Anda di halaman 1dari 6

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH SUMATERA UTARA


RESORT PADANGSIDIMPUAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SABHARA


Tentang
PENGENDALIAN MASSA (DALMAS)
I.

PENDAHULUAN
1.

Umum
a. Penyampalan pendapat dimuka umum adalah hak setiap warga Negara untuk menyampaikan
pikiran dengan lisan maupun tulisan secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengar.
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
b. Pelayanan dan pengendalian massa dalam rangka menghadapi kegiatan unjuk rasa dijalan raya,
di gedung/bangunan penting dan lahan lapangan/lahan terbuka, baik yang dilakukan secara
tertib atau tidak tertib, perlu disikapi dengan arif, bijaksana, tegas, konsisten, den
dipertanggung jawabkan secara hukum.

2.

Dasar
a. Undang-Undang Nemor 2 tahurn 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia
b. Peraturan Kapolri No. Pol 16 tahun 2006 tanggal 5 Desember 2006 tentang pedoman
pengendalian massa.

3.

Maksud dan tujuan


a. Maksud
Maksud dibuat SOP ini untuk memberikan petunjuk tentang kegiatan Kepolisian dalam bidang
Pengendalian massa bagi seluruh personel Sabhara.
b. Tujuan
Kegiatan Dalmas bertujuan untuk memberikan perlindungan, penganyoman den pelayanan
terhadap sekelompok masyarakat yang sedang menyampaikan pendapat atau menyampaikan
aspirasinya di depan umum demi terpeliharanya ketertiban umum.

/4. Ruang apel

2
4.

Ruang lingkup
Ruang lingkup SOP Sabhara tentang Pengendalian massa yang terdiri dari:
a. Dalmas di jalan raya
b. Dalmas di gedung/bangunan penting
c. Dalmas di lapangan/lahan terbuka.

5.

Pengertian-pengertian
a.

Pengendalian massa atau disingkat Dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri
dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa.

b.

Dalmas awal adalah satuan Dalmas yang tidak dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan
khusus kepolisian (situasi hijau).

c.

Dalmas lanjut adalah satuan Dalmas yang dilengkapi alat-alat perlengkapan kepolisian (situasi
kuning).

d.

Lapis Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas awal ke Dalmas lanjut.

e.

Lintas Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dan satuan Kompi Dalmas lanjut kepada
satuan Kompi I Detasemen PHH.

f.

Negosiator adalah anggota Potri yang melaksanakan perundingan melalui tawar-menawar


dengan massa pengunjuk rasa untuk mendapatkan kesepakatan bersama.

g.

PHH adalah rangkaian kegiatan atau proses/cara dalam mengantisipasi atau menghadapi
terjadinya kerusuhan massa atau huru-hara guna melindungi warga masyarakat dari ekses
yang ditimbulkan.

h.

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk
bangunan dan perlengkapan yang diperuntukkan bagi lalu lintas.

k.

Gedung/bangunan penting adalah banguna yang meliputi ruangan, halaman dan sekitamya
yang digunakan untuk kegiatan pemerintahan.

j.

Lapangan/lahan terbuka adalah tempat tertentu yang digunakan sebagai sarana oleh massa
daam melakukan unjuk rasa.

k.

Kendali adalah kegiatan yang dilakukana oleh Kapolsek, Kapolsekta, Kapolresta, Kapolres,
dan Kapolda untuk mengatur segala tindakan pasukan dilapangan pada lokasi unjuk rasa atau
areal tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan.

I.

Alih kendali adalah peralihan kendali dari Kapolsek/ta kepada Kapolres/ta, dari Kapolres/ta
kepada Kapolda.
/ m. Kendali

3
m. Kendali Taktis adalah pengendalian oleh Kapolsek/ta, Kapolres/ta, Kapolda yang berwenang
mengatur segala tindakan pasukan dilapangan

6.

n.

Kendali Teknis adalah Pengendalian oleh pejabat Pembina fungsi atau pimpinan pasukan dan
atau perwira lapangan di kesatuan masing-masing yang bertanggung jawab atas teknis
pelaksanaan tugas semua anggota yang menjadi tanggung jawabnya.

o.

Kendali umum adalah Pengendalian oleh Kapolda untuk mengatur seluruh kekuatan dan
tindakan pasukan dilapangan dalam unjuk rasa pada kondisi dimana massa pengunjuk rasa
sudah melakukan tindakan-tindakan melawan hukum dalam bentuk pengancaman, pencurian
dengan kekerasan, perusakan, pembakaran, penganiayaan berat, terror, intimidasi,
penyanderaan, dan lain sebagainya (situasi merah)

Sistematika
I
II
III
IV
V
VI

II.

