Anda di halaman 1dari 20

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis

di Atas Kapal

PENANGANAN DAN PENEMPATAN IKAN SECARA


HIIGIENIS DI ATAS KAPAL

PENDAHULUAN
P
enanganan dan penempatan ikan secara higienis merupakan prasyarat dalam
menjaga ikan dari kemunduran mutu karena baik buruknya penanganan akan
berpengaruh langsung terhadap mutu ikan sebagai bahan makanan atau bahan
mentah untuk pengolahan lebih lanjut. Demikian juga penempatan ikan pada
tempat yang tidak sesuai, misalnya pada tempat yang bersuhu panas, terkena
sinar matahari langsung, tempat yang kotor dan lain sebagainya akan berperan
mempercepat mundurnya mutu ikan.
Produk perikanan termasuk produk yang memiliki sifat sangat mudah
rusak/busuk, sehingga sebaik apapun penanganan yang dilakukan tidak akan
mungkin membuat ikan tetap segar, namun demikian penanganan yang
dilakukan adalah dalam rangka menghambat proses penguraian jaringan tubuh
(pembusukan) sehingga ikan dapat disimpan selama mungkin dalam keadaan
baik. Oleh karenanya begitu ikan tertangkap diangkat keatas kapal harus
secepat mungkin ditangani dengan baik dan hati-hati untuk kemudian disimpan
di cold storage atau diolah bahkan langsung dimasak untuk dikonsumsi.
Banyak cara untuk penanganan ikan seperti diuraikan di atas dari mulai
penyiapan deck dan peralatan yang higienis, penyortiran atau pemisahan ikan
perjenis, pemilahan ikan yang rusak, pembersihan dan pencucian, perlindungan
dari sengatan matahari dan suhu tinggi, penyimpanan dalam ruang suhu dingin
(chilling room) termasuk di dalamnya pemalkahan, peng-es-an, perendaman
dengan air laut yang didinginkan (iced sea water, refrigerated sea water dan lain
sebagainya). Dari uraian diatas maka prinsip yang harus dilakukan dalam
penanganan dan pembekuan hasil perikanan adalah mempertahankan
kesegaran dengan perlakuan yang cermat dan hati-hati serta cepat menurunkan
suhu ikan hingga 0o C bahkan suhu pusatnya mencapai -18 o C dengan perlakuan
secara bersih dan hygiene (Ilyas, S., 1993)

Hal-1

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Kegiatan Belajar

LEMBAR INFORMASI
Nama Program Diklat
Materi Pembelajaran
Jumlah Jam Latihan
A.

: Penanganan dan Penyimpanan Hasil Tangkap


: Persiapan Dek dan Peralatannya
: 10 jam

PERSIAPAN DEK DAN PERALATAN

Dalam hal mempersiapkan dek sebagai suatu kegiatan awal sebelum para Anak
Buah Kapal (ABK) menangani ikan-ikan hasil tangkapan di atas dek/geladak
kapal, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yang meliputi :
1. Persiapan personil ABK yang bertugas saat itu.
Para ABK yang bertugas saat itu harus terlebih dahulu mempersiapkan
dirinya lengkap mengenakan pakaian kerja standar, seperti :

baju kerja/wear pack ataupun mantel bila hujan


helm kerja
sepatu boot karet
sarung tangan (karet ataupun katun).

Mengingat bekerja di atas dek/geladak kapal banyak mengandung bahaya


(karena olengnya kapal akibat ombak) maka penggunaan perlengkapan kerja
tadi janganlah disepelekan.
2. Persiapan dek kerja.
Persiapan dek yang dimaksudkan adalah ;

Menyiram dek dengan menggunakan pompa air laut.


Menyikat dek sampai bersih dari segala kotoran.
Gunakan sabun hijau untuk membersihkan minyak atau kotoran yang
sukar dihilangkan.
Membersihkan serta menempatkan peralatan kerja seperti keranjang ikan,
ganco pendek, ganco panjang, pisau ikan, golok, sekop, dan lain-lain pada
tempat tersendiri yang mudah dijangkau bila diperlukan.

