Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

PENDIDIKAN SAINS

KETERAMPILAN IDENTIFIKASI

DI SUSUN OLEH :

Nama

: Asih Rahayu

NIM

: 13304241009

Prodi

: Pendidikan Biologi A

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016

KETERAMPILAN IDENTIFIKASI

I. Latar Belakang
Pembelajaran IPA merupakan wahana untuk membekali siswa dengan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikan
dan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ada disekelilingnya.
Depdiknas (2006) menyatakan bahwa IPA berhubungan dengan cara mencari tahu
tentang alam secara sistematis. Sehingga IPA bukan hanya penguasaan kesimpulan
pengetahuan berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja. Tetapi juga
merupakan suatu proses penemuan. Dengan demikian, bahwa pendidikan IPA
menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Dengan menggunakan
keteramplan proses akhirnya akan terjadi interaksi antara konsep/prinsip/teori yang telah
ditemukan atau dikembangkan dengan pengembangan keterampilan proses itu sendiri.
Pada praktikum kali ini siswa diharapakan bisa melakukan penginderaan dengan benar,
merumuskan persoalan berdasarkan data hasil penginderaan dan dapat mengidentifikasi
keterampilan sains dasar.
II. Tujuan
1. Mampu melakukan penginderaan dengan benar
2. Mampu merumuskan persoalan berdasarkan data hasil penginderaan
3. Mampu mengidentifikasi keterampilan sains dasar
III.

Dasar Teori
Keterampilan proses sains (KPS) adalah pendekatan yang mengarahkan bahwa
untuk menemukan pengetahuan memerlukan suatu keterampilan mengamati, melakukan
eksperimen,

menafsirkan

data

mengomunikasikan

gagasan

dan

sebagainya.

Keterampilan-keterampilan tersebut dapat digunakan menemukan pengetahuan alam


yang kemudian disebut keterampilan proses IPA. KPS adalah semua keterampilan yang
diperlukan untuk memperoleh, mengembangkan, dan menerapkan konsep-konsep,
hukum-hukum, dan teori-teori IPA, baik berupa keterampilan mental, keterampilan fisik
(manual) maupun keterampilan sosial (Rustaman, 2005: 25).
KPS terdiri atas keterampilan-keterampilan dasar (basic skills) dan keterampilanketerampilan terintegrasi (integrated skills). Keterampilan-keterampilan dasar meliputi
enam keterampilan, yakni: mengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur,
menyimpulkan, mengomunikasikan. Sedangkan keterampilan-keterampilan terintegrasi

terdiri atas: mengidentifikasi variabel, membuat tabulasi data, menyajikan data dalam
bentuk grafik, menggambarkan hubungan antar variabel, mengumpulkan dan mengolah
data, menganalisis penelitian, menyusun hipotesis, mendefinisikan variabel secara
operasional, merancang penelitian dan melaksanakan eksperimen (Dimyati dan
Mudjiono, 2009: 140).
Keterampilan proses melibatkan keterampilan-keterampilan kognitif atau
intelektual, manual dan sosial. Keterampilan kognitif atau intelektual terlibat karena
dengan melakukan keterampilan proses siswa menggunakan pikirannya. Keterampilan
manual jelas terlibat dalam keterampilan proses karena mungkin mereka melibatkan
penggunaan alat dan bahan, pengukuran, penyusunan atau perakitan alat. Dengan
keterampilan sosial dimaksudkan bahwa mereka berinteraksi dengan sesamanya dalam
melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Rangkaian keterampilan proses antara lain
mengamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan
penelitian, dan mengkomunikasikan.
Diungkapkan pula oleh Conny Semiawan (1992: 15) bahwa keterampilan proses
adalah keterampilan fisik dan mental terkait dengan kemampuan-kemampuan yang
mendasar yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah
sehingga

para

ilmuwan

berhasil

menemukan

sesuatu

yang

baru.

