Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


BLEEDING, CLOTTING DAN FIBRIN TIME

Nama Kelompok 3 :
Cahya Aulia
Eka Fitri Andriani
Musfiroh
Nina Kurniawati
Ni Made Yulianda
KELAS : 2K

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
UNIVEARSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2013

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh.Fungsi utamanya

adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh


tubuh.Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zatzat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun
yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit.Hormonhormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Setiap makhluk hidup membutuhkan zat-zat makanan yang diperoleh dari
lingkungannya.Untuk memasukkan dan membuang sisa zat makanan
memerlukan sistem transportasi.
Sistem sirkulasi atau transportasi pada tubuh manusia meliputi sistem
peredaran darah manusia meliputi sistem peredaran darah dan peredaran
getah bening.Komponen sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah,
jantung, dan pembuluh darah.
Komponen penyusun darah ada 2 yaitu bagian yaitu :
Plasma darah, mempunyai fungsi pengangkut gas dan sari makanan
disamping itu plasma darah juga mengandung fibrinogen yang berfungsi
dalam pembekuan darah.
Sel darah, adalah merupakan 45 % volume darah.Sel darah terdiri atas sel
darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah
(trombosit).
Luka bisa menyebabkan kehilangan darah yang parah.Trombosit
menyebabkan darah membeku, menutup luka kecil, tetapi luka besar perlu
dirawat dengan segera untuk mencegah terjadinya kekurangan darah.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini kami akan mengupas lebih dalam tentang Bleeding Time,
Clotting Time dan Fibrin.
Bleeding Time
Bleeding Time adalah waktu lamanya berdarah atau waktu yang di perlukan
untuk berhentinya darah mengalir.
Ada beberapa metode dalam Bleeding Time yaitu :
Metode ivy
Metode Ivy adalah format tradisional untuk tes ini.Dalam metode Ivy,
tekanan darah manset ditempatkan di lengan atas dan meningkat sampai 40
mmHg.Sebuah pisau bedah atau pisau bedah yang digunakan untuk
melakukan tusukan luka di bagian lengan bawah.Perangkat, pisau otomatis
pegas paling umum digunakan untuk membuat potongan berukuran
standar.Kawasan ditikam dipilih sehingga tidak ada vena superfisialis.Ini
pembuluh darah, karena ukuran mereka, mungkin kali pendarahan lagi,
terutama pada orang dengan pendarahan cacat.Waktu dari ketika luka
menusuk dibuat sampai pendarahan semua telah berhenti diukur dan disebut
waktu perdarahan (Bleeding Time).Setiap 30 detik, handuk kertas digunakan
untuk membersihkan dari darah.Tes ini selesai ketika pendarahan telah
berhenti sepenuhnya.
Metode duke
Untuk metode Duke, dibuat di kuping telinga atau ujung jari yang ditusuk
untuk menyebabkan perdarahan.Seperti dalam metode Ivy, tes ini waktunya
dari awal pendarahan sampai pendarahan benar-benar berhenti. Kerugian
dengan metoda Duke adalah bahwa tekanan pada vena darah di daerah

