Anda di halaman 1dari 22

ALUR Diagnosis &

PENATALAKSANAAN
TUBERKULOSIS

Anamnesis

1. Gejala utama (sering ditemukan)


Batuk 3 minggu

2. Gejala tambahan
- Dahak campur darah
- Batuk darah
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Badan lemah, nafsu makan turun, BB turun, malaise, keringat
malam, demam

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI


INDONESIA. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003.

PEMERIKSAAN FISIK

Tidak ada gejala yang patognomonis untuk TB.

Auskultasi : ronki basah halus

Proses infiltrat meluas : fremitus menguat, perkusi redup,

suara napas bronkhial, serta bronkoponi yang menguat


Ada kavitas : perkusi timpani, suara napas amforik.
Terjadi atelektasis (mis.pada destroyed lung), suara
napas melemah sampai hilang

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:


TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN
DI INDONESIA.
INDONESIA. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003.

Pemeriksaan Penunjang lain

Pemeriksaan Bakteriologi
Pemeriksaan Biakan Kuman
Pemeriksaan Biakan Lowenstein-Jensen
Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan Analisis cairan Pleura
Pemeriksaan Histopatologi Jaringan

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:


TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI
INDONESIA.
.
Jakarta:
Perhimpunan
Dokter Paru Indonesia; 2003
INDONESIA

Pemeriksaan Bakteriologi
1. Bahan pemeriksaan

Pemeriksaan bakteriologi untuk menemukan kuman TB


2. Cara pengumpulan dan pengiriman bahan
Cara pengambilan dahak 2 kali dengan minimal satu kali dahak pagi hari.
3. Cara pemeriksaan dahak dan bahan lain
Pemeriksaan bakteriologi dari spesimen dahak dan bahan lain
Pemeriksaan mikroskopis:
Mikroskopis biasa : pewarnaan Ziehl-Nielsen
Mikroskopis fluoresens: pewarnaan auramin-rhodamin Skala IUATLD:

Tidak ditemukan BTA dalam 100 lapang pandang, disebut negatif


- Ditemukan 1-9 BTA dalam 100 lapang pandang, ditulis jumlah kuman yang
ditemukan
- Ditemukan 10-99 BTA dalam 100 lapang pandang disebut + (1+)
- Ditemukan 1-10 BTA dalam 1 lapang pandang, disebut ++ (2+)
- Ditemukan >10 BTA dalam 1 lapang pandang, disebut +++ (3+)
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:
TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI INDONESIA.
INDONESIA. Jakarta:
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003.

Pemeriksaan Biakan Kuman


Pemeriksaan identifikasi M. tuberculosis dengan cara:
a. Biakan:
Egg base media: Lowenstein-Jensen, Ogawa, Kudoh
Agar base media: Middle brook
Mycobacteria growth indicator tube test (MGITT)
BACTEC
b. Uji molekular:
PCR-Based Methods of IS6110 Genotyping
Spoligotyping
Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP)
MIRU / VNTR Analysis

Pemeriksaan Biakan
Lowenstein-Jensen

Pada identifikasi M. tuberculosis, pemeriksaan dengan


media biakan lebih sensitif dibandingkan dengan
pemeriksaan mikroskopis. Pemeriksaan biakan dapat
mendeteksi 10 1000 mycobacterium/ml. Media biakan
terdiri dari media padat dan media cair
media cair. Media Lowenstein-Jensen adalah media
padat yang menggunakan media basa telur

Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan standar ialah foto toraks PA. Pemeriksaan lain atas indikasi yaitu foto lateral, toplordotic, oblik atau CT-Scan. Pada pemeriksaan foto toraks, TB dapat memberi gambaran
bermacam-macam bentuk (multiform). Gambaran radiologi
Yang dicurigai sebagai lesi TB aktif adalah:

Bayangan berawan/nodular di segmen apikal dan posterior lobus atas paru dan segmen
superior lobus bawah

Kavitas, terutama lebih dari satu, dikelilingi oleh bayangan opak berawan atau nodular

Bayangan bercak milier

Efusi pleura unilateral (umumnya) atau bilateral (jarang) Gambaran radiologi yang
dicurigai lesi TB inaktif

Fibrotik

Kalsifikasi

Schwarte atau penebalan pleura Luluh paru (destroyed lung):


Gambaran radiologi yang menunjukkan kerusakan jaringan paru yang berat, biasanya secara
klinis disebut luluh paru. Gambaran radiologi luluh paru terdiri dari atelektasis,
ektasis/multikavitas dan fibrosis parenkim paru. Sulit untuk menilai aktivitas lesi atau penyakit
hanya berdasarkan gambaran radiologi tersebut.
Perlu dilakukan pemeriksaan bakteriologi untuk memastikan aktivitas proses penyakit

Pemeriksaan Analisis Cairan


Pleura
Pemeriksaan analisis cairan pleura dan uji
Rivalta cairan pleura perlu dilakukan pada pasien
efusi pleura untuk
membantu menegakkan
diagnosis.
Interpretasi
hasil
analisis
yang
mendukung diagnosis TB adalah uji Rivalta positif
dan kesan cairan eksudat, serta pada analisis cairan
pleura terdapat sel limfosit dominan dan glukosa
rendah


Pemeriksaan Darah
Hasil pemeriksaan darah rutin kurang menunjukkan
indikator yang spesifik untuk TB. Laju endap darah
(LED) jam pertama dan kedua dapat digunakan
sebagai indikator penyembuhan pasien. LED sering
meningkat pada proses aktif, tetapi laju endap
darah yang normal tidak menyingkirkan TB. Limfosit
juga kurang spesifik.

