Anda di halaman 1dari 2

Tanggal Praktikum

Praktikum 3.4

30 Maret 2015
TEKNIK ENUMERASI LANGSUNG

PRELAB

1. Bagaimana cara menghitung mikroba secara langsung menggunakan haemocytometer?


Sebutkan dan jelaskan tahapannya
Cara menghitung sel dalam ruang hitung Haemocytometer (Waluyo, 2007) :
Melakukan aseptis diri dan lingkungan dengan alkohol 70%
Mikroskop dihidupkan dan diatur intensitas cahanya
Haemocytometer diletakkan diatas meja preparat dan kamar-kamarnya dicari dengan
pembesaran terkecil, yaitu 4 x 10
Yeast diletakkan diatas haemocytometer dengan bantuan pipet tetes
Yeast diamati dengan perbesaran yang lebih besar agar lebih jelas, 10 x 10 kemudian
40 x 10
Jumlah yeast yang ada didalam kotak kecil didalam kamar kaca dihitung setelah
ditambahkan metilen biru dengan menggunakan counter.

2. Apakah yang harus dilakukan, jika mikroba yang terlihat di Haemocytometer terlalu
banyak? Jelaskan
Jika ada terlalu banyak sel untuk dihitung maka harus dilakukan pengenceran
terlebih dahulu secara akurat dengan perbandingan 1:100, dan jumlah akhirnya dikalikan
dengan faktor pengencernya. Penghitungan koloni dilakukan dengan penyimpanan pada
suhu yang sesuai. Oleh karena itu, suatu bakteri dapat tumbuh menjadi satu koloni yang
terhitung mewakili jumlah bakteri hidup yang terdapat dalam tiap volum pengenceran
yang digunakan. Dalam hal ini pun, bahan pemeriksaan jika perlu harus diencerkan untuk
menghindari jumlah koloni terlalu banyak sehingga tidak dapat dihitung. Hasil hitungan
yang dapat diandalkan adalah antara 30-300 koloni pada tiap lempeng pembiakan
(Dwidjoseputro, 2005).
3. Sebutkan ukuran kotak dalam haemocytometer dan tuliskan rumus yang digunakan untuk
menghitung mikroba menggunakan haemocytometer
Haemocytometer memiliki 2 bagian. Tiap bagiannya terdiri dari area pusat yang
memiliki ruang hitung dan terdiri dari 9 kotak besar berukuran 1 mm x 1 mm, dibagi
menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0,2 mm. Setiap satu kotak besar terdiri dari 16
kotak kecil. Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil. Tebal dari
ruang hitung ini adalah 0,1 mm (Rakhmawati, 2011).
Rumus yang digunakan untuk menghitung mikroba menggunakan
haemocytometer (Tim Penyusun, 2008) :
Jumlah sel per ml sampel = jumlah sel per kotak besar x 1,25 x 106.
DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan.


Rakhmawati, Anna, Octavia, Bernadetta, Umniyatie Siti. 2011. Petunjuk Praktikum
Mikrobiologi. Yogyakarta : FMIPA UNY.
Tim Penyusun. 2008. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Dasar. Purwokerto : Laboratorium
Mikrobiologi Fakultas Biologi Universitas Jendral Soedirman.
Waluyo, L. 2007. Mikrobiologi Umum. Malang : UMM Pers.
DAFTAR PUSTAKA TAMBAHAN
Badan Karantina Pertanian. 2007. Pedoman Pengambilan Sampel. Jakarta : Departemen
Pertaian Republik Indonesia.
Irianto, Koes. 2006. Mikrobiologi Jilid I. Bandung : Yrama Widya.
Team Penyusun Lab Biologi. 2008. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Dasar. Fakultas
Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam : Universitas Jendral Soedirman