Anda di halaman 1dari 22

ANALISIS PEMENUHAN 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DI SMA MUHAMMADIYAH WONOSOBO

   

Kondisi yang diharapkan ( satu tahun ke depan )

Besarnya

No

 

Kondisi saat ini

Tantangan

 

Nyata

1

Standar Isi : K urikulum

   

1.1 Kurikulum 90% memenuhi standar Nasional Pendidikan( perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas X,XI,XII semua mata pelajaran)

Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (Perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas X, XI, XII semua mata pelajaran)3 kelas sudah menjalankan program bilingual

3 kelas sudah menjalankan program bilingualmemenuhi standar nasional pendidikan (Perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas X, XI, XII semua mata pelajaran)

10%

12%

100%

1.2 Program Bilingual belum berjalan

1.3 Masih menjalankan sistim pa ket dan moving class

Menjalankan sistim pa ket dan sudah moving kelas1.3 Masih menjalankan sistim pa ket dan moving class

2

Pengembangan Proses Pembelajaran:

   

2.1 Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan , yaitu baru 70% guru melaksanakan CTL

Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan , yaitu 90% guru melaksanakan CTL

10%

50%

2.2 Guru yang menggunakan media ICT dalam pembelajaran 40%

Sudah 50% guru mampu menggunaka media ICT

3

Standar Kelulusan:

   

3.1 Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional (rata-rata KKM 70% dan rata-rata NUAN 6,5 )

Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional ( KKM 90% dan rata-rata NUAN 7,0)

KKM,10%

2 tingka t

3.2 Prestasi non akademik se kolah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan

Prestasi non akademik se kolah tinggi (rata - rata mencapai kejuaraan tingkat nasional )

 

tingkat kabupaten/kota)

4

Pengembangan pendidikan dan tenaga kependidikan:

   

4.1

Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan

Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 95% sudah memenuhi standar nasional pendidikan

5%

5

Pengembangan prasarana dan sarana :

Prasarana, sarana ,media pembelajaran , bahan ajar, sumber belajar terdapat rata -rata 90 % memenuhi standar Nasional Pendidikan

 

5.1 Prasarana, sarana ,media pembelajaran, bahan ajar, sumber belajar terdapat rata-rata 75 % memenuhi standar nasional pendidikan

5.2 Perlengkapan Almari dikelas baru

25%

Perlengkapan Almari dikelas ada 40%

20%

 

20%

6

Pengembangan pengelolaan:

   

6.1

80% fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan

90% fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan

10%

7

Pengembangan pembiayaan:

   

7.1

Pembiayaan sedang( dibawah Rp.300.000/bln / ana k atau se kitar 53% )

Pembiayaan memenuhi satandar nasional diatas Rp.300.000/bln/anak

47%

8

Pengembangan penilaian:

   

8.1

Guru dan sekolah 95% mela ksana kan sistim penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan( belum memenuhi standar nasional )

Guru dan sekolah 98% mela ksana kan sistim penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan

10%

ANALISIS SWOT 1 TAHUN

     

Tingkat

Kriteria Kesiapan (Kondisi Ideal )

Kesiapan

 

Komponen /fungsi dan Fa ktornya

Kondisi nyata

Fa ktor

   

Tidak

 

Siap

Siap

I. Rata-rata UN meningkat 0.3

       

A.

Proses PBM

       
 

1.

Fa ktor internal

       
 

a. Administrasi

Lengkap

Lengkap

 
 

b. Penggunaan metode mengajar

Bervariasi

Bervariasi

 
 

c. Motivasi guru

Tinggi

Tinggi

 
 

d. Hubungan guru siswa

Sangat a krab

Sangat a krab

 
 

e. Motivasi siswa

Tinggi

Tinggi

 
 

f. Waktu pelajaran

Efektif

Efektif

 
 

g. Buku pegangan

Tinggi

Rendah

 

 

h. Media dan alat peraga

Bervariasi

Rendah

 

 

2.

Fa ktor E ksternal

       
 

a. Lingkungan Fisik

Tenang

Tenang

 
 

b. Lingkungan Sosial

Kondusif

Kondusif

 
 

c. Dana

Tersedia

Tersedia

 
 

d. Laboratorium

Tersedia

Belum memadai

 

B.

Fungsi Kurikulum

       
 

1.Fa ktor Internal

       
 

a.Dokumen kurikulum

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

b.

Setandar kompetensi /

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

c.

Silabus / Mapel

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

d.

Rencana dan program pelaksanaan Kurikulum

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

e.

Rencana dan program evaluasi kur ikulum

Ada dan lengkap

Belum lengkap

 

 

f.

Pedoman pengembangan kurikulum

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

h.

Tim pengembang Kurikulum

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

2.

Fa ktor eksternal

       
 

a. Kesesuaian dengan IPTEK

tinggi

Rendah

 

 

b. Kesesuaian dengan tuntutan masyarakat

tinggi

Rendah

 

 

c. Kesesuaian dengan perolehan nilai

tinggi

Rendah

 

 

d. Kesesuaian dengan kara kteristik siswa

tinggi

tinggi

 

II.

Kejuaraan dibidang akademik

       

A.

Proses PBM

       
 

1.

Fa ktor internal

       
 

a. Motivasi guru

Tinggi

Tinggi

 
 

b. Motivasi siswa

Tinggi

Tinggi

 
 

c. Waktu pelajaran

Efektif

Efektif

 
 

d. Buku pegangan

Tinggi

Tinggi

 

2.

Fa ktor ekternal

       
 

a. Dana

Tersedia

Tersedia

 
 

b. Dukungan orang tua

Tinggi

Rendah

 

B.

Fungsi kurikulum

       
 

1.

Fa ktor internal

       
 

a. Rencana dan program pelaksanaan bimbingan

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

b. Tim pela ksana kegiatan

Ada

Ada

 
 

2.

Fa ktor eksternal

       
 

a. Kesesuaian dengan tuntutan masyarakat

Tinggi

Tinggi

 
 

b. Kesesuaian dengan kara kteristik siswa

Tinggi

Sedang

 

III. Kejuaraan non Akademik

       

A. Proses ektra kurikuler

       
 

1.

