Anda di halaman 1dari 27

BAB 7

1-2 ALIRAN COUNTER PARAREL:


PENUKAR PANAS SHELL AND TUBE
PENDAHULUAN
Elemen Tubular. Pemenuhan dari beberapa service industri membutuhkan penggunaan
banyak pipa ganda hairpin. Hal ini cukup memakan tempat dan juga banyak titik yang
memungkinkan terjadinya kebocoran. Saat dimana dibutuhkan permukaan perpindahan kalor
yang besar, hal ini dapat dicapai dengan peralatan shell and tube.

Gambar 7.1 Gulungan Tabung

Gambar 7.2 Ferrule

Peralatan shell and tube melibatkan perluasan dari sebuah tabung ke sebuah
lembaran tabung dan pembentukan lapisan dimana tidak terjadi kebocoran pada kondisi
operasi yang mungkin. Sebuah contoh yang sederhana dan umum dari tabung yang
mengalami perluasan ditunjukkan pada gambar 7.1. Sebuah lubang tabung pada sebuah
lembaran tabung dibor dengan diameter yang jauh lebih besar daripada diameter luar
dari tabung, dan dua atau saluran dipotong pada lubang dindingnya. Tabung
ditempatkan pada bagian dalam lubang tabung, dan kemudian sebuah pemutar tabung
dimasukkan ke bagian akhir tabung. Pemutar tersebut adalah mandril berputar yang
mempunyai sedikit bagian runcing. Ia juga mampu untuk melewati batas elastis dari
tabung metal dan mengubahnya ke kondisi semiplastik sehingga jika mengalir ke
saluran akan membentuk lapisan yang sangat ketat. Tabung berputar merupakan sebuah
ketrampilan, karena sebuah tabung mungkin dapat rusak karena putaran kertas yang
tipis dan meninggalkan sebuah pelindung dengan sedikit kekuatan struktur.
Pada beberapa penggunaan industri, untuk memasang tabung pada lembaran
tabung sehingga dapat dengan mudah dihilangkan sebagaimana yang ditunjukkan pada
gambar 7.2. Tabung-tabung sebenarnya dikemas dalam lembaran tabung dengan cara
ferrules dengan menggunakan packing ring dengan material metal lunak.
Heat Exchanger Tube. Heat Exchanger Tube juga merujuk sebagai tabung
kondenser dan sebaiknya jangan sampai keliru dengan pipa besi atau pipa jenis lainnya
yang ditekan menjadi ukuran pipa besi. Diameter luar dari heat exchanger atau
kondenser tabung adalah diameter luar nyata dalam inch dengan toleransi yang sangat
ketat. Heat exchanger tabung tersedia dalam berbagai jenis metal termasuk besi,
tembaga, admiralty, logam Muntz, kuningan, 70-30 tembaga-nikel, perunggu,
aluminum, dan stainless steel. Mereka dapat dihasilkan dengan berbagai ketebalan
dinding yang berbeda yang didefinisikan oleh Birmingham wire gage yang biasanya
merujuk sebagai BWG atau gage dari tabung. Ukuran dari tabung yang umumnya
tersedia seperti yang terdapat pada Tabel 10 pada Lampiran dengan diameter luar dan
1 inch. OD merupakan disain umum pada heat exchanger. Data pada tabel 10 telah
disusun sesuai dengan tata letak yang leibh berguna pada perhitungan perpindahan
kalor.

Gambar 7.3 Tampilan Umum untuk Exchanger


Pitch tabung. Lubang tabung tidak dapat dibor dengan jarak yang lebih dekat
karena berdekatan dengan jarak yang sangat kecil akan menjadi kelemahan pada
lembaran tabung. Jarak yang lebih dekat diantara dua lubang tabung adalah clearance
atau ligament, dan sekarang menjadi standar. Tabung diletakkan dengan pola persegi
atau segitiga seperti yang ditunjukkan pada gambar 7.3a dan 7.3b. Keuntungan dari
pitch persegi adalah tabung lebih mudah dibersihkan dari luar dan menghasilkan
pressure drop yang lebih kecil saat fluida mengalir pada arah seperti yang ditunjukkan
pada gambar 7.3a. Pitch tabung (PT) adalah jarak paling dekat antar dua titik pusat
tabung. Pitch yang umum untuk tampilan persegi adalah in OD pada pitch persegi 1
in dan 1 in OD pada 1 in. untuk tampilan segitiga yaitu in OD pada 15/16 in pitch
segitiga, OD in pada pitch segitiga 1 in, dan OD 1 in pada pitch segitiga 1 in. Pada
gambar 7.3c tampilan pitch persegi telah berputar 45o, sama seperti gambar 7.3a. Pada
gambar 7.3d menunjukkan modifikasi secara mekanik dari pitch segitiga jika tabung
tersebar merata, mungkin untuk dilakukan pembersihan.
Shell. Shell dibuat dari pipa besi dengan diameter nominal IPS mencapai 12 in
seperti pada tabel 11. Diameter luar nyata di atas 12 dan termasuk 24 in dan diameter
pipa nominalnya adalah sama. Ketebalan standar dinding dari shell dengan diameter
dalam dari 12 sampai 24 in adalah 3/8 in, yang cukup untuk tekanan operasi sampai
dengan 300 psi. Ketebalan dinding yang lebih besar dapat dihasilkan dengan pressure
yang lebih besar. Shell dengan diameter di atas 24 in dibuat dengan piringan besi
berputar.
Lembaran Tabung Exchanger Stasioner. Tipe yang paling sederhana dari
exchanger adalah fixed atau stationary tube-sheet exchanger yang salah satunya
ditentukan pada gambar 7.4. Bagian-bagian penting adalah shell (1), peralatan dengan 2

nozzle dan lembaran-lembaran tabung (2) pada setiap bagian akhir, yang juga berperan
sebagai flange untuk tambahan dari 2 aliran (3) dan masing-masing penutup channel
(4). Tabung-tabung diekspansi menjadi lembaran tabung dan digunakan bersama baffle
(5) di bagian shell. Perhitungan luas perpindahan panas efektif didasari pada jarak
antara permukaan dalam lembaran tabung terhadap panjang tabung menyeluruh.