Dengan

mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses perolehan, siswa mampu


menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta menumbuhkan dan
mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut.
Pembelajaran berbasis keterampilan proses sains menekankan pada kemampuan
siswa dalam menemukan sendiri (discover) pengetahuan yang didasarkan atas
pengalaman belajar, hukum-hukum, prinsip-prinsip dan generalisasi, sehingga lebih
memberikan kesempatan bagi berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Keterampilan proses sains pada hakikatnya adalah kemampuan dasar untuk
belajar (basic learning tool) yaitu kemampuan yang berfungsi untuk membentuk
landasan pada setiap individu dalam mengembangkan diri. Pembelajaran biologi idealnya
dikembangkan sesuai dengan hakikat pembelajarannya yaitu ke arah pengembangan
scientific processes, scientific products, scientific attitudes, scientific processes identik
pada proses kegiatan ilmiah yang mengembangkan keterampilan proses sains yang
dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai aktivitas seperti: mengamati, menganalisa,
melakukan percobaan untuk menemukan sendiri konsep-konsep sebagai produk sains
ilmiah. Biologi sebagai bagian integral dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), memberikan

berbagai pengalaman belajar dan keterampilan proses sains untuk memahami konsep
yang berkaitan dengan kehidupan makhluk hidup.
Scientific products identik pada produk ilmiah berupa konsep materi biologi yang
dapat dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan proses ilmiah. Scientific attitudes
identik dengan sikap ilmiah seperti:
kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, keterbukaan dalam menerima pendapat orang
lain, ketelitian dan lain-lain. Scientific attitudes diperoleh siswa setelah melakukan
kegiatan proses ilmiah dan kemudian diterapkan sehingga membentuk karakter
kepribadian siswa.
Ketrampilan proses dapat diklasifikasikan menjadi dua. Pertama, ketrampilan
proses sains dasar yaitu aktivitas ilmiah yang meliputi: 1) mengamati (observasi) yaitu
mencari gambaran atau informasi tentang objek penelitian melalui indera; 2)
mengkomunikasikan data hasil observasi dalam berbagai bentuk seperti: gambar, bagan,
tabel, grafik, tulisan, dan lain-lain; 3) menggolongkan (klasifikasi) untuk mempermudah
dalam mengidentifikasi suatu permasalahan; 4) menafsirkan data, yaitu memberikan arti
sesuatu fenomena/kejadian berdasarkan atas kejadian lainnya; 5) meramalkan, yaitu
memperkirakan kejadian berdasarkan kejadian sebelumnya serta hukum-hukum yang
berlaku. Prakiraan dibedakan menjadi dua macam yaitu prakiraan intrapolasi yaitu
prakiraan berdasarkan pada data yang telah terjadi dan prakiraan ekstrapolasi yaitu
prakiraan berdasarkan logika di luar data yang terjadi; 6) mengajukan pertanyaan, berupa
pertanyaan yang menuntut jawaban melalui proses berpikir atau kegiatan.
Kedua, ketrampilan proses sains terpadu yaitu aktivitas ilmiah yang terdiri dari:
1) mengidentifikasi variabel; 2) mendeskripsikan hubungan antar variabel; 3) melakukan
penyelidikan; 4) menganalisia data hasil penyelidikan; 5) merumuskan hipotesis; 6)
mendefinisikan variabel secara operasional, melakukan eksperimen.
Ketrampilan proses sains dasar dan terintegrasi tersebut di atas, idealnya
terintegrasi dalam setiap pembelajaran biologi.
Tabel 1. Indikator Keterampilan Proses Sains:
Keterampilan Proses Sains Indikator
Mengamati
1. Menggunakan sebanyak mungkin indera
2. Mengumpulkan atau menggunakan fakta yang relevan
(observasi)
Mengelompokan
1. Mencatat setiap pengamatan secara terpisah
2. Mencari perbedaan dan persamaan
(klasifikasi)
3. Mengontraskan ciri-ciri
4. Membandingkan

Menafsirkan
(interpretasi)
Meramalkan
(prediksi)
Mengajukan
pertanyaan
Berhipotesis

5.
6.
1.
2.
3.
1.
2.

Mencari dasar pengelompokan atau penggolongan


Menghubungkan hasil-hasil pengamatan
Menghubungkan hasil-hasil pengamatan
Menemukan pola dalam suatu seri pengamatan
Menyimpulkan
Menggunakan pola-pola hasil pengamatan
Mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada

keadaan yang belum diamati


1. Bertanya apa, bagaimana, dan mengapa
2. Bertanya untuk meminta penjelasan
3. Mengajukan pertanyaan yang berlatar

belakang

hipotesis
1. Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan
penjelasan dari satu kejadian
2. Menyadari bahwa suatu penjelasan

perlu

diuji

kebenarannya dalam memperoleh bukti lebih banyak


Merencanakan
Percobaan/
Penelitian
Menggunakan
Alat/bahan
Menerapkan
konsep

Bekomunikasi

1.
2.
3.
4.

