Anda di halaman 1dari 68

LIPID

Kelompok: Mentega
Achmad Anggawirya
Bima Setyaputra
Meidina Sekar Nadisti
Muhammad Raihan Fuad
Stella Faustine Loandy
1406564912
1406604664
1406553045
1406564452
1406564830

DAFTAR ISI:
Stuktur

Sintesis
Deteksi
Fungsi

Aplikasi

STRUKTUR
LIPID

APA ITU LIPID ?


Lipidmerujuk pada sekelompok
besarmolekul-molekulalam yang terdiri
atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan
oksigen
meliputiasam lemak,lilin,sterol,
monogliserida,
digliserida,fosfolipid,glikolipid,
terpenoid dan lain-lain.

Sifat Fisika:
Tidak

berwarna
Tidak berbau
Tidak memiliki
rasa
Tidak mudah larut
dalam air

Sifat Kimia:
Dapat terjadi
rancidity (tengik)
Dapat dihidrolisa
oleh pemanasan
tinggi
Hidrogensi minyak
Transesterifikasi

REAKSI KIMIA PADA


LIPID:
Hidrolisis

REAKSI KIMIA PADA


LIPID:

Penyabunan

REAKSI KIMIA PADA


LIPID:

Hidrogenasi

TATA NAMA LIPID


Bila

gliserol mengikat 3 asam lemak yang


sama:

Gliserol+ tri + asam lemak

Gliserol Tristearat

TATA NAMA LIPID


Bila

gliserol mengikat 3 asam lemak yang


berbeda:

Gliserol+ asam lemak (berurutan)

Gliserol palmito stearo oleat

JENIS JENIS LIPID:


Asam

Lemak (Fatty Acids)


Sabun dan Deterjen
Lemak dan Minyak (Fatts and Oils)
Lilin (Waxes)
Fosfolipid (Fosfogliserida)
Steroid
Eicosanoids
Terpena (Terpenoida)

FATTY ACIDS (ASAM LEMAK)


Ester

dengan panjang rantai karbon 428


Terbagi menjadi asam lemak jenuh (ikatan
tunggal) dan asam lemak tak jenuh (ikatan
ganda)
Asam lemak jenuh memiliki gaya van der
Waals yang lebih tinggi, sehingga memiliki
titik leleh yang lebih tinggi dari asam lemak
tak jenuh.
Bereaksi dengan basa garam ionik

SABUN DAN DETERJEN


Sabun

adalah garam logam alkali dari asam


lemak. Rumus molekulnya RCOOK atau
RCOONa atau RCOONH4

Deterjen

adalah garam alkali sulfat, asam


alkil benzena sulfonat berantai panjang, atau
garam natrium dari asam sulfonat

SABUN
Sifat Fisika:

Sifat Kimia:

Menghasilkan busa dalam air

Densitas sabun murni 0.96-0.99 g/ml

Viskositas sabun bergantung pada


temperaturnya

Pada umumnya pH>7

Tidak bereaksi dengan air


Ujung COONa bersifat polar,
sedangkan ujung R nonpolar

DETERJEN
Sifat Fisika:

Sifat Kimia:

Biasanya terbuat dari bahan sintetis kimia

Dapat digunakan sebagai pemutih atau


pewangi

Zat oksidan dan karsinogenik


Biasanya mengandung 9-15 atom
karbon

Umumnya tersusun atas 5 jenis


bahan seperti senyawa ABS (alkil
benzene sulfonate) dan fosfat

LEMAK DAN MINYAK


Lemak

berwujud solid pada temperatur


ruangan, sedangkan minyak berbentuk
liquid.
Titik lebur pada minyak dan lemak akan
semakin bertambah seiring dengan
pertambahan panjang rantai karbon

