Anda di halaman 1dari 17

APLIKASI METODE GEOFISIKA UNTUK

GEOTEKNIK
Oleh:
Icksan Lingga Pradana
Irfan Fernando Afdhal
Joni Sulnardi

Pengertian Geofisika
Geofisika: bagian dari ilmu bumi yang mempelajari

bumi melalui kaidah atau prinsip-prinsip fisika, baik


dibawah permukaan ataupun diatas permukaan bumi.

Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang

mempelajari bumi menggunakan kaidah atau prinsipprinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga meteorologi,
elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Penelitian
geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah
permukaan bumi melibatkan pengukuran di atas
permukaan bumi dari parameter-parameter fisika
yang dimiliki oleh batuan di dalam bumi.

.
Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan

bagaimana sifat-sifat dan kondisi di bawah


permukaan bumi baik itu secara vertikal
maupun horisontal. Dalam skala yang
berbeda, metode geofisika dapat diterapkan
secara global yaitu untuk menentukan
struktur bumi, secara lokal yaitu untuk
eksplorasi mineral dan pertambangan
termasuk minyak bumi dan dalam skala kecil
yaitu untuk aplikasi geoteknik.

Metode Geofisika
Metode

Parameter yang diukur

Sifat-sifat fisika yang terlibat

Seismik

Waktu tiba gelombang seismik pantul Densitas dan modulus elastisitas yang
atau bias, amplitudo dan frekuensi
menentukan kecepatan rambat
gelombang seismik
gelombang seismic

Gravitasi

Variasi harga percepatan gravitasi bumi Densitas


pada posisi yang berbeda

Magnetik

Variasi harga intensitas medan


magnetik pada posisi yang berbeda

Suseptibilitas atau remanen magnetic

Resistivitas

Harga resistansi dari bumi

Konduktivitas listrik

Polarisasi terinduksi

Tegangan polarisasi atau resistivitas


batuan sebagai fungsi dari frekuensi

Kapasitansi listrik

Potensial diri

Potensial listrik

Konduktivitas listrik

Elektromagnetik

Respon terhadap radiasi


elektromagnetik

Konduktivitas atau Induktansi listrik

Radar

Waktu tiba perambatan gelombang


radar

Konstanta dielektrik

Macam-macam Teknologi atau


Metode Eksplorasi Geofisika
Tujuan utama dari kegiatan eksplorasi geofisika
adalah : untuk membuat model bawah
permukaan bumi dengan mengandalkan data
lapangan yang diukur bisa pada permukaan
bumi atau di bawah permukaan bumi atau bisa
juga di atas permukaan bumi dari ketinggian
tertentu. Untuk mencapai tujuan ini, idealnya
kegiatan survey atau pengukuran harus
dilakukan secara terus menerus, berkelanjutan
dan terintegrasi menggunakan sejumlah ragam
metode geofisika antara lain;

Metode Gravitasi ( gaya


berat )
Metode ini dilakukan untuk menyelidiki keadaan

di bawah permukaan bumi berdasarkan


perbedaan rapat masa cebakan mineral dari
daerah sekeliling ( r = gram/cm3 ).
Perpisahan anomali akibat rapat massa dari

kedalaman berbeda dilakukan dengan


menggunakan filter matematis atau filter
geofisika yaitu dengan alat gravimeter dengan
ketelitian sangat tinggi ( mgal ), sehingga kita
tidak akan kesulitan untuk manganalisa anomali
yang berukuran kecil.

Metode Magnetik
Metode dilakukan dengan berdasarkan pada hasil

pengukuran anomaly geomagnet yang diakibatkan oleh


perbedaan kontras suseptibilitas, atau permeabilitas
magnetik tubuh cebakan dari daerah di sekelilingnya,
metode ini memakai alat geomagnet.
Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi

intensitas medan magnetik di permukaan bumi yang


disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda
termagnetisasi di bawah permukaan bumi. Variasi yang
terukur (anomali) berada dalam latar belakang medan yang
relatif besar. Variasi intensitas medan magnetik yang
terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan
magnetik di bawah permukaan, yang kemudian dijadikan
dasar bagi pendugaan keadaan geologi yang mungkin

Contoh gambar alat


geomagnet
.