Fa ktor internal

       
 

a. Motivasi siswa

Tinggi

Tinggi

 
 

b. Motivasi guru

Tinggi

Tinggi

 
 

c. Kondisi wa ktu

Efektif

Efektif

 
 

2.

Fa ktor ekternal

       
 

a. Dana

Tersedia

Tersedia

 
 

b. Dukungan orang tua

Tinggi

Tinggi

 
     

Tingkat

Kriteria Kesiapan (Kondisi Ideal )

Kesiapan

 

Komponen /fungsi dan Fa ktornya

Kondisi nyata

Fa ktor

   

Tidak

 

Siap

Siap

B.

Fungsi kurikulum

       
 

1.

Fa ktor internal

       
 

a. Rencana dan program pelaksanaan bimbingan

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

b. Tim pela ksana kegiatan

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

2.

Fa ktor eksternal

       
 

a. kesesuaian dengan tuntutan masyarakat

Tinggi

Tinggi

 
 

b. kesesuaian dengan kara kteristik siswa

Tinggi

Tinggi

 

IV. Pengadaan kelas bilingual

       

A. Proses PBM

       
 

1.

Fa ktor internal

       
 

a. administrasi

Lengkap

Lengkap

 
 

b. Penggunaan metode mengajar

Bervariasi

Bervariasi

 
 

c. Motivasi guru

Tinggi

Tinggi

 
 

d. Hubungan guru siswa

Akrab

Akrab

 
 

e. Motivasi siswa

Tinggi

Tinggi

 
 

f. Waktu pelajaran

Efektif

Efektif

 
 

g. Buku pegangan

Tersedia

Tersedia

 
 

h. Media dan alat peraga

Ada

Ada

 
 

i. Kemampuan Bahasa Inggris guru

Tinggi

Rendah

 

 

2.

Fa ktor E ksternal

       
 

a. Lingkungan Fisik

Tenang

Tenang

   
 

b. Lingkungan Sosial

Kondusif

Kondusif

   
 

c. Dana

Tersedia

Tersedia

   

B. Fungsi Kurikulum

       
 

1.Fa ktor Internal

       
 

a.Dokumen kurikulum

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

b.

Setandar kompetensi mata pelajaran

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

c.

Silabus / Mapel

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

d.

Rencana dan program pelaksanaan Kurikulum

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

e.

Rencana dan program evaluasi kur ikulum

Ada dan lengkap

Ada dan lengkap

 
 

f.

Pedoman pengembangan kurikulum

Ada

Ada

 
 

h.

Tim pengembang KUR

Ada

Ada

 
 

2.

Fa ktor eksternal

       
 

a. Kesesuaian dengan IPTEK

Tingggi

Tingggi

 
 

b. Kesesuaian dengan

Tinggi

Tinggi

 
 

tuntutan masyarakat

       
 

c. Kesesuaian dengan

Tinggi

Tinggi

 
 

perolehan nilai

       
 

d. Kesesuaian dengan kara kteristik siswa

Tinggi

Tinggi

 

Upaya atau langkah memenuhi kondisi ideal

A. Program Pengembangan Kurikulum Tingkat Tingkat Satuan Pendidikan

1. Menjalin kerja sama dengan komite sekolah

2. Workshop pemetaan SK dan KD

3. Lokakarya penyusunan silabus dan RPP

4. Seminar, IHT

5. Workshop pembuatan bahan ajar cetak dan ICT

B. Program Pengembangan Proses Pembelajaran

1. Workshop model-model pembelajaran

2. Pengembangan pembelajaran kontektual

3. Pengembangan kelompok belajar siswa dengan tutor sebaya

4. IHT

5. Membentuk kelas bilingual.

6. Melaksanakan moving kelas

C. Program Pengembangan Media Pembelaran

1. Pengadaan alat dan bahan penunjang pembelajaran dikelas ( VCD, Tape, LCD)

2.

Pengadaan media pembelajaran

3. Pengadaan alat multi media/ labor bahasa

4. Pengadaan komputer

D. Program Pengembangan pendidik dan Tenaga Kependidikan

1. Pelatihan internat-multimedia bagi kepala sekolah , guru , TU, dan karyawan , IHT

2. Pelatihan manajemen berbasis sekolah untuk kepala sekolah dan jajarannya dan studi banding

3. Pemenuhan syarat kwalifikasi guru SMA (S 1)

4. Pengembangan kegiatan MGMP baik di tingkat sekolah , kabupaten, provinsi , atau nasional

5. Pengembangan penelitian tindakan kelas

6. Pelatihan bahasa inggris

E. Program Pengembangan Manajemen

1. Penerapan model manajemen berbasis sekolah secara penuh

2. Pelatihan manajemen dengan standar ISO 9001 (2001)

3. Pengembangan pola manajemen berbasis ICT ( untuk aspek: kesiswaan , fasilitas perpustakaan, penilaian )

4. Kerjasama dengan sekolah / instansi lain yang terkait dengan program sekolah dalam wujud MOU

5. Pengembangan fungsi partisipasi komite sekolah

F. Program Pengembangan Standar Pembiayaan

1. Menjalin kerja sama dengan komite sekolah yang lebih intensif untuk menggali sumber- sumber dana yang ada dimasyarakat

2. Melakukan kerjasama dengan dunia usaha / industri

3. Melakukan kegiatan yang menghasilkan keuntungan ekonomi

4. Mengoptimasikan penggunaan bantuan yang diberikan dari pusat dan daerah

G. Program Pengembangan Penilaian

1. Pengembangan perangkat penilaian

2. Pengembangan bentuk uji kompetensi

3. Pengembangan model dan acuan penilaian

4. Pelaksanaan evaluasi ( ulangan harian, program remedial, pengayaan, mid semester, ulangan akhir semester)

H. Hasil Yang Diharapkan

dan

1. Terlaksananya program-program dalam upaya pengembangan SKL dengan Standar Nasional

2. Terlaksananya program-program dalam peningkatan prestasi akademik dan non akademik Siswa dengan minimal mendapat satu perestasi kejuaraan di tingkat propinsi

