Anda di halaman 1dari 53

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

EU
M
P

RAIAN

ENDEKATAN

ETODOLOGI

ROGRAM

AN

ERJA

PENDEKATAN TEKNIS DAN METODOLOGI


Sejalan dengan semakin maju dan pesatnya perkembangan perekonomian, maka
secara otomatis Permukiman merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia di
Indonesia pada tahun 2014 ini meningkat pesat, Pengembangan permukiman ini
meliputi pengembangan prasarana dan sarana dasar perkotaan, pengembangan
permukiman yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,
proses penyelenggaraan lahan, pengembangan ekonomi kota, serta penciptaan
sosial budaya di perkotaan harus segera dikembangkan agar pengembangannya
dapat sesuai dengan kondisi masyarakat dan alam lingkungannya. Aspek sosial
budaya ini dapat meliputi desain, pola, dan struktur, serta bahan material yang
digunakan. Penanganan kerusakan dan pembangunan baru

ini dilakukan melalui

program Kegiatan ini agar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di


kawasan permukiman tersebut.

E-1

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Agar hasil dari kontruksi fisik di kawasan permukiman sesuai dengan standar
mutu yang ada, maka diperlukan pengawasan yang professional terhadap
penanganan pekerjaan
.Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, diperlukan adanya
kegiatan pengawasan kualitas dan kuantitas pelaksanaan fisik, serta survey dan
kajian tentang karakteristik jalan dan jembatan. Survey dilakukan untuk
mendapatkan data mengenai karakteristik jalan dan jembatan yang akan
ditangani. Hasil survey ini akan digunakan untuk menyusun rencana dan
menyiapkan program ini secara maksimal. Jasa pelayanan yang diberikan
Konsultan berupa jaminan kepada Pemberi Tugas akan tercapainya pelaksanaan
proyek sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang tercantum di dalam
dokumen

kontrak.

Kesesuaian

ini

melingkupi

kualitas

fisik

berdasarkan

spesifikasi, perkembangan kemajuan proyek sesuai waktu, ketepatan dan


keakuratan, serta perkembangan penggunaan dana.

E.3.1. PENDEKATAN TEKNIS


Masalah teknis yang selanjutnya akan mendapatkan perhatian khusus
diantaranya:
Grade/kemiringan dari alinyemen vertikal existing yang memerlukan
penyesuaian.
Kondisi eksisting tanah dasar yang akan ditangani mempunyai daya
dukung tanah dasar yang kurang baik.
Manajemen pada saat pelaksanaan pekerjaan yang berhubungan dengan
waktu pelaksanaan konstruksi (siang/malam) dan lamanya pelaksanaan
konstruksi.
Jari-jari lengkung horizontal dan super elevasinya.

E-2

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Kualitas material pembangunan yang akan digunakan.


Berikut ini merupakan pendekatan-pendekatan yang akan diterapkan oleh
Konsultan untuk mencegah timbulnya dampak negatif sekecil apapun antara
Konsultan dan Kontraktor yang mungkin terjadi pada saat pelaksanaan kontruksi
di lapangan:
a. Pengendalian mutu
b. Pengendalian waktu
c. Pengendalian keselamatan kerja
d. Pengendalian biaya
e. Pengaturan lalu lintas (traffic management)
f. Pelaporan
g. Hubungan dengan pihak terkait.

Detail dari pendekatan yang dilakukan konsultan untuk pelaksanaan


pekerjaan adalah sebagai berikut :

a. Pengendalian Mutu (Pola 3-2-5)


Konsultan akan selalu mengawasi mutu pekerjaan yang dikerjakan oleh
Kontraktor sehingga seluruh pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan
spesifikasi teknik yang tercantum dalam dokumen kontrak.Untuk itu Konsultan
akan menerapkan pola pengendalian mutu sebagaimana dikenal di lingkungan cipta
karya dengan istilah Pola 3-2-5, yang artinya bertahap 3 (tiga), berlingkup 2
(dua) dan berstruktur 5 (lima). Pola tersebut dapat diuraikan lebih jauh sebagai
berikut :
Tahapan Pengujian :

E-3

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

1. Pengujian bahan baku


2. Pengujian bahan olahan
3. Pengujian bahan jadi

Lingkup Pengujian :
1. Dimensi
2. Kualitas

Struktur Pengujian :
1. Jenis Pemeriksaan
2. Metode Pemeriksaan
3. Frekwensi Pemeriksaan
4. Spesifikasi
5. Toleransi Hasil Pekerjaan

E-4

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Prosedur pengendalian mutu seperti terlihat pada Gambar E.1.


BAGAN ALIR PENGENDALIAN MUTU

Gambar E.1

Pra Pelaksanaan

Desain Spesifikasi
Teknis

Revisi Desain
Shop Drawing Inspection
Guide

Request of Work
Metode Konstruksi

Pasca Pelaksanaan

Pelaksanaan

Pelaksanaan Konstruksi

Evaluasi Pelaksanaan
Konstruksi

Data Test Survey Hasil


Pelaksanaan

Inspection
Attachment

Sheet

E-5

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

b. Pengendalian Waktu
Konsultan

akan

terus

mengendalikan

jadwal

waktu

program

kerja

Kontraktor agar sebisa mungkin dapat diselesaikan sesuai dengan periode


kontrak atau dengan keterlambatan sekecil mungkin. Pengendalian waktu ini akan
di tempuh dengan langkah-langkah yang terencana baik dan efektif mengenai
penjabaran Dokumen Kontrak.Prosedur pengendalian waktu yang diusulkan
Konsultan seperti terlihat pada Gambar E.2.

E-6

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

GAMBAR E.2
PROSEDUR PENGENDALIAN WAKTU

Kontrak Asli

Field Engineering

KONTROL WAKTU

Metode:
-Kuantitas
-Konstruksi

Analisa Sumber
Daya

Network Analysis
System

Gambar Kerja

Site Instruction/
Rapat Harian

Pelaksanaan
Konstruksi

Evaluasi

E-7

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

c. Pengendalian Keselamatan Kerja


Salah satu sasaran dari Manajemen Konstruksi adalah mengendalikan
keselamatan kerja yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan kerja baik
terhadap publik (umum) maupun terhadap para pekerja.Untuk mencapai sasaran,
digunakan prosedur manajemen Kontruksi dari pra pelaksanaan sampai akhir
pelaksanaan.Prosedur keselamatan kerja tersebut dijabarkan pada Gambar E.3.

