usus, fistula, atau striktur usus. Selain
OAT, diberikan pula kortikosteroid dosis inflamasi (20-40 mg) pada enam minggu pertama terapi
peritonitis tuberkulosa untuk mencegah timbulnya fibrosis.
(Vera. 2006. Diagnosis dan Penatalaksanaan Peritonitis Tuberkulosis. Universitas
Indonesia, Jakarta)