Anda di halaman 1dari 12

ALAT ANALISIS FISHBONE DIAGRAM

PROPOSAL

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERBATASNYA JUMLAH ALAT SAAT


MELAKSANAKAN KEGIATAN BONGKAR MUAT PETIKEMAS EKSPOR
PADA TERMINAL PELABUHAN TANJUNG PERAK PT.SEGARA PACIFIC
MAJU TAHUN 2012

Disusun oleh
NI GUSTI MADE ERLINAWATI NIM 224310075
Program studi : MANAJEMEN
Kosentrasi : MANAJEMEN TRANSPORT LAUT

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Dalam era globalisasi saat ini, pelabuhan sebagai elemen transportasi laut
berperan penting dalam distribusi barang, penumpang dan jasa kelancaraan
distribusi barang sangat tergantung dalam kinerja dan fasilitas pelabuhan yang
terjadi menjadi pelabuhan umum dan khusus. Terminal petikemas merupakan
salah satu pelabuhan khusus yang melayani jasa bongkar muat petikemas baik
impor maupun ekspor. Dalam kegiatannya terminal petikemas harus dapat
meningkatkan fasilitas bongkar muat yang memadai sehingga kegiatan-kegiatan
bongkar muat dapat terselenggara dengan baik.
Seiring dengan berkembangnya teknologi transportasi, maka banyak
moda transportasi antara lain darat, laut, dan udara yang mendistribusikan
barangnya dengan mencoba memudahkan dan mempercepat prosesnya agar
barang yang dikirim tidak memakan banyak waktu dan biaya. Dalam transportasi
laut salah satu sistem yang dipakai adalah dengan menggunakan petikemas
atau container. Dengan adanya sistem containerisasi, kegiatan impor atau

ekspor lebih mudah ditangani dan menjadi lebih efisien sehingga pelanggan pun
merasa lebih puas dengan sistem ini.
Dalam kegiatan operasionalnya, sistem petikemas jika dilihat sangat
mudah untuk dilaksanakan dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan yang
maksimal antara lain tidak memakan banyak waktu. Akan tetapi, dalam
prakteknya yaitu melaksanakan kegiatan membongkar dan memuat barang
dengan menggunakan sistem containerisasi masih belum dilaksanakan secara
efisien sehingga hasilnya tidak maksimal. Hal ini terbukti dengan adanya fakta di
setiap terminal petikemas yang melakukan kegiatan bongkar muat petikemas
impor atau ekspor masih membuang banyak waktu atau yang dikenal dengan
isitilah idle time (waktu yang tidak terpakai selama kegiatan bongkar muat
berlangsung), seperti contohnya pada terminal petikemas setiap semesternya
membuang banyak waktu (idle time) pada saat menguntungkan bagi pihak
terminal petikemas, karena semakin lama kapal sandar di dermaga untuk
melakukan kegiatan bongkar muat semakin besar keuntungan yang diperoleh.
Akan tetapi, hal tersebut jelas sangat merugikan bagi pelanggan.
PT.Segara Pcaific Maju merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
dibidang jasa yaitu tempat penitipan petikemas sementara atau yang biasa
disebut depo petikemas. Aktivitas yang dilakukan disini adalah menyimpan
petikemas kosong yang akan dan atau telah digunakan untuk kegiatan ekspor
impor sebagai tempat penumpukan petikemas kosong, membersihkan petikemas
yang akan digunakan, membetulkan bila ada kerusakan pada petikemas.
PT.Segara Pacific Maju tidak memiliki petikemas sendiri tetapi hanya
memberikan fasilitas.
Dalam kegiatan bongkar muat sering muncul hambatan-hambatan yang
dapat mengakibatkan waktu yang terpakai sering terbuang sia-sia. Dari sisi inilah
penulis tertarik untuk memaparkan dalam bentuk sebuah proposasl skripsi/karya
tulis ilmiah yang berjudul:
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB UPAYA MENEKAN WAKTU YANG
TERBUANG JUMLAH BONGKAR MUAT PETIKEMAS PADA PELABUHAN
TANJUNG PERAK PT.SEGARA PACIFIC MAJU TAHUN 2012