E-8

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

GAMBAR E.3
BAGAN ALIR PENGENDALIAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA

DESIGN

SHOP DRAWING
INSPECTION

REQUEST OF WORK
METODE KONSTRUKSI

TIDAK OK

PEMERIKSAAN
PERSIAPAN

PELAKSANAAN

EVALUASI
WAKTUPELAKSANAAN

BAHAYA

STOP

PENGAMANAN PASCA
PELAKSANAAN

E-9

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

d. Pengendalian Biaya
Pengendalian
bekerjasama

Biaya

dengan

akan

dilakukan

Kontraktor

agar

dengan

cara

menggunakan

mengarahkan
tenaga

kerja

dan
dan

peralatannya semaksimal mungkin sehingga didapatkan hasil yang optimal dan


tepat waktu dengan biaya konstruksi seminim mungkin atau tidak melebihi dari
perkiraan biaya yang tercantum dalam Dokumen Kontrak. Prosedur pengendalian
biaya yang diusulkan dijabarkan pada Gambar E.4

E - 10

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

GAMBAR E.4
PROSEDUR PENGENDALIAN BIAYA
KONTRAK ASLI

FIELD ENGINEERING

REVIEW AND VALUE

METODE:
-Kuantitas
-Konstruksi

ANALISA SUMBER DAYA

BIAYA

GAMBAR KERJA

PELAKSANA KONSTRUKSI

SITE INSTRUCTION/
RAPAT HARIAN

EVALUASI PELAKSANAAN

LAMPIRAN INSPECTION
SHEET

MONTHLY CERTIFICATE

EVALUASI BIAYA

E - 11

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Perubahan Pekerjaan (Contract Change Order)

Apabila terjadi perubahan pada pekerjaan, Konsultan akan bersamasama dengan Kontraktor akan berkonsultasi dengan pihak pemberi tugas yang
diwakili oleh Pimpinan Proyek. Konsultan sebelumnya akan meneliti usulan
Kontraktor

termasuk

mengkaji

harga

satuan

baru

yang

mungkin

perlu

diberlakukan karena tidak dapat ditutupi dengan pay item yang sudah ditetapkan.
Prosedur pengajuan perubahan volume dan harga satuan baru dapat dilihat pada
Gambar E.5
Mengingat pekerjaan hanya 5,0 (lima koma nol) bulan sebaiknya diusahakan
agar tidak ada harga satuan baru.

E - 12

Pelaksana

a=b=c

Usulan
Perubahan

KONTRAKTOR

Evaluasi

a=b=c

Persetujuan 3 Belah Pihak CCO

a=b=c

Usulan
Perubahan

KONSULTAN

Persetujuan 3 Belah Pihak

PIHAK KEDUA

a=b=c

Surat Usulan
Perubahan

a=b=c

PROYEK

a=b

Berita Acara

a=b

Negosiasi
Harga

a=b

PANITIA
KEWAJARAN

PIHAK PERTAMA

Ya

Persetujuan

Tidak

DIREKTUR
UTAMA

KETERANGAN

GAMBAR 4.5
PROSEDUR PERUBAHAN VOLUME DAN PAY ITEM / SATUAN (CCO)

GAMBAR E.5

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

E - 13

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Sertifikat Pembayaran Bulanan (Monthly Payment Certificate)


Konsultan akan memeriksa kesesuaian antara perhitungan volume

maupun kualitas hasil pekerjaan dengan persyaratan spesifikasi pada setiap


pengajuan

pembayaran

oleh

Kontraktor.

Prosedur

mengenai

pengajuan

pembayaran ini digambarkan dalam Gambar E.6.

E - 14

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

GAMBAR
4.6
E GAMBAR
6

PROSEDUR PEMBAYARAN PRESTASI KERJA KONTRA


(MONTHLY CERTIFICATE / M

KONTRAKTOR

KONSULTAN

PROYEK

PENGAJUAN
INSPECTION SHEET

CEK KUALITAS DAN


KUANTITAS DI
LAPANGAN

PERSETUJUAN
INSPCETION SHEET

PENGAJUAN
PERMINTAAN MC

EVALUASI/
PEMERIKSAAN
KUANTITAS & DATA
PENDUKUNG

CEK KELENGKAPAN
ADMINISTRASI

DIREKTUR UTAMA

PERSETUJUAN MC

PENGAJUAN
PERMINTAAN
PEMBAYARAN

MENERIMA
PEMBAYARAN

PEMBAYARAN &
PROSES
ADMINISTRASI
KEUANGAN

MENERIMA PHOTO
COPY BUKTI
PEMBAYARAN

E - 15

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

e. Pengaturan (Traffic Management)


Pekerjaan
mengganggu

pembangunan

kelancaran

di

yang

daerah

akan

sekitar.

dilaksanakan
Untuk

itu,

tentunya

akan

Konsultan

akan

memperhatikan beberapa hal di bawah ini dengan tujuan agar kondisi lalu lintas di
sekitar proyek tetap lancar, aman dan nyaman. Berikut hal-hal yang menjadi
perhatian Konsultan dalam pengaturan lalu lintas:

Kondisi lokasi proyek

Fluktuasi volume lalu-lintas (jam sibuk)

Tahapan pelaksanaan pekerjaan dan

Alat-alat bantu.

Jaminan Mutu dan Pengendalian Mutu


Chief Inspector dalam kerjasamanya dengan semua staff, akan
memastikan bahwa seluruh pekerjaan memenuhi gambar dan spesifikasi/rencana,
dengan melaksanakan beberapa hal penting. Selain itu, semua personil inti akan
saling bekerja sama selama masa kontrak dengan cara/berpedoman pada matriks
tanggung jawab yang dibebankan kepada setiap personil inti. Dibawah ini
merupakan hal-hal penting yang akan dilaksanakan dalam tujuan penjaminan dan
pengendalian mutu:
Inspeksi (Pemeriksaan)
Semua pekerjaan harus diperiksa sesuai dengan hal-hal yang
diperlukan untuk setiap bagian proyek. Pemeriksaan akan meliputi material yang
digunakan dalam pekerjaan, teknis pelaksanaan pekerjaan yang digunakan, ukuran,
dan semua masalah yang berhubungan dengan mutu pekerjaan.

E - 16

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Survey Control
Pematokan yang dilakukan oleh bagian survey lapangan kontraktor
akan selalu diawasi untuk memastikan bahwa pematokan dilakukan secara benar

Material Control dan Pengujian yang dapat diterima


Semua material akan diperiksa dan diuji mutunya terlebih dahulu

sebelum diangkut ke daerah lokasi pekerjaan. Sertifikat pengujian dari semen,


baja, besi tulangan, struktur, dan material lain juga akan diteliti dan dicermati
sebelum diuji.
Hasil pengujian akan dicatat dalam suatu Form Standar yang
menunjukkan lokasi yang tepat dari material pada pekerjaan. Dokumentasi dari
material yang di import dan material fabrikasi akan diteliti dengan cermat untuk
memastikan bahwa material memenuhi spesifikasi.
Penyesuaian Desain
Team pengawas akan berusaha untuk mengoptimalisasikan desain
dalam mengatasi kondisi lapangan yang tak terduga selama masa pelaksanaan.
Jika terjadi perubahan desain, Chief Inspctor dan tim lapangannya akan meminta
persetujuan Pengguna Jasa terlebih dahulu.

f. Pelaporan
Segala kemajuan pekerjaan akan dilaporkan kepada Pimpinan Proyek
melalui surat menyurat dan laporan kemajuan pekerjaan bulanan secara akurat
dan regular.
g. Hubungan dengan Pihak Terkait
Konsultan akan membina hubungan yang baik dengan pihak-pihak yang
terlibat pada proyek ini demi kelancaran pekerjaan.

E - 17

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

E.3.2. METODOLOGI
Demi tercapainya sasaran target pekerjaan pengawasan teknik ini, yaitu
penyelesaian pekerjaan tepat waktu dengan kualitas hasil pekerjaan yang
memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan, Tim Konsultan Supervisi akan
melakukan tindakan sebagai berikut :

Melakukan semua kegiatan dengan disiplin yang tinggi.

Menerapkan jasa pengawasan dengan berlandaskan profesionalisme.

Melakukan pengendalian mutu berpedoman kepada pola 3-2-5.