menusuk tidak konstan dan hasil yang dicapai kurang dapat diandalkan.
Keuntungan dengan metode Duke adalah bahwa bekas luka tidak tetap
setelah ujian. Metode lain dapat menyebabkan bekas luka, garis rambut kecil
di mana luka tersebut dibuat. Namun, ini adalah sebagian besar perhatian
kosmetik.Tidak ada persiapan khusus yang dibutuhkan pasien untuk tes ini.
Daerah yang akan ditusuk harus dibersihkan dengan alkohol. alkohol harus
ditinggalkan dikulit cukup lama untuk membunuh bakteri pada tempat luka.
Alkohol harus dikeluarkan sebelum menusuk lengan karena alkohol akan
berdampak buruk hasil tes oleh pembekuan menghambat.
Clotting Time
Clotting Time adalah waktu yang di perlukan darah untuk membeku atau
waktu yang di perlukan saat pengambilan darah sampai saat terjadinya
pembekuan.
Hal ini menunjukkan seberapa baik platelet berinteraksi dengan dinding
pembuluh darah untuk membentuk pembekuan darah.Trombin waktu
membandingkan tingkat pasien pembentukan gumpalan dengan sampel dari
normal plasma dikumpulkan.Trombin yang ditambahkan pada sampel
plasma.Jika plasma tidak segera membeku, itu berarti kekurangan (fibrinogen
kuantitatif) atau cacat kualitatif (fibrinogen disfungsional). Jika seorang
pasien yang menerima heparin( substansi yang berasal dari bisa ular reptilas)e
disebut digunakan bukan trombin. Reptilase memiliki tindakan yang mirip
dengan trombin tetapi tidak seperti trombin tidak dihambat oleh heparin.
Trombin waktu dapat diperpanjang oleh: heparin, produk degradasi fibrin,
antikoagulan lupus.
Dalam bidang tes koagulasi, Clotting time adalah salah satu yang paling
prosedural sederhana. Setelah membebaskan plasma dari seluruh darah
dengan sentrifugasi, Trombin yang ditambahkan pada sampel plasma.bekuan
ini terbentuk dan terdeteksi optikal atau mekanis dengan alat koagulasi.

Waktu antara penambahan trombin dan pembentukan gumpalan dicatat


sebagaiClotting time.
Fibrin Time
Fibrin (juga disebut Faktor Ia) adalah serat protein yang terlibat dalam
penggumpalan darah. Fibrin ini adalah protein yang berhubung dengan urat
syaraf polymerized untuk membentuk sebuah luka. Fibrin terbuat dari
fibrinogen,yang larut plasma glikoprotein yang disintesis oleh hati. Proses
dalam koagulasi mengaktifkan kaskade zymogen prothrombin ke protease
serin thrombin, yang bertanggung jawan untuk mengubah fibrinogen menjadi
fibrin. Fibrin kemudian dihubungkan oleh faktor XIII untuk membentuk
gumpalan.Fibrin menstabilkan FXIIIa lebih lanjut dengan penggabungan
fibrinolisis inhibitor alfa-2-antiplasmin dan TAFI (activatable thrombin
inhibitor fibrinolisis, procarboxypeptidase B), dan mengikat untuk beberapa
protein perekat dari berbagai sel. Baik aktivasi faktor XIII oleh thrombin dan
plasminogen penggerakn (t-PA) yang dikatalisis oleh fibrin. Fibrin mengikat
secara khusus faktor-faktor koagulasi diaktifkan faktor Xa dan thrombin dan
entraps mereka dalam jaringan serat, sehingga berfungsi sebagai inhibitor
sementara enzim ini yang tetap aktif dan dapat melepaskan selama
fibrinolisis. Penelitian terbaru menunjukan bahwa fibrin meminkan para
kunci dalam respon inflamasi dan perkembangan rheumatoid arthritis.

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A.

Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 11 April 2013, pukul
13.00 15.20 WIB, dan bertempat di Laboratorium Anatomi Fisiologi
Manusia, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr.
Hamka.

B.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum ini adalah :

Stopwatch

Lancet

Alkohol swab

Tisu

Jarum pentul

Objek glass

C.

Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah, sebagai berikut
:

1.

Menyiapkan bahan praktikum.

2.

Mengamati proses terjadinya Bleeding time, Clotting time,

dan

terbentuknya benang Fibrin.

3.

Menjelaskan mekanisme terjadinya pembekuan darah.

4.

Menjelaskan faktor-faktor pembekuan darah.

5.

Menjelaskan penyakit apa saja yang terjadi pada darah manusia.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL
A. Bleeding Time
Bleeding Time adalah waktu lamanya berdarah atau waktu yang di perlukan
untuk berhentinya darah mengalir.
Alat &Bahan :
Stopwatch
Lancet
Tisu
Alkohol swab
CARA KERJA :
Siapkan lanset dalam keadaan steril

Pasang tensimeter pada bagian lengan atas naikkan tensi 40mmHg


pertahankan tekanan Selama pemeriksaan berlangsung.
Bersihkan dengan alkohol ujung jari tengah, tusuk dengan lanset secara
aseptis, usap darah Yang keluar dengan kertas saring, catat keadaan darah
setiap 30 detik sekali, kulit jangan ditekan.
Hentikan stopwatch jika darah sudah tidak keluar.
N

Nama Mahasiswa

Bleeding Time

Annisa farah

2 menit

Dinar putrid k.