Gambar 7.4 Fixed-head Tubular Exchanger


Baffle. Sangatlah jelas bahwa koefisien perpindahan panas yang lebih tinggi
didapatkan saat cairan berada pada keadaan yang turbulen. Untuk menimbulkan
turbulensi di bagian luar tabung, biasanya digunakan baffle yang menyebabkan cairan
mengalir melalui shell pada sudut yang benar terhadap arah axis tabung. Hal ini
menyebabkan turbulensi bahkan saat sedikit aliran yang melewati shell. Jarak antar titik
pusat baffle disebut baffle pitch atau baffle spacing. Karena baffle dapat diletakkan
berdekatan atau berjauhan laju alir massa tidak sepenuhnya bergantung pada diameter
shell. Jarak baffle pada umumnya tidak lebih besar dari diameter dalam shell atau lebih
dekat dari jarak 1/5 diameter dalam shell. Baffle dipasang secara aman dengan jarak
pada baffle (6) seperti ditunjukkan pada gambar 7.4, yang terdiri dari baut terpasang
pada lembaran tabung dan sejumlah pipa dengan panjang lebih kecil yang membentuk
tepi pinggir diantara baffle yang berdekatan. Detail yang diperbesar ditunjukkan pada
gambar 7.5.
Ada beberapa tipe baffle yang dipakai dalam heat exchanger, namun yang
paling umum adalah baffle bersegmen seperti yang ditunjukan pada gambar 7.6. Bafflebaffle bersegmen berbor piringan dengan ketinggian pada umumnya 75% dari diameter
dalam shell yang kemudian dikenal sebagai 25% cut baffle dan akan digunakan
sepanjang buku ini walaupun potongan fraksi baffle yang lain juga digunakan dalam

industri. Sebuah review mengenai pengaruh baffle cut pada koefisien perpindahan kalor
dibuat oleh Donohue. Ini semua dapat disusun seperti yang ditunjukkan, untuk aliran
up and down atau dapat dirotasikan 90o untuk menghasilkan aliran side to side
yang kemudian diinginkan saat campuran liquid dan gas mengalir melalui shell. Baffle
pitch dan bukan 25% cut baffle seperti yang ditunjukkan kemudian menentukan
kecepatan efektif dari fluida shell.

Gambar 7.5 Detail Baffle Sapacer (diperbesar)

Gambar 7.6 Detail Baffle per Segmen

Gambar 7.7 Baffle Tipe Disc dan Doughnut


Tipe-tipe baffle lainnya adalah disc dan doughnut pada gambar 7.7 dan orifice
baffle pada gambar 7.8. Meskipun tipe-tipe tambahan biasanya digunakan namun
mereka tidak penting secara umum.

Gambar 7.8 Orifice Baffle


Fixed Tube Sheet Exchanger With Integral Channels. Beberapa variasi lain
dari Fixed Tube Sheet Exchanger ditunjukan pada gambar 7.9 di mana lembaran
dimasukkan ke bagian dalam shell membentuk channel yang merupakan bagian
terintegrasi dari shell. Dalam penggunaan stationary tubesheet exchanger biasanya
penting untuk menghasilkan ekspansi kalor turunan antara tube dan shell selama
operasional, atau thermal stress yang akan dibangun sepanjang lembaran tabung. Hal ini
dapat dicapai dengan penggunaan sebuah expansion joint pada shell di mana sejumlah
tipe joint flexible tersedia.

Gambar 7.9 Fixed Tube Sheet Exchanger With Integral Channels


Fixed Tube Sheet 1-2 Exchanger. Tipe-tipe exchanger seperti yang ditunjukan
pada gambar 7.4 dan 7.9 dapat dipertimbangkan untuk mengoperasikan aliran counter.
Meskipun kenyataannya fluida shell mengalir melalui bagian luar tabung. Dari sudut
pandang praktisi, sangat sulit untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi ketika suatu
fluida mengalir melalui semua tabung dalam single pass. Hal ini dapat diabaikan
dengan memodifikasi desain sehingga fluida tabung dibawa melewati fraksi tabung
secara berurutan. Sebuah contoh dari two pass fixed tube sheet exchanger ditunjukan
pada gambar 7.10, di mana semua fluida tabung mengalir melewati 2 tabung.

Gambar 7.10 Fixed Tube Sheet 1-2 Exchanger


Exchanger di mana aliran fluida bagian shell 1 kali melewati shell dan fluida di
dalam tube mengalir 2 kali atau lebih disebut 1-2 exchanger. Channel tunggal
digunakan dengan dengan partisi untuk membiarkan fulida tube untuk masuk dan keluar
dari channel yang sama. Pada bagian akhir exchanger yang berlawanan, sebuah bonnet
disediakan untuk membiarkan fluida tube untuk melewati dari lewatan pertama ke
lewatan kedua. Sebagaimana semua fixed tube sheet exchanger, tabung bagian luar
dapat dicapai untuk inspeksi atau pembersihan mekanis. Tabung bagian dalam dapat
dibersihkan dengan hanya memindahkan penutup channel dan menggunakan pembersih
berputar atau sikat kawat. Permasalahan ekspansi sangat kritis pada 1-2 fixed tube sheet
exchanger karena kedua lewatan sebagaimana shell itu sendiri cenderung berekspansi
secara berbeda dan menyebabkan tekanan pada lembaran tabung stasioner.

Gambar 7.11 Pull-through Floating-head 1-2 Exchanger


Removeable Bundle Exchanger. Pada gambar 7.11 ditunjukan bahwa bagian
yang berlawanan dari 1-2 exchanger memiliki bundle tabung yang dapat dipindahkan

dari shell. ini terdiri dari lembaran tabung yang staisioner yang dijepit di antara dua
channel flange tunggal dan sebuah shell flange. Pada bagian akhir yang berlawanan dari
bundle tabung diperluas menjadi floating tube sheet dan floating head yang dapat
bergerak bebas. Sebuah penutup floating head dibaut ke lembaran tabung dan seluruh
bundle dapat ditarik dari bagian channel. Shell terletak berdekatan dengan shell bonnet.
Floating head menghilangkan masalah ekspansi turunan pada sebagian besar kasus dan
disebut sebagai pull through floating head.

Gambar 7.12 Floating-head 1-2 Exchanger


Kerugian dari penggunaan pull through floating head adalah geometrinya yang
sederhana. Untuk alasan keamanan penutup floating head harus dibaut ke lembaran
tabung dan dibutuhkan baut bundar membutuhkan penggunaan ruang dimana
memungkinkan untuk menyisipkan sejumlah besar tabung. Pembautan tidak hanya akan
mereduksi jumlah tabung yang akan diletakkan di bagian bundle tabung, tetapi juga
menyediakan aliran channel yang yang tidak diinginkan diantara channel dan shell.
Tujuan in dapat lebih tercapai pada split-ring floating-head 1-2 exchanger seperti yang
ditunjukkan pada gambar 7.12. Meskipun HE tersebut cukup mahal untuk diproduksi,
akan tetapi memiliki banyak keuntungan. Berbeda dengan tipe pull-through,
penggunaan split-ring pada floating tube sheet dan dan penutup shell yang oversize
mengakomodasinya. Detail dari sebuah split ring ditunjukkan pada gambar 7.13.
Floating tube sheet diikat diantara penutup floating-head dan pengikat ring diikat pada
bagian belakang lembaran tabung yang dipisah separuh untuk membiarkan
pembongkaran. Perbedaan manufaktur memiliki perbedaan dengan desain yang
ditunjukkan di sini. Akan tetapi semua dapat memenuhi tujuan untuk menyediakan
kenaikan permukaan sepanjang pull-through floating head pada shell dengan ukuran

yang sama. Cetakan channel dengan penutup channel yang tidak dapat dipindahkan
juga disediakan sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar 7.12.