Sesuai dengan lingkup layanan Jasa Konsultan Pengawas yang sudah


disebutkan pada Bab sebelumnya, lingkup layanan tersebut dapat dibagi menjadi
2 kategori dasar sehingga didapatkan sasaran yang sesuai dengan spesifikasi
teknik yang tercantum dalam dokumen kontrak.
Kedua lingkup layanan itu memuat :.
a. Pengawasan Teknik
b. Administrasi Kontrak

Lingkup layanan konsultan diatas merupakan satu kesatuan yang tidak


dipisah-pisahkan karena dalam tugas konsultan, hal-hal tersebut saling berkaitan
satu sama lain
Berdasarkan dari hal-hal tersebut di atas, maka metodologi pelaksanaan
pekerjaan yang akan diterapkan meliputi :
1. Metodologi pengawasan administrasi
2. Metodologi pengawasan pelaksanaan
3. Metodologi recording

E - 18

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

4. Pengendalian proyek
5. Pengaturan lalu lintas di daerah pekerjaan

Masing-masing metodologi akan dijelaskan secara rinci pada bagian berikut :


1.

Metodologi Pengawasan Administrasi


Pengawasan administrasi yang merupakan bagian integral dari keseluruhan

layanan konsultan supervisi memuat mengenai proses - proses pekerjaan seperti:


tindakan yang berkaitan dengan kontrak antara Pemberi Tugas dengan Konsultan;
Hubungan antara Pemberi Tugas, Kontraktor dan Konsultan; Kewenangan
Engineer, Jaminan Pekerjaan, Sub Kontraktor, Varian Orders, Perpanjangan
Waktu dan lain sebagainya.

a. Penyerahan Lapangan
Setelah penandatanganan Kontrak yang dilanjutkan dengan penerbitan
Surat Perintah Kerja, Kontraktor akan segera menerima penyerahan area
lapangan secara keseluruhan dari Pemberi Tugas untuk memulai melakukan
pekerjaannya.
Apabila hanya sebagian pekerjaan yang diserahkan kepada Kontraktor
perlu diyakinkan bahwa area tersebut sudah memadai untuk dikerjakan dengan
mempertimbangkan cost effective terhadap pelaksanaan pekerjaan.Agenda
pertemuan mengenai penyerahan lapangan ini harus secara jelas menyatakan
tanggal

terakhir

penyerahan

area

berikutnya

untuk

dikerjakan

kepada

Kontraktor.

E - 19

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

b. Kewenangan Engineer
Kewenangan yang didelegasikan oleh Pemberi Tugas kepada Chief
Inspector secara umum telah didefinisikan secara jelas di dalam Dokumen
Kontrak.

c. Jaminan Pekerjaan
Jaminan yang diusulkan oleh kontraktor sebelum pekerjaan dimulai akan di
kaji ulang terlebih dahulu oleh kosultan untuk melindungi Pengguna Jasa dari
kerugian atau kerusakan dalam menghadapi claim dari ketiga unsure pelaksana
proyek terhadap kerusakan-kerusakan atau kecelekaan.

d. Program Kerja
Kontraktor diharuskan membuat program kerja secara rinci dari mulai
penempatan sumber daya manusianya (personil), jenis dan jumlah peralatan yang
dipakai, metoda pelaksanaan dan lain sebagainya, sebagaimana diatur dalam
persyaratan kontrak.Program kerja ini dibuat dalam bentuk / format Critical
Path Network (CPN) yaitu yang berdasarkan lintasan kritis sehingga jenis-jenis
pekerjaan atau pengiriman material yang perlu pengawasan khusus, supaya waktu
pelaksanaan proyek tidak mengalami keterlambatan dan menghasilkan mutu yang
sesuai dengan standar spesifikasi teknik.

e. Pengkajian Ulang Terhadap Usulan-Usulan Kontraktor


Konsultan akan mengevaluasi setiap usulan pekerjaan yang diserahkan oleh
kontraktor, baik itu pekerjaan sementara maupun pekerjaan-pekerjaan yang

E - 20

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

bersifat tetap. Namun, kontraktor diberi keleluasaan untuk melaksanakan


pekerjaannya sesuai dengan metoda pekerjaan dan dana yang dimilikinya.
Evaluasi Konsultan akan meliputi kelayakan, kompetisi teknis dan biaya yang
kompetitif atas proposal tersebut, meliputi seluruh perhitungan pendukung
desain/atau asumsi-asumsi yang mendasarinya. Persetujuan terhadap hal ini harus
di berikan secara tertulis oleh Chief Inspector.
Apabila usulan menyangkut amandemen terhadap spesifikasi teknis
terhadap pekerjaan permanen, Chief Inspector akan membuat laporan rinci
meliputi rekomendasi untuk menerima atau menolak usulan tersebut dan
diserahkan kepada Pemberi Tugas untuk dipertimbangkan.

f.

Variation Orders

Variation orderakan dipersiapkan oleh konsultan apabila dalam pelaksanaan


proyek, ditemukan adanya hambatan-hambatan, baik yang dating dari Kontraktor
maupun Pengguna Jasa, yang mengakibatkan pekerjaan tertunda sehingga
dibutuhkan suatu amandemen. Variation order ini mencakup alas an-alasan
mengapa amandemen dibuat, lingkup dan detail variasi yang harus dibuat untuk
dokumen kontrak

yangbersifat khusus, adanya implikasi biaya terhadap nilai

kontrak atau beberapa perubahan yang dibutuhkan untuk penyelesaian kontrak.


Variation order harus disetujui oleh Pengguna Jasa dan kemudian diserahkan
kepada Kontraktor untuk dilaksanakan.

g.

Harga Satuan Baru

Jika variation order menimbulkan pekerjaan baru yang belum mempunyai


harga satuan dalam daftar kuantitas dan harga yang ada, maka harus ditetapkan

E - 21

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

harga satuan baru. Untuk pekerjaan baru yang mempunyai karakter serupa, maka
pekerjaan dilaksanakan dengan kondisi yang serupa dengan detail

pekerjaan

tersebut dan harga baru ditentukan berdasarkan perbandingan langsung dengan


harga yang sudah ada.
Bila menurut pendapat Konsultan tidak ada harga yang memadai, maka
Konsultan akanmembuat analisa harga satuan baru sebagai bahan pertimbangan
Panitia Kewajaran Harga untuk menentukan harga baru melalui negosiasi dengan
Kontraktor.
Negosiasi ini harus mempertimbangkan harga-harga item pekerjaan yang
sudah ada untuk mendapatkan harga baru.Apabila negosiasi gagal mendapatkan
kesepakatan, berdasarkan kondisi kontrak, harga baru akan ditentukan oleh
Panitia Kewajaran Harga.

h. Penggunaan Sub Kontraktor


Persetujuan atas penggunaan sub kontraktor oleh kontraktor utama harus
dipertimbangkan secara hati-hati terutama mengenai pengalaman kerja dan
keahliannya. Kontraktor harus memberikan penjelasan serta alasan yang rinci dan
jelas. Sub kontraktor harus mempunyai kemampuan dan referensi untuk
melaksanakan pekerjaan yang akan diberikan.

2.