Hal-2

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Jika pekerjaan itu dikerjakan pada siang hari, maka di bagian dek kerja harus
dipasang tenda/terpal dengan tujuan :

Lantai dek kerja tidak menjadi panas.


Ikan-ikan hasil tangkapan tidak terkena sinar matahari langsung karena
akan mempercepat penurunan mutu/kesegaran ikan.
Memberi kenyamanan kerja bagi ABK yang sedang bertugas.

Dalam memasang tenda tersebut harus diperhatikan agar pemasangannya


jangan sampai menggangu pekerjaan lainnya di atas dek atau pelayaran itu
sendiri. Jika malam hari, lampu-lampu penerangan kerja dihidupkan namun
juga cahayanya jangan pula membaurkan lampu-lampu penerangan navigasi
kapal.
Kalau terdapat ikan dari tangkapan sebelumnya yang tersisa di geladak
(karena belum selesai ditangani), maka ikan-ikan tersebut harus dipindahkan
ke bak yang terpisah agar ikan yang sangat segar/baru tidak tercampur
dengan yang lama.
Disamping membersihkan permukaan dek serta
peralatan kerja lainnya, pembersihan juga perlu diberlakukan terhadap
papan-papan, rak-rak yang berada di dalam palka (fish hold). Dinding palka
juga harus bersih dari segala kotoran darah maupun lendir ikan yang masih
melekat. Bila ada sisa-sisa es dari perjalanan sebelumnya, maka es itupun
harus dibuang habis karena telah banyak mengandung bakteri. Haruslah
dicamkan agar jangan sampai ikan-ikan hasil tangkapan yang masih segar itu
bersentuhan dengan sesuatu yang kotor sehingga ikan-ikan tadi
terkontaminasi dengan bakteri-bakteri yang akan mempercepat kerusakan
mutu ikan.
3. Persiapan terhadap peralatan dan perlengkapan penanganan.
Semua peralatan penanganan, penyaluran dan penyimpanan ikan yang
digunakan di atas kapal ikan harus didesain, dikonstruksi dan dibuat dari
material yang baik agar tidak mencemari ikan hasil tangkapan, memudahkan,
mempecepat dan meningkatkan efisiensi penanganan ikan serta
memudahkan dalam pencucian dan pembersihannya.
B.
1.

PERSYARATAN OPERASI SECARA HIGIENIK


Kapal berikut semua fasilitas peralatan dan perlengkapannya berupa :

Alat tangkap, dek, papan kurungan ikan dan perlengkapan lainnya.

Palka, kerangka dan pembatasnya, dan lain-lain.

Bak, tangki, tong, wadah, alat penanganan, pemotongan, pencucian,


penyaluran dan penyimpanan ikan yang berkontak dengan ikan selama
penanganan di kapal haruslah dicuci bersih, disikat, dibilas dan
dikeringkan, baik sebelum hasil tangkapan dinaikkan ke kapal, antara tiap

Hal-3

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

tarikan jaring ikan, maupun sesudah selesai operasi penangkapan di laut


dan sesudah selesai operasi pembongkaran di pelabuhan.
2.

Hal-hal lainnya yang juga berkaitan dengan kebersihan, adalah ;

Palka dan kolam pembuang kotoran

Suplai pangan untuk dapur atau ABK tidak boleh disimpan bersama
dalam wadah atau palka yang menyimpan ikan basah.

LEMBAR KERJA
1.

Alat
Peralatan kerja/kebersihan dek :
Mesin pompa air laut berikut selangnya
Sikat dek, baik yang bertongkat maupun yang tidak
Sapu lidi
Ember
Sabun hijau

Perlengkapan pakaian/keselamatan kerja :


Helm
Sarung tangan (karet atau katun)
Pakaian kerja/wear pack ataupun mantel (bila hujan)
Sepatu boot karet
Tenda
OHP
Video player

2.

Langkah kerja
Siswa memahami bahan diklat .
Siswa memperagakan bahan diklat.
Siswa memprktekkan bahan diklat.