Gambar 7.13 Split-ring


Tube-Shell Layouts Dan Tube Count. Contoh tipe tampilan tabung untuk
exchanger dengan sebuah split-ring floating head ditunjukkan pada gambar 7.14.
Layout nyata untuk ID shell 13 dengan OD tabung 1 dengan susunan pitch segitiga
disusun untuk tabung 6 lewatan. Partisi susunan juga ditunjukkan untuk channel dan
penutup floating-head sepanjang orientasi lewatan. Tabung biasanya tidak diletakkan
simetris dengan lembaran tabung. Ruang masukan tambahan biasanya tidak dibolehkan
pada shell dengan menghilangkan tabung di bawah masukan nozzle sebagaimana untuk
meminimalisir efek kontraksi dari fluida yang memasuki shell. Saat tabung diletakan
dengan jarak minimum di antara partisi dan berdampingan dengan tube dengan diameter
bebas dari gangguan disebut outer tube limit, jumlah tabung pada layout disebut
tube count.

Gambar 7.14 Tampilan Tube-sheet untuk ID 13 in dengan OD 1 in pada pitch segitiga


dengan 6 tabung lewatan.
Hal ini tidak selalu mungkin untuk mendapatkan jumlah tabung yang sesuai
pada setiap lewatan, meskipun pada exchanger yang besar ketidakseimbangan tidak
boleh lebih besar dari 5%. Pada tabel 9 lampiran tube count untuk OD tabung dan 1
in diberikan satu lewatan shell dan susunan tabung lewatan yaitu 1, 2, 4, 6, dan 8. Tube
count ini termasuk di dalamnya jalur masukan bebas di bawah masukan nozzle setara
dengan luas penampang dari nozzle yang ditunjukan pada tabel 7.1. Saat masukan
nozzle yang lebih besar digunakan, ruang masukan ekstra dapat dihasilkan dengan
melebarkan masukan nozzle pada bagian dasarnya atau menghilangkan tabung yang
biasanya terletak dengan masukan nozzle.
Shell ID, in
Kurang dari 12
12 17
19 21
23 29
31 37
Lebih dari 39

Nozzle, in
2
3
4
6
8
10

Packed Floating Head. Modifikasi lainnya dari floating head 1-2 exchanger
adalah packed floating exchanger seperti yang ditunjukan pada gambar 7.15. Exchanger
ini merupakan sebuah perpanjangan dari lembaran floating head tube yang dibatasi

dengan cara sebuah packing gland. Meskipun secara keseluruhan cukup untuk shell
dengan ID sampai 36 in, packing gland yang lebih besar tidak direkomendasikan untuk
tekanan yang lebih tingi atau yang menyebabkan vibrasi.
U-Bend Exchanger. 1-2 exchanger yang ditunjukan pada gambar 7.16 terdiri
dari tabung-tabung yang membengkok membentuk huruf U dan berputar menjadi
lembaran tabung. Tabung-tabung dapat dilebarkan secara bebas, menghilangkan
kebutuhan floating tube sheet, penutup floating head, shell flange, dan penutup shell
yang dapat bergerak. Baffle dapat dipasang dengan tata letak konvensional pada pitch
persegi maupun segitiga. Diameter paling kecil dari U-bend yang dapat belokan tanpa
mendeformasi diameter luar dari tabung pada bengkokan yang memiliki diameter 3-4
kali dari diameter luar tabung. Hal ini berarti bahwa biasanya penting untuk
menghilangkan beberapa tabung pada bagian pusat bundle tergantung pada
tampilannya.

Gambar 7.15 Packed Floating Head 1-2 Exchanger

Gambar 7.16 U-bend Exchanger

Gambar 7.17 U-bend Double Tube Sheet Exchanger


Sebuah modifikasi yang mearik dari U-bend exchanger ditunjukkan pada
gambar 7.13. HE ini memerlukan lembaran tabung ganda stasioner dan juga digunakan
saat kebocoran salah satu aliran fluida ke bagian lain dari tabung dapat menyebabkan
kerusakan korosi yang serius. Dengan menggunakan dua lembaran tabung dengan jarak
udara diantaranya, baik kebocoran fluida melewati sambungan shell dapat dialirkan ke
atmosfer. Dengan cara ini tidak ada aliran yang akan terkontaminasi kecuali jika terjadi
korosi pada bagian tabung itu sendiri kegagalan tabung bahkan dapat dicegah dengan
mengaplikasikan pressure shock test ke tabung secara periodik.
PERHITUNGAN DARI SHELL AND TUBE EXCHANGER.
Shell Side Film Coefficient. Koefisien perpindahan kalor bundle tabung bagian
luar merujuk pada koefisien bagian shell. Saat bundle tabung menggunakan baffle fluida
pada bagian shell secara langsung melewati tabung dari atas ke bawah atau side to
side, koefisien perpindahan kalor lebih besar dari aliran yang tidak terganggu
sepanjang axis tabung. Koefisien perpindahan yang lebih besar dihasilkan dari kenaikan
turbulensi. Pada pitch persegi seperti yang ditunjukan pada gambar 7.18 kecepatan pada
fluida secara kontinyu menjadi fluktuatif karena keterbatasan area diantara jarak tabung
dibandingkan dengan area aliran diantara baris yang berurutan. Pada pitch segitiga
turbulensi lebih besar dipertemukan karena fluida mengalir diantara tabung yang
berdekatan pada kecepatan tinggi yang mengenai barisan berurutan secara langsung.
Hal ini mengindikasikan saat pressure drop dan kebersihan adalah konsekuensi kecil,
pitch segitiga adalah penting untuk pencapaian tingginya koefisien film bagian shell.
Hal ini biasanya kasus dan pada kondisi perbandingan dari aliran dan ukuran koefisien
tabung untuk pitch segitiga lebih besar 25% dari pitch persegi.