3. Terealisasinya prangkat kurikulum yang lengkap, dan berwawasan kedepan.

4. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan

5. Terpenuhinya kebutuhan SDM di sekolah yang sesuai dengan kebutuhan sekolah (Mempunyai kemampuan bahasa inggris, kemampuan mengopersikan komputer dan internet, kemampuan menggunakan ICT dalam pembelajaran)

6. Terpenuhinya fasilitas prasarana dan sarana pendukung untuk pembelajaran / sekolah dan manajemen sekolah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah

7. Diimplementasikan model manajemen berbasi sekolah secara penuh

8. Tersusunnya program program dalam upaya pengembangan pembiayaan sekolah berstandar Nasional

9. Tersusunnya program-program dalam upaya pengembangan sistim penilaian pendidikan disekolah berstandar nasional

STANDAR ISI

 

Sub

     

Komponen

Komponen

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Rencana tindak Lanjut

Kerangka Dasar

Prinsip

Berpusat pada potensi, per kembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannyaKerangka Dasar Prinsip Belum sepenuhnya mengedepankan kepentingan peserta didik Melakuka n analisis kepentingan peserta

Belum sepenuhnya mengedepankan kepentingan peserta didikkebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Melakuka n analisis kepentingan peserta didik melalui

Melakuka n analisis kepentingan peserta didik melalui angket, wawancara, penelaahan dari BP, dan tes IQ.kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Belum sepenuhnya mengedepankan kepentingan peserta didik

Kurikulum

Pengembangan

Kurikulum

 

Beragam dan terpaduBelum memperhatikan kara kteristik peserta didik, status sosial, ekonomi dam gender. Penggalian data kara kteristik

Belum memperhatikan kara kteristik peserta didik, status sosial, ekonomi dam gender.Beragam dan terpadu Penggalian data kara kteristik peserta didik, status sosial, e konomi dan gender dari

Penggalian data kara kteristik peserta didik, status sosial, e konomi dan gender dari BP, komite se kolah dan Tata la ksana se kolah.Beragam dan terpadu Belum memperhatikan kara kteristik peserta didik, status sosial, ekonomi dam gender.

Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, te knologi dan seniSebagian besar telah tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, te knologi dan seni. Pengembangan kurikulum belum

Sebagian besar telah tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, te knologi dan seni.Pengembangan kurikulum belum melibatkan pemangku kepentingan (sta keholders) untuk

Pengembangan kurikulum belumtanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, te knologi dan seni. melibatkan pemangku kepentingan (sta keholders) untuk

melibatkan

pemangku kepentingan (sta keholders) untuk

Relevan dengan kebutuhan kehidupanMenyeluruh dan berkesinambungan

Menyeluruh dan berkesinambunganRelevan dengan kebutuhan kehidupan

Menyediakan sarana dan prasarana serta konsultasi untuk mata pelajaran yang belumRelevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan

Belajar sepanjang hayatSeimbang kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Seimbang kepentingan nasional dan kepentingan daerahBelajar sepanjang hayat

menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja

tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, te knologi dan seni

Melibatkan pemangku kepentingan (stakeholder) dalam pengembangan kurikulumtanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, te knologi dan seni

Pengembangan kurikulum telah dila kukan secara berkesinambunganPenyempurnaan secara berkelanjutan

Penyempurnaan secara berkelanjutanPengembangan kurikulum telah dila kukan secara berkesinambungan

Penyempurnaan secara berkelanjutanberkesinambungan Penyempurnaan secara berkelanjutan Sudah diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan

Sudah diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayatDipertahankan

DipertahankanSudah diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat

Sudah seimbangdidik yang berlangsung sepanjang hayat Dipertahankan Prinsip Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi,

Prinsip

Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, per kembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkanPrinsip Belum semua peserta didik memperoleh Melaksanakan IHT pengembangan metode pembelajaran yang bermutu dan

Belum semua peserta didik memperolehdirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan Melaksanakan IHT pengembangan metode pembelajaran yang

Melaksanakan IHT pengembangan metode pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan serta meningkatkan frekuensi kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik untuk mengekspresikan dir inya secara bebas, dinamis dan menyenangkanDibuat program kur ikulum yang menekankan pada penegakan pilar belajar tersebut

Dibuat program kur ikulum yang menekankan pada penegakan pilar belajar tersebutkegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik untuk mengekspresikan dir inya secara bebas, dinamis dan menyenangkan

Pelaksanaan

Kurikulum

kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

Se kolah belum maksimal melaksana kan kurikulum melalui 5 pilar belajar, khususnya pilar belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain.kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

Kurikulum dila ksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami danPeserta didik telah mendapatkan pelayanan perbaikan dan pengayaan tetapi belum mendapatkan program percepatan sesuai

Peserta didik telah mendapatkan pelayanan perbaikan dan pengayaan tetapi belum mendapatkan program percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dankepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan Pelayanan perbaikan dan pengayaan lebih diintensif

Pelayanan perbaikan dan pengayaan lebih diintensif kan pada setiap mata pelajaran sementara pelaksanaan percepatan baru dapatperbaikan dan pengayaan tetapi belum mendapatkan program percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan

Komponen

Sub

Komponen

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Rencana tindak Lanjut

menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yangpembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. berdimensi ketuhanan, keindividuan, kesosialan dan moral

berdimensi ketuhanan, keindividuan, kesosialan dan moral

Kurikulum dila ksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat dengan prinsip tutwuri handayani, ingmadya mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (dibelakang memberi daya dan ke kuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).berdimensi ketuhanan, keindividuan, kesosialan dan moral Kurikulum dila ksanakan dengan menggunakan pende katan

Kurikulum dila ksanakan dengan menggunakan pende katan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan di lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan). kondisi peserta didik. Sudah sesuai dengan kondisi ideal

kondisi peserta didik.