B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah

Penulis mengidentifikasi masalah-masalah berdasarkan latar belakang


diatas sebagai berikut:

a. Kegiatan bongkar muat petikemas masih sering terjadi idle time( waktu

yang tidak terpakai atau sering terbuang saat kegiatan berlangsung)


b. Terbatasnya jumlah alat saat melaksanakan kegiatan bongkar muat

untuk memindahkan container dari dermaga ke container yard.


c. Faktor cuaca yang biasanya dapat menghambat kegiatan bongkar

muat sehingga sering terjadi idle time.


d. Pergantian shift kerja karyawan dalam hal ini petugas dermaga

(solo,whiskey, dan tenaga kerja bongkar muat) kurang tepat waktu


e. Kurangnya tingkat kedisiplinan karyawan PT.Segara pacific Maju

sehingga idle time yang terjadi meningkat.

2. Batasan Masalah

Masalah utama penelitian ini lambatnya proses petikemas ekspor pada


terminal petikemas yang dibatasi pada mencari FAKTOR-FAKTOR
PENYEBAB TERBATASNYA JUMLAH ALAT SAAT MELAKSANAKAN
KEGIATAN BONGKAR MUAT PETIKEMAS EKSPOR PADA TERMINAL
PELABUHAN TANJUNG PERAK PT.SEGARA PACIFIC MAJU TAHUN
2012

3. Pokok permasalahan

Berdasarkan batasan masalah diatas, maka pokok permasalahan yang


akan dibahas adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana gambaran tingkat tingginya angka idle time yang terjadi

pada PT.segara Pacific Maju?


b. Apa faktor penyebab kurangnya jumlah bongkar muat petikemas pada

PT.Segara Pacific maju?


c. Apa akar penyebab masalah kurangnya cara atau upaya menekan idle

time dalam meningkatkan jumlah bongkar muat petikemas pada


PT.segara Pacific Maju?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan penelitian

Dalam menyusun skripsi ini, penulis melakukan berbagai penelitian yang


semuanya bertujuan:
a. Untuk mengetahui gambaran perkembangan idle time yang terjadi

pada PT.segara Pacific Maju


b. Untuk mengetahui faktor penyebab kurangnya perkembangan jumlah

bongkar muat petikemas pada PT.segara Pacific Maju


c. Untuk mengetahui akar penyebab masalah kurangnya upaya menekan

idle time meningkatkan jumlah bongkar muat petikemas pada


PT.Segara Pacific Maju.

2. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini penulis mempunyai beberapa tujuan tertentu antara lain:

d. Bagi penulis

Untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam


mempelajari bagaimana penanganan upaya menekan idle time
meningkatkan jumlah bongkar muat petikemas pada PT.Segara Pacific
Maju
e. Bagi PT.Segara Pacific Maju

Penelitian ini diharapkan dapat manfaat yang baik bagi perusahaan


dalam memperbaiki kendala-kendala atau permasalahan yang ada
sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan citra
perusahaan.
f.

Bagi lembaga STMT TRISAKTI


Dapat dipergunakan sebagai sumber kepustakaan olah rekan-rekan
mahasiswa dan bagi pihak lain atau masyarakat yang membutuhkan.

D. Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai, dengan teknik
manajemen operasi/produksi pendekatan diagram sebab akibat atau fishbone Diagram.
Dimana variabel penelitian meliputi variabel sebab kurangnya upaya menekan idle time
meningkatkan jumlah bongkar muat petikemas pada PT.Segara Pacific Maju, dalam hal
ini sebagai variabel akibat.
1. Jenis dan sumber data
a. Jenis data, yaitu data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan

dala bentuk angka, yang diperoleh melalui berbagai macam teknik


pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus,
atau observasi yang telah di tuangkan dalam catatan lapangan (transkip),
bentuk lainnya berupa gambar yang diperoleh melalui pemotretan tau
rekaman video. Data kualitatif adalah data yang berbentuk angka atau
bilangan, sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau
dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika.
b. Sumber data, yaitu data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan

oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya, yang disebut juga sebagai
data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date. Untuk mendapatkan
data primer, peneliti harus mengumpulkan data primer antara lain observasi,
wawancara, diskusi terfokus (focus grup discusiion FGD) dan penyebaran
kuesioner. Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan
peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua),
data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro pusat
statistic(BPS), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain.
2. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang
memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya. Berkaitan dengan penggunaan
pendekatan fishbone diagram yang mana proses analisisnya mencari penyebab dan
mengapa tejadinya penyebab jasa untuk variabel mencari penyebab dan pihak
manajemen untuk variabel mengapa terjadinya penyebab. Populasi dalam penelitian ini
pengguna jas/pelanggan sebanyak 60 orang.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang memiliki oleh populasi
tersebut. Dinyatakan apabila subyeknya kurang dari 100, diambil semua sekaligus
sehingga penelitiannya disebut penelitian populasi sampel. Jika jumlah subyek besar
atau lebih dari 100 maka diambil 10-15%, atau 20-25% atau lebih. Dalam hal ini
populasi kurang dari 100 orang, maka jumlah sampel yang diambil 50 orang pelanggan
(populasi sampel).

3. Metode pengumpulan data


a. Riset Lapangan (field Research)

Data diperoleh dengan penelitian langsung ke PT.SEGARA PACIFIC


MAJU. Data diperoleh melalui:
1. Observasi, merupakan salah satu teknik operasional pengumpulan data

melalui proses pencatatan secara cermat dan sistematis terhadap


obyek yang dicermati secara langsung.
2. Kuesioner, merupakan

metode pengumpulan data dengan cara


memberikan pertanyaan-pertanyaan atau angket yang akan diisi oleh
pihak terkait atau responden

b. Riset kepustakaan

Mengumpulkan data dengan cara membaca dan mengutip dari buku,


laporan jurnal ilmiah, dan tulisan yang mengandung informasi dan
mendukung landasan teoritis mengenai masalah yang sedang diteliti.
4. Metode analisis data

Untuk mencari penyebab kurangnya upaya menekan idle time


meningkatkan jumlah bongkar muat petikemas pada PT.Segara Pacific Maju,
maka teknik analisis data yang digunakan penulis adalah fishbone diagram atau
diagram sebab akibat menurut Dr Kaoru ishikawa diagram, seorang ahli statistic
Quality Control dari jepang yang menemukan fishbone diagram, oleh sebab itu
diagram ini bisa disebut juga dengan Ishikawa diagram, yaitu analisis yang
digunakan untuk menunjukan berbagai sebab potensial dari suatu masalah
dengan cara menganalisis apa yang terjadi dari suatu proses.
Untuk mengetahui mengapa suatu masalah terjadi dan memerlukan
analisis lebih terperinci terhadap suatu masalah atau akibat dapat mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut:
a. Rumuskan masalah utama yang penting dan mendesak untuk

diselesaikan dan tuliskan masalah utama di kepala ikan, kemudian


gambarkan tulang-tulang ikan.
b. Pada tulang besar dituliskan penyebab primer masalah. Kemudian

pada tulang berukuran kecil dituliskan penyebab sekunder yang


berpengaruh terhadap penyebab utama.

c. Tentukan penyebab yang penting dari setiap faktor penting yang

berpengaruh nyata pada suatu masalah atau penyebab utama. (lihat


gambar 1)

Gambar 1
bentuk umum diagram sebab akibat

Kategori utama(tulang besar)

masalah

Selanjutnya dalam mengolah data penulis menggunakan teknik


Brainstorming, menurut tauge dan purba. Brainstorming membantu membangkitkan ideide alternatif dan persepsi dalam suatu tim kerja (teamwork) yang bersifat terbuka dan
bebas (tidak malu-malu). Brainstorming dapat digunakan berkaitan dengan hal-hal
berikut:
1. Menentukan penyebab yang mungkin dari penurunan produktivitas perusahaan

dan/atau solusi terhadap masalah produktivitas itu.