Gambar 7.18 Aliran Melalui Sebuah Bundle


Beberapa faktor yang diabaikan dalam bab-bab sebelumnya mempengaruhi
tingkat perpindahan kalor pada bagian shell. Panjang dari sebuah bundle seharusnya
dibagi oleh enam baffle. Seluruh fluida melewati bundle sebanyak 7 kali. Jika sepuluh
baffle dipasang dengan panjang yang sama dengan bundle, maka akan dibutuhkan
bundle yang dilewati sebanyak sebelas kali, jarak yang lebih dekat akan menghasilkan
turbulensi yang lebih besar. Sebagai tambahan dari efek jarak antar baffle, koefisien
bagian shell juga akan dipengaruhi tipe pitch, ukuran tabung, jarak, dan karakteristik
aliran fluida. Lebih jauh lagi, tidak ada area aliran nyata di mana laju alir massa bagian
shell dapat dihitung karena daerah aliran berbeda-beda diameter bungkusan dengan
jumlah yang berbeda tabung jarak bersih di masing-masing baris longitudinal tabung.
Korelasi yang diperoleh untuk cairan yang mengalir dalam tabung ini jelas tidak berlaku
untuk cairan yang mengalir melalui tabung segmental bundel dengan speaker, dan ini
memang ditanggung oleh percobaan. Namun, dalam membangun metode korelasi
bentuk faktor perpindahan panas jn = (hD/k)(c/k)-1/3(/)-0.14 vs. DG/ telah
dipertahankan, sesuai dengan saran McAdams,1 tetapi menggunakan nilai-nilai fiktif
untuk diameter setara D, dan kecepatan massa G, seperti yang dibahas di bawah ini.
Gambar 28 dalam Lampiran korelasi data industri yang memberikan hasil memuaskan
untuk hidrokarbon, senyawa organik, air, larutan berair, dan gas ketika bungkusan
diterima menggunakan baffles dengan jarak bersih antara speaker dan tabung dan antara
baffles dan shells.2 Bukan berarti kurva melalui data namun aman kurva sedemikian
rupa sehingga deviasi titik-titik uji dari kurva berkisar dari 0 sampai kira-kira 20 persen
tinggi. Hal ini dikarenakan garis mengekspresikan persamaan memiliki sebuah

lengkungan, yang tidak dapat dievaluasi dalam bentuk sederhana persamaan (3.42),
sejak proporsionalitas konstan dan eksponen dari bilangan Reynolds benar-benar
bervariasi. Untuk nilai Re dari tahun 2000 menjadi 1.000.000 namun, data diwakili oleh
persamaan
ho D o
D G
=0.36 e a
k

0.55

1 /3

0.14

) ( )( )
c
k

dimana ho, De, dan Ga adalah sebagai dijelaskan di bawah ini. Perhitungan
menggunakan Gambar. 28 sangat sesuai dengan metode Colburn3 dan Short4 dan data
pengujian Breidenbach5 dan O'Connell pada sejumlah komersial penukar panas. Ini
akan dilakukan dalam Gambar. 28 bahwa tidak ada diskontinuitas di bilangan Reynolds
sendirian. Semua data pada Gambar. 28 mengacu pada aliran turbulen.
Shell-side Mass Velocity.
Kecepatan linear dan massa fluida terus-menerus berubah di bundle, karena lebar dari
shell dan jumlah tabung bervariasi dari nol di bagian atas dan bawah untuk maksimal di
tengah-tengah shell. Untuk setiap tabung atau fraksi ada dianggap C''x 1 in.2 dari daerah
per crossflow dari ruang mencengangkan. Sisi shell atau bundel daerah crossflow adalah
as yang diberikan oleh
ID C B} over {{P} rsub {T} 144}
as =

{ft} ^ {2}

(7.1)

dan seperti sebelumnya, kecepatan massa adalah


G s=

W
lb/(hr )(ft 2 )
as

(7.2)

Shell-side Equivalent Diameter.


Menurut definisi, jari-jari hidrolik sesuai dengan luas lingkaran setara dengan luas
daerah noncircular saluran rendah dan tegak lurus terhadap arah aliran. Jari-jari hidrolik
yang digunakan untuk mengkorelasikan shell-sisi bundel memiliki koefisien untuk
speaker tidak benar jari-jari hidrolik. Arah aliran dalam cangkang sebagian di sepanjang
sebagian tegak lurus terhadap sumbu panjang dari tabung bungkusan. Daerah aliran
tegak lurus terhadap sumbu panjang adalah variabel dari baris ke tabung tabung baris.
Sebuah dasar jari-jari hidrolik pada daerah aliran di salah satu baris tidak bisa
membedakan antara persegi dan segitiga pitch. Dalam rangka untuk mendapatkan
korelasi sederhana menggabungkan baik ukuran dan kedekatan dari tabung dan jenis
lapangan, diperoleh kesepakatan yang sangat baik jika jari-jari hidrolik dihitung

sepanjang bukan di sumbu panjang dari tabung. Setara diameter shell kemudian diambil
sebagai empat kali jari-jari hidrolik diperoleh untuk pola seperti tercantum di atas
lembaran tabung. Mengacu pada Gambar. 7.19, di mana mencakup crosshatch
ensiklopedia area1 untuk square pitch
(7.3)
Atau
(7.4)
dimana Ft adalah lapangan tabung dalam inci yang d0 tabung diameter luar dalam inci.
Untuk segitiga lapangan seperti ditunjukkan pada Gambar 7.19. perimeter yang
terbasahi elemen sesuai dengan setengah tabung.
(7.5)
Akan tampak bahwa metode ini mengevaluasi hidrolik diameter jari-jari dan setara tidak
membedakan antara persentase relatif sudut kanan mengalir ke aliran aksial, dan ini
benar. Hal ini dimungkinkan, dengan menggunakan shell yang sama, memiliki massa
yang sama kecepatan, setara diameter, dan bilangan
Fig 7.19.
Reynolds menggunakan jumlah besar cairan dan membingungkan besar lapangan atau
sejumlah kecil cairan dan membingungkan kecil pitch atau jumlah kecil dan fluid pitch
membingungkan kecil, walaupun proporsi sudut kanan mengalir ke aliran aksial
berbeda.
Perbedaan Suhu yang Benar t dalam 1-2 Exchanger.
Plot tipikal vs suhu panjang untuk memiliki salah satu exchanger shell lulus dan dua
melintas ditunjukkan pada Gambar. 7.20 untuk pengaturan nossel ditunjukkan. Relatif
terhadap fluida shell, satu tabung lulus dalam counterflow dan yang lain dalam aliran
paralel. Perbedaan suhu yang lebih besar telah ditemukan, dalam Bab. 5, mengakibatkan
ketika proses aliran dalam perbedaan counterflow dan yang lebih kecil untuk aliran
paralel. 1-2 penukar yang merupakan kombinasi dari keduanya, dan LMTD untuk aliran
counterflow atau paralel saja tidak dapat perbedaan suhu yang benar untuk pengaturan
aliran-counterflow paralel. Sebaliknya perlu mengembangkan persamaan untuk
perhitungan baru yang efektif atau benar perbedaan suhu t untuk menggantikan
counterflow LMTD. Metode yang digunakan di sini adalah modifikasi dari derivasi dari