Metodologi Pengawasan Pelaksanaan


Secara garis besar pengawasan pelaksanaan pekerjaan pembangunan

keciptakaryaan adalah sebagai berikut :


Material yang akan digunakan oleh Kontraktor harus diteliti dan disetujui
terlebih dahulu mutunya oleh Inspector

dan Chief Inspector. Jika material

E - 22

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

tersebut telah memenuhi persyaratan teknis, selanjutnya Kontraktor harus


melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi dari dokumen kontrak
sesuai pengawasan Inspector. Kemudian dilanjutkan dengan pengetesan yang
dilakukan oleh Inspector.
Setelah proses pelaksanaan selesai, kemudian dilakukan pengukuran dan
volume pekerjaan oleh Inspector sesuai dengan spesifikasi yang dilanjutkan ke
Chief Inspector untuk disetujui untuk mendapatkan sertifikat bulanan. Secara
detail urutan kerja pelaksanaan pekerjaan Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah
Pidie - 1 (PW Infra 91) dapat dilihat pada Gambar E.7.
Kegiatan-kegiatan penting yang berkaitan dengan metode pengawasan
pekerjaan pembangunan jalan dibahas pada uraian di bawah ini :
a. Pekerjaan Tanah (Earthworks)
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain :
-

Pemeriksaan hasil survei

Persetujuan hasil clearing dan grabbing

Persetujuan material timbunan

Inspeksi pemasangan gorong-gorong (culvert)

Penempatan material

Persetujuan uji pemadatan tanah

Pemeriksaan elevasi akhir

b. Pekerjaan Perkerasan (Pavement)


Kegiatan-kegiatan yang dilakukan meliputi :
- Pemeriksaan akhir elevasi subgrade/Existing Payment
- Pengujian dan persetujuan material untuk pavement
- Pengawasan penempatan material

E - 23

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

- Pemeriksaan lighting sets


- Pemeriksaan kondisi lalu lintas jalan existing
- Pemantauan cuaca
- Pemeriksaan supply campuran aspal
- Pemeriksaan peralatan
- Pemeriksaan tenaga kerja
-

Pemeriksaan pemadatan perkerasan

E - 24

= Kegiatan

= Personil yang Terlibat

MENYETUJUI
REQUEST

INFORMASI
KEADAAN LAP.
& MATERIAL

REQUEST

PERSYARATAN
YANG DIPENUHI

Tidak

SITE ENGINEER
QUALITY ENGINEER
CHIEF INSPECTOR

QUALITY ENGINEER
CHIEF INSPECTOR

KONTRAKTOR

Ya

SITE INSPECTOR
LAB. TECHNICIAN
CHIEF INSPECTOR

PENGAWASAN
SEHUBUNGAN
DENGAN SPEC.
DRAWING

PELAKSANAAN
PEKERJAAN

KONTRAKTOR

SURVEYOR

PENGUKURAN
& QUANTITY

PENGETESAN
QUALITY

QUALITY ENGINEER

SURVEYOR
CHIEF INSPECTOR

PROSEDUR PENGUKURAN
PEMBAYARAN
SEHUBUNGAN DGN SPEC.

SETUJU DITERIMA
SITE ENGINEER
QUALITY ENGINEER
CHIEF INSPECTOR

HASIL BAIK

Tidak

PEMBORONGAN &
PERBAIKAN

KONTRAKTOR

Ya

SERTIFIKAT
PEMBAYARAN
BULANAN

BAGAN ALIR
URUTAN KERJA KONSULTAN PENGAWAS

GAMBAR
E.7
Gambar
6.7

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

E - 25

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Berikut disampaikan tahapan-tahapan yang lebih detail yang akan dilakukan


dalam pelaksanaan pengawasan.

a. Pemeriksaan Gambar Kerja (Shop Drawings)


Kontraktor harus membuat jadwal pelaksanaan dan gambar kerja dari
seluruh

item pekerjaan selama masa konstruksi. Gambar kerja tersebut

dibutuhkan untuk memeberikan detail terhadap hal-hal yang tidak tercakup


dalam gambar desain Selain itu, Kontraktor yang juga harus membuat
perhitungan desain dan gambar kerja dari pekerjaan sementara.
Setelah diajukan oleh Kontraktor, gambar-gambar tersebut akan diperiksa
dengan teliti oleh Konsultan, setelah mendapatkan persetujuan dari Konsultan,
gambar tersebut akan dikembalikan lagi kepada Kontraktor untuk dilaksanakan di
Lapangan.

b. Pengecekan Data Survey


Perlu diadakannya pengecekan ulang titik survey yang berupa Bench Marks
dan data kontrol yang dibuat pada waktu perencanaan teknik yang dilakukan
Konsultan

bersama-sama

Kontraktor

untuk

mendapatkan

ketepatan

dan

kebenaran dalam pelaksanaan.


Apabila ada data yang tidak sesuai dengan keadaan lapangan yang
sebenarnya, Konsultan bisa membantu Kontraktor untuk menyelesaikan setiap
perubahan dari perencanaan secara tuntas, termasuk gambar-gambar rencana
dan spesifikasinya.

E - 26

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

c. Pemeriksaan Material
Setiap material yang akan dipakai baik itu bahan baku, bahan olahan
maupun dan pekerjaan jadi harus terlebih dahulu diperiksa kualitasnya di
laboratorium terhadap pengujian yang meliputi: Berat Jenis, Stabilitas,
Durabilitas, Penyerapan, Daya Lekat, Gradasi dan lain sebagainya, sehingga sesuai
dengan spesifikasi teknik yang tercantum dalam Dokumen Kontrak.
Pemeriksaan mutu dilakukan secara rutin dengan mengambil contoh secara
acak pada lokasi-lokasi yang ditentukan oleh Konsultan.

d. Pemeriksaan Material Konstruksi


Pemeriksaan ini antara lain merupakan test penentuan kehancuran agregat,
test portland cement. Secara khusus perlu diperhatikan terhadap bahan agregat
yang berasal dari lokasi pengambilan batu serta tanah konstruksi dari borrow pit.

e. Pemeriksaan Hasil Pekerjaan


Pemeriksaan ini antaralain berupa test terhadap bahan campuran untuk
pekerjaan jalan, bahan agregat dan utamanya untuk beton.
Konsultan akan mengawasi, memeriksa dan mengevaluasi pekerjaan
pengujian laboratorium dan pengetesan di lapangan terhadap material konstruksi
yang akan dipergunakan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Konsultan akan
membuat rekomendasi berupa persetujuan dan penolakan berikut alasan teknis
sesuai dengan persyaratan teknis dalam spesifikasi. Prosedur pemeriksaan Job
Mix Formula (JMF) ditampilkan pada Gambar E.8 berikut.

E - 27

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

GAMBAR E.8
Gambar 4.9
DIAGRAMALIR
ALIRQUALITY
QUALITYCONTROL
CONTROL
BAHAN
DIAGRAM
"BAHAN"

SURVAI LOKASI
QUARRY

USULAN MATERIAL
(QUARRY)

PENGUJIAN
MUTU
LABORATORIUM

Tidak

Ya

USULAN
JOB MIX FORMULA

Tidak

PENGUJIAN
MUTU
LABORATORIUM

Ya

EVALUASI
DIREKSI
TEKNIK

Tidak

Ya

STOK FILE
MATERIAL

PRODUKSI :
- AMP
- STONE CRUSHER
- CONCR. BATCHING PLANT

E - 28

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

f.

Pemeriksaan Peralatan yang dipakai


Peralatan yang akan dipakai, terutama alat untuk pemadatan, harus dalam

keadaan baik menurut standar yang disahkan oleh badan tertentu.

g. Kesiapan Dalam Pelaksanaan Pekerjaan


Dalam memulai pekerjaan, perlu diperhatikan kesiapan dari material dan
peralatan yang akan digunakan harus diperhitungkan Cycle Time-nya.

h. Pemeriksaan Metode Pekerjaan


Metode Pekerjaan yang dilakukan Kontraktor harus diawasi dan diberi
perhatian khusus untuk menghindari kesalahan yang bisa mengakibatkan berbagai
hal, baik mutu, biaya dan waktu dari pelaksanaan.

i.