50 : 57 detik/sekon

Musfiroh

01 : 36 detik/sekon

Nadia fidayani

01 : 07 detik/sekon

Arini rukmiko

01 : 28 detik/sekon

o.

Tes bleeding Time di lakukan untuk mengetahui aktivitas pembekuan darah


dan mendiagnosa masalah pendarahan. Nilai normal untuk bleeding time
adalah 1-6 menit.
Apa artinya bila hasil abnormal ?
Pendarahan waktu lebih lama dari normal mungkin karena :
Volume darah
Teknik pengambilan darah
Darah ada kelainan
Agregasi trombosit
Trombositopenia

Tambahan kondisi yang menguji dapat dilakukan :


Platelet Acquired fungsi cacat
Kongenital cacat fungsi platelet
Primer thrombocythemia
Von Willebrand Penyakit
B.

Clotting Time

Clotting time adalah waktu yang di perlukan darah untuk membeku atau
waktu yang di perlukan saat pengambilan darah sampai saat terjadinya
pembekuan darah.
Alat dan Bahan :
1.

Stopwatch

2.

Lancet

3.

Tisu

4.

Alkohol swab

5.

Objek g

CARA KERJA :
1.

Siapkan lancet dalam keadaan steril

2.

Teteskan darah sebanyak 0,5 ml di atas objek glass

3.

Nyalakan stopwatch selama 30 detik, darah dimiringkan sampai

terbentuk benang-benang Fibrin, matikan stopwatch jika darah telah


membeku.
4.

Bersihkan dengan alkohol ujung jari yang ditusuk dengan lanset, setelah

semua pekerjaan Selesai.

Nama

Clotting time

1.

Anisa farah

17 : 18 menit/detik

2.

Dinar putri k.

17 : 07 menit/detik

3.

Musfiroh

11 : 01 menit/detik

4.

Nadia findayani

15 : 50 menit/detik

5.

Arini rukimiko

10 : 41 menit/detik

o.

Tes Clotting time dilakukan untuk mengetahui faktor pembekuan darah


terutama yang membentuk tromboplastin dan faktor pembentuk
trombosit.waktu normal 9-15 menit.
Faktor yang membuat clotting time abnormal adalah :
a.

Volume darah

b.

Teknik pengambilan

c.

Darah yang diambil terlalu sedikit/terlalu banyak.

C.

Fibrin Time

ALAT DAN BAHAN :


1.

Stopwatch

2.

Jarum pentul

3.

Objek glass

4.

Lancet

5.

Kapas

6.

Alkohol

CARA KERJA :
1.

Siapkan lancet dalam keadaan steril

2.

Teteskan darah di atas objek glass.

3.

Nyalakan stopwatch, angkat darah menggunakkan jarum pentul hingga

terbentuk fibrin.
N

Nama

Fibrin

Annisa farah

03 : 09

o.
1

menit/detik
2

Dinar putri K.

02 : 19
menit/detik

Musfiroh

03 : 34
menit/detik

Nadia findayani

03 : 32
menit/detik

Arini rukmiko

01 : 47
menit/detik

Tes fibrin dilakukan untuk mengetahui benang-benang fibrin yang terbentuk


dalam percobaan tersebut.
Faktor yang membuat fibrin abnormal adalah :
a. volume darah
b. teknik pengambilan
c. darah yang diambil terlalu sedikit/terlal