Underwood1 dan disajikan dalam bentuk akhir yang diusulkan oleh Nagle2 dan
Bowman, Mueller, dan Nagle.3
Suhu cairan kulit bisa mengalami salah satu dari dua variasi seperti yang berasal dari
inlet ke outlet, melintasi tabung kumpulan beberapa kali dalam proses: (1) Begitu
banyak turbulensi diinduksi bahwa shell benar-benar bercampur cairan pada setiap
panjang X dari nozzle inlet, atau (2) begitu sedikit turbulensi diinduksi bahwa ada suhu
atmosfer yang selektif tentang tabung setiap tabung melewati secara individual. Bafflebaffle dan sifat turbulensi setiap komponen aliran melintasi bundel muncul untuk
menghilangkan (2) sehingga (1) diambil sebagai yang pertama dari asumsi untuk
derivasi dari perbedaan suhu yang benar dalam 1-2 exchanger. Assumsi yang digunakan
adalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Temperatur fluida shell adalah rata-rata suhu isotermal pada setiap penampang.
Ada dalam jumlah yang sama permukaan pemanas di setiap lewat.
Keseluruhan Koefisien perpindahan panas adalah konstan.
Laju aliran masing-masing fluida adalah konstan.
Panas spesifik dari masing-masing fluida adalah konstan.
Tidak ada perubahan fasa penguapan atau kondensasi di bagian dari exchanger.
Kerugian panas dapat diabaikan.

Panas keseluruhan keseimbangan, dimana t adalah perbedaan suhu yang benar, adalah
(7.6)
Dimana
(7.7)
Dalam Gambar. 7.20a T merupakan suhu fluida shell pada setiap penampang dari
cangkang L = X antara L = 0 dan L = L. Biarkan tI dan tII mewakili suhu di tabung
pertama dan kedua berlalu, masing-masing, dan pada penampang yang sama seperti T.
Biarkan "menjadi permukaan eksternal per kaki panjang. di permukaan inkremental dA
= a" dL shell perubahan suhu oleh dT. Seluas dA
(7.10)
Tapi dalam persamaan ini T, tI, dan tII adalah variabel dependen. Keseimbangan panas
dari L = X ke panas-fluida inlet adalah
(7.11)
dan keseimbangan panas per pass
(7.15)

(7.16)
Mensubstitusikan dalam Persamaan. (7.14) dan menyusun ulang,
(7.17)
Jumlah variabel dalam Persamaan. (7.15) telah dikurangi dari tiga (T, tI, tII) untuk dua
(T dan tI). Untuk solusi ini adalah untuk menghilangkan parameter yang diperlukan,
baik T atau t. Penyederhanaan dengan penggunaan parameter seperti dalam kasus pipa
ganda exchanger membiarkan
(7.17a)
(7.21)
Karena perubahan panas masuk akal, proporsional langsung ada antara suhu precentage
naik (atau turun) dan Q.
(7.22)
(7.24)
(7.25)
Solusi dari persamaan ini akan ditemukan dalam standar-persamaan diferensial teks.
Persamaannya
(7,26)
Ketika T = T1, A akan meningkat dari 0 sampai A, dan membentuk solusi dari
Persamaan. (7,24) K1 = T2 sehingga Persamaan. (7,26) menjadi
(7.27)
Mengambil logaritma dari kedua belah pihak dan menyederhanakan,
(7.28)
(7.29)
Substitusi nilai dT/dA dari Persamaan. (7.19) dan karena di A = 0, tI = t1, tII = t2, dan T =
T1, tI + tII = t1 + t2
(7.36)
Substitusi ke dalam persamaan (7.28),
(7.37)
Persamaan (7,37) adalah hubungan untuk perbedaan suhu yang benar selama 1-2 aliran
paralel-counterflow. Bagaimana hal ini dibandingkan dengan mempekerjakan LMTD
untuk counterflow suhu proses yang sama? Untuk couterflow
(7.38)

Dimana
(7.39)
Rasio perbedaan suhu yang benar kepada LMTD adalah
(7.40)
memanggil rasio fraksional perbedaan suhu yang benar ke LMTD FT
(7.41)
Persamaan Fourier selama 1-2 exchanger sekarang dapat ditulis:
(7.42)
Untuk mengurangi perlunya penyelesaian Persamaan. (7.37) atau (7.41), faktor koreksi
FT untuk LMTD telah diplot pada Gambar. 18 pada Lampiran sebagai fungsi dari S
dengan R sebagai parameter. Ketika nilai S dan R adalah dekat dengan bagian vertikal
kurva, sulit untuk membaca gambar dan FT harus dihitung dari Persamaan. (7.41) secara
langsung. Ketika sebuah exchanger memiliki satu shell pass dan empat, enam, delapan,
atau lebih genap lewat tabung seperti 1-4, 1-6, atau 1-8 penukar, Persamaan. (7.10)
menjadi 1-4 untuk exchanger untuk 1-6 exchanger
Dapat ditunjukkan bahwa nilai-nilai FT untuk 1-2 dan 1-8 penukar kurang dari 2 persen
terpisah dalam kasus ekstrim dan umumnya sangat kurang. Oleh karena itu adat untuk
menggambarkan setiap exchanger memiliki satu shell lulus dan dua atau lebih genap
tabung lewat di aliran paralel-counterflow sebagai exchanger 1-2 dan menggunakan
nilai yang diperoleh dari Persamaan FT. (7.41). Alasan Ft akan kurang dari 1.0 adalah
secara alami disebabkan oleh kenyataan bahwa tabung lewat di paralel dengan cairan
kulit tidak memberikan kontribusi sangat efektif perbedaan suhu seperti yang terdapat
dalam counterflow dengannya.
Ada pembatasan penting penggunaan Gambar. 18. walaupun setiap penukar memiliki
nilai FT di atas nol akan beroperasi secara teoritis, tidak praktis benar. Kegagalan untuk
memenuhi dalam praktiknya semua asumsi yang digunakan dalam derivasi, asumsi 1, 3,
dan 7 secara khusus, dapat menyebabkan kesenjangan serius dalam perhitungan t.
Sebagai akibat dari perbedaan jika nilai aktual ti pada Gambar. 7.20a pada akhir lulus
paralel diperlukan untuk pendekatan T2 lebih dekat daripada nilai turunan ti, hal itu
mungkin memaksakan suatu pelanggaran terhadap aturan aliran paralel, yakni outlet
permukaan nite. Oleh karena itu tidak dianjurkan atau praktis untuk menggunakan