Pemeriksaan Mutu Pelaksanaan


Pemeriksaan ini meliputi: Pemeriksaan dimensi (Tebal, Lebar, Panjang,

Kedalaman, Kemiringan, Elevasi, Jari-jari dan lain sebagainya), pemeriksaan


kualitas untuk pekerjaan proyek ini secara umum adalah sebagai berikut:
Hal-hal yang perlu diperiksa untuk pekerjaan struktur beton adalah
berat jenis, gradasi, kuat tekan, abrasi dan lain sebagainya sesuai
spesifikasi teknik dan gambar-gambar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan perkerasan
diantaranya temperatur, kerataan, ketebalan dan lain sebagainya
sesuai dengan spesifikasi teknik dan gambar-gambar.
Pemeriksaan terhadap batu pecah meliputi: berat jenis, kekerasan,
penyerapan, keausan, daya lekat, gradasinya, CBR dan lain sebagainya

E - 29

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

harus diperiksa dilaboratorium sesuai dengan spesifikasi teknik dan


dokumen kontrak.

Sehubungan dengan pemeriksaan mutu pelaksanaan pekerjaan, berikut


disampaikan beberapa hal yang perlu pengawasan lebih teliti.
j.

Kontrol Pekerjaan

Jenis pekerjaan dalam pengawasan teknik jalan dibedakan menjadi dua


pekerjaan yaitu pekerjaan dengan kategori pokok (Mayor) dan pekerjaan tidak
pokok (Minor). Dan untuk pekerjaan struktur pekerjaan yang perlu diawasi yai tu
pekerjaan struktur dan pekerjaan finishing untuk pekerjaan tahap akhir
Hubungan di antara dua kegiatan tersebut saling berkait Pembagian jenis
kegiatan ini didasarkan atas prosentase bobot dari masing-masing pekerjaan
tersebut dan berpengaruh dengan persiapan pendanaan, alat maupun personil.

3.

Metodologi Recording
Dalam pelaksanaan konstruksi di lapangan kegiatan proyek akan sangat

komplek sehingga perlu melibatkan banyak macam material yang pembayarannya


mempunyai cara-cara yang berlainan. Agar kita mempunyai dokumen yang lengkap
dan jelas, perlu suatu sistem yang dapat mencatat setiap jenis kegiatan yang
terjadi dalam suatu proyek.
Salah satu kegiatan yang akan diuraikan di sini adalah mengenai
Metodology Record, dimana setiap hari dan setiap kegiatan harus di
record/catat dengan rapih dan jelas.
Ada dua macam record/pencatatan yang berhubungan dengan pelaksanaan
proyek diantaranya :
1. Record/pencatatan terhadap kegiatan

E - 30

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

2. Record/pencatatan terhadap material yang dipakai

1. Record Terhadap Kegiatan


Record kegiatan dibuat dalam grafik-grafik yang menggambarkan urutan
kegiatan, lokasi, dan waktu kegiatan yang terjadi dalam proyek. Grafik-grafik ini
mempermudah semua pihk dalam mengamati kegiatan mana yang sudah berjalan,
terhambat

maupun

belum

dikerjakan

berdasarkan

jadwal

yang

sudah

direncanakan.

2. Record Terhadap Material Yang Dipakai


Record ini berkaitan dengan pembayaran bahan material yang digunakan.
Karena itu, record ini dilakukan secara teliti dan lengkap dengan jumlah,
lokasi,dan kuantitas material yang dipakai sesuai dengan kegiatan proyek yang
dikerjakan.
Selain dicatat, gambar dari material tersebut juga perlu disertakan agar
setiap material yang akan dibayarkan diketahui dimana letaknya dan berapa
kuantitasnya.
Agar semua kegiatan berjalan lancar dan teratur, diperlukan kerjasama
yang baik antara Chief Inspektor dan Inspektor Mereka juga harus mengetahui
apakah semua kegiatan sesuai dengan spesifikasi yang diminta.
Setiap hari Inspector harus membuat laporan harian yang mencatat lokasi
dan jenis material yang digunakan. Chief Inspector harus membuat summary
terhadap report yang dibuat oleh Inspector. Inspector diharuskan pula
memberikan summary dari laporan lain kepada Chief Inspector yang Quality-nya
tidak memenuhi syarat tidak dapat diterima.

E - 31

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Record terhadap material yang terlibat dalam tiap-tiap bulan dikumpulkan


dan dibuatkan rekapitulasinya dan selanjutnya sebagai dasar perhitungan dalam
pembuatan Sertifikat Bulanan (Monthly Certificate), sehingga setiap monthly
certificate yang diterbitkan harus mempunyai Back Up Data yang disimpan
dalam 1 file terdiri dari :
Laporan Harian Inspektor (Daily Inspector Report)
Laporan Kuantitas Harian (Daily Quantity Report), sebagai data
input untuk komputer)
Lembar Detail Kuantitas Bulanan (Monthly Quantity Detail Sheet)
Pekerjaan Selesai Bulanan (Monthly Work Accomplised)
Lembar Kemajuan Bulanan (Monthly Progress Sheet)
Laporan Harian Perkerasan (Daily Report of Pavement)
Gambar-gambar (gambar-gambar ini akan dipakai dalam pembuatan
as-built drawing).

3. Format-Format Pencatatan
Format-format pencatatan harus disepakati oleh pihak Kontraktor,
Konsultan, maupun Pengguna Jasa agar pelaksanaan konstruksi dapat
diawasi secara bersama-sama.
Format-format pencatatan akan meliputi :
Form pencatatan surat-menyurat
Form kartu cuaca
Form pemeriksaan pematokan
Form kemanualan pekerjaan
Form memo lapangan
Form sertifikasi pembayaran

E - 32

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Form pencatatan inventarisasi dan penerbitan gambar


Form pencatatan pekerjaan beton
Format-format yang digunakan adalah format standar yang dikeluarkan
oleh Dinas Cipta karya.

4. Pengendalian Proyek
Dalam mengawasi kegiatan pembangunan keciptakaryaan ini, Konsultan akan
sedapat mungkin melakukan pengawasan secara cepat, akurat dan terbaru. Hal ini
dilakukan agar permasalahan yang timbul dapat segera diatasi. Adapun langkahlangkah yang akan diambil dalam kegiatan pengawasan ini adalah diantaranya
adalah:
a. Pengembangan format pelaporan yang jelas, lengkap dan informatif.
b. Pelaporan progres pekerjaan kepada Pemberi Tugas secara cepat,
akurat dan terbaru.
c. Melakukan implementasi sistem informasi pemantauan proyek yang
berbasis komputer dan mampu memberikan peringatan dini terhadap
permasalahan penyelesaian pekerjaan.
Untuk keperluan tersebut disampaikan suatu sistem yang memiliki
kemampuan dalam pengendalian proyek, dari fase perencanaan, pelaksanaan
hingga pelaporan (reporting).
Tujuan pemakaian sistem ini adalah agar proses pada ketiga fase tersebut
dapat dilakukan secara terintegrasi. Dengan sistem tersebut, maka berbagai
indikasi dan informasi penting yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek, dapat
diakomodir dan dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi
manajemen.

E - 33

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Selain hal di atas, juga akan dibuat suatu format dan prosedur standar
pelaporan proyek. Di mana dengan format dan prosedur yang standar, akan dapat
lebih meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan mengoptimalkan sinergi kerja.

E.1.

