Anda di halaman 1dari 2

PENGELOLAAN ADMINISTRASI RADIOLOGI

No. Dokumen
173/RSIA/SPO/II/2014

Halaman
1/2

Ditetapkan,
Direktur RSIA Aisyiyah Klaten

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

No. Revisi
00

Tanggal Ditetapkan
15 Februari 2014
Dr. H. M. Maimun, M.P.H.
Adalah penataan sedemikian rupa hasil yang diperoleh dari kegiatan radiologi
dengan metode tertentu yang berupa dokumen, film rontgen, USG dan hasil
expertise dokter.

Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah agar arsip tertata rapi dan mudah
dalam penemuan kembali.

Kebijakan

1.

Prosedur

Tahap Pengelolaan administrasi radiologi meliputi tahap pencatatan,


penyimpanan dan penyusutan.
Arsip radiologi berupa:
1. Buku registrasi pasien (rontgen, USG)
2. Arsip foto
3. Arsip hasil bacaan foto (rontgen, USG)
4. Laporan pendapatan harian, pemeriksaan bulanan, laporan/ evaluasi
bulanan.
5. Arsip surat menyurat.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor
1014/MENKES/SK/XI/2008 tentang
Standar Pelayanan Radiologi
Diagnostik di Sarana Pelayanan Kesehatan.
2.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/MENKES/PER/III/2008
tentang Rekam Medis.

1. Buku registrasi
a. Buku registrasi pasien didalamnya berisi keterangan nomer CM
pasien, nomer register pasien, nama pasien, umur, ruang/bangsal,
dokter pengirim, dan jenis pemeriksaan foto.
b. Penyimpanan buku registrasi disusun berdasarkan urutan tahun dan
bulan pemeriksaan.
c. Penyusutan buku registrasi dilakukan dengan pemusnahan arsip
(pembakaran).
2. Arsip foto
1. Arsip foto rontgen dibuatkan sampul dengan keterangan seperti yang
tercantum dalam buku registrasi. Setelah dibaca dokter kemudian
diberi stampel bertuliskan telah dibaca tanggal pembacaan foto dan
disimpan dalam box file berdasarkan alamat foto yang nantinya
diambil oleh pasien ataupun perawat bangsal.
2. Penyimpanan foto radiologi inaktif (setelah digunakan bangsal)
kemudian disimpan berdasarkan urutan tahun, tanggal dan nomer
register pasien. Foto radiologi disimpan selama 5 tahun kemudian
dilakukan penyusutan dengan cara dimusnahkan. Pemusnahan
dilakukan dengan cara daur ulang yang dilakukan oleh pihak ketiga

PENGELOLAAN ADMINISTRASI RADIOLOGI


No. Dokumen
174/RSIA/SPO/II/2014
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Prosedur

No. Revisi
00

Halaman
2/2

Ditetapkan,
Direktur RSIA Aisyiyah Klaten
Tanggal Ditetapkan
1 Februari 2014
Dr. H. M. Maimun, M. P. H.
3. Arsip hasil bacaan / ekspertise foto.
Arsip bacaan foto disimpan aktif satu bulan di dalam box bacaan foto
diurutkan berdasarkan tanggal pemeriksaan dan nomer register pasien.
Setelah satu bulan kemudian di inaktifkan dan disimpan dalam gudang.
Penyusutan dilakukan dengan cara pembakaran arsip kertas yang
dilakukan oleh petugas incinerator.
4. Laporan
a. Laporan Pendapatan Harian
Laporan pendapatan harian diberikan kepada bagian akuntansi yang
berisi laporan tentang jumlah pasien dan jumlah nominal uang
pendapatan harian radiologi.
b. Laporan Bulanan
1) Laporan pemeriksaan bulanan diberikan kepada bagian RM (Rekam
Medis) berisi jenis dan jumlah pemeriksaan radiologi selama 1
bulan.
2) Arsip ini sebagai acuan dalam pembuatan laporan dan evaluasi
bulanan yang disusun dalam laporan direksi. Laporan pemeriksaan
bulanan radiologi disimpan aktif selama satu tahun dan in aktif
selama satu tahun. Disusun berdasarkan urutan bulan. Dimusnahkan
bersama arsip kertas.
3) Laporan ini berisi jenis dan jumlah pemeriksaan radiologi dan
evaluasi target pelayanan serta evaluasi sasaran mutu radiologi.
4) Laporan ini disimpan selama 5 tahun dan dimusnahkan bersama
arsip kertas yang lain.
5. Surat Menyurat
Penyimpanan Surat menyurat dilaksanakan berdasarkan kode klasifikasi
yang ada.

Unit Terkait

Bagian Radiologi