Sudah sesuai dengan kondisi idealsumber belajar, contoh dan teladan). kondisi peserta didik. Pelaksanaan kurikulum telah menggunakan multistrategi, multi

Pelaksanaan kurikulum telah menggunakan multistrategi, multi media dan te knologi namun masih sangat terbatas akibat keterbatasan sarana dan prasarana penunj ang dan keterbatasan sumber daya manusia.kondisi peserta didik. Sudah sesuai dengan kondisi ideal Pelaksanaan kurikulum belum secara optimal dila ksana kan

Pelaksanaan kurikulum belum secara optimal dila ksana kan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta ke kayaan daerahprasarana penunj ang dan keterbatasan sumber daya manusia. dila ksana kan jika kondisi sudah sesuai dengan

dila ksana kan jika kondisi sudah sesuai dengan syarat dilaksana kannya program percepatan

Mempertahankan dan meningkatkan kondisi yang telah adasesuai dengan syarat dilaksana kannya program percepatan Pengadaan ruang multi media serta menambah sarana dan

Pengadaan ruang multi media serta menambah sarana dan prasarana penunjang serta mengadakan pelatihan tentang aplikasi soft skill untuk mendukung kegiatan pembelajaranMempertahankan dan meningkatkan kondisi yang telah ada Sosialisasi strategi serta motivasi pendayagunaan kondisi

Sosialisasi strategi serta motivasi pendayagunaan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah pada proses pelaksanaan kurikulum kepada guru mata pelajaran.penunjang serta mengadakan pelatihan tentang aplikasi soft skill untuk mendukung kegiatan pembelajaran Page 6 of 22

 

Sub

     

Komponen

Komponen

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Rencana tindak Lanjut

   

Kurikulum dila ksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.       

   

Struktur Kurikulum

Daftar mataStruktur Kurikulum Daftar mata pelajaran dan muatan lokal dikembangkan dengan berpedoman pada standar isi Daftar mata

Daftar mata pelajaran dan muatan lokal dikembangkan dengan berpedoman pada standar isiStruktur Kurikulum Daftar mata Daftar mata pelajaran dan muatan lokal telah dikembangkan dengan berpedoman pada standar

Daftar mata pelajaran dan muatan lokal telah dikembangkan dengan berpedoman pada standar isimuatan lokal dikembangkan dengan berpedoman pada standar isi Dila kukan analisis keunggulan loka l sehingga memiliki

Dila kukan analisis keunggulan loka l sehingga memiliki program PBKL yang terintegrasi pada mata pelajaran atau melalui Muatan Lokal serta melakukan kajian pengembangan SK, KD dan Indikator Muatan L okalberpedoman pada standar isi Daftar mata pelajaran dan muatan lokal telah dikembangkan dengan berpedoman pada standar

pelajaran dan

muatan lokal

PenetapanMuatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang ditentukan oleh satuan pendidikan untuk mengembangkan kompetensi yang

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang ditentukan oleh satuan pendidikan untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk unggulan daerah, yang materinya tidak menjadi bagian dari mata pelajaranPenetapan Muatan lokal yang dila ksanakan adalah muatan lokal yang diatur oleh pemerintah daerah, yaitu Budaya

Muatan lokal yang dila ksanakan adalah muatan lokal yang diatur oleh pemerintah daerah, yaitu Budaya Alam Minang Kabau, dan Pendidikan alqur ’an dan muatan lokal yang dikembangkan sesuai kebutuhan se kolah yaitu Keterampilan dan Pendidikan alqur ’an dan muatan lokal yang dikembangkan sesuai kebutuhan se kolah yaitu Keterampilan Pertamanan, dimana

muatan lokal

pada struktur

Menjaring potensi, minat dan ba kat peserta didik melalui angke t dan wawancara serta menambah jenis dan program kegiatan pengembangan diripada struktur

kurikulum

Kegiatanjenis dan program kegiatan pengembangan diri kurikulum pengembang an diri Pelayanan kegiatan pengembangan diri

pengembang

an diri

Pelayanan kegiatan pengembangan diri diberikan sesuai dengan potensi, ke butuhan, minat dan bakat peserta didik serta disesuaikan dengan kondisi se kolahmuatan lokal ini belum memiliki SK, KD dan Indikator yang terstruktur. Belum semua keragaman potensi,

muatan lokal ini belum memiliki SK, KD dan Indikator yang terstruktur.

Belum semua keragaman potensi, kebutuhan, minat, dan bakat peserta didik dapat disalur kan melalui kegiatan pengembangan diri karena keterbatasan sarana dan prasarana penunjang serta SDMmuatan lokal ini belum memiliki SK, KD dan Indikator yang terstruktur.

 

Beban Belajar

BebanBeban Belajar Jumlah jam pelajaran tatap muka per minggu adalah 38 - 39 jam / minggu

Jumlah jam pelajaran tatap muka per minggu adalah 38 - 39 jam / minggu dan pemanfaatan tambahan 4 jam / mingguBeban Belajar Beban Se kolah memanfaatkan penambahan jam sehingga beban belajar kelas X, XI dan XII

Se kolah memanfaatkan penambahan jam sehingga beban belajar kelas X, XI dan XII adalah 43 jam / minggu38 - 39 jam / minggu dan pemanfaatan tambahan 4 jam / minggu Dila kukan IHT

Dila kukan IHT dengan fokus analisis/pemetaan SK/KD untuk menentukan tambahan jam pelajaran agar lebih efektif4 jam / minggu Se kolah memanfaatkan penambahan jam sehingga beban belajar kelas X, XI dan

belajar untuk

kegiatan

tatap muka

Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materipembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi yang waktunya ditentukan

pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi yang waktunya ditentukan oleh pendidik

Hanya sebagian kecil pendidik yang memberikan penugasan terstrukturHanya sebagian kecil pendidik yang memberikan penugasan kegiatan mandiri tida k terstruktur

Hanya sebagian kecil pendidik yang memberikan penugasan kegiatan mandiri tida k terstrukturHanya sebagian kecil pendidik yang memberikan penugasan terstruktur