LILIN (WAXES)
Lilin

alami adalah ester dari asam lemak


yang memiliki rantai panjang monohidric
alkohol.
Lilin terdiri atas alkana dan lipid rantai
panjang.
Titik leburnya diatas 400C, tidak laurt
dalam air, tetapi larut dalam pelarut
nonpolar.
a. Spermaceti CH3(CH2)14CO2-(CH2)15CH3
b. Beeswax CH3(CH2)24CO2-(CH2)29CH3
c. Carnuba wax CH3(CH2)30CO2-(CH2)33CH3

FOSFOLIPID
(FOSFOGLISERIDA)
Suatu

gliserida yang terdiri dari gliserol,


asam lemak, gugus fosfat, dll.
Fungsinya sebagai agen emulsi dan
komponen penyusun membran sel.
Sifatnya bergantung dari karakter asam
lemak dan alkohol amina yang diikat.
Bersifat amfoterik, dapat membentuk
lapisan bilayer

FOSFOLIPID
(FOSFOGLISERIDA)

STEROID
Steroid

adalah lipid yang mengandung 4


cincin karbon (3 hexagon dan 1 pentagon)
Fungsi utama steroid adalah sebagai
hormon.

Progesteron
Testosteron

KOLESTROL
C27H45OH

Hidroksil, polar, larut dalam air

Hidrokarbon, nonpolar,
larut dalam lemak

IUPAC: (3)-cholests-en-3-

EICOSANOIDS
Hasil oksidasi asam lemak esensial (EFA)
20 karbon, terbagi menjadi:
Prostaglandins(PGs): asam karboksilat
tak jenuh 20 karbon, memiliki rantai
siklopentana dibentuk dari C8-C12 dan 2
sisi rantai (karboksil dan alifatik).
Memiliki gugus OH pada C15 dan ikatan
rangkap trans pada posisi 13

EICOSANOIDS
Thromboxanes

(TXs): tidak memiliki


cincin siklopentana, tetapi memiliki cincin
oxane
Leukotrienes (LTs): tidak memiliki cincin,
tetapi mempunyai 3 ikatan rangkap
Lipoxins (LXs)

TERPENA / TERPENOIDA
Dihasilkan

oleh tumbuhan, sebgai


metabolit sekunder, kerangka penyusun
Rumus dasarnya (C5H8)n, dengan n=
jumlah unit isoprena terkait

BIOSINTESIS
LIPID
1.
2.
3.
4.

Fatty Acid
Triacylglycerol
Glycerohospholipid
Cholestrol

BIOSYNTHESIS OF FATTY ACID


Terjadi di sitosol pada sel hewan dan di
kloroplas pada sel tumbuhan
Bahan utamanya adalah asetil KoA dan
malonil KoA
NADPH sebagai reduktan
Asetil KoA akan mengalami
pemanjangan sampai terbentuk rantai
karbon berjumlah 16 (palmitate)
Proses melibatkan enzim kompleks yang
disebut sebagai FAS (fatty acid synthase)

CONT. BIOSYNTHESIS OF FATTY


ACID
Step

1 : catalyzed by -ketoacyl-ACP
synthase, the methylene group of malonylCoA undergoes a nucleophilic attack on
the carbonyl carbon of the acetyl group
linked to KS, forming the -ketobutyrylACP with simultaneous elimination of
CO2.

Step

2 : the -ketobutyryl-ACP is then


reduced to D--hydroxybutyryl-ACP using
NADPH and the -ketobutyryl-ACP
reductase (KR).

CONT. BIOSYNTHESIS OF FATTY


ACID
Step

3 : A water molecule is then removed


from the -hydroxybutyryl-ACP to produce
trans-2-butenoyl-ACP in a reaction
catalyzed by -hydroxybutyryl-ACP
dehydratase

Step

4 : using NADPH, of the carboncarbon double in trans-2-butenoyl-ACP,


catalyzed by enoyl-ACP reductase
produces a saturated acyl on ACP
(butyryl-ACP)

CONT. BIOSYNTHESIS OF FATTY


ACID
Butyryl

akan mengalami perpanjangan


rantai karbon dengan mengulang kembali
siklus pembuatan fatty acid
Proses akan berhenti setelah karbon
dalam rantai mencapai 16 buah, senyawa
fatty acid yang terbentuk disebut sebagai
palmitate / palmitic acid
Proses pembentukan ini bersifat anabolik
(butuh energi). Dibutuhkan 7 ATP dan 14
NADPH untuk membentuk satu molekul
palmitate.