exchanger 1-2 setiap kali faktor koreksi FT dihitung harus kurang dari 0,75 Sebaliknya
beberapa pengaturan lainnya yang diperlukan lebih menyerupai counterflow.
Hubungan suhu untuk kasus di mana orientasi shell telah dibalikkan nozel ditunjukkan
pada Gambar. 7,21 untuk inlet dan outlet sama suhu diplot pada Gambar. 7,20.
Underwood1 telah menunjukkan bahwa nilai-nilai FT bagi keduanya identical.2 Sejak 12 exchanger adalah kombinasi dari counterflow dan paralel lewat aliran, mungkin
diharapkan bahwa salah satu outlet aliran proses tidak dapat mendekati teluk kecil yang
lainnya yang sangat erat. Bahkan itu dalam aliran paralel-counterflow peralatan untuk
menelepon T2 - t2 pendekatan t2 > T2, maka t2 - T2 disebut temperature cross.
Hal ini berguna untuk menyelidiki beberapa proses khas untuk mencatat suhu dan
pengaruh berbagai pendekatan dan salib atas nilai FT. Untuk layanan yang diberikan
pengurangan Ft bawah kesatuan dalam Persamaan. (7,42) adalah dikompensasi oleh
peningkatan permukaan, Jadi jika proses suhu tetap mungkin tidak bijaksana untuk
menggunakan aliran paralel kontra-aliran exchanger sebagai melawan counterflow
exchanger, karena akan meningkatkan biaya peralatan di luar nilai dari mekanis
keuntungan. pada Gambar dua pasang 7,22 cairan masing-masing sama kisaran dari 100
dan 50 F.
Suhu Air-Keluaran Optimum
Dalam penggunaan air sebagai media pendingin, untuk daya tertentu memungkinkan
terjadinya sirkulasi air dalam jumlah besar dengan beda suhu kecil atau sirkulasi air
dalam jumlah kecil dengan beda suhu yang besar. Perbedaan suhu air tersebut akan
secara otomatis memengaruhi nilai LMTD. Jika digunakan jumlah air yang banyak,
maka t2 akan lebih besar dari T1, sehingga dibutuhkan luas permukaan yang lebih kecil
karena nilai LMTD besar. Walaupun hal ini akan menurunkan biaya investasi dan biaya
tetap, dengan biaya depresiasi dan maintenance yang juga berkurang, namun biaya
operasi akan meningkat akibat penggunaan air dalam jumlah besar. Oleh karena itu,
harus ada sebuah kondisi optimum antara dua kondisi tersebut: banyak air dengan luas
permukaan kecil atau sedikit air dengan luas permukaan besar.
Sebelumnya telah diasumsikan bahwa tekanan air dapat mengatasi pressure
drop pada penukar panas dan biaya penggunaan air hanya bergantung pada jumlah yang
digunakan. Diasumsikan juga bahwa cooler beroperasi secara counterflow, sehingga t

= LMTD. Jika nilai aproksimasinya kecil atau terjadi temperature cross, penurunan
rumus berikut membutuhkan estimasi nilai FT sebagai faktor pengali LMTD.
Total biaya tahunan alat penukar panas pada keseluruhan pabrik dihitung sebagai
penjumlahan dari biaya tahunan penggunaan air dan biaya tetap, termasuk biaya
maintenance dan depresiasi.
Jika CT adalah total biaya tahunan,
CT = (biaya air/lb)(lb/jam)(jam operasi tahunan) + (biaya tetap tahunan/ft2)(ft2)
Q = wc (t2t1) = UA (LMTD)

(7.49)

Substitusi bagian heat-balance pada Persamaan 7.49, dengan w = Q/[c(t2-t1)] dan luas
permukaan A = Q/U(LMTD)
CT =

QC w

CF Q
c ( t 2t 1 ) U ( LMTD)
+

dengan = waktu operasi tahunan (jam)


Cw = biaya air/lb
CF = biaya tetap tahunan/ft2
Asumsikan U sebagai nilai konstan
LMTD=

t 2 t 1
t
ln 2
t1

Semua faktor dijaga konstan kecuali suhu air-keluaran dan t2,


CT =

Q C w
+
c ( t 2t 1 )

CF Q
U

T 1 t 2 t 1
( T 1t 2 )
ln
t1

(7.50)

Kondisi optimum akan terjadi saat total biaya tahunan mencapai angka minimum, juga
saat dCT/dt2 = 0.
U C w T 1 t 2 t 1 2
T t
1
=ln 1 2 1
CF c
t 2 t 1
t1
( T 1t 2 ) / t1

(7.51)

Saat nilai U tinggi atau terjadi perbedaan fluida panas yang besar, nilai suhu airkeluaran optimum dapat dianggap berada di atas batas atas yaitu 120oF. Hal ini tidak
selalu benar, karena biaya maintenance akan selalu naik sampai di atas 20% dari nilai
sebelumnya jika suhu naik sebesar 120oF. Kenaikan temperatur air-keluaran tidak akan
menaikkan biaya maintenance.

Gambar 7.24 Temperatur Air-keluaran Optimum (Perry, Chemical Engineers Handbook,


McGraw-Hill Book Company, Inc., New York, 1950.)

Alat Penukar Panas Larutan (Solution Exchanger)


Salah satu dari jenis penukar panas yang paling banyak digunakan, mencakup
pemanasan dan pendinginan larutan dimana terdapat kekurangan data fisik. Hal ini
dapat dipahami, selama grafik data fisik terhadap temperatur tidak hanya dibutuhkan
kombinasi pelarut dan zat terlarut, tetapi juga data perbedaan konsentrasi. Beberapa data
yang diperoleh dari literatur dan hasil studi lain menghasilkan aturan formulasi untuk
mengestimasi sifat-sifat fisik larutan yang dipertukar-panaskan. Sifat-sifat fisik tersebut
adalah:
Konduktivitas termal
Larutan liquid organik: menggunakan konduktivitas berbobot (weighted conductivity).
Larutan liquid organik dan air: menggunakan 0.9 kali konduktivitas berat.

Larutan garam dan air yang disirkulasi melalui shell: menggunakan 0.9 kali
konduktivitas air dengan konsentrasi di atas 30%.
Larutan garam dan air yang disirkulasi melalui tubes tidak lebih dari 30%:
menggunakan Gambar 24 dengan konduktivitas 0.8 kali konduktivitas air.
Dispersi koloid: menggunakan 0.9 kali konduktivitas dispersi liquid.
Emulsi: menggunakan 0.9 kali konduktivitas liquid di sekitar butiran air.
Panas Spesifik
Larutan organik: menggunakan spesifik panas berbobot (weighted specific heat).
Larutan organik dalam air: menggunakan spesifik panas berbobot (weighted specific
heat).
Leburan garam dalam air: menggunakan spesifik panas berbobot (weighted specific
heat) dimana nilai spesifik panas untuk garam adalah untuk bagian kristalin.
Viskositas
Liquid organik dalam organik: menggunakan perbandingan fraksi berat terhadap
viskositas (weight fraction/viscosity) untuk masing-masing komponen.
Liquid organik dalam air: menggunakan perbandingan fraksi berat terhadap viskositas
(weight fraction/viscosity) untuk masing-masing komponen.
Garam dalam air dengan konsentrasi tidak lebih dari 30% dan larutan yang dihasilkan
tidak kental: menggunakan nilai viskositas dua kali viskositas air. Larutan natriun
hidroksida dalam air dengan konsentrasi yang sangat rendah dapat membentuk larutan
kental dan tidak dapat diestimasikan.
Steam Sebagai Media Pemanas
Sejauh ini belum ada studi mengenai steam sebagai media perpindahan panas, padahal
penggunaannya sebagai media pemanas sudah sangat luas. Steam sebagai media
pemanas memberikan beberapa kesulitan: (1) kondensat steam panas bersifat korosif,
dan harus ada penanganan khusus agar kondensat ini tidak terakumulasi di dalam
exchanger karena akan merusak material metal akibat kontak langsung. (2) Saluran
untuk kondensat harus luas. Steam exhaust pada tekanan 5 psig dan suhu 228oF
digunakan untuk memanaskan fluida dingin pada suhu 100oF. Suhu dinding tube akan
berada antara kedua suhu tersebut namun lebih mendekati suhu steam, sekitar 180oF,
sesuai dengan tekanan jenuh kondensat yang hanya 7.5 psia pada dinding tube.
Walaupun steam masuk pada tekanan 5 psig, tekanan steam akan turun sampai di bawah