Hal-4

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

LEMBAR LATIHAN
Setelah anda membaca, mempelajari materi pembelajaran di atas, maka untuk
menguji pemahaman anda cobalah kerjakan latihan-latihan di bawah ini.
Diharapkan latihan ini akan lebih membantu pemahaman yang diharapkan.
1.

Pekerjaan apa yang harus dikerjakan sebelum ikan hasil tangkapan dinaikkan
ke atas dek ?

2.

Perlengkapan kerja apa saja yang dikenakan oleh para ABK yang bekerja
saat itu ? Mengapa demikian ?

3.

Bagaimana cara membersihkan dek ?

4.

Mengapa pula dek tersebut harus dibersihkan ?

5.

Perlengkapan apa yang perlu dipersiapkan untuk pekerjaan penanganan ikan


hasil tangkapan ?

6.

Pekerajaan lain apa saja yang harus diperhatikan bila bekerja pada siang dan
malam hari ?

Guna memeriksa hasil latihan anda, pada bagian kegiatan belajar ini tidak
disediakan kunci jawabannya.
Namun sangat dianjurkan agar anda
membandingkannya dengan rekan anda dan bila perlu mendiskusikannya.
Kegiatan ini sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman anda atas modul
ini.
Dalam mengkaji hasil latihan hendaknya diperhatikan prinsip-prinsip
kebersihan serta K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
Untuk selanjutnya, kita bisa menyimak rangkuman tentang prinsip-prinsip
persiapan dek dan peralatannya agar anda akan lebih mudah menangkap
maknanya dan menerapkannya di atas kapal.

Hal-5

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Rangkuman
1.

Ikan adalah organisme air yang cepat membusuk sehingga penanganannya


harus cepat, baik dan benar serta hati-hati.

2.

Kebersihan dek, papan-papan, rak-rak dan sekat-sekat di dalam palka ikan


mutlak diperlukan agar ikan hasil tangkapan tidak terkontaminasi dengan
bakteri-bakteri pembusuk ataupun parasit yang merugikan lainnya.

3.

Perlengkapan kerja bagi ABK yang bertugas harus dikenakan guna menjaga
K3.

4.

Peralatan kerja harus ditempatkan pada tempat yang aman dan mudah
dijangkau bila diperlukan.

5.

Lindungi dek kerja dari sengatan sinar matahari langsung untuk menjaga
mutu ikan dan kenyamanan kerja.

6.

Sikap kehati-hatian saat bekerja malam hari sangat diutamakan karena


pandangan yang terbatas.
Operasi penanganan secara hygienik perlu diutamakan demi tercapai mutu
produk yang baik.

7.

Hal-6

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

LEMBAR EVALUASI
Tes Formatif 1. Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda
paling tepat dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf a,
b, c, atau d.
1.

Apa yang harus dilakukan oleh ABK sebelum ikan hasil tangkapan dinaikkan
ke atas dek ?
a. Memperhatikan lokasi/posisi alat tangkap ikan yang sedang ditarik ke
arah kapal.
b. Berjaga-jaga di atas dek.
c. Menghidupkan lampu-lampu penerangan.
d. Membersihkan dek dan mempersiapkan peralatan kerja.
e. Semua benar

2. Mengapa ABK harus menggunakan sepatu boot karet ?


a. Agar mudah berjalan di atas dek.
b. Untuk menjaga K3.
c. Agar lebih nyaman.
d. Menuruti perintah nakhoda.
3.

Papan, rak dan sekat-sekat di dalam palka ikan harus pula dibersihkan dari
segala kotoran, karena :
a. Indah dilihat karena kebersihannya.
b. Kebersihan itu adalah kunci utama dari keberhasilan.
c. Menghindari terjadinya kontaminasi ikan dengan bakteri pembusuk, virus,
parasit dll. yang akan menurunkan mutu ikan.
d. Tidak mencemari lingkungan laut.

4.

Banyak peralatan kerja dek yang diperlukan, kecuali :


a. Sapu lidi dan sikat bertongkat.
b. Pisau ikan dan ganco.
c. Ember
d. Selang pompa air laut.

5.