BIOSYNTHESIS OF
TRIACYLGLYCEROL &
GLYCEROPHOSPHOLIPID
Diawali dengan pembentukan
phosphatidic acid
Phosphatidic acid (or diacylglycerol 3phosphate) dibuat dengan mentransfer 2
grup acyl dari 2 buah acyl-CoAs ke Lglycerol 3-phosphate
Phosphatidic acid diubah ke
triacylglycerol melalui reaksi defosforilasi
(dengan katalis phosphatidic acid
phosphatase) dan reaksi transfer acyl

BIOSYNTHESIS OF
CHOLESTROL
Tahap

1: 3 acetyl-CoA molecules
terkondensasi membentuk 6-karbon
mevalonate
Tahap 2: mevalonate diubah menjadi 5karbon isoprene
Tahap 3: 6 buah isoprene terkondensasi
membentuk 30-karbon skualene yang
linear
Stage IV: skualene is diskilisasi untuk
membentuk struktur four-ring, kemudian
dikonversi menjadi 27-karbon cholesterol
melalui serangkaian reaksi kompleks

DETEKSI
LIPID

Kuantitatif
Kualitatif
ESI- MS
Angka
Uji
HPLC
Bligh/Dyer

ANALISIS
Analisis

kulitatif membahas identifikasi


zat-zat. Urusannya adalah unsur atau
senyawa apa yang terdapat dalam suatu
sampel
Analisi kuantitatif berurusan dengan
penetapan banyaknya suatu zat tertentu
yang ada dalam sampel. Zat yang
ditetapkan, yang sering dirujuk sebagai
kontituen yang diinginkan atau analit.

KUANTITATIF

Angka Asam
Nilai asam ( AV ) adalah jumlah yang
mengungkapkan, dalam miligram
jumlah kalium hidroksida yang
dibutuhkan untuk menetralkan asam
bebas hadir dalam 1 g zat.

Nilai asam dapat berlebihan jika ada komponen


asam lain yang hadir dalam sistem. Nilai asam
bekerja secara baik untuk mem-breakdown
triacylglycrols menjadi asam lemak bebas.

Prosedur: titrasi menggunakan KOH


Tujuan: mengetahui ketengikan hidrolitik
dari lemak.

KUANTITATIF

Angka Sabun
Angka Penyabunan (Saponification
value) adalah jumlah miligram kalium
hidroksida yang dibutuhkan untuk
mensaponifikasi asam lemak yang
dihasilkan dari hidrolisis 1g lemak.
Deteksi ini memberikan informasi
mengenai karakter asam lemak (panjang
rantai, berat molekul rata-rata). Asam
lemak rantai panjang memiliki nilai
saponifikasi rendah.
Prosedur: titrasi menggunakan HCl

KUANTITATIF
Reichert- Meissl Number:
Nilai (mm) dari 0.1 KOH yang
dibutuhkan untuk menetralisasi
larutan 5 gr asam lemak yang larut
adalam air distilasi. Asam lemak yang
dimaksudkan adalah kurang dari 10 atom
C
Tujuan: untuk mengetahui komposisi
lemak dan digunakan kan untuk
mendeteksi pemalsuan lemak

Contoh : butter memiliki presentasi asam lemak rantai


pendek lebih tinggi sehingga bilangan reichert meisslnya
lebih tinggi dibandingkan margarin

KUANTITATIF
Angka IOD

Bilangan Iodin mencerminkan ketidakjenuhan asam lemak penyusun minyak.