2. Memutuskan masalah produktivitas apa yang perlu di selesaikan.

3. Anggota tim merasa bebas untuk berbicara dan menyumbangkan ide-ide

mereka.
4. Menginginkan untuk menjaring sejumlah besar besar persepsi alternative.
5. Kreatifitas merupakan karakteistik outcome yang diinginkan
6. Fasilitatot dapat secara efektif mengelola tim

Untuk mendukung penggunaan alat analisis diagram sebab akibat ini, disusun
kedalam kisi-kisi instrument penelitian lihat (tabel 1)
1. Masalah utama penelitian ini lambatnya proses pemuatan petikemas ekspor

pada terminal petikemas pelabuhan tanjung perak, dengan karakteristik


produktivitas (akibat) yaitu kurang terbatasnya jumlah alat kegiatan bongkar
muat, dengan demikian yang dicari adalah apakah pengawasan tersebut
sebagai penyebab. Menjawabnya tentunya berlandasan pada teori yang
berlaku tentang SDM.

Tabel 1
Membuat format kisi-kisi instrtument penelitian
KARAKTERIST
IK

KATEGORI UTAMA

PRODUKTIVIT
AS

TIPE
BUTIR
KATEEGORI
PERTANYA
UTAMA
(TIPE AN
FAKTOR
PENYEBAB)

JUMLA
H

(AKIBAT)
TERBATASNY 1.MENGAMATI
A
JUMLAH
ALAT
SAAT
MELAKSANAK
AN KEGIATAN
BONGKAR
MUAT
PETIKEMAS
EKSPOR PADA 2.MENGKLASIFIKASI
KAN
TERMINAL
PELABUHAN
TANJUNG

PENAGAMATAN
KUALITATIF

1a
1b

2a

PENGAMATAN
KUANTITATIF

PEMILIHAN
OBJEK

PERAK
PT.SEGARA
PACIFIC MAJU

3.MENGKOMUNIKASI

MEMBUAT
LAPORAN
MEMBACA
GAMBARAN

3a

3b
3c

MENIMBANG
4.MENGUKUR

MEMBANDINGK
AN

2
4a
4b

5.MEMPREDIKSI

WAKTU
DIBUTUHKAN
PENGUNAAN
ALAT

2
5a
5b

ATAS FAKTA
6.MENYIMPULKAN

ATAS KONSEP

6a

ATAS PRINSIP

6b

6c

Instrumen penelitian berbentuk instrumen penelitian variabel sebab


kurangnya pengawasan pada pihak manajemen untuk melakukan pengaruh
upaya menekan waktu yang terbuang jumlah bongkar muat petikemas
PT.SEGARA PACIFIC MAJU, dengan menggunakan skala Guttman dapat dibuat
(a) dalam bentuk pilihan ganda,(contoh : a.Ya;b.tidak); bdan (b) dalam bentuk
checklist, jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan skor
terendah (0), contoh: a.Ya (1) ; b. Tidak (0). Kemudian dapat juga dengan
menggunakan skala likert dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan
persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Alternatip
pertanyaan bisa positip contoh : sangat puas/sangat setuju/sangat penting = 5;
puas/setuju/penting = 4 ; cukup puas/netral/cukup penting =3 kurang puas/tidak
setuju/kurang penting = 2 ; tidak puas/sangat tidak setuju/tidak penting =1
;alternatif pertanyaan negatif contoh : sangat puas/sangat setuju/sangat penting
=1 ; puas/setuju/penting = 2 ; cukup puas/netral/cukup penting = 3; kurang
puas/tidak setuju/kurang penting =4 ; tidak puas/sangat tidak setuju/tidak penting

=5. Kemudian untuk variabel akibat atau untuk melakukan pengaruh upaya
menekan waktu yang terbuang jumlah bongkar muat petikemas PT.SEGARA
PACIFIC MAJU dengan cara 5 why keyes.
Penilaian penetapan faktor bermasalah (BM) dan tidak bermasalah (TBM)
dilakukan dengan menghitung rata-rata tenagah (Mean) ini didapat dengan
menjumlahkan data seluruh individu dalam kelompok itu, kemudian dibagi
dengan jumlah individu yang ada pada kelompok tersebut.