PENDAHULUAN
TUGAS POKOK
PELAKSANAAN
KOORDINASI DAN PENGENDALIAN
DUKUNGAN ANGGARAN
PENNUTUP

TUGAS POKOK
Memberikan perlindungan, penganyoman dan pelayanan terhadap sekelompok masyarakat
yang sedang menyampaikan pendapat atau menyampaikan aspirasinya di depan umum demi
terpeliharanya ketertiban umum, daam rangka memelihara Kamtibmas dengan mengadakan.
pengendalian Massa berdasarkan prinsip-prinsip efisien, efektif, akuntabel, profesional dan manfaat
setiap kegiatan masyarakat, sehingga kegiatan tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana dan
dapat memberikan rasa aman, tertib, bebas dari rasa kekhawatiran masyarakat dalam melaksanakan
aktifitasnya.

III.

PELAKSANAAN
1.

Persiapan Dalmas pada saat situasi hijau/tertib antara lain meliputi:


a.
b.
c.
d.
e.

Melakukan pengawalan dan pengamanan pada saat massa bergerak


Memberikan himbauan Kepolisian kepada massa.
Membentuk formasi Dalmas sesuai dengan kondisi massa
Melakukan rekaman pada saat jalannya unjuk rasa
Negosiator berada di depan pasukan Dalmas dan melaporkan apa tuntutan massa pengunjuk
rasa kepada Kapolsek/Kapolres
f. Danton/Danki melaporkan setiap perkembangan situasi kepada Kapolsek / Kapolres
g. Apabila situasi meningkat dari tertib ke tidak tertib, maka dilakukan lapis ganti dengan Dalmas
lanjut
/2. Persiapan

4
2.

Persiapan Dalmas pada saat situasi kuning/tidak tertib antara lain meliputi:
a. Pasukan Dalmas awal membantu menertibkan massa dan memindahkan ketempat yang netrat
atau lebih aman dengan cara persuasive dan edukatif
b. Negosiator tetap melakukan negosiasi dengan koriap semaksimal mungkin
c. Satuan pendukung lainnya (Polisi Udara) melakukan pemantauan dan himbauan Kepolisian
d. Dapat menggunakan unit satwa dengan formasi bersaf di depan Dalmas awal untuk melindungi
saat proses lapis ganti
e. Atas perintah Kapolres Pasukan Dalmas lanjut maju dengan cara lapis ganti dan membentuk
formasi bersaf
f. Unit satwa di tarik ke belakang menutup kanan dan kiri Dalmas
g. Apabila eskalasi meningkat atau massa melempari petugas dengan benda keras, Dalmas lanjut
melakukan sikap berlindung selanjutnya Kapolres memerintahkan Danki Dalmas lanjut untuk
melakukan tindakan hukum
h. Kendaraan taktis pengurai massa bergerak maju melakukan tindakan pengurai massa
i. Petugas pemadam api dapat melakukan pemadaman api
j. Melakukan pelemparan gas air mata
k. Evakuasi terhadap pejabat VVIP/VIP dapat menggunakan kendaraan taktis penyelamat

3.

Persiapan Dalmas pada saat situasi merah/melanggar hukum antara lain meliputi:
a. Kapolda memerintahkan Kepala Detasemen/Kompi PHH Brimob untuk lintas ganti dengan
Dalmas Lanjut
b. Kompi PHH maju membentuk formasi bersaf sedangkan pasukan Dalmas lanjut melakukan
formasi penutupan serong kiri dan kanan dan diikuti unit satwa, rantis pengurai massa Sabhara
membentuk formasi sejajar dengan rantis pengurai massa PHH
c. Dalmas lanjut dan Rantis pengurai massa Sabhara bergerak mengikuti aba-aba dan gerakan
Detasemen/Kompi PHH
d. Apabila pada satuan kewilayahan yang tidak ada Kompi PHH, maka Kapolda selaku
pengendali umum memerintahkan Kapolres/kapolresta menurunkan peleton penindak Sabhara
untuk melakukan penindakan hukum yang didukung satuan Dalmas lanjut Polres/Polresta
terdekat.

4.

Sebelum Pelaksanaan Kegiatan Pengendalian Massa (Kegiatan Persiapan):


a.
b.
c.
d.

Menyiapkan surat perintah


Menyiapkan pasukan Dalmas
Melakukan pengecekan personel, perlengkapan/peralatan, konsumsi dan kesehatan personel
Menyiapkan rute pasukan Dalmas dan rute penyelamatan pejabat VVIP/VIP dan pejabat
penting lainnya
e. Menentukan pos Komando/pos Aju
f. Menyiapkan system komunikasi/alkom
/5. Persyaratan .

5
5.