URAIAN PROGRAM KERJA/RENCANA KERJA

E.2.1. PROGRAM KERJA


Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan
Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
Konsultan adalah 5,0 (lima koma nol) bulan.
Kegiatan pengawasan teknik ini dapat dikategorikan menjadi dua ketegori
utama yaitu:
-

Kegiatan Pengawasan Teknik

Kegiatan penyusunan administrasi teknis dan pelaporan

Secara umum pelaksanaan Pengawasan Teknik di lapangan terdiri dari :


-

Masa mobilisasi kontraktor

Masa konstruksi

Masa pemeliharaan

Dalam bab ini diusulkan Pra-Rencana Keselamatan Kerja dan Kesehatan


kerja Kontrak (Pra-RK3K) yang dijabarkan dibawah ini:

E - 34

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

PRA RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK


(PRA-RK3K)

1. KEBIJAKAN DAN KOMITMEN K3


1.1.

Kebijakan Perusahaan
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam usaha jasa konsultan
teknik dan manajemen, CV. Getz Consultant menerapkan kebijakan di
bidang Mutu/kualitas Pekerjaan serta Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) dan Lingkungan, yang berlaku untuk Kantor Pusat maupun
Proyek-proyek.
a) Kebijakan Mutu
Pemenuhan kepuasan pelanggan melalui peningkatan kualitas
pekerjaan
Pendekatan rekayasa teknik dan bisnis yang seimbang
Pemanfaatan teori dan metodologi tepat sasaran
SDM yang professional di bidangnya
b) Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan
Mengurangi angka kecelakaan dan gangguan kesehatan kerja di
proyek
Melakukan perbaikan dari waktu ke waktu terhadap Kecelakaan
dan Kesehatan Kerja (K3) dan Pengelolaan Lingkungan.
Penerapan Sistem Manajemen Kecelakaan dan Kesehatan Kerja
(SMK3)

yang

selalu

memenuhi

perundang-undangan

dan

peraturan lainnya yang berlaku.

E - 35

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Komitmen Perusahaan

1.2.

Komitmen Perusahaan dalam hal K3 terhadap proyek dan personil


Konsultan Pengawas adalah safety first dan zero accident

2. PERENCANAAN
Perencanaan

dimaksudkan

bahwa

program

K3

yang

ada

di

proyek/pekerjaan Jasa Konsultansi Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah


Pidie - 1 (PW Infra 91) direncanakan sesuai dengan kondisi pekerjaan dan
lingkungan yang ada di sekitar proyek. Perencanaan ini meliputi :
1) Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Pengendaliannya
2) Pemenuhan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya
3) Sasaran dan Program

1) Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Bahaya


Tujuannnya adalah untuk memastikan bahwa semua potensi bahaya
telah

diidentifikasikan,

dinilai

resikonya

dan

dilalukan

pengendaliannya agar tidak membahayakan bagi para pekerja,


sehingga proses penyelesaian pekerjaan berjalan lancar

a) Identifikasi Bahaya
Merupakan suatu proses untuk memperkirakan potensi bahaya
yang timbul dari aktifitas kegiatan Jasa Konsultansi Pengawasan
Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91).
b) Pengendalian Resiko

E - 36

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Suatu upaya untuk meminimalkan atau menghilangkan celaka /


sakit, sehingga terwujud zero accident.

No.

JENIS/TYPE
PEKERJAAN

IDENTIFIKASI
JENIS BAHAYA &
RISIKO K3

PENGENDALIAN
RISIKO K3

Jenis bahaya :

a.

Pengendalian
Resiko
Kecelakaan pada saat K3:
pergerakan alat berat - Fasilitasi
semua
Persiapan
& di lokasi kerja
pekerja
dengan
Mobilisasi Alat
safety yang lengkap.
Resiko :
perhatikan
luka berat, meninggal Selalu
rambu-rambu kerja.
dunia
Jenis bahaya :

b.

Pengawasan
pekerjaan
pengaspalan.

Kecelakaan tertabrak
oleh kenderaan yang
lewat dan terkena
material
panas,
kecelakaan alat berat
Resiko :
luka berat, meninggal
dunia

c.

Survey
penyelidikan
tanah di sungai.

Pengendalian
Resiko
K3:
- Fasilitasi
semua
pekerja
dengan
safety yang lengkap.
- Selalu
perhatikan
rambu-rambu kerja.
- Pemasangan ramburambu kerja standar
sesuai dengan yang
ada di kontrak

Pengendalian Resiko K3
:
- Pastikan
semua
Jenis Bahaya :
rambu rambu kerja
Hanyut,
tengelam.
terpasang
dengan
Resiko :
baik.
Luka Berat, Meninggal - Membuat
landasan
Dunia.
rig yang kuat
- Pastikan alat bor
sebelum di bawa ke

E - 37

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

atas rig.

d.

Pengendalian
Resiko
K3:
Bahaya :
- Pastikan rambu
brak kenderaan yang
rambu
kerja
melintas.
Survey
elevasi
terpasang
dengan
existing
tanah Resiko :
benar.
atribut
dasar pada jalan. Luka
Ringan,
luka - Gunakan
safety yang gampang
Berat,
meninggal
terlihat dari jauh
Dunia.
oleh pengguna jalan
yang lain.

e.

Pengendalian Resiko K3
:
- Pastikan
pengawas
lapangan
selalu
menggunakan atribut
safety yang lengkap.
- Jaga jarak pengawas
dengan
titik
pekerjaan.
- Selalu
perhatikan
rambu
rambu
pekerjaan.

Jenis Bahaya :

Pekerjaan
pemancangan

Tertimpa
Material,
kecipratan oli pada
saat pengambilan data
kalendring.
Resiko :
Luka
Ringan,
Luka
Berat,
Meninggal
Dunia.

Jenis bahaya :

f.

Terkena
debu
Pengawasan
material, terkena alat
penghamparan
berat dan tertabrak
dan pemadatan kenderaan yang lewat
material
untuk Resiko :
jalan.
Gangguan pernafasan,
luka berat, meninggal
dunia.

Pengendalian Resiko K3
:
- Pastikan
pengawas
lapangan
memakai
masker.
- Selalu
perhatikan
rambu rambu kerja.
- Jaga
jarak
aman
dengan titik lokasi
pekerjaan.
- Pemasangan ramburambu kerja standar
sesuai dengan yang
ada di kontrak

E - 38

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

g.

h.

Pengawasan
pemasangan
gelagar
jembatan.

Pengendalian Resiko K3
:
- Pastikan
pijakan
aman.
Jenis bahaya :
- Selalu hati hati
Jatuh
Kesungai.
pada saat berjalan
Resiko :
memeriksa
pekerjaan.
Luka
Ringan,
luka
- Pastikan
safety
berat.
selalu di gunakan.
- Gunakan pelampung
bila di perlukan pada
saat melintas sungai.

Pengawasan
pekerjaan
stabilitas tebing

Pengendalian Resiko K3
:
- Pastikan
pijakan
Jenis bahaya :
aman.
Tergelincir/terpeleset - Selalu hati hati
pada saat berjalan
dan
terjatuh
Resiko :
memeriksa
pekerjaan.
Luka
Ringan,
luka
- Pastikan
pengawas
berat.
lapangan
selalu
menggunakan atribut
safety yang lengkap.
Jenis bahaya :

i.