RUMUS

Me =

Dimana :
Me

= mean (rata-rata)
= epsilon (baca jumlah)

Xi

= nilai X ke i sampai n

=jumlah individu

Hasil yanang perlu didapat adalah kumpulan dari faktor bermasalah yang
kemudian terurut berdasarkan besaran nilai % bermasalahnya, ,mulai dari urutan
pertama dengan nilai terbesar s/d urrutan terakhir dengan nilai bermasalah terkecil.
Urutan bermasalah tersebut tentunya harus diujui secara statistik apakah sudah
merupakan urutan faktor bermasalah yang terangking sebenarnya . penguji dapat
dilakukan dengan memberikan nilai bobot untuk setiap faktor bermasalah tadi,
dengan cara menggunakan pendekatan bobot kebalikan. Bobot kebalikan dilakukan
setelah mendapatkan nilai peringkat faktor-faktor yang mempengaruhi dengan
membuat urutan kepentingan atau yang diutamakan. Caranya adalah dengan
mengkuantifikasi data yang bersifat kualitatif. Faktor rating dilakukan dengan
prosedur memberikan bobot terhadap faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
dalam pemilihan, dihitung dengan membagikan kebalikan urutannya dengan jumlah
atau urutan.

Tabel 2
Bobot kebalikan faktor penyebab bernilai
NO

FAKTOR-FAKTOR
YANG
MEMPENGARUHI

URUTAN

BOBOT
KEBALIKAN

BOBOT

SDM

0,136

MANAJEMEN

0,091

LOKASI
KEMACETAN

11

0,167

INFRASTRUKTU
R DAN
TEKNOLOGI

10

0,152

PEMASOK

0,106

10

PEMASOK
SOSIAL BUDAYA

0,045

11

PENGGUNA
LINGKUNGAN
SOSIAL

11

0,015

Berdasarkan tabel diatas dapat pengujian urut bermasalah dapat menjadi


ranking faktor bermasalah yang sebenarnya.
E. Sistematika Penulisan

Adapun materi skripsi yang dibahas menggunakan sistematika penulisan


sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang masalah, tujuan dan
manfaat penelitian, metode penelitan dan sistematika penulis.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulis mengenai pengertian atau konsep dan teori yang
digunakan untuk , dan diperoleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan
penelitian sesuai dengan judul skripsi pokok permasalahan.

BAB III GAMBARAN UMUM PT.SEGARA PACIFIC MAJU


Dalam bab ini penulis menguraikan secara umum sejarah singkat perusahaan,
struktur organisasi perusahaan serta kegiatan usaha perusahaan.
BAB IV ANALIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini mennganalisis dan membahas pokok permasalahan dan tujuan
penelitian yang dikemukakan pada Bab I yaitu : Bagaimana gambaran
kurangnya tingginya tingkat angka idle time yang terjadi pada PT.segara Pacific
Maju; faktor penyebab kurangnya jumlah bongkar muat petikemas pada
PT.Segara Pacific maju; akar penyebab masalah kurangnya cara atau upaya
menekan idle time dalam meningkatkan jumlah bongkar muat petikemas pada
PT.segara Pacific Maju.
BAB V PENUTUP
Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan pembahasan yang
dikemukakan pada Bab 4, berupa kesimpulan dari analisis dan pembahasan
pokok permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan saran dari hasil
kesimpulan tersebut, sebagai bahan masukan bagi perusahaan dan pihak lain.