Metode Seismik
Metode ini merupakan salah satu metoda geofisika

yang digunakan untuk eskplorasi sumber daya alam


dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi
dengan bantuan gelombang seismik.

Dalam metoda seismik, pengukuran dilakukan dengan

menggunakan sumber seismik ( ledakan, vibroseis


dll ). Setelah sumber diberikan maka akan terjadi
gerakan gelombang di dalam medium
( tanah/batuan ) yang memenuhi hukum-hukum
elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan
ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan
kecepatan. Kemudian pada jarak tertentu, gerakan
partikel tersebut direkam sebagai fungsi waktu.
Berdasar data rekaman inilah dapat diperkirakan
bentuk lapisan/struktur di dalam tanah (batuan)
Metode seismik didasarkan pada gelombang yang
menjalar baik refleksi maupun refraksi.

Contoh gambar alat


geolistrik
.

Metode Geolistrik
(resistivas)
Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang

mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan


bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi
dengan alat geolistrik. Dalam hal ini meliputi pengukuran
potensial, arus dan medan elektromagnetik yang terjadi
baik secara alamiah ataupun akibat injeksi arus ke dalam
bumi. Ada beberapa macam metoda geolistrik, antara lain
: metode potensial diri, arus telluric, magnetoteluric,
elektromagnetik, IP (Induced Polarization), resistivitas
(tahanan jenis) dan lain-lain.

Pada metode geolistrik tahanan jenis ini, arus listrik

diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua elektroda


arus.Kemudian beda potensial yang terjadi diukur melalui
dua elektroda potensial. Dari hasil pengukuran arus dan
beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda
kemudian dapat diturunkan variasi harga hambatan jenis
masing-masing lapisan di bawah titik ukur (sounding
point).

Contoh gambar alat


geolistrik

Metode Elektromagnetik
Metode elektromagnetik ini biasanya digunakan

untuk eksplorasi benda-benda konduktif. Perubahan


komponen-komponen medan akibat variasi
konduktivitas dimanfaatkan untuk menentukan
struktur bawah permukaan.

Medan elektromagnetik yang digunakan dapat

diperoleh dengan sengaja, seperti dengan


membangkitkan medan elektromagnetik di sekitar
daerah observasi, pengukuran semacam ini disebut
teknik pengukuran aktif.

Teknik pengukuran lain adalah teknik pengukuran

pasif, yaitu dengan memanfaatkan medan


elektromagnetik yang berasal dari sumber yang
tidak secara sengaja dibangkitkan di sekitar daerah
pengamatan

Metode GPR (Ground Penetrating


Radar)
Ground Penetrating Radar (GPR) biasa disebut georadar.

Berasal dari dua kata yaitu geo yang berarti bumi dan radar
singkatan dari radio detection and ranging. Jadi, arti
harfiahnya adalah alat pelacak bumi menggunakan
gelombang radio. GPR baik digunakan untuk eksplorasi
dangkal (nearsurface) dengan ketelitian (resolusi) yang
amat tinggi, sehingga mampu mendeteksi benda sasaran
bawah permukaan hingga benda yang berdimensi beberapa
sentimeter sekali pun.

GPR merupakan salah satu metode geofisika yang

menggunakan sumber gelombang elektromagnetik. Karena


itu, GPR tergolong metode geofisika tidak merusak
(nondestructive). Kelebihan lain GPR adalah biaya
operasionalnya yang rendah, prosedur pengerjaan mudah,
dan ketelitian sangat tinggi (resolusi tinggi). Kelemahannya,
penetrasinya tidak terlalu dalam atau daya tembus metode
ini hanya sampai puluhan meter ( 100 meter).

Contoh gambar alat GPR


.

Metoda Remote Sensing / Penginderaan


Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu
Jauh
penggunaan sensor radiasi elektromagnetik.
Untuk merekam gambar lingkungan bumi
yang dapat diinterpretasikan sehingga
menghasilkan informasi yang berguna.
Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu
suatu pengukuran atau perolehan data pada
objek di permukaan bumi dari satelit atau
instrumen lain di atas jauh dari objek yang
diindera. Foto udara, citra satelit, dan citra
radar adalah beberapa bentuk penginderaan
jauh.

Contoh gambar alat Remote


Sensing
.