Banyaknya iod yang diikat menunjukkan
banyaknya ikatan rangkap yang terbentuk.
Bilangan iodin juga dinyatakan sebagai
jumlah gram iod yang diserap oleh 100
gram minyak atau lemak.
a). Metode Wijs
(b). Metode Hanus
(c). Metode Kaufmann dan Von Hubl

KUANTITATIF
Lieberman Buchard
Pada percobaan ini, bahan uji positif
kolesterol dengan perubahan warna pada
larutan menjadi hijau. Warna hijau yang
terjadi sebanding dengan konsentrasi
kolesterol sehingga dapat diukur secara
kalorimetri.
Percobaan dilakukan dengan menggunakan
asam asetat pekat sedangkan secara
teoritis pereaksi Lieberman Burchard
merupakan campuran antara asam asetat
anhidrat dan asam sulfat pekat.

KUANTITATIF
ESI-MS
Biasanya untuk analisis lipid dari cairan tubuh, sel,
bakteria, virus, dan jaringan. ESI-MS bergantung
pada pembentukan ion gas dari molekul polar, labil
secara termal dan non-volatil sehingga cocok secara
sempurna untuk berbagai jenis lipid.

KUALITATIF
Uji Kelarutan
Uji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid
maupun derivat lipid terhadap berbagai
macam pelarut. Dalam uji ini kelarutan
lipid ditentukan oleh sifat kepolaran
pelarut.
Sesuai dengan sifat larutan, apabila
larutan non-polar dilarutkan ke dalam
larutan polar, maka kedua larutan tidak
akan menyatu, apabila lipid dilarutkan ke
dalam pelarut polar maka hasilnya tidak
akan larut.

KUALITATIF
Uji Salkowski
merupakan uji kualitatif yang
dilakukan untuk mengidentifikasi
keberadaan kolesterol. Kolesterol
dilarutkan dengan kloroform anhidrat
lalu dengan volume yang sama
ditambahkan asam sulfat.

KUALITATIF
Bligh/Dyer
Bligh/Dyer

adalah metode ekstraksi dan


purifikasi lipid.
Prosedur ini dapat dilakukan hanya
dalam 10 menit, sehingga sangat efisien,
mudah untuk direproduksi, dan bebas dari
manipulasi.

KUALITATIF (GLC-HPLC)
Pada prinsipnya, GLC (gas
liquid chromatography) dan
HPLC dapat digunakan untuk
menentukan profil TAG lemak
dan minyak. Tetapi,
penggunaan GLC pada suhu
tinggi mengakibatkan
hilangnyaTAG tidak jenuh,
walaupun dengan injeksi
dingin. Sementara itu,
pemisahan TAG berdasarkan
jumlah asil C maupun jumlah
ikatan rangkap sangat
dipengaruhi polaritas fase
stasionernya.

Pelindung Organ

45% lemak ada di rongga perut

Menjaga organ dari benturan

Cadangan Energi
Sumber energi terbesar dalam tubuh

9kkal per gram energi dari lemak

Lipid Signaling

Merupakan proses penyampaian pesan

Pesan dari luarsel dikirim ke reseptor sehingga ada


tanggapan dari dalam sel

Progastladin dan
Inflamasi

Prosgastladin merupakan Prostanoids


(bagian dari asam lemak esensial)

Berperan dalam nyeri, demam,


pembekuan darah

Pembentuk
membran sel

Asam lemak jenuh berperan sebagai


konstituen fosfolipid

Berperan dalam memberi sifat fluiditas dan


fleksibilitas membran sel

Sintesis Hormon
Kolesterol dibutuhkan untuk memproduksi hormon steroid, seperti estrogen,
testosteron, progesteron