B. Pembahasan

Pembetukan Sel Darah


Sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dibuat di dalam sumsum
tulang.Selain itu, limfosit juga dibuat di dalam kelenjar getah bening dan
limpa; dan limfosit T dibuat dan matang dalam thymus (sebuah kelenjar kecil
di dekat jantung).Kelenjar thymus hanya aktif pada anak-anak dan dewasa
muda.
Di dalam sumsum tulang, semua sel darah berasal dari satu jenis sel yang
disebut sel stem. Jika sebuah sel stem membelah, yang pertama kali terbentuk
adalah sel darah merah yang belum matang (imatur), sel darah putih atau sel
yang membentuk trombosit (megakariosit). Kemudian jika sel imatur
membelah, akan menjadi matang dan pada akhirnya menjadi sel darah merah,
sel darah putih atau trombosit.
Kecepatan pembentukan sel darah dikendalikan sesuai dengan kebutuhan
tubuh.Jika kandungan oksigen dalam jaringan tubuh atau jumlah sel darah
merah berkurang, ginjal akan menghasilkan dan melepaskan eritropoietin
(hormon yang merangsang sumsum tulang untuk membentuk lebih banyak
sel darah merah).

Komponen Darah
Sel darah merah (eritrosit)
Merupakan sel yang paling banyak dibandingkan dengan 2 sel lainnya, dalam
keadaan normal mencapai hampir separuh dari volume darah. Sel darah
merah mengandung hemoglobin,yang memungkinkan sel darah membawa
oksigen dari paru-paru dan menghantarkannya ke seluruh tubuh. Oksigen di
pakain untuk membentuk energi bagi sel-sel, dengan bahan limbah berupa

karbon dioksida,yang akan diangkut oleh sel darah merah dari jaringan dan
kembali ke paru-paru.
Sel darah putih (leukosit)
Jumlahnya lebih sedikit, dengan perbandingan sekitar 1 sel darah putih untuk
setiap 660 sel darah merah. Terdapat 5 jenis utama dari sel darah putih yang
bekerja sama untuk membangun mekanisme utama tubuh dalam melawan
infeksi, terdapat 5 jenis utama tubuh dalam melawan infeksi, termasuk
menghasilkan antibody.
a)

Neutrofil, juga disebut granulosit karena enzim yang mengandung

granul-granul jumlahnya paling banyak. Neutrofil membantu melindungi


tubuh melawan infeksi bakteri dan jamur dan mencerna benda asing sisa-sisa
peradangan.
Ada 2 jenis neutrofil, yaitu neutrofil berbentuk pita (imatur,belum matang)
dan neutrofil bersegmen (matur,matang).
b)

Limfosit memiliki 2 jenis utama, yaitu limfosit T (memberikan

perlindungan terhadap infeksi virus dan bisa menemukan dan merusak


beberapa sel kanker) dan limfofisit B (membentuk sel-sel yang menghasilkan
antibody atau sel plasma).
c)

Monosit mencerna sel-sel yang mati atau yang rusak dan memberikan

perlawanan imunologis terhadap berbagai organism penyebab infeksi.


d)

Eosinofil membunuh parasit,merusak sel-sel kanker dan berperan dalam

respon alergi.
e)

Basofil juga berperan dalam respon alergi.

Platelet (trombosit).

Merupakan partikel yang menyerupai sel,dengan ukuran lebih kecil daripada


sel darah merah atau sel darah putih. Sebagai bagian dari mekanisme
perlindungan darah untuk menghentikan perdarahan, trombosit berkumpul di
daerah yang mengalami perdarahan dan mengalami pengaktivan. Setelah
mengalami pengaktivan, trombosit akan melekat satu sama lain dan
menggumpal untuk membentuk sumbatan yang membantu pembuluh darah
dan menghentikan perdarahan.
Pada saat yang sama,trombosit melepaskan bahan yang membantu
mempermudah pembekuan. Sel darah merah cenderung untuk mengalir
dengan lancer dalam pembuluh darah, tetapi tidak demikian halnya dengan
sel darah putih. Banyak sel darah putih yang menempel pada dinding
pembuluh darah atau bahkan menembus dinding untuk masuk ke jaringan
yang lain. Jika sel darah putih sampai ke daerah yang mengalami infeksi atau
masalah lainnya,mereka melepaskan bahan-bahan yang akan lebih banyak
menarik sel darah putih.
Fungsi sel darah putih adalah seperti tentara,menyebar diseluruh tubuh,tetapi
siap untuk dikumpulkan dan melawan berbagai organism yang masuk ke
dalam tubuh.

FUNGSI DARAH
Fungsi darah pada tubuh manusia :
a.