tekanan atmosfer; sehingga kondensat tidak akan keluar dari heater, melainkan tetap
tinggal dan lama kelamaan akan menutupi seluruh permukaan yang digunakan untuk
perpindahan panas. Tanpa permukaan, steam tidak akan terus terkondensasi dan akan
menahan tekanan masuk cukup lama agar dapat mem-blow-out sebagian atau seluruh
kondensat yang telah terakumulasi; sehingga permukaan akan kembali terbuka, hal ini
juga tergantung pada desain. Operasi pemanasan akan menjadi siklik dan untuk
mengatasi kesulitan ini dan menjaga aliran yang seragam, maka harus dipasang sebuah
trap atau suction pada susunan perpipaan, akan dibahas lebih jauh dalam Bab 21.
Hubungan koefisien perpindahan panas dengan proses kondensasi steam sangat besar
dibandingkan dengan koefisien lain yang telah dipelajari sejauh ini. Nilai koefisien film
biasanya ditentukan dengan mengadopsi nilai konvensional dan konservatif, bukan hasil
perhitungan. Dalam buku ini, semua proses pemanasan menggunakan steam bebasudara dengan nilai 1500 Btu/(hr)(ft2)(oF) akan digunakan untuk kondensasi steam tanpa
memperhitungkan letaknya; sehingga hi = ho = hio = 1500.
Dalam proses pemanasan, lebih menguntungkan jika steam dihubungkan ke tube
daripada ke shell. Pada kondisi ini, walaupun kondensat bersifat korosif, pengaruhnya
dapat dibatasi pada sisi tube saja; jika steam dihubungkan ke shell, maka sisi shell dan
tube akan rusak. Saat steam mengalir melalui tube 1-2 exchanger, hanya dibutuhkan 2
buah tube. Selama steam merupakan fluida yang terkondensaasi secara isotermal,
perbedaan temperatur t dan LMTD akan bernilai sama besar.
Jika digunakan steam superheated sebagai media pemanas, kecuali di dalam
desuperheaters, biasanya perbedaan temperatur dari proses desuperheating diabaikan
dan dibuat agar seluruh panas terpindahkan pada suhu saturasi sesuai dengan tekanan
operasi. Analisis yang lebih dalam mengenai kondensasi steam akan dibahas lebih lanjut
dalam bab yang berhubungan dengan kondensasi.
Pressure Drop untuk Steam
Saat steam dibagi menjadi dua aliran pada sisi tube, pressure drop yang diperbolehkan
harus sangat kecil, lebih kecil dari 1 psia khususnya jika terdapat aliran kondensat ke
boiler. Dalam sistem ini, kondensat mengalir ke boiler karena adanya perbedaan head
static antara kolom steam vertikal dengan kolom kondensat vertikal. Pressure drop
mencakup losses pada masukan dan keluaran penukar panas dapat dihitung sebagai
setengah dari pressure drop untuk steam yang dihitung dengan rumus pada Persamaan

7.45 untuk kondisi masukan uap. Kecepatan massa dihitung dari laju alir masukan dan
luas aliran pada aliran pertama (tidak harus selalu seimbang dengan perhitungan aliran
kedua). Bilangan Reynolds dihitung berdasarkan kecepatan massa dan viskositas steam
seperti yang terlihat dalam Gambar 15. SG yang digunakan dalam Persamaan 7.45
adalah densitas steam yang diambil dari Tabel 7 untuk tekanan masukan tertentu dibagi
dengan densitas air yang diasumsikan sebesar 62.5 lb/ft3.
Perhitungan ini sebenarnya hanyalah aproksimasi yang konservatif karena pressure
drop per ft akibat pengurangan panjang dengan kuadrat kecepatan massa saat
mengaproksimasi dengan menggunakan asumsi nilai yang mendekati rata-rata nilai
masukan dan keluaran.
Penggunaan Gas Buang Optimum dan Steam Proses
Beberapa pabrik mengambil energi dari turbin dan mesin yang tidak terkondensasi. Di
beberapa tempat, kadang terdapat steam exhaust pada tekanan kecil, 5 sampai 25 psig,
yang dianggap sebagai produk samping dari siklus energi di pabrik. Harga dari steam
exhaust ini ditetapkan dengan batas sampai 1/8 dari biaya proses atau biaya steam.
Walaupun memiliki panas laten yang tinggi, steam exhaust juga memiliki keterbatasan
dalam proses, selama suhu jenuh tetap pada nilai antara 215 sampai 230oF. Jika liquid
dipanaskan sampai 250 atau 275oF, maka lebih baik menggunakan steam proses pada
tekanan 100 sampai 200 psi yang dihasilkan di powerhouse khusus untuk tujuan proses.
Saat fluida dipanaskan hingga mencapai temperatur dekat dengan atau di atas suhu
steam exhaust, semua jenis pemanasan dapat dilakukan hanya dengan menggunakan
sebuah single shell yang menggunakan steam dari proses. Sebagai alternatif, masukan
panas dapat dibagi ke dalam dua shell, satu difasilitasi dengan sebanyak mungkin steam
exhaust dan yang lainnya difasilitasi dengan sedikit mungkin steam dari proses. Hal ini
akan menghasilkan kondisi optimum: jika suhu keluaran dari fluida dingin pada penukar
panas pertama dibuat terlalu dekat dengan suhu steam exhaust, maka akan dihasilkan t
yang rendah dan ukuran heater pertama yang besar. Di sisi lain, jika suhu keluaran
fluida terlalu jauh dari suhu steam exhaust, maka biaya operasi untuk kebutuhan steam
proses yang lebih tinggi pada heater kedua akan meningkat; sehingga biaya awal dari
kedua shell tidak dapat dijustifikasi.
Dalam analisis selanjutnya, diasumsikan bahwa pressure drop, biaya pemompaan, dan
keseluruhan koefisien, dianggap identik dalam susunan single maupun double heater.