Persyaratan yang dimiliki oleh Satuan Dalmas:


a. Mental dan moral yang baik
b. Keteguhan hati dan loyalitas yang tinggi
c. Dedikasi dan disiplin yang baik
d. Nilai kasamaptan Jasmani paling rendah 65
e. Penguasaan terhadap pasal-pasal dalam undang-undang yang berkaitan dengan Dalmas
f. Jiwa korsa yang tinggi
g. Sikap netral
h. Kemampuan bela diri
i. Kemampuan dalam penggunaan peralatan Dalmas
j. Kemampuan membentuk / mengubah formasi dengan cepat
k. Kemampuan menilai karakteristik massa secara umum
l. Kemampuan berkomunikasi dengan baik
m. Kemampuan menggunakan kendaraan taktis pengurai massa dan alat khusus Dalmas lainnya
dengan baik
n. Kemampuan naik turun kendaraan dengan tertib dan kecepatan berkumpul

6.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
7.

Kewajiban bagi Patugas Dalmas:


Menghormati hak asasi manusia dari setiap orang yang melakukan unjuk rasa
Melayani dan mengamankan pengunjuk rasa sesuai ketentuan
Setiap pergerakan Dalmas selalu dalam ikatan Satuan dan membentuk formasi sesuai ketentuan
Melindungi jiwa dan harta benda
Tetap menjaga dan mempertahankan situasi hingga unjuk rasa selesai
Patuh dan taat kepada perintah Kepala Satuan Lapangan yang bertanggung jawab sesuai
tingkatan

Larangan bagi petugas pengaturan:


Bersikap arogan dan terpancing oleh prilaku massa
Melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur
Membawa peralatan diluar peralatan Daimas
Membawa senjata tajam dan peluru tajam
Keluar dari ikatan satuan/formasi dan melakukan pengejaran massa perorangan
Mundur membelakangi massa pengunjuk rasa
Mengucapkan kata-kata kotor, pelecehan seksual/perbuatan asusila memaki-maki pengunjuk
rasa
h. Melakukan perbuatan lainnya yang melanggar peraturan perundangan-undangan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

8.

Selesai Pelaksanaan Kegiatan Dalmas (Konsolidasi)


a. Konsolidasi dilakukan oleh Satuan Dalmas dalam rangka mengakhiri kegiatan Dalmas dengan
melakukan pengecekan kekuatan dan peralatan.
b. Apel konsolidasi dilakukan oleh
(a) Kapolsek dalam situasi hijau
(b) Kapolres/Kapolresta dafam situasi kuning
(c) Kapolda selaku pengendali umum, dalam situasi merah
c. Setelah selesai pelaksanaan tugas Dalmas, satuan Dalmas kembali ke markas satuan masingmasing dengan tertib
/d. dilakukan .

6
d. Dilakukan evaluasi dan konsolidasi terhadap cara bertindak den peralatan yang ada tetap seperti
semula
9.

IV.

KOORDINASI DAN PENGENDALIAN


1.
2.
3.
4.
5.

V.

Ketentuan Lain-lain
a. Ketentuan mengenai PHH oleh Detasemen PHH sebagaimana dimaksud pasal 10 ayat (2), pasal
17 ayat (2) dan pasal 24 ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan Kapolri.
b. Susunan mengenai kekuatan Dalmas, Penlengkapan/peralatan Satuan Dalmas, kekuatan.
Dalmas di kewilayahan, sikap-sikap pokok [)almas, kendaraan taktis, pakaian seragam dan
bentuk formasi pasukan Dalmas Awal dan Dalmas lanjut, tercantum dalam lampiran Peraturan
Kapolri No. Pol: 16 tahun 2006 tanggat 5 Desember 2006 tentang pedoman pengendalian
massa.

Dalam situasi hijau kendali taktis berada pada Kapolsek, sedangkan kendali teknis berada pada
Danton/Danki Dalmas Awal.
Dalam situasi kuning kendati taktis berada pada Kapolres/Kapolresta, sedangkan kendali teknis
berada pada kasat Sabhara.
Dalam situasi merah kendali umum berada pada Kapolda selaku pengendali umum, sedangkan
kendali teknis berada pada Komandan Detasemen/Kompi PHH.
Setiap perkembangan eskalasi unjuk rasa wajib dilaporkan secara lisan dari Kapolsek ke
Kapolres dan Kapolres ke Kapolda.
Kapolsek/Kapolres/Kapolda membuat laporan tertulis secara berjenjang tentang pelaksanaan
tugas Dalmas.

DUKUNGAN ANGGARAN
Anggaran dalam kegiatan Dalmas dibebankan pada anggaran Polri.

VI.

PENUTUP
Demikian Standar Operasionat (SOP) sabhara tentang Pengendalian Massa (Dalmas) dibuat
sebagai bahan untuk dipedomani dan dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas Dalmas.
Padangsidimpuan,

Februari 2012

KEPALA KEPOLISIAN RESORT PADANGSIDIMPUAN

ANDI SYAHRIFUL TAUFIK, SIK, M.Si


AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 69090619