Keranjang plastik lebih dianjurkan penggunaannya, karena :


a. lebih mudah dibersihkan dari kotoran.
b. tidak pecah/rusak walaupun dibanting.
c. murah harganya.
d. bagus bentuknya.

Hal-7

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir dari Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar,
kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan
anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1 ini.
Rumus :

Tingkat Penguasaan =

J umlah J aw aban Anda yang benar


5

X 100 %

Arti tingkat penguasaan yang anda capai :


90 % - 100 %
80 % - 89 %
70 % - 79 %
69 %

:
:
:
:

Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang

Bila tingkat penguasaan anda mencapai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan


ke kegiatan belajar berikutnya. Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di
bawah 80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar 1, terutama pada bagian
yang belum anda kuasai.

Hal-8

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Kegiatan Belajar

LEMBAR INFORMASI
Nama Program Diklat
Materi Pembelajaran
Jumlah Jam Latihan

A.

: Penanganan dan Penyimpanan Hasil Tangkap


: Penanganan Cepat dan Penyortiran Ikan
: 12 jam

PENANGANAN CEPAT

Dalam industri perikanan, kesempurnaan penanganan (handling) ikan segar


memegang peranan penting. Baik burukya penanganan menentukan mutu ikan
sebagai bahan makanan atau bahan mentah untuk pengolahan lebih lanjut.
Kalau penanganannya buruk, ikan akan cepat rusak/busuk, sehingga tidak dapat
dimanfaatkan lagi.
Penanganan ikan segar bertujuan untuk mengusahakan agar kesegaran ikan
dapat dipertahankan selama mungkin, atau setidak-tidaknya masih cukup segar
waktu ikan sampai ke tangan konsumen. Jadi begitu ikan tertangkap dan
diangkut ke atas kapal, harus secepat mungkin ditangani dengan baik, benar
dan hati-hati. Demikian selanjutnya sampai ikan disimpan beku (di dalam cold
storage) atau diolah (misalnya dengan pengalengan) atau langsung dimasak
untuk dimakan.
Daging ikan (termasuk hasil laut lainnya seperti udang dan kerang) sangat cepat
membusuk. Penanganan bagaimanapun baiknya dilakukan, tidak akan mungkin
membuat ikan tetap segar 100 %. Tetapi yang diusahakan adalah menghambat
proses pembusukan (penguraian jaringan) sehingga ikan dapat disimpan selama
mungkin dalam keadaan baik.
Dalam penanganam ikan, harus selalu diusahakan agar suhu selalu rendah,
mendekati 00 C. Harus selalu dijaga jangan sampai suhu ikan naik, misalnya
karena kena sinar matahari langsung atau kekurangan es selama pengangkutan.
Sebab makin tinggi suhu, kecepatan membusukpun akan juga makin besar.
Sebaliknya, bila suhu ikan selalu dipertahankan serendah-rendahnya, maka
proses pembusukan bisa diperlambat.
Para nelayan Indonesia yang menangkap ikan dengan perahu dayung, kapal
layar atau perahu-perahu motor kecil (motor tempel) jarang yang meng-es
ikannya sehingga sesampainya di pasar sering ikan-ikan itu sudah membusuk.
Tapi bila penangkapannya hanya memerlukan waktu semalam, kebanyakan ikanikan tersebut masih cukup segar waktu dijual, itupun sangat tergantung
bagaimana perlakuannya sesudah ditangkap. Sebenarnya banyak nelayan yang

Hal-9

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

menyadari, bahwa untuk mendapatkan harga jual yang tinggi maka ikan harus
tetap segar. Persoalannya hanyalah kurangnya kemampuan membeli es dan
daya muat kapal yang terlalu kecil untuk peng-es-an di laut.
Sedikit banyak harus pula diketahui sifat-sifat ikan, yang merupakan bahan
makanan yang mudah membusuk atau rusak itu. Kesegaran ikan yang tidak
banyak berontak ketika ditangkap, akan lebih lama bila dibandingkan dengan
ikan-ikan yang lama berontaknya. Ikan pancingan biasanya kesegarannya lebih
lama bila dibandingkan dengan ikan yang tertangkap dengan gill-net atau trawl
(jaring udang atau pukat harimau).
Usaha lain untuk mempertahankan kesegaran adalah menutupinya dengan kain
atau daun basah. Dengan menguapnya air pada lapisan penutup itu, suhu ikan
menurun. Juga harus dicegah supaya ikan tidak kena sinar matahari langsung,
karena pada suhu yang lebih tinggi, pembusukan akan berjalan lebih cepat.
B.