Alat pengangkut air dan menyebarkannya ke seluruh tubuh manusia.

b.

Alat pengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh

manusia.
c.

Alat pengangkut sari makanan dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.

d.

Alat pengangkut hasil oksidasi untuk di buang melalui alat ekskresi.

e.

Alat pengangkut getah hormon dari kelenjar buntu.

f.

Menjaga suhu temperatur tubuh.

g.

Mencegah infeksi dengan sel darah putih, antibody dan sel darah beku.

h.

Mengatur keseimbangan asam basa tubuh. Dll.

MEKANISME PEMBEKUAN DARAH


Jika ada benturan atau gesekan menyebabkan luka, maka trombosit
pecah dan keluar enzim tromboplastin (trombokinase). Zat ini bersama ionion kalsium yang ada di dalam plasma darah akan bereaksi dengan
protombin. Protombin adalah senyawa globulin yang terdapat di dalam
plasma darah dan bersifat sebagai enzim yang belum aktif. Zat ini di hasilkan
di hati dengan bantuan vitamin K. zat yang terbentuk adalah thrombin, enzim
trombin akan mengubah fibrinogen, suatu protein yang larut dalam
plasma,menjadi fibrin. Fibrin berupa benang-benang halus yang menjaring
dan mengikat sel-sel darah dan terbentuk benang-benang fibrin penutup luka.

13 FAKTOR PEMBEKUAN DARAH.

1.

Fibrinogen : sebuah faktor koagulasi yang tinggi berat molekul protein

plasma dan diubah menjadi fibrin melalui aksi thrombin. Kekurangan faktor
ini menyebabkan masalah pembekuan darah afibrinogenemia atau
hypofibrinogenemia.

2.

Prothrombin : sebuah faktor koagulasi yang merupakan protein plasma

dan diubah menjadi bentuk aktif thrombin (faktorIIa) oleh pembelahan

dengan mengaktifkan faktor X (Xa) dijalur umum dari pembekuan.


Fibrinogen thrombin kemudian memotong ke bentuk aktif tibrin.Kekurangan
faktor menyebabkan hypoprothrombinemia.

3.

Tromboplastin : koagulasi faktor yang berasal dari beberapa sumber

yang berbeda dalam tubuh, seperti otak dan paru-paru; jaringan tromboplastin
penting dalam pembentukan prothrombin ekstrinsik yang mengkonversi
prinsip di jalur koagulasi ekstrinsik. Disebut juga faktor jaringan.

4.

Kalsium : sebuah faktor koagulasi diperlukan dalam berbagai fase

pembekuan darah.

5.

Proaccelerin : sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif labil

dan panas, yang hadir dalam plasma, tetapi tidak dalam serum, dan fungsi
baik di intrinsik dan ekstrinsik koagulasi jalur. Proaccelerin mengkatalisis
pembelahan prothombin thrombin yang aktif. Kekurangan faktor ini, sifat
resesif autosomal, mengarah pada kecendrungan berdarah yang langka yang
disebut parahemofilia,dengan berbagai derajat keparahan. Disebut juga
akselerator globulin.

6.

Sebuah faktor koagulasi sebelumnya dianggap suatu bentuk aktif faktor

V, tetapi tidak lagi dianggap dalam skema hemostasis.

7.

Proconvertin : sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relative stabil

dan panas dan berpartisipasi dalam jalur koagulasi ekstrinsik. Hal ini
diaktifkan oleh kontak dengan kalsium, dan bersama dengan mengaktifkan

faktor III itu faktor X. defisiensi faktor proconvertin, yang mungkin herediter
(autosomal resesif) atau di peroleh (yang berhubungan dengan kekurangan
vitamin K), hasil dalam kecendrungan perdarahan. Disebut juga serum
prothrombin konversi faktor akselerator dan stabil.

8.

Antihemofilic faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang

relatief labil dan berpartisipasi dalam jalur intrinsik dari koagulasi, bertindak
(dalam konser dengan faktor von Willebrand) sebagai kofaktor dalam aktivasi
faktor 10. defisiensi, sebuah resesif terkait-10 sifat, penyebab hemophilia A.
disebut juga antihemophilic globulin dan faktor antihemophilic A.