Mewajibkan pendidik menganalisis SK dan KD serta merencanakan bentuk kegiatan terstrukturpenugasan terstruktur Hanya sebagian kecil pendidik yang memberikan penugasan kegiatan mandiri tida k terstruktur

perminggu

BebanKD serta merencanakan bentuk kegiatan terstruktur perminggu belajar untuk Mewajibkan pendidik menganalisis SK dan KD

belajar untuk

Mewajibkan pendidik menganalisis SK dan KD serta merencanakan bentuk kegiatan mandiri tida k terstrukturbelajar untuk

Penugasan

Terstruktur

Beban belajar untuk Kegiatan Mandiri tida kKegiatan mandiri tida k terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peser

Kegiatan mandiri tida k terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peser ta didik yang dirancang oleh pendidik untukBeban belajar untuk Kegiatan Mandiri tida k    

   
   

Sub

     

Komponen

Komponen

 

Kondisi Ideal

 

Kondisi Riil

 

Rencana tindak Lanjut

   

Terstruktur

 

mencapai standar kompetensi yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik

   

Kalender

Kalender Perhitungan Kalender pendidikan tingkat satuan pendidikan disusun sesuai dengan kebutuhan daerah dan

Perhitungan

Kalender Perhitungan Kalender pendidikan tingkat satuan pendidikan disusun sesuai dengan kebutuhan daerah dan

Kalender pendidikan tingkat satuan pendidikan disusun sesuai dengan kebutuhan daerah dan karakteristik se kolah serta mengacu pada standar isi

dan karakteristik se kolah serta mengacu pada standar isi Kalender pendidikan yang dibuat oleh se kolah

Kalender pendidikan yang dibuat oleh se kolah berpedoman dengan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosob o dengan menyesuaikan pada kebutuhan dan program sekolah

o dengan menyesuaikan pada kebutuhan dan program sekolah Membuat kalender pendidikan yang bersumber pada kalender

Membuat kalender pendidikan yang bersumber pada kalender pendidikan yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dengan memasukkan kegiatan khusus yang diprogramkan se kolah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif

Pendidikan

minggu

efektif

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

No

Kriteria /Indikator

Kesesuaian

Analisis Penyesuaian / Pemenuhan (Rencana Tindak Lanjut)

Alokasi Program

Ya

Tidak

1

2

A.

SKL SATUAN PENDIDIKAN

         

1. Hasil analisis bersesuaian dengan visi sekolah

V

   

V

V

2. Hasil analisis bersesuaian dengan misi sekolah

V

   

V

V

3. Hasil analisis bersesuaian dengan tujuan sekolah

V

   

V

V

B.

SKL KELOMPOK MATA PELAJARAN

         

1. Hasil analisis kelompok Mapel Agama dan Akhlak Mulia

V

   

V

V

2. Hasil analisis kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian

V

   

V

V

3. Hasil analisis kelompok Mapel Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

V

   

V

V

4. Hasil analisis kelompok Mapel Estetika

V

   

V

V

5. Hasil analisis kelompok Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

V

   

V

V

C.

SKL MATA PELAJARAN

V

   

V

V

1. Hasil analisis Mapel Pendidikan Agama

V

   

V

V

2. Hasil analisis Mapel Pendidikan Kewarganegaraan

V

   

V

V

3. Hasil analisis Mapel Bahasa Indonesia

V

   

V

V

4. Hasil analisis Mapel Bahasa Inggris

V

   

V

V

5. Hasil analisis Mapel Matematika

V

   

V

V

6. Hasil analisis Mapel Fisika

V

   

V

V

7. Hasil analisis Mapel Biologi

V

   

V

V

8. Hasil analisis Mapel Kimia

V

   

V

V

9. Hasil analisis Mapel Sejarah

V

   

V

V

10. Hasil analisis Mapel Geografi

V

   

V

V

11. Hasil analisis Mapel Ekonomi

V

   

V

V

12. Hasil analisis Mapel Sosiologi

V

   

V

V

13. Hasil analisis Mapel Seni Budaya

V

   

V

V

14. Hasil analisis Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

V

   

V

V

15. Hasil analisis Mapel TIK

V

   

V

V

STANDAR PROSES

No

Komponen

 

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Tindak Lanjut

I

PERENCANAAN

1. Silabus

Pada Silabus harus memuat:1. Silabus Dalam pengembangan silabus masih banyak guru yang belum melakukan analisisi SK-KD. Dalam penyusunan silabus

Dalam pengembangan silabus masih banyak guru yang belum melakukan analisisi SK-KD.Dalam penyusunan silabus masih banyak guru melalui proses mengadopsi dan adaptasi silabus yang sudah ada.

Dalam penyusunan silabus masih banyak guru melalui proses mengadopsi dan adaptasi silabus yang sudah ada.Dalam pengembangan silabus masih banyak guru yang belum melakukan analisisi SK-KD.

Perlu diprogramkan bimbingan dan pendampingan teknik membuat silabus mulai dari analisis SI sehingga menghasilkan silabus minimal hasil adaptasi dan menyesuaikan dengan karakteristik belajar siswaSK-KD. Dalam penyusunan silabus masih banyak guru melalui proses mengadopsi dan adaptasi silabus yang sudah ada.

Identitas mata pelajaran ,SK KD, Kegiatan Pembelajaran, Indikator ketercapaian, Penilaian, Alokasi Waktu, Sumber/Bahan/Alat.

Penyusunan silabus berdasarakan hasil pemetaan Standar Isi.mata pelajaran ,SK KD, Kegiatan Pembelajaran, Indikator ketercapaian, Penilaian, Alokasi Waktu, Sumber/Bahan/Alat.