PENYORTIRAN

Sebelum jaring diangkat ke atas dek, segala peralatan yang nantinya


bersentuhan dengan ikan hendaknya dicuci bersih terlebih dahulu. Setelah ikan
sampai di dek, bersihkan segala kotoran yang ikut terjaring (yang besar-besar).
Kemudian, cuci ikannya dengan cara menyemprotkan air laut sampai segala
kotoran yang kecil seperti lumpur, rumput laut dan binatang-binatang yang tidak
dimanfaatkan, terpisah dari ikan. Selanjutnya sortirlah ikan menurut jenis, besar
dan harga di pasar. Misalnya ikan kakap atau tenggiri, harus ditangani lebih
dahulu. Sebaiknya sortiran ikan tersebut diletakkan di wadah yang berlainan.
Jangan sampai terjadi ikan kakap dicampur dengan ikan tenggiri atau kembung.
Sedangkan penyiangan ikan antara lain ditentukan dari ukuran badannya. Ikanikan kecil seperti lemuru atau kembung, tentu saja tidak perlu disiangi sebab
mudah rusak. Lain halnya dengan ikan kakap, yang kulitnya (terutama dinding
perut) relatif lebih kuat. Penyiangan juga tidak dapat dilakukan bila hasil
tangkapan banyak sekali. Pekerjaan ini juga tergantung dari tindak lanjut
pengolahan dan permintaan pasaran. Bila akan dikemas dalam kaleng atau
diolah menjadi filet ikan tidak perlu disiangi. Demikian pula jika akan dijual di
pasar sebagai ikan segar.
Setelah dilakukan penyortiran menurut jenis dan besarnya, ikan harus secepat
mungkin dicuci. Pencucian hendaknya memakai air laut yang bersih. Bila
perlengkapan memungkinkan (seperti pada kapal-pabrik/factory ship; dimana
misalnya, dapat dicuci dengan air dingin) prinsip rantai dingin harus segera
diterapkan. Ikan-ikan yang sudah disiangi, dicuci bersih. Karena sisa lendir, isi
perut dan kotoran lain yang masih melekat perlu disingkirkan.
Beberapa hal lain yang perlu diingat adalah :

Hal-10

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Jangan meletakkan ikan segar/baru di atas ikan yang lebih tua usia
tangkapnya dan sementara menanti giliran penyiangan, tanganilah dahulu
ikan yang lebih dahulu tertangkap.
Jangan menginjak ikan atau menyentuhnya dengan kaki karena ikan akan
rusak dan cepat membusuk.
Siangi dan simpanlah ikan kecil sebelum ikan yang besar, sebab ikan yang
berukuran kecil lebih cepat membusuk.
Sedapat mungkin siangilah ikan selagi hidup, dagingnya akan kelihatan lebih
putih (karena hatinya terus memompakan darah ke luar selama penyiangan
hidup-hidup).
Ikan besar yang telah disiangi, cucilah dengan tangan terutama pada
bagian perutnya (terutama bagi ikan-ikan besar, ikan tuna misalnya).
Ikan-ikan kecil dapat dicuci dalam keranjang terbuka atau dalam tangki
dengan air mengalir. Tiriskan ikan setelah pencucian tadi, tidak boleh
tertinggal air kotor di antara ikan.
Penyiangan dan pencucian menjadi lebih penting kalau ikan disimpan tanpa
es.
Segera setelah dek/geladak bersih dari ikan, dek harus dicuci bersih, siap
untuk menantikan naiknya tangkapan berikut.

Hal-11

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

LEMBAR KERJA
1.

Alat
Mesin pompa air laut berikut selang airnya
Pisau ikan
Pan, keranjang atau wadah ikan lainnya

2.

Bahan yang digunakan


Es (balok, keping, curai).
Ikan (kembung, kakap, tenggiri, dan lain-lain).

3.

Langkah kerja

Siswa
Siswa
Siswa
Siswa

menangani ikan ( sistem rantai dingin).


mengerti perbedaan jenis ikan.
menyortir ikan.
melakukan pendinginan ikan (pemberian es).

LEMBAR LATIHAN
Setelah anda membaca, mempelajari materi pembelajaran di atas, maka untuk
menguji pemahaman anda cobalah kerjakan latihan-latihan di bawah ini.
Diharapkan latihan ini akan lebih membantu pemahaman yang diharapkan.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Apa yang dimaksud dengan penanganan dan (handling) ikan ?


Meliputi kegiatan apa sajakah penanganan itu ?
Apakah pengertian penanganan cepat ?
Mungkinkah kesegaran ikan hasil tangkapan dipertahan kan 100% ?
Jika suhu ikan meningkat, apa yang akan terjadi ?
apa perlunya kita mengetahui sifat-sifat ikan ? Berikan contohnya !
Apakah pengertian dari penyiangan dapat mempengaruhi nilai jual ikan-ikan
hasil tangkapan ? Jelaskan !

Guna memeriksa hasil latihan anda, pada bagian kegiatan belajar ini tidak
disediakan kunci jawabannya.
Namun sangat dianjurkan agar anda
membandingkannya dengan rekan anda dan bila perlu mendiskusikannya.
Kegiatan ini sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman anda atas modul
ini.
Dalam mengkaji hasil latihan hendaknya diperhatikan prinsip-prinsip
kebersihan serta K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
Untuk selanjutnya, kita bisa menyimak rangkuman tentang Penanganan Cepat
dan Penyortiran Ikan agar anda akan lebih mudah menangkap maknanya dan
menerapkannya di atas kapal.

Hal-12

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Rangkuman
1.

Penanganan ikan segar bertujuan untuk mengusahakan agar kesegaran ikan


dapat diperlukan selama mungkin.

2.

Baik buruknya penanganan akan sangat menentukan bentuk pengolahannya


lebih lanjut terhadap bahan makanan tersebut (misalnya ikan).

3.

Tingkat penanganan yang baik akan meningkatkan nilai ekonomi dari bahan
makanan tersebut.

4.

Menjaga suhu dingin dan menghindarkan suhu panas adalah hal penting
untuk diperhatikan agar mutu ikan tetap terjaga.

5.

Segala peralatan yang nantinya bersentuhan dengan ikan terlebih dahulu


harus dicuci bersih.

6.

Penyortiran dan penyiangan dapat juga meningkatkan harga jual dari ikanikan hasil tangkapan.

Hal-13

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

LEMBAR EVALUASI
Tes Formatif 2. Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda
paling tepat dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf a,
b, c, atau d.
1.

Jika tangkapan terdiri dari ikan-ikan kecil dan ikan-ikan besar, maka
sebaiknya :
a. Langsung dimasukkan ke palka
b. Dipisahkan menurut selera
c. Dipisahkan menurut ukurannya
d. Dipisahkan menurut nilai harganya

2.

Menyiangi ikan selagi hidup dapat mengakibatkan :


a. Nilai jual ikan meningkat
b. Daging ikan kelihatan lebih putih
c. a dan b betul
d. a dan b salah

3.

Pencucian ikan setelah disortir harus menggunakan :


a. Air tawar yang bersih
b. Air laut yang bersih
c. Air laut di kolam pelabuhan
d. Semua betul

4.

Ikan yang perlu disiangi adalah ikan yang


a. Nilai jualnya mahal
b. Besar-besar
c. Semua jenis ikan
d. Akan dijual segar

5.

Jika ikan ditangani dengan cepat, benar dan hati-hati maka mutunya pasti
akan terjaga 100%
a. Tidak selamanya demikian
b. Tidak mungkin
c. Mungkin benar
d. Salah semuanya

Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir dari Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar,
kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan
anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2 ini.

Hal-14

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Rumus :
Tingkat Penguasaan =

J umlah J awaban Anda yang benar


5

X 100 %

Arti tingkat penguasaan yang anda capai :


90 % - 100 %
80 % - 89 %
70 % - 79 %
69 %

:
:
:
:

Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang

Bila tingkat penguasaan anda mencapai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan


ke kegiatan belajar berikutnya. Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di
bawah 80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar 2, terutama pada bagian
yang belum anda kuasai.

Hal-15

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Kegiatan Belajar

LEMBAR INFORMASI
Nama Program Diklat
Materi Pembelajaran
Jumlah Jam Latihan

: Penanganan dan Penyimpanan Hasil Tangkap


: Pembuangan isi perut, insang dan pencuciannya
: 10 jam

Sumber-Sumber Alami Bakteri :


Salah satu syarat untuk mempertahankan mutu ikan adalah dengan
mengenyahkan sumber pembusukannya yang merupakan sumber alami bakteri.
Pada tubuh ikan, sumber alami bakteri terdapat pada ;

Lapisan lendir di permukaan kulit


Insang
Isi perut

Pada ikan-ikan besar, ikan tuna misalnya, cara menghilangkan lapisan lendir
yang terdapat di seluruh permukaan tubuh ikan adalah dengan cara
menyapunya dengan menggunakan karet busa (spon) yang telah dibasahi air
bersih. Menyapu ataupun menggosoknya dengan sedemikian rupa jangan
sampai kulitnya menjadi rusak.
Membuang insang adalah dengan cara membuka kelopak insang yang terdapat
di belakang mulut, kemudian memotong pangkal insang di kedua belah sisi
kepala dan menariknya serta membuangnya ke luar.
Sedangkan untuk membuang isi perut ikan sudah tentu bagian perut ikan
sebelah bawah harus disobek.
Sobekan pada perut hendaknya sependek
mungkin, supaya tidak merusak bentuk.
Kegiatan membuang sumber alami bakteri tadi, terutama mengeluarkan insang
dan membuang isi perutnya disebut penyiangan. Jadi penyiangan adalah
memisahkan isi perut dan insang dari badan ikan. Dengan menghilangkan
sumber bakteri pembusuk tersebut, kesegaran ikan dapat dipertahankan selama
mungkin Semua sisa-sisa darah pada ikan yang besar harus dibersihkan,
termasuk kelenjar lympha yang melekat di bawah tulang belakang. Isi perut dan
insang yang telah dikeluarkan, hendaknya dibuang jauh-jauh, jangan sampai
mengotori ikan-ikan yang belum maupun yang sudah disiangi.

Hal-16

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Teristimewa pada ikan berukuran besar, penyiangan ikan dengan cara


mengeluarkan isi perut dan insangnya akan mampu memperpanjang daya awet.
Kalau penyiangan dapat dilakukan selagi ikan masih hidup, darah akan
sempurna dipompakan keluar tubuh ikan dan sebagai hasilnya akan diperoleh
daging ikan yang berwarna lebih putih.
Penyiangan perlu diikuti dengan
pencucian sempurna di dalam rongga perut dan insang menggunakan air bersih
dan dingin.

LEMBAR KERJA
1.

Alat

2.

Pisau ikan (ukuran sedang daan besar).


Mesin pompa air laut berikut selang airnya.

Bahan yang digunakan


Ikan (kembung, tenggiri, kakap, tuna dan lain-lain).

3.

Langkah kerja

Siswa
Siswa
Siswa
Siswa
Siswa

memahami tempat sumber alami bakteri.


membersihkan lendir ikan (khusus ikan tuna)
mengeluarkan insang.
membedah perut dan mengeluarkan isi perut.
membersihkan seluruh badan ikan.

LEMBAR LATIHAN
Setelah anda membaca, mempelajari materi pembelajaran di atas, maka untuk
menguji pemahaman anda cobalah kerjakan latihan-latihan di bawah ini.
Diharapkan latihan ini akan lebih membantu pemahaman yang diharapkan.
1.
2.
3.
4.
5.

Dimana letak sumber-sumber alami bakteri pada ikan ?


Apa yang harus dikerjakan terhadap sumber alami bakteri tersebut
(terutama bagi ikan-iakn besar yang mempunyai nilai jual tinggi). Mengapa
demikian ?
Bagaimana cara menghilangkan sumber alami bekteri tersebut ?
Manakah yang akan memberikan nilai jual tinggi, pernyiangan ketika ikan
hidup atau mati ? Mengapa demikian, jelaskan !
Mengapa sobekan pada perut ikan tidak boleh panjang ?

Hal-17

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Guna memeriksa hasil latihan anda, pada bagian kegiatan belajar ini tidak
disediakan kunci jawabannya.
Namun sangat dianjurkan agar anda
membandingkannya dengan rekan anda dan bila perlu mendiskusikannya.
Kegiatan ini sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman anda atas modul
ini.
Dalam mengkaji hasil latihan hendaknya diperhatikan prinsip-prinsip
kebersihan serta K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
Untuk selanjutnya, kita bisa menyimak rangkuman tentang Pembuangan isi
perut, insang dan pencuciannya agar anda akan lebih mudah menangkap
maknanya dan menerapkannya di atas kapal.
Rangkuman
1.

Sumber alami bakteri pada ikan terdapat pada lapisan lendir di permukaan
kulit, insang dan isi perut.

2.

Penyiangan adalah salah satu kegiatan untuk mempertahankan mutu


kesegaran ikan.

3.

Pencucian yang bersih terhadap hasil tangkapan termasuk ikan-ikan yang


belah disiangi mutlak untuk diperhatikan.

4.

Bagi ikan-ikan besar yang mempunyai nilai jual tinggi, penyiangan menjadi
prioritas untuk dikerjakan, lebih baik lagi hasilnya bila dikerjakan selagi ikan
tersebut masih hidup.

5.

Air pencucian harus dari air yang dingin dan bersih.

Hal-18

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

LEMBAR EVALUASI
Tes Formatif 3. Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda
paling tepat dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf a,
b, c, atau d.
1.

Organ tubuh yang tidak merupakan sumber bakteri adalah :


a. Insang
b. Isi perut
c. Sirip
d. Semua salah

2.

Untuk membersihkan lendir ikan tuna boleh menggunakan


a. Kain yang dibasahi dengan air sabun
b. Kain busa (spon) yang dibasahi dengan air bersih
c. Kain lap yang dibasahi air bersih
d. Semua benar

3.

Pisau yang digunakan untuk memotong ikan atau untuk mengeluarkan isi
perut ikan haruslah pisau yang
a. Bersih
b. Tidak harus steril
c. Cukup tajam
d. Semua betul

4.

Jika sumber bakteri tidak dienyahkan dari tubuh ikan, maka


a. Ikan cepat membusuk jika tidak segera ditangani
b. Harus segera dicuci bersih dan diberi es
c. Dimasukkan ke dalam keranjang dan diberi es setelah semua pekerjaan
selesai
d. Semua betul

5.

Insang dan isi perut sebaiknya karena dapat digunakan untuk makanan
ternak di darat
a. Boleh dilakukan jika ruangan ruangan palka mungkin untuk itu
b. Harus disimpan di luar palka dan harus diangin-anginkan
c. Harus dijemur di atas dek
d. Semua salah

Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir dari Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar,
kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan
anda terhadap materi Kegiatan Belajar 3 ini.
Rumus :

Hal-19

Modul 1 : Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis


di Atas Kapal

Tingkat Penguasaan =

J umlah J aw aban Anda yang benar


5

X 100 %

Arti tingkat penguasaan yang anda capai :


90 % - 100 %
80 % - 89 %
70 % - 79 %
69 %

:
:
:
:

Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang

Bila tingkat penguasaan anda mencapai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan


ke kegiatan belajar berikutnya. Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di
bawah 80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar 3, terutama pada bagian
yang belum anda kuasai.

Hal-20