Demobilisasi
Alat

Pengendalian
Resiko
Kecelakaan pada saat K3:
semua
pergerakan alat berat - Fasilitasi
pekerja
dengan
di lokasi kerja
safety yang lengkap.
Resiko :
perhatikan
luka berat, meninggal Selalu
rambu-rambu kerja.
dunia

2) Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya


Pemenuhan

perundang-undangan

dan

persyaratan

lainnya

(legislasi)

E - 39

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

dipergunakan untuk mengidentifikasikan kebutuhan Undang-Undang dan


Peraturan yang berkaitan dengan K3, baik yang bersifat eksternal
maupun internal pada Dinas Bina Marga Aceh.
Daftar Peraturan Perundang-Undangan dan Persyaratan K3 yang wajib
dipunyai dan dipenuhi dalam melaksanakan paket pekerjaan ini adalah :
a. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
b. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
c. Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU
d. UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
e. UU No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas Jalan
f. UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
g. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
h. UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan
i. Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan
Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja
j. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan
Jasa Konstruksi
k. SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum No : Kep.
174/MEN/86 dan No. : 104/Kpts/1986 tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi
l. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.05/MEN/1996 tentang
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3) Sasaran K3 dan Program K3


Sasaran K3 :
a. Tidak ada kecelakaan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal
Accident)
b. Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80 %
c. Semua pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko
pekerjaannya masing-masing.
d. Meningkatkan kesesuaian pada Undang-Undang dan Peraturan K3
lainnya
e. Meningkatkan kesehatan para personil Konsultan Pengawas.

E - 40

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Program K3 :
a. Melaksanakan Rencana K3 dengan menyediakan sumber daya K3
(APD, Rambu-rambu, Spanduk, Poster, pagar pengaman, jaring
pengaman dsb) secara konsisten
b. Melakukan Inspeksi secara rutin terhadap kondisidan cara kerja
berbahaya
c. Memastikan semua pekerja untuk mematuhi peraturan yang telah
ditetapkan
d. Memastikan bahwa setiap pekerja baru atau memulai pekerjaan
berbahaya dalam keadaan sehat

Organisasi K3 :
Menyediakan petugas K3 sesuai dengan struktur organisasi yang di usulkan
Penanggung Jawab K3

Emergency/kedaruratan

P3K

Kebakaran

E.2.2. TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


Tahapan kegiatan yang perlu dilakukan untuk menunjang pelaksanaan
pekerjaan adalah sebagai berikut : (Gambar E.9 Bagan Alir Kegiatan Konstruksi)

Pre Construction Meeting (Gambar E.10.)

Yaitu pertemuan pendahuluan antara Pihak Proyek, Kontraktor dan


Konsultan guna membahas rencana kerja Kontraktor, menyamakan persepsi
Dokumen Kontrak termasuk masalah-masalah yang meragukan atau belum di atur
di dalam Dokumen Kontrak.

E - 41

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Penyusunan Jadwal Pelaksanaan (Gambar E.11. Prosedur Pengajuan


Rencana Kerja Secara Umum)

Kontraktor harus mengajukan rencana kerja dan jadwal pelaksanaan sesuai


dengan Dokumen Kontrak kepada Konsultan yang selanjutnya mendapatkan
persetujuan dari Pemimpin Proyek.

Mobilisasi Personil

Kegiatan Review Design


Apabila diperlukan dapat dilakukan review design untuk memperoleh
penghematan waktu, mampu biaya dengan tetap mempertahankan mutu.

Kegiatan Pelaksanaan
Urutannya sebagai berikut :
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan Struktur
- Pekerjaan Perkerasan
- Pekerjaan lain-lain (miscellaneous)

Administrasi Kontrak
Selama pelaksanaan kegiatan administrasi kontrak meliputi :
- Administrasi pada awal kontrak
- Masa pelaksanaan
- Prosedur bulanan (periodik)
- Administrasi akhir kontrak

Untuk mendukung agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan target yang


telah ditetapkan, yaitu kualitas sesuai dengan spesifikasi dengan persyaratan
waktu yang telah ditetapkan, perlu disusun suatu program kerja.

E - 42

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Pada usulan teknis ini Konsultan telah menyusun suatu program kerja yang
disusun berdasarkan jangka waktu pelaksanaan, kategori pekerjaan dan jenis
kegiatan yang ditampilkan pada Bab F.
Gambar E.9. BAGAN ALIR KEGIATAN / PELAKSANAAN KONSTRUKSI

E - 43

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

E - 44

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Gambar E.11

E - 45

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

E.2.3. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN


Jadwal pelaksanaan pekerjaan
memberikan

adalah

mutlak

diperlukan

pedoman kerja bagi seluruh tim Konsultan dalam

pengendalian waktu

penyelesaian

pekerjaan.

untuk
kaitan

Berdasarkan metodologi dan

rencana kerja yang telah diuraikan pada Bab terdahulu, Konsultan telah menyusun
jadual

pelaksanaan

pekerjaan

untuk

Konsultan

Pekerjaan

Pengawasan

Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91) yang dapat dilihat pada Gambar
E.12 berikut ini.
Pekerjaan ini akan dilaksanakan dalam waktu 5,0 (lima koma nol) bulan
sejak ditanda tanganinya Surat Perintah Mulai Kerja dari Pemberi kerja.

E.2.

ORGANISASI DAN PERSONIL

E.3.1. ORGANISASI KERJA PROYEK


Dalam melaksanakan pekerjaan ini Konsultan akan selalu melakukan
koordinasi secara periodik dengan pihak Pemberi Tugas. Dengan demikian
kesatuan semua aspek yang dilakukan Konsultan akan selalu terjaga, sehingga
Pemberi Tugas dapat mengetahui kemajuan pelaksanaan pekerjaan setiap saat.
Koordinasi ini sangat penting bagi Konsultan agar semua pekerjaan dapat
berjalan sesuai rencana. Dengan demikian diharapkan hambatan yang terjadi
dapat segera diselesaikan, sehingga penyelesaian pekerjaan tidak akan melewati
waktu yang telah ditentukan.
Keterpaduan dan koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait dalam
proyek ini akan menentukan keberhasilan pekerjaan.

E - 46

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

E.3.2. ORGANISASI KERJA TIM KONSULTAN


Pada organisasi kerja tim konsultan CV. Getz Consultant, Tim Pelaksana
Konsultan Pekerjaan Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91) ini
dibawah koordinasi Direktur Teknik. Sedangkan susunan organisasi Tim Pelaksana
Konsultan terdiri dari Profesional Staff (Tenaga Ahli), Tenaga Asisten (Sub
Professional) dan Staff Lainnya (Pendukung).
Hubungan kerja intern tim Konsultan disampaikan dalam suatu Bagan
Organisasi yang ditampilkan pada Gambar E.13.

GAMBAR E.13
ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN
DIREKTUR

Staf Administrasi 1

CHIEF INSPEKTOR

INSPECTOR 1
INSPECTOR 3

OPERATOR KOMPUTER/Cad
1

INSPEKTOR 2
INSPECTOR 4

E - 47

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

E.3.3. PERSONIL
1.

KEBUTUHAN DAN PERSYARATAN TENAGA AHLI


Sesuai ketentuan yang ada di Kerangka Acuan Kerja (KAK)

serta

penjelasan tentang Tenaga Ahli yang diperlukan, maka untuk melaksanakan


Pekerjaan Konsultan Pengawas Penanganan Pelaksanaan Kontrak Berbasis
Kinerja (KBK) untuk Pekerjaan Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1
(PW Infra 91), diperlukan Posisi dan Kualifikasi dari masing masing Tenaga
Ahli seperti yang diuraikan di Tabel I.1 dan I.2 dibawah ini
Tabel I.1. Kebutuhan Tenaga dalam Tim Ahli
Pengalaman
No

Posisi

Pendidikan

di Bidang

Syarat Lainnya

Pengawasan

Chief
Inspector

S-1 Teknik
Sipil

Berpengalaman
dalam
melaksanakan
pekerjaan
Pengawasan
diutamakan
disukai
Mempunyai SKA Jalan yang
dikeluarkan oleh LPJK
Dan
Mempunyai
SKA
Pengawas
Struktur
yang
dikeluarkan
oleh
asosiasi
kontruksi

Tenaga Pendukung
1

Inspector

S-1
Sipil

teknik

Operator

D-3

teknik

Berpengalaman
melaksanakan
Pengawasan

dalam
pekerjaan

Berpengalaman

dalam

2
2

E - 48

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Kumputer/
Cad

2.