2. RPP

RPP memuat: Identitas MP, SK, KD Indiator Pencapaian, tujuan ,Alokasi Waktu , Metode Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Penilaian belajar, dan sumber belajar.2. RPP Masih banyak guru menyusun RPP tidak melampirkan instrumen penilaian dan atau soal yang tercantum

Masih banyak guru menyusun RPP tidak melampirkan instrumen penilaian dan atau soal yang tercantum dalam RPP tidak merepresentasikan tujuan pada RPP.Kegiatan Pembelajaran, Penilaian belajar, dan sumber belajar. Perlu diadakan workshop dan bimbingan pembuatan RPP

Perlu diadakan workshop dan bimbingan pembuatan RPPRPP tidak melampirkan instrumen penilaian dan atau soal yang tercantum dalam RPP tidak merepresentasikan tujuan pada

Pada tahapan kegiatan pembelajaran terdiri dari tahapan: pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.RPP. Perlu diadakan workshop dan bimbingan pembuatan RPP Mengacu pada prinsip-prinsip penyusunan RPP. II

Mengacu pada prinsip-prinsip penyusunan RPP.dari tahapan: pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. II PELAKSANAAN PEMBELAJARAN   Persyaratan

II

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Persyaratan Pelaksanaan:

Persyaratan Pelaksanaan: Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah 32 peserta didik. jumlah peserta

Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah 32 peserta didik.

jumlah peserta didik per rombongan belajar adalah > 32 orangPersyaratan Pelaksanaan: Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah 32 peserta didik.  

 

Rombongan Belajar

Pelaksanaan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran tidak konsisten dengan pemetaan waktu yang direnecanakan pada RPP.Pelaksanaan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Dalam kegiatan pembelajaran guru wajib membawa RPP sebagai kontrol dalam

Dalam kegiatan pembelajaran guru wajib membawa RPP sebagai kontrol dalam pelaksanaanKegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran tidak konsisten dengan pemetaan waktu yang direnecanakan pada RPP.

a. Pendahuluan

No

Komponen

 

Kondisi Ideal

 

Kondisi Riil

 

Tindak Lanjut

     

Penyampaian tujuan        Contoh: dalam pemetaan waktu pada RPP mengalokasikan waktu 15 menit, namun pelaksanaannya

 

Contoh: dalam pemetaan waktu pada RPP mengalokasikan waktu 15 menit, namun pelaksanaannya melampaui dari waktu yang ditetapkan, sehingga tujuan kegiatan pencapaian Kompetensi tidak tercapai.

 

pembelajaran.

Motivasi 

 

b. Kegiatan inti

 

eksplorasi 

elaborasiMotivasi   b. Kegiatan inti   eksplorasi konfirmasi   c. Penutup   Rangkuman Penialaian

konfirmasi 

 

c. Penutup

 

Rangkuman 

Penialaian / refleksielaborasi konfirmasi   c. Penutup   Rangkuman Umpan balik Tugas III PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

Umpan balik  c. Penutup   Rangkuman Penialaian / refleksi Tugas III PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN    

TugasPenutup   Rangkuman Penialaian / refleksi Umpan balik III PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN      

III

PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

 
   
    Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi

Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai hahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.

kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Hasil penilaian pembelajaran tidak dilakukan analisis

Hasil penilaian pembelajaran tidak dilakukan analisis sebagai bahan acuan dalam program perbaikan proses pembelajaran bagi guru.

acuan dalam program perbaikan proses pembelajaran bagi guru. Kepala Sekolah melakukan pemeriksaan dan pemantauan

Kepala Sekolah melakukan pemeriksaan dan pemantauan perkembangan hasil belajar peserta didik drai guru sebagai info/data ketidakberhasilan peserta didik

STANDAR PENGELOLAAN

   

Kesesuaian

   

No

Kriteria setiap Komponen

dengan

Kriteria

Analisis

Penyesuaian/

Alokasi

Program

Ya

Tidak

Pemenuhan

1

2

A.

VISI SEKOLAH

         

1. Mengacu pada visi , misi dan tujuan pendidikan nasional

V

       

2. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita tinggi sekolah

V

       

3. Berorientasi ke masa depan

V

       

4. Mempertimbangkan potensi dan kondisi sekolah serta lingkungannya

V

       

5. Kalimat rumusannya mudah dipahami, jelas dan tidak multi tafsir

V

       

B.

MISI SEKOLAH

         

1. Memberi arah dalam mewujudkan visi sekolah

V

       

2. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu

V

       

3. Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan

V

       

4. Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah

V

       

5. Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan sehingga dapat ditinjau secara berkala

V

       

C.

TUJUAN SEKOLAH

         

1. Mengacu pada visi dan misi

V

       

2. Menggambarkan tingkat kualitas yang dapat dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan)

V

       

3. Mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan SMA

V

       

4. Rumusannya dapat diukur ketercapaiannya

V

       

D.

RENCANA KERJA SEKOLAH

         

1. Adanya rencana kerja jangka menengah untuk mendukung pencapaian tujuan jangka empat tahunan

V

       

2. Rumusan rencana kerja jangka menengah dapat diukur ketercapaiannya

V

       

3. Adanya rencana kerja tahunan dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKA-S)

V

       

4. Rumusan rencana kerja tahunan dapat diukur ketercapaiannya

V

       

STANDAR KEPEMIMPINAN SEKOLAH

   

Kesesuaian dengan Kriteria

 

Alokasi

No

 

Kriteria setiap Komponen

Analisis Penyesuaian/ Pemenuhan

Program

 

Ya

Tidak

1

2

A.

KEPALA SEKOLAH

         

1. Kualifikasi minimal

V

       

2. Usia Maksimal

V

       

3. Pengalaman mengajar minimal

V

       

4. Pangkat minimal

V

       

5. Status Guru (Guru SMA)

V

       

6. Kepemilikan sertifikat pendidik

V

       

7. Kepemilikan sertifikat kepala sekolah

V

       

8. Kompetensi kepribadian

V

       

9. Kompetensi manajerial

V

       

10. Kompetensi kewirausahaan

V

       

11. Kompetensi supervisi

V

       

12. Kompetensi sosial

V

       

B.