Diasumsikan juga bahwa biaya tetap per luas permukaan (ft2) dianggap konstan,
walaupun hal ini belum tentu benar adanya. Persamaan biaya dibuat sebagai
penjumlahan total dari biaya steam dan biaya tetap, dan karena steam terkondensasi
secara isotermal maka t = LMTD.
CT = wc (t t1)CE + A1CF + wc (t2 t) CP + A2CF

(7.52)

dengan:CT = total biaya tahunan, dollar


CF = biaya tetap tahunan, dollar/ft2
CE = biaya steam keluaran, dollar/Btu
CP = biaya steam proses, dollar/Btu
TE = suhu steam keluaran, oF
TP = suhu steam proses, oF
t = suhu intermediet antara dua shell
= total waktu operasi tahunan
A 1=

Q1
wc
=
U t1 U

A 2=

Q2
wc T P t
=
ln
U t2 U
T Pt 2

Substitusi:

( T Pt ) ( T E t )=

C F ( T PT E )

( C PC E ) U

(7.53)

1-2 Exchanger tanpa Baffle


Tidak semua jenis 1-2 exchanger memiliki 25% baffle segmental. Jika fluida ingin
dialirkan melalui shell dengan pressure drop yang kecil, maka baffle segmental dapat
dilepas dan hanya digunakan pelat-pelat support. Pelat-pelat ini biasanya berbentuk
setengah lingkaran, 50% potongan pelat yang mampu memberikan rigiditas dan
mencegah pelenturan tube. Pelat support sebaiknya dipasang secara overlap terhadap
diameter shell, sehingga keseluruhan bundle dapat di-support oleh dua gugus pelat yang
men-support satu atau dua tube yang saling berdekatan. Dua gugus pelat ini dipisahkan
dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan diameter luar shell; namun saat
sedang beroperasi, fluida shell lebih diarahkan untuk mengalir di sepanjang axis
daripada melalui tube. Saat fluida shell mengalir di sepanjang tube, maka baffle akan
terpotong lebih dari 25%, sehingga Gambar 28 tidak lagi dapat digunakan untuk kasus
ini. Aliran kemudian dapat disamakan dengan aliran annulus pada double-pipe

exchanger dan dapat diperlakukan dengan cara yang sama, menggunakan diameter
ekivalen berdasarkan distribusi daerah aliran dan wetted perimeter untuk seluruh sisi
shell. Perhitungan untuk pressure drop pada sisi shell juga akan sama dengan
perhitungan untuk annulus.
Recovery panas dalam seri penukar 1-2
Ketika alat penukar panas bersih, temperatur keluaran aliran fluida panas akan lebih
rendah dibanding keluaran suhu proses dan suhu keluaran fluida dingin akan lebih
tinggi dari keluaran suhu prosesnya. Untuk aliran berlawanan arah sangat mungkin
untuk menentukan nilai dari T2 dan t2 untuk penukaran bersih dari persamaan (5.18),
dimulai dengan :
wc ( t 2t 1 )=UA LMTD
Untuk tipe penukar 1-2 suhu keluaran dapat ditentukan dengan memulai menghitung
wc ( t 2t 1 )=UA LMTD , dimana LMTD didefinisakn sebagai parameter R dan S
oleh persamaan (7.39) dan F didefinisikan oleh persamaan (7.41).
Mengenal bahwa F dapat dieliminasikan ketika UA/wc dalam persamaan (7.37)
diplotkan terhadap S, Ten Broeck1 mengembangkan grafik yang diperlihatkan dalam
gambar 7.25. Dalam alat penukar tipe 1-2 A yang sebenarnya dan wc diketahui. U dapat
dihitung dari kuantitas aliran dan suhu, dan R dapat dievaluasi dari wc/WC. Sehingga
dapat memperboleh nilai S untuk dibaca langsung dari grafik. Sejak S = (t2 t1)/(T1
T2) dan T1 dan t1 diketahui, sehingga hal tersebut akan menjadi mungkin untuk
menentukan t2 dan dari neraca panas wc ( t 2t 1 ) = WC(T1 T2). Garis didesign
threshold yang merepresentasikan poin awal saat dimana suhu melintas terjadi. Nilai
dari nilai ini berkorespondensi dengan T2 = t2.
Gambar7.25. Grafik Ten Brosck untuk menentukan t2 ketika T1 dan t1 diketahui didalam
alat penukar panas tipe 1-2 (Industrial & Engineering Chemsitry)

Efisiensi dari alat penukar panas.


Dari berbagai design tipe apparatus umumnya secara sering menginginkan untuk
mencapai standar performa maksimum. Efisiensi selanjutnya didefinisikan sebagai
bagian fraksi dari performa sebuah apparatus dibanding sebagai sebuah standar. Dodge
memberikan definisi efisiensi HE sebagai rasio kuantitas panas yang disisihkan dari
fluida dari nilai maksimum yang dapat disisihkan. Menggunakan persamaan umum :

e=

wc ( t 2t 1 )

( t2 t1 )
wc ( T 1t 1) ( T 1t 1 )
=

(7.54)

Dimana identik dengan suhu grup S dan diasumsikan bahwa t 2 =T 1 . Tergantung


apakah pendekatan terminal panas atau dingin yang mendekati nol, efisiensi dapat juga
dituliskan :
e=

WC ( t 2 t 1 )
WC ( T 1t 1 )

(7.55)

Walaupun terdapat hal yang harus diperhatikan dari definisi tersebut yakni dari aspek
termodinamiknya bahwa ada logika yang kurang berdasarkan realita dalam definisi
efisiensi yang melibatkan perbedaan terminal dan perbedaan suhu yang nol. Hal tersebut
sama dengan mendefinisikan efisiensi sebagai rasio panas yang ditransferkan oleh
sebuah HE nyata dengan HE yang memiliki permukaan yang tidak terbatas luasnya.
Dalam proses HE terdapat definisi lainnya yang dapat berguna. Suhu proses dapat
menyediakan perbedaan suhu maksimal jika diatur pada aliran beda arah. Hal tersebut
muncul dalam sejumlah nilai yang tergantung dengan efisiensi dari HE sebagai rasio
perbedaan suhu yang dikaitkan dengan HE lainnya dengan HE tersebut untuk aliran
beda arah yang sesungguhnya. Hal tersebut secara identik dengan F1 yang secara
proporsional mempengaruhi kebutuhan permukaan. Hal tersebut dapat dilihat pada bab
selanjutnya dan bab lainnya mengenai aliran selain 1-2 paralel aliran beda arah yang
dapat didapatkan dalam peralatan tabung dan dengan penggunaan nilai F1 dapat
ditingkatkan untuk proses yang diberitahu suhunya. Hal tersebut secara jelas
menunjukkan pola aliran yang akan mendekati aliran beda arah lebih dari tipe aliran 1-2
HE.

Anda mungkin juga menyukai