Penting untuk kehamilan, karakteristik seksual, mengatur kadar kalsium

Sintesis Asam
Empedu

Asam empedu terbuat dari kolesterol


Bertindak sebagai deterjen dalam usus
(melarutkan lemak dari makanan)

Ketidakhadirannya dapat menyebabkan diare

Menjaga suhu
tubuh
50% lemak tersimpan
di bawah permukaan
kulit sehingga tubuh
tetaphangat
Tubuh tidak
kehilangan panas
secara cepat

Pelarut

Vitamin
A,D,E,K

Lemak sebagai
pembantu proses
transportasi dan
absorpsi pelarutan
vitamin yang tak larut
dalam lemak

Pembentukan
Kolesterol
Kolesterol banyak
terletak pada
membran sel dan
lipoprotein plasma
Kolesterol merupakan
prekusor asam
empedu, vit D, hormon
steroid

CONTOH APLIKASI
LIPID

PENGERTIAN BIODIESEL
Biodiesel adalah bahan bakar mesin diesel
yang terbuat dari sumberdaya hayati yang
berupa minyak lemak nabati atau lemak
hewani. Senyawa utamanya adalah ester.
Biodiesel dapat dibuat dari transesterifikasi
asam lemak. Asam lemak dari minyak
lemak nabati direaksikan dengan alkohol
menghasilkan ester dan produk samping
berupa gliserin yang juga bernilai ekonomis
cukup tinggi.

KELEBIHAN BIODIESEL
Sumber daya energi terbarukan dan ketersediaan bahan

bakunya terjamin

Cetane number tinggi (bilangan yang menunjukkan ukuran

baik tidaknya kualitas solar berdasar sifat kecepatan bakar


dalam ruang bakar mesin)

Viskositas tinggi sehingga mempunyai sifat pelumasan yang

lebih baik sehingga memperpanjang umur pakai mesin

Dapat diproduksi secara lokal


Mempunyai kandungan sulfur yang rendah
Menurunkan emisi gas buang
Pencampuran biodiesel dengan petroleum diesel dapat

meningkatkan biodegradibility petroleum diesel sampai 500


%

BAHAN BAKU BIODIESEL

MINYAK
NABATI

BAHAN BAKU
BIODIESEL
Ada berbagai sumber minyak nabati yang dapat
digunakan antara lain :
A. Bahan baku minyak nabati murni; biji
kanola dan minyak kedelai yang paling banyak
digunakan.
B. Minyak jelantah
C. Lemak hewan termasuk produk turunan
seperti asam lemak Omega-3 dari minyak ikan.
D. Algae juga dapat dipergunakan sabagai bahan
baku biodiesel yang dapat dibiakkan dengan
menggunakan bahan limbah seperti air selokan
tanpa menggantikan lahan untuk tanaman
pangan

TANAMAN SUMBER MINYAK


NABATI
Nama latin

Nama Indonesia

Nama lain (daerah)

Elaeis guineensis

Kelapa sawit

Sawit, kelapa sawit

Ricinus communis

Jarak (kastroli)

Kaliki, jarag (Lampung)

Jatropha curcas

Jarak pagar

Ceiba pentandra

Kapok

Randu (Sunda, Jawa)

Chalopyllum inophyllum

Nyamplung

nyamplung

Ximena americana

Bidaro

Bidaro

Tabel 1 Beberapa tanaman penghasil minyak di Indonesia


(Sumber : Pusat Penelitian Energi
ITB)

KANDUNGAN DALAM MINYAK


NABATI
Asam Lemak
Trigliserida

Trigliserida merupakan penyusun utama


minyak nabati dan lemak hewani.

Bebas

Senyawa inilah yang akan dikonversi


menjadi ester melalui reaksi
transesterifikasi.

Asam lemak bebas merupakan


pengotor yang tidak boleh ada
dalam reaksi transesterifikasi.
Karena asam lemak bebas dapat
bereaksi dengan basa sabun yang
sulit dipisahkan dari gliserin
(produk samping
transesterifikasi).