9.

Tromboplastin plasma komponen, sebuah faktor koagulasi penyimpanan

yang relative stabil dan terlibat dalam jalur intrinsic dari pembekuan. Setelah
aktivasi, diaktifkan defisiensi faktor 10.hasil di hemophilia B. disebut juga
faktor natal dan faktor antihemophilic B.
10. Stuart faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relative stabil
dan berpartisipasi dalam baik intrinsic dan ekstrinsik jalur koagulasi,
menyatukan mereka untuk memulai jalur umum dari pembekuan. Setelah
diaktifkan, membentuk kompleks dengan kalsium, fosfolipid, dan faktor 7,
yang disebut prothrombinase; hal ini dapat membelah dan mengaktifkan
prothrombin untuk thrombin.Kekurangan faktor ini dapat menyebabkan
gangguan koagulasi sistemik. Disebut juga power stuart-faktor. Bentuk yang
diaktifkan disebut juga thrombokinase.

11. Tromboplastin plasma yang diatas, faktor koagulasi yang stabil yang
terlibat dalam jalur intrinsic dari koagulasi; sekali diaktifkan, itu
mengaktifkan faktor 9. Lihat juga kekurangan 11.Disebut juga faktor
antihemophilic C.

12. Hagamen faktor; faktor koagulasi yang stabil diaktifkan oleh kontrak
dengan kaca atau permukaan asing lainnya dan memulai jalur intrinsic dari
koagulasi dengan mengaktifkan faktor 11. Kekurangan faktor ini
menghasilkan kecendrungan thrombosis.

13. Fibrin-faktor yang menstabilkan,sebuah faktor koagulasi yang merubah


fibrin monomer untuk polimer sehingga mereka menjadi stabil dan tidak larut
dalam urea, fibrin yang memungkinkan untuk membentuk pembekuan darah.
Kekurangan faktor ini memberikan kecendrungan seseorang
hemorrhagic.Disebut juga fibrinase dan protransgultaminase.Bentuk yang
diaktifkan juga disebut transglutaminase.

KELAINAN ATAU PENYAKIT DALAM DARAH

1.

Hemofili adalah kelainan pada darah berupa darah yang sukar

membeku. Hemofili disebabkan oleh faktor keturunan.


Hemofili dibagi menjadi :
Hemofili ringan, misalnya pada cabut gigi, di khitan atau setelah operasi.
Hemofili sedang/berat , misalnya kalau terlalu lelah menjadi biru-biru
pada siku,dengkul lalu akan pecah. Dapat diobati dengan transfuse darah.
2.

Anemia disebabkan berkurangnya kandungan hemoglobin dalam sel

darah merah.
3.

Embolus adalah tersumbatnya pembuluh darah karena benda gerak

4.

Koronariasis adalah menyempitnya nadi tajuk pada jantung (koroner)

5.

Sklerosis adalah mengerasnya pembuluh nadi akibat endapan

lemak/kapur

BAB V
KESIMPULAN

Dari keterangan diatas dapat di tarik kesimpulan :


1.

Darah mempunyai peranan penting dalam tubuh manusia

2.

Darah merupakan alat transportasi dalam tubuh

3.

Setiap sel darah mempunyai fungsinya masing-masing

4.

Dalam proses pembekuan darah membutuhkan 13 faktor

DAFTAR PUSTAKA

Frandson, 1992.Anatomi dan fisiologi ternak.gadjah mada university


press.yogyakarta.
Pearce, E.,2004. Anatomi dan fisiologi manusia untuk paramedis. Gramedia
pustaka utama.jakarta
Syaifuddin,2006. Anatomi dan fisiologi untuk mahasiswa keperawatan.Buku
kedokteran EGC.Jakarta .

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/205873/fibrinasd
http://organisasi.org/definisi-pengertian-darah-plasma-darah-dan-fungsi-alatsistem-transportasi-manusia
http://en.wikipedia.org/wiki/Bleeding_time
http://www.answers.com/topic/bleeding-time
http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/bleeding+time
http://www.ucsfhealth.org/adult/adam/data/003656.html

Anda mungkin juga menyukai