WAKIL KEPALA SEKOLAH

         

1. Jumlah minimal

V

       

2. Kriteria pengangkatan wakasek

V

       

3. Kemampuan dan keterampilan yang dimiliki

         

a. Wakasek Bidang Kurikulum

         
kemampuan memimpin V        

kemampuan memimpin

V

       
   

Kesesuaian dengan Kriteria

 

Alokasi

No

Kriteria setiap Komponen

Analisis Penyesuaian/ Pemenuhan

Program

Ya

Tidak

1

2

 

kepemilikan keterampilan teknis  V        

V

       

kemitraan dan kerjasamaV        

V

       

b. Wakasek Bidang Kesiswaan

         

kemampuan memimpinV        

V

       

kepemilikan keterampilan teknisV     v  

V

   

v

 

kemitraan dan kerjasamaV        

V

       

c. Wakasek Bidang Ssarana Prasarana

         

kemampuan memimpinV        

V

       

kepemilikan keterampilan teknisV        

V

       

kemitraan dan kerjasamaV        

V

       

d. Wakasek Bidang Humas

       

v

kemampuan memimpinV        

V

       

kepemilikan keterampilan teknisV        

V

       

kemitraan dan kerjasamaV        

V

       

e. Wakasek Bidang SDM dan ICT

         

kemampuan memimpinV        

V

       

kepemilikan keterampilan teknisV        

V

       

kemitraan dan kerjasamaV        

V

       

STANDAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

   

Kesesuaian

 

Alokasi

No

Kriteria setiap Komponen

dengan Kriteria

Analisis Penyesuaian/ Pemenuhan

Program

Ya

Tidak

1

2

1

Kepemilikan sistem informasi manajemen yang mendukung administrasi pendidikan di sekolah

V

       

2

Pengelolaan sistem informasi manajemen yang efisien, efektif dan akuntabel

V

       

3

Penyediaan fasailitas informasi yang efisien, efektif dan mudah diakses

V

       

4

Pelaporan data informasi secara berkala dan berkesinambungan

V

       

5

Efektifitas dan efisiensi komunikasi antar warga sekolah di lingkungan sekolah

V

       

STANDAR PENILAIAN

No Komponen Kondisi Ideal Kondisi Riil Kesenjangan Rencana Tindak Lanjut 1 Prinsip penilaian Sahih Objektif
No
Komponen
Kondisi Ideal
Kondisi Riil
Kesenjangan
Rencana Tindak Lanjut
1
Prinsip penilaian
Sahih
Objektif
Adil.
Terpadu.
Terbuka
Menyeluruh dan berkesinambungan
Sistematis
Beracuan kriteria,
Akuntabel,
Prinsip penilaian sudah
mendekati sahih objektif
adil. terpadu. Terbuka
menyeluruh dan
Berkesinambungan
sistematis beracuan
Sekolah belum pernah
mengukur tingkat
pelaksanaan prinsip
penilaian
Sekolah menyiapkan
format Prinsip penilaian
kriteria, akuntabel,
2
Teknik dan Instrumen
Penilaian
Instrumen penilaian hasil belajar
yang digunakan pendidik memenuhi
persyaratan substansi, konstruksi, dan
bahasa.
Belum ada data
penelaahan instrumen
penilaian hasil belajar
Belum teridentifikasi
pemenuhan persyaratan
substansi, konstruksi,
dan bahasa pada
instrumen penilaian
hasil belajar
Sekolah menyiapkan
format penelaahan butir
soal dan meminta guru
melakukan telaah butir
soal sebelum diujikan
kepada peserta didik
3
Mekanisme dan
Prosedur penilaian
1. Penilaian hasil belajar dilaksanakan
oleh pendidik, satuan pendidikan, dan
pemerintah.
17 komponen yang ada
dalam mekanisme
prosedur penilaian sudah
dilaksanakan dengan baik
Tidak seluruh guru
mengerti Mekanisme
dan Prosedur penilaian
Didatangkan
narasumber dengan
materi Mekanisme dan
Prosedur penilaian
2. Perancangan strategi penilaian oleh
pendidik dilakukan pada saat
penyusunan silabus yang
penjabarannya merupakan bagian dari
rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP).
3. Ulangan tengah semester, ulangan
akhir semester, dan ulangan kenaikan
kelas dilakukan oleh pendidik di
bawah koordinasi satuan pendidikan.

No

Komponen

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Kesenjangan

Rencana Tindak Lanjut

   

4. Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada UN dan aspek kognitif dan/atau aspek psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah / madrasah untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.

     

5. Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ditentukan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik

6. Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik dengan

No

Komponen

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Kesenjangan

Rencana Tindak Lanjut

   

mempertimbangkan hasil ujian sekolah/madrasah.

     

7. Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkah-langkah:

(a) menyusun kisi-kisi ujian, (b) mengembangkan instrumen, (c) melaksanakan ujian, (d) mengolah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/madrasah, dan (e) melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.

8. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, sebagai perwujudan sikap dan perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.

9. Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan norma dan nilai- nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

No

Komponen

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Kesenjangan

Rencana Tindak Lanjut

   

oleh guru pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.

     

10. Penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian kelompok mata pelajaran yang relevan.

11. Keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh pembina kegiatan dan kepala sekolah/madrasah.

12. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedi.

13. Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam bentuk satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran, disertai dengan deskripsi kemajuan belajar.

14. Kegiatan penilaian oleh pemerintah dilakukan melalui UN dengan langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS) UN.

15. UN diselenggarakan oleh Badan

No

Komponen

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

 

Kesenjangan

Rencana Tindak Lanjut

   

Standar Nasional Pendidikan (BSNP) bekerjasama dengan instansi terkait.

     

16. Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya

17. Hasil analisis data UN disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

4

Penilaian oleh

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran4 Penilaian oleh Penilaian oleh Pendidik telah terlaksana dengan baik    

Penilaian oleh Pendidik telah terlaksana dengan baikproses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran    

   

Pendidik

5

Penilaian oleh Satuan Pendidikan

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran5 Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian oleh Satuan Pendidikan sudah terlaksana terutama pada kenaikan kelas dan

Penilaian oleh Satuan Pendidikan sudah terlaksana terutama pada kenaikan kelas dan UN / UASkompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran Penilaian oleh Satuan Pendidikan Belum maksimal Perlu

sudah terlaksana terutama pada kenaikan kelas dan UN / UAS Penilaian oleh Satuan Pendidikan Belum maksimal

Penilaian oleh Satuan Pendidikan Belum maksimal

dan UN / UAS Penilaian oleh Satuan Pendidikan Belum maksimal Perlu evaluasi yang mendalam untuk mengevaluasi

Perlu evaluasi yang mendalam untuk mengevaluasi terutama untuk menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik.