KOMPONEN LAIN DALAM


PEMBUATAN BIODIESEL

Alkohol
Alkohol diumpankan dalam reaksi dalam jumlah
berlebih untuk mendapatkan konversi maksimum.
Katalis
Dalam Reaksi Esterifikasi digunakan mineral asam kuat
ataupun Resin Kation.
Dalam Reaksi Transesterifikasi digunakan NaOH
ataupun KOH.
Gliserin
Gliserin merupakan produk samping proses pembuatan
biodiesel yang bernilai ekonomis tinggi.
Air
Air menjadi sulit dipisahkan jika terdapat sabun. Air
akan berikatan dengan sabun dan gliserin sehingga
pemisahannya menjadi sulit.

REAKSI PEMBUATAN BIODIESEL

REAKSI ESTERIFIKASI
Reaksi yang terjadi merupakan reaksi endoterm. Temperatur
untuk pemanasan tidak terlalu tinggi yaitu 55-60 oC. Secara
umum reaksi esterifikasi adalah sebagai berikut :

Reaksi esterifikasi dapat dilakukan sebelum atau sesudah


reaksi transesterifikasi. Reaksi esterifikasi biasanya
dilakukan sebelum reaksi transesterifikasi jika minyak yang
diumpankan mengandung asam lemak bebas tinggi (>0.5%).
Dengan reaksi esterifikasi, kandungan asam lemak bebas
dapat dihilangkan dan diperoleh tambahan ester.

REAKSI
TRANSESTERIFIKASI
Reaksi transesterifikasi merupakan reaksi
utama dalam pembuatan biodiesel.
Secara umum, terjadi reaksi antara trigliserida
(minyak) dengan metanol dalam katalis basa
untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol
(gliserin).
Sampai tahap ini, pembuatan biodiesel telah
selesai dan dapat digunakan sebagai bahan
bakar yang mengurangi pemakaian solar.

REAKSI TRANSESTERIFIKASI

Alkohol yang sering digunakan adalah metanol, etanol, dan


isopropanol.
Trigliserida bereaksi dengan alkohol membentuk ester dan
gliserin.
Kedua produk reaksi ini membentuk dua fasa yang mudah
dipisahkan. Fasa gliserin terletak dibawah dan fasa ester
alkil diatas.
Ester dapat dimurnikan lebih lanjut untuk memperoleh
biodiesel yang sesuai dengan standard yang telah ditetapkan.

TABEL DATA SIFAT BIODIESEL


Agar dapat digunakan sebagai bahan
bakar pengganti solar, biodiesel
harus mempunyai kemiripan sifat
fisik dan kimia dengan minyak
solar.Berikut merupakan
perbandingan antara sifat solar
dengan biodiesel.

TABEL DATA SIFAT BIODIESEL


Sifat
kimia

fisik

/ Biodies Solar
el
Ester
alkil

Hidroka
rbon

SO2, ppm

Biodies Solar
el
0
78

NO, ppm

37

64

Densitas, g/ml

0,8624

0,8750

NO2, ppm

Viskositas, cSt

5,55

4,6

CO, ppm

10

40

0,25

5,6

Titik kilat,oC

172

98

Partikulat,
mg/Nm3
Benzen, mg/Nm3

0,3

5,01

Angka setana

62,4

53

Toluen, mg/Nm3

0,57

2,31

Xilen, mg/Nm3

0,73

1,57

Komposisi

Energi
dihasilkan

yang 40,1
MJ/kg

45,3
MJ/kg

Tabel 2 perbandingan sifat


fisik dan kimia biodiesel
dan solar

Senyawa emisi

Etil
benzen, 0,3
mg/Nm3

0,73

Tabel 3 perbandingan emisi


pembakaran biodiesel dengan
solar

THANKS!

ANY QUESTIONS?

Kelompok Mentega