TATALAKSANA TBC
PEMERIKSAAN DAHAK MIKROSKOPIS

Menegakkan diagnosis, menilai keberhasilan pengobatan dan


menentukan potensi penularan

Mengumpulkan 3 spesimen dahak

Sewaktu-Pagi-Sewaktu

PEMERIKSAAN BIAKAN
Mengetahui kepekaan OAT yang digunakan
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:
TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI
INDONESIA.
INDONESIA. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003

PEMERIKSAAN TES RESISTENSI


hanya bisa dilakukan di laboratorium yang mampu
melaksanakan biakan, identifikasi kuman serta tes
resistensi sesuai standar internasional, dan telah
mendapatkan pemantapan mutu (Quality Assurance)
oleh laboratorium supranasional TB.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:
TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI
INDONESIA.
INDONESIA. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003

TATALAKSANA TBC
Suspek TB paru

Pemeriksaan dahak mikroskopis sewaktu-pagi-sewaktu

Hasil BTA
Hasil BTA
Hasil BTA
+++
+---++-
+-Antibiotik non OAT
Foto toraks dan

pertimbangan dokter
Tidak ada perbaikan
Ada perbaikan

pemeriksaan dahak mikroskopis

hasil BTA
Hasil BTA
+++
--+++-Foto toraks dan pertimbangan dokter
TB

Bukan TB

Braunwald E. Harrisons Manual of Medicine . Mcgraw Hill Book Company: 2002

DIAGNOSIS TB PARU

Ditegakkan dengan ditemukannya kuman TB (BTA)

Tidak dibenarkan mendiagnosis TB hanya berdasarkan pemeriksaan


foto toraks saja

DIAGNOSIS TB EKSTRA PARU

Gejala dan keluhan tergantung organ yang terkena

Ditegakkan berdasarkan gejala klinis TB yang kuat

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:


TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI INDONESIA.
INDONESIA.
Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003

KLASIFIKASI PENYAKIT DAN TIPE PASIEN

Lokasi atau organ tubuh yang sakit: paru atau ekstra paru

Bakteriologi (hasil pemeriksaan dahak secara mikroskopis): BTA


positif atau BTA negatif

Tingkat keparahan penyakit: ringan atau berat

Riwayat pengobatan TB sebelumnya: baru atau sudah pernah


diobati

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:


TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI INDONESIA.
INDONESIA.
Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003

PENGOBATAN TB
Tujuan:

menyembuhkan pasien

mencegah kematian

mencegah kekambuhan

memutuskan rantai penularan

mencegah terjadinya resistensi kuman terhadap OAT

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

TUBERKULOSIS:
TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI

INDONESIA.
INDONESIA. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003

OAT
Jenis OAT

Sifat

Dosis yang
direkomendasikan
(mg/kg)
Harian
3x seminggu

Isoniazid (H)

Bakterisid

5 (4-6)

10 (8-12)

Rifampicin (R)

Bakterisid

10 (8-12)

10 (8-12)

Pyrazinamide (Z)

Bakterisid

25 (20-30)

35 (30-40)

Streptomycin (S)

Bakterisid

15 (12-18)

15 (12-18)

Ethambutol (E)

Bakteriostatik

15 (15-20)

30 (20-35)

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:


TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI INDONESIA . Jakarta: Perhimpunan Dokter
Paru Indonesia; 2003

Paduan OAT yang digunakan di Indonesia

Lini Pertama : 2(HRZE)/4(HR)3

Lini Kedua

: 2(HRZE)S/(HRZE)/5(HR)3E3

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:


TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI
INDONESIA.
INDONESIA. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003

Efek samping ringan OAT1


Efek samping

Penyebab

penatalaksanaan

Tidak ada nafsu


makan, mual, sakit
perut

Rifampisin

Semua OAT diminum malam


sebelum tidur

Nyeri Sendi

Pirasinamid

Beri Aspirin

Kesemutan s/d rasa


terbakar di kaki

INH

Beri vitamin B6 (piridoxin)


100mg per hari

Warna kemerahan
pada air seni (urine)

Rifampisin

Tidak perlu diberi apa-apa,


tapi perlu penjelasan kepada
pasien

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN


PENATALAKSANAAN DI INDONESIA. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003

Pengobatan Suportif / Simptomatis

Pasien Rawat Jalan

Pasien Rawat Inap

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:


TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI INDONESIA.
INDONESIA.
Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003

Terapi Pemmbedahan
Indikasi Operasi

Kategori 1 : Indikasi Mutlak

Kategori 2 : Indikasi Relatif

Pembedahan dapat di pertimbangkan sebagai pengobatan dalam TB ekstraparu. Pembedahan


dibutuhkan dalam pengobatan komplikasi pada keadaan seperti hidrosefalus, obstruksi uropati,
perikarditis konstriktif dan keterlibatan saraf pada TB tulang belakang (TB spinal). Pada
limfadenitis TB yang besar dan berisi cairan maka diperlukan tindakan drainase atau aspirasi insisi
sebagai salah satu tindakan terapeutik dan diagnosis

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS:


TUBERKULOSIS: PEDOMAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI
INDONESIA.
INDONESIA. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003

DAFTAR PUSTAKA

Braunwald E. Harrisons Manual of Medicine. Mcgraw Hill Book


Company: 2002.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. TUBERKULOSIS: PEDOMAN
DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DI INDONESIA. Jakarta:
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2003.