atau melakukan cara pemecahan masalah


Menentukan alat/bahan/sumber yang akan digunakan
Menentukan variable atau factor penentu
Menentukan apa yang akan diukur, diamati, dicatat
Menentukan apa yang akan dilaksanakan berupa

1.
2.
3.
1.

langkah kerja
Memakai alat dan bahan
Mengetahui alasan mengapa menggunakan alat/bahan
Mengetahui bagaimana menggunakan alat dan bahan
Menggunakan konsep yang telah dipelajari dalam

situasi baru
2. Menggunakan konsep pada pengalaman baru untuk
menjelaskan apa yang sedang terjadi
1. Memberikan/menggambarkan data

empiris

hasil

percobaan atau pengamatan dengan grafik atau table


atau diagram
2. Menyusun dan

menyampaikan

laporan

secara

sistematis
3. Penjelaskan hasil percobaan atau penelitian
4. Membaca grafik atau table diagram
5. Mendiskusikan hasil kegiatan suatu masalah atau suatu

Melaksanakan
Percobaan/
Eksperimentasi

peristiwa
6. Mengubah bentuk penyajian
1. Melakukan percobaan

IV.

Metode
1. Alat dan bahan
Alat tulis
Satu ranting daun durian
2. Langkah kerja
Memilih salah satu objek alam baik benda hidup maupun mati yang ada di
sekitar kampus

Mengamati gejala yang tampak pada objek tersebut dengan seksama

Mencatat hasil pengamatan dalam table 1

Merumuskan persoalan-persoalan yang terdapat pada objek berdasarkan gejala


yang teramati. Hasil observasi merupakan data pendukung dari persoalan yang
telah dirumuskan. Setiap persoalan dapat didukung oleh lebih dari satu data

Mencatat hasil rumusan persoalan beserta gejala/fakta pendukung

V.

Data Tabel
Table 1. Data Hasil Pengamatan
No
1.

2.

3.

Gejala yang nampak


Ada 8 daun
3 daun berukuran kecil
1 daun berukuran hampir sedang
1 daun berukuran sedang
2 daun berukuran besar
1 daun berukuran sangat kecil
Warna permukaan atas daun
5 daun berwarna hijau tua
1 daun berwarna hijau muda
1 daun berwarna hijau bintik kuning
1 daun berwarna hijau sangat muda
Warna ranting daun cokelat

Indra/ alat ukur yang


digunakan
Penglihatan

Penglihatan

Penglihatan

4.

8.
9.
10.
11.

Ujung daun
6 daun ujungnya runcing
2 daun ujungnya tidak runcing
Tepi daun halus
Permukaan atas daun halus
Warna permukaan bawah daun
3 daun berwarna cokelat gelap
3 daun berwarna cokelat agak gelap
2 daun berwarna cokelat terang
Ketika disobek muncul bau
Ketika digigit muncul rasa sepat
Permukaan bawah daun kasar
Muncul tonjolan-tonjolan di atas permukaan

12.

bawah daun
Ketika daun disobek muncul getah berwarna Penglihatan

13.

putih
Ketika daun disobek muncul serat-serat (seperti Penglihatan

5.
6.
7.

Penglihatan
Sentuhan
Sentuhan
Penglihatan

Penciuman
Perasa
Sentuhan
Sentuhan

benang)
Table 2. Rumusan Persoalan dan Data Pendukung
No
1.

2.

3.
4.
5.
6.
7.

8.

Rumusan Persoalan
Fakta Pendukung
Mengapa dalam 1 ranting ukuran daunnya 3 daun berukuran kecil
1 daun berukuran hampir
berbeda-beda?
sedang
1 daun berukuran sedang
2 daun berukuran besar
1 daun berukuran sangat
kecil
Mengapa dalam 1 ranting warna permukaan 5 daun berwarna hijau tua
1 daun berwarna hijau muda
atas daun berbeda-beda?
1 daun berwarna hijau
dengan bintik kuning
1 daun berwarna hijau
sangat muda
Megapa warna ranting daun cokelat?
Mengapa pada 1 ranting daun ujungnya 6 daun ujungnya runcing
2 daun ujungnya tidak
memiliki bentuk yang berbeda?
runcing
Mengapa tepi daun halus?
Mengapa permukaan atas daun halus?
Mengapa dalam 1 ranting daun warna 3 daun berwarna cokelat
gelap
permukaan bawah daun berbeda-beda?
3 daun berwarna cokelat
agak gelap
2 daun berwarna cokelat
terang
Apa yang menyebabkan daun ketika disobek

9.

muncul bau?
Apa yang menyebabkan daun muncul rasa

10.

sepat ketika digigit?


