Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

MUSKULOSKELETAL
ANALISA TULANG

Disusun Oleh:
OKTAMANDA AKBAR (2009730103)

FAKULTAS KEDOKTERAN dan KESEHATAN


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
JAKARTA
2010
LAPORAN PRAKTIKUM MUSKULOSKELETAL
BIOKIMIA
ANALISA TULANG

Bahan Praktikum :
Ekstraksi tulang ayam kampung
Asam nitrat (NHO3)
Asam klorida (NHCl)
Kertas lakmus

Kertas saring
Ammonium hidroxida (NH4)2 C2O4
Kalium Ferosianida
Amonium oxalat 5%

Tujuan
Mengetahui bahwa :
1. Pada jaringan tulang terdapat mineral-mineral anorganik.
2. Mineral anorganik pada tulang dapat dilarutkan dalam asam encer.
3. Mewaspadai bahwa konsumsi asam (Cuka) dapat melarutkan mineral
dalam gigi.

Metoda

Masukan sepotong tulang ayam kampung(2cm)dalam asam nitrat pekat


65% yang di encerkan sampai 100x dan biarkan simpan sampai 5 hari.

Saringlah larutan dan ke dalam filtrat tambahkanlah ammonium hidroxida


sampai bersifat alkali(periksa dengan lakmus atau indikator
universal).endapan putih menunjukan adanya fosfat.

Saringlah endapan pada kertas saring jangan dibuang ,karena akan


diperiksa pada bagian endapan.
Lakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap:

(1.) Filtrat
1. Chlorida
Ambilah sebagian filtrat dan asamkan dengan asam nitrat dan
kemudian tambahkan perak nitrat .endapan AgCl menyatakan adanya
chlorida.
2. Sulfat
Kemudian filtrat asamkan dengan asam chlorida, dan kemudian
tambahkan larutan barium chlorida. Endapan putih halus menyatakan
adanya sulfat.

(2.) Presipitat
Pertama tambahkanlah asam asetat encer pada presipitat yang ada di atas
kertas saring dan lakukanlah test terhadap filtrat untuk:

1.Kalsium
tambahkanlah 1ml larutan amonium oxalat 5% ke dalam sedikit
filtrat. Biarkan beberapa saat.endapan putih menyatakan adanya
kalsium.
2.magnesium.

Sisa larutan di panaskan sampai mendidih dan tambahkan


amonium karbonat dan amonium chlorida lambat-lambat ke
dalam larutan yang masih panas sampai terbentuk endapan
.saringlah endapan yang terbentuk adalah kalsium karbonat
MgCo3 tidak mengendap karena terdapat NH4Cl .kedalam filtrat
tambahkan dinatrium hidrogen fosfat dan buatlah alkali
dengan menambahkan amonia.perhatikan endapan amonium
magnesium-fosfat,apabila terdapat magnesium:

Kepada presipitat diatas kertas saring, yang tidak larut dalam


asam asetat, tambahkanlah sedikit asam chlorida encer dan
lakukanlah terhadap filtrat tadi test untuk:
1. Besi
Dengan menambahkan 1 ml larutan amonium tiosianat warna
merah yang timbul menunjukan adanya besi, atau dengan
menambahkan 1 ml larutan kalium ferosianida,endapan biru atau
warna biru atau hijau menunjukan adanya besi.

Hasil
1. Filtrat
1. Chlorida

Cl- di tambahkan dengan HNO3 sebanyak 1 ml kemudian di


tambahkan AgNO3 sebanyak 1ml hasil ,,Adanya endapan AgCl
yang menyatakan chlorida, endapan ini berwarna putih.
2. Sulfat
SO4 2- di tambah HCl sebanyak 20 tetes dan BaCL2 sebanyak 20
tetes . hasil Adanya endapan putih halus yang menyatakan
adanya sulfat, bila pun ada jumlahnya sedikit sekali atau tidak
teridentifikasi. Endapan tersebut adalah endapan BaSO4
2. Presipitat
1.Kalsium
Ca 2+ di tambahkan ml larutan amonium oxsalat 5% sebanyak
1ml ke dalam sedikit filtrat ,lalu biarkan beberapa saat.hasil
Adanya endapan putih yang menyatakan adanya kalsium oksalat.
Sementara hasil presipitat yang tidak larut dalam asam asetat.
2.magnesium
Dari sisa larutan yang dipanaskan sampai mendidih dan di
tambahkan ammonium karbonat dan ammonium clorida lambatlambat ke dalam larutan yang masih panas sampai terbentuk
endapan .saringan endapan yang terbentuk adalah kalsium
karbonat( MgCO3.)hasil tidak mengendap karena terdapat NH4Cl
kedalam.lalu filtrat tambahkan dinatrium hidrogen fosfat hasil
terdapat endapan putih endapan tersebut adalah endapan
ammonium magnesium fosfat.

1. Besi
Untuk hasil tes kadar besi pada presipitat yang menggunakan
1 ml larutan amonium tiosianat, maka akan timbul warna
merah yang menunjukan adanya besi.endapan tersebut adalah
amonium ferosianat.
Atau dengan menambahakan 1 ml larutan kalium ferosianida,
maka akan timbul warna biru atau hijau yang menunjukan
adanya besi.endapan terrsebut adalah kalium ferisianida.

Kesimpulan
Tulang merupakan jaringan ikat yang mengalami mineralisasi. Tulang
mengandung bahan organik (matriks tulang) maupun bahan anorganik (mineralmineral tulang). Bahan organik terutama berupa protein. Protein utama pada
tulang kolagen tipe I merupakan protein utama yang tersusun dari 90-95% bahan
organik. Kolagen tipe V juga terdapat dalam jumlah yang kecil sebagaimana
halnya anggota protein non kolagen yang sebagian diantaranya relatif spesifik bagi
tulang.

Komponen mineral/anorganik terutama berupa kristalin Hidroksi Apatit


[Ca10(PO4)6(OH)2] berhubungan dengan natrium (Na), magnesium (Mg), karbonat
(CO3) dan fluorida (F-). Mineral tulang terdiri atas kalsium fosfat (Ca3[PO4]2),
kalsium karbonat (CaCO3), magnesium (Mg2+), hidroksida (OH-), fluoride (F-),
sulfat (SO42-). Kurang lebih 99% kalsium tubuh terdapat dalam tulang. Hidroksi
Apatit memberikan kekuatan dan kelenturan tulang yang diperlukan untuk
memenuhi peranan fisiologiknya.

Pada praktikum ini dapat diuji unuk filtrat: klorida, tetapi untuk uji sulfat
tidak dapat terdeteksi. Untuk menentukan sulfat dapat dilakukan dengan cara lain.
Pada presipitat digunakan untuk menguji kalsium yang diperoleh hasil adanya
endapan keruh. Selain itu, juga untuk menguji magnesium, yang diperoleh hasil
endapan amonium-magnesium-fosfat, yang berupa titik titik putih tetapi hanya
sedikit. Sedangkan untuk menguji besi dapat dilakukan dengan dua cara dengan
menambahkan larutan amonium tiosianat [NH4CNS], didapatkan hasil yaitu

berwarna merah dan larutan kalium ferosianida [K4Fe(CN)6], didapatkan hasil


yaitu berwarna hijau.