Sipil

Staf
Administra
si

melaksanakan penggambaran
teknik sipil dengan program
Auto CAD

mempunyai pengalaman dibidang


administrasi dan berperilaku
baik, jujur

KEBUTUHAN TENAGA AHLI


Kebutuhan dan jumlah Tenaga Ahli adalah 1 (satu) orang Chief Inspector, 4

(empat) orang Inspector, 1 (satu) orang Operator komputer dan dibantu oleh 1
(dua) orang Staf Administrasi.
Jumlah tenaga yang diperlukan untuk paket Pekerjaan Pengawasan
Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91) adalah : adalah 1 (satu) orang Chief
Inspector dan 6 (enam) orang tenaga pendukung, dan didukung oleh staf
professional yaitu Inspector, Operator komputer, Staf Administrasi dan dibantu
oleh Tenaga Pendukung ( Pesuruh).

3.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TENAGA AHLI


Walaupun tidak dijelaskan secara detail dan rinci dalam Kerangka Acuan

Kerja (KAK), namun Konsultan dapat menguraikan secara garis besar tugas dan
tanggung jawab para Tenaga Ahli yang akan diperlukan dalam pekerjaan ini
sebagai berikut :

a. Chief Ispector

E - 49

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Melaksanakan koordinasi secara intensif dengan Pejabat Pelaksana


Teknis Kegiatan (PPTK) Pengawasan Dinas Cipta Karya Aceh dan PPTK
fisik, serta Instansi yang terkait.

Dalam persiapan dan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Menjamin bahwa semua Isi dari Kerangka Acuan Kerja iniakan


dipenuhi dengan baik sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Membantu dan memberikan petunjuk kepada Chief Inspector &


Inspector dan atau petugas Pengawas lainnya pada tiap paket
pekerjaan, dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan teknik.

Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan,


terutama sehubungan dengan :
- Inspeksi secara teratur ke paket-paket pekerjaan untuk melakukan
monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan perbaikan-perbaikan
agar pekerjaan dapat direalisasikan sesual dengan ketentuan dan
persyaratan yang telah ditentukan.
- Pengertian yang benar tentang spesifikasi.
- Metode pelaksanaan untuk tiap jenis pekerjaan yang disesuaikan
dangan kondisi lapangan.
- Metode pengukuran volume pekerjaan yang benar sesuai dengan
pasal-pasal dalam dokumen kontrak tentang cara pengukuran dan
pembayaran.
- Rincian teknis sehubungan dengan Change Orderyang diperlukan

Membuat

pemyataan

penerimaan

(Acceptance)

atau

penolakan

(Rejection) atas material dan produk pekerjaan.

E - 50

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Melakukan pengecekan secara cermat semua pengukuran pekerjaan


dan secara khusus harus ikut serta dalam proses pengukuran akhir
pekerjaan.

Menyusun laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan financial, serta


menyerahkannya kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
pengawasan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Fisik.

Menyusun Justifikasi Teknis. termasuk gambar dan perhitungan


sehubungan dengan usulan perubahan kontrak.

Memeriksa dan menandatangani gambar kerja (Shop Drawing) yang


diajukan oleh kontraktor sebelum pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan.

Mengecek dan menandatangani dokumen pembayaran bulanan (MC).

Mengecek

dan

menandatangani

dokumen-dokumen

tentang

pengendalian mutu dan volume pekerjaan.

Membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengawasan dan


Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Fisik dalam penyelesaian
pekerjaan baik dari segi teknis maupun administrasi.

Bantuan

teknis

dapat

berupa

menyiapkan

rekomendasi

secara

terperinci atas usulan perubahan design termasuk data pendukung


yang diperlukan. Memberi saran dalam mengendalikan kegiatankegiatan

kontraktor

termasuk

pengendalian

pemenuhan

waktu

pelaksanaan pekerjaan serta mencari pemecahan-pemecahan atas


permasalahan yang timbul baik secara teknis maupun permasalahan
kontrak dan lainnya.

Bantuan administrasi dapat berupa pengumpulan data proyek rapatrapat koordinasi lapangan data pengukuran kuantitas pembayaran
kepada kontraktor dan pengumpulan semua data tersebut diatas

E - 51

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

dalam bentuk laporan kemajuan bulanan. Memberikan saran-saran


untuk

mempercepat

pekerjaan

serta

memberikan

penyelesaian

terhadap kesulitan yang timbul baik secara teknis maupun kontraktual


untuk menghindari keterlambatan pekerjaan lainnya.

b. Sub Proffesional Staff


Inspector
Tugas dan kewajiban Inspector adalah mencakup tapi tidak terbatas
hal-hal sebagai berikut :
Bertanggung jawab kepada Chief Inspector untuk mengawasi
kualitas dari pada konstruksi dan memastikan berdasarkan
basis harian bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan
dokumen kontrak, spesifikasi, gambar - gambar kerja yang
disahkan oleh Chief Inspector
Mengawasi semua pengambilan contoh material dan pengadaan
transportasi ke laboratorium untuk dites, setelah dites
Inspector harus menginformasikan kepada kontraktor tentang
hasil pengujian dan setiap perbaikan yang dibutuhkan.
Membuat catatan harian tentang aktivitas kontraktor dan
engineer dengan format laporan standar dan memberitahukan
kontraktor

secara

tertulis

terhadap

penyimpangan-

penyimpangan yang dilakukannya.


Menggambarkan kemajuan harian yang dicapai kontraktor
pada grafik (chart) yang telah disetujui.
Membantu Chief Inspector dalam membuat laporan dan serah
terima sementara seta pemeriksaan kualitas di lapangan.

E - 52

Pengawasan Keciptakaryaan Wilayah Pidie - 1 (PW Infra 91)

Memonitor dan melaporkan setiap kejadian (kecelakaan,


kebakaran, dan lain-lain) serta ketidakberesan dilapangan
kepada Chief Inspector.
c. Staff Pendukung
Untuk mendukung lancamya pekerjaan pengawasan pada Field Team,
diperlukan tenaga pendukung dengan posisi sebagai berikut :
Operator Komputer dan staf Administrasi
Membantu menyusun pengetikan dangan computer, gambar-gambar teknik
sipil, dan data dokumen pendukung administrasi

bekerja dengan cepat dengan

tingkat ketelitian yang tinggi dan mampu memperbaiki komputer dengan baik,
serta menguasai bahasa program, program autocad dan program coreldraw.

E.3.4. LAMPIRAN
Disini konsultan melampirkan beberapa panduan pelaksanaan yang dapat menjadi acuan
didalam melaksanakan pekerjaan, yaitu :

1. Lampiran 1 yaitu Contoh Prosedur


-

Prosedur Shop Drawing

Prosedur Sertifikat Bulanan (MC)

Penyiapan Shop Drawing

2. Lampiran 2 yaitu Daftar Acuan


-

Motode Pengujian Mutu Beton Semen

3. Lampiran 3 yaitu Contoh Daftar Simak


-

Pemeriksaan Request

E - 53