Apa yang menyebabkan permukaan bawah

11.

daun kasar?
Apa yang menyebabkan muncul tonjolan-

12.

tonjolan di atas permukaan bawah daun?


Mengapa ketika daun disobek muncul getah

13.

berwarna putih?
Mengapa daun ketika disobek muncul
benang-benang/serat

VI.

Pembahasan
Praktikum dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2016 di halaman Labolatorium
FMIPA UNY. Judul dari praktikum ini yaitu Keterampilan Identifikasi dengan tujuan
mampu melakukan penginderaan dengan benar, mampu merumuskan persoalan
berdasarkan data hasil penginderaan dan mampu mengidentifikasi keterampilan sains
dasar. Alat dan bahan yang digunakan diantaranya alat tulis dan 1 ranting daun durian,
prosedur dalam identifikasi yaitu memilih objek yang akan diidentifikasi disini kami
memilih 1 ranting daun durian sebagai objek kemudian mengidentifikasinya dengan
memaksimalkan semua indera yang bisa digunakan, lalu hasil identifikasi menuliskannya
ke dalam table pengamatan kemudian merumuskan persoalan dari identifikasi tersebut.
Keterampilan proses sains (KPS) adalah pendekatan yang mengarahkan bahwa
untuk menemukan pengetahuan memerlukan suatu keterampilan mengamati, melakukan
eksperimen,

menafsirkan

data

mengomunikasikan

gagasan

dan

sebagainya.

Keterampilan-keterampilan tersebut dapat digunakan menemukan pengetahuan alam


yang kemudian disebut keterampilan proses IPA. KPS adalah semua keterampilan yang
diperlukan untuk memperoleh, mengembangkan, dan menerapkan konsep-konsep,
hukum-hukum, dan teori-teori IPA, baik berupa keterampilan mental, keterampilan fisik
(manual) maupun keterampilan social.
Pada praktikum ini praktikan melakukan observasi, hasil pengamatan dari objek
daun durian diperoleh seperti pada data table di atas yang menggunakan indera
diantaranya penglihatan (mata), sentuhan (tangan), penciuman (hidung), dan perasa
(lidah) kemudian dari data hasil pengamatan diperoleh rumusan persoalan diantaranya :
1. Mengapa dalam 1 ranting ukuran daunnya berbeda-beda?
2. Mengapa dalam 1 ranting warna permukaan atas daun berbeda-beda?
3. Mengapa warna ranting daun cokelat?

4. Mengapa pada 1 ranting daun ujungnya memiliki bentuk yang berbeda?


5. Mengapa tepi daun halus?
6. Mengapa permukaan atas daun halus?
7. Mengapa dalam 1 ranting daun warna permukaan bawah daun berbeda-beda?
8. Apa yang menyebabkan daun ketika disobek muncul bau?
9. Apa yang menyebabkan daun muncul rasa sepat ketika digigit?
10. Apa yang menyebabkan permukaan bawah daun kasar?
11. Apa yang menyebabkan muncul tonjolan-tonjolan di atas permukaan bawah daun?
12. Mengapa ketika daun disobek muncul getah berwarna putih?
13. Mengapa daun ketika disobek muncul benang-benang/serat
Pada keterampilan proses sains dasar disini hanya sampai dengan mengamati dan
merumuskan persoalan padahal menurut teori ketrampilan proses sains dasar yaitu
aktivitas ilmiah yang meliputi: 1) mengamati (observasi) yaitu mencari gambaran atau
informasi tentang objek penelitian melalui indera; 2) mengkomunikasikan data hasil
observasi dalam berbagai bentuk seperti: gambar, bagan, tabel, grafik, tulisan, dan lainlain; 3) menggolongkan (klasifikasi) untuk mempermudah dalam mengidentifikasi suatu
permasalahan; 4) menafsirkan data, yaitu memberikan arti sesuatu fenomena/kejadian
berdasarkan atas kejadian lainnya; 5) meramalkan, yaitu memperkirakan kejadian
berdasarkan kejadian sebelumnya serta hukum-hukum yang berlaku. Prakiraan
dibedakan menjadi dua macam yaitu prakiraan intrapolasi yaitu prakiraan berdasarkan
pada data yang telah terjadi dan prakiraan ekstrapolasi yaitu prakiraan berdasarkan
logika di luar data yang terjadi; 6) mengajukan pertanyaan, berupa pertanyaan yang
menuntut jawaban melalui proses berpikir atau kegiatan.
Ketika pengamatan hasilnya kurang akurat yaitu ketika mengamati ukuran daun
praktikan tidak menggunakan penggaris ataupun peralatan yang dapat digunakan untuk
mengukur daun, praktikan hanya menggunakan indera penglihatan dan membuat
perkiraan sehingga hasilnya tidak akurat.
VII.