KONDISI SATUAN PENDIDIKAN

No

Komponen

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Kesenjangan

Rencana Tindak Lanjut

1

Peserta Didik

latar belakang sosial ekonomi, rata-rata intake siswa, rata-rata pencapaian hasil belajar (UN & US), kecenderungan bakat dan minat, prestasi yang dicapai dalam berbagai aktifitas (akademik da non akademik).1 Peserta Didik      

     

2

Pendidik dan

Ketercukupan jumlah, kualifikasi pendidik dan kompetensi pendidik2 Pendidik dan Jumlah guru = 53 Jumlah BK = 4 Masih ada 2 guru BK

Jumlah guru = 53 Jumlah BK = 4jumlah, kualifikasi pendidik dan kompetensi pendidik Masih ada 2 guru BK yang kurang familiar dengan TIK

Masih ada 2 guru BK yang kurang familiar dengan TIKjumlah, kualifikasi pendidik dan kompetensi pendidik Jumlah guru = 53 Jumlah BK = 4 Pelatihan ICT

Pelatihan ICT bagi guru BPpendidik dan kompetensi pendidik Jumlah guru = 53 Jumlah BK = 4 Masih ada 2 guru

Tenaga

Kependidikan

98% berkualifikasi S-13 orang sedang menyelesaikan S-2

3

orang sedang menyelesaikan

S-2

Beberapa guru tidak sesuai bidang ajar.Kependidikan 98% berkualifikasi S-1 3 orang sedang menyelesaikan S-2  

 

Ketercukupan jumlah, kualifikasi tenaga kependidikan dan keterampilan tenaga kependidikanS-2 Beberapa guru tidak sesuai bidang ajar.   Hampir semuanya bekerja sesuai dengan bidangnya (95%) 50

Hampir semuanya bekerja sesuai dengan bidangnya (95%)50 % sudah lolos sertifikasi.

50

% sudah lolos sertifikasi.

 
 

Personil tenaga kependidikan cukup lengkap 95 % familiar dengan TIK. Semuanya bekerja sesuai dengan bidangnya orang TU yang sudah berkualifikasi 95 % familiar dengan TIK. Semuanya bekerja sesuai dengan bidangnya orang TU yang sudah berkualifikasi

95

% familiar dengan TIK.

Semuanya bekerja sesuai dengan bidangnya

orang TU yang sudah berkualifikasi S-1Personil tenaga kependidikan cukup lengkap 95 % familiar dengan TIK. Semuanya bekerja sesuai dengan bidangnya 4

4

3

Sarana Prasarana

ketersediaan sarana prasarana pendukung proses pembelajaran3 Sarana Prasarana Semua ruangan berkondisi baik. Semua ruang laboratorium ada. Laboratorium TIK sangat komplit.

Semua ruangan berkondisi baik. Semua ruang laboratorium ada. Laboratorium TIK sangat komplit. Fasilitas internet dengan hotspot. Fasilitas internet dengan hotspot.

Fasilitas internet dengan hotspot.

Dalam pengoperasian internet masih sering terjadi kemacetan,TIK sangat komplit. Fasilitas internet dengan hotspot. Pemerintah perlu turun tangan membantu melengkapi semua

Pemerintah perlu turun tangan membantu melengkapi semua sarana yang dibutuhkan peserta didikTIK sangat komplit. Fasilitas internet dengan hotspot. Dalam pengoperasian internet masih sering terjadi kemacetan,

Laboratorium fisika belum memenuhi syarat laboroatorium yang baiksering terjadi kemacetan, Pemerintah perlu turun tangan membantu melengkapi semua sarana yang dibutuhkan peserta didik

No

Komponen

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Kesenjangan

Rencana Tindak Lanjut

     

Ada website sekolah. Perpustakaan cukup lengkap. Perpustakaan belum representatif dan jumlah buku belum memadai.         

   

4

Pembiayaan

jenis, sumber dan program pembiayaan4 Pembiayaan Biaya Operasional sekolah yang diberikan Pemda melalui dana rutin tidak mencukupi sehingga perlu diaanggarkan

Biaya Operasional sekolah yang diberikan Pemda melalui dana rutin tidak mencukupi sehingga perlu diaanggarkan dalam dana komite4 Pembiayaan jenis, sumber dan program pembiayaan Kemampuan orang tua peserta didik terbatas karena sebagian besar

Kemampuan orang tua peserta didik terbatas karena sebagian besar dari ekonomi menengah kebawah dan miskin.mencukupi sehingga perlu diaanggarkan dalam dana komite Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus bagi orang tua

Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus bagi orang tua siswa yang tidak mampu / miskin dalam bentuk bea siswa.dana komite Kemampuan orang tua peserta didik terbatas karena sebagian besar dari ekonomi menengah kebawah dan

5

Program Sekolah

data tentang adanya rencana kerja sekolah baik rencana jangka menengah (RKJM) maupun rencana tahunan (RKAS) dalam rangka pencapaian SNP.5 Program Sekolah Belum semua rencana kerja sekolah tertuang dalam bentuk tulisan Semua program terkendala biaya

Belum semua rencana kerja sekolah tertuang dalam bentuk tulisanmaupun rencana tahunan (RKAS) dalam rangka pencapaian SNP. Semua program terkendala biaya Diupayakan dalam orientasi

Semua program terkendala biayapencapaian SNP. Belum semua rencana kerja sekolah tertuang dalam bentuk tulisan Diupayakan dalam orientasi pemenuhan SNP.

Diupayakan dalam orientasi pemenuhan SNP.rangka pencapaian SNP. Belum semua rencana kerja sekolah tertuang dalam bentuk tulisan Semua program terkendala biaya