Anda di halaman 1dari 36

Temperatur adalah sifat dari suatumateri

(benda) yang dikaitkan dengan rata-rata


energi kinetik atomatom atau molekul-molekul materi tersebut
Kaloradalah suatu bentuk energi yang dapat
dari satu benda ke benda lain
Hubungan
keduanya

besar energi panas/kalor yang


terkandungdi dalam suatu benda dapat
dihitung dengan menggunakan nilai
temperaturnya.

Kalor adalah energi yang berpindah dari


satu benda ke benda lain akibat adanya
perbedaan suhu
Energi mengalir dari benda yang bersuhu
tinggi berpindah menuju benda yang
bersuhu rendah

Kalor akan mengubah suhu zat


Kalor mengubah wujud zat

jika suatu benda di beri kalor , maka suhu


benda tersebut bisa bertambah. Sebaliknya
suhu benda akan turun jika kalor di ambil/di
lepas dari benda tersebut. Besar kalor yang
di serap/ di lepas benda sebanding dengan
massa benda , perubahan suhu, kalor jenis
benda

Q = m . c . T
ket:
Q= kalor (kalori) atau joule
m= massa ( gram ) atau kg
c = kalor jenis ( kalori / gram c) atau joule
/kg c
T = perubahan suhu

Apabila kita ambil sebongkah es , kita letakkan


di gelas kemudian kita panaskan (di beri kalor),
maka es (padat ) akan berubah menjadi air
( proses ini disebut mencair/ melebur)
bila panas (kalor) tetap di berikan maka suhu
air akan naik kemudian mendidih dan terus di
panaskan lama kelamaan air akn habis , air
berubah menjadi uap air (menguap)
bahwa kalor bisa merubah wujud zat (Benda)

Mencair dan
Suatu
zat yang berwujud padat dapat di ubah menjadi
Membeku

cair dengan cara memanaskan zat tersebut sampai


titik leburnya.
Titik Lebur yaitu suhu minimum yang di perlukan
suatu zat berwujud padat untuk berubah wujud
menjadi cair.
Banyaknya kalor yang di butuhkan oleh 1 kg zat
untuk berubah wujud dari padat menjadi cair pada
titik leburnya di sebut titik lebur

Sebaliknya, suhu zat ketika membeku hingga membeku


seluruhnya di sebut titik beku zat
Banyak kalor yang di lepaskan oleh 1 kg zat untuk berubah dari
cair menjadi padat pada titik bekunya di sebuk kalor beku.
Pada zat sama, titik lebur sama dengan titik beku dan kalor lebur
sama dengan kalor beku ( Llebur = Lbeku = L )

Menguap dan Mengembun

Banyaknya kalor yang di perlukan oleh 1kg zat cair agar


berubah menjadi uap seluruhnya pada titik didihnya di
sebut kalor uap
Sebaliknya, suhu zat ketika mengembun hingga
mengembun seluruhnya di sebut titik embun zat tersebut.
Pada zat yang sama, titik didih sama dengan titik embun
dan kalor uap sama dengan kalor embun
( Uuap=Uembun=U )

Cara Perpindahan Kalor


1. Hantaran ( Konduksi )
2. Aliran ( konveksi )
3. Pancaran ( Radiasi )

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat


disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut.
contoh : panas yang terjadi ketika sendok logam kita
ke air panas .

tanpa
celupkan

Berdasarkan daya hantar kalor, benda dibedakan menjadi


dua, yaitu:
1) Konduktor
Konduktor adalah zat yang memiliki daya hantar
kalor baik. Contoh : besi, baja, tembaga, aluminium, dll
2) Isolator
Isolator adalah zat yang memiliki daya hantar kalor
kurang baik. Contoh : kayu, plastik, kertas, kaca, air, dll

Aliran ( konveksi )
Konveksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai
perpindahan partikel-partikel zat tersebut.
contoh : panas yang terjadi pada saat air sedang dimasak

Pancaran ( Radiasi )
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara.
contoh : panas dari matahari sampai ke bumi kita.

Konduksi:
Q/dt = A T/L
Konveksi:
Q/dt = h A T
Radiasi: (jika beda suhu kecil)
Q/dt = e A (T4 Tlingk4) T
4 e A T3 T
Hukum pendinginan Newton:
Q/dt = K A T
Koefisien muai termal V/(V T)
Kalor jenis c = Q/(m dT)

15

Memanaskan (Memberi kalor ) pada zat cair


tersebut.
Mengalirkan udara kering di permukaannya
Memperluas permukaan zat cair
Menurunkan /mengurangi tekanan pada
permukaan zat cair tersebut .

adalah bertambahnya ukuran suatu benda


karena pengaruh perubahan suhu atau
bertambahnya ukuran suatu benda karena
menerima kalor.

Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian


pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat
gas.