Kesimpulan
Dari pembahasan dapat disimpulkan :
1. Penginderaan yang digunakan praktikan dalam mengidentifikasi objek daun durian
diantaranya menggunkan indera penglihatan (mata), sentuhan (tangan), penciuman
(hidung), dan perasa (lidah).
2. Persoalan yang dirumuskan praktikan setelah mengidentifikasi objek daun durian
antara lain:
Mengapa dalam 1 ranting ukuran daunnya berbeda-beda?
Mengapa dalam 1 ranting warna permukaan atas daun berbeda-beda?
Mengapa warna ranting daun cokelat?
Mengapa pada 1 ranting daun ujungnya memiliki bentuk yang berbeda?

Mengapa tepi daun halus?


Mengapa permukaan atas daun halus?
Mengapa dalam 1 ranting daun warna permukaan bawah daun berbeda-beda?
Apa yang menyebabkan daun ketika disobek muncul bau?
Apa yang menyebabkan daun muncul rasa sepat ketika digigit?
Apa yang menyebabkan permukaan bawah daun kasar?
Apa yang menyebabkan muncul tonjolan-tonjolan di atas permukaan bawah

daun?
Mengapa ketika daun disobek muncul getah berwarna putih?
Mengapa daun ketika disobek muncul benang-benang/serat
3. Ketrampilan proses sains dasar yaitu aktivitas ilmiah yang meliputi: 1) mengamati
(observasi) yaitu mencari gambaran atau informasi tentang objek penelitian melalui
indera; 2) mengkomunikasikan data hasil observasi dalam berbagai bentuk seperti:
gambar, bagan, tabel, grafik, tulisan, dan lain-lain; 3) menggolongkan (klasifikasi)
untuk mempermudah dalam mengidentifikasi suatu permasalahan; 4) menafsirkan
data, yaitu memberikan arti sesuatu fenomena/kejadian berdasarkan atas kejadian
lainnya; 5) meramalkan, yaitu memperkirakan kejadian berdasarkan kejadian
sebelumnya serta hukum-hukum yang berlaku. Prakiraan dibedakan menjadi dua
macam yaitu prakiraan intrapolasi yaitu prakiraan berdasarkan pada data yang telah
terjadi dan prakiraan ekstrapolasi yaitu prakiraan berdasarkan logika di luar data
yang terjadi; 6) mengajukan pertanyaan, berupa pertanyaan yang menuntut jawaban
melalui proses berpikir atau kegiatan.
VIII.

Diskusi
1. Agar diperoleh data hasi observasi dengan tepat, keterampilan ilmiah apa yang
diperlukan?
2. Menurut anda, kegiatan seperti diatas bisa dipelajari pada kelas berapa? Mengapa?
3. Susunlah suatu petunjuk kegiatan untuk siswa sesuai dengan jawaban no.2!
Jawaban
1. Keterampilan ilmiah yang diperlukan yaitu keterampilan proses sains dasar
2. Bisa dipelajari di SD kelas V, karena tujuan pendidikan IPA dalam kurikulum dasar
menurut Mulyana (2011:13) adalah mendidik anak agar memahami konsep IPA,
memiliki keterampilan ilmiah, bersikap ilmiah dan religious. Tujuan tersebut
sejalan dengan karakterisitk atau hakekat IPA di SD bertujuan untuk
mengembangkan atau meningkatkan keterampilan proses siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Conny Semiawan. 1992. Pendekatan Keterampilan Proses. Jakarta: Gramedia
Widisarana Indonesia.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.
Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Rustaman Nuryani. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Universitas
Pendidikan Indonesia.