Salah satu contoh pemuaian zat padat


yaitu pada kawat listrik yang telah lama
terkena sinar matahari di siang hari
mengakibatkan pemuaian di mana
kawat bertambah panjang, sehingga
terlihat melengkung.

Zat padat mengalami 3 macam


pemuaian, yaitu :

Muai Panjang
Muai Luas
Muai Volume

Muai Panjang
Terjadi pada zat padat yang luas
penampangnya kecil. Oleh karena itu, zat
padat tersebut di anggap hanya mengarah
ke arah memanjang.
Muai panjang berbagai zat padat dapat di
selidiki dengan alat musschenbroek.

PEMUAIAN PANJANG
Pertambahan panjang
(L) batang sebanding
dengan :
1. Koefisien muai
panjang benda ()

Pada suhu to, panjang batang


Lo

Pada suhu t1,batang bertambah panjang


sebesar
L Sehingga menjadi Lt
L

2. Panjang mula-mula
(Lo)
3. Perubahan suhu
benda (t)

L=.Lo.t

Lo .t

Koefisien muai panjang () adalah bilangan yang


menyatakan pertambahan panjang batang tiap
satuan panjang mula-mula (Lo) jika suhunya
dinaikan sebesar (t)

Besarnya muai panjang suatu benda


bergantung pada panjang mula-mula,
kenaikan suhu, dan jenis bahan.
Secara matematis di tulis sebagai berikut :

Contoh Soal :
Pada suhu 14 C panjang sebatang kawat adalah 60 m.
Berapa panjang kawat itu pada suhu 64 C jika koefisien
muai panjangnya adalah 0,00001/c?

Muai Luas
Terjadi pada jenis zat berbentuk bidang. Contoh
pelat tipis jika di beri kalor / di panaskan maka
pemuaian yang terjadi pada arah memanjang
dan melebar.
Besarnya pemuaian luas suatu benda tergantung
pada luas mula-mula, perubahan suhu, dan
jenis bahan. Secara matematis

Contoh Soal :
Sebuah Lempeng baja ( baja = 0,000011/c ) berukuran 1
m x 2 m di letakkan di dalam rumah. Akibat pemanasan
sinar matahari suhu baja naik 10 C. Berapakah
pertambahan luas lempeng baja tersebut ?

Muai Volume
Terjadi pada benda padat berbentuk tiga dimensi
Secara Matematis :

Contoh Soal :
Sebuah wadah berisi alkohol sebanyak 80
di
panaskan sehingga suhunya naik 20 C. Berapa Volume
alkohol setelah di panaskan? Koefisien muai volume
alkohol = 0,00112/c?

RINGKASAN RUMUS

NO.

DIMENSI
PEMUAIAN

KOEFISIEN MUAI

PERUBAHAN DIMENSI

L Lo t

KETERANGA
N

1.

Panjang

2.

Luas

=2

A A0 t 2Ao t A=At-Ao

3.

Volume

=3

V Vo t 3Vo t V=Vt-Vo

L=Lt-Lo

Zat cair hanya bisa mengalami muai volume


Hal ini karena zat cair tidak memiliki dimensi
ukuran panjang, lebar, dan tinggi yang tetap
Koefisien muai zat cair lebih besar dari pada zat
padat. Oleh karena itu, nilai muai volume zat cair
juga lebih besar dari pada zat padat.
Namun sifat muai zat cair tidak berlaku untuk air
antara suhu 0 c 4 c, karena pada suhu ini air
menyusut jika di panaskan di sebut anomali air

AIR

Jika suhunya dinaikan dari 0oC sampai 4oC, ikatan


antar partikel-partikel penyusunnya mulai lepas,
Kemudian partikel-pertikel tersebut akan bergerak
Saling mendekati sehingga terjadi penyusutan
volumenya

ANOMALI AIR
Grafik hubungan antara kenaikan suhu dan perubahan volume
V (cm3)

Pada suhu 4oC :


1. Volume air mencapai nilai
minimum
2. Massa jenis air mencapai
nilai maksimum

4oC

Suhu
(t)

Seperti zat cair, gas memiliki muai volume.


Gas tidak memiliki muai panjang. Namun karena
memiliki volume dan tekanan, gas memiliki
koefisien muai volume dan koefisien muai tekanan.
Koefisien muai volume gas : angka yang
menyatakan bertambahnya volume gas dalam
ruang tertutup tiap satuan volume jika suhunya
di naikkan 1 C dalam keadaan tekanan tetap
Koefisien muai tekanan gas : angka yang
menyatakan bertambahnya tekanan gas dalam
ruang tertutup tiap satuan volume jika suhunya
di naikkan 1 C dalam keadaan volume tetap

1. termometer zat cair


2. termometer gas
3. Penyelingan plat logam
4. Keping bimetal ( saklar termal, termostat
bimetal pada setrika listrik